Upaya Membangun Moderasi Beragama Melalui Literasi Kitab Suci di SMAN 2 Tana Toraja Ibrahim Rubak cadiloibe@gmail. SMA Negeri 2 Tana Toraja Sulawesi Selatan Abstrak Upaya membangun moderasi beragama melalui literasi Kitab Suci di SMAN 2 Tana Toraja bertujuan untuk membangun pemahaman makna moderasi beragama terhadap peseta didik SMAN 2 Tana Toraja. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Tana Toraja sebagai usaha mengeksplorasikan bagaimana peserta didik memahami dan menerapkan moderasi dalam mengaplikasikan iman dan ketakwaan melalui literasi Kitab Suci. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Pendidikan Agama di SMAN 2 Tana Toraja berperan aktif dalam menggalakkan moderasi beragama melalui literasi Kitab Suci. Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya literasi kitab suci dan diskusi tentang agama yang berbeda untuk menumbuhkembangkan penghargaan terhadap perbedaan agama, dan mempengaruhi perilaku peserta didik sehari-hari. Kata kunci: moderasi, literasi. Kitab Suci Abstract Efforts to build religious moderation through Bible literacy at SMAN 2 Tana Toraja aim to build an understanding of the meaning of religious moderation among students at SMAN 2 Tana Toraja. This research was carried out at SMAN 2 Tana Toaja as an effort to explore how students understand and apply moderation in applying faith and piety through literacy of the Holy Bible. This research uses a qualitative study, collecting data through interviews, observation and document analysis. Religious Education at SMAN 2 Tana Toraja plays an active role in promoting religious moderation through literacy of the holy book. This research also provides insight into the importance of scripture literacy and discussions about different religions to foster appreciation for religious differences, and influence students' daily behavior. Key words: moderation, literacy, scripture PENDAHULUAN Peserta didik usia SMA adalah usia menuju ketenangan dan sekaligus sebagai usia dimana mereka mulai menemukan diri sendiri melalui berbagai kegiatan. Kegiatan atau aktifitas yang mereka lakukan biasanya disesuaikan dengan perkembangan zamannya. Usia mereka adalah usia yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dimana mereka berdomisili. Untuk menghindari pengaruh negatif dalam hidup mereka maka perlu ada pendampingan dari berbagai pihak, baik dari dalam masyarakat, keluarga maupun di lingkungan Sekolah. Pendampingan kepada peserta didik adalah suatu usaha untuk menerapkan arti pendidikan nasional. UU No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa Au Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Lebih lanjut dituliskan bahwa AuPendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrat serta bertanggung jawab. Ay SMA Negeri 2 Tana Toraja salah satu pilar pendidikan untuk menjadikan peserta didiknya terhindar dari radikalisme dan menjalankan moderasi beragama antar warga sekolah. Allan Pragusti dan kawan-kawan menuliskan dalam jurnal yang bertemakan moderasi beragama di sekolah sebagai usaha peningkatan moral peserta didik menuliskan bahwa Indonesia adalah Negeri yang didiami oleh beragam etnis, budaya, suku, etika. Bahasa, keyakinan, dan agama yang hampir tidak ada Secara matematis, jumlah suku. Bahasa, dan kepercayaan lokal di Indonesia mencapai ratusan bahkan ribuan. Ttidak dapat dipungkiri bahwa untuk mewujudkan kerukunan dalam Masyarakat Indonesia yang beragam ini tentu akan membawa tantangan tersendiri bagi bangsa, dan ini tentu akan membawa tantangan tersendiri bagi bangsa, dan ini merupakan usaha yang sulit karena perbedaan keragaman seringkali menyebabkan konflik horizontal, sosial dan keyakinan diantara perbedaan-perbedaan hingga menyebabkan perpecahan. Peserta didik diarahkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang diawali dari memimpin diri sendiri. Seorang pemimpin adalah sesorang yang mempunyai kualitas tinggi yang memiliki karakter yang berkualitas pula. Pempimpin yang mampu menghargai perbedaan adalah pemimpin yang diidamkan oleh Masyarakat dan menyadari dirinya sebagi mahkluk sosial yang membutuhkan Kebutuhan hidup seseorang adalah bersumber dari orang lain sebagai dukungan