Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Kualitatif di Sekolah Menengah Pertama Islam Ramah Anak. Depo. Rini Kusmayani1. Kholid Anwar Hidayat2. Qorry Aini Royyan3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok ABSTRACK This study aims to determine the role of school leadership at the Ramah Anak Islamic Junior High School, located at Jl. Paraji No. Kalibaru. Cilodong. Depok. This study was conducted using a descriptive qualitative method. This study describes written or oral statements from observable sources. The researcher used interviews, observations, and documentation to answer the research objectives. Interviews were conducted with the foundation, school principal, classroom teachers, and parents of students. This study examines the role of school leadership at the Islamic ChildFriendly Junior High School based on leadership theory, which includes four main aspects: as a direction setter, change agent, spokesperson, and coach. The principal has established a vision, mission, and policies that align with the needs of students and the expectations of parents, demonstrating their strategic role in determining the direction of the institution. As an agent of change, the principal adapts to national education policies, including the implementation of the Merdeka Curriculum and PMM. Additionally, the principal actively serves as a spokesperson in communicating with parents, the community, and related institutions. In their role as mentors, school principals guide and enhance teachers' capacities through various strategies, such as regular meetings, direct discussions, and facilitating This study emphasizes that effective school leadership contributes to improving the quality of education in schools. Keywords: Leadership roles. School principals. Education ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah di Sekolah Menengah Pertama Islam Ramah Anak yang beralamatkan di jl. Paraji. No. Kalibaru. Cilodong. Depok. Penelitian ini telah dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian yang menjelaskan barupa kata tertulis atau lisan dari narasumber yang dapat diamati. Peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menjawab tujuan dari penelitian. Wawancara telah dilakukan kepada pihak yayasan, kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua siswa. Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Islam Ramah Anak berdasarkan teori kepemimpinan yang mencakup empat aspek utama: sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pelatih. Kepala sekolah telah menetapkan visi, misi, serta kebijakan yang selaras dengan kebutuhan siswa dan Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 harapan orang tua, menunjukkan peran strategisnya dalam menentukan arah Sebagai agen perubahan, kepala sekolah beradaptasi dengan kebijakan pendidikan nasional, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka dan PMM. Selain itu, kepala sekolah berperan aktif sebagai juru bicara dalam menjalin komunikasi dengan orang tua, masyarakat, dan instansi terkait. Dalam perannya sebagai pelatih, kepala sekolah membimbing dan meningkatkan kapasitas guru melalui berbagai strategi, seperti rapat rutin, diskusi langsung, serta fasilitasi Studi ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Kata Kunci : Peran kepemimpinan. Kepala sekolah. Pendidikan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek yang penting bagi kehidupan setiap individu dan juga bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena dengan adanya pendidikan manusia menjadi lebih produktif. Pendidikan sangatlah penting karena pendidikan dapat memberi seseorang sebuah keterampilan dan banyak hal yang dibutuhkan dalam hidup. Inilah sebabnya pendidikan memiliki peran yang besar bagi seseorang tidak hanya bagi siswa tapi bagi orang dewasa, karena dengan adanya pendidikan seseorang dapat menafkahi keluarganya. Peran kepala sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa secara optimal. Sebagai pemimpin utama dalam satuan pendidikan. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk mengelola, mengarahkan, dan mengawasi seluruh kegiatan sekolah, baik dalam aspek akademik, non-akademik, maupun administratif. Keberhasilan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya tidak hanya diukur dari hasil capaian akademik siswa, tetapi juga dari kemampuan menciptakan hubungan yang harmonis dengan semua pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh penulis terhadap beberapa guru di SMP Islam Ramah Anak, ditemukan bahwa terdapat permasalahan dalam peran kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah dinilai kurang terbuka terhadap saran atau masukan dari bawahan, kurang memahami kondisi nyata di lapangan, serta kurang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengajaran di kelas. Beberapa guru bahkan menyatakan bahwa pendapat mereka sering kali tidak diperhatikan dan kepala sekolah lebih sering memberikan perintah tanpa mempertimbangkan situasi yang sebenarnya. Kondisi ini mencerminkan lemahnya aspek supervisi dan komunikasi antara pimpinan dan tenaga pendidik, yang berdampak langsung pada efektivitas proses pembelajaran dan motivasi guru dalam mengajar. Tidak heran jika hal ini turut mempengaruhi mutu pendidikan di SMP Islam Ramah Anak yang hingga saat ini masih berakreditasi B. Akreditasi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, termasuk dalam hal manajemen sekolah dan peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang seharusnya mampu membina, mengarahkan, serta mendorong seluruh elemen sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 Berdasarkan fakta tersebut maka penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan studi kasus di SMP Islam Ramah Anak. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan berasal dari bahasa inggris yaitu leader yang berarti pemimpin, sedangkan kepemimpinan adalah leadership. Pemimpin atau leader adalah orang yang memimpin, sedangkan pimpinan adalah jabatannya. Pemimpin adalah orang yang menempati posisi sebagai pimpinan sedangkan kepemimpinan adalah kegiatan atau tugasnya sebagai pemimpin. Miftah Thoha menyatakan AuKepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia, baik perseorangan maupun kelompokAy. 2 Dari pendapat tersebut bisa diartikan bahwa kepemimpinan adalah suatu aktivitas atau kemampuan seseorang dalam mengajak atau mempengaruhi seseorang atau suatu kelompok. Pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinan pada sebuah organisasi dituntut melaksanakan peran kepemimpinan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar dapat lebih efektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi. Peran menurut Rivai adalah perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu, dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa peranan kepemimpinan adalah seperangkat perilaku yang diharapkan dilakukan oleh seseorang sesuai kedudukannya sebagai seorang Dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, seorang pemimpin harus mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara optimal, dimana setiap fungsi kepemimpinan saling berkaitan dan mendukung satu sama lain untuk menciptakan kekompakan dalam organisasi. Fungsi yang sangat singkat namun padat dikemukakan oleh bapak pendidikan. Ki Hajar Dewantara, bahwa pemimpin yang baik haruslah menjalankan fungsi seperti berikut: . Ing ngarso sung tulodo. Ing madyo mangun karso. Tut wuri handayani. Gaya Kepemimpinan menurut Thoha adalah norma perilaku seseorang yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. 4 Menurut Rifai, gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pemimpin untuk memengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin. Novianty Djafri, 2017. Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yogyakarta. Deepublish, hlm. Syamsu Q. Badu dan Novianty Djafri, 2017. Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi. Gorontalo. Ideas Publishing, hlm. Sobry Sutikno, 2018. Pemimpin dan Kepemimpinan. Lombok. Holistica, hlm. Mahirun. Suryani, dan Nur Baiti Nasution, op. , hlm. Ni Pitu Depi Yulia Peramesti dan Dedi Kusuma, op. , hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 Definisi Kepala Sekolah Kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu AuKepalaAy dan AuSekolahAy. Kata kepala dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah Sedang sekolah adalah sebuah lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Menurut Wahjosumidjo, fungsi kepala sekolah dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Bersama dengan dan uniknya institusi pendidikan fungsi kepala sekolah sebagai berikut : Sebagai manajer, sebagai pemimpin, dan sebagai 7 Fungsi kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan tiga tugas pokoknya tersebut sangat penting, sebab di samping sebagai penggerak juga sebagai pengontrol segala aktivitas pendidik, tenaga kependidikan, penjaga sekolah, peserta didik dan sekaligus pemerhati dan pemberi solusi masalah-masalah yang muncul di sekitar lingkungan sekolah. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin dalam lembaga pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Peran kepala sekolah tidak hanya sebagai sebuah jabatan yang duduk di kantor lalu memantau sekitar, namun kepala sekolah memegang peranan jauh lebih lebih besar dari sekedar sebuah jabatan. Menurut Mulyasa, kepala sekolah harus memiliki peran sebagai berikut 9 : Educator, manager, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator. Definisi Kepemimpinan Kepala Sekolah Kehadiran kepemimpinan kepala sekolah sangat penting dalam membangaun sekolah yang berkualitas, sebab kepala sekolah merupakan penggerak utama bagi sumber daya sekolah terutama guru dan karyawan. 10 Kepemimpinan kepala sekolah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk mengatur para pendidik, staf, dan siswa agar secara bersama-sama melakukan proses pendidikan guna mencapai tujuan yang ditetapkan oleh sekolah. Menurut Powerwadaminto, peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan mempunyai tugas memadukan unsur-unsur sekolah dengan situasi lingkungan budayanya, yang merupakan kondisi bagi terciptanya sekolah yang efektif, peran adalah perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu. Oleh karena itu, diperlukan sikap tanggung jawab dan profesional dari pemegang peran tersebut. Fungsi kepemimpinan dalam pendidikan yakni guna mendayagunakan guru, staff karyawan, siswa dan masyarakat untuk mendukung segala kegiatan yang ada Firliah Rizkiani dan Salahuddin. Fungsi Kepala Sekolah Dalam Pembinaan Guru Pada Sekolah Menengah Kelautan Negri 10 Di Kabupaten Bima. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan. Vol. No. Januari-Juni, 2020, hlm. Mohamad Muspawi, op. , hlm. Inge Kadarsih et al. Peran dan Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan. Vol. No. 2, 2020, hlm. Fitria Halim, 2020. Peran Kepala Sekolah. Yogyakarta. Zahir Publishing, hlm. Abdul Ghofur, 2020. Kepemimpinan kepala Sekolah. Sidoarjo. Nizamia Learning Center, hlm. Angga dan Sofyan Iskandar. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedut. Vol. No. 3, 2022, hlm. Muhammad Abrori. Chusnul Muali. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Peran Kepemimpinn Kepala Sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. 1, 2020, hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 di sekolah. Menurut M. I Anwar, dalam mewujudkan tujuan kepemimpinan di sekolah memerlukan tiga fungsi utama yaitu13 : Merumuskan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang jelas menjadikan sebuah pedoman atau acuan sebelum merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga tetap bisa fokus pada sesuatu yang ingin dicapai. Mendayagunakan warga sekolah meliputi guru, staff karyawan, siswa dan Warga sekolah memiliki perannya masing-masing namun memiliki keterkaitan satu sama yang lain sehingga jika ada salah satu peran yang tidak dimainkan perannya maka akan mengganggu program pendidikan. Terbangunnya kerjasama warga sekolah yang baik akan menentukan keberhasilan sekolah. Membangun lingkungan sekolah yang dinamis, harmonis dan nyaman. Pemimpin harus mampu menghadirkan budaya islami dan suasana yang aman di sekolah. lingkungan yang baik dan mendukung dapat mempengaruhi etos kerja warga sekolah. dengan lingkungan yang baik diharapkan masingmasing tenaga pendidikan dapat bekerja dengan produktif tanpa adanya keterpaksaan maka hasil kerjanya bisa memuaskan. Definisi Mutu Mutu berasal dari kata latin qualitas . roperti, mutu, nilai, karakteristik, fitur. Dalam dunia yang sangat kompetitif dengan meningkatnya permintaan konsumen, mutu telah menjadi faktor kunci untuk bertahan hidup di pasar, profitabilitas dan pengembangan, tidak hanya untuk sektor dan organisasi individual, tetapi juga untuk perekonomianseluruh negara. Hanya sedikit perusahaan di indonesia yang mengakui mutu pendidikan sebagai faktor kunci untuk meningkatkan mutu bisnis, dan oleh karena itu untuk memperkuat keunggulan kompetitif. Definisi Mutu Pendidikan Mutu pendidikan terdiri dari kata mutu dan pendidikan. Mutu dalam bahasa arab AuhasanAy artinya baik, dalam bahasa inggris AuqualityAy artinya mutu atau Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Aumutu adalah . , baik buruk suatu benda. taraf atau derajat . epandaian, kecerdasan, ds. Secara istilah mutu adalah Aukualitas memenuhi atau melebihi harapan pelangganAy. Dengan demikian mutu adalah tingkat kualitas yang telah memenuhi atau bahkan dapat melebihi dari yang diharapkan. Berdasarkan beberapa pendapat dapat disimpulkan mutu pendidikan adalah kualitas atau ukuran baik atau buruk proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam pengajaran dan pelatihan. Mutu di bidang pendidikan meliputi input, proses, output, dan outcome. Input pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berproses. Proses pendidikan bermutu apabila mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, dan Teti Ratnawulan et al. Op. , hlm. Abdul Hadi. Konsepsi Manajemen Mutu Dalam Pendidikan. Jurnal Idaarah Vol. No. Desember, 2018, hlm. Amiruddin Siahaan et al, op. , hlm. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif Karena metode penelitian ini akan dapat menggambarkan keadaan sebenarnya dari peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Ramah Anak. Depok. Sumber data yang digunakan dalam jurnal ini adalah sumber data primer berupa wawancara mendalam dengan stakeholder terkait serta sumber data sekunder yang diperoleh dari tinjauan pustaka dari jurnal, buku, dokumentasi, data catatan ilmiah terkait yang relevan dengan penelitian dan sumber data yang diolah untuk menghasilkan data baru sebagai pendukung bukti penelitian yang HASIL PEMBAHASAN Kondisi Mutu Pendidikan Di SMP Islam Ramah Anak Berdasarkan pembahasan mengenai pencapaian mutu pendidikan di SMP Islam Ramah Anak (SMPIRA) dan dikaitkan dengan teori delapan standar nasional pendidikan, terlihat bahwa peran kepala sekolah sangat menentukan dalam membawa sekolah ke arah yang lebih baik. Dalam konteks ini, peran kepala sekolah dapat dianalisis melalui empat indikator utama kepemimpinan: penentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pelatih. Sebagai penentu arah, kepala sekolah SMPIRA telah menunjukkan komitmen dalam mengarahkan visi dan misi sekolah menuju pendidikan yang bermutu dengan landasan nilai-nilai Islami. Ilmiah, dan Ramah. Arah kebijakan yang diambil difokuskan pada penguatan aspek spiritual siswa, literasi teknologi, dan keterampilan sosial, yang tercermin dalam program-program seperti pembelajaran Al-QurAoan, zikir pagi, dan kegiatan proyek siswa. Kepala sekolah juga memastikan bahwa pembelajaran berjalan sesuai dengan kurikulum nasional dan kebijakan pendidikan terbaru, seperti Kurikulum Merdeka. Ini mencerminkan upaya dalam menjaga relevansi arah sekolah dengan kebijakan nasional sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal sekolah. Dalam perannya sebagai agen perubahan, kepala sekolah mendorong terjadinya inovasi dalam proses pembelajaran serta pengembangan guru. Upaya mendorong guru untuk mengikuti pelatihan dan berbagi informasi pelatihan secara aktif menunjukkan bahwa kepala sekolah berusaha memperbarui kultur pembelajaran di sekolah. Meski masih terdapat tantangan seperti mindset guru yang belum sepenuhnya adaptif, kepala sekolah tetap berupaya mendorong perubahan tersebut secara bertahap. Di sisi lain, kepala sekolah juga menyadari adanya keterbatasan dalam sarana dan prasarana, dan menjadikan hal itu sebagai fokus perbaikan untuk mendorong transformasi sekolah menjadi lebih ideal secara fisik dan akademik. Sebagai juru bicara, kepala sekolah telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak eksternal seperti orang tua siswa, komite sekolah, dan lingkungan Ia hadir dalam forum-forum seperti pertemuan awal tahun, rapat dengan perwakilan orang tua, dan koordinasi dengan instansi seperti RT. RW, serta Reinikah Fajarani, et. Manajemen, hlm 1236 Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 Ini mencerminkan peran kepala sekolah dalam membawa suara dan citra sekolah ke luar, serta menjembatani antara harapan masyarakat dengan kebijakan internal sekolah. Namun, adanya keluhan dari sebagian orang tua tentang kurangnya tindak lanjut atas masukan mereka menunjukkan bahwa peran ini masih dapat ditingkatkan, khususnya dalam hal keterbukaan dan responsivitas terhadap aspirasi masyarakat. Dalam perannya sebagai pelatih, kepala sekolah berusaha hadir secara aktif dalam mendampingi guru dan staf, baik melalui rapat rutin setiap pekan maupun dalam interaksi langsung di lingkungan sekolah. Ia memberikan motivasi, arahan, dan dorongan kepada guru untuk terus berkembang, serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer, tetapi juga sebagai pembina profesionalisme guru. Meski demikian, beberapa guru merasa komunikasi masih bersifat satu arah dan kedekatan bisa lebih ditingkatkan, yang menjadi catatan penting dalam optimalisasi peran pelatih ini. Dengan demikian, melalui keempat peran tersebutAipenentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pelatihAikepala sekolah di SMPIRA telah berkontribusi signifikan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Meskipun masih terdapat tantangan di beberapa aspek, arah yang diambil dan pendekatan yang dilakukan menunjukkan bahwa sekolah ini sedang berada dalam jalur yang tepat untuk menjadi sekolah yang bermutu dan unggul secara berkelanjutan. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Penentu Arah Berdasarkan hasil penelitian di Sekolah Menengah Pertama Islam Ramah Anak, kepala sekolah telah menjalankan peran sebagai penentu arah dengan baik, terutama dalam aspek keterbukaan dan kolaborasi dengan orang tua serta pihak Kebijakan yang diterapkan, seperti transparansi dalam penentuan biaya daftar ulang, sosialisasi aturan ketertiban, dan kebijakan transportasi siswa, menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki visi yang jelas dan berupaya memastikan keselarasan kebijakan dengan kebutuhan siswa serta harapan orang Hal ini sejalan dengan teori kepemimpinan yang menekankan bahwa pemimpin pendidikan harus mampu mengarahkan sekolah menuju pencapaian visi dan misi melalui kebijakan yang terstruktur dan partisipatif. Agen Perubahan Berdasarkan hasil penelitian di Sekolah Menengah Pertama Islam Ramah Anak, kepala sekolah telah berupaya menjalankan peran sebagai agen perubahan dengan menyesuaikan kebijakan sekolah terhadap perubahan kurikulum nasional, seperti penerapan Kurikulum Merdeka dan PMM. Upaya ini sejalan dengan teori kepemimpinan yang menekankan pentingnya keterbukaan terhadap inovasi serta adaptasi terhadap kebijakan pendidikan nasional. Kepala sekolah juga telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan transisi kebijakan berjalan lancar, seperti penyusunan laporan, koordinasi dengan guru, dan komunikasi dengan orang Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 Juru Bicara Berdasarkan hasil penelitian di Sekolah Menengah Pertama Islam Ramah Anak, kepala sekolah telah menjalankan peran sebagai juru bicara dengan menjalin hubungan baik dengan pihak eksternal, seperti orang tua siswa, lingkungan sekitar, serta instansi terkait seperti dinas pendidikan dan aparat setempat. Kepala sekolah juga telah melakukan berbagai upaya untuk membangun sinergi dengan lingkungan sekitar melalui program bank sampah, bakti sosial, dan penghijauan, serta berkoordinasi dengan RT. RW, dan kepolisian. Langkah ini sejalan dengan konsep kepemimpinan yang menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dalam komunitas serta menciptakan hubungan positif dengan lingkungan. Pelatih Berdasarkan hasil penelitian di Sekolah Menengah Pertama Islam Ramah Anak, kepala sekolah telah berupaya menjalankan peran sebagai pelatih dengan menerapkan sistem rapat rutin setiap pekan, khususnya pada hari Jumat, sebagai sarana koordinasi dan evaluasi bersama guru. Dalam forum ini, berbagai aspek dibahas, mulai dari perkembangan kurikulum, kondisi sosial siswa, hingga evaluasi kegiatan sekolah. Selain itu, rapat ini juga menjadi wadah bagi guru untuk memberikan masukan serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam pembelajaran dan kedisiplinan siswa. Faktor penghambat peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dari sudut pandang guru, kepala sekolah dinilai kurang melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan yang bersifat mendadak dan tanpa musyawarah menimbulkan ketidakpastian dan ketidaksiapan dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan. Hal ini menunjukkan adanya gaya kepemimpinan yang kurang partisipatif serta minimnya transparansi dalam manajemen sekolah. Padahal, keterlibatan guru secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan sangat penting agar terjadi rasa memiliki . ense of belongin. dan tanggung jawab bersama terhadap kemajuan sekolah. Selain itu, dari sisi eksternal, orang tua siswa juga merasa kurang dilibatkan dalam proses pengembangan sekolah. Meskipun pihak sekolah menyediakan media seperti survei kepuasan, namun tidak diikuti dengan tindak lanjut yang konkret terhadap aspirasi orang tua, sehingga menimbulkan kesan bahwa partisipasi mereka hanya formalitas. Ini menunjukkan lemahnya komunikasi dua arah antara sekolah dan wali murid, yang seharusnya menjadi bagian penting dari manajemen partisipatif dalam dunia pendidikan. Keterbatasan dalam komunikasi dan pelibatan pihak-pihak terkait ini secara keseluruhan menciptakan jurang koordinasi antara manajemen sekolah, guru, dan orang tua. Hal tersebut berpotensi menghambat terciptanya iklim kerja sama yang sehat dan produktif, yang