Yusuf. Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadadap Profitabilitas pada Bank. ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia Muhammad Yusuf STIE Indonesia Banking School yusuf@ibs. Abstract This study aims to determine: the bankAos performance in terms of aspects of risk profile, earnings, and capital in Islamic Banks in Indonesia in 2012-2014. This research used descriptive quantitative method. This paper is using eleven Islamic Banks in Indonesia since the year 2012 until 2014 as samples. Risks are measured by credit risk . , liquidity risk is proxied by FDR, while asset quality is proxied by the NPF, company size (Siz. measured by Total Assets, measured by ROA profitability analysis, efficiency analysis is measured by ROA and NIM (NOM), while Capital is measured by CAR, financial reporting data used in this study includes data on the FDR. ROA. NPF. SIZE. CAR. NOM, and ROA, these data indicate a relationship with the financial ratio indicators Profitability in Islamic Banks. Based on the analysis and interpretation of data that has been done, it can be concluded that FDR. NPF. BOPO have a positive effect to ROA, while Size has no significant effect to return on Asset at Sharia Commercial Bank. Assets of sharia banks in Indonesia is relatively small which is less than 5 trillion, which is included in the category of book 1 and book 2, so the size of the bank does not affect the profitability of sharia banks in Indonesia Keywords: Islamic Banks. FDR. ROA. NPF. Bank Size. CAR. NIM (NOM) and ROA. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kinerja bank dalam hal aspek profil risiko, pendapatan, dan permodalan di Bank Syariah di Indonesia pada tahun 2012-2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Makalah ini menggunakan sebelas Bank Syariah di Indonesia sejak tahun 2012 sampai 2014 sebagai sampel. Risiko diukur dengan risiko kredit . , risiko likuiditas diproksikan oleh FDR, sedangkan kualitas aset dikemukakan oleh NPF, ukuran perusahaan (Ukura. yang diukur dengan Total Aktiva, diukur dengan analisis profitabilitas ROA, analisis efisiensi diukur dengan ROA dan NIM (NOM), sedangkan Modal diukur dengan CAR, data pelaporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data FDR. ROA. NPF. SIZE. CAR. NOM, dan ROA, data ini menunjukkan adanya hubungan dengan indikator rasio keuangan Profitabilitas pada Bank Syariah. Berdasarkan analisis dan interpretasi data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa FDR. NPF. BOPO memiliki pengaruh positif terhadap ROA, sedangkan Ukuran tidak berpengaruh signifikan terhadap return on Asset pada Bank Umum Syariah. Aktiva bank syariah pada Indonesia tergolong kecil yaitu kurang dari 5 triliun, yang termasuk dalam kategori buku 1 dan buku 2, sehingga ukuran bank tidak mempengaruhi profitabilitas bank syariah di indonesia. Kata Kunci: Bank Syariah. FDR. ROA. NPF. Ukuran Bank. CAR. NIM (NOM) dan ROA. Pendahuluan Kinerja bank merupakan barometer kemampuan kompetisi usaha bisnis dari bank tersebut. Kinerja bank juga merupakan aspek penting yang harus diketahui oleh stakeholders. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 13/1/PBI/2011 penilaian kesehatan bank merupakan salah satu hal yang diatur oleh Bank Indonesia yang akan berguna dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan untuk menghadapi risiko di masa yang akan datang. Khususnya bagi para shareholders adanya penilaian kinerja bank akan memberi sinyal dalam pengambilan keputusan investasi. Penilaian kesehatan bank adalah muara akhir atau hasil dari aspek pengaturan dan pengawasan perbankan yang menunjukkan kinerja perbankan nasional. Menurut Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) dalam Surat Edaran (SE) BI No. 13/24/ DPNP/2011 yang merupakan prinsip-prinsip umum yang harus diperhatikan manajemen bank dalam me- nilai kinerja bank adalah berorientasi pada risiko, proporsionalitas, materialitas dan signifikansi serta komprehensif dan terstruktur. Penilaian kinerja bank oleh manajemen, pemegang saham, pemerintah maupun stakeholder yang lain penting untuk dilakukan karena menyangkut distribusi kesejahteraan diantara mereka. Kinerja bank dapat dinilai melalui berbagai macam variAbel atau indikator. Sumber utama variabel atau indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Berdasarkan laporan keuangan inilah dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar dari penilaian kinerja bank. Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengukur kinerja, karena rasio-rasio tersebut terbukti berperan penting dalam evaluasi kinerja keuangan serta dapat digunakan untuk memprediksi kelangsungan usaha baik yang sehat maupun yang tidak Penilaian kinerja bank dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan. Peranan perbankan di dalam Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol 13 No. 2 Juni 2017: 141-151 suatu negara menjadi penggerak perekonomian suatu Hal ini dikarenakan peran perbankan sebagai lembaga intermediasi yaitu menyalurkan dana dari unit ekonomi surplus ke unit ekonomi defisit atau dengan kata lain bank memegang peran sebagai penampung dana dan penyalur dana (Rivai, 2. Agar terciptanya keseragaman regulasi secara internasional, maka dibentuklah peraturan Basel yang mengatur tingkat kecukupan modal. Di Indonesia. Bank Indonesia selaku bank sentral menerapkan serangkaian kebijakan dimana salah satunya dalam hal penerapan peraturan Basel guna menilai kinerja perusahaan perbankan. Penelitian terdahulu tentang penilaian kinerja bank antara lain . Utaminingsih . Sabir . Putri . Refmasari . Penyempurnaan penilaian kinerja bank dilatarbelakangi oleh perubahan kompleksitas usaha dan profil risiko, penerapan pengawasan secara konsolidasi, serta perubahan pendekatan penilaian kondisi Bank yang diterapkan secara internasional mempengaruhi pendekatan penilaian Kinerja Bank. Penilaian terhadap kinerja suatu bank dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan bank tersebut, khususnya perhitungan rasio agar dapat mengevaluasi keadaan keuangan pada masa lalu, sekarang dan memproyeksikan masa yang akan datang. Menurut scoot . dalam wika . semakin tinggi profitabilitas suatu bank maka semakin baik kinerja bank Selain itu wygent . menambahkan bahwa rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen perusahaan secara keseluruhan, yang ditunjukkan dengan besarnya laba yang diperoleh perusahaan. Penelitian terdahulu tentang Profitabilitas Bank antara lain: Utaminingsih . Sufian . Asmarashidah . Wika . Shaista wasiuzzaman . Davydenko . Angela Roman . Dewa Ayu . Sabir . Perbedaan dengan peneliti sebelumnya adalah, bahwa penelitian ini dilakukan pada Bank Umum syariah dimana peneliti sebelumnya menggunakan bank konvensional, sehingga terdapat perbedaan dalam Istilah konsep dan perhitungan, misalnya pada bank syariah istilah NPL diganti menjadi NPF, kemudian LDR diganti menjadi FDR dan NIM diganti menjadi NOM . et operasional margi. , untuk konsep NOM tidak memasukkan unsur interest . dalam bank syariah namun memasukkan unsur biaya operasional, perbedaan lainnya adalah tahun penelitian dimana tahun sebelumnya tahun sebelum 2012, namun pada penelitian ini dilakukansejak tahun 2012 s/d 2014, perbedaan lainnya adalah pada peneliti sebelumnya, objek penelitian yang digunakan pada bank syariah hanya 3 s/d 7 bank umum syariah, namun pada penelitian ini menggunakan sampel penelitian berupa populasi, yaitu seluruh jumlah bank umum syariah yang telah terdaftar dalam Jakarta Islamic index sampai dengan tahun 2014, yaitu sebnayk 11 bank umum syariah. Berdasarkan latar belakang dan penelitian sebelumnya, maka rumusan masalah penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh indikator rasio keuangan terhadap ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . profitabilitas pada bank umum syariah di indonesia tahun 2012 s/d 2014, adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: mana yang paling berpengaruh terhadap Profitabilitas BUS diantara Variabel. NPF. FDR. BOPO. Total Aset. NIM (NOM) dan CAR pada Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2012-2014, sedangkan manfaat penelitian adalah hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan kepada pimpinan seluruh Bank Umum Syariah untuk mengevaluasi kinerja Bank, khususnya yang berkaitan dengan Profitabilitas. Tinjauan Pustaka dan Pengembangan Hipotesis Signalling Theory Dalam menganalisis rasio keuangan bank syariah, membutuhkan informasi yang jelas dan transparan mengenai bagaimana dann ke-sektor mana bank mengelola dana yang diperoleh dari nasabah . ymmetric informatio. Namun kenyataannya masih banyak terjadi kondisi asymmetric information, yaitu suatu kondisi dimana nasabah bank syariah tidak mempunyai informasi yang cukup lengkap untuk dapat mengetahui kondisi terbaik bank, hal ini dapat menimbulkan potensi terjadinya moral hazard, dimana salah satu pihak berpeluang melakukan tindakan penyelewengan. Timbulnya moral hazard dapat dihindari bila di bank syariah tersedia acuan indeks return industri dari pembiayaan . yang dilakukan bank serta indeks return ( besaran margin/ keuntunga. yang diperoleh dari aktivitas pembiayaan tersebut, dimana industri perbankan syariah harus dengan transparan informasikan hal tersebut kepada nasabahnya. Menurut Sari dan Zuhrotun . , teori signal . ignalling theor. menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan yang dijelaskan dengan rasio keuangan kepada pihak eksternal, dorongan tersebut timbul karena adanya informasi asimetris antara perusahaan . dengan pihak luar, dimana manajemen mengetahui informasi internal perusahaan yang relatif lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan pihak luar seperti investor dan kreditor. Kurangnya informasi yang diperoleh pihak luar tentang k i n e r j a b a n k s y a r i a h menyebabkan pihak luar melindungi diri dengan memberikan nilai rendah untuk bank syariah t tersebut. Bank umum syariah dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengurangi informasi asimetris, salah satu caranya adalah dengan memberikan signal kepada pihak luar berupa informasi keuangan, yang tercermin dalam rasio keuangan yang dapat dipercaya sehingga dapat mengurangi ketidakpastian mengenai prospek perusahaan pada masa yang akan datang. Laporan tentang kinerja perusahaan yang baik akan meningkatkan kinerja bank umum syariah yang dapat diukur dengan tingkat Profitabilitas perusahaan. Rasio Keuangan Bank Syariah Rasio keuangan bank syariah yang digunakan saat ini masih sama dengan aturan yang berlaku di bank konvensional. Analisis rasio keuangan bank syariah dilaku- Yusuf. Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadadap Profitabilitas pada Bank. kan dengan menganalisis posisi neraca dan laporan laba/ Dalam rasio keuangan ini tidak semua dibahas, tetapi hanya beberapa rasio keuangan bank yang dianggap sesuai dengan penelitian yang akan dibahas. Adapun rasio keuangan yang akan disajikan dalam penelitian ini sebagai berikut: Rasio Likuiditas Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perubahaan relatif terhadap hutang lancarnya . utang dalam hal ini merupakan kewajiban ban. Bank dapat dikatakan likuid apabila: . mempunyai primary reserves yang cukup untuk memenuhi likuiditasnya, . apabila primary reserves yang dimiliki tidak cukup, bank mempunyai secondary yang cukup dan dapat diubah menjadi alat likuid segera dengan tidak menimbulkan kecurigaan yang berarti, . Bank mempunyai kemampuan untuk mendapatkan alat-alat likuid melalui berbagai cara antara lain melalui pinjaman di pasar uang . oney marke. Rasio yang rendah menunjukkan risiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, akan dapat berpengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan. Salah satu indikator yang dapat digunakan oleh bank untuk mengukur risiko likuiditas adalah FDR (Financing To Depsoit rati. (Scoot 2. Financing to Deposit Ratio (FDR) FDR (Financing to Deposit Rati. adalah perbandingan antara pembiayaan yang diberikan oleh bank dengan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dikerahkan oleh bank. FDR tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Dengan kata lain, seberapa jauh pemberian kredit kepada nasabah kredit dapat mengimbangi kewajiban bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan oleh bank untuk memberikan kredit. (Lukman, 2005:. Rasio ini untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah yang telah menanamkan dana dengan pembiayaan yang telah diberikan kepada para debiturnya. Semakin tinggi rasionya semakin tinggi tingkat likuiditasnya. Menurut Rivai . Financing Deposit Ratio (FDR) adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar semua dana masyarakat serta modal sendiri dengan mengandalkan kredit yang telah didistribusikan ke masyarakat. Rumusnya adalah: FDR = Pembiayaan Dana Pihak Ketiga X 100% ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . Kenaikan dan penurunan FDR dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : Tingkat biaya dana . ost of fun. Margin yang diinginkan. Biaya operasional . verhead cos. Tingkat resiko kredit. Rasio ini merupakan indikator kerawanan dan kemampuan dari suatu bank. Sebagian praktisi perbankan menyepakati bahwa batas aman dari FDR suatu bank adalah sekitar 80%. Namun, batas toleransi antara 85% dan 100%. Sedangkan berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam surat Edaran Bank Indonesia No. 26/5/ Bp tanggal 29 Mei 1993, besarnya FDR ditetapkan oleh Bank Indonesia tidak boleh melebihi 110%. Dengan ketentuan ini berarti bank boleh memberikan kredit atau pembiayaan melebihi jumlah dana pihak ketiga asalkan tidak melebihi 110%. Menurut Sutan . ditetapkannya maksimum pemberian kredit . dan FDR yang harus diperhatikan oleh bank syariah, maka bank syariah tidak dapat begitu saja serampangan melakukan ekspansi pembiayaan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya atau untuk secepatnya dapat membesarkan jumlah asetnya. Karena hal itu akan membahayakan kelangsungan hidup bank tersebut dan akan membahayakan dana simpanan para nasabah penyimpan dana dari bank itu. Rasio untuk Menilai Kualitas Asset Rasio yang digunakan untuk menilai kualitas asset pada penelitian adalah dengan menggunakan NPF (Non Performing Financin. Non Performing Financing (NPF) merupakan salah satu pengukuran dari rasio risiko usaha bank yang menunjukkan besarnya risiko pembiayaan bermasalah yang ada pada suatu bank (Taswan, 2. Semakin tinggi NPF pada suatu bank, maka risiko