IMPLEMENTASI METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK UNTUK MEMBANGUN NILAI SOPAN SANTUN PADA SISWA KELAS i MI AL FALAH BERAN Nadila Meylina W1. Anik Faridah2. Dwi Lailatus S3. Nila Hani A4. Abdur Rohman5 Email: gendutdila10@gmail. com1, anikfaridah@iaingawi. nilahaniaw@gmail. com3, laylatus0104@gmail. com4, anakngawi0123@gmail. IAI Ngawi. Jawa Timur Abstrak Pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting dalam pembentukan karakter dan penanaman nilai sopan santun peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah. Namun demikian, masih terdapat peserta didik yang belum sepenuhnya mampu mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode role playing dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta pengaruhnya terhadap sikap sopan santun siswa kelas i MI Al Falah Beran. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role playing dapat meningkatkan motivasi belajar, keberanian berkomunikasi, serta pemahaman dan penerapan nilai sopan santun siswa. Melalui simulasi peran yang berkaitan dengan situasi sehari-hari, siswa lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilai akhlak dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, metode role playing dinilai efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Kata Kunci: Role Playing. Akidah Akhlak. Sopan Santun. Madrasah Ibtidaiyah Pendahuluan Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi, kemampuan, serta karakter yang dimilikinya, baik melalui pendidikan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (Deprizon et al. , 2. Pendidikan menjadi landasan utama dalam kehidupan masyarakat, karena melalui pendidikan manusia mampu mencapai berbagai kemajuan. Tanpa pendidikan, manusia akan mengalami keterbatasan mengoptimalkan potensi akalnya. Padahal. Allah SWT. manusia untuk memahami berbagai fenomena yang dapat diindera. Melalui keterampilan, serta potensi lainnya. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 13. Nomor 1. Maret 2026. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 29-35 Implementasi Metode Role Playing dalam Pembelajaran Akidah Akhlak untuk Membangun Nilai Sopan Santun pada Siswa Kelas i MI Al Falah Beran sekaligus berperan dalam membangun kemajuan dan peradaban yang lebih Pendidikan juga berfungsi sebagai bekal dalam menghadapi masa depan yang lebih manusiawi (Wulan, 2. Pendidikan Aqidah Akhlak merupakan proses pembelajaran yang bertujuan membentuk akhlak dan kemampuan berpikir peserta didik berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam. Fokus utama pendidikan ini adalah penanaman akhlakul karimah agar tercermin dalam sikap dan kepribadian peserta didik (Ardiansyah. Wismanto, & Sakban, 2. Pembelajaran Aqidah Akhlak dilaksanakan secara sadar oleh pendidik untuk membimbing peserta didik dalam mengenal dan mengimani Allah SWT. , serta mengamalkan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Mata pelajaran ini wajib diajarkan karena berperan penting dalam pembentukan karakter. Penerapan nilai-nilai Aqidah Akhlak dalam sehari-hari pengawasan orang tua serta guru akan membuat nilai tersebut tertanam kuat dalam diri siswa. Pembelajaran Aqidah Akhlak Materi disampaikan berisi nilai-nilai akhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu, guru perlu menguasai pembelajaran agar proses belajar Motivasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan belajar peserta didik, sehingga pendidik perlu memberikan dorongan melalui penerapan metode pembelajaran yang variatif (Mirnawati. Penerapan Kurikulum Merdeka membawa perubahan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Aqidah Akhlak. Kurikulum ini mendorong pembelajaran, salah satunya metode role playing. Metode ini dinilai sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini karena menekankan pembelajaran kontekstual, sehingga dapat membantu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Peran guru dalam Pendidikan Agama Islam sangat menentukan, karena pendidik memiliki mengarahkan dan mengelola proses pendidikan (Nurfauzi et al. , 2. Bermain menggabungkan aktivitas bermain emosional siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan Metode ini dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas serta aturan yang mendorong siswa untuk berpartisipasi secara optimal. Dalam pelaksanaannya, siswa diminta memerankan tokoh atau situasi tertentu