Hubungan Indikator Obesitas Terhadap Kadar Total Kolesterol Dan Trigliserida Pasien Penyakit Jantung The Relationship Of Obesity Indicator To Total Cholesterol And Trigliseride On Heart Disease Patients Yuliana Salman*. Norhasanah STIKes Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan 70712 *korespondensi : salmanyuliana86@gmail. Abstract The main cause of heart disease . is manifestation of arterosclerosis in coronary arteries. Risk factors for coronary heart disease are abnormalities of lipid profile and obesity. Waist circumference is an indicator used to determine the amount of excess fat in the abdomen. Based on the research, the higher ratio of waist circumferencewill be followed by high LDL cholesterol, triglyceride levels and total cholesterol levels. The purpose of this study is the association of obesity indicators with total cholesterol and triglyceride levels of heart disease patients in the Heart Polyclinic of RSUD Brig. Hasan Basry Kandangan. This research is an observational analytic research and use cross sectional The sample in this study amounted to 78 respondents . men and 30 wome. with accidental sampling technique. Data analysis with Pearson correlation test with p value <0,05. Based on the research that has been done, the results obtained thatratio of waist circumference ideal of male respondents as much as 30 respondents and women as many as 9 respondents. Total cholesterol content of respondents mostly in the high category (Ou 240 mg/d. , which is 41 respondents. triglyceride levels of respondents are mostly in the high category . -500 mg/d. , as many as 38 respondents. There is a relationship between ratio of waist circumference with total cholesterol and triglyceride levels of respondents at H. Hasan Basry Kandangan Hospital. Keywords: Obesity indicator . atio of waist circumferenc. Total cholesterol. Triglyceride levels. Heart disease Pendahuluan Perubahan struktur masyarakat agraris ke masyarakat industri banyak memberi andil terhadap perubahan pola fertilitas, gaya hidup, sosial ekonomi yang dapat memacu semakin meningkatnya penyakit (PTM). Penyakit kardiovaskular (KV) memegang urutan pertama penyebab kematian. Sebesar 17,3 miliar sosial ekonomi yang dapat memacu semakin meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Sebesar 17,3 miliar orang di dunia meninggal karena penyakit KV dan sekitar 80% pasien dengan penyakit KV berada di negara berkembang. Diperkirakan tahun 2030 bahwa 23,6 juta orang di dunia kardiovaskular . Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2013, prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5% . 447 oran. Di Kalimantan Selatan prevalensi penyakit jantung koroner sebesar 0,5% . 612 oran. dan prevalensi penyakit gagal jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,06% . iperkirakan sedangkan berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,3% . 167 oran. Penyebab utama penyakit jantung . arterosklerosis di pembuluh darah koroner . enyakit jantung korone. Salah satu faktor risiko penyakit KV dan memberikan peranan cukup besar yaitu abnormalitas profil lipid baik berupa hiperlipidemia maupun dislipidemia . Selain menurut Suparjo . salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yaitu obesitas. Obesitas merupakan salah satu gaya hidup yang menyebabkan kadar lipid di dalam darah menjadi abnormal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memilki persentase lemak tubuh yang tinggi cenderung memiliki total kolesterol. LDL, dan trigliserida lebih tinggi dibandingkan dengan seseorangyang berat badannya normal. Dengan meningkatnya komponen-komponen Jurkessia. Vol. Vi. No. Maret 2018 Yuliana Salman, dkk. tersebut, maka risiko terkena PJK juga akan meningkat . Salah satu metode pengukuran antropometri tubuh yang dapat digunakan sebagai skrining obesitas, yaitu Lingkar Pinggang (LP) dan Rasio lingkar pinggang panggul (RLPP). Pengukuran tersebut dapat menggambarkan komposisi tubuh dan banyaknya timbunan lemak di dalam rongga perut yang sering menjadi faktor utama dalam penyakit kardiovaskular . Lingkar digunakan untuk mengetahui banyaknya kelebihan lemak di perut. Rasio lingkar pinggang panggul dapat abnormalitas kardiometabolik, salah satu komponennya terkait abnormalitas lipid pada pasien dewasa . Berdasarkan hasil Sunarti Maryani . menyatakan bahwa ada hubungan antara rasio pinggang dan pinggul dengan kejadian PJK pada pasien di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Terdapat kaitan antara nilai RLPP (Rasio Lingkar Pinggang Panggu. dengan kadar kolesterol, artinya semakin tinggi nilai