Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . http://journal. id/index. php/keraton Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampung Sumargono a,1. Risma Margaretha Sinaga b,2 Universitas Lampung. Lampung. Indonesia Universitas Lampung. Lampung. Indonesia 1998@fkip. 2 risma. margaretha@fkip. * Corresponding Author. Sumargono Received 14 November 2025. accepted 30 November. published 12 Desember 2025 KEYWORDS ABSTRACT This research focuses on developing multicultural learning modules on local history content for high school students in Lampung. Through the multicultural learning teaching module on local history content, it is hoped that it will foster tolerance for ethnic, linguistic, religious, cultural, and socio-economic diversity. The research method used is the research and development (R&D) method, adapted and modified by Borg & Gall. The procedure for work steps in the research includes: . preliminary study, . development of teaching modules, . implementation of the use of teaching modules, and . product effectiveness Product effectiveness tests are conducted using experimental methods. The research analysis of the effectiveness test results showed that the posttest scores of the experimental class . sing the developed modul. were higher than those of the control class . sing LKS). This statement is supported by data from the SPSS 16 analysis, which shows a significant difference . = 0. 000 < 0. between the experimental and control classes after treatment. Because the average value of the historical empathy attitude test of the experimental class . he group subjected to the developed modul. = 128 > the average value of the historical empathy attitude test of the control class . he group subjected to LKS) = 114. it can be concluded that the module developed effectively to increase studentsAo historical empathy. The description above demonstrates that the Multicultural Learning Teaching Module product for Local History Content at SMA Lampung is effective in increasing studentsAo historical empathy. Teaching Modules. Multicultural Learning. Local History. This is an openaccess article under the CCAeBY-SA Pendahuluan Pembelajaran multikultural bagi siswa SMA di Lampung memiliki nilai yang sangat penting, terutama mengingat latar belakang sejarah daerah Lampung yang unik sebagai daerah kolonisasi hingga menjadi pusat transmigrasi (Khoiriyah dkk. , 2019. Mustafida, 2. Daerah ini merupakan cerminan dari keragaman sosial, budaya, etnis, dan agama yang telah berbaur menjadi satu komunitas yang kaya. Dalam konteks ini, pembelajaran multikultural tidak hanya menjadi jembatan yang menghubungkan siswa dengan sejarah dan warisan daerah mereka sendiri, tetapi juga mengajarkan mereka untuk menghargai, memahami, dan merayakan perbedaan (Budianto dkk. , 2022. Hermaswari dkk. , 2. Melalui pendidikan yang berwawasan multikultural, siswa diajak untuk mengembangkan kepekaan sosial dan empati, yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tentang dunia di sekitar, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menjadi warga dunia yang mampu berinteraksi dan bekerja sama secara harmonis dalam masyarakat yang semakin global dan beragam (Arifin, 2. Pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang inklusif, terbuka, dan menghargai pluralitas, sejalan dengan sejarah Lampung yang telah lama menjadi tempat pertemuan dan persilangan berbagai suku dan budaya. Ini adalah investasi penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang mampu memelihara dan memperkuat nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan persatuan di tengah perbedaan (Hermaswari dkk. , 2. 32585/keraton. pendidikansejarahunivet@gmail. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Masyarakat multikultural memiliki dampak signifikan dalam pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah tingkat SMA (Stenishcheva, 2. Di era globalisasi dan mobilitas sosial yang tinggi ini, sekolah menjadi miniatur dari masyarakat luas, tempat siswa dari berbagai latar belakang etnis, budaya, agama, dan sosial berinteraksi (Najmina, 2. Dampak ini membawa peluang dan tantangan unik dalam proses pembelajaran. Di satu sisi, keragaman ini memperkaya pengalaman belajar siswa, memberikan mereka kesempatan untuk belajar langsung tentang toleransi, empati, dan kerja sama lintas Di sisi lain, perbedaan ini juga dapat menimbulkan tantangan dalam bentuk kesalahpahaman dan konflik yang berakar dari prasangka atau ketidaktahuan (Kusuma & Sutapa, 2. Dalam konteks ini, pentingnya pembelajaran multikultural di sekolah tingkat SMA tidak bisa dilebih-lebihkan (Latifah dkk. , 2. Pembelajaran multikultural bertujuan untuk mempersiapkan siswa tidak hanya secara akademik, tapi juga secara sosial dan emosional, untuk navigasi di dunia yang semakin terhubung dan beragam (Purnama, 2. Program dan kurikulum yang dirancang untuk mempromosikan pemahaman multikultural membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi antarbudaya, kepekaan sosial, dan kesadaran global. Ini bukan hanya tentang mempelajari fakta mengenai berbagai budaya, tetapi lebih tentang mengembangkan sikap menghargai dan merayakan perbedaan sebagai kekayaan bersama (Muhyiddin dkk. , 2. Selain itu, pembelajaran multikultural membantu mengurangi prasangka dan diskriminasi di lingkungan sekolah dengan mengedukasi siswa tentang nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial. Ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung, di mana semua siswa merasa dihargai dan dimengerti (Prastyawati & Hanum, 2. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kohesi sosial dan integrasi di lingkungan sekolah, tetapi juga menyiapkan siswa untuk sukses dalam masyarakat multikultural global, di mana mereka akan berinteraksi, bekerja, dan hidup bersama orang-orang dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, pembelajaran multikultural di sekolah tingkat SMA saat ini merupakan kebutuhan penting yang harus diintegrasikan ke dalam semua aspek pendidikan untuk membentuk generasi masa depan yang lebih terbuka, toleran, dan inklusif. Rendahnya kesadaran multikultural di sekolah tingkat SMA di Lampung dapat menyebabkan penurunan rasa menghargai dan toleransi di antara siswa, yang berdampak pada dinamika sosial dan lingkungan belajar di sekolah (Suci et al. , 2. Tanpa pemahaman yang mendalam tentang nilai dan praktik budaya yang beragam, siswa mungkin mengembangkan prasangka dan stereotip yang negatif terhadap teman-teman mereka dari latar belakang yang berbeda. Ini tidak hanya menciptakan retakan dalam hubungan antarpersonal, tetapi juga menghalangi pembentukan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung, di mana semua siswa merasa dihargai dan diterima. Kurangnya inisiatif dalam mengintegrasikan pembelajaran multikultural ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler berkontribusi pada ketidaktahuan dan ketidakpekaan terhadap keragaman budaya, etnis, dan agama. Hal ini mengurangi kesempatan bagi siswa untuk belajar dan berlatih empati, yang merupakan keterampilan sosial penting dalam masyarakat yang beragam. Selain itu, absennya dialog terbuka tentang perbedaan dan isu-isu multikultural dapat meningkatkan risiko konflik dan isolasi sosial di antara kelompok siswa, merusak kohesi sosial dan merintangi usaha untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif (Khoirunnisa, 2. Dalam konteks Lampung, yang memiliki sejarah panjang sebagai masyarakat multikultural karena transmigrasi dan interaksi antarbudaya, pentingnya pendidikan multikultural menjadi sangat krusial. Meningkatkan kesadaran multikultural tidak hanya akan memperkuat rasa menghargai dan toleransi di antara siswa SMA, tetapi juga menyiapkan mereka untuk berkontribusi positif dalam masyarakat yang semakin global dan saling terhubung ini (Hermaswari dkk. , 2. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk sekolah-sekolah di Lampung untuk memprioritaskan pengembangan program pendidikan yang merayakan keberagaman dan mempromosikan pemahaman dan penghargaan lintas Rendahnya kesadaran multikultural di beberapa sekolah tingkat SMA di Lampung dapat berakibat pada minimnya rasa menghargai dan toleransi di antara siswa, yang seringkali dikaitkan dengan ketiadaan bahan ajar pembelajaran multikultural yang disesuaikan dengan karakteristik latar belakang sejarah dan lingkungan tempat tinggal peserta didik. Tanpa materi pendidikan yang relevan dan menarik, yang mampu menggambarkan keberagaman budaya, etnis, dan agama secara akurat dan mendalam, siswa cenderung memiliki pemahaman yang terbatas tentang pentingnya keberagaman dan pluralitas (Yustiani, 2. Hal ini tidak hanya menghambat pembentukan sikap saling pengertian dan empati antar siswa dari berbagai latar belakang, tetapi juga memperlemah fondasi kebersamaan dan Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. kerja sama di lingkungan sekolah. Kurangnya eksposur terhadap konsep-konsep multikultural yang komprehensif berpotensi meningkatkan prasangka dan stereotip negatif, yang pada gilirannya dapat memicu konflik dan isolasi sosial (Elfianingrum dkk. , 2. Situasi ini menyoroti pentingnya integrasi materi pembelajaran multikultural yang kaya dan beragam ke dalam kurikulum sekolah, yang tidak hanya mencerminkan sejarah dan keunikan Lampung tetapi juga mempromosikan nilai-nilai universal seperti kesetaraan, keadilan, dan saling penghormatan. Pengembangan dan penerapan bahan ajar semacam itu adalah langkah krusial untuk membangun generasi muda yang lebih inklusif, toleran, dan siap untuk berinteraksi dalam masyarakat yang plural (Mahdi dkk. , 2. Upaya meningkatkan kesadaran multikultural di SMA Lampung dapat dilakukan melalui pengembangan modul ajar yang khusus dirancang untuk pembelajaran multikultural, terutama dalam konteks muatan sejarah lokal. Modul ini harus dirancang dengan mempertimbangkan keunikan dan keragaman budaya, sosial, serta sejarah yang kaya dari Lampung, sehingga dapat memberikan siswa pemahaman yang mendalam tentang latar belakang dan keberagaman masyarakat di sekitar mereka. Modul pembelajaran ini harus mencakup konten yang tidak hanya menyoroti peristiwa sejarah penting, tapi juga menggali cerita-cerita personal dari berbagai etnis dan komunitas yang telah berkontribusi pada pembentukan identitas sosial dan budaya Lampung. Melalui pendekatan naratif dan interaktif, siswa akan diajak untuk mempelajari sejarah dari berbagai perspektif, memahami nilai-nilai yang dianut oleh berbagai kelompok masyarakat, serta mengembangkan empati dan rasa hormat terhadap perbedaan (Yustiani, 2. Penggunaan metode pembelajaran yang inovatif, seperti studi kasus, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif, dapat mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dalam situasi nyata (Khoirunnisa, 2. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran multikultural, tetapi juga keterampilan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah siswa dalam konteks yang beragam. Selain itu, integrasi kegiatan ekstrakurikuler, seperti kunjungan ke situs sejarah lokal, pertukaran budaya, dan festival multikultural, dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan memberikan mereka kesempatan untuk merasakan secara langsung kekayaan budaya yang ada di Lampung. Pengembangan modul ajar pembelajaran multikultural pada muatan sejarah lokal di SMA Lampung ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang sejarah dan kebudayaan mereka, tetapi juga untuk membangun generasi muda yang berwawasan luas, menghargai keragaman, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat yang multikultural. Langkah ini merupakan investasi penting dalam pendidikan yang berkelanjutan dan pembangunan karakter siswa, mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang inklusif dan Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) yang diadaptasi dari Borg & Gall. Model tersebut disederhanakan menjadi tiga tahap utama, yaitu studi pendahuluan, uji coba terbatas, dan uji coba kelas sesungguhnya. Tahap studi pendahuluan dilakukan melalui kajian literatur dan studi lapangan untuk memetakan kebutuhan pembelajaran serta menyusun prototipe awal modul ajar pembelajaran multikultural pada muatan sejarah lokal di SMA Lampung. Tahap berikutnya adalah uji coba terbatas yang meliputi validasi ahli media, validasi isi materi, serta uji coba skala kecil kepada siswa. Hasil dari tahap ini digunakan untuk merevisi produk hingga menghasilkan prototipe 2 yang lebih siap digunakan. Modul yang telah direvisi kemudian diuji pada kelas yang sebenarnya dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen untuk mengukur efektivitas awalnya dalam konteks pembelajaran sejarah. Tahap terakhir adalah pengujian efektivitas modul melalui desain pretestAeposttest non-equivalent control group. Pada tahap ini dilakukan perbandingan hasil belajar dan aktivitas siswa antara kelas yang menggunakan modul hasil pengembangan dengan kelas yang menggunakan modul Pengolahan dan analisis data pada penelitian ini disesuaikan dengan tahapan pengembangan yang Pada tahap studi pendahuluan, data diperoleh melalui kajian literatur, survei lapangan, observasi, wawancara, serta tes hasil belajar. Data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memetakan kebutuhan, kondisi pembelajaran, kualitas pembelajaran sejarah, serta karakteristik modul ajar yang dibutuhkan. Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Hasil dan Pembahasan Temuan Penelitian Pendahuluan Sesuai dengan rumusan masalah yakni kondisi pembelajaran sejarah di SMA N 2 Kota Metro dapat digambarkan kendala yang sering dihadapi guru dan siswa yakni: Pertama, masalah penting yang sering dihadapi guru sejarah dalam kegiatan pembelajaran sejarah adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini karena dalam kurikulum, materi pembelajaran sejarah hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok. Tugas guru yaitu untuk menjabarkan materi pokok tersebut, sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran secarah lokal, secara umum masalah yang ada meliputi : . cara penentuan jenis materi. ruang lingkup. urutan penyajian. perlakuan terhadap materi pembelajaran sejarah lokal tersebut (Ditjen Dikdasmen, 2. Pada penyampaian materi pembelajaran sejarah lokal seringkali muncul permasalahan yang dihadapi guru, yakni pemilihan sumber belajar. Guru cenderung memilih sumber materi sejarah lokal yang tercantum dalam buku teks, dan belum mengembangkan materi sejarah lokal setempat. Bahkan guru belum memperluas cakrawala referensi sejarah untuk memperdalam sumber materi sejarah lokal. Permasalahan lainnya adalah para guru sejarah pada umumnya belum memiliki kemampuan cukup memadai menyusun perangkat pembelajaran khususnya dalam menyusun bahan ajar sejarah lokal. Guru dan siswa hanya menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh sekolah, seperti buku pegangan . dan buku LKS. Padahal pembelajaran sejarah lokal menuntut adanya pemanfaatan berbagai sumber sejarah yang sesuai dengan keadaan lokal setempat, media dan bahan ajar yang bervariasi untuk mendukung proses pembelajaran. Guru menyampaikan materi pembelajaran terlalu sedikit, dangkal, urutan penyajian yang belum memadai, dan belum sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai oleh siswa. Kedua, kendala lain juga dialami siswa yakni dalam mempelajari buku pelajaran sejarah . uku pegangan siswa dan LKS) siswa merasa kesulitan karena materi yang ada dalam buku utama sulit Kondisi yang dipaparkan di atas tidak jauh berbeda dengan kondisi pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA N 2 Kota Metro. Dari aspek pemanfaatan bahan ajar, guru dan siswa hanya menggunakan buku pegangan . uku guru, buku siswa. LKS) sebagai bahan ajar satu-satunya. Tidak tersedianya penunjang bahan ajar untuk siswa menyebabkan wawasan dan pengetahuan siswa tentang materi hanya sebatas pengetahuan yang terdapat di buku pegangan. Padahal, siswa dituntut memiliki kemampuan belajar yang lebih, baik dalam aspek inteligensi maupun kreativitas. Ketiga, meski guru sudah memahami arti penting bahan ajar yang memuat kearifan lokal tempat tinggal setempat, kenyataannya pembelajaran sejarah hanya mengandalkan sumber belajar atau bahan ajar dari pusat saja. Perlu adanya inovasi pengembangan bahan ajar sejarah lokal untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan perilaku kepada peserta didik agar memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung Sumber belajar sejarah lokal diperlukan untuk mendukung penerapan pendekatan pembelajaran sejarah di sekolah. Pengembangan bahan ajar sejarah lokal dikembangkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami di sekolah, yaitu ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat . ejarah loka. Pentingnya penelitian pengembangan bahan sejarah lokal . ocal histor. diharapkan dapat dijadikan sumber pembelajaran multikultur pada pembelajran sejarah. Pada pembelajaran sejarah sendiri lingkungan sekitar dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bagi siswa secara kontekstual, dimana siswa dapat melihat secara langsung bagaimana keragaman masyarakat sekitar tempat tinggal. Pendekatan sejarah lokal pada peserta didik akan lebih muda membawa pengalaman belajar untuk memproyeksikan pengalaman masa lampau masyarakatnya dengan situasi masa kini dan juga masa yang akan datang (Widja, 1. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, maka dikembangkanlah Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung. Setelah analisis kebutuhan maka langkah selanjutnya adalah merumuskan capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. Perumusan tujuan pembelajaran dalam pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung tingkat SMA pada materi Kolonisasi dan Perlawanan Bangsa Indonesia. Capaian pembelajaran sesuai Fase F adalah AuMenganalisis proses Kolonisasi Barat dan Perlawanan Bangsa IndonesiaAy. Berdasarkan Capaian tersebut, maka tujuan pembelajaran adalah: Mampu menjelaskan latar belakang kolonisasi Bangsa Barat ke Indonesia. Mampu menjelaskan proses Kolonisasi Hindia Belanda di Lampung terutama di Metro. Mampu mendeskripsikan kondisi masyarakat Kolonisasi di Metro. Mampu menjelaskan bentuk perlwanan masyarakat Lampung dalam melawan penjajahan Bangsa Barat Setelah tujuan pembelajaran dan materi sudah dirumuskan, maka langkah selanjutnya Langkah selanjutnya dari tahap perencanaan adalah merumuskan butir-butir materi. Pada penelitian ini, selain melakukan pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung. Kemudian langkah selanjutya dalam tahap perencanaan adalah merumuskan alat pengukuran Dalam penelitian ini, alat pengukur tingkat keberhasilan siswa terdiri dari angket sikap dan menyusun instrumen penilaian untuk para ahli. Tahap terakhir dari perencanaan pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung. Naskah dibuat berdasarkan materi yang akan diajarkan kepada siswa yang dituangkan dalam bentuk modul. Selanjutnya setelah tahap perencanaan selesai, dilakukanlah produksi modul pembelajaran. Berikut adalah tampilan bagian isi Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung pada tujuan pembelajaran Fase F yakni AuMenganalisis proses Kolonisasi Barat dan Perlawanan Bangsa IndonesiaAy. Tabel 1. Contoh Isi Modul Pembelajaran yang Dikembangkan Visual Keterangan Tampilan cover Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung Sumargono. Risma Margaretha Sinaga Tampilan Daftar isi Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Tampilan petunjuk penggunaan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung Tampilan materi Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung Tampilan evaluasi siswa Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung Validasi Ahli Penilaian Ahli Materi Validasi ini dilakukan sebelum uji kompetensi, sehingga meminimalisir kesalahan ini pada saat diterapkan dalam proses pembelajaran. Ahli materi dalam Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung yang dikembangkan adalah Ibu Novi Arisanti. Pd. , guru mata pelajaran sejarah SMA N 2 Kota Metro. Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Tabel 2. Data Hasil Validasi Ahli Materi Indikator Nilai Kesesuaian dengan tujuan Mudah di pahami Kelengkapan materi Memberikan informasi baru Materi disajikan secara mendalam Kaitan materi dengan kehidupan sehari-hari Menumbuhkan rasa ingin tahu Memotivasi siswa belajar Penggunaan bahasa mudah dipahami Sesuai dengan tingkat perkembangan Nilai Total Nilai Rata-Rata 4,80 Presentase Sumber : Kuisioner UJi Coba Ahli Materi Pembelajaran Kriteria Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Valid Berdasarkan penilaian oleh ahli materi secara keseluruhan, modul ajar yang dikembangkan mendapatkan nilai total 48,00 dengaan rata-rata 4,8 pada 10 indikator sehingga termasuk kategori sangat baik. Apabila dihitung dengan persentase, modul ajar mendapatkan nilai 96% sehingga termasuk dalam kategori Sangat Valid untuk digunakan sebagai modul ajar di Penilaian Ahli Modul Ajar Ahli Modul ajar yang