Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Analisis Gaya Kepemimpinan Lee Kuan Yew dalam Mengantarkan Singapura menjadi Negara Maju Insan Harapan Harahap Program Studi S1 Ilmu Politik - Universitas Bakrie Jl. Rasuna Said. Kav. C-22. Jakarta Selatan harahap@bakrie. Submited Publish : 3 Januari 2019 : 25 Maret 2019 Abstrak - Lee Kuan Yew merupakan Perdana Menteri Singapura pada periode 1953-1990. Dalam masa kepemimpinannya. Lee menuai pro-kontrasi gaya kepemimpinan yang otoriter sekaligus demokratis, yang kemudian disebut sebagai mobokrasi atau hybrid regime atau AoDemokrasi ala AsiaAo yaitu membatasi kebebasan demokrasi dengan tujuan untuk dapat memelihara tradisi komunitas di Singapura. Oleh beberapa pakar. Lee digambarkan sebagai pemimpin yang kharismatik, diktator, dan sekaligus pemimpin transformasional, karena mampu memotivasi dan membawa kemajuan besar pada semua sektor. Model kepemimpinan Lee telah menjadi alat pemelihara proses politik dan ekonomi Singapura yang berkinerja tinggi dan stabil, dalam waktu yang bersamaan. Lee berhasil merubah Singapura menjadi negara maju dan negara metropolitan ketiga di dunia dengan waktu yang relatif singkat . iga dekad. Oleh The Heritage Foundation dalam 2013 Ten Economic Freedom. Singapura mendapat peringkat kedua dunia dengan skor rata-rata 88. 0 sebagai negara yang memiliki kepatuhan hukum, pemerintahan yang terbatas, efisiensi, dan pasar tebuka. Selain itu. Singapura berhasil memperoleh GDP US$14. 000, serta negara yang bersih dari Kata Kunci: kepemimpinan, demokrasi, otoriter. Lee Kuan Yew Abstrac - Lee Kuan Yew was the Prime Minister of Singapore in the period of 1953-1990. During his leadership. Lee evoked the controversy of an authoritarian and democratic leadership style, which was known as mobokrasi or hybrid regime that limits the democratic freedom with the aim at maintaining the traditions of the community in Singapore. Some experts think that Lee is described as a charismatic, dictator and transformational leader because he is able to motivate and bring great progress to all sectors. At the same time. Lee's leadership model has become a tool for maintaining Singapore's high-performance and stable political and economic processes. Lee managed to turn Singapore into a developed country and the third metropolitan country in the world with a relatively short time . hree decade. By The Heritage Foundation in the 2013 Ten Economic Freedom. Singapore was the second rank in the world with an average score of 88. 0 as a country that has legal compliance, limited governance, efficiency, and open markets. Singapore managed to obtain US $ 14,000 GDP, as well as a country that is free from corruption. Keywords: leadership, democracy, authoritarian. Lee Kuan Yew dan pemberian pengaruh pada kegiatan dari kelompok anggota yang saling berhubungan Kepemimpinan tidak akan lepas dari siapa yang memimpin yang disebut pemimpin. Pemimpin adalah paduan antara relasi dan Kepemimpinan muncul akibat hasil interaksi antara pemimpin dengan orang yang dipimpin (Kartono, 2. Pemimpin adalah agen perubahan, orang yang perilakunya lebih besar untuk mempengaruhi orang lain dibandingkan orang lain mempengaruhinya (Ivancevich. Konopaske, & Matteson, 2. Selain mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas organisasi, peran pemimpin harus disertai dengan rancangan proses manajemen PENDAHULUAN Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa terlepas dari peran orang lain. Sehingga, dalam berkehidupan masyarakat dan negara, manusia tidak bisa menampik kemungkinan bahwa peran dari orang lain sangat dibutuhkan. Hal tersebut dilakukan melalui proses saling membantu satu sama lain, sehingga manusia kemudian membentuk organisasi atau negara untuk dapat meningkatkan kualitas hidup Namun demikian, organisasi hanyalah suatu perkumpulan dari orang-orang yang tidak Kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. dan struktur organisasi sehingga tercipta budaya organisasi yang kondusip, yang sangat mempengaruhi keberhasilan mencapai sasaran (Jatmiko, 2. Dalam keberlangsungan sebuah organisasi, peran dari pemimpin sangat dibutuhkan untuk menjadi nahkoda dalam merealisasikan visi dan misi yang ingin dicapai oleh anggota Dengan demikian, dapat kita ketahui bagaimana peranan dari pemimpin menjadi sosok yang sangat sentral. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh pemimpian harus menjadi wajah utama dari sebuah negara. Negara yang dapat dikatakan berhasil tergantung dari bagaimana pemimpin mengimplementasikan sebuah kebijakan guna mencapai sesuatu yang telah diagendakan. Pemimpin harus benar-benar bijaksana dan benar-benar dapat mempertanggungjawabkan semua kegiatan, baik secara moral maupun secara formal (Najib, 2. Kepemimpinan lebih erat kaitannya dengan fungsi penggerakan . dalam Fungsi penggerakan mencakup komunikasi, pelatihan, dan bentuk-bentuk pengaruh pribadi lainnya (Winardi, 2. Fungsi tersebut juga dianggap sebagai tindakan mengambil inisiatif dan mengarahkan pekerjaan yang perlu dilaksanakan dalam sebuah Dengan demikian actuating sangat erat kaitannya dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan agar tujuan-tujuan organisasi dapat tercapai seperti yang diinginkan. Winardi juga mengemukakan bahwa sekalipun terdapat banyak teori tentang fungsi-fungsi manajemen, namun dapat disederhanakan bahwa fungsi manajemen setidaknya meliputi: perencanaan, pengawasan (Winardi, 2. Perencanaan yang telah ditetapkan memerlukan tindakan untuk mengerahkan sumberdaya manusia dan sumberdaya alam untuk dapat direalisasikan. Rencana yang telah ditetapkan otomatis menunjukkan batas-batas pengambilan keputusan dan batas-batas pelaksanaan aktivitas. Hal tersebut dituntut untuk dapat mengantisipasi tentang kejadiankejadian, masalah yang akan muncul, dan hubungan kausalitas antar pihak terkait dalam suatu organisasi atau negara di masa Mengingat bahwa di masa mendatang terdapat ketidakpastian, maka antisipasi yang telah ditetapkan pun sering tidak berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, pemimpin harus pintar melihat segala sesuatu yang dianggap akan menjadi sebuah permasalahan atau ancaman, serta pemimpin harus cermat dalam menentukan arah kebijakan. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya pemahamanya terhadap situasi dan kondisi serta perilaku para bawahannya. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya, setiap pemimpin mempunyai perilaku dan cara tertentu dalam memimpin, yang mana dari perilaku tersebut dapat menunjukan gaya kepemimpinannya, karena gaya kepemimpinan mencerminkan apa merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan. Dan gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh ketika dipergunakan oleh pimpinan di dalam kepemimpinannya (Wirawan, 2. Gaya kepemimpinan adalah norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada mempengaruhi perilaku orang lain (Thoha. Gaya kepemimpinan pada dasarnya perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom yang Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan (Davis & Newstrom. Gaya kepemimpinan mewakili filsafat, ketrampilan, dan sikap pemimpin dalam politik. Gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan tertentu. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku . atakata dan tindakan-tindaka. dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain (Hersey. Blanchard, & Johnson, 1. Menurut Kartono (Kartono, 2. dan Nawawi (Nawawi, 2. , gaya kepemimpinan dibagi menjadi tiga macam, yaitu: Otoriter . , yaitu pemimpin yang memusatkan semua keputusan organisasi pada dirinya sendiri. Dia adalah Para melaksanakan tugas yang diberikan oleh Demokratis . , yaitu pemimpin yang memberikan keleluasaan kepada bawahan untuk ikut berkontribusi dalam pembuatan keputusan organisasi. Dia mengutamakan orientasi hubungan dengan para bawahan. Para bawahan diberikan Setiap dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang Bebas . , yaitu pemimpin yang memberikan kebebasan kepada bawahan Semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya, sehingga