Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 DETEKSI GEN mecA TERHADAP METHICILLIN=RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) PADA PASIEN DI RUANGAN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2022 Satriani Syarif1. Muzuni2. Puan Maharani3 1,2,3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya satrianisyatif@gmail. com, muzuni@gmail. ABSTRAK Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit, salah satu bakteri penyebab infeksi ini adalah bakteri Staphylococus aureus. Staphylococcus aureus banyak ditemukan mengalami resiten terhadap antibiotik golongan Methicillint-Resisten Staphylococcus aureus (MRSA). MRSA telah menjadi salah satu bakteri patogen, terutama di rumah sakit. Transmisi bakteri MRSA berpindah dari satu pasien ke pasien lainnya melalui alat medis yang tidak diperhatikan sterilisasinya. MRSA mengalami resisten karena perubahan genetik yang disebabkan oleh paparan terapi antibiotik yang tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi gen mecA pada pasien yang terinfeksi Methicillin Resistant Staphylococcus aures di ruang ICU RSUD Kota Kendari menggunakan metode PCR. Jenis penelitian ini adalah deskriptiff berbasis labolatorium. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Hasil dari 10 sampel yang diisolat yaitu terdapat 5 sampel yang memiliki ciri-ciri Staphylococcus aureus, yaitu berwarna kuning keemasan, berbentuk seperti buah anggur, dan uji katalase dan koagulase yaitu hasil positif. Hasil dari deteksi gen mecA metode PCR dari 5 yang diisolat menunjukkan terbentuk pita sesuai dengantarget yaitu 533 bp, di peroleh sampel positif Methicillint-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) sebanyak 10 %. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan mendeteksi gen mecA pada pasien yang terinfeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aures di ruang ICU RSUD Kota Kendari menggunakan metodePCR yaitu adanya gen mecA pada P10, dengan terbentuknnya pita target 533 bp. Diharpakan pada penelitian selanjutnya Untuk penelitian selanjutnnya melakukan penelitian yang sama perlu adanya uji resistensi antibiotik sebelum melakukan uji PCR dan melakukan penelitian mengenai insiden MRSA pada pasien danparamedis di ruangan yang berbeda. Kata kunci : Staphylococcus aureus. MRSA. PCR Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Infeksi nosokomial adalah infeksi PENDAHULUAN Rumah pelayanan kesehatan yang menyediakan disebabkan oleh bakteri Staphylococcus pelayanan pengobatan, rawat inap, rawat Kebanyakan infeksi nosokomial jalan dan terjadi dibagian ruangan ICU. Sekitar 1 sebagai pelayanan kesehatan. Rumah sakit dari 10 orang pasien di rumah sakit merupakan tempat yang memudahkan berhadapan dengan kasus nosokomial. Infeksi ini timbul sekurang-kurangnya diakibatkan pengaruh lingkungan yang dalam waktu 3 x 24 jam sejak mulai disebut infeksi nosokomial (Amelia dan dirawat (Konoramal, 2. berbagai aktivitas Berdasarkan kasus infeksi nosokomial Burhanudin,2. Intensive Care Unit (ICU) merupakan RSUD Kota Kendari Sulawesi ruangan bagian dari rumah sakit yang Tenggara, pada tahun 2019 pasien di terpisah dengan perlengkapan, khusus ruang ICU dengan jumlah 945 pasien, untuk observasi, perawatan dan terapi bagi pada pemasangan infus terdapat 82 orang ICU merupakan tempat terjadinya infeksi nosokomial yang berasal dari pembedahan terdapat penyakit pernafasan, pembedahan luka terinfeksi nosokomial. Pada tahun 2020 bahkan saluran kemih (Delfira dkk. pasien di ruang ICU dengan jumlah 433 Data dari Pusat Program Surveilans pasien, pada pemasangan infus terdapat 3 Antimikroba juga menunjukan terjadinya pasien yang terinfeksi nosokomial dan akibat pembedahan terdapat 14 pasien Staphylococcud aureus yang diisolasikan yang terinfeski nosokomial. Sedangkan dari pasien Intensive Care Unit (ICU) di