RLPP atau semakin banyak timbunan lemak dirongga perut akan diikuti dengan tingginya kadar kolesterol LDL, juga diikuti dengan meningkatnya kadar kolesterol total . Dari hasil survei di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan, pada tahun 2014 jumlah kunjungan pasien jantung di Poliklinik Jantung berjumlah 108 orang sedangkan pada tahun 2015 jumlah kunjungan pasien jantung di Poliklinik Jantung berjumlah 647 orang, prevalensi penderita penyakit jantung pada 10 besar penyakit rawat jalan pada tahun 2015 sebesar 7,67% pada urutan ke-8 sebanyak 786 orang, sedangkan pada bulan januari 2016 total jumlah kunjungan rawat jalan pasien jantung sebanyak 100 orang. Tujuan penelitian ini adalah hubungan indikator obesitas dengan kadar trigliserida, total kolesterol, pasien penyakit jantung di Poliklinik Jantung RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. untuk data berdistribusi normal, dengan nilai = 0,05. Hasil Penelitian Indikator Obesitas Pinggang Panggu. (Rasio Lingkar Tabel 1. Distribusi Responden Penelitian Berdasarkan Nilai Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) Jenis kelamin Rasio Lingkar Pinggang Laki-laki Perempuan Jumlah Panggul Ideal (Laki-laki O0,90 c. 30 38,46 9 11,53 39 50 (Perempuan : O0,85 cm ) Tidak Ideal (Laki-laki : >90 c. 18 23,07 21 26,92 39 50 (Perempuan : >0,85 cm ) Jumlah Berdasarkan tabel diatas, pada responden laki-laki terdapat 30 responden yang memiliki rasio lingkar pinggang panggul ideal dan 18 responden tidak ideal. Sedangkan pada responden perempuan terdapat 9 orang yang memiliki rasio lingkar pinggang dan panggul yang ideal dan 21 orang tidak ideal. Hal ini menunjukkan lebih banyak responden perempuan yang memiliki rasio lingkar pinggang panggul tidak ideal. Kadar Total Kolesterol Tabel 2. Distribusi Responden Kadar Total Kolesterol No. Kadar Kolesterol Total 1 Normal : < 200mg/dl 2 Agak tinggi : 200-239mg/dl 3 Tinggi : Ou 240mg/dl Jumlah Berdasarkan 5 6,41 32 41,03 41 52,56 Berdasarkan tabel diatas diketahui sebagian besar responden mempunyai kadar kolesterol total dalam kategori tinggi, yaitu berjumlah 41 orang. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dan menggunakan desain cross sectional. Analisis data dalam penelitian diuji dengan uji korelasi pearson Jurkessia. Vol. Vi. No. Maret 2018 Yuliana Salman, dkk. Kadar Trigliserida Tabel 3. Distribusi Responden Kadar Trigliserida (TG) No. Kadar Trigliserida 1 Normal : <150 Mg/Dl Agak Tinggi : 150-250 Mg/Dl 3 Tinggi : >250-500 Mg/Dl 4 Sangat Tinggi : >500 Mg/Dl Jumlah Berdasarkan tabel 5 diatas diketahui bahwa responden dengan RLPP tidak ideal memiliki kadar total kolesterol dengan kategori normal sebanyak 6 responden . ,69%), sedangkan yang memiliki RLPP ideal memiliki kadar total kolesterol dengan kategori normal sebanyak 11 responden . ,11%). Hasil uji korelasi Pearson dengan nilai p sebesar 0,04 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara RLPP terhadap total triglierida pasien jantung di RSUD Brigjen H. Hasan Basry Kandangan. Berdasarkan 21,80 29,48 48,72 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa sebagian responden memiliki kadar trigliserida dalam kategori tinggi, yaitu berjumlah 38 orang. Pembahasan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) Hubungan Indikator Obesitas (RLPP) Pengukuran anthropometri merupakan Dengan Kadar Total Kolesterol Tabel 4. Tabulasi Silang Antara RLPP Dengan salah satu jenis prediktor yang banyak digunakan sebab tidak menggunakan Kadar Total Kolesterol metode invasif dan biaya terjangkau. Total Kolesterol Anthropometri berguna sebagai prediktor Agak RLPP Normal Tinggi Jumlah penyakit KV, diabetes, serta abnormalitas Tinggi n % n n % lipid . Fuet, al. menyatakan rasio Ideal 4 5,12 20 25,64 15 19,22 39 50 lingkar pinggang panggul dapat digunakan Tidak 1 1,28 12 15,39 26 33,33 39 50 Ideal kardiometabolik, salah satu komponennya Jumlah 5 6,4 32 41,03 41 52,57 78 100 terkait abnormalitas lipid pada pasien Berdasarkan tabel 4 diatas diketahui Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa responden dengan RLPP tidak ideal lebih banyak responden perempuan yang sebagian besar memiliki kadar total memiliki rasio lingkar pinggang panggul tidak kolesterol dengan kategori tinggi yaitu 26 ideal. Salah satu penyebab RLPP yang tidak responden . ,33%), sedangkan yang ideal pada responden adalah kurangnya memiliki RLPP ideal sebagian besar memiliki aktivitas fisik yang dilakukan dalam kadar total kolesterol dengan kategori agak kehidupan sehari-hari, dikarenakan sebagian tinggi yaitu 20 responden . ,64%). Hasil uji sudah korelasi