dengan demikian kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan. Namun, ada juga beberapa gaya kepemimpinan yang cenderung didefinisikan sebagai karakter dari sebuah pemimpin Kepemimpinan transformasional merupakan pendekatan terakhir yang hangat dibicarakan selama dua dekade terakhir ini. Kepemimpinan kepemimpinan modern yang gagasan awalnya dikembangkan oleh James McGroger dan Burns, yang secara eksplisit mengangkat suatu teori bahwa kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses dimana pimpinan dan para bawahannya berusaha mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi (Burn. Selanjutnya menurut Burns, bahwa hakekatnya menekankan seorang pemimpin melakukan tanggung jawab mereka lebih dari Pemimpin Transformasional mengartikulasikan visi organisasi, dan bawahan harus menerima dan mengakui pemimpinnya (Burn, 1. Namun kepemimpinan memiliki tiga pola dasar, yaitu orientasi proses, orientasi hubungan, dan orientasi hasil. Sedangkan gaya kepemimpinan yang sering dijumpai dalam organisasi, termasuk organisasi yang lebih luas seperti kempimpinan demokratis, dan kepemimpinan Penulis melihat bahwa isu kepemimpinan menarik untuk diteliti, khususnya ciri atau gaya kepemimpinan Lee Kuan Yew dalam menjalankan pemerintahannya dalam tekanan dan tudingan yang dihadapainya, sehingga sukses membawa Singapura menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia. Pertumbuhan ekonomi adalah Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. salah satu indikator sebuah negara untuk dikatakan sebagai negara maju atau negara Negara maju merupakan sebutan bagi negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Kebanyakan negara dengan GDP (Gross Domestic Brut. per kapita tinggi dianggap negara maju. Negara maju mempunyai ciri-ciri pendapatan perkapita tinggi, angka kematian dan angka kelahiran rendah, dan angka indeks pembangunan manusia yang tinggi (Utami & Kurniawati. Artinya negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kualitas hidup dan kesejahteraan yang tinggi. Biasanya Pendapatan Nasional Bruto (PNB) perkapita tinggi dianggap sebagai negara maju. Ciri negara maju adalah angka pertumbuhan penduduk yang relatif rendah, tingkat kematian bayi pun sangat rendah karena mereka memiliki kamajuan dalam bidang kedokteran, usia harapan hidup yang tinggi, serta rendahnya angka ketergantungan lansia terhadap anaknya (Ciputrauceo. Pengelompokan negara maju oleh Ciputraceo. net, memasukkan Singapura. Jepang. Hongkong, sebagai negara maju di kawasan Asia. Berdasarkan paparan di atas, maka penelitian ini akan menganalisis gaya kepemimpinan dan hasil kepemimpinan Lee Kuan Yew saat memimpin Singapura pada periode 1959-1990. Presiden Lee Kuan Yew menuai berbagai pro dan kontra dalam masa Dengan melihat realita pada saat ini, banyak yang melontarkan konotasi baik atau buruk. Namun, pada intinya bahwa Lee Kuan Yew memiliki legitimasi untuk memimpin dan mengimplementasikan setiap kebijakannya untuk memperbaharui wajah Singapura pada periode tersebut. Penelitian mendeskripsikan bagaimana Lee Kuan Yew memimpin Singapura dalam tiga dekade, dan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Singapura. Pembahasan mengenai kepemimpinan Lee Kuan Yew, akan ditulis secara deskriptif dengan melihat bagaimana gaya kepemimpinan pada masa berkuasa sebagai Perdana Menteri. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menekankan analisis atas gaya kepemimpinan Lee Kuan Yew dalam membawa Singapura sebagai salah satu negara maju di Asia hanya dalam kurun waktu tiga dekade. Data penelitian ini bersumber dari bahan pustaka berupa buku, karya ilmiah, dan beritaberita menggambarkan gaya kepemimpinan Lee Kuan Yew sebelum dan selama menjadi Perdana Menteri Singapura. Setelah itu, penulis juga akan memaparkan kemajuan dan kesejahteraan Singapura Singapura kepemimpinan Lee Kuan Yew. HASIL DAN PEMBAHASAN Awal kebangkitan Lee Kuan Yew sehingga menjadi pemimpin Singapura dimulai dengan mendirikan partai bersama kolegakoleganya, yaitu PeopleAos