untuk mempertahankan hidupnya. Masyarakat Indonesia merupakan Masyarakat majemuk . erman Musakab. , dan Ketika Masyarakat itu diasumsikan semakin kritis maka mereka semakin sadar akan jenis dan tingkat kebutuhannya. SMA Negeri 2 Tana Toraja berupaya untuk menanamkan sikap toleransi antar umat beragama, karena SMA Negeri 2 Tana Toraja hidup dalam keberagaman. Moderasi beragama adalah salah satu bagian yang digunakan untuk membangun upaya menghindari radikalisme antar peserta didik. Peserta didik yang memahami moderasi beragama adalah suatu cara yang tepat untuk membangun suatu strategi menjawab isu yang sedang dialami oleh Negara Indonesia yaitu radikalisme. Pendidik dan tenaga kependidikan berperan aktif dalam menanamkan pemahaman moderasi Pendidikan agama di sekolah bukan menjadi ukuran untuk menciptakan moderasi beragama, namun semua mata pelajaran yang diajarkan oleh masing-masing guru adalah suatu usaha untuk menciptakan moderasi beragama, dimana masing-masing guru mata pelajaran menanamkan karakter kepada peserta didik. Kitab Suci adalah sumber ajaran resmi dari masing-masing agama yang dianut oleh peserta Usaha untuk mengakarkuatkan iman yang dimiliki oleh peserta didik adalah mencintai Kitab Sucinya. Kitab Suci adalah merupakan sumber ajaran resmi agama yang dianutnya itu. Sekolah mengupayakan peserta didik mampu mencintai Kitab Sucinya dengan menerapka literasi Kitab Suci setiap pagi sebelum proses pembelajrana dimulai. Pelaksanaan literasi Kitab Suci dilaksanakan secara serempak dalam kelas, tidak diklasifikasikan berdasarkan dengan agama yang dianutnya. Saat literasi kitab suci dilaksanakan dalam satu kelas, maka semua melaksanakan literasi berdasarkan Kitab suci yang dimiikinya misalnya yang beragama Kristen dan Katolik membaca Alkitab dan yang beragama muslim membaca Alquran. Penulis ingin mengetahui bagaimana moderasi dan toleransi antar umat beragama pada saat kegiata literasi dilaksanakan. Penulis mengangkat tema Au Upaya membangun Moderasi Beragama melalui Literasi Kitab Suci di SMAN 2 Tana TorajaAy. METODE Motede penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dimana penulis mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Atau dikumpulkan dengan cara melaksanakan wawancara dengan panduan pertanyaan yang disipakan oleh penulis. Penelitian ini dilaksanakn di SMA Negeri 2 Tana Toraja dengan polulasi dan sampel langsung dari peserta didik kelas X dan XI SMA Negeri 2 Tana Toraja, dengan alasan kelas X dan XI melaksanakan literasi kitab suci setiap pagi sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi atau pengamatan langsung kepada responden, dan menggunakan teknik wawancara dimana penulis melaksanakan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan panduan wawancara yang disiapkan oleh penulis dengan materi yang berkaitan dengan moderasi beragama. Pada saat melaksanakan wawancara, penulis menyiapkan alat perekam yaitu HP. Data dianalisis dengan cara menyajikan data yang telah diperoleh dari responden HASIL DAN PEMBAHASAN SMA Negeri 2 Tana Toraja berlokasi di jalan Buntu Burake no 32 Makale, kelurahan Tondon Mamullu. Kecamatan Makale. Kabupaten Tana Toraja, provinsi Sulawesi Selatan dengan visi terwujudnya sekolah yang beriman, berkarakter, kompetatif, dan berwawasan lingkungan. SMA Negeri 2 Tana Toraja dinahkodai oleh seorang kepala sekolah yang bernama Daniel TaAdung. Pd. Pd. Guru yang mengajar di SMA Neger 2 Tana Toraja berjumlah 38 Orang dan tenaga kependidikan berjumlah 6 orang. Guru dan tenaga kependidikan pun mempunyai agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Jumlah guru dan tenaga kependidikan berdasarkan agama yang dianutnya sebagai berikut: agama Islam 6 orang. Katolik 2 orang. Kristen 30 orang. Peserta didik berjumlah 482 orang. Dari 482 orang peserta didik yang beragama Islam ada 62 orang. Katholik 64 Orang. Hindu 6 orang dan selebihnya beragama Kristen. SMA Negeri 2 Tana Toraja berupayah untuk mencapai tujuan dari visi dan misi yang telah ditetapkan dalam rapat dewan guru, staf dan pegawai SMA negeri 2 Tana toraja. Salah satunya adalah membangun peserta didik yang beriman, dan berkarakter serta beraklak mulia. Untuk mencapai hal tersebut maka