P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Challenges And Strategies For Implementing Arabic Language Environment In Islamic Boarding Schools Saproni Muhammad Samin1. Ismail Akzam2. Rojja Pebrian3. Mahmud Harits Fikriansyah4 1,2,3,4 Universitas Islam Riau. Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau 28284. Indonesia e-mail: safroni. ahmad@edu. ABSTRACT This study seeks to develop a strategy for the implementation of a conducive Arabic language environment in Islamic boarding schools. This study employs a qualitative research method with a descriptive research design. The target population consists of Islamic boarding schools in Riau that offer an Arabic language teaching program. The research sample comprises 12 Islamic boarding schools selected purposively based on the criteria of having an Arabic language teaching program and having participated in the community service program "Strengthening the Strategy for Implementing the Arabic Language Environment in Riau Islamic Boarding Schools". The research instruments utilized are questionnaires and interviews. Data analysis is conducted using descriptive analysis and content analysis. The findings of the study indicate that several Islamic boarding schools have implemented an Arabic language environment but still encounter challenges in the consistency of Arabic language use, limited facilities, and the number of teachers. This study recommends several strategies to enhance the effectiveness of implementing an Arabic language environment in Islamic boarding schools, including improving the quality of teachers, developing more effective learning materials, increasing student engagement in Arabic language activities, and intensifying the use of technology in Arabic language learning. Keywords: Arabic Language. Islamic Education. Language Environment. Technology-Based Learning ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi penerapan lingkungan bahasa Arab yang kondusif di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi target adalah pesantren-pesantren di Riau yang memiliki program pengajaran bahasa Arab. Sampel penelitian ini terdiri dari dua belas . pesantren yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria memiliki program pengajaran bahasa Arab dan telah berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat "Penguatan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Riau". Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa pesantren telah menerapkan lingkungan bahasa Arab, namun masih menghadapi tantangan dalam konsistensi penggunaan bahasa Arab, keterbatasan fasilitas, dan jumlah tenaga Penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi untuk meningkatkan efektivitas penerapan lingkungan bahasa Arab di pesantren, seperti meningkatkan kualitas tenaga pengajar, mengembangkan materi pembelajaran yang lebih efektif, meningkatkan keterlibatan santri dalam kegiatan berbahasa Arab, dan mengintensifkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab. Kata Kunci: Bahasa Arab. Edukasi Islam. Lingkungan Bahasa. Pembelajaran Berbasis Teknologi FIRST RECEIVED: 2025-01-16 REVISED: 2025-03-16 ACCEPTED: 2025-03-16 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-03-27 Corresponding Author: Saproni Muhammad Samin AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 ENDAHULUAN Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren adalah topik yang sangat relevan dan penting dalam konteks pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an dan hadits memiliki peran sentral dalam kehidupan umat Islam, namun dalam beberapa tahun terakhir, minat dan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab telah mengalami penurunan. Seperti yang ditemukan oleh Annas . dan Alfitri et al. , kurangnya lingkungan yang kaya akan bahasa dapat menghambat kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab, khususnya di pesantren. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek, termasuk kemampuan berbahasa Arab. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pesantren menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang penerapan lingkungan bahasa Arab di pesantren telah menghasilkan temuan yang signifikan. Salah satu temuan yang paling menarik adalah bahwa lingkungan bahasa yang kondusif sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab (Fadhlan et al. , 2024. Pikri, 2022. Yul et , 2. Penelitian oleh Supardi et al. menunjukkan bahwa lingkungan didaktik yang terorganisir dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Selain itu, penelitian oleh Osman et al. juga menemukan bahwa bilingualisme dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan hasil belajar siswa. Namun, penelitian lain juga menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kekurangan dalam penerapan lingkungan bahasa Arab di pesantren (Agustin et al. , 2024. Muflihatin & Hasanah, 2. Penelitian oleh Zhang . menemukan bahwa lingkungan belajar yang tidak kondusif dapat menghambat kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa. Selain itu, penelitian oleh Tai & Chen . juga menemukan bahwa lingkungan interaktif yang sehat sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa. Dalam konteks ini, penelitian lain yang relevan adalah penelitian oleh Annas . yang menemukan bahwa kurangnya lingkungan yang kaya akan bahasa dapat menghambat kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan yang imersif dan mendukung dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan berbicara bahasa Arab. Penelitian yang relevan juga ada penelitian yang dilakukan oleh Samin . 9b, 2019c. Samin. Dakhilullah, et al. , 2023. Samin et al. , 2021, 2022. Samin. Zulkifli, et al. Samin & Hikmah, 2021. Saproni, 2. bahwa kemandirian belajar merupakan faktor penting dalam proses belajar bahasa Arab. Salahsatu untuk menumbuhkan kemandirian belajar adalah melalui penciptaan lingkungan bahasa. Penelitian lain yang relevan adalah penelitian oleh Fitrianto . yang menemukan bahwa lingkungan imersif yang mendukung dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan berbicara bahasa Arab. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam lingkungan bahasa Arab dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Dalam konteks ini, penelitian lain yang relevan adalah penelitian oleh Yusuf et al. yang menemukan bahwa lingkungan bahasa yang kaya dan mendukung dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan berbicara bahasa Arab. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam lingkungan bahasa Arab dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar. Penelitian lain yang relevan adalah penelitian oleh Qobilovna . yang menemukan bahwa lingkungan bahasa yang kaya dan mendukung dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan berbicara bahasa Arab. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam lingkungan bahasa Arab dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan pentingnya lingkungan bahasa dalam mempelajari bahasa Arab, masih terdapat beberapa kekurangan dalam penerapan lingkungan bahasa Arab di pesantren. Berdasarkan state of the art yang ada, gap penelitian ini dapat dipersempit menjadi kurangnya strategi yang efektif dalam menerapkan lingkungan bahasa Arab yang kondusif di pesantren, serta kurangnya penelitian yang mengintegrasikan berbagai temuan tentang lingkungan bahasa Arab yang kondusif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab, tidak adanya penelitian yang secara spesifik meneliti strategi penerapan lingkungan bahasa Arab yang kondusif di pesantren, dan kurangnya penelitian yang menginvestigasi bagaimana lingkungan bahasa Arab yang kondusif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena akan mengembangkan strategi yang efektif dalam menerapkan lingkungan bahasa Arab yang kondusif di pesantren. Penelitian ini juga akan menginvestigasi bagaimana lingkungan bahasa Arab yang kondusif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Berdasarkan latar belakang dan state of the art di atas, penelitian ini akan menjawab pertanyaan berikut: Bagaimana strategi yang efektif dalam menerapkan lingkungan bahasa Arab yang kondusif di pesantren? Bagaimana lingkungan bahasa Arab yang kondusif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab? METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian Populasi target adalah pesantren-pesantren di Riau yang memiliki program pengajaran bahasa Arab. Sampel penelitian ini terdiri dari 12 pesantren yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria memiliki program pengajaran bahasa Arab dan telah berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat "Penguatan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Riau". Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang demografi, motivasi, dan hambatan dalam penerapan lingkungan bahasa Arab di pesantren. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data lebih lanjut tentang strategi penerapan lingkungan bahasa Arab yang efektif dan hambatan yang dihadapi pesantren dalam menerapkan lingkungan bahasa Arab. Data informan yang diwawancarai terdiri dari 12 informan yang berasal dari 12 pesantren yang dipilih sebagai sampel penelitian. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis isi. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik demografi dan motivasi pesantren dalam penerapan lingkungan bahasa Arab. Analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi tema dan pola dalam data wawancara tentang strategi penerapan lingkungan bahasa Arab yang efektif dan hambatan yang dihadapi pesantren. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Kuisioner Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hasil yang Pertama, mayoritas pesantren di Riau sudah berupaya menerapkan lingkungan Bahasa Arab, namun masih menghadapi tantangan dalam konsistensi penggunaan Bahasa Arab, keterbatasan fasilitas, dan jumlah tenaga pengajar. Kedua, dukungan dari pimpinan pesantren serta penguatan sistem evaluasi dan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerapan lingkungan Bahasa Arab di masa mendatang. Ketiga, motivasi utama santri untuk belajar Bahasa Arab adalah untuk memahami Al-Qur'an dan Hadits, serta persiapan studi lanjutan. Gambar 1. Motivasi Santri Belajar Bahasa Arab Pada gambar 1, didapati data bahwa 66. 7% motivasi santri dalam belajar bahasa Arab adalah untuk memahami teks keagamaan Islam, sedangkan 16. 7% adalah untuk tujuan persiapan studi lanjut, dan 16. 7% lainnya menunjukkan tujuan lainnya. Keempat, beberapa saran untuk penguatan program lingkungan Bahasa Arab antara lain menambah jumlah tenaga pengajar yang kompeten, mengadakan Arabic Camp secara berkala, memberikan pelatihan rutin kepada tenaga pengajar, dan menerapkan sistem reward dan punishment untuk meningkatkan motivasi santri. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa ada beberapa pesantren yang telah menetapkan peraturan resmi mengenai penggunaan atau penerapan Bahasa Arab di lingkungan mereka. Peraturan ini mungkin mencakup kebijakan terkait pembelajaran, komunikasi, atau kewajiban menggunakan Bahasa Arab dalam aktivitas tertentu. Namun, di sisi lain, masih terdapat sejumlah pesantren yang belum memiliki aturan yang jelas mengenai penerapan Bahasa Arab. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dalam regulasi antar pesantren, di mana sebagian sudah memiliki kebijakan yang terstruktur, sementara yang lain belum secara spesifik mengatur hal tersebut. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Gambar 2. Keberadaan Regulasi Formal Pada gambar 2, data menunjukkan bahwa sebesar 58. 3% menjawab bahwa pesantren sudah memiliki regulasi formal tentang penerapan lingkungan bahasa Arab, sedangkan 33. menunjukkan jawaban yang ragu-ragu, sedangkan 8. 4% menjawab tidak ada regulasi formal di pondok pesantren mengenai penerapan lingkungan bahasa Arab. Selain itu, beberapa pesantren menerapkan kewajiban berkomunikasi dalam Bahasa Arab di seluruh area pesantren, sedangkan beberapa pesantren lain hanya mewajibkan penggunaan Bahasa Arab di waktu atau tempat tertentu. Gambar 3. Kewajiban Berkomunikasi santri dengan bahasa Arab Pada gambar 3, data menunjukkan bahwa sebesar 33. 3% menjawab bahwa pesantren mewajibkan secara penuh komunikasi santri dengan bahasa Arab, sedangkan 50% menunjukkan adanya kewajiban komunikasi santri dengan bahasa Arab namun di waktu dan tempat tertentu, sedangkan 16. 7% menjawab tidak ada kewajiban sama sekali mengenai kewajiban komunikasi santri dengan bahasa Arab. Dalam hal fasilitas dan materi pembelajaran, beberapa pesantren memiliki perpustakaan dengan koleksi buku Bahasa Arab, media digital seperti aplikasi pembelajaran, dan video pembelajaran interaktif. Namun, masih ada beberapa pesantren yang belum memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran Bahasa Arab. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Gambar 4. Fasilitas Pendukung Pembelajaran Bahasa Arab Pada gambar 4, data menunjukkan bahwa sebesar 41. 7% menjawab bahwa pesantren tidak mempunyai fasiltas pendukung pembelajaran bahasa Arab seperti laboratorium bahasa, perpustakaan maupun media digital. Sebesar 33. 3% memiliki fasilitas pendukung berupa media digital dalam bentuk aplikasi atau perangkat lunak pembelajaran bahasa Arab. pesantren memiliki perpustakaan dengan koleksi buku bahasa Arab, dan 0% atau tidak ada satupun pesantren yang mempunyai labor bahasa Arab. Gambar 5. Materi Pembelajaran Bahasa Arab Tambahan Pada gambar 5, data menunjukkan bahwa sebesar 75% pesantren mempunyai buku atau modul pembeljaran bahasa Arab moderen, sebesar 41. 