Action Party (PAP). Di partainya sendiri. Lee Kuan Yew berhasil menduduki jabatan strategis yaitu posisi Sekretaris Jenderal. PAP mengikuti pemilihan legislatif pertamanya pada tahun 1955, namun karena Singapura masih menjadi negara koloni Inggris pada saat itu. PAP hanya menjadi partai minoritas, sementara yang menjadi partai mayoritas adalah Party Labour. Dikarenakan masih menjadi koloni Inggris, jabatan perdana menteri tidak ada pada saat itu. Seiring waktu berjalan. Lee Kuan Yew menjadi salah satu delegasi Singapura yang membantu menegosiasikan agar Singapura menjadi negara yang self-governing di dalam sistem negara persemakmuran pada saat itu. Akhirnya. Singapura mendapatkan haknya dan pada tahun 1959. Singapura mengadakan pemilihan di bawah undang-undang dan Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. konstitusional yang baru, dan PAP menjadi partai pemenang dengan suara mayoritas, yang sekaligus mengantarkan Lee Kuan Yew menjadi perdana menteri Singapura yang pertama pada tanggal 5 Juni 1959 dan Lee pertamanya (Britannica Editors, 2. Oleh Bell . alam Natali. , menyatakan bahwa Lee Kuan Yew menjadi penguasa Singapura yang memegang kekuasaan sampai Lee membuat batasan-batasan dalam kebebasan demokrasi yang bertujuan untuk memelihara tradisi komunitas di Singapura. Lee beranggapan bahwa tradisi bercorak Asia sulit dilepaskan untuk tiap komunitas, karena pergantian identitas tersebut butuh evolusi yang panjang. Lee menilai, apabila Singapura menerapkan demokrasi ala Barat, akan menimbulkan berbagai masalah, meningkatnya single parent dengan anak yang menimbulkan kemiskinan, sehingga menyianyiakan semua yang sudah dikerjakan. Lebih lanjut. Lee menyatakan bahwa Singapura akan lebih mengutamakan kepentingan komunitas dibanding demokrasi untuk memelihara pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil (Natalia, 2. Selanjutnya, untuk memelihara politik internal yang kondusif dan pertumbuhan ekonomi yang stabil seacara simultan. Lee menerapkan kepemimpinan semi otoriter. Setiap warga negara yang patuh pada hukum, bekerja dengan tekun, dan bersifat ofensif terhadap pemerintah, tidak perlu takut terhadap Namun bagi mereka yang mengkritisi dan menantang pemerintah, akan mendapat masalah (Bell, 1. Keunikan Singapura dapat terlihat dari pembauran kebijakan politik dan kebijakan ekonomi, sehingga menurut Lingle, rezim Singapura sebagai rezim otoriter-kapitalis. Rezim Singapura keamanan nasional dengan suatu rasa takut yang abstrak dengan penyebab yang tidak jelas, serta hukuman yang dapat diberikan oleh pemerintah (Lingle, 1. Lebih lanjut. Lingle menjelaskan bahwa kombinasi seperti ini telah menjadi kunci dari pelaksanaan mobokrasi, atau dengan bahasa lain Audemokrasi ala AsiaAy. Rezim PAP yang sedang berkuasa menerapkan sistem Aumengatur dengan rasa takut,Ay mengkombinasikan demokrasi ala Barat dengan nilai-nilai tradisi bercorak Asia. Ini adalah penanda bahwa sistem pemerintahan Singapura termasuk dalam klasifikasiAuhybridAy (Lingle, 1. Dasar-dasar Asian Values di atas lebih mengarahkan sebuah pemerintahan kepada bentuk yang lebih otoriter dibandingkan demokrasi liberal. Oleh karena itu. Sigapura saat masa pemerintahan Lee Kuan Yew yang menerapkan nilai-nilai lokal Asia dalam kepemimpinannya dinilai menganut sistem Otoritarianisme Lee Kuan Yew di Singapura dapat dilihat dari beberapa hal lainnya selain penerapan Asian Values yang dijadikan pembenaran bagi berlangsungnya rezim otoriter tersebut. Hal yang pertama dan paling terlihat adalah mekanisme penciptaan sistem partai dominan di Singapura yang bahkan dikatakan sebagai state party. PAP sebagai partai yang dibentuk oleh Lee Kuan Yew merupakan partai yang menduduki kursi pemerintahan Singapura. Hal ini diperoleh melalui jalur manipulasi hukum, inovasi dalam penyelenggaraan pemilihan umum, pembatasan wacana publik serta membangun hambatan bagi partai oposisi. Sebagai partai yang sedang berkuasa, dalam sistem parlementer PAP memiliki keuntungan mempengaruhi sistem pemilihan umum dan memilih waktu