bank tersebut pada pembiayaan bermasalah akan semakin tinggi. Hal tersebut akan mempengaruhi pendapatan bank sehingga menurunkan laba bank dan ikut menurunkan ROA dari bank tersebut. NPF merupakan situasi dimana persetujuan pengembalian kredit mengalami risiko kegagalan, bahkan menunjukkan kepada bank akan mengalami risiko kegagalan. Menurut Rivai . , ada beberapa pengertian pembiayaan bermasalah, yaitu: Pembiayaan yang di dalam pelaksanaannya belum mencapai/memenuhi target yang diinginkan oleh pihak bank. Pembiayaan yang memiliki kemungkinan timbulnya risiko di kemudian hari bagi bank dalam arti luas. Mengalami kesulitan di dalam menyelesaikan kewajiban-kewajibannya, baik dalam bentuk pembayaran kembali pokoknya dan atau pembayaran bunga/denda keterlambatan serta ongkos-ongkos bank yang menjadi beban nasabah yang bersangkutan. Kredit atau pembiayaan golongan perhatikan khusus, kurang lancer, diragukan dan macet serta golongan lancar yang berpotensi menunggak. ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol 13 No. 2 Juni 2017: 141-151 Menurut Muhammad . kelancaran nasabah membayar angsuran pokok maupun bagi hasil/profit margin pembiayaan menyebabkan adanya kolektabilitas pembiayaan dikategorikan menjadi 5 macam, yaitu: Lancar atau Kolektabilitas 1 Kurang Lancar atau Kolektabilitas 2 Diragukan atau Kolektabilitas 3 Perhatian Khusus atau Kolektabilitas 4 Macet atau Kolektabilitas 5 NPF (Non Performing Financin. dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut: Pembiayaan (KL. M) NPF = --------------------------- X 100 % Total Pembiayaan Rasio Untuk Menilai Permodalan Rasio yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan tingkat permodalan dengan menggunakan CAR (Capital Adequacy Rati. Menurut Rivai danVeithzal . Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh aktiva bank yang menggunakan risiko ikut dibiayai dari modal sendiri disamping memperoleh dana-dana dari sumber di luar bank. Modal merupakan salah satu faktor penting dalam rangka pengembangan usaha bisnis dan menampung resiko kerugian, semakin tinggi CAR maka semakin kuat kemampuan bank tersebut untuk menanggung resiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi . esuai ketentuan BI 8%) maka bank tersebut mampu membiayai operasi bank, keadaan yang menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi profitabilitas. Rumus untuk menghitung CAR adalah : Rasio Rentabilitas Rasio yang digunakan dalam penelitian ini, untuk menentukan tingkat rentabilitas bank umum syariah menggunakan Return On Assets (ROA). Rasio rentabilitas selain bertujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya. Pada rasio rentabilitas . , rasio yang dapat diukur antara lain: return on assets, biaya operasi/ pendapatan operasi, gross profit margin, dan net profit Return On Assets (ROA), mengukur kemampuan bank didalam memperoleh laba dan efisiensi secara keseluruhan. Rumus menghitung Return On Assets (ROA), sbb : ROA Laba bersih setelah pajak Total Aset Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio Dalam analisis laporan keuangan, rasio ini paling sering disoroti, karena mampu menunjukkan keberhasilan perusahaan menghasilkan keuntungan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang. Aktiva yang dimaksud adalah keseluruhan harta perusahaan, yang diperoleh dari modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan menjadi aktiva Ae aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup Rasio Menilai Tingkat Efisiensi Bank Rasio untuk menilai tingkat efisiensi Bank yang dipergunakan dalam penelitian ini, meliputi BOPO dan NOM, adapun penjelasan dari maisng-masing rasio tersebut sebagai berikut Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BOPO) Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan biaya operasi/biaya intermediasi terhadap pendapatan operasi yang diperoleh bank. Semakin kecil angka rasio BOPO, maka semakin baik kondisi bank tersebut. BOPO (Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasiona. BOPO Total Beban Operasional Total Pendapatan Operasional Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) merupakan rasio yang menunjukkan besaran perbandingan antara beban atau biaya operasional terhadap pendapatan operasional suatu perusahaan pada periode tertentu (Riyaldi, 2. BOPO telah menjadi salah satu rasio yang perubahan nilainya sangat diperhatikan terutama bagi sektor perbankan mengingat salah satu criteria penentuan tingkat kesehatan bank oleh Bank Indonesia adalah besaran rasio ini. Bank yang memiliki rasio BOPO tinggi menunjukkan bahwa bank tersebut tidak beroperasi dengan efisien karena tingginya nilai dari rasio ini memperlihatkan besarnya jumlah biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pihak bank untuk memperoleh pendapatan Disamping itu, jumlah biaya operasional yang besar akan memperkecil jumlah laba yang akan diperoleh karena biaya atau beban operasional bertindak sebagai faktor pengurang dalam laporan laba rugi. Nilai rasio BOPO yang ideal berada antara 50% - 75% sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Net Interest Margin (NIM) atau Net Operating Margin ( NOM ) Rasio menunjukkan kemampuan bank dalam meng- Yusuf. Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadadap Profitabilitas pada Bank. hasilkan pendapatan dari (Margin, bagi hasi. dengan melihat kinerja bank dalam menyalurkan pembiayaan / kredit (Riyadi, 2. Semakin besar NOM/NIM yang diperoleh oleh bank, maka pendapatan bank meningkat sehingga ROA akan ikut meningkat. Rumus menghitung Net Operating Margin (NOM) NOM Pendapatan Operasional bersih Rata-rata aktiva produktif Kinerja perbankan Indonesia ditandai dengan masih dominan nya indikator inefisiensi, terutama dari yang ditunjukkan dengan rasio Net operating Margin (NOM) yang masih relative tinggi. Net Interest Margin (NOM) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank syariah dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan operasional bersih. NOM merupakan rasio yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya dalam rangka menghasilkan pendapatan bunga bersih. Menurut Riyaldi . Menurut Almila dan Herdiningtyas . Net Interest Margin (NOM) adalah perbandingan antara interest income . endapatan operasional bank yang diperole. dikurangi interest expense . iaya operasional bank yang menjadi beba. dibagi dengan average interest earning assets . ata Ae rata aktiva produktif yang Rasio ini menggambarkan tingkat jumlah pendapatan operasional bersih yang diperoleh dengan menggunakan aktiva produktif yang dimiliki oleh bank. Semakin besar rasio ini maka semakin meningkatnya pendapatan operasional yang diperoleh dari aktiva produktif yang dikelola bank sehingga kemungkinan bank tersebut dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Net interest margin itu sendiri bertujuan untuk melakukan evaluasi bank dalam mengelola berbagai resiko yang mungkin terjadi pada margin dan bagi hasil. Ini artinya ketika margin/bagi hasil berubah, maka pendapatan dan biaya margin/bagi hasil juga akan berubah. Net operating margin itu sendiri merupakan rasio yang sangat erat kaitannya dengan kemampuan bank dalam melakukan manajemen untuk mengelola aktiva produktif sehingga bisa menghasilkan margin/bagi hasil Ukuran Bank (Size Ban. Sebagian besar dari rasio kinerja bank, sensitif terhadap ukuran bank . iasanya diukur dengan total Menurut Rosada . bank yang meiliki total aset yang lebih besar cenderung memilii Profitabilitas yang tinggi. Menurut Scott . juga memperkuat pernyataan tersebut bahwa ROA bank meningkat pada bank besar . iatas > 10 milya. , hal ini dapat disebabkan karena bank yang memiliki total aset lebih banyak mampu menyalurkan dana yang lebih besar kepada kreditur, pasar uang dan pasar modal serta memiliki penanganan risiko yang lebih baik (Rosada, 2. ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . Pengembangan Hipotesis 1 Pengaruh FDR terhadap ROA pada Bank Umum Syariah Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio likuiditas yang menggambarkan suatu bank mampu menyediakan dana yang akan ditarik oleh deposan dengan mengandalkan kredit/pembiayaan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin rendah FDR menunjukkan bahwa suatu bank kurang mampu menjaga tingkat likuiditasnya yang dilihat dari kurangnya efektivitas dalam menyalurkan kredit/pembiayaan (Edo dan Wiagustini, 2. Sebaliknya semakin tinggi FDR dalam batas tertentu, maka semakin meningkat pula laba bank dengan asumsi bank menyalurkan dananya untuk pembiayaan yang Menurut Gelos . dengan penyaluran dana pihak ketiga yang besar maka pendapatan bank (ROA) akan semakin meningkat. Sehingga FDR berpengaruh positif terhadap ROA. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Riyadi dan Yulianto . Dewi et al. memperoleh hasil bahwa FDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel FDR terhadap ROA 2 Pengaruh BOPO terhadap ROA pada Bank Umum Syariah Bank yang efisien adalah bank yang mampu menekan biaya operasi dan meningkatlkan pendapatan operasi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. Tingkat efisiensi bank dalam menjalankan operasinya berpengaruh terhadap tingkat pendapatan yang dihasilkan oleh bank. Semakin kecil rasio BOPO berarti semakin efisien bank dalam menjalankan aktivitas usahanya, sebaliknya jika rasio BOPO tinggi berarti kinerja bank tersebut tidak efisien. Terjadinya peningkatan BOPO menyebabkan penurunan keuntungan, sehingga berdampak pada penurunan ROA (Mokoagow dan Fuady. Hal ini didukung oleh penelitian Wibowo dan Syaichu . Bachri et al. , dan Rosada . yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H2: Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel BOPO terhadap ROA 3 Pengaruh NPF terhadap ROA pada Bank Umum Syariah NPF adalah jumlah kredit yang bermasalah dan kemungkinan tidak dapat ditagih. Semakin besar nilai NPF maka semakin buruk kinerja bank (Asrina, 2. Berdasarkan teori. NPF mencerminkan risiko pembiayaan, semakin tinggi rasio ini menunjukkan kualitas pembiayaan bank syariah semakin buruk. Sehingga dengan banyaknya jumlah pembiayaan bermasalah, tentu dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan memperoleh pendapatan dari pembiayaan yang diberikan sehingga mempengaruhi perolehan laba dan berpengaruh buruk ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol 13 No. 2 Juni 2017: 141-151 pada ROA. Hal ini didukung oleh penelitian Septiarini dan Ramantha . Anggreni Suardhika . , dan Dewi et al . yang menyatakan bahwa NPF berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Variabel NPF terhadap ROA 4 Pengaruh SIZE terhadap ROA Sebagian besar dari rasio kinerja bank, sensitif terhadap ukuran bank . iasanya diukur dengan total ase. Menurut Rosada . bank yang meiliki total aset yang lebih besar cenderung memilii Profitabilitas yang tinggi. Menurut Scott . juga memperkuat pernyataan tersebut bahwa ROA bank meningkat pada bank besar ( diatas > 10 milya. , hal ini dapat disebabkan karena bank yang memiliki total aset lebih banyak mampu menyalurkan dana yang lebih besar kepada kreditur, pasar uang dan pasar modal serta memiliki penanganan risiko yang lebih baik (Rosada 2. Hal ini didukung oleh penelitian. Km. Suli Astrini. I Wayan Suwendra. I Ketut Suwarna . yang menyatakan bahwa Ukuran Bank (Size Ban. berpengaruh signifikan terhadap NPL pada Pada Lembaga Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Selain itu hasil penelitian dari Putu Ayu Sintya Kumala. Ni Putu Santi Suryantini . , menyatakan bahwa GDP. Size bank dan Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap NPL pada perusahaan Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H4: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Variabel SIZE terhadap ROA 5 Pengaruh CAR terhadap ROA CAR adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko . redit, penyertaan dan surat berharga tagihan pada bank lai. ikut dibiayai dari dana modal bank, di samping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber di luar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman . , dan lain-lain (Margaretha , 2. Suardita, dan Putri . menyatakan bahwa variabel CAR berpengaruh positif terhadap profitabilitas, semakin meningkatnya CAR maka profitabilitas bank juga akan meningkat karena bank mampu membiayai aktiva yang mengandung risiko. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H5: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Variabel CAR terhadap ROA 6 Pengaruh NOM terhadap ROA Net Operasionalt Margin (NOM) adalah perbandin- Tabel 1 Daftar Bank Umum Syariah di Indonesia No. Nama Bank Syariah Tanggal dan Tahun Beroperasi PT. Bank Syariah Mandiri 1 November PT. Bank Syariah Muamalat Indonesia 1 Mei 1992 PT. Bank Syariah BNI 29 April Gedung Tempo Pavilion 1. Kuningan Jakarta PT. Bank Syariah BRI PT. Bank Syariah Mega Indonesia 17 November 25 Agustus Menara Jamsostek Lantai 24 Jalan Gatot Subroto No. 38 Jakarta Selatan Menara Bank Mega Lantai 21 Jalan Katen Tendean Kavling 12-14 Jakarta Selatan 12790 PT. Bank Jabar dan Banten 6 Mei 2010 Jalan Pelajar Pejuang 45 No. Bandung PT. Bank Panin Syariah 2 Desember PT. Bank Syariah Bukopin PT. Bank Victoria Syariah PT. Bank BCA Syariah PT. Maybank Syariah Indonesia 9 Desember Gedung Panin Life Center Lantai 3 Jalan Letnan Jenderal S. Parman Kaveling 91 Jakarta Barat Alamat Kantor Pusat Wisma Mandiri I Jl. MH. Thamrin No. 5 Jakarta 10340-Indonesia Gedung Arthaloka Lantai 5 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 2 Jakarta 10220 Jalan Salemba Raya No. 55 Jakarta 10440 1 April 2010 Permata Senayan Blok E No. 52-55 Jalan Tentara Pelajar. Kebayoran Lama. Jakarta Selatan 12210 5 April 2010 Jalan Jatinegara Timur No. Jakarta Timur 13310 11 Oktober Sona Topa Tower Lantai 1-3. Jalan Jenderal Sudirman Kavling 26. Jakarta 12920 Sumber : Direktorat Perbankan Syariah BI. Yusuf. Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadadap Profitabilitas pada Bank. gan antara interest income . endapatan operasional bank yang diperole. dikurangi interest expense . iaya operasional bank yang menjadi beba. dibagi dengan average interest earning assets . ata Ae rata aktiva produktif yang Rasio ini menggambarkan tingkat jumlah pendapatan operasional bersih yang diperoleh dengan menggunakan aktiva produktif yang dimiliki oleh bank. Semakin besar rasio ini maka semakin meningkatnya pendapatan operasional yang diperoleh dari aktiva produktif yang dikelola bank sehingga kemungkinan bank tersebut dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Almila dan Herdiningtyas . H6: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Variabel NOM terhadap ROA Metode Penelitian Populasi Penelitian Penelitian ini membatasi hanya pada ruang lingkup data keuangan untuk menganalisa kinerja Perbankan Syariah periode 2012-2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia yang terdiri 11 Bank Umum Syariah (BUS) yang telah membuat laporan keuangan per tahun mulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 yang telah dilaporkan dalam laporan publikasi Bank Indonesia melalui website Pada penelitian ini tidak menggunakan sampel, tetapi menggunakan populasi karena seluruh data dalam penelitian ini adalah merupakan data populasi dalam bentuk data sekunder. Operasional Variabel Variabel adalah segala sesuatu yang memiliki dan memberikan nilai yang bervariasi (Ghozali. Imam. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: variabel dependen dan variabel independen. Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ROA suatu perusahaan. Penilaian pada faktor rentabilitas . merupakan penilaian yang meliputi penilaian terhadap kinerja earnings sumber-sumber earnings, dan sustainability earnings bank. Mengukur tingkat profitabilitas bank dalam pengelolaan aktiva dan tingkat efisiensi operasional. (Ghozali. Imam, . Variabel Independen Independent Variable . ariabel beba. disebut juga predictor variable . ariabel predikto. adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat baik secara positif atau negatif Ghozali. Imam, . Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah FDR. BOPO. NPF. SIZE. CAR dan NIM 3 Model Penelitian Model pada penelitian ini menggunakan regresi linier ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . berganda dengan menggunkan alat bantu E-Views versi 1, regresi linier menggambarkan seberapa besar pengaruh variabel dependen mempengaruhi variabel independen. Distributed Lag Models menunjukkan bahwa nilai Yt dipengaruhi oleh nilai X waktu terkait (X. , sehingga hal inidapat dinyatakan dalam persamaan sebagai ROA = 0 1 tingkat FDR 2 tingkat BOPO 3 tingkat NPF 4 tingkat SIZE 5 tingkat CAR 6 tingkat NIM (NOM) C 7 Metode Analisis Data Gabungan antara data seksi silang . ross sectio. dan data runtun waktu . ime serie. akan membentuk data panel dan data pool . hazali, 2. Data panel diperkenalkan oleh Howles pada tahun 1950, merupakan data seksi silang . erdiri atas beberapa variabe. , dan sekaligus terdiri atas beberapa waktu, sedangkan data pool, sebenarnya juga data panel, kecuali masing-masing kelompok dipisahkan berdasarkan objeknya (Winarno, 2011: 9. Menurut Nachrowi & Usman . , untuk mengestimasi parameter model dengan data panel, terdapat beberapa teknik yang ditawarkan, yaitu: Pooled Least Square (Common Effec. Model Efek Tetap (Fixed Effec. Model Efek Random (Random Effec. Dalam Ghazali . terdapat langkah pengujian yang harus dilakukan untuk menentukan model estimasi yang tepat. Langkah-langkah tersebut adalah : menggunakan uji signifikasi fixed effect uji F atau Chow test (Uji Cho. , dan uji Hausman. Analisis dan Pembahasan Pengaruh FDR terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum Syariah Hasil analisis dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa Financing to Deposit Ratio (FDR) bank syariah memiliki rata-rata Financing to Deposit Ratio (FDR) dalam periode tiga tahun pengamatan . ahun 2012 s/d 2. adalah sebesar 97,74%. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh signfikan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return on Asset (ROA). nilai thitung pada X1 adalah 1. 628901 sementara nilai ttabel 2,010 dan nilai sig adalah 0. Jadi kesimpulannya adalah karena 1. 628901 < 2,010 dan nilai sig 0. 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya FDR berpengaruh signifikan terhadap ROA pada bank umum Standar yang digunakan Bank Indonesia untuk rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah 80% hingga 110%. Jika angka rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) suatu bank berada pada angka di diatas 80% . isalkan 97,74%%), maka dapat disimpulkan bahwa bank tersebut dapat menyalurkan sebesar 97,74% dari seluruh dana yang berhasil dihimpun. Karena fungsi utama dari bank adalah sebagai intermediasi . antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana, maka dengan rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) 97,74% berarti 12,26 % dari seluruh dana yang dihimpun tidak tersalurkan kepada pihak yang Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol 13 No. 2 Juni 2017: 141-151 membutuhkan, sehingga dapat dikatakan bahwa bank tersebut menjalankan fungsinya dengan baik, jadi pada penelitian ini menyatakan bahwa FDR berpengaruh terhafap ROA pada bank umum syariah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Suryani . Hesti . dan Wibowo . menyimpulkan bahwa FDR berpengaruh terhadap return on asset pada bank umum syariah. Pengaruh BOPO terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum Syariah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa BOPO berpengaruh signifikan positif terhadap return on asset pada bank syariah pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, nilai t-hitung pada X2 adalah 732700 sementara nilai ttabel 2,010 dan nilai sign adalah Jadi kesimpulannya adalah karena -8. 