pada tahun 2021 pada pasien di ruang ICU seluh dunia. Menurut penelitian Prof. Usman Chatib Warsa yang mengatakan pemasangan infus terdapat 14 pasien yang MRSA multi-resisten 8 pasien yang MRSA telah menginfeksi sekitar 40% dari pembedahan terdapat 14 pasien yang pasien di ICU di Indonesia pada tahun terinfeksi nosokomial (SIRS RSUD Kota. Kendar. (Indonesia Pharmaceutical Healthcare Report, 2. Staphylococcus Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 menyebabkan berbagai infeksi, umumnya Afinitas infeksi pada kulit dan jaringan lunak. PBP2a tidak berikatan dengan antibiotik golongan -laktam sehingga biosintesis endokarditis, infeksi endovaskular, dan peptidoglikan tetap berjalan. Ekspresi Di rumah sakit tempat yang protein PBP2a memiliki risiko paling tinggi terhadap elemen genetic Staphylococcus cassete infeksi S. aureus yaitu kamar bedah, unit Chromosome perawatan intensif (Erlin dkk. , 2. membawa gen mecA sebagai pengode Pengobatan akibat infeksi S. terjadi karna adanya (SCCme. yang memiliki afinitas rendah terhadap umumnya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan ataupun penyebab resistensi (Kemalaputri dkk. membunuh bakteri tersebut. Akan tetapi muncul strain bakteri bakteri yang resisten Gen mecA bertanggung jawab atas resisten metisillin dan golongan antibiotik proses pengobatan sehingga infeksi terus betalaktam lainnya, gen ini menghasilkan menyebar dan biaya pengobatan pasien penicillin binding protein yang berbeda semakin meningkat (Madigan, 2. dengan biasanya dikarenakan perubahan Pemberian antibiotik merupakan cara penanganan yang umum untuk menangani (Penicillin penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik antibiotik laktam tidak dapat berikatan yang tidak sesuai prosedur menyebabkan (Frazee, 2. MRSA diketahui sebagai bakteri menjadi resisten (Minduhumalid penyebab utama infeksi nosokomial yang , 2. Strain Staphylococcus aureus yang resisten antibiotik adalah Methicillin mengancam nyawa, seperti bacteremia. Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). endocarditis, infeksi luka dan radang paru Strain tersebut telah resisten terhadap didapatkan dari rumah sakit dan fasilitas -laktam. Resisten Penyebaran Karna MRSA akibat jenis penicillin binding protein MRSA menimbulkan permasalahan di (PBP2. yang memiliki afinitas rendah rumah sakit dan terjadi diantara rumah terhadap antibiotik golongan -laktam. MRSA Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Healthcare MRSA (HA- keseluruhan pasien di ruang ICU MRSA)(Prajawaty dan Fatmawati, 2. RSUD Kota Kendari. Adapun populasi pada Metode Polymerase Chain Reaction penelitian ini adalah jumlah dari pasien Di (PCR) merupakan salah satu metode yang ruang ICU sebanyak 135 orang di RSUD Kota DNA organisme dalam jumlah jutaan hingga (Pertiwi PCR Kendari. Besar sampel dalam penelitian ini di tentukan dengan menggunakan rumus Slovin yang didapatkan sejumlah 11 sampel. Analisis deskriptif merupakan suatu metode statistik yang bertujuan untuk memberikan digunakan karena memiliki kelebihan deskripsi atau gambaran mengenai subjek yang dapat menghemat penggunaan bahan penelitian berdasarkan data variabel yang pada proses pembuatan master mix untuk diperoleh dari kelompok subjek tertentu. HASIL mentarget beberapa gen dalam satu proses amplifikasi gen (Kemalaputridkk. , 2. Berdasarkan Karakteristik Responden Tabel. 