melakukan validasi atau evaluasi atas produk Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung yang dikembangkan adalah Yusuf Perdana. Pd. Pd. , dosen prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lampung. Tabel 3. Data Hasil Validasi Ahli Modul Ajar Indikator Nilai Kriteria Kualitas gambar Ukuran huruf Warna dan jenis Huruf Tampilan gambar Penggunaan bahasa mudah Dipahami Kesesuaian penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan siswa Penggunaan bahasa yang tidak menimbulkan penafsiran ganda Kemudahan penggunaan media Kepraktisan dalam menggunakan Media Penyajian materi memungkinkan siswa belajar mandiri Nilai Total Nilai Rata-Rata Presentase Sumber : Kuisioner UJi Coba Ahli Modul Ajar Sumargono. Risma Margaretha Sinaga 4,00 5,00 5,00 4,00 5,00 Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik 5,00 Sangat Baik 5,00 Sangat Baik 5,00 Sangat Baik 5,00 Sangat Baik 4,00 Sangat Baik 47,00 Sangat Baik Sangat Valid (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Berdasarkan penilaian oleh ahli bahan ajar secara keseluruhan, modul ajar mendapatkan nilai total 47,00 dengan rata-rata 4,7 pada 10 indikator sehingga termasuk kategori sangat baik. Apabila dihitung dengan persentase, modul ajar mendapatkan nilai 94% sehingga termasuk dalam kategori Sangat Valid untuk digunakan sebagai modul ajar di sekolah. Uji Keefektifan Menggunakan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal Lampung di SMA N 2 Kota Metro Untuk menguji keefektifan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung yang telah dikembangkan adalah dengan melakukan tes skala sikap empati sejarah. Untuk melakukan uji kompetensi ini melibatkan dua kelas yaitu kelas yang menggunakan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung yang dikembangkan . elas eksperime. yaitu pada kelas 11 IPA 1 dan kelas yang menggunakan modul LKS . elas kontro. yaitu pada kelas XI IPA 2. Soal untuk tes sikap emapti sejarah siswa sebanyak 30 butir dan dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2024. Data hasil uji sikap empati sejarah siswa pada peserta didik dapat diketahui bahwa rata-rata skor uji sikap emapti sejarah siswa kelas eksperimen . elompok yang dikenai modul yang kembangka. adalah 114,77 pada pre tes dan post tesnya 128. Sedangakan jika dilihat dari kelas kontrol . elompok yang dikenai modul LKS) menunjukkan nilai pre tes adalah 113,5 dan nilai post tesnya 114,48. Tabel 4. Uji Pre Tes dan Post Tes Empati Sejarah Kelas Sekolah Nama Achmad Dani Adrian 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Alya Rahmawati 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Angela Merici Mutiara 11 IPA 1 Aqil Ahmad Zaeni Arsy Aphrodita Suryawan Atalie Cikal Epryan Atika Nur Fadhila Cool Jantan Al-Fairuz Denny Ramdani Lubis Fadila Az Zahra Pretest Posttest Perlakuan Perlakuan SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Griselda Kayla Maheswari 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Ike Adelia Shylfa 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Izza Anzalna 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Janan Aulia Khifayah 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Kadek Vina Dwiyanti 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Keysa Renta Delia 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Lintang Dwi Jayanti 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Luthfia Echa Fadhilla 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Marisa Agustina Putri 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Marsha Rahmania P 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Martin Maruli Siregar 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Muhammad Aldi H Muhammad Daffa Fikriyansyah Nadilla Putri Balqis 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Naya Ayu Mulyani 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Nayla Zahra 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Sumargono. Risma Margaretha Sinaga Kelompok (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Empati Sejarah Kelas Sekolah Nama Novia Dwi Nur Aini 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Radhi Ahsani Ramadhan 11 IPA 1 Rafael Yudhistira Randwi Fitra