E-ISSN : 2797-1910 Vol. No. Desember 2023. Hlm. DOI: 10. 37274/ukazh. Efikasi Diri Guru Bahasa Arab Untuk Menjadi Guru Penggerak Hasyim AsyAoari*. Elok Rufaiqoh Institut Agama Islam Al-Qodiri Jember. Indonesia ha23@gmail. Abstrak Efikasi diri merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru bahasa arab, karena akan mempengaruhi keberhasilannya dalam mengajar. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplore efikasi guru bahasa arab di wilayah jember untuk menjadi guru penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif . penentuan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Sampel yang diambil adalah guru di MA Al-Qodiri Jember berjumlah 3 guru. Analisis data menggunakan teori analisis miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan Efikasi diri merupakan hal penting yang harus dimliki oleh guru. Satu dari tiga guru bahasa arab MA Al-Qodiri telah memiliki efikasi diri yang baik dalam semua apek, dan dua guru dengan efikasi diri yang kurang. Hal ini karena kurangnya pengalaman dalam mengajar dan satu guru belum memenuhi kualifikasi akademik yang memadai. Guru yang memiliki Efikasi diri yang baik dalam penguasaan materi bahasa arab akan menjadikannya yakin saat mengajar. Sedang Efikasi yang perlu ditingkatkan oleh sebagian guru bahasa arab MA Al-Qodiri yaitu keyakinan memiliki keterampilan yang cukup dalam mengajar bahasa arab yang efektif dan keyakinan meningkatkan pencapaian siswa dalam belajar. Kata Kunci: Efikasi Diri. Guru Bahasa Arab. Guru Penggerak Abstract Self-efficacy is very important for an Arabic language teacher because it will influence his success in The purpose of this article is to explore the efficacy of Arabic language teachers in the Jember area to become driving teachers. This research uses a descriptive qualitative approach. Determining the sample using a purposive sampling technique. The samples taken were 3 teachers at MA Al-Qodiri Jember. Data analysis uses Miles and Huberman's analysis theory. The research results show that self-efficacy is an important thing that teachers must have. One in three MA AlQodiri Arabic language teachers has good self-efficacy in all aspects, and two teachers have less selfefficacy. This is due to a lack of experience in teaching and one teacher does not meet adequate academic qualifications. Teachers who have good self-efficacy in mastering Arabic language material will be confident when teaching. Medium The efficacy that some MA Al-Qodiri Arabic language teachers need to improve is the belief in having sufficient skills in teaching Arabic effectively and the belief in increasing student achievement in learning. Keywords:Self-Efficacy. Arabic Language Teacher. Mobilization Teacher. Diserahkan: 07-10-2023 Disetujui: 03-11-2023. Dipublikasikan: 28-12-2023 AsyAoari. Rufaiqoh PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa arab di Indonesia sebagai bahasa asing masih menyisakan berbagai problematika. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Nuha . yang menyatakan bahwa hal-hal yang menyebabkan pembelajaran bahasa arab tidak berhasil yaitu peserta didik menganggap bahasa arab pelajaran yang rumit, kurangnya media dan sarana yang mendukung serta kurangnya kompetensi guru Bahasa Arab. Problem ini harus segera dicarikan solusi agar para pengajar bahasa arab memiki kemampuan dan kompetensi yang sesuai dengan bidangnya. Dengan begitu, diharapkan tercipta pembelajaran bahasa arab yang efektif, efisien, dan inovatif sesuai dengan tuntutan Hal yang tak kalah penting yaitu dapat tercapainya tujuan pembelajaran. Menteri Pendidikan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim Pada tanggal 3 Juli 2020, secara resmi melaunchingkan program Guru Penggerak Merdeka Belajar. Dalam paparan materinya Nadiem (Kemendikbud RI, 2. menjelaskan bahwa guru penggerak adalah suatu ujung tombak transformasi dari pendidikan yang ada di Indonesia yang mengarah pada realisasi capaian merdeka belajar. Dalam konteks mengajar, konsep Guru Penggerak memfokuskan pada kebiasaan para guru dalam bertindak kreatif, inovatif, tanpa harus menunggu perintah dari siapapun guna memberikan yang terbaik bagi peserta didik. Inovasi yang dilakukan oleh guru mungkin tidak selalu dikatakan berhasil. Namun guru penggerak tersebut tidak berhenti untuk mencoba inovasi apa yang untuk peserta didik, sekolah dan lingkungannya (Mulyasa, 2. Melalui program Guru Penggerak yang diluncurkan oleh pemerintah diharapkan guru dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif di dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk menerapkan pembelajaran berpusat kepada peserta didik serta menjadi contoh teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan dalam rangka mewujudkan profil Pelajar Pancasila. ttps://sekolah. efikasi diri . elf efficac. juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap perwujudan keinginan seorang guru menjadi guru penggerak. Efikasi diri yang berorientasi pada keyakinan dan kapabilitas yang ada pada diri seorang guru (Nani & Melati, 2020. Sholichah & Pahlevi, 2. , tentu akan mempengaruhi berbagai macam tindakan kreatif dan inovatif guna membuktikan kelayakan seorang guru tersebut sebagai seorang guru penggerak. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa identitas maupun efikasi diri menjadi faktor penting dalam mempersiapkan diri para guru untuk menjadi guru penggerak. Sebagai upaya untuk melaksanakan program pemerintah tersebut, kabupaten jember telah melaksanakan program pendidikan guru penggerak (PGP). Hingga bulan juli 2023. Dinas pendidikan kabupaten jember telah meluluskan Angkatan ke-7 PGP. Bupati Jember Ir. Hendi Siswanto. ST. IPU. Dalam acara lokakarya 7 panen hasil belajar pendidikaan guru penggerak (PGP) angkatan 7 wilayah mitra provinsi jawa timur Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Efikasi Diri Guru Bahasa Arab Untuk Menjadi Guru Penggerak menyampaikan bahwa untuk sementara masih sekitar 250 guru penggerak dari jumlah total 1200 guru yang tersebar di berbagai daerah yang ada di kabupeten jember (Admin Jember Today, 2023: . Jumlah total guru tersebut tersebar di berbagai jenjang pendidikan mulai pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa beliau ingin guru-guru yang ada di kabupaten jember, semuanya menjadi guru penggerak, terutama kepala sekolah. Dalam hal ini. Beliau memberikan dukungan penuh. Berkaitan dengan pemaparan di atas, kita tahu bahwa di kabupaten jember masih tergolong minim jumlah guru penggerak, khususnya untuk guru bahasa arab. Belum diketahui pula, berapa jumlah guru bahasa arab yang telah terjaring dalam PGP. Berdasarkan pengamatan awal, peneliti mendapati masih banyaknya guru bahasa Arab yang mengajar di jenjang Madrasah Aliyah (MA) khususnya yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren, tidak sesuai dengan kualifikasi akademik mereka. Banyak juga guru bahasa Arab yang berlatar belakang pendidikan bahasa Arab namun belum mempraktikkan pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik. Sementara itu, bahasa Arab sendiri sebagai satu pelajaran yang sulit dan memiliki banyak problem dalam proses pembelajarannya (Fahrurrozi, 2014. Falah, 2016. (Hidayat, 2012. Habibah. Islam, 2015. Djais et al. , 2. Oleh sebab itu tuntutan guru bahasa Arab untuk menjadi seorang guru penggerak merupakah hal yang sangat diperlukan. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti berkeinginan melakukan penelitian untuk mengeksplorasi efikasi diri guru bahasa untuk menjadi guru penggerak dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini akan memberikan informasi yang penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa arab khususnya di kabupaten jember. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan data berupa hasil observasi proses pengajaran bahasa arab di MA Al-Qodiri Jember. Sampel dalam penelitian ini yaitu Guru bahasa arab MA Al-Qodiri sejumlah 3 orang. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan peneliti untuk mencari data tentang efikasi diri guru bahasa arab untuk menjadi guru penggerak. Adapun indikator-indikator efikasi guru bahasa arab yang peneliti gunakan yaitu : . keyakinan dalam penguasaan materi bahasa arab, . keyakinan memiliki keterampilan yang cukup untuk mengajar bahasa arab dengan efektif, . keyakinan dapat membantu kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran, . keyakinan dalam meningkatkan pencapaian siswa belajar bahasa arab. Proses penelitian ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut. Pertama mengamati jalannya proses pengajaran yang dilakukan oleh guru bahasaa arab dengan mengamati indikator-indikator efikasi guru yang muncul saat mengajar. Kedua mengamati metodeUkazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 AsyAoari. Rufaiqoh metode/strategi apa yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Ketiga, melakukan wawancara dengan para guru bahasaa rab dan waka kurikulum MA Al-Qodiri Jember. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman (Rahardjo 2. Analisiis model ini mengandung empat tahapan, yaitu: . Reduksi data, peneliti menganalisis data yang telah dihasilkan sesuai dengan tujuan penelitian. Penyajian data, hasil analisis data temuan penelitian, dipaparkan dan dikomunikasikan dengan teori-teori serta artikel oenelitian yang ada. Penarikan kesimpulan, peneliti mengambil kesimpulan dari data-data yang telah dipaparkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar. Efikasi diri guru bahasa arab di MA. Al-Qodiri Jember dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu: . keyakinan dalam penguasaan materi bahasa arab, . keyakinan memiliki keterampilan yang cukup untuk mengajar bahasa arab dengan efektif, . keyakinan dapat membantu kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran, . keyakinan dalam meningkatkan pencapaian siswa belajar bahasa arab. Berdasarkan hasil observasi . Oktober 2. dengan menganalisis beberapa indikator efikasi diri guru menunjukkan bahwa guru bahasa arab di lembaga ini memiliki keyakinan penguasaan materi dengan baik. Mereka mmemiliki keyakinan bahwa mereka memiliki pengetahuan bahasa arab yang baik untuk dijadikan bekal mengajar bahasa arab. Keyakinan tersebut terlihat ketika mereka mengajar dengan penuh percaya diri. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara bersama Ibu syamsiyah dan Bapak ispianto (Wawancara, 11 oktober 2. bahwa mereka percaya diri untuk mengajar bahasa arab karena memiliki pengetahuan yang baik. Berbeda dengan Bapak Zainul arifin (Wawancara, 11 oktober 2. yang menunjukkan keraguan dalam pengetahuan bahasa arab yang dikuasainya. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara Bersama bapak zainul arifin dia mengungkapkan bahwa dia belum memenuhi kualifikasi akademik yang memadai, dia adalah lulusan S1 PAI. Hal ini terlihat dari penguasaannya konsep bahasa arab dalam pembelajaran istimaAo. Bapak zainul arifin salah dalam mempresentasikan makna teks yang diperdengarkan kepada Anwar. Hikmawati dan Hufron . 2: . berpendapat bahwa Orang yang sadar akan kekurangan dirinya dalam menguasai konsep bahasa arab, maka ia akan kurang memiliki keyakinan pada dirinya untuk menyampaikan kepada orang lain. Mengenai indikator kedua dari efikasi diri, berdasarkan hasil wawancara dengan ibu syamsiyah . awancara, 11 oktober 2. menunjukkan bahwa dia yakin bahwa dirinya memiliki keterampilan yang cukup untuk mengajar bahasa arab secara efektif. Hal metode/strategi/model pembelajaran yang biasa dia gunakan ketika mengajar. Hal ini Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Efikasi Diri Guru Bahasa Arab Untuk Menjadi Guru Penggerak untuk menghindari rasa bosan peserta didik dan menumbuhkan kecintaan belajar bahasa arab. Sebagaimana yang dia ungkapkan bahwa dalam proses pembelajaran bahasa arab sering kali saya menggunakan berbagai macam metode antara lain metode samAoiyyah syafawiyyah dalam megajarkan maharah istimaAo, metode mubasyarah ketika mengajarkan maharah kalam dan meminta mereka praktek percakapan secara langsung ketika di dalam kelas. Membaca dengan suara nyaring ketika mengajarkan maharah qiraAoah. Adapun Ketika mengajarkan maharah kitabah, biasanya mengunakan strategi deskripsi gambar berantai . asfu as-suwar al-mutasalsila. Menurut Kholison dan Risma . 8: . strategi ini dapat menstimulus kemampuan menulis peserta didik. Berkaitan dengan hal di atas, wawancara Bersama Bapak Ispianto dan Bapak zainul arifin . awancara, 11 oktober 2. menunjukkan bahwa dia menunjukkan sedikit keraguan bahwa keduanya memiliki keterampilan yang cukup untuk mengajar bahasa arab secara efektif. Salah satu alasan yang dia ungkapkan yaitu kurangnya pengalaman mengajar dan kurangnya media pembelajaran yang tersedia. Hal ini karena Bapak ispianto baru 2 tahun menjadi seorang guru bahasa arab, sedangkan Bapak Zainul arifin bukan lulusan S1 pendidikan bahasa arab. Ibu Syamsiyah dan Bapak Ispianto . awancara, 11 oktober 2. memiliki efikasi diri yang baik dalam membantu kesulitan yang dialami siswa selama kegiatan Kedua guru ini yakin bahwa kemampuannya dalam menguasai materi bahasa arab dapat membantu kesulitan yang dialami oleh peserta didik dalam meyelesaikan masalah bahasa arab. Sedangkan Bapak Zainul arifin merasa kesulitan dalam menyelesaian masalah bahasa arab siswa. Dia mengungkapkan bahwa dirinya merasakan kesulitan dalam menyelesaikan masalah bahasa arab yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari . awancara, 11 oktober 2. Kesulitan seorang