1 Data jenis kelamin responden pada pasien di ruang ICU. menunjukan bahwa mendeteksi tentang Methicillin- Resistant Staphylococcus aureus pada pasien di Ruang ICU RSUD Kota Kendari perlu dilakukan. Jumlah Perempuan Total yaitu deskriptif berbasis Methicillin Staphylococcus Presentasi Pada Tabel 1 menunjukkan distribusi METODE PENELITIAN Jenis Jenis Kelamin Laki-laki Diketahui jumlah responden sebanyak 10 pasien yang yang terdiri 6 orang laki-laki . %) dan 4 orang perempuan . %) yang dirawat diruang ICU selama 3 hari. dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2022. Tabel 2. Data rentang usia responden pasien di ruang ICU Penelitian Penelitian dilakukan di RSUD Kota Kendari dan Labolatorium Mikrobiologi dan Labolatorium Diagnostik Molekuler D-IV Teknologi Labolatorium Medis Universitas Mandala Waluya Kendari. Populasi dalam penelitian No Umur Total Jumlah Presentase Pada Tabel 2 menunjukkan distribusi responden menurut usia. Diketahui rata 36 Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 rata usia responden berkisar pada usia Hasil pewarnaan gram paling muda adalah 7 tahun dan paling tua Pada MSA adalah 57 tahun. Analisis Deskriptik Pewarnaan Hasil kultur pada media MSA membedakan jenis bakteri grampositif dan Manitol Salt Agar (MSA) merupakan gram negatif. Hasil pewarnaan gram dapat Staphylocus dilihat pada Gambar 2. Koloni yang tumbuhan pada media MSA kecil-sedang. Gram positif kuning keemasan. Hasil pengujian pada media MSA dapat dilihat pada Gambar 1 Gambar 2. Hasil pengamatan pewarnan gram pada mikroskop pembesaran 100x (Data primer. Berdasarkan hasil penelitian pada pada Gambar 1 menunjukkan dari 5 sampel yang positif pada media MSA yang dilakukan pewarnaan gram dilihat Gambar Hasil Staphylococcus aureus pada media MSA Berdasarkan ditumbuhkan pada media MSA terdapat 5 Staphylococcus Hasil positif dapat dilihat pada gambar sebelumnya yang ditandai koloni pada media berwarna kuning keemasan dan 5 sampel negatif pada media MSA yang tidak tumbuh, ditunjukkan oleh tidak ada perubahan warna pada sekitar koloni. berbentuk coccus positif yang ditandai dengan berwarna ungu, tersusun dalam berkelompok yang tidak teratur, berbentuk seperti buah anggur. Hasil uji katalase Pada Isolat sebagai gram coccus positif, dilakukan uji lanjut yaitu uji katalase. Uji katalase merupakan uji untuk mengidentifikasikan bakteri yang dapat menguraikan hydrogen peroksida (H2O. menjadi oksigen (H2O) dan air (O. reaksi positif ditandai dengan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 gelembung-gelembung pada gelas objek. Hasil uji katalase dapat dilihat pada Gambar 3. Berdasarkan hasil penelitian pada Gambar 4 menunjukkan dari 5 sampel yang dilakukan uji koagulase diperoleh semua sampel positif ditandai dengan terbentuknya gumpalan pada kaca objek setelah koloni ditambahkan dengan reagen Gambar 3. Hasil pengamatan uji katalase (Data primer. , 2. Berdasarkan hasil penelitian pada Gambar 3 menunjukkan dari 5 sampel yang dilakukan uji katalase diperoleh seperti yang terlihat dari Gambar 5. Hasil pengamatan bakteri Adapun mengidentifikasikan bakter Staohylococcus aureus yaitu semua sampel positif. Sampel positif ditandai dengan terbentuknya gelembung Tabel 3. Hasil pengamatan identifikasi bakteri Staphylococcus aureus (Data ditambahkan dengan larutan Hidrogen Peroksida (H. seperti terlihat pada Gambar 4. Hasil uji koagulase Uji pembeda antara Staphylococcus aureus dengan spesies Staphylococcus lainnya. Uji ini dikatakan positif bila terjadi gumpalan ketika koloni bakteri dicampur dengan reagen plasma sitrat. Hasil uji Ket: KK : kuning keemasan C : Coccus KS : kode sampel Hasil pengukuran dan kuantitas DNA koagulase dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Hasil pengamatan koagulase(Data primer, 2. Pertumbuh Pewarnaan Koagulas an pada Katalase Bentuk Gram MSA P10 Tabel 4. Hasil kualitas dan kuantitas DNA pada alat spektrofotometer Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Gambar 6. Hasil elektroforesis produk PCR gen mecA pada MRS (MethicillinResistant Staphylococcus aureus (Data Primer. Hasil kuantitas DNA dengan menggunakan alat spektrofotometer ditunjukkan pada Tabel Pada konsetrasi DNA 92,15 AAg/ml dengan ratio 0,98. Sampel P2 menunjukkan konsentrasi DNA 92, 61 AAg/ml dengan ratio 