sangat diperlukan untuk mendukung proses peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Maka, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pola komunikasi dan sistem pengambilan keputusan di lingkungan sekolah agar kepemimpinan kepala sekolah dapat berfungsi secara optimal dan Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 Upaya yang dilakukan sekolah dalam mengatasi hambatan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dari narasi yang disampaikan, terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMP Islam Ramah Anak dijalankan dengan pendekatan yang partisipatif dan Kepala sekolah tidak memposisikan diri secara eksklusif, melainkan terlibat langsung dalam dinamika harian guru melalui kebijakan berbagi ruang Strategi ini menunjukkan adanya kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif, yang mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, khususnya terkait dengan perubahan dan pengembangan Keterlibatan yayasan dalam membentuk grup komunikasi seperti WhatsApp juga menunjukkan bahwa dukungan struktural dan emosional dari pemangku kebijakan di luar kepala sekolah sangat penting. Grup ini berfungsi tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental dan motivasi kepada para guru agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, dorongan kepala sekolah agar guru terus mengikuti pelatihan dan aktif dalam komunitas belajar mencerminkan gaya kepemimpinan yang transformasionalAidi mana kepala sekolah bertindak sebagai agen perubahan yang mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru. Adanya pelatihan yang diwajibkan juga memperlihatkan bahwa sekolah tidak hanya menunggu inisiatif dari individu guru, tetapi secara sistematis membentuk budaya belajar dan peningkatan diri secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, upaya yang dilakukan sekolah mencerminkan adanya pemahaman bahwa kepemimpinan kepala sekolah tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus didukung oleh sistem komunikasi yang kuat, partisipasi aktif guru, dan dukungan yayasan. Pendekatan ini merupakan bentuk adaptasi yang efektif dalam menghadapi tantangan pendidikan modern dan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. KESIMPULAN SMP Islam Ramah Anak (SMPIRA) menunjukkan perkembangan positif dalam upaya menjadi sekolah bermutu sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diatur dalam PP No. 19 Tahun 2005 jo PP No. 32 Tahun 2013. Dari aspek Standar Isi, sekolah telah mengikuti kurikulum nasional dan menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kalender pendidikannya. Standar Proses juga sudah dijalankan dengan baik melalui pembelajaran aktif dan kreatif yang mendorong partisipasi siswa. Kepala sekolah di SMP Islam Ramah Anak telah menjalankan perannya sebagai pemimpin pendidikan dengan berlandaskan teori peran kepemimpinan yang mencakup empat aspek utama : sebagai penentu arah, agen perubahan, juru bicara, dan pelatih. Sebagai penentu arah, kepala sekolah telah berhasil menetapkan visi, misi, serta kebijakan yang selaras dengan kebutuhan siswa dan harapan orang tua. Dalam perannya sebagai agen perubahan, kepala sekolah telah mengadaptasi berbagai kebijakan pendidikan nasional, seperti implementasi kurikulum merdeka dan PMM. Jurnal Pena Islam : Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 Copyright: A2025. Rini Kusmayani. Kholid Anwar Hidayat. Qorry Aini Royyan Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 5 No. 1 : Januari Ae Juni 2025 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 50 - 60 Sebagai juru bicara, kepala sekolah telah berperan aktif dalam menjalin komunikasi dengan pihak eksternal, termasuk orang tua, masyarakat sekitar, serta instansi terkait. Dalam perannya sebagai pelatih, kepala sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk membimbing dan meningkatkan kapasitas guru melalui rapat rutin, diskusi langsung, serta fasilitasi pelatihan. Faktor penghambat peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Ramah Anak adalah kurangnya keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan, kurangnya komunikasi dalam perubahan kebijakan, serta kurangnya kedekatan dengan guru dalam pembinaan profesional. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Ramah Anak adalah dengan mengadakan rapat rutin sebagai sarana koordinasi kepada tim setiap hari jumAoat. Serta berperan aktif dalam mengajak tim untuk terus mengembangkan potensi diri melalui pelatihan-pelatihan, baik online maupun offline. DAFTAR PUSTAKA