STRATEGI TINDAK TUTUR MEMOHON DALAM FILM WHISPER OF THE HEART Aisyah Mardhiyah. Diana Kartika. , . Program Studi Sastra Jepang. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Bung Hatta. Padang Email: aisyahmardhiyah07@gmail. com, . Email: dianakartika@bunghatta. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk tindak tutur memohon serta mendeskripsikan strategi tindak tutur memohon apa saja yang ada dalam film Whsiper of The Heart. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur menurut Searle dan strategi tindak tutur memohon menurut Trosborg. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah film yang berjudul Whisper of The Heart. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Data yang disajikan berupa kumpulan informasi yang diolah untuk penarikan simpulan dan pengambilan tindakan. Berdasarkan hasil penelitian bentuk tindak tutur memohon yang ditemukan sebagai berikut: tindak tutur memohon bermakna permintaan 17 data diantaranya bentuk UAiAEaCNAIAAEaCaCUA Ao AA AO A AU AE AA CC CO AE A Ao AA AE A A Ac A Ao . tindak tutur memohon bermakna perintah 8 data diantaranya bentuk A AA A A AA A As A AA A Ai AE . 2 data tindak tutur memohon bermakna larangan diantaranya bentuk AAEa AE . 1 data tindak tutur memohon bermakna izin dengan bentuk AiAuA . Strategi tindak tutur memohon ditemukan 28 data diantaranya 11 data termasuk kategori II tindak langsung secara konvesional, dengan strategi 2 kemampuan 1 data, strategi 2 kemauan 9 data, dan strategi 2 keterbolehan 1 data. Selain itu, 7 data kategori i tidak langsung secara konvesional dengan strategi 4 keinginan 5 data, strategi 5 kebutuhan 2 data. Kemudian 10 data merupakan kategori IV permohonan langsung dengan strategi 6 kewajiban 4 data, strategi 7 performatif 1 data, strategi 8 impertaif 2 data, dan strategi frasa eliptis 3 data. Kata kunci : Tindak Tutur. Strategi. Film PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling baik diantara alat komunikasi lainnya . Dengan adanya sebuah komunikasi maka akan terjalin suatu hubungan sosial antar individu. Terkadang dalam berkomunikasi sering terjadi kesalahpahaman, karena tidak memahami maksud yang disampaikan oleh si penutur. Oleh karena itu, agar sebuah komunikasi dapat berjalan dengan lancar maka kita perlu memahami maksud yang disampaikan oleh Pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur dan ditafsirkan oleh pendengar . Dalam Komunikasi juga diperlukan sebuah tindakan, supaya maksud yang disampaikan oleh penutur dapat dengan mudah dipahami. Tindakantindakan yang ditampilkan lewat tuturan biasanya disebut tindak tutur . Tindak tutur mencakup ekspresi situasi psikologis . isalnya berterima kasih, memohon maaf atau membuat kontra. Searle mengembangkan teori tindak tutur Austin . dengan membagi tindak tutur ilokusi ke dalam lima macam bentuk yaitu, asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Dari kelima tindak tutur tersebut penulis tertarik untuk meneliti tindak tutur Tindak tutur direktif adalah jenis tindak tutur yang dimaksudkan agar si mitra tutur melakukan tindakan sesuai yang diutarakan oleh penutur . Salah satu contoh dari tindak tutur direktif yaitu Dalam tindak tutur juga dibutuhkan strategi agar tuturan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan tutur. Tuturan sangat erat kaitannya dengan suatu konteks. Sebuah konteks atau peristiwa tutur sangat penting dalam menentukan maksud dari suatu tuturan . Konteks adalah situasi atau latar terjadinya suatu komunikasi. Situasi yang dimaksud berhubungan dengan suatu kejadian dan berupa bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud tuturan . Konteks dapat meliputi tempat, peristiwa, waktu, keadaan, dan maksud penutur. Berbagai penelitian tentang tindak tutur memohon telah banyak dilakukan seperti AuStrategi Tindak Tutur Bermakna Memohon dan Respons Implikatur Dalam Anime ClannedAy Yuko. Saat sedang berbicara dengan Yuko, tiba-tiba Sugimura yang ada di lapangan meminta kepada Tsukishima untuk mengambilkan tas olahraganya yang ada di dekat Tsukishima. Pihak yang terlibat adalah Tsukishima dan Sugimura. Tsukishima dan Sugimura adalah teman satu kelas. Penuturnya adalah Sugimura dan lawan tuturnya adalah Tsukishima. Tuturan tersebut bertujuan agar lawan tutur mau melakukan tindakan sesuai yang diinginkan oleh penutur. Sugimura memohon kepada Tsukishima agar mau mengambilkan tasnya. Tuturan tersebut ditandai dengan adanya bentuk tekureru yang berfungsi sebagai kalimat permintaan dan intonasi rendah yang digunakan Sugimura saat berbicara dengan Tsukishima. AuStrategi Dan Modifikasi Kesantunan Tindak Tutur Memohon Oleh Mahasiswa Jepang Pada Program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA)Ay . AuTindak Tutur Direktif pada Drama Miss PilotAy . Dengan METODE Penelitian penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan teknik catat. Selain itu, analisis data menggunakan metode padan ekstralingual dengan teknik pilah unsur tertentu (PUP) oleh Mahsun . Analisis Data Tuturan . an A A Aa CU CU tottekureru merupakan tindak tutur memohon karena pada tuturan tersebut penutur meminta kepada lawan tutur agar mau melakukan sesuatu sesuai keinginan Sugimura sebagai penutur memohon kepada lawan tuturnya Tsukishima untuk mengambilkan Tindak tutur memohon bermakna permintaan tersebut ditandai dengan intonasi Sugimura yang terdengar rendah dan adanya pola tekureru yang merupakan bentuk permintaan. Tindak tutur memohon tottekureru terdiri dari verba toru yang berarti mengambil yang dikonjugasikan ke dalam bentuk te menjadi totte dan akhiran kureru yang merupakan bentuk permohonan. kureru merupakan bentuk kamus dari kuremasu. Sehingga jika digabungkan menjadi tottekureru yang berarti tolong Pada tuturan . terdapat tuturan tanomu yo Tsukishima, dimana tuturan tersebut memiliki maksud mempertegas permohonan kepada lawan tutur, karena Sugimura sangat berharap agar Tsukishima mau mengambilkan tasnya. Pada tuturan tersebut terdapat akhiran yo yang berfungsi sebagai penegas sebuah kalimat. Sugimura dan Tsukishima berteman jadi kedudukan mereka sama, oleh karena itu Sugimura menggunakan tuturan tersebut. Strategi kemauan terdapat pada (Data . , yaitu pada tuturan . A EaEEC anA aCUCU ore no baggu tottekureru merupakan tuturan memohon yang artinya bisa tolong ambilkan tasku. Tuturan . tersebut termasuk ke dalam kategori II tindak tidak langsung secara konvesional dengan strategi 2 yaitu kemauan. Jika dilihat dari konteksnya tuturan tersebut masuk ke dalam strategi kemauan . Alatnya adalah daya pilah yang bersifat mental yang dimiliki oleh penelitinya . Sumber data penelitian ini adalah sebuah film yang berjudul AuWhisper of The HeartAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Data 13 pada menit 10:16- 10:32 Sugimura : uOAAEaEECanaCU CU. Tsukishima! Ore Tsukishima bisa tolong ambilkan Tsukishima : yOyc. Sugimura? Sugimura? Sugimura : AAOaAyAyeAECEyeaEECAC CACOuOayCUAAeA. Nee. Sono aoi supotsu baggu. Tanomuyo Tsukishima, sorenigete. Ya, tas olahraga warna biru itu. Tolong ya Tsukishima, lemparkan. Tsukishima : AICUAiAEAAcaCeACeaEU AEA. Urusainaamo, man nen tamahiroi! Pemungut bola berisik! Konteks: Persitiwa tutur ini terjadi di dekat lapangan olahraga saat Tsukishima sedang berbicara