1,01. Sampel DNA 0,97 AAg/ml dengan ratio 1,36. Sampel P9 menunjukkan konsterasi DNA Hasil amplifikasi dari 5 sampel isolat yaitu menunjukkan 1 sampel positif (P. yang memiliki target pita DNA 533 bp berarti isolat tersebut memiliki gen mecA, sedangkan hasil negatif pada marker P1. P2. P4 dan P9 99,46 AAg/ml dengan ration 1,05. Dan pada menunjukkan hasil negatif MRSA tersebut sampel P10 menunjukkan konsentrasi menunjukkan sebagian sampel lainya hanya DNA 99,18 AAg/ml dengan ratio 1,055. Staphylococcus Adapun hasil kualitas dan kuantitas DNA menggunakan alat spektrofotometer pada Staphylococcus aureus (MRSA). Tabel 7. PEMBAHASAN Hasil amplifikasi gen mecA Methicilint-Resistant Penelitian ini dilakukan ini dilakukan pada tanggal 17 Mei - Juni di ruang ICU fragmen gen mecA yang diperoleh dengan RSUD Kota Kendari dengan jumlah PCR menggunakan primer forwad 5- responden sebanyak 10 pasien. Pada a AT GAT GGT a GGT TGG C- 3 dan primer mecA reverse : 5- AGT Labolatorium Mikrobiologi Universitas TGT GCA GTA CCG GAT TTG C-3. Mandala Waluya Kendari. Penelitian ini diperoleh pita DNA sesuai target yaitu dilakukan untuk mendeteksi adanya gen pada sampel P10 terbentuk fragmen berukuran 533 bp, yang ditunjukkan pada Staphylococcus aureus pada sampel swab Gambar 6. hidung pasien di ruang ICU. Berdasarkan Methicillin-Resistant Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Identifikasi MRSA dilakukan dengan gelembung gas kurang dari 20 detik, yang beberapa tahap yaitu untuk mendapatkan diproduksi oleh genus Staphylococcus. Staphylococcus Hasil uji katalase menunjukkan hasil kultur pada media Mannitol salt agar positif pada semua sampel yang diisolat, (MSA). Penanaman pada media MSA dapat dilihat pada Tabel 6. Artinya bakteri dilakukan dengan cara satu usap biakan dapat menguraikan hydrogen peroksida dan digoreskan pada media MSA. Adapun (H2O. menjadi air (H2O) dan gelembung gas(O. (Toelle dan Lenda. MSA didapatkan dari 10 sampel, terdapat 5 Uji sampel yang positif pada media MSA diferensiasi Staphylococcus aureus dari dapat dilihat pada Gambar 3. Hasil positif spesies lainnya. Uji koagulase positif yaitu ditandai dengan perubahan warna yaitu terdapat gumpalan pada Staphylococcus Hasil uji koagulase menunjukkan bakteri yang tumbuh dapat menggunakan hasil positif pada 5 sampel yang diisolat, manitol sebagai sumber energi dan dapat aureus dapat dilihatpada Tabel 6. Media MSA pertumbuhan Staphylococcus aureus sp. Setelah koloni tumbuh pada media MSA Gram Staphylococcus Genom DNA hasil isolat yang dapat diukur dengan cara mengetahui mengkur nilai genom tersebut menggunakan teknik Prinsip DNA identifikasi Staphylococcus aureus. Dari spektrofotometer didasarkan pada radiasi hasil pewarnaan gram terdapat 5 sampel sinar ultra violet (UV) diserap oleh gram positif yang nampak pada mikroskop nukleotida dan protein dalam larutan. Penyerapan radiasi sinar UV secara berkelompok yang tidak teratur, seperti maksimal oleh DNA dicapai pada panjang buah anggur, dapat dilihat dari Gambar 4. gelombang 260 nm, sedangkan menyerap Selanjutnya dilakukan uji katalase maksimal oleh protein dicapai pada merupakan uji untuk membedakan spesies panjang gelombang 280 (Iqbal dkk. Staphylococcus sp dan Streptococcus sp. Genom DNA diencerkan Pada uji katalase positif yaitu terdapat dibaca pada panjang gelombang 230 nm. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 260 nm, dan 280 nm. Saat ini, telah ada yang memiliki kemurnian diantara 1,8 - 2,0 adalah sampel P2. P4, dan P10. kemurniannya dan konsentrasi genom Sedangkan sampel P1 dan P9 memiliki DNA dalam jumlah yang sangat sedikit nilai kemurnian lebih kecil dari 1,8 yang antara 0,5-2,0 AAl. Alat ini mengukur konsentrasi DNA secara otomatis dan kontaminasi pada DNA hasil isolat. Untuk kontaminasi itu ataupun jumlah DNA yang terlalu sedikit. Pada penelitian ini sampel - sampel DNA, Hal berupa etanol pada panjang gelombang 260/280 nm dan Fatchiyah 230/260 nm (Adhiyanto dkk. , 2. kemurnian DNA dinyatakan murni jika Berdasarkan hasil yang diperoleh punya nilai rasio 1. 