dilakukan Upaya-upaya atau Langka-langkah sebagai sebuah strategi pencapaiannya. Menumbuhkan peserta didik yang moderat adalah sebuah upayah menciptakan sikap toleransi yang kuat terhadap perbedaan yang ada di seklah. Mengupayakan penanamana nilai moderasi beragama di SMA negeri 2 Tana toraja adalah sebuah Upaya yang relevan dengan usia SMA dimana peserta didik mampu memberikan penghargaan atau toleransi kepada sesamanya yang berbeda keyakinan. Moderasi beragama yang ditanamakan dimaksudkna juga untuk menghindari adanya Radikalisme tidak akan terjadi Ketika peserta didik memahami arti dari ajaran agama masing-masing yang dianutnya yang pada dasarnya bersumber dari kitab suci. Guru Pendidikan agama di SMA negeri 2 Tana Toraja menanamkan sikap mencintai kitab sucinya. Sebagai wujudnyata kecintaan terhadap Kitab Suci makan dilaksanakan program literasi Kitab Suci. Peserta didik diharapkan mampu membaca kitab suci minimal 10 menit dalam satu hari. Literasi Kitab Suci SMA Negeri 2 Tana Toraja Literasi Kitab Suci di SMA Negeri 2 Tana Toraja dilaksanakan setiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai. Waktu Pelaksanaan literasi Kitab Suci selama kurang lebih 15 menit dan dilaksanakan secara bersamaan dalam kelas masing-masing. Literasi Kitab Suci sudah terjadwal dari hari senin sampai hari jumat sebagai kegiatan pembuka atau kegiatan awal dari rangkaian kegiatan setiap hari sehingga dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebagai rangkuman dari literasi kitab Suci, setiap hari jumat dilaksanakan ibadah berdasarkan dengan agama masing-masing. Yang beragama Krsten melaksanakan ibadah di Aula karena jumlah peseta didik yang beragama Kristen lebih domninan dibanding dengan peserta didik yang beragama Islam. Katholik dan Hindu. Peserta didik yang beragama Katholik melaksanakan ibadah di ruang agama katholik, dan yang beragaa Islam Melaksanakan ibdah di Masjid dan peserta didik perempuan yang beragama Muslim melanjutkan literasi dan sekaligus mengevaluasi kegiatan literasi yang dilaksanakan selama satu SMA Negeri 2 Tana Toraja memiliki 14 Rombel dimana pada masing-masing rombel terdiri dari 32 peserta didik dengan agama yang berbeda-beda. Melakssanakan literasi kitab suci di SMA Negeri 2 Tana Toraja adalah sebuah wujud nyata dari Visi SMA Negeri 2 Tana Toraja yaitu peserta didik yang bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. Literasai Kitab Suci sebagai pengganti dalam doa pagi sebelum proses pembelajaran dilaksaakan. Pada saat peneliti melaksanakan wawancara krpada peserta didik tentang kenyamaan saat literasi Kitab Suci. Ada tiga peserta didik yang mengatakan sangat terganggu pada saat pelaksanaan literasi Kitab Suci, dimana pada saat membaca Kitab Suci yang lainpun membaca Kitab Suci dengan nyaring dan bahkan ada agama yang melaksanakan ibadah singkat sehingga tidak konsentrasi pada saat melaksanakan literasi. Dua diantaranya berkomentar bahwa ketika teman yang beragama lain membaca kitab sucinya dengan nyaring disitulah kesabaran saya diuji dan harus tetap fokus pada Kitab Suci yang sementara saya baca. Lady Pratiwi berkomentar saat diwawancarai megatakan bahwa tujuan pelaksanaan literasi Kitab suci di sekolah yaitu untuk mengajak peserta didik agar mengenali kekayaan iman yan terdapat dalam kitab suci untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan iman yang ada dalam kitab suci mengajak kita untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Kitab Suci dibaca dalam kelas dan kadang-kadang dibacakan secara bergantian untuk melatih konsentrasi dan melatih peserta didik untuk memperlancar cara membaca sebuah bacaan pada umumnya. Toleransi beragama menurut Lady melalui literasi Kitab Suci dapat tercapai dimana peserta didik yang beda agama mampu menghargai teman yang semntara membaca Kitab Sucinya. Tidak ada teman yang mengganggu teman lain saat literasi dilaksanakan. Melalui literasi Kitab Suci peserta didik mensharingkan imannya dan berbagi bahwa toleransi harus diperkuat untuk mempersatuakan perbedaan, karena ketika perbedaan itu disatukan maka akan menghasilkan suatu keindahan dalam kerukunan Bergama. Teks Kitab Suci yang dibaca oleh peserta didik SMA Negeri 