guru dalam mengekplorasi materi bahasa arab berkaitan dengan aplikasi dalam kehidupan seharihari, akan menghambat kemampuannya dalam membantu siswa memecahkan masalah bahasa arab. Adapun mengenai keyakinan dalam meningkatkan pencapaian siswa dalam belajar bahasa arab. Ibu syamsiyah menunjukkan efikasi diri yang baik. Keyakinan ini juga didorong oleh kemampuannya dalam menguasai materi bahasa arab dengan menggunakan berbagai representasi yang berbeda dalam menyelesaikan masalah bahasa arab. Sedang Bapak ispianto dan Bapak Zainul arifin ragu dalam kemampuannya untuk meningkatkan pencapaian siswa dalam belajar bahasa arab. Dia mengakui bahwa mereka kurang mampu memberikan representasi yang variatif sehingga pembelajaran dilakukan sesuai apa yang mereka pelajari sebelumnya. Beberapa orang kesulitan dalam representasi dapat menghambat pencapaian siswa dalam pembelajaran bahasa arab. Berdasarkan pemaparan hasil temuan di atas, dapat kita ketahui bahwa para guru MA Al-Qodiri Jember sebagaian telah siap menjadi sosok guru penggerak. Guru penggerak merupakan seorang yang mampu mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 AsyAoari. Rufaiqoh dirinya secara menyeluruh, yang memiliki pemikiran yang kritis dan daya cipta yang Guru penggerak harus mampu melaksanakan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik . 1: 94-. Ibu syamsiyah merupakan salah satu dari tiga guru MA Al-Qodiri yang siap menjadi sosok guru penggerak. Dia telah mampu mengarahkan peserta didik dalam mempelajari empat keterampilan berbahasa arab secara menyeluruh. Metode serta startegi yang digunakan bervariasi sesuai dengan keterampilan bahasa arab yang diajarkan. Disamping itu, semua kegiatan pembelajaran yang dilakukan berpusat kepada peserta didik, dia berusaha mengaktifkan peserta didik di setiap kegiatan pembelajaran. Sehingga pengajaran yang dilakukan dapat meningkatkan berbagai kemampuan peserta didik keterampilan berbahasa arab. Ibu syamsiyah dapat menjadi teladan bagi Bapak ispianto maupun bapak zainul arifin dalam melaksanakan kegiatan pembelaajran bahasa arab yang efektif, inovatif dan menyenangkan. Satu guru MA Al-Qodiri telah memiliki efikasi diri yang baik, dan dua guru dengan efikasi diri yang kurang. Hal ini karena kurangnya pengalaman dalam mengajar. Dimana seiring dengan berjalannya waktu, dengan menerapkan kompetensi dalam bidang pendidikan bahasa arab yang dimiliki, pasti akan menjadikan efikasi dirinya menjadi Dia akan lebih yakin akan kemampuan dirinya dalam mengajar. Hal ini senada dengan Bandura . yang menjelaskan bahwa efikasi diri merupakan keyakinan yang dapat menguasai situasi dan memberikan hasil positif terhadap apa yang dilakukan. Zagoto dan Laurence . 9: 91-. menambahkan bahwa efikasi diri membantu seseorang untuk maju menghadapi kesulitan saat melaksanakan tugasnya. Dan bagi guru MA yang belum memenuhi kualifikasi akademik yang memadai dapat menempuh pendidikan S1 bahasa arab atau mengajukan kesetaraan melalui pergururan tinggi yang berwenang sebagaimana yang tertuang dalam Permendiknas no. 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru . 7: 3-. Sehingga semua guru bahasa arab di lembaga MA Al-Qodiri siap menjadi sosok guru penggerak yang melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan menggunakan metode/strategi pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik saat pembelajaran. Hal ini sebagaiman diungkap oleh Sibagariang. Sitohang dan Murniati . 1: . bahwa guru penggerak memiliki kemampuan menggerakan ekosistem pembelajaran bahasa arab untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga mereka dapat mengkonstruk pengetahuan yang mereka peroleh secara mandiri. IV. KESIMPULAN Efikasi diri merupakan hal penting yang harus dimliki oleh guru. Satu dari tiga guru bahasa arab MA Al-Qodiri telah memiliki efikasi diri yang baik dalam semua apek, dan dua guru dengan efikasi diri yang kurang. Hal ini karena kurangnya pengalaman dalam mengajar dan satu guru belum memenuhi kualifikasi akademik yang memadai. Guru yang Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Efikasi Diri Guru Bahasa Arab Untuk Menjadi Guru Penggerak memiliki Efikasi diri yang baik dalam penguasaan materi bahasa arab akan menjadikannya yakin saat mengajar. Sedang Efikasi yang perlu ditingkatkan oleh sebagian guru bahasa arab MA Al-Qodiri yaitu keyakinan memiliki keterampilan yang cukup dalam mengajar bahasa arab yang efektif dan keyakinan meningkatkan pencapaian siswa dalam belajar. DAFTAR PUSTAKA