8 - 2. Rasio < 1. terhadap 5 sampel yang berbeda, pada sampel P1 memiliki konsentrasi DNA terkontaminasi oleh protein, sedangkan yaitu 92,15 dengan ratio 0, 98. P2 kemurnian DNA nilainya rasio > 2. memiliki konsentrasi DNA 92,61 dengan ratio 1,01. P4 memiliki konsentrasi DNA terkontaminasi oleh RNA. yaitu 0,97 dengan ratio 1,36. P9 memiliki DNA DNA Identifikasi molekuler memerlukan konsentrasi DNA 99,18 dengan ratio 1. P10 memiliki konsentrasi DNA yaitu genom, dimana isolasi DNA adalah salah 99,46 dengaan ratio 1,055. Konsentrasi satu tahap terpenting dalam kegiatan untuk DNA sampel P4 sedangkan pada konsentrasi analisis genetik. DNA dengan kualitas yang paling tinggi terdapat pada sampel yang baik digunakan untuk kegiatan P2 yang ditunjukkan pada Tabel 7, namun PCR. Menurut Prinsip dalam isolasi DNA Hendra dkk. , . menyebutkan bahwa adalah mendapatkan DNA murni yang tingkat kemurnia DNA berkolerasi dengan tidak tercampur dengan komponen sel kualitas DNA. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 lainnya seperti protein dan karbohidrat berat dan jumlah DNA. Berdasrakan hasil (Rizko dkk. , 2. Ekstrasi dilakukan dengan melibatkan yang dapat Berdasarkan hasil deteksi gen mecA. Staphylococcus membantu proses pemisahan DNA dari aureus dari swab pasien di ruang ICU berbagai komponen sel lainnya. Tujuan dengan menggunakan metode PCR untuk dari ekstrasi atau isolasi asam nukleat mengkonfirmasi adanya gen mecA pada yaitu membuang serta memisahkan asam nukleat dari dari berbagai komponen Staphylococcus aureus. Dalam penelitian ini untuk mendeteksi gen mecA dengan asam nukleat Methicillint-Resistant menggunakan sepasang primer forward: diperoleh dapat dianalisis dan modifikasi 5- a AT GAT GGT a GGT TGG lebih lanjut (Hairudin, 2. Menurut C-3 dan primer mecA reverse : 5- AGT Fatchiyah TGT GCA GTA CCG GAT TTG C-3. bahwa proses pengeluaran DNA dari Hasil PCR dinyatakan positif dengan nukleas maupun mitokondria dengan cara munculnnya pita DNA yang jelas dan di ekstrasi atau dilisiskan, dilakukan terang yang berukuran 533 bp. Sedangkan dengan homogenisasi dengan penambahan hasil PCR ditakatakan negatif jika tidak buffer untuk membantu mencegah DNA terbentuknya pita DNA (Radji dkk. rusak dan penambahan proteinase K bertujuan untuk pemurnian DNA dari kontaminasi protein. PCR Berdasarkan hasil penelitian deteksi gen mecA pada pasien di ruang ICU diamati dengan menggunakan metode mengamplifikasikan DNA yang sudah diisolasi, kemudian hasil PCR digunakan amplifikasi dari 5 sampel isolat yaitu untuk melihat apakah hasil dari isolasi menunjukkan 1 sampel positif (P. yang DNA DNA Hasil tersebut memiliki menggunakan uji elektroforesis, hasil elektroforesis akan menunjukan pita-pita mecA dapat dilihat pada Gambar 7. Pada DNA, ketebalan pita akan didasarkan pada Gambar 7 penampakan pita DNA yang relatif tebal dan terang menunjukkan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 didesain oleh Pournajat dkk. , . berhasil menempel dengan spesifik pada kemudian mencegah amplifikasi (William DNA cetakan sampel. Hasil ini didukung , 2. oleh penelitian Prajawati dan Fatmawati. Berdasarkan hasil uji pada tabel . yang menunjukkan bahwa primer diketahui dari 5 sampel usap hidung yang mecA dapat mendeteksi gen mecA dari diuji menggunakan PCR terdapat 1 sampel MRSA dengan ukuran 533 bp. Pita yang tebal juga menandakan proses purifikasi Staphylococcus berhasil memurnikan fragmen DNA dari Ditemukan PCR, aureus pada sampel merupakan hal yang protein,dan garam. Sedangkan pita DNA awajar mengingat Staphylococcus aureus merupakan salah satu flora normal pada saluran