dengan karena Sugimura memohon kepada Tsukishima dengan menanyakan kemauan Tsukishima untuk mengambilkan tasnya. Strategi ini mengacu pada kemauan lawan tutur untuk melakukan tindakan sesuai yang diinginkannya. Dengan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini kepada: Ibu Prof. Dr. Dra. Diana Kartika, selaku pembimbing dan yang telah bersedia meluangkan waktu membimbing dan memberikan masukanmasukan dalam penyelesaian skripsi ini dengan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari penelitian ditemukan sebanyak 28 data tuturan dalam bentuk tindak tutur memohon. Terdiri dari 17 tindak tutur memohon bermakna permintaan DAFTAR PUSTAKA dan A. Chaer. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2010. Yule. Pragmatik: Suatu Kajian Awal. Surakarta: UNS Press, 2019. Ibrahim. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional, 2012. Searle. Speech Act: An Essay on the Philosophy of Language. New York: Cambridge University Press, 1969. Saifuddin. AuKonteks dalam Studi Linguistik Pragmatik,Ay J. Bahasa. Sastra, dan Budaya, 14, no. 2, pp. 109Ae117, 2018. Rahardi. AuMenemukan Hakikat Konteks Pragmatik,Ay Pros. Prasasti II, vol. 0, no. 0, pp. 17Ae23, 2015, [Onlin. Available: https://jurnal. id/prosidingprasasti/article /view/63/47. Yulianti. Strategi tindak tutur bermakna memohon dan respons implikatur dalam anime . Kartika. AuStrategi Dan Modifikasi Kesantunan Tindak Tutur Memohon Oleh Mahasiswa Jepang Pada Program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA),Ay J. Indones. Lang. Educ. Lit. , vol. 2, no. 2, pp. 136Ae147, 2017. Muslihah. AuTindak Tutur Direktif pada Drama AoMiss Pilot,AoAy Universitas Diponegoro, 2017. Mahsun. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan. Strategi. Metode, dan Tekniknya. Edisi Revi. Depok: Rajawali Pers, 2017. Zaim. AuMetode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural,Ay Metod. Penelit. Bhs. Pendekatan Strukt. , pp. 1Ae123, 2014, [Onlin. Available: http://repository. id/id/eprint/1830. diantaranya bentuk ACNAAEaiAEaOoAEAA cOAEAAoaEacAAoAACA. 8 data tindak tutur memohon bermakna perintah diantaranya bentuk A A AA A AA A Ai AE . 1 data tindak tutur memohon bermakna izin dengan bentuk Ai Au A. 2 data tindak tutur memohon bermakna melarang dengan bentuk A AEaEA. Dari data yang ditemukan diketahui jika saat memohon kepada seseorang tidak hanya dengan tuturan yang memiliki bentuk kalimat permintaan saja, tetapi juga bisa dengan berupa bentuk perintah, larangan, atau izin. Selain itu juga ditemukan 7 strategi tindak tutur memohon dalam 28 data yang ditemukan. Dari 28 data tersebut 11 data termasuk ke dalam kategori II tindak langsung secara konvesional dengan strategi kemampuan 1 data, strategi 2 kemauan 9 data, dan strategi 2 keterbolehan 1 data. Kemudian 7 data termasuk ke dalam kategori i tidak langsung secara konvesional dengan strategi 4 keinginan 5 data dan strategi kebutuhan 2 data. Sedangkan yang termasuk kedalam kategori IV permohonan langsung sebanyak 10 data, strategi 6 kewajiban 4 data, strategi 7 performatif 1 data, strategi 8 imperatif 2 data, dan strategi frasa eliptis 3 data. Strategi yang paling sering digunakan yaitu strategi 2 kemauan sebanyak 8 data, karena banyak tuturan di dalam film tersebut mengacu pada kemauan dari lawan tutur untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh penutur. Saran Bagi peneliti selanjutnya penulis menyarankan untuk meneliti tindak tutur dengan menggunakan strategi yang berbeda dan menggunakan sumber data yang lainnya seperti komik, atau apapun yang bisa dijadikan sumber data untuk penelitian. UCAPAN TERIMAKASIH