Saputri Rifqiy Martian Riko Putra Jaya Pretest Posttest Perlakuan SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Saskia Azsalwa Sitha 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Shofi Nayla 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Vanessa Febriyanti 11 IPA 1 SMA N 2 METRO Perlakuan Alvira Dwi Fransa 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Amalia Dwi Rizky 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Annisa Soraya Salzabilla 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Ashifa Ringgo Widiantoro 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Athika Azakila Ayu 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Azka Riza Fahrezi 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Bunga Nur Halimah 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Cinta Nabila Ramadhani 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Diva Nurfadilah 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Gandis Sepria Rahma 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol I Komang Aga Saputra 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol I Putu Yoga Adi Pratama 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Intan Noer Aisyah 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Intania Cikha Maharani 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Jelita Ayu Gumay 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Kalista Yusti Pramesti 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Khoiril Anam 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Kholisya Hary Pramesti 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Lutfia Faujiah 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Maria Rizqialtin 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Muhammad Ferry Agathan Muhammad Irfan Zulkarnain Muhammad Perdana Sony Suhaebi Naila Syaidatul Ummah 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Natasya Putri Aulia 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Nayla Nafisya Hendriani 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Nova Chita Lestari 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Noveliya Della Puspita 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Octria Vanesya Alfitri 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Rafizay Dwi Nur Putra 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Ramzi Taufikul Hakim 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Riko Saepul Mubarok 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Sumargono. Risma Margaretha Sinaga Kelompok (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Empati Sejarah Kelas Sekolah Nama Sania Wilchen Nur Azizah Kelompok Pretest Posttest 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Siva Khumai Laeinia 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Valerina Budiarti 11 IPA 2 SMA N 2 METRO Kontrol Untuk membuktikan efektifitas pemanfaatan produk Modul Ajar Pembelajaran Multikultural Pada Muatan Sejarah Lokal di SMA Lampung yang dikembangkan dalam meningkatkan sikap empati sejarah siswa maka dilakukan uji t Berikut hasil perhitungan uji t tes: Uji Kesetaraan Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Matching Only pra test-post test control group design. Konsekuensi dari penggunaan rancangan ini adalah kedua kelompok yang dibandingkan secara statistik harus dalam kondisi yang sama sebelum perlakuan . Untuk mengetahui keadaan awal sebelum perlakuan diberikan . ntara kelas eksperimen dan kelas kontro. , dilakukan pemberian pra tes kepada dua kelompok subyek yang akan diberi perlakuan itu. Secara ringkas, hasil pengolahan komputer SPSS Versi 22. 