7% pesantren mempunyai video pembelajaran interaktif, sebesar 25% pesantren mempunyai podcast atau audio bahasa Arab, sebesar tidak mempunyai fasiltas pendukung pembelajaran bahasa Arab seperti laboratorium bahasa, perpustakaan maupun media digital. Sebesar 33. 3% memiliki fasilitas pendukung berupa media digital dalam bentuk aplikasi atau perangkat lunak pembelajaran bahasa Arab. 25% pesantren memiliki perpustakaan dengan koleksi buku bahasa Arab, dan 0% atau tidak ada satupun pesantren yang mempunyai labor bahasa Arab. Dalam penelitian ini, juga ditemukan bahwa beberapa pesantren memiliki kendala dalam penerapan lingkungan Bahasa Arab, seperti rendahnya motivasi santri, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten, minimnya fasilitas pembelajaran, dan rasa malu atau tidak percaya diri santri dalam berbicara menggunakan Bahasa Arab. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Gambar 6. Kendala Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Pada gambar 6, data menunjukkan bahwa sebesar 58% kendala terbesar dalam penerapan lingkungan bahasa Arab berupa rasa malu atau tidak percaya diri santri dalam berkomunikasi dengan bahasa Arab. Sebesar 50% menjawab bahwa kendala utama penerapan lingkungan bahasa Arab di pesantren adalah kurangnya tenaga pengajar yang kompeten. Sebesar 33% adalah kendala minimnya fasilitas pembelajaran, sebesar 25% adalah kendala rendahnya motivasi santri. Sedangkan 16. 7% menjawab tidak adanya regulasi yang jelas, dan 7% menjawab kendala lainnya. Dalam penelitian ini, juga ditemukan bahwa beberapa pesantren memiliki dukungan dari pimpinan pesantren, namun masih ada beberapa pesantren yang belum memiliki dukungan yang memadai. Gambar 7. Dukungan Pimpinan Pesantren Pada gambar 7, data menunjukkan bahwa sebesar 100% pimpinan pesantren mendukung penerapan lingkungan bahasa Arab, hanya berbeda pada tingkat dukungan. Sebesar 50% pimpinan sangat terlibat dalam upaya penerapan lingkungan bahasa dan 50% cukup mendukung. Selain itu, beberapa pesantren memiliki sistem evaluasi formal, namun masih ada beberapa pesantren yang belum memiliki sistem evaluasi yang terjadwal secara rutin. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Gambar 8. Sistem Evaluasi Formal Pada gambar 8, data menunjukkan bahwa sebesar 75% pesantren mempunyai sistem evaluasi formal namun tidak terjadwal, sedangkan 16. 7% pesantren mempunyai sistem evaluasi formal dan terjadwal secara rutin, dan. 3% pesantren sama sekali tidak mempunyai sistem evaluasi formal. Dalam penelitian ini, juga ditemukan bahwa beberapa pesantren memiliki kendala dalam penerapan lingkungan Bahasa Arab, seperti rendahnya motivasi santri, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten, minimnya fasilitas pembelajaran, dan rasa malu atau tidak percaya diri santri dalam berbicara menggunakan Bahasa Arab. Dalam penelitian ini, juga ditemukan bahwa beberapa pesantren memiliki harapan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri, namun masih ada beberapa pesantren yang belum memiliki harapan yang jelas. Selain itu, beberapa pesantren memiliki saran untuk penguatan program lingkungan Bahasa Arab, namun masih ada beberapa pesantren yang belum memiliki saran yang memadai. Gambar 9. Efektivitas Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Pada gambar 8, data menunjukkan bahwa sebesar 58. 3% pesantren menilai bahwa penerapan lingkungan bahasa kurang efektif, sedangkan 33. 3% menilai cukup efektif dan 3% menilai penerapan lingkungan bahasa Arab sangat efektif. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Gambar 10. Kegiatan Arabic Camp Pada gambar 10, data menunjukkan bahwa sebesar 75% pesantren tidak pernah mengadakan program arabic camp, sedangkan 16% pesantren mengadakan program arabic camp setahun sekali, dan 8. 3% pernah mengadakan kegiatan arabic camp. Gambar 11. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab Pada gambar 11, data menunjukkan bahwa sebesar 50% pesantren pernah mengadakan program peningkatan kemampuan bahasa Arab baik untuk Pengajar maupun Santri senior, 41. 7% tidak pernah mengadakan, dan hanya 8. 3% yang sering mengadakan. Gambar 12. Program Pembiasaan Bahasa Arab Santri Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Pada gambar 12, data menunjukkan bahwa sebesar 66. 