pernafasan bagian atas . aluran DNA dalam larutan tidak terlalu tinggi. Methicillintaureus Resistant Staphylococcus hidung sekitar 20 - 40% (Brook. , dk. Pada hasil sampel P10 positif gen molekul DNA yang terputus pada saat mecA yaitu pasien yang telah dirawat di ekstrasi berlangsung (Irmaati, 2. ruang ICU selama 3 hari, berjenis kelamin Sebanyak 4 sampel negatif MRSA laki - laki dan berusia 57 tahun. Penelitian ditandai dengan tidak tedapat pita DNA ini didukung oleh Soedarto, . pada sama sekali. Hasil negatif MRSA tersebut MRSA ditemukan pertama kali pada menunjukkan sebagian sampel lainya penderita yang dirawat di rumah sakit dan hanya Staphylococcus aureus, fasilitas kesehatan lainya. Faktor resiko belum termaksud Methicilint- Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Hal ini terutama pada orang lanjut usia, orang juga dapat disebabkan fragmen yang tidak mengalami luka terbuka atau penderita amplifikasi, dapat terjadi karna primer yang menggunakan kateter, selain itu digunakan tidak sesuai dengan cetakan. penderita yang menjalani oprasi atau Beberapa bukti percobaan menunjukkan penderita dengan gangguan sistem imun Staphylococcus bahwa perbedaan satu pasang basa saja Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 terinfeksi Staphylococcus aureus MRSA mengalami resistensi karna peptidoglikan yang menyebabkan dinding perubahan genetik yang disebabkan oleh bakteri mudah lisis. Golongan laktam paparan terapi antibiotik berperan sebagai senyawa yang memiliki yang tidak Bakteri berasal dari satu pasien ke pasien lainnya melalui alat medis yang binding protein (PBP), dapat menghambat Staphylococcus aureus berkoloni pada hidung dan beberapa di bagian tubuh lain Resistan Staphylococcus aureus terhadap laktam disebabkan oleh Hidung telah terbukti MRSA terbentuk oleh munculnya gen dewasa ataupun anak-anak yang berperan mecA mengkode transpeptidase spesifik penting pada infeksi nosokomial (Planta , 2. Staphylococcus Presentase pasien dengan perubahan PBP (Chandra dkk. , 2. ditemukan pada Staphylococcus aureus. MRSA mempunyai karakteristik yaitu Gen cepat menyebar di lingkungan rumah resisten metisillin dan golongan antibiotik sakit, organisme ini dianggap sebagai beta-laktam lainnya, gen ini menghasilkan patogen nosokomial dan mengakibatkan penicillin binding protein yang berbeda wabah infeksi yang menyebabkan masalah dengan biasanya dikarenakan perubahan serius dalam menejemen pasien, karna antibiotik laktam tidak dapat berikatan (Saputro dkk. , 2. (Frazee, 2. Resisten Staphylococcus Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus terhadap berbagai antibiotik sangat aureus telah resisten terhadap hampir berkembang cepat terutama golongan semua antibakteri golongan laktam Hasil penelitian menunjukkan Staphylococus Antibakteri ini bekerja dengan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 melakukan uji PCR antibiotik beta-laktam. Resiten antibiotik penelitian mengenai insiden MRSA pada dari Staphylococcus aureus amplifikasi pasien dan paramedis di ruangan yang dan sekuensing gen mecA bertanggung jawab sebagian besar antibitik betalaktam. DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN Amelia. Burhanudin. Identifikasi Bakteri Staphylococcus aureus Dengan Infeksi Nosokomial Pada Sprei di Ruang Perawatan Pascabedah RSUD Labuang Baji Kota Makasar. Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Vol. No. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut. Bawha deteksi gen mecA pada pasien di ruang ICU RSUD Kota Kendari yang terinfeksi Methicillint-Resistant Staphylococcus metode PCR yaitu adanya gen mecA pada P10, dengan terbentuknnya pita target 533 bp Dari 10 sampel . %) responden yang merupakan pasien di ruang ICU RSUD Kota Kendari di peroleh sampel positif Methicillint-Resistant Staphylococcus (MRSA) sebanyak 10 %. SARAN