pelaksanaan pemilihan (Mauzy, 2. Dengan menerapkan sistem otoiritarian ala Asian Value, pemerintahan Lee mampu membawa Singapura menempati peringkat kedua dunia di dalam index Sepuluh Kebebasan Ekonomi (Ten Economic Freedom. oleh The Heritage Foundation dengan skor rata-rata Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Kebebasan Ekonomi tersebut terbagi dalam empat kelompok utama, yaitu aturan hukum, pemerintahan yang terbatas, efisiensi peraturan, dan pasar terbuka (Miller. Holmes, & Feulner, 2. Lee Kuan Yew merupakan pemimpin yang kesejahteraan bagi masyarakatnya. Beliau meninggalkan kursi perdana menteri dengan catatan GDP Singapura sebesar US$14,000. Semua itu diraih dengan penerapan disipin politik yang tinggi pada pemerintah Singapura seperti membudayakan pemerintahan tanpa Selain itu. Lee juga merupakan pemimpin yang mendukung dan menerapkan Machiavelli pemimpin yang ditakuti. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya, yaitu (McCarthy, 2. membangun perekonomian dan segala sektor yang ada di Singapura. Negara Singapura adalah salah satu Negara yang sukses di dunia melalui gaya kepemimpinan Lee Kuan Yew yang akhirnya Singapura Negara metropolitan ketiga di dunia yang berkembang hanya dalam tiga dekade. Meskipun begitu tetapi banyak kritikus yang menggambarkan gaya kepemimpinannya sebagai otokratis dan Lee Kuan Yew merupakan seorang pemimpinan yang karismatik dan juga transformasional karena ia adalah pemimpin yang sangat baik hampir di semua bidang. Dubrin menyatakan bahwa sebagian besar pemimpin karismatik mampu menginspirasi dan memotivasi orang tetapi biasanya tidak mampu membawa perubahan besar seperti pemimpin transformasional (DuBrin. Dalglish, & Miller, 2. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa Lee Kuan Yew telah mengubah Singapura secara drastis dengan tujuannya yang sangat tinggi untuk bisa Siangapura menjadi Negara yang lebih baik. Dalam sebuah buku Lee Kuan Yew yaitu Hard Truths to Keep Singapore Going disimpulkan bahawa ia memiliki tiga keutamaan disepanjang pemerintahannya yaitu adanya keselamatan nasional, ekonomi, dan isuisu sosial (Ibrahim, 2. Sebagai seorang Perdana Menteri. Lee Kuan Yew dikenal karismatik, dimana ia terkenal dengan keterusterangannya, dan ia tidak pernah takut untuk berterus terang tentang apa yang ia lihat sebagai suatu kebenaran. Adanya kemampuan yang jujur itu adalah salah satu kunci bagi seorang Karena hal terbaik yang bisa dilakukan untuk tim yaitu dengan mengakui dan mengatakan yang sebenarnya. Walaupun beberapa anggota mungkin akan tersinggung atau merasa tidak nyaman, akan tetapi hal tersebut akan membuat seorang pemimpin mendapat rasa hormatnya dan orang lain akan mempercayai tipe pemimpin yang seperti ini. AuBetween being loved and being feared. I have always believed Machiavelli was right. If nobody is afraid of me. IAom meaningless. When I say something, to make it easier for me to govern. I have to be taken very So when I say Auplease donAot do thatAy, you do it. I have to punish you because I was not joking when I said that. And when I punish, itAos to punish publicly. And people will know the next time, if you want to do that when he said Auno, donAot do itAy, you must be prepared for a brutal What the crowd thinks of me from time to time. I consider totally irrelevant . Ay Meskipun dengan hybrid regime yang telah digunakan Lee Kuan Yew untuk Singapura, kenyataannya beliau berhasil dalam memajukan perekonomian Singapura. Melihat realitanya saat ini. Singapura menjadi salah satu dari negara yang ada di Asia yang memiliki kemampuan sangat baik dalam perkembangan Hal ini kemudian, tidak bisa dilepaskan dari sosok Lee Kuan Yew yang begitu cerdas dalam membuat keputusan dan Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Dalam pemerintahan, perbedaan sistem yang telah dianut oleh Lee Kuan Yew begitu cerdas untuk memfilter segala bentuk intervensi ideologi Barat. Beliau telah berhasil untuk membuat dan menerapkan ideologi dan sistem pemerintahan tertentu sesuai dengan kondisi dan situasi yang pada saat itu dialami dan dihadapi oleh Singapura. pemerintahan yang terbatas, efisiensi, dan pasar tebuka dalam 2013 Ten Economic Freedom. Selain itu. Singapura berhasil memperoleh GDP US$14. 