JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 PENGARUH GENDER. PELATIHAN BREVET. RELIGIUSITAS. DAN PERTIMBANGAN PASAR KERJA TERHADAP MINAT BERKARIR DI BIDANG KONSULTAN PAJAK Ratna Nur Widiyanti1. Eva Herianti2 1,2 Program Studi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tangerang. Indonesia e-mail: Ratnanurw13@Gmail. com , eva. herianti@umj. Diterima:12-01-2025 Disetujui:08-02-2025 Abstrak Profesi konsultan pajak ini memegang peran penting di Indonesia, terutama dalam mendukung pengelolaan perpajakan yang terus berkembang. Meski demikian, keterbatasan jumlah tenaga profesional membuka peluang besar bagi lulusan akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gender, pelatihan brevet, religiusitas, dan pertimbangan pasar kerja terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam berkarir sebagai konsultan pajak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei dengan kuesioner yang melibatkan 100 mahasiswa akuntansi konsentrasi perpajakan dari beberapa universitas di Tangerang Selatan dan Jakarta. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable gender, pelatihan brevet, dan religiusitas memiliki pengaruh positif terhadap minat mahasiswa, sedangkan pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan profesional, informasi pasar kerja, serta nilai etika dalam pendidikan perpajakan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di bidang ini. Kata kunci: Gender. Pelatihan Brevet. Religiusitas. Pertimbangan Pasar Kerja. Minat Berkarir Di Bidanng Konsultan Pajak Abstract The tax consultant profession plays an important role in Indonesia, especially in supporting the evolving tax management. However, the limited number of professionals opens up great opportunities for accounting graduates. This study aims to examine the influence of gender, brevet training, religiosity, and labour market considerations on accounting students' interest in a career as a tax consultant. This research uses quantitative methods through a survey with a questionnaire involving 100 accounting students with taxation concentrations from several universities in South Tangerang and Jakarta. Data analysis was carried out using the Partial Least Square (PLS) method. The results showed that gender, brevet training, and religiosity variables had a positive influence on student interest, while labor market considerations had no significant effect. These findings highlight the importance of professional training, labor market information, as well as ethical values in tax education to improve the quality of the workforce in this field. Keywords: Gender. Brevet Training. Religiosity. Labor Market Considerations. Interest In A Career In The Tax Consultant Field. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 37 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Pendahuluan Akuntansi merupakan salah satu jurusan yang sangat diminati di Indonesia pada tahun 2024 (Dewi & Yasa, 2. Berbagai peluang karir tersedia bagi lulusan akuntansi, mulai dari akuntan publik, akuntan pemerintah, akuntan manajemen, auditor, hingga profesi di bidang perpajakan seperti konsultan pajak dan tax specialist (Simarmata dkk, 2. Profesi konsultan pajak menjadi salah satu bidang karir yang menjanjikan, mengingat kontribusinya terhadap pengelolaan perpajakan yang merupakan sumber utama pendapatan negara (Lestari, 2. Namun. Indonesia masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga profesional di bidang perpajakan, termasuk konsultan pajak, yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak nasional (Atika & Rahayu, 2. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR. Dirjen Pajak menyatakan. Bahwa dua tahun terakhir, jumlah karyawan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenke. Pada 2020, jumlah pegawai pajak mencapai 45. 910, tetapi turun 652 pada 2021, dan dengan sisa 45. 315 pada 2022. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh pensiun dan kematian. Selain itu, 29. 040 pegawai pajak adalah mayoritas pria, dengan usia rata-rata 25 hingga 40 tahun dan gelar S1 (CNBC Indonesia, 2. Pada tahun 2020, sebanyak 5. 589 konsultan pajak yang beroperasi di Indonesia, yang berarti menyatakan bahwa satu konsultan harus melayani 48. 417 orang karena rasionya dibandingkan dengan populasi adalah 1 banding 48. Dari sisi permintaan, sebanyak 45,4 juta wajib pajak orang pribadi, atau 32,4% dari seluruh angkatan kerja dengan hanya 900. wajib pajak badan yang melaporkan surat pemberitahuan (SPT), artinya ada banyak peluang kerja bagi para sarjana yang ingin bekerja di bidang pajak (DDTC News, 2. Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) adalah asosiasi konsultan pajak terbesar dan pertama di Indonesia, dengan 6. 807 anggota per 27 Agustus 2023 yang tersebar di 42 cabang di seluruh negeri. Data terbaru yang kami peroleh dalam rapat pK (Pusat Pembinaan Profesi Keuanga. menunjukkan bahwa dari 5. 917 konsultan pajak terdaftar yang memiliki izin praktik, 5. 435 di antaranya adalah anggota IKPI. Ini berarti 91,8 persen dari mereka tergabung dalam IKPI (Pajak. com, 2. Jumlah ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan total wajib pajak yang mencapai 69,1 juta pada tahun 2023 (Kontan. id, 2. Adanya perbandingan yang signifikan ini, peluang kerja untuk konsultan pajak di Indonesia masih sangat luas, sehingga memengaruhi pilihan karir mahasiswa Akuntansi untuk menjadi Karir di bidang perpajakan bagi lulusan akuntansi memiliki peluang yang cukup besar karena karir ini masih sangat dibutuhkan di Indonesia, dimana peran pajak memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan negara, sehingga bidang ini dapat membantu mekanisme perpajakan di Indonesia. Kedinamisan ini dapat menjadi tantangan maupun Hal ini karena tidak semua orang dapat mampu mengikuti peraturan dan kebijakan yang semakin terus mengalami perubahan (Erawati dan Rosmelisa, 2. Mengacu dari fenomena yang telah dipaparkan terdapat faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa berkarir dibidang perpajakan menurut beberapa peneliti terdahulu yaitu : Nada , . gender, persepsi, motivasi dan pengetahuan perpajakan. Mutiara dan adi . persepsi, gender dan lingkungan kerja. Suryadi dkk. , . Erawati dan Rosmelisa . pelatihan brevet dan motivasi. Simarmata dkk . determinan minat mahasiswa mengikuti program brevet pajak. Anjani dkk. , . pengetahuan pajak, penghargaan finansial, dan pertimbangan pasar kerja. Endang dkk. , . kompetensi, financial reward dan pertimbangan pasar kerja. Mempertimbangkan hasil penelitian terdahulu yang belum konsisten, dan prospek karir di bidang perpajakan yang masih terbuka luas, maka peneliti melakukan penelitian kembali tentang minat berkarir di konsultan pajak. Saya akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan gender, pelatihan brevet, religiusitas dan pertimbangan pasar kerja. Teori yang melandasi dalam melaksanakan penelitian ini ialah teori minat karir . areer interest theor. (Spokane dkk. , 2. Teori ini menjelaskan terkait pemilihan karir seseorang JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 38 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 guna memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan ekonomi, sosial, psikologis, serta menjelaskan sifat atau tipe kepribadian seseorang yang dilihat dari cocok/tidaknya dengan Teori minat karir yang dikembangkan oleh John Holland mengemukakan bahwa individu cenderung memilih karir yang selaras dengan tipe kepribadian mereka. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat berkarir mahasiswa di bidang konsultan pajak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam bidang perpajakan, serta menjadi masukan praktis bagi institusi pendidikan dan pemerintah dalam merancang program yang mendukung pengembangan minat dan kompetensi mahasiswa di sektor Dengan demikian, diharapkan jumlah tenaga kerja profesional di bidang perpajakan dapat meningkat, sehingga mendukung optimalisasi penerimaan negara dan pembangunan nasional. Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan sering memiliki kecenderungan berbeda dalam tipe kepribadian, yang dapat mempengaruhi keputusan karir mereka. Peran gender memiliki dampak signifikan dalam setiap aktivitas manusia, termasuk dalam karier sebagai konsultan pajak. Individu beranggapan bahwa perempuan mungkin kurang cocok menjadi konsultan pajak karena pekerjaan ini bisa mengganggu waktu yang mereka alokasikan untuk keluarga (Arini & Noviari, 2. Keberanian yang dimiliki wanita dan pria berbeda untuk mengambil tingkat kepercayaan, risiko, dan kepercayaan diri dalam hubungan (Yuliandhari & Sekariesta, 2. Mutiara & Adi . dalam penelitiannya menyataka bahwa gender berpengaruh terhadap minat berkarir di konsultan pajak hal ini dapat diinterpretasikan bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman gender pada mahasiswa akuntasi, maka tingkat pemilihan karir mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik juga akan semakin tinggi. Nada et al. dan (Hartiyah, 2. dalam penelitiannya menyebutkan bahwa gender tidak berpengaruh terhadap minat berkarir di konsultan pajak. Berdasarkan penjelasan diatas dirumuskan Hipotesis pertama, yaitu: H1 : Gender berpengaruh positif terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak Mengikuti pelatihan brevet individu memperoleh sertifikasi dan keterampilan yang membuat mereka lebih siap memasuki dunia kerja. Ini sejalan dengan teori minat karir, yang menyatakan bahwa kesiapan dan pengetahuan dapat memengaruhi pilihan karir seseorang. Dengan mengikuti pelatihan brevet, seseorang akan memperoleh pengakuan sebagai ahli di bidang perpajakan, serta mendapatkan modal untuk mengikuti ujian sertifikasi konsultan pajak (USKP) yang diperlukan untuk menjadi konsultan pajak (Ulansari, 2. Simarmata dkk. dan (Erawati dan Rosmelisa, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa pelatihan brevet berpengaruh terhadap minat berkarir di konsultan pajak. Yulianti & Sastradipraja . menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh positif variabel persepsi mengikuti brevet pajak terhadap keputusan pilihan berkarir di bidang perpajakan. Berdasarkan penjelasan diatas dirumuskan Hipotesis kedua, yaitu: H2 : Pelatihan brevet berpengaruh positif terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Religiusitas berasal dari bahasa latin relegere yang mengandung arti mengumpulkan, membaca, mengikat. Agama sebagai dasar untuk mengontrol sikap dan perilaku etis (Pattimahu dkk. , 2. Bagi individu yang sangat religius, penting untuk mempertimbangkan keseimbangan antara karir dan kehidupan spiritual. Teori minat karir dapat membantu memahami bagaimana pilihan karir yang diambil dapat sejalan dengan kehidupan spiritual dan nilai-nilai yang mereka pegang. Sebagai contoh, seseorang yang meyakini bahwa segala tindakan diawasi oleh kekuatan yang lebih tinggi mungkin merasa lebih terdorong untuk mengikuti prinsip-prinsip moral yang diajarkan oleh agama. Fitri dkk. , . menyatakan bahwa religiusitas berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir mahasiswa. Suryadi dkk. dalam penelitiannya menyatakan bahwa religiusitas tidak berpengaruh terhadap minat berkarir di konsultan pajak. Berdasarkan penjelasan diatas dirumuskan Hipotesis ketiga, yaitu: H3 : Religiusitas berpengaruh positif terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 39 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Anjani et al . menjelaskan bahwa pertimbangan pasar kerja merujuk pada pandangan seseorang mengenai kualitas tempat kerja tersebut. Teori minat karir menyediakan kerangka yang bermanfaat untuk memahami bagaimana minat dan tipe kepribadian individu dapat diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga membantu individu membuat keputusan yang lebih tepat dalam pengembangan karir mereka. Tipe kepribadian juga dapat membantu individu memilih pendidikan dan pelatihan yang sesuai. Sebagai contoh, individu dengan tipe Artistik mungkin akan mencari pelatihan dalam desain grafis atau seni, yang sejalan dengan tren dan permintaan di pasar. Yulianti dkk. , ( 2. dan (Endang dkk. , 2. menyatakan bahwa pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap minat berkarir di konsultan pajak. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Lorensia dkk. pertimbangan pasar kerja secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap peminatan karir sebagai konsultan pajak. Berdasarkan penjelasan diatas dirumuskan Hipotesis Keempat, yaitu : H4 : Pertimbangan Pasar Kerja berpengaruh positif terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei yang Sumber data yang digunakan yaitu data primer, yaitu mahasiswa/i program studi akuntansi konsentrasi pajak pada perguruan tinggi negeri/swasta yang berada didaerah Tangerang Selatan dan Jakarta. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Dalam penelitian ini, pemilihan responden dilakukan dengan Teknik sampling purposive sampling , di mana responden yang dipilih adalah mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian yaitu mahasiswa aktif program studi akuntansi yang telah mengambil konsentrasi perpajakan dan sedang berkuliah di perguruan tinggi negeri/ swasta di daerah Tangerang Selatan dan Jakarta . Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Lameshow . dengan tingkat kepercayaan 95%, proporsi maksimal . = 0,. , dan margin of error 10%. Berdasarkan perhitungan, jumlah sampel minimal adalah 100 responden. Adapun definisi oprasional variable dan indikator Ae indikator penelitian sebagai berikut: Tabel 1 Operasional Variabel Indikator Variabel Definisi Gender (X. gender sebagai sebuah peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara pria dan wanita yang muncul dalam Masyarakat Mutiara & Adi, 2. Pelatihan Brevet (X. Brevet pajak merupakan perpajakan yang memiliki beberapa tingkat. Pelatihan Kursus brevet terdiri Pengukuran Hak dan Kewajiban laki Ae Likert laki dan perempuan dalam 1,2,3,4 dunia kerja Jaminan dalam kenaikan berdasarkan gender Ruang lingkup pekerjaan yang terbatas antara laki Ae Perempuan (Ramadhan, 2. Proses brevet pajak Likert 1,2,3,4 membantu untuk berkarir Pendidikan Pendidikan brevet pajak JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 40 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Religiusitas (X. Pertimbangan Pasar Kerja (X. Minat Berkarir di Bidang Konsultan Pajak (Y) dari tiga tingkat, yaitu Brevet analitis,pengambilan A. Brevet B, dan Brevet C keputusan dan problem (Pramiana dkk. , 2. Pendidikan brevet pajak memberikan nilai tambah mendapat pekerjaan dalam bidang perpajakan ( Yulianti & Sastradipraja, 2. Dalam konteks perpajakan, 1. Dimensi islam. Likert 1,2,3,4 Dimensi iman. memiliki tingkat religiusitas 3. Ihsan yang tinggi, ia cenderung 4. Ilmu Amal kecurangan (NiAomah, 2. atau menghindari kewajiban yang seharusnya dipenuhi, karena ia percaya bahwa segala tindakannya selalu dalam pengawasan Allah SWT. Pertimbangan Keamanan kerja lebih Likert 1,2,3,4 pandangan mengenai baik terjamin, lapangan kerja dan buruknya suatu hal. yang ditawarkan mudah Dalam konteks ini, pasar diketahui, kerja merujuk pada tempat 2. Prospek kerja yang di mana seseorang bekerja. Oleh itu, 3. Memperluas akses dan pertimbangan pasar kerja Pengetahuan isu-isu dunia berarti penilaian seseorang bisnis dan akuntansi putri (Adellia et al. , 2. (Anjani et al. , 2. menerangkan Minat untuk 1. Mempunyai tujuan untuk Likert 1,2,3,4 bidang berprofesi sebagai konsultan perpajakan adalah motivasi pajak mahasiswa untuk memilih 2. Memiliki tekad menjadi jalur karier di sektor ini, seorang konsultan pajak sebagai yang Mencari memberikan perhatian lebih kaitannya dengan konsultan pada semua aspek yang pajak berkaitan dengan pajak, 4. Berusaha memperdalam terutama karier sebagai dan memperoleh berbagai konsultan pajak Adellia et hal , . dengan profesi konsultan Merasa bersemangat untuk bertanya mengenai hal-hal yang memiliki kaitan dengan konsultan pajak JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 41 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 (Rahmawati et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini memperoleh data dengan cara menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa akuntansi yang sedang menempuh konsentrasi pajak di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berada didaerah Tangerang Selatan dan Jakarta. Penelitian ini menggunakan alat analisis Smartpls versi 4. 0 dengan metode analisis data Partial Least Square (PLS). Analisis statistik deskriptif meliputi tabel, rata-rata . , standar deviasi, nilai maksimum, nilai minimum, dan jumlah data penelitian. Berikut ini adalah hasil analisis deskriptif dari data penelitian Tabel 2 Hasill uji statistik deskriptif Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviation Gender (X. Pelatihan Brevet (X. Religiusitas (X. Pertimbangan Pasar Kerja (X. Minat Berkarir Di Bidang Konsultan Pajak (Y) Berdasarkan tabel 2 menjelaskan bahwa variable gender menunjukan nilai rata rata sebesar 21,45 dengan standar devisiasi 2,812. Item pertanyaan untuk variable ini sebanyak enam item pertanyaan dengan empat pilihan jawaban Dimana Tingkat jawaban yang paling minimum adalah 18 dan yang paling maksimum adalah 24. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa hal tersebut menunjukan jawaban responden untuk variable gender relative tinggi. Variable pelatihan brevet menunjukan nilai rata rata sebesar 21,43 dengan standar devisiasi 2,396. Item pertanyaan untuk variable ini sebanyak enam item pertanyaan dengan empat pilihan jawaban Dimana Tingkat jawaban yang paling minimum adalah 18 dan yang paling maksimum adalah 24. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa hal tersebut menunjukan jawaban responden untuk variable pelatihan brevet relative tinggi. Variable religiusitas menunjukan nilai rata rata sebesar 17,85 dengan standar devisiasi 2,120. Item pertanyaan untuk variable ini sebanyak lima item pertanyaan dengan empat pilihan jawaban Dimana Tingkat jawaban yang paling minimum adalah 15 dan yang paling maksimum adalah 20 Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa hal tersebut menunjukan jawaban responden untuk variable religiusitas cukup stabil. Variable pertimbangan pasar kerja menunjukan nilai rata rata sebesar 18,06 dengan standar devisiasi 2,078. Item pertanyaan untuk variable ini sebanyak lima item pertanyaan dengan empat pilihan jawaban Dimana Tingkat jawaban yang paling minimum adalah 15 dan yang paling maksimum adalah 20 Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa hal tersebut menunjukan jawaban responden untuk variable pertimbangan pasar kerja cukup stabil. dan Variableminat berkarir di bidang konsultan pajak menunjukan nilai rata rata sebesar 21,56 dengan standar devisiasi 2,409. Item pertanyaan untuk variable ini sebanyak enam item pertanyaan dengan empat pilihan jawaban Dimana Tingkat jawaban yang paling minimum adalah 18 dan yang paling maksimum adalah 24 Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa hal tersebut menunjukan jawaban responden untuk variable minat berkarir di bidang konsultan pajak relatif tinggi. Tahap selanjutnya adalah pengujian outer model yang berfungsi untuk menilai dan memahami validitas setra keandalan model. Uji outer loading bertujuan Untuk mengevaluasi validitas konvergen dan kualitas model pengukuran dalam analisis PLS-SEM. Outer loading mengukur sejauh mana indikator merefleksikan konstruk laten yang diwakilinya. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 42 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 dengan nilai ideal > 0. 7 untuk hubungan yang kuat. Dengan memastikan konsistensi dan kekuatan hubungan anatar indikator dan konstruk, outer model membantu memperkuat keakuratan hasil penelitian. Maka pegujian model pengukuran terhadap setiap indikator dapat dilihat pada berikut ini : Gambar 1 outer loading Sumber : Hasil olahan data PLS smart 4. Berdasarkan analisis menggunakan SmartPLS, sebaran outer loading yang ditampilkan pada Gambar 1 menunjukkan bahwa variabel gender, pelatihan brevet, religiusitas, pertimbangan pasar kerja dan minat berkarir di bidang konsultan pajak memenuhi kriteria, dengan semua indikator memiliki nilai outer loading konstruk di atas 0,70. Hal ini menandakan bahwa seluruh variabel dapat dianggap valid. Selanjutnya, pada uji composite validity, yang mengukur nilai reliabilitas antara indikator dan konstruk yang membentuknya, hasilnya dianggap baik jika nilainya berada > 0,50-0,60 dan nilai Cronbach's alpha > 0,60. Hasil dari composite validity model pengukuran dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3 Composite validity dan CronbachAos Alpha Cronbach's Composite Variabel Rho_A Alpha Reliability Gender (X. 0,975 0,976 0,980 Pelatihan Brevet (X. 0,891 0,891 0,916 Religiusitas (X. 0,904 0,909 0,929 Pertimbangan Pasar Kerja (X. 0,889 0,894 0,918 Minat Berkarir Di Bidang 0,899 0,903 0,922 Konsultan Pajak (Y) Sumber : Hasil olahan data PLS smart 4. Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai reliabilitas komposit untuk variabel gender, pelatihan brevet, religiusitas, pertimbangan pasar kerja dan minat berkarir di bidang konsultan pajak menunjukkan bahwa keempat variabel laten yang dianalisis memiliki reliabilitas komposit yang baik dengan nilai masing-masing sebesar 0,980, 0,916, 0,929, 0,918, dan 0,922. Nilai-nilai ini JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 43 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 memenuhi kriteria karena berada di atas interval 0,50-0,60. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel laten telah memenuhi Berdasarkan hasil penilaian validitas konvergen dan diskriminan indikator serta reliabilitas konstruk indikator, semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel laten dikategorikan valid dan reliabel. Selain itu, nilai cronbach's alpha untuk masing-masing variabel laten adalah 0,975, 0,891, 0,904, 0,889,dan 0,899 yang semuanya berada di atas nilai minimum 0. Hasil analisis jalur disajikan di bawah ini, dan juga disertai dengan visualisasi dalam bentuk diagram jalur untuk pemahaman yang lebih komprehensif. Visualisasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi yang lebih rinci dan mendalam mengenai nilai t statistik dari setiap metrik yang disertakan dalam analisis. Oleh karena itu, visualisasi data dalam tabel dan diagram jalur memberikan gambaran yang lebih jelas dan mendukung interpretasi hasil analisis secara keseluruhan. Tabel 4 Uji Hipotesis Original Sample Standard T statistics Variabel (|O/STDE (O) (M) (STDEV) V|) Gender -> Minat Berkarir Di 0,201 0,198 0,102 1,982 0,024 Bidang Konsultan Pajak Pelatihan Brevet ->Minat Berkarir Di Bidang Konsultan 0,246 0,244 0,112 2,190 0,014 Pajak Religiusitas -> Minat Berkarir 0,417 0,420 0,134 3,111 0,001 Di Bidang Konsultan Pajak Pertimbangan Pasar Kerja -> Minat Berkarir Di Bidang 0,103 0,113 0,109 0,937 0,174 Konsultan Pajak Sumber : Hasil olahan data PLS smart 4. Berdasarkan Tabel 4 di atas, terdapat sampel asli yang digunakan untuk mengamati sifat prediksi variabel independen terhadap variabel dependen, apakah positif atau negatif. Sementara itu, standar deviasi disebut juga sebagai standar error. Parameter seperti t-statistik dan p-value digunakan untuk mengukur signifikansi efek prediksi antar variabel laten, yang pengukurannya dapat dilakukan berdasarkan jenis hipotesis yang diajukan. Untuk mendukung hipotesis, tingkat signifikansi dapat ditentukan dengan membandingkan nilai t-statistik dengan t-tabel. Gender Terhadap Minat Berkarir Di Bidang Konsultan Pajak Hasil pengujian hipotesis bahwa variabel gender terhadap variabel minat perkarir di bidang konsultan pajak pada tabel menghasilkan T-statistik sebesar 1. 982 > 1. 66 dan nilai pvalue sebesar 0. 024 < 0. 05 maka dapat disimpulkan hipotesis diterima. sehingga dapat dikatakan bahwa variabel gender berpengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Mutiara dan Adi . dalam penelitiannya sejalan dengan hasil penelitian ini, yang menyatakan bahwa gender memainkan peran penting dalam menarik minat untuk berkarir di bidang ini. Nada dkk, . dan (Hartiyah, 2. menyatakan bahwa gender tidak berpengaruh terhadap minat berkarir , hal tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian ini . Beberapa mahasiswi tertarik berkarir sebagai konsultan pajak karena karakteristik pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian mereka, seperti ketelitian dan kemampuan berkomunikasi. Namun, ada juga mahasiswa laki-laki yang tidak menunjukkan minat yang sama. Berdasarkan teori minat karir perbedaan minat ini dapat dikaitkan dengan kecenderungan kepribadian pria dan wanita terhadap tipe pekerjaan tertentu. Meski begitu, faktor gender bukan satu-satunya hal yang memengaruhi pilihan karir ini. Faktor kepribadian dan preferensi individu juga JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 44 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 memainkan peran penting, menunjukkan bahwa minat berkarir di bidang konsultan pajak tidak sepenuhnya bergantung pada perbedaan gender. Pelatihan Brevet Terhadap Minat Berkarir Di Bidang Konsultan Pajak Hasil pengujian hipotesis bahwa variabel pelatihan brevet terhadap variabel minat berkarir di bidang konsultan pajak pada tabel menghasilkan T-statistik sebesar 2. 190 > 1. dan nilai p-value sebesar 0. 014 < 0. 05 maka dapat disimpulkan hipotesis diterima. Artinya variabel pelatihan brevet bepengaruh siginifikan terhadap minat berkarir di bidang konsultan Erawati dan Rosmelisa . serta (Simarmata dkk, 2. dalam penelitiannya yang sejalan dengan hasil penelitian ini, menyimpulkan bahwa semakin intensif seseorang mengikuti pelatihan brevet, semakin besar minatnya untuk terjun ke profesi ini. Mengikuti pelatihan brevet individu memperoleh sertifikasi dan keterampilan yang membuat lebih siap memasuki dunia kerja. Ini sejalan dengan teori minat karir, yang menyatakan bahwa kesiapan dan pengetahuan dapat memengaruhi pilihan karir seseorang. Dengan mengikuti pelatihan brevet, seseorang akan memperoleh pengakuan sebagai ahli di bidang perpajakan, serta mendapatkan modal untuk mengikuti ujian sertifikasi konsultan pajak (USKP) yang diperlukan untuk menjadi konsultan pajak (Ulansari, 2. Pelatihan brevet memberikan pemahaman mendalam tentang peraturan pajak, meningkatkan keahlian teknis, dan membangun kepercayaan diri individu. Hasil yang baik dari pelatihan brevet dapat memotivasi individu untuk memilih profesi ini. Yulianti & Sastradipraja, . menyatakan bahwa penelitian tersebut tidak sejalan karna persepsi terhadap pelatihan brevet pajak A dan B tidak selalu memengaruhi keputusan untuk memilih karir di bidang pajak. Pelatihan ini membantu individu merasa lebih siap menghadapi pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan analisis data, sehingga meningkatkan persepsi mereka terhadap kecocokan dengan profesi konsultan pajak. Religiusitas Terhadap Minat Berkarir Di Bidang Konsultan Pajak Hasil pengujian hipotesis bahwa variabel religiusitas terhadap variabel minat berkarir di bidang konsultan pajak pada tabel menghasilkan T-statistik sebesar 3. 111 > 1. 66 dan nilai p-value sebesar 0. 001 < 0. 05 maka dapat disimpulkn hipotesis diterima. Artinya variabel religiusitas bepengaruh siginifikan terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Penelitian ini didukung oleh temuan (Fitri dkk, 2. yang menyatakan bahwa individu dengan tingkat religiusitas tinggi merasa profesi konsultan pajak memungkinkan mereka menjalankan prinsip etika dan nilai-nilai agama, seperti keadilan dan tanggung jawab sosial. Menurut teori minat karir, religiusitas membantu individu memahami bagaimana pilihan karir mereka dapat sejalan dengan nilai spiritual yang mereka pegang. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral yang kuat dapat mendorong minat untuk memilih profesi yang sesuai dengan keyakinan pribadi, seperti konsultan pajak, karena profesi ini dapat dianggap mendukung prinsip keadilan dan transparansi. Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Minat Berkarir Di Bidang Konsultan Pajak Hasil pengujian hipotesis bahwa variabel pertimbangan pasar kerja terhadap variabel minat berkarir di bidang konsultan pajak pada tabel menghasilkan T-statistik sebesar 0,937 < 66 dan nilai p-value sebesar 0. 174 > 0. 05 maka dapat disimpulkan hipotesis ditolak. Artinya variabel pertimbangan pasar kerja tidak bepengaruh siginifikan terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Lorensia dkk, . dalam penelitiannya sejalan dengan hasil penelitian ini yang menyimpulkan bahwa keputusan memilih karir lebih bergantung pada kemampuan individu daripada peluang kerja yang tersedia. Meski profesi konsultan pajak memiliki prospek yang baik, banyak mahasiswa merasa karir ini tidak menawarkan kepastian, terutama untuk konsultan independen yang harus aktif mencari klien. Faktor internal seperti keyakinan terhadap profesi, pelatihan yang sudah diikuti, dan aspirasi pribadi ternyata lebih berpengaruh daripada kondisi pasar kerja. Mahasiswa cenderung fokus pada tujuan jangka JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 45 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 panjang dan kepuasan pribadi, sehingga mereka tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan situasi pasar kerja. Hal ini mendukung teori minat kerja, yang menekankan bahwa keputusan karir lebih dipengaruhi oleh preferensi individu daripada faktor eksternal seperti pasar kerja. Teori minat karir menyediakan kerangka yang bermanfaat untuk memahami bagaimana minat dan tipe kepribadian individu dapat diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga membantu individu membuat keputusan yang lebih tepat dalam pengembangan karir. Kesimpulan dan Saran Mengacu dari hasil penelitian diatas peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal yaitu : variabel gender, pelatihan brevet, religiusitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Sedangkan variabel pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh terhadap minat berkarir di bidang konsultan pajak. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan pelatihan profesional, penyediaan informasi pasar kerja yang lebih komprehensif, serta pembentukan nilai dan etika dalam pendidikan perpajakan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi institusi pendidikan dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas, minat tenaga kerja di bidang perpajakan demi mendukung pembangunan. Mahasiswa merupakan Agent of change dan social control. Mahasiswa akan membawa perubahan untuk melanjutkan mimpi negara. Pemahaman dan tingkat kepekaan mahasiswa tentunya bisa mempengaruhi persepsi mahasiswa mengenai Penelitian ini tentunya memiliki keterbatas diantaranya, penelitian ini terbatas pada tahun 2024 saja. Kemudian, hanya menggunakan populasi dan sample mahasiswa di sekitaran Tangerang Selatan dan Jakarta, lalu hanya menggunakan 4 faktor yang dijadikan variabel utama dalam penelitian ini sehingga mungkin untuk peneliti selanjutnya bisa menggunakan beberapa faktor lain yang berhubungan dengan minat berkarir di bidang konsultan pajak. melakukan kembali pengujian ulang pada pertimbangan pasar kerja agar hasil lebih sesuai dengan situasi sebenarnya. Daftar Pustaka