Diterima Disetujui Hal : 04 September 2025 : 27 September 2025 : 72-75 PESOLAH: Jurnal Pendidikan. Sosial dan Humaniora https://jurnal. com/index. php/pesolah e-ISSN : 3090-3858 Vol. No. September 2025 KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DI DESA SAKRA [Public Awareness In Using Social Media In Sakra Villag. Mira Purnia Ningsih Universitas 45 Mataram purniamira@gmail. ABSTRAK Media sosial menjadi sebuah kebutuhan bagi sebagian besar Masyarakat. Menggunakan media sosial di Indonesia tidak dilarang, namun Masyarakat harus sadar tentang dampak negative medsos. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial di desa Sakra. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kualitatif terkait kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial di Desa Sakra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media di masyarakat desa Sakra telah berkembang pesat, terutama melalui media sosial. Namun, tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan media masih beragam dan belum sepenuhnya optimal. Rendahnya literasi media menyebabkan masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Kesadaran bermedia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan, usia, lingkungan sosial, dan peran pemerintah desa. Kata kunci: Kesadaran Masyarakat. Media Sosial. Desa ABSTRACT Social media has become a necessity for most people. While social media use is not prohibited in Indonesia, people must be aware of its negative impacts. The purpose of this study was to determine public awareness of social media use in Sakra Village. This research is a survey research with a qualitative approach related to public awareness in using social media in Sakra Village. The results show that media use in Sakra Village has grown rapidly, particularly through social media. However, public awareness of media use varies and is not yet fully optimal. Low media literacy makes people susceptible to misinformation. Media awareness is influenced by various factors, such as education, age, social environment, and the role of the village Keywords: Public Awareness. Social Media. Village PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Media, baik media massa maupun media digital seperti media sosial, kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Melalui media, masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat, berkomunikasi dengan mudah, serta mengikuti perkembangan sosial, ekonomi, dan Media sosial menawarkan platform yang kaya akan sumber daya ini. Misalnya, media sosial dapat menyediakan akses informasi yang luas mengenai peluang dan program pembangunan desa, memfasilitasi komunikasi langsung antara pemangku kepentingan, dan membangun jaringan yang kuat antara komunitas-komunitas yang terlibat. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi alat yang ampuh untuk memobilisasi sumber daya yang diperlukan guna mendukung dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa (Misrawati, 2. Teori Agenda Setting menyatakan bahwa media massa memiliki kekuatan untuk menentukan isu-isu yang dianggap penting oleh masyarakat dengan menetapkan agenda publik. Dalam konteks media sosial, platform ini dapat digunakan untuk mengarahkan perhatian masyarakat pada pentingnya partisipasi dalam pembangunan desa. Misalnya, melalui kampanye yang terstruktur di media sosial, isu-isu terkait pembangunan desa dapat dipromosikan sehingga menjadi fokus perhatian publik. Dengan cara ini, media sosial berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong diskusi tentang peran serta masyarakat dalam pembangunan lokal (Pangemanan, 2. Sejalan dengan Teori Framing menjelaskan bagaimana media membingkai isu-isu tertentu yang memengaruhi cara orang memahami dan menafsirkan informasi tersebut. Dalam hal ini, media sosial dapat digunakan untuk membingkai partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa sebagai sesuatu yang positif dan penting. Misalnya, konten yang memuat kisah sukses dari berbagai desa yang mengalami kemajuan melalui partisipasi aktif warganya dapat dipublikasikan di media sosial. Dengan menyajikan cerita-cerita ini dalam cahaya yang positif, media sosial dapat membentuk persepsi publik bahwa keterlibatan dalam pembangunan desa adalah kontribusi yang berharga dan berdampak nyata (Sari & Basit, 2. Kemudahan akses terhadap media tidak selalu diiringi dengan tingkat kesadaran dan pemahaman yang memadai. Di banyak desa, penggunaan media masih didominasi oleh aktivitas hiburan dan komunikasi informal, sementara pemanfaatan media untuk tujuan edukatif dan pembangunan desa masih terbatas. Selain itu, rendahnya literasi media menyebabkan sebagian masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, seperti berita bohong . , provokasi, dan konten negatif lainnya. Masyarakat aktif memilih media untuk memenuhi kebutuhan spesifik . nformasi, hiburan, interaksi sosia. Warga desa menggunakan media sosial untuk mencari informasi pembangunan desa, berita lokal, terhubung dengan keluarga, promosi UMKM, atau hiburan, yang semuanya meningkatkan kesadaran fungsional mereka. Media yang merupakan hal baru mudah tersebar dikalangan Masyarakat, sesui Teori Difusi Inovasi (Diffusion of Innovations Theor. yang menjelaskan bagaimana ide, praktik, atau objek baru . menyebar melalui saluran komunikasi tertentu dari waktu ke waktu di antara anggota sistem sosial yang dipopulerkan oleh Everett Rogers . , dan mengidentifikasi berbagai kategori pengadopsi . novator, pengadopsi awal, mayoritas awal, mayoritas akhir, dan pelamba. serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan inovasi, seperti keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, ketercobaan, dan Kesadaran masyarakat desa dalam menggunakan media secara bijak menjadi hal yang sangat Kesadaran ini mencakup kemampuan untuk memilah informasi, memahami etika bermedia, serta memanfaatkan media untuk kepentingan bersama. penelitian ini membahas kondisi kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial di salah satu desa Sakra Kabupaten Lombok Timur. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi atau melihat langsung kondisi yang terjadi dan wawancara serta dokumentasi atau melihat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Sakra Kabupaten Lombok Timur. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan Media di Masyarakat Desa Penggunaan media di masyarakat desa mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan meluasnya jaringan internet dan kepemilikan telepon pintar. Media sosial seperti WhatsApp. Facebook, dan TikTok menjadi media yang paling sering digunakan oleh masyarakat desa karena mudah diakses dan tidak memerlukan keterampilan teknis yang rumit. Media tersebut dimanfaatkan untuk berkomunikasi antarwarga, menyebarkan informasi kegiatan desa, serta sebagai sarana Selain media sosial, masyarakat desa juga masih menggunakan media konvensional seperti televisi dan radio sebagai sumber informasi. Namun, peran media cetak mulai berkurang karena dianggap kurang praktis. Secara umum, media telah menjadi sarana utama masyarakat desa dalam memperoleh informasi, meskipun belum sepenuhnya digunakan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam Menggunakan Media Kesadaran masyarakat desa dalam menggunakan media masih tergolong beragam. Sebagian masyarakat belum memiliki kemampuan literasi media yang memadai, sehingga cenderung menerima informasi secara langsung tanpa melakukan pengecekan kebenaran sumbernya. Hal ini menyebabkan penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan masih sering terjadi, terutama melalui grup media sosial. Di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang mulai menunjukkan kesadaran bermedia yang baik. Mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, memilih sumber berita yang tepercaya, serta menggunakan media untuk kegiatan positif seperti promosi usaha kecil, penyebaran informasi pendidikan, dan kegiatan sosial desa. Perbedaan tingkat kesadaran ini menunjukkan bahwa literasi media di desa masih perlu ditingkatkan secara merata. Kondisi di Desa Sakra menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat desa dalam menggunakan media sosial mampu menjadikan karya lokal seperti keris tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai identitas budaya yang dilestarikan secara bertanggung jawab. Dampaknya, promosi keris melalui media sosial mendapat respons positif. Banyak akademisi, kolektor budaya, dan wisatawan tertarik berkunjung langsung ke desa. Penjualan keris meningkat, namun yang lebih penting, citra keris sebagai warisan budaya luhur ikut terangkat. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesadaran Bermedia Beberapa faktor memengaruhi tingkat kesadaran masyarakat desa dalam menggunakan Faktor pendidikan menjadi salah satu yang paling berpengaruh, karena masyarakat dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dalam menyikapi informasi. Selain itu, faktor usia juga berperan penting. Generasi muda biasanya lebih aktif menggunakan media digital, namun tidak selalu diimbangi dengan kemampuan literasi media yang baik. Sementara itu, masyarakat usia lanjut cenderung kurang memahami teknologi, sehingga lebih mudah percaya terhadap informasi yang diterima. Faktor lingkungan sosial, peran tokoh masyarakat, serta kebijakan pemerintah desa juga turut memengaruhi kesadaran masyarakat dalam bermedia. Dampak Penggunaan Media terhadap Kehidupan Masyarakat Desa Tingkat kesadaran media yang rendah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kesalahpahaman antarwarga, konflik sosial, serta penyebaran informasi palsu yang meresahkan Selain itu, penggunaan media yang tidak bijak juga dapat mengurangi produktivitas dan memengaruhi pola pikir masyarakat, terutama generasi muda. Sebaliknya, jika masyarakat memiliki kesadaran media yang tinggi, media dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan desa. Media dapat menjadi sarana edukasi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan desa, memperluas wawasan, serta mendukung perkembangan ekonomi lokal melalui promosi produk dan potensi desa. Upaya Meningkatkan Kesadaran Bermedia di Desa Upaya peningkatan kesadaran bermedia di desa dapat dilakukan melalui berbagai cara. Pemerintah desa dapat mengadakan sosialisasi dan pelatihan literasi digital bagi masyarakat, bekerja sama dengan sekolah, karang taruna, dan lembaga terkait. Selain itu, peran tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan contoh penggunaan media yang bijak. Pembentukan media resmi desa, seperti akun media sosial atau website desa, juga dapat menjadi sumber informasi yang tepercaya bagi masyarakat. Dengan adanya upaya yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran masyarakat desa dalam menggunakan media dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kehidupan sosial dan pembangunan desa. PENUTUP Simpulan Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media di masyarakat desa Sakra telah berkembang pesat, terutama melalui media sosial. Namun, tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan media masih beragam dan belum sepenuhnya optimal. Rendahnya literasi media menyebabkan masyarakat mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Kesadaran bermedia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan, usia, lingkungan sosial, dan peran pemerintah desa. Penggunaan media yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif, sementara penggunaan media yang bijak dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran bermedia melalui edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan. Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah agar pemerintah desa lebih aktif dalam memberikan edukasi literasi media kepada masyarakat. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih kritis dan bijak dalam menggunakan media. Dengan demikian, media dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. DAFTAR PUSTAKA