0 terhadap data pra test disajikan sebagai berikut : Tabel 5. Independent Samples Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Nilai Empati_ Pre Equal variances Equal variances not assumed Nilai Empati_ Post Equal variances Equal variances not assumed Sig. t-test for Equality of Means Sig. Mean Std. Error Difference Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Dari hasil analisis SPSS 16 diketahui signifikan pada 0,706 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberi perlakuan jadi sampel dapat digunakan untuk eksperimen penelitian. Uji Pra Syarat . Uji Normalitas Uji normalitas yang digunakan adalah uji-t. Uji ini dilakukan pada suatu variabel yang memiliki dua atau lebih kelompok data. Jadi pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tiap-tiap kelompok data berasal dari populasi normal atau tidak (Priyatno, 2. Penelitian ini menggunakan uji normalitas data dan varians menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikasi 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 5% atau 0,05 (Priyatno, 2. Hasil uji normalitas yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 0 dapat dilihat pada tabel berikut: Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Tabel 6. Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, hasil belajar menunjukkan taraf signifikansi 0,200 yang berarti lebih besar dari A . >0,. , sehingga data tersebut dapat disimpulkan memiliki distribusi normal atau memiliki sebaran data yang normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui varians populasi sama atau tidak. Uji ini juga merupakan syarat penggunaan uji-t, jika varians populasi tidak sama maka uji-t tidak dapat digunakan sebagai alat analisis. Hasil uji homogenitas yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 0 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa sampel memiliki taraf signifikansi 0,082 > 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sampel hasil belajar dari populasi mempunyai varians yang sama . Uji Hipotesis Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Matching Only pra test-post test control group design. Penggunaan rancangan ini adalah untuk melihat hasil kedua kelompok yang dibandingkan secara statistik dalam kondisi yang akhir setelah perlakuan . Untuk mengetahui keadaan akhir setelah perlakuan diberikan, dilakukan pemberian post tes kepada dua kelompok subyek yang diberi perlakuan yang berbeda. Uji Hipotesis pada Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . penelitian ini menggunakan menggunakan Uji-t. Hasil uji hipotesis dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS versi 22. 0 dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 8. Uji Hipotesis Dari hasil SPSS 22. 0 diketahui signifikan data adalah 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberi perlakuan. Karena rerata nilai tes sikap empati sejarah kelas eksperimen . elompok yang dikenai modul ajar yang dikembangka. = 128 > rerata nilai tes sikap empati sejarah kelas kontrol . elompok yang dikenai bahan ajar LKS) = 114,48 sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan empati sejarah siswa. Perbandingan rata-rata nilai kelompok yang menggunakan modul ajar pembelajaran multikultural bermuatan sejarah lokal untuk meningkatkan empati sejarah siswa dengan menggunakan modul ajar yang dikembangkan dan kelompok yang menggunakan LKS dapat dilihat pada gambar berikut Gambar 1. Perbandingan Nilai Post Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Simpulan Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampung yang dikembangkan melalui metode R&D dinyatakan sangat valid dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli materi 96% dan modul ajar 94%, serta efektif meningkatkan empati sejarah siswa. Hal ini dibuktikan melalui uji efektivitas pada desain kuasi-eksperimen, di mana nilai posttest kelas eksperimen yang menggunakan modul lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang menggunakan LKS . erata 128 > 114,. dan perbedaannya signifikan secara statistik . = 0,000 < 0,. Dengan demikian, modul ini mampu membantu pembelajaran sejarah menjadi lebih kontekstual, bermakna, serta menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman sesuai dengan karakteristik masyarakat multikultural di Lampung. Sumargono. Risma Margaretha Sinaga (Modul Ajar Pembelajaran Multikultural pada Muatan Sejarah Lokal SMA di Lampun. ISSN 2685-9114 . , 2686-0082 . Keraton: Journal of History Education and Culture Vol. No. December 2025, pp. Acknowledgment Penulis menyampaikan terima kasih kepada Universitas Lampung atas dukungan pendanaan yang telah memungkinkan terselenggaranya penelitian ini. Dukungan tersebut berkontribusi signifikan terhadap kelancaran proses dan capaian hasil penelitian. References