yang disesuaikan dengan 30 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nadila Meylina W. Anik Faridah. Dwi Lailatus S. Nila Hani A. Abdur Rohman materi, sehingga mereka memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret dibandingkan pembelajaran biasa. Melalui metode ini, proses belajar tidak hanya melibatkan aspek pengetahuan, tetapi juga perasaan dan tindakan Penerapan metode bermain peran memberikan kesempatan kepada siswa untuk berimajinasi dan merasakan berbagai situasi sosial meskipun pembelajaran berlangsung di dalam Dengan memerankan berbagai karakter dan kondisi, siswa dapat memahami interaksi sosial, nilai-nilai moral, serta sikap yang sesuai dengan materi pembelajaran. Pembelajaran melalui pengalaman langsung ini menjadikan proses belajar lebih menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap orang lain. Pembelajaran bermain peran pada dasarnya bertujuan memberikan pengalaman belajar melalui simulasi situasi kehidupan nyata. Dalam proses ini, siswa diajak untuk melakukan refleksi dan penilaian terhadap Siswa dilatih untuk kekurangan dari peran yang dimainkan, serta menyampaikan pendapat, kritik, dan saran secara konstruktif. Kegiatan komunikasi, serta pemahaman siswa terhadap nilai dan norma sosial. Metode bermain peran juga menekankan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan Fokus pembelajaran tidak terletak pada kemampuan akting, melainkan pada pemahaman peran, penerapan nilai-nilai positif. Oleh sebab itu, metode ini sangat sesuai diterapkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak, karena dapat menanamkan nilai sopan santun, empati, tanggung jawab, dan sikap terpuji lainnya secara nyata. Dengan demikian, metode bermain peran menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter dan keterampilan sosial siswa. Melalui penelitian ini, diharapkan penerapan metode role playing dapat meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak, sehingga memberikan dampak positif terhadap pemahaman peran sebagai umat Islam dan penanaman nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian literature review, yaitu penelitian yang berfokus pada kajian hasil-hasil terdahulu berupa artikel jurnal yang berkaitan dengan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak melalui metode role playing. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 31 Implementasi Metode Role Playing dalam Pembelajaran Akidah Akhlak untuk Membangun Nilai Sopan Santun pada Siswa Kelas i MI Al Falah Beran sedangkan analisis data menggunakan Kajian menitikberatkan pada pembahasan pembelajaran Akidah Akhlak yang motivasi dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa dan dianggap penting untuk dibahas. Tahap analisis data dilakukan melalui pendekatan deduktif dan Pendekatan gambaran umum mengenai konsep dan karakteristik metode role playing, berdasarkan hasil kajian yang telah Hasil analisis tersebut kesimpulan penelitian (Mansir et al. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di kelas i MI Al Falah Beran, ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih belum menunjukkan perilaku sopan santun secara optimal, baik kepada guru maupun kepada teman sebaya. Dari jumlah keseluruhan 27 siswa, sekitar dua pertiga di antaranya masih memperlihatkan sikap kurang santun, seperti berbicara ketika guru sedang menjelaskan, memotong pembicaraan teman saat diskusi, jarang menggunakan ungkapan sopan seperti AumaafAy. AutolongAy, dan Auterima kasihAy, serta kesulitan mengendalikan emosi ketika terjadi perbedaan pendapat. Selain itu, interaksi antarsiswa sering berlangsung secara spontan tanpa mempertimbangkan etika komunikasi yang baik. Dari segi pemahaman materi Akidah Akhlak, siswa telah memahami konsep dasar akhlak, namun belum penerapan dalam kehidupan seharihari. Kondisi tersebut menunjukkan memberikan pengalaman langsung serta mendorong keterlibatan aktif mengamalkan nilai-nilai sopan santun. Oleh karena itu, metode bermain peran dipilih sebagai alternatif pembelajaran yang diharapkan dapat menanamkan nilai akhlak melalui pendekatan yang menyenangkan dan bermakna. Proses Pelaksanaan Metode Role Playing Metode role playing diterapkan dalam tiga kali pertemuan pada pembelajaran Akidah Akhlak dengan fokus materi akhlak terhadap guru dan Setiap pertemuan meliputi bermain peran, diskusi, dan refleksi. Pada menyampaikan tujuan pembelajaran serta menetapkan aturan dalam pelaksanaan bermain peran. Guru juga menyusun beberapa skenario yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti 32 | MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 Nadila Meylina W. Anik Faridah. Dwi Lailatus S. Nila Hani A. Abdur Rohman menyapa guru, meminta izin dengan sopan, berdiskusi bersama teman, serta menyelesaikan konflik ringan di dalam Siswa kemudian dibagi ke dalam kelompok kecil dan secara bergantian memainkan peran tertentu, seperti guru, ketua kelas, teman yang membutuhkan bantuan, maupun siswa yang menunjukkan perilaku kurang Pada tahap pelaksanaan, guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan dialog secara fleksibel sesuai dengan skenario yang Misalnya, pada skenario meminta bantuan kepada guru, siswa yang berperan sebagai murid diminta untuk mengawali dengan salam dan menyampaikan permohonan secara santun, sementara siswa yang berperan sebagai guru memberikan tanggapan yang tepat. Pada skenario penyelesaian konflik antarteman, siswa diarahkan untuk menunjukkan sikap meminta maaf, memaafkan, serta menyampaikan pendapat dengan bahasa yang sopan. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama, di mana guru mengajak siswa mendiskusikan perilaku yang sudah baik, perilaku yang masih perlu diperbaiki, serta nilai-nilai yang dapat dipetik dari kegiatan bermain peran. Tahap refleksi ini membantu siswa mengaitkan pengalaman simulasi kehidupan sehari-hari. Perubahan dan Peningkatan Setelah Penerapan Metode Berdasarkan hasil observasi dan peningkatan yang cukup signifikan dalam perilaku sopan santun siswa setelah diterapkannya metode bermain Perubahan tersebut terlihat dalam beberapa aspek, antara lain meningkatnya kebiasaan menggunakan bahasa yang santun dalam komunikasi sehari-hari, seperti mengucapkan salam, meminta izin sebelum berbicara, dan menghormati teman. Dalam kurun waktu dua minggu, sekitar 80% siswa menunjukkan perilaku sopan secara lebih konsisten, meningkat dari sekitar 35% pada kondisi awal. Selain itu, siswa menjadi lebih berani dan percaya diri dalam Siswa sebelumnya pasif mulai aktif berbicara saat bermain peran maupun dalam diskusi refleksi. Jumlah siswa yang berpartisipasi aktif meningkat dari rata-rata enam siswa pada awal pembelajaran menjadi lebih dari lima belas siswa pada pertemuan terakhir. Dari sisi pemahaman Akidah Akhlak, siswa tidak hanya mampu menjelaskan konsep etika terhadap guru dan teman, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa menyelesaikan perbedaan pendapat dengan mengingat kembali dialog yang pernah mereka mainkan. MODELING. Volume 13. Nomor 1. Maret 2026 | 33 Implementasi Metode Role Playing dalam Pembelajaran Akidah Akhlak untuk Membangun Nilai Sopan Santun pada Siswa Kelas i MI Al Falah Beran Hasil observasi menunjukkan bahwa simulasi sosial melalui bermain menginternalisasi nilai-nilai kesopanan karena mereka mengalami secara langsung situasi yang menuntut Keterlibatan emosional serta aktivitas berbasis pembelajaran lebih bermakna bagi siswa kelas rendah. Kesimpulan dan Saran Kesimpulannya metode role playing merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam Akidah Akhlak, khususnya dalam menanamkan nilai sopan santun pada siswa kelas i MI Al Falah Beran. Melalui kegiatan bermain peran, siswa memperoleh pengalaman memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan metode role peningkatan dalam sikap sopan santun, pemahaman siswa terhadap materi Akidah Akhlak. Keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran juga menciptakan suasana belajar yang lebih mendorong partisipasi siswa secara Sejalan dengan temuan tersebut, mengoptimalkan penggunaan metode role playing sebagai salah satu variasi pembelajaran Akidah Akhlak agar siswa lebih aktif, termotivasi, dan mampu menginternalisasi nilai-nilai akhlak secara nyata. Pihak sekolah dukungan terhadap penerapan metode penyediaan sarana prasarana serta penciptaan lingkungan belajar yang pengembangan karakter siswa. Selain itu, peneliti selanjutnya dianjurkan untuk melakukan penelitian lanjutan secara langsung, baik melalui metode tindakan kelas, agar diperoleh data yang lebih mendalam mengenai efektivitas metode role playing. Sementara itu, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai sopan santun yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah Daftar Pustaka