2 Tana Toraja dijadikan sebagai pedoman dalam memahami modersi beragama, diupayakan untuk menjauhkan radikalisme dan menumbuhkembangkan toleransi antar pemeluk agama yang berbeda. Literasi Kitab Suci mengajak peserta didik untuk tetap kuat pada iman yang dimilikinya walaupun mereka berada di temapat yang sama namun perbedaan itu menjadikan peserta didik untuk saling melengkapi dan saling menjaga satu dengan yang lain. Perbedaan yang dimiliki SMA Negeri 2 Tana Toraja adalah wadah untuk menciptakan dan memupuk toleransi. Sikap Moderasi beragama mencakup pengenalan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk perayaan agama atau tradisi keagamaan, harus dilakukan dengan dasar kesalehan dan penghormatan kepada Allah. Dalam surat Paulus yang pertama kepada umat di Korintus . Kor. Aujadi, apakah kamu makan atau minum, atau apap pun juga yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Moderasi beragama di sekolah melibatkan hidup peserta didik yang penuh kasih, damai sejahtera dan pengendalian diri. Selanjutnya salah seorang responden mengangkat teks dari Galatia 5:22-23, dia berpendapat bahwa melalui literasi kitab suci kita dihimbau oleh rasul Paulus untuk mengembangkan sifat-sifat agar dapat hidup dengan harmoni bersama dengan orang yang berbeda Afgan salah seorang peserta didik ketika diwawancarai oleh penulis tentang literasi Kitab Suci mengatakan bahwa kami diingatkan oleh ayat Alquran Al-Baqarah 2:123, untuk menjalani agama mereka dengan keadilan dan moderasi. Umat Muslim diwajibkan untuk menjadi saksi yang adil terhadap amalan dan perilaku manusia. Umat Muslim diajak untuk mempraktekkan agama dengan sikap moderat, menjauhi perilaku berlebihan atau ekstrim. Lanjut dia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang tidak memaksakan kesempitan atau kesusahan pada umatnya, sebaliknya Islam menganjurkan sikap moderat dalam beribadah dan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan agar umat muslim berjuang di jalan yang benar, tanpa melampaui batas atau menekan diri dengan beban yang tidak mampu diemban. Ibu Sri Bulan. Pengampuh agama Islam di SMA Negeri 2 Tana Toraja yang juga sebagai pendamping literasi kitab suci turut memberikan kontribusi dalam tulisan ini dengan mengangkat teks Alquran dari Al-Kafirun 109:6. Ayat tersebut memberi penjelasana tentang toleransi serta cara memberi penghormatan kepada pememluk agama yang berbeda dengan dirinya. Sikap Moderat dalam beragama tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan tentang agama dengan ahklak mulianya tetapi perlu memberi penghormatan serta kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk melaksnaakan ibadahnya sesuai dengan agama yang dianutnya itu. Lebih lanjut dikatakan bahwa ayat ini memberikan penegasan bahwa setiap manusia memiliki kebebasan dalam menjalankan agamanya sendiri, dan tidak ada paksaan atau campur tangan didalamnya. Moderasi beragama adalah sikap yang sangat penting dalam Islam, mengedepankan keadilan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. KESIMPULAN Literasi Kitab Suci di SMA Negeri 2 Tana Toraja bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang ajaran agama masing-masing, dan mampu memahami nilai toleransi dan keragaman agama yang ada di SMA Negeri 2 Tana Toraja. Dengan pemahaman nilai iman yang dimiliki oleh peserta didik, dapat menghindari radikalisme, menghindari konflik dari perbedaan. Dengan pemahaman iman peserta didik melalui Literasi Kitab Suci, mampu menerima dan menghormati agama yang berbeda tanpa merendahkan atau mengucilkan nilai agama lain. Literasi Kitab Suci memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk menganalisis dan memahami teks Kitab Sucinya secara kritis, dan membantu dalam mengembangkan kemampuan berfikir independent dan mengevaluasi pesan-pesan teks kitab suci yang dibacanya. Literasi Kitab Suci di SMA Negeri 2 Tana Toraja secara keseluruhan membangun moderasi beragama dan memiliki potensi dalam membangun generasi muda usia SMA untuk berpikir terbuka, menciptaka toleransi, menghindari radikalisme dan dapat berkontribusi dalam perdamaian yang harmoni antar pemeluk agama yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA