Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number54, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Improving Reading Comprehension Skills: A Classroom Action Research on Identifying Information in Texts at MIN 27 Aceh Besar Siti Zahara1. Mustika2 1 MIN 27 Aceh Besar 2 MI Nurul Wathan Nw Pelambik Correspondence: nyakzahara@gmail. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Reading Comprehension. Identifying Information. Classroom Action Research. MIN 27 Aceh Besar. Active Learning. Student Engagement ABSTRACT This Classroom Action Research (CAR) study aims to explore the effectiveness of teaching strategies in enhancing students' ability to identify information in reading texts at MIN 27 Aceh Besar. The research was conducted in two cycles, each consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The participants were fifth-grade students, and data were collected through pre-tests, post-tests, classroom observations, and student feedback. The primary focus of this study was to improve students' reading comprehension skills, specifically their ability to extract key information from various texts. The findings revealed that by incorporating interactive and student-centered learning strategies, such as group discussions and guided reading activities, students significantly improved their ability to identify and understand critical information in Additionally, students became more engaged and motivated in the learning process. The study highlights the potential of applying active learning strategies to develop critical reading skills and recommends further implementation of these strategies to enhance reading comprehension in primary school settings. A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan membaca di Indonesia, khususnya pada tingkat sekolah dasar, menghadapi berbagai tantangan yang perlu diperbaiki. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan. Banyak siswa yang kesulitan untuk memahami teks bacaan dengan baik, yang mengarah pada rendahnya keterampilan membaca mereka. Menurut Sari . , kemampuan membaca yang baik sangat diperlukan untuk dapat mengakses berbagai informasi yang ada dalam teks, namun masih banyak siswa yang hanya fokus pada pengenalan kata tanpa memahami makna atau informasi yang terkandung dalam teks. Hal ini mempengaruhi kualitas pemahaman dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Di sisi lain, pembelajaran membaca yang dilakukan di banyak sekolah masih menggunakan metode yang cenderung monoton dan berfokus pada hafalan atau pengulangan, tanpa memberi kesempatan bagi siswa untuk aktif berpikir dan menganalisis teks yang dibaca. Hal ini menyebabkan siswa tidak dapat mengidentifikasi informasi penting dalam bacaan dengan baik. Penelitian oleh Ahmad . menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis aktivitas dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan metode yang lebih efektif dalam membantu siswa mengenali informasi dalam teks. Siswa yang kurang terampil dalam mengidentifikasi informasi dalam teks akan kesulitan dalam memecahkan soal-soal yang berkaitan dengan pemahaman bacaan. Hal ini dapat terlihat dari hasil ujian dan tes baca yang menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak dapat menjawab Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 soal-soal yang meminta mereka untuk menarik informasi spesifik dari teks. Penelitian oleh Hidayati . mengungkapkan bahwa kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan sangat dipengaruhi oleh cara mereka mengidentifikasi informasi yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan ini perlu menjadi fokus utama dalam pembelajaran membaca di sekolah dasar. Pendidikan yang baik seharusnya mendorong siswa untuk mampu berpikir kritis dan analitis terhadap teks yang mereka baca. Di Indonesia, banyak materi bacaan yang digunakan di kelas mengandung informasi yang perlu diidentifikasi dengan cermat agar dapat dipahami dengan Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih berbasis pada keterampilan mengidentifikasi informasi. Penelitian oleh Rizki . mendukung hal ini dengan menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan diskusi atau kegiatan analisis teks dapat memperbaiki kemampuan mereka dalam mengidentifikasi informasi dengan lebih tepat. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif. Pembelajaran aktif yang melibatkan siswa dalam proses membaca dan diskusi teks dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan untuk menemukan informasi kunci dalam Penelitian oleh Fadilah . menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang berbasis pada aktivitas seperti diskusi kelompok atau pemecahan masalah dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami dan mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran berbasis aktivitas adalah keterbatasan waktu dan sumber daya di sekolah. Banyak guru yang masih kesulitan merancang pembelajaran yang memadai untuk meningkatkan keterampilan mengidentifikasi informasi pada siswa. Penelitian oleh Pratama . mengungkapkan bahwa banyak guru yang masih menggunakan pendekatan konvensional dalam mengajar membaca, karena keterbatasan pelatihan atau sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan guru dalam pelatihan dan peningkatan keterampilan pedagogis mereka agar dapat mengimplementasikan metode yang lebih interaktif dan berbasis aktivitas. Tantangan lain yang sering dihadapi adalah kurangnya bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan perkembangan siswa. Siswa cenderung kehilangan minat untuk membaca jika teks yang mereka baca tidak menarik atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Penelitian oleh Nisa . menunjukkan bahwa pemilihan bahan bacaan yang menarik dapat meningkatkan motivasi siswa untuk lebih aktif membaca dan mengidentifikasi informasi dalam teks. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memilih teks yang sesuai dengan minat dan tingkat pemahaman siswa agar mereka lebih termotivasi untuk membaca dan memahami bacaan Selain itu, pengembangan keterampilan dalam mengidentifikasi informasi juga memerlukan penguatan strategi pembelajaran yang berbasis pada keterampilan berpikir kritis. Mengajarkan siswa untuk tidak hanya membaca teks, tetapi juga untuk mempertanyakan dan menganalisis informasi yang mereka dapatkan dari teks tersebut, dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi informasi dengan tepat. Penelitian oleh Haryani . menunjukkan bahwa dengan melibatkan siswa dalam kegiatan analisis dan diskusi tentang teks, mereka akan lebih terbiasa dalam mengidentifikasi informasi kunci dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka. Pentingnya pengembangan keterampilan mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan juga sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang bertujuan untuk mencetak siswa yang memiliki kemampuan membaca yang baik. Namun, banyak siswa yang merasa kesulitan dalam melakukan hal ini, terutama dalam membaca teks yang panjang dan kompleks. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis aktivitas sangat dibutuhkan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan ini. Penelitian oleh Agustin . menunjukkan bahwa pendekatan Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah dan analisis teks dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca yang lebih baik. Metode pembelajaran yang berbasis pada keterampilan mengidentifikasi informasi dalam teks juga memberikan manfaat bagi pengembangan keterampilan lain, seperti keterampilan Siswa yang terlatih untuk mengidentifikasi informasi dalam teks dengan baik akan lebih mudah dalam menyusun tulisan yang jelas dan terstruktur. Hal ini mendukung temuan penelitian oleh Sulastri . , yang menyatakan bahwa keterampilan membaca dan menulis saling terkait dan dapat diperkuat melalui pendekatan yang berbasis aktivitas dan pemahaman mendalam terhadap teks. Model pembelajaran yang mengedepankan keterampilan mengidentifikasi informasi dalam teks juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi tantangan ujian atau tes Banyak ujian membaca yang mengharuskan siswa untuk mengidentifikasi informasi penting dari bacaan dan menjawab soal-soal terkait. Oleh karena itu, pembelajaran yang mengajarkan siswa bagaimana cara mengidentifikasi informasi dengan tepat akan mempersiapkan mereka dengan lebih baik untuk menghadapi ujian tersebut. Penelitian oleh Wahyuni . menyebutkan bahwa siswa yang terbiasa dengan pembelajaran berbasis keterampilan mengidentifikasi informasi lebih sukses dalam tes membaca yang mereka hadapi. Siswa yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi informasi dalam teks akan lebih mudah dalam memahami topik-topik yang lebih kompleks dalam berbagai mata pelajaran. Dengan memiliki keterampilan membaca yang baik, siswa dapat lebih mudah mengakses berbagai sumber informasi yang mereka butuhkan untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas Hal ini menunjukkan pentingnya mengajarkan keterampilan membaca yang kuat sejak Penelitian oleh Lestari . menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keterampilan membaca yang baik cenderung lebih sukses dalam pencapaian akademik mereka. Penting juga untuk melibatkan teknologi dalam pembelajaran membaca agar dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Penggunaan teknologi dapat membantu siswa mengakses berbagai jenis teks dan informasi dengan lebih mudah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengidentifikasi informasi. Penelitian oleh Sulastri . menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, seperti aplikasi membaca interaktif, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Mengingat pentingnya keterampilan membaca dan mengidentifikasi informasi, penelitian ini berfokus pada penerapan metode yang lebih efektif dalam pembelajaran membaca di MI 27 Aceh Besar. Dengan menggunakan pendekatan yang berbasis aktivitas, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan yang lebih baik dalam membaca dan memahami teks. Penerapan model ini dapat membantu mengatasi kesulitan yang sering dihadapi siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran membaca secara keseluruhan. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan di MIN 27 Aceh Besar. PTK dipilih karena pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk melakukan perbaikan langsung terhadap proses pembelajaran dalam kelas secara bertahap. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus dirancang untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa, khususnya dalam hal mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan. Pada tahap perencanaan, guru dan peneliti merancang kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam membaca teks. Rencana pembelajaran ini mencakup Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 pemilihan teks bacaan yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman siswa, serta strategi untuk membantu siswa mengidentifikasi informasi utama dalam teks. Metode yang diterapkan mencakup diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan teknik membaca aktif. Selain itu, guru juga menyiapkan lembar kerja yang akan digunakan siswa untuk membantu mereka mengorganisir informasi yang mereka temukan dalam teks. Perencanaan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan terfokus pada keterampilan membaca. Pada tahap tindakan, guru melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan. Siswa diberikan teks bacaan yang relevan dan diminta untuk bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi informasi utama yang terdapat dalam teks tersebut. Siswa juga diberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai isi teks dan menulis poin-poin penting yang mereka Guru memfasilitasi diskusi ini dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan pemandu yang dapat membantu siswa mengarahkan perhatian mereka pada informasi penting dalam Peneliti juga melakukan observasi terhadap interaksi siswa selama proses pembelajaran dan mencatat dinamika yang terjadi di kelas. Pada tahap observasi, peneliti mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran, fokus pada bagaimana siswa berinteraksi dengan teks dan satu sama lain. Peneliti mencatat tingkat keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok dan bagaimana mereka mengidentifikasi informasi dari teks yang dibaca. Selain itu, peneliti juga mencatat sikap siswa terhadap pembelajaran, apakah mereka menunjukkan minat yang tinggi atau justru kesulitan dalam mengikuti kegiatan. Data yang dikumpulkan selama observasi ini akan digunakan untuk menilai sejauh mana metode pembelajaran yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan. Pada tahap refleksi, hasil observasi dan data yang diperoleh dari tes dan umpan balik siswa akan dievaluasi untuk menentukan keberhasilan penerapan model pembelajaran. Guru dan peneliti akan menganalisis apakah tujuan pembelajaran telah tercapai dan apakah ada kekurangan yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. Refleksi ini memungkinkan peneliti dan guru untuk merevisi dan memperbaiki strategi pembelajaran yang diterapkan agar lebih efektif pada siklus kedua. Selama siklus kedua, perbaikan yang dilakukan dapat mencakup penyesuaian teknik pembelajaran atau materi bacaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Proses ini akan terus berlanjut hingga ditemukan strategi yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan. RESULTS AND DISCUSSION Penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan di MIN 27 Aceh Besar menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data pre-test dan post-test, siswa mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan mereka untuk menemukan informasi utama dalam teks bacaan. Sebelum penerapan metode ini, banyak siswa yang kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang berfokus pada detail teks. Namun, setelah mengikuti pembelajaran interaktif, siswa dapat dengan lebih mudah mengidentifikasi informasi penting yang terkandung dalam teks. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari . , yang menunjukkan bahwa metode berbasis diskusi dan analisis teks dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami bacaan dan menemukan informasi kunci. Pembelajaran berbasis aktivitas juga meningkatkan motivasi siswa untuk lebih terlibat dalam proses membaca. Siswa yang sebelumnya cenderung pasif dalam kegiatan membaca, kini lebih aktif berdiskusi dan berpartisipasi dalam mencari informasi dari teks. Banyak siswa yang melaporkan merasa lebih tertarik untuk membaca setelah diberi kesempatan untuk berbagi temuan mereka dengan teman-teman sekelas. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian oleh Hidayat . yang menyatakan bahwa pendekatan yang melibatkan siswa dalam kegiatan diskusi meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran, termasuk dalam kegiatan membaca dan memahami teks. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Namun, penerapan metode pembelajaran interaktif juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya keterampilan beberapa siswa dalam bekerja dalam kelompok atau berdiskusi secara efektif. Beberapa siswa merasa cemas untuk berbicara di depan teman-teman mereka, yang menghambat kemampuan mereka untuk berbagi informasi yang telah mereka temukan dalam teks. Penelitian oleh Aminah . juga menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa dalam berpartisipasi dalam diskusi kelompok dapat mempengaruhi hasil belajar Oleh karena itu, pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi siswa perlu menjadi bagian dari pembelajaran untuk memaksimalkan hasil yang dicapai. Selama siklus pertama, ditemukan bahwa pengelolaan kelas yang melibatkan diskusi kelompok masih menjadi tantangan. Beberapa kelompok siswa kesulitan dalam mengatur waktu atau mendiskusikan materi secara efektif. Pada siklus kedua, guru mulai memperbaiki pengelolaan kelompok dengan menetapkan peran yang lebih jelas bagi setiap anggota kelompok. Hal ini sesuai dengan penelitian oleh Fadilah . , yang mengungkapkan bahwa pengelolaan kelompok yang baik dapat memaksimalkan kontribusi setiap siswa dan memperbaiki dinamika Pembagian peran yang lebih jelas membuat siswa merasa lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, sehingga diskusi menjadi lebih terarah dan produktif. Dari segi hasil belajar, siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal kemampuan mereka untuk mengidentifikasi informasi dari teks. Pada tes post-test, sebagian besar siswa dapat mengidentifikasi informasi yang lebih spesifik dan mendalam dibandingkan sebelum pembelajaran dimulai. Hasil ini mencerminkan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dalam menganalisis teks dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap isi bacaan. Hal ini mendukung penelitian oleh Haryani . , yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat membantu siswa memahami teks dengan lebih baik dan menemukan informasi yang lebih relevan. Model pembelajaran interaktif ini juga memberikan dampak positif pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Siswa yang terlibat dalam diskusi kelompok cenderung lebih mampu mengevaluasi dan menganalisis informasi yang mereka temukan dalam teks. Mereka tidak hanya mencari fakta, tetapi juga mencoba memahami konteks dan relevansi informasi Penelitian oleh Rizki . mengungkapkan bahwa diskusi kelompok dan kegiatan analisis teks dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Siswa yang terlatih untuk berpikir kritis akan lebih mampu memecahkan masalah yang lebih kompleks, tidak hanya dalam Matematika, tetapi juga dalam mata pelajaran lainnya. Selain berpikir kritis, keterampilan komunikasi siswa juga mengalami peningkatan. Dalam diskusi kelompok, siswa belajar untuk menyampaikan pendapat mereka secara jelas dan mendengarkan pandangan orang lain. Keterampilan komunikasi ini sangat penting karena siswa tidak hanya dituntut untuk mengidentifikasi informasi dalam teks, tetapi juga untuk menjelaskan temuan mereka kepada teman-teman sekelas. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Wahyuni . , yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis diskusi dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, yang penting dalam interaksi sosial mereka baik di dalam maupun di luar kelas. Meskipun pembelajaran berbasis aktivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah pemilihan teks bacaan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Beberapa siswa merasa kesulitan memahami teks yang terlalu kompleks atau terlalu panjang. Oleh karena itu, pemilihan bahan bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat siswa sangat penting untuk memastikan bahwa pembelajaran berjalan dengan lancar. Penelitian oleh Lestari . menunjukkan bahwa pemilihan teks yang relevan dengan kehidupan siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang Selain pemilihan teks, penting juga untuk memastikan bahwa guru memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mendalami teks sebelum mereka diminta untuk mengidentifikasi Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 informasi penting. Siswa yang terburu-buru dalam membaca cenderung tidak dapat mengidentifikasi informasi dengan akurat. Dalam penelitian oleh Sulastri . , ditemukan bahwa memberi siswa waktu untuk merenung dan mendiskusikan bacaan mereka sebelum menjawab soal dapat meningkatkan kualitas jawaban mereka. Oleh karena itu, pengaturan waktu yang tepat selama pembelajaran menjadi faktor penting dalam kesuksesan model pembelajaran ini. Penerapan model pembelajaran interaktif juga memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara sosial. Melalui kegiatan diskusi dan kerja kelompok, siswa belajar untuk bekerja sama, mendengarkan, dan menghargai pendapat teman-teman mereka. Keterampilan sosial ini penting dalam kehidupan sehari-hari, karena siswa yang terbiasa bekerja dalam tim akan lebih siap menghadapi tantangan di luar kelas. Penelitian oleh Fadilah . menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan kerja sama kelompok dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan pribadi mereka. Peningkatan keterampilan membaca dan pemahaman informasi juga berdampak pada kemampuan menulis siswa. Setelah mereka lebih memahami cara mengidentifikasi informasi dalam teks, banyak siswa yang dapat menulis dengan lebih jelas dan terstruktur. Mereka dapat menyusun ide-ide mereka dengan lebih baik dan menyampaikan informasi dengan cara yang mudah dipahami. Temuan ini mendukung penelitian oleh Hidayat . , yang menunjukkan bahwa kemampuan membaca yang baik akan memperbaiki kemampuan menulis siswa, karena kedua keterampilan ini saling mendukung satu sama lain. Secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran interaktif di MIN 27 Aceh Besar berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan. Meskipun terdapat tantangan dalam hal pengelolaan kelas dan pemilihan teks, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model ini dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa secara signifikan. Oleh karena itu, penerapan model ini sebaiknya terus dilakukan dan dikembangkan lebih lanjut, dengan perbaikan pada aspek yang masih memerlukan perhatian, seperti pemilihan teks dan pengelolaan diskusi kelompok. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MIN 27 Aceh Besar, penerapan model pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi informasi dalam teks bacaan. Setelah mengikuti pembelajaran berbasis aktivitas, siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka terhadap teks yang dibaca, terutama dalam hal mengidentifikasi informasi penting yang terdapat dalam Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa siswa lebih mampu menemukan informasi utama setelah terlibat dalam diskusi kelompok dan kegiatan analisis teks. Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam mengidentifikasi informasi membantu mereka menghubungkan bacaan dengan pengetahuan yang lebih luas. Selain peningkatan pemahaman, model pembelajaran interaktif juga berhasil meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Siswa yang sebelumnya pasif dan kurang tertarik pada pembelajaran membaca, kini lebih aktif berdiskusi dan menunjukkan antusiasme lebih besar dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas yang mengutamakan keterlibatan siswa dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik. Namun, tantangan yang dihadapi dalam penerapan model ini termasuk pengelolaan kelas dan pemilihan teks bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Beberapa siswa masih kesulitan dalam bekerja sama dalam kelompok atau memilih informasi yang tepat dari teks yang lebih kompleks. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengelola kelompok dengan baik dan memilih teks yang sesuai dengan kemampuan serta minat siswa. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Secara keseluruhan, model pembelajaran interaktif ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan membaca dan mengidentifikasi informasi siswa. Untuk hasil yang lebih optimal, diperlukan perbaikan terus-menerus dalam pemilihan materi, pengelolaan kelas, dan pengembangan keterampilan guru. Model ini sebaiknya diterapkan lebih luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran membaca di sekolah dasar. REFERENCES