000, serta negara yang bersih dari DAFTAR REFERENSI Bell. A Communitarian Critique of Authoritarianism: The Case of Singapore. Political Theory, 25. , 6Ae32. Britannica Editors. Lee Kuan Yew: Prime Minister of Singapore. Retrieved December https://w. com/biography/Le e-Kuan-Yew Burn. Konsep Diri: Teori. Pengukuran. Perkembangan dan Perilaku (Alih Bahasa: Edd. Jakarta: Arcan. Ciputrauceo. Ciri-Ciri Negara Maju dan Contoh Negara Maju. Retrieved December http://ciputrauceo. net/blog/2016/6/20/i4u Davis. , & Newstrom. Perilaku dalam Organisasi (Alih Bahasa: Agus Dharm. Jakarta: Erlangga. DuBrin. Dalglish. , & Miller. Leadership. Queensland: John Wiley & Sons. Hersey. Blanchard. , & Johnson. Management of Organizational Behavior: Utilizing Human Resources . th ed. New Jersey: Prentice Hall. Ibrahim. Lee Kuan Yew: Hard Truths to Keep Singapore Going. Singapore: Straits Times Press. Ivancevich. Konopaske. , & Matteson, . Perilaku dan Manajemen Organisasi (Alih Bahasa: Gina Gani. (W. Hardani & B. Yoso. Eds. ) . st ed. Jakarta: Erlangga. Jatmiko. Pemimpin dan Kepemimpinan Organisasi. Forum Ilmiah, 10. , 209Ae Kartono, . Pemimpin Kepemimpinan. Jakarta: Raja Grafindo. KESIMPULAN Melihat gaya kepemimpinan Lee Kuan Yew di Singapura, dapat dipahami bahwa menjadi seorang pemimpin yang otoriter, tidak serta-merta dilambangkan dengan kekerasan dan penyempitan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan pemikiran dan gagasan yang mereka miliki. Lee Kuan Yew pada masa kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri Singapura, kepemimpinan otoritarian dan demokratis yang kemudian dapat disebut sebagai mobokrasi atau hybrid regym, atau Aodemokrasi ala Asia. Ao Model kepemimpinan Lee menjadi alat pemelihara proses politik dan ekonomi Singapura yang berkinerja tinggi dan stabil, dalam waktu yang Gaya ini terbukti mampu membawa Singapura menuju negara yang maju dalam waktu yang relatif singkat . iga dekakd. Lee Kuan Yew berkaca dari demokrasi ala Barat telah menimbulkan berbagai masalah yang tidak terselesaikan, seperti kriminalitas yang tinggi dan obat-obat terlarang. Beberapa menggambarkan bahwa gaya kepemimpinannya Lee Kuan Yew sebagai pemimpin otokratis dan diktator, namun Lee juga merupakan seorang pemimpinan yang karismatik dan juga transformasional karena mampu memotivasi rakyat Singapura dan membuat kemajuan besar di semua sektor. Lee Kuan Yew telah mengubah Singapura secara drastis dengan Siangapura menjadi Negara yang lebih baik. Sebagai contoh. Singapura mendapat peringkat kedua dunia dengan skor rata-rata 88. 0 sebagai negara yang memiliki kepatuhan hukum. Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 1, . , pp. Lingle. Singapore and Authoritarian Capitalism. The Locke Luminary, 1. Part 3. Mauzy. The Challenge to Democracy: SingaporeAos and MalaysiaAos Resilient Hybrid Regime. Taiwan Journal of Democracy, 2. , 47Ae68. McCarthy. The Political Theory of Tyranny in Singapore and Burma: Aristotle and the Rhetoric of Benevolent Despotism . st ed. New York: Taylor & Francis e-library. Miller. Holmes. , & Feulner. 2013 Index of Economic Freedom. Washington: The Heritage Foundation. Najib. Konstruksi Kepemimpinan Ideal untuk Indonesia. IN RIGHT - Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 3. , 142Ae161. Natalia. Keterkaitan Tipe Rezim dengan Pembangunan Ekonomi Suatu Negara Studi Kasus East Asian Miracles. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 10. , 107Ae121. Nawawi. Perencanaan SDM untuk Organisasi Profit yang Kompetitif. Yogyakarta: UGM Press. Thoha. Teori-teori Mutakhir Administrasi Publik. Yogyakarta: Rangkang Education. Utami. , & Kurniawati. Negara Maju Berkembang. Jakarta: Kemenristekdikti. Winardi. Asas-Asas Manajemen. Bandung: Mandar Maju. Wirawan. Kapita Selekta Teori Kepemimpinan . st ed. Jakarta: Uhamka Press.