7% pesantren menyelenggarakan hafalan mufrodat harian, sebesar 25% menyelenggarakan latihan percakapan harian, sebesar 8. 3% dalam bentuk pidato mingguan, dan kegiatan debat bahasa Arab tidak pernah diadakan di pesantren. Gambar 13. Tingkat Seringnya Santri Menggunakan Bahasa Arab Pada gambar 13, data menunjukkan bahwa sebesar 66. 7% pesantren menilai santri kadang-kadang saja menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi, sebesar 25% pesantren menilai santri sering menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi, dan 3% pesantren yang menilai santri selalu menggunakannya dalam komunikasi Analisis Data Survey Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa temuan yang menarik. Pertama, mayoritas pesantren di Riau sudah berupaya menerapkan lingkungan Bahasa Arab, namun masih menghadapi tantangan dalam konsistensi penggunaan Bahasa Arab, keterbatasan fasilitas, dan jumlah tenaga pengajar. Kedua, dukungan dari pimpinan pesantren serta penguatan sistem evaluasi dan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerapan lingkungan Bahasa Arab di masa mendatang. Ketiga, motivasi utama santri untuk belajar Bahasa Arab adalah untuk memahami Al-Qur'an dan Hadits, serta persiapan studi Keempat, beberapa saran untuk penguatan program lingkungan Bahasa Arab antara lain menambah jumlah tenaga pengajar yang kompeten, mengadakan Arabic Camp secara berkala, memberikan pelatihan rutin kepada tenaga pengajar, dan menerapkan sistem reward dan punishment untuk meningkatkan motivasi santri. Analisis Data Wawancara Analisis data wawancara yang dilakukan pada beberapa pesantren di Riau menunjukkan bahwa harapan dan saran yang diberikan oleh responden sangat beragam. Namun, dapat dilihat bahwa beberapa tema yang muncul secara umum adalah pentingnya lingkungan bahasa Arab yang kondusif, peran guru yang efektif, dan pentingnya evaluasi Beberapa responden berharap bahwa program lingkungan bahasa Arab dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Arab, serta membuat mereka lebih lancar dalam berbicara dan memahami bahasa Arab. Mereka juga berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan minat siswa terhadap bahasa Arab. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Saran yang diberikan oleh responden juga sangat beragam, namun beberapa saran yang umum adalah pentingnya pelatihan bagi guru, pentingnya evaluasi berkala, dan pentingnya memperbanyak materi bahasa Arab. Mereka juga berharap bahwa program ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk pengasuh, guru, dan orang tua. Dalam analisis ini, dapat dilihat bahwa responden memiliki harapan dan saran yang sangat beragam, namun secara umum mereka memiliki kesadaran bahwa program lingkungan bahasa Arab sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan minat siswa terhadap bahasa Arab, serta memperbanyak materi bahasa Arab yang diajarkan di pesantren. Tantangan dalam Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Berdasarkan hasil penelitian dan analisis isi wawancara, terlihat bahwa penerapan lingkungan Bahasa Arab di pesantren di Riau masih menghadapi beberapa tantangan yang Salah satu tantangan utama adalah rendahnya motivasi santri untuk belajar Bahasa Arab, yang disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten dalam mengajar Bahasa Arab, sehingga santri tidak memiliki model yang baik untuk belajar. Kedua, minimnya fasilitas pembelajaran yang memadai, seperti buku-buku teks, audio-visual, dan peralatan lainnya yang dapat membantu santri dalam memahami Bahasa Arab. Ketiga, rasa malu atau tidak percaya diri santri dalam berbicara menggunakan Bahasa Arab, karena mereka tidak terbiasa berbicara dalam bahasa tersebut dan takut salah. Selain itu, beberapa pesantren juga menghadapi tantangan lain seperti kurangnya sumber daya, baik itu dana maupun sumber daya manusia, untuk mengembangkan program Bahasa Arab yang lebih baik. Beberapa pesantren juga menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan Bahasa Arab ke dalam kurikulum yang sudah ada, sehingga Bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran tambahan, tetapi juga sebagai bagian integral dari kurikulum. Tantangan lain yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran dan minat santri terhadap pentingnya Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari dan dalam memahami agama Islam. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pentingnya Bahasa Arab dalam Islam dan kurangnya contoh yang baik dari guru atau pengasuh yang dapat menginspirasi santri untuk belajar Bahasa Arab. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Yusuf. Sri Mulya Rahmawati, dan Zulaeha Zulaeha . dalam "The Language Environment in Supporting Arabic Language Learning in Pesantren South Sulawesi" menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan Bahasa Arab yang kondusif dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran Bahasa Arab di Dalam beberapa kasus, pesantren juga menghadapi tantangan dalam mengatur jadwal dan alokasi waktu yang efektif untuk pengajaran Bahasa Arab, sehingga santri tidak memiliki cukup waktu untuk belajar dan berlatih Bahasa Arab. Selain itu, beberapa pesantren juga menghadapi tantangan dalam mengawasi dan mengevaluasi kemajuan santri dalam belajar Bahasa Arab, sehingga sulit untuk mengetahui apakah program Bahasa Arab yang diterapkan efektif atau tidak. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Dengan demikian, penerapan lingkungan Bahasa Arab di pesantren di Riau menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan beragam. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan cara meningkatkan kualitas tenaga pengajar, memperbanyak fasilitas pembelajaran, meningkatkan kesadaran dan minat santri terhadap Bahasa Arab, serta mengatur jadwal dan alokasi waktu yang efektif untuk pengajaran Bahasa Arab. Strategi dalam Mengatasi Tantangan Penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa pesantren telah mengembangkan strategi efektif untuk mengatasi tantangan dalam menerapkan lingkungan Bahasa Arab. Salah satu strategi yang ditemukan adalah meningkatkan jumlah tenaga pengajar yang kompeten dalam mengajar Bahasa Arab, sehingga santri memiliki model yang baik untuk belajar dan berbicara dalam Bahasa Arab. Strategi lain yang ditemukan adalah mengadakan Arabic Camp secara berkala, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar santri dalam Bahasa Arab, serta meningkatkan kesadaran dan minat santri terhadap Bahasa Arab. Penelitian yang dilakukan oleh Muflihatin & Hasanah . menunjukkan bahwa lingkungan yang efektif sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berbahasa asing, termasuk Bahasa Arab. Oleh karena itu, strategi seperti pelatihan rutin untuk tenaga pengajar, sistem reward dan punishment, serta meningkatkan efektivitas penerapan lingkungan Bahasa Arab dengan pelatihan bagi guru, evaluasi berkala, dan memperbanyak materi bahasa Arab, juga ditemukan sebagai strategi yang efektif. Dukungan dari semua pihak, termasuk pengasuh, guru, dan orang tua, juga dianggap penting. Penelitian lain seperti Fadhlan et al. dan (Yul et al. , 2. juga menunjukkan bahwa lingkungan yang kondusif dapat meningkatkan kemampuan berbahasa santri. Almelhes . menekankan pentingnya guru dalam mengatasi kompleksitas dalam pengajaran Bahasa Arab. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan bahwa penerapan lingkungan Bahasa Arab di pesantren harus dilakukan secara lebih intensif dan terstruktur, dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan santri, serta meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan fasilitas pembelajaran. SIMPULAN Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tantangan dalam menerapkan lingkungan Bahasa Arab yang kondusif di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan lingkungan Bahasa Arab di pesantren adalah rendahnya motivasi siswa, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten, dan minimnya fasilitas pembelajaran yang Penelitian ini juga menemukan bahwa beberapa strategi dapat efektif dalam mengatasi tantangan tersebut. Strategi-strategi tersebut antara lain meningkatkan jumlah tenaga pengajar yang kompeten, mengadakan Arabic Camp secara berkala, serta meningkatkan efektivitas penerapan lingkungan Bahasa Arab dengan pelatihan bagi guru, evaluasi berkala, dan memperbanyak materi bahasa Arab. Selain itu, dukungan dari semua pihak, termasuk pengasuh, guru, dan orang tua, juga dianggap penting dalam meningkatkan kesadaran dan minat siswa terhadap Bahasa Arab. Saproni Muhammad Samin. Ismail Akzam. Rojja Pebrian. Mahmud Harits Fikriansyah: Tantangan dan Strategi Penerapan Lingkungan Bahasa Arab di Pesantren Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan bahwa penerapan lingkungan Bahasa Arab di pesantren harus dilakukan secara lebih intensif dan terstruktur, dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan siswa, serta meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan fasilitas pembelajaran. REFERENSI