Pearson dengan nilai p sebesar bekerja/mengurus rumah tangga, dan 0,035 yang berarti ada hubungan yang penyakit jantung yang diderita menyebabkan bermakna antara RLPP terhadap total responden mudah merasa lelah, perasaan kolesterol pasien jantung di RSUD Brigjen H. cemas,dan nyeri pada dada. Hasil penelitian Hasan Basry Kandangan. Iloh, et al. menunjukkan pada pasien geriatri baik wanita maupun laki-laki berisiko Hubungan Indikator Obesitas (RLPP) mengalami obesitas abdominal dimana Dengan Kadar Trigliserida obesitas abdominan merupakan salah satu Tabel 5. Tabulasi Silang Antara RLPP Dengan penanda dislipidemia Kadar Trigliserida Kurangnya aktivitas fisik erat kaitannya Trigliserida dengan kegemukan dalam arti sedikitnya Agak RLPP Normal Tinggi Total tenaga yang dikeluarkan dibandingkan dengan masukan sehingga zat makanan yang dimakan akan tersimpan dan Ideal 11 14,11 13 16,67 15 19,23 39 50 tertumpuk dalam tubuh sebagai lemak. Tidak 6 7,69 10 12,82 23 29,48 39 50 Orang dengan berat badan berlebihan Jumlah 17 21,08 23 29,49 38 48,71 78 100 mempunyai kemungkinan terkena penyakit jantung dan stroke lebih tinggi. Gemuk tidak sehat karena kelebihan berat badan Jurkessia. Vol. Vi. No. Maret 2018 Yuliana Salman, dkk. Hubungan Indikator Obesitas (RLPP) Dengan Kadar Total Kolesterol Dan Trigliserida Berdasarkan tabel 4 dan 5 diketahui bahwa indikator obesitas dalam hal ini RLPP memiliki hubungan dengan kadar kolesterol total, kadar trigliserida. Hal ini sejalan dengan penelitian Fu, et al. menyebutkan rasio lingkar pinggang panggul dapat abnormalitas kardiometabolik, salah satu komponennya terkait abnormalitas lipid pada pasien dewasa. Hasil ini juga sesuai dengan hasil penelitian di Iran yang menyatakan bahwa rasio lingkar pinggang panggul memiliki korelasi yang kuat dengan nilai TG dan HDL . Penelitian Sanlier & Yabanci . di Pakistan juga menunjukkan bahwa RLPP berkorelasi positif terhadap kolesterol total. LDL. TG dan berkorelasi negatif terhadap HDL. Hasil penelitian Shahraki dan Roudbari . menyebutkan bahwa lingkar pinggang merupakan prediktor abnormalitas profil lipid yang lebih baik pada subjek wanita yang mengalami obesitas. meningkatkan beban jantung. Seseorang yang mengalami kegemukan kemungkinan menjadi penderita PJK 2 kali lipat dari pada seseorang yang memiliki berat badan Populasi geriatri cenderung mengalami obesitas berdasarkan pengukuran BMI dan rasio lingkar pinggang panggul . Kelompok ini berisiko mengalami penurunan fungsi dan sistem organ serta pola hidup yang buruk sejak usia 40 tahun sehingga meningkatkan risiko terjadinya obesitas abdominal dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular . Kadar Kolesterol Total Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa trigliserida dalam kategori tinggi, yaitu berjumlah 38 orang. Dalam penelitian ini sebagian besar responden berusia diatas 49-61 tahun. Pasien geriatri merupakan kelompok usia yang rentan mengalami abnormalitas profil lipid berupa dislipidemia. Dislipidemia merupakan kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan kadar lipid di dalam darah, diantaranya peningkatan kadar kolesterol total. LDL. TG dan penurunan kadar HDL . Hasil penelitian oleh Saha, et al. menyatakan bahwa wanita post menopause mengalami perubahan status hormonal sehingga terjadi peningkatan kolesterol total dan LDL serta penurunan HDL sehingga Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: Rasio lingkar pinggang panggul ideal laki-laki responden dan perempuan sebanyak 9 Kadar total kolesterol responden sebagian besar dalam kategori tinggi (Ou240 mg/d. , yaitu sebanyak 41 kadar trigliserida responden sebagian besar dalam kategori tinggi . -500 mg/d. , yaitu sebanyak 38 Terdapat hubungan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar total kolesterol, kadar trigliserida responden di RSUD Brigjen H. Hasan Basry Kandangan. Kadar Triglisrida Trigliserida, yaitu jenis lemak dalam darah yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah . Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa sebagian responden memiliki kadar trigliserida dalam kategori tinggi, yaitu berjumlah 38 orang. Dalam penelitian ini sebagian besar responden berusia diatas 49-61 tahun. Rocha, et al. menunjukkan bahwa terjadi peningkatan abdominal obesitas pada geriatric dan hal ini diimbangi dengan peningkatan kadar HDL dan TG. Trigliserida didalam yang terdiri dari tiga jenis lemak yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal dan lemak jenuh ganda. Kadar trigliserida yang tinggi merupakan faktor risiko untuk terjadinya PJK . Daftar Pustaka