2,010 dan nilai sig 0. 0000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H2 diterima yang artinya BOPO berpengaruh signifikan terhadap ROA pada bank umum syariah. Semakin tinggi BOPO akan semakin tinggi jumlah return on asset yang akan meningkatkan profitabilitas dan tentunya akan meningkatkan return on asset yang akan diterima oleh bank syariah. Rasio BOPO merupakan perbandingan antara Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional. Sehingga semakin tinggi rasio ini, menunjukkan bahwa biaya operasional bank semakin tinggi yang berarti bahwa bank kurang efisien dalam mengendalikan biaya operasionalnya sehingga berpengaruh terhadap turunnya pendapatan yang dihasilkan Bank Umum Syariah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rasio BOPO berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sinta . menyimpulkan bahwa BOPO berpengaruh terhadap ROA dan Wibowo, dkk . menyimpulkan bahwa BOPO berpengaruh terhadap return on asset pada bank syariah. Dan hasil penelitian Nugraha . menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus melakukan pengelolan aktivitas operasional bank yang efisien dengan memperkecil biaya operasional bank sangat mempengaruhi besarnya tingkat keuntungan bank yang tercermin dalam ROA. Bank yang efisien dalam operasional mampu menghasilkan ROA, yang tinggi sehingga bank perlu mengambil kebijakan yang tepat dalam memangkas biaya-biaya yang tidak perlu. Pengaruh NPF terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum Syariah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa NPF berpengaruh signifikan positif terhadap return on asset pada bank syariah pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan analisis statistic, menyatakan bahwa nilai t hitung pada X3 adalah 1. 270198 sementara nilai ttabel 2,010 dan nilai sign adalah 0. Jadi kesimpulannya adalah karena 1. 270198 < 2,010 dan nilai 0153 < 0,05 maka H0 ditolak dan H3 diterima yang artinya NPF berpengaruh signifikan terhadap ROA pada bank syariah. Rasio Non Performing Financing (NPF) mencermink- ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . an resiko kredit . yang dihadapi Bank Umum Syariah. Semakin tinggi rasio ini, kualitas kredit bank semakin buruk karena jumlah kredit bermasalah semakin besar, sehingga kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin besar. Hal ini akan berpengaruh terhadap turunnya pendapatan karena adanya peningkatan biaya cadangan aktiva produktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rasio Non Performing Financing (NPF) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Rosada. Nurhidayati. Riyadi. Slamet dan Agung Yulianto. menyimpulkan bahwa NPF berpengaruh terhadap ROA. Pengaruh Size (Ukura. Bank terhadap Retun on Asset pada Bank Umum Syariah. Dapat disimpulkan bahwa Size (Ukura. Bank yang digunakan dalam penelitian ini tidak berpengaruh terhadap return on asset pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil statistic, diatas nilai t hitung pada X4 adalah 1. 106465 sementara nilai ttabel 2,010 dan nilai sig adalah 0. Jadi kesimpulannya adalah karena 106465 < 2,010 dan nilai sig 0. 278 > 0,05 maka H0 diterima dan H4 ditolak yang artinya Size (Ukura. Bank tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada bank Dikarenakan jumlah asset bank syariah di Indonesia relatif kecil yaitu kuarng dari 5 Triliun, dimana masuk dalam kategori buku 1 dan buku 2, sehingga size bank tidak berpengaruh terhadap profitabilitas bank syariah, karena yang sangat dibutuhkan oleh perbankan syariah saat ini adalah kenaikan atas pendapatan dan efisiensi dalam biaya serta penentuan NIM (Net Interest margi. atau NOM (Net operasional margi. yang berpengaruh terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri . menyimpulkan bahwa Size (Ukura. Bank tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Syariah. Pengaruh CAR terhadap Return on Asset pada Bank Umum Syariah. Berdasarkan hasil analisis bahwa CAR yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh terhadap return on asset pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil statistik nilai t hitung pada X5 adalah 942529 sementara nilai ttabel 2,010 dan nilai sign adalah Jadi kesimpulannya adalah karena 0. 2,010 dan nilai sig 0. 0446 < 0,05 maka H0 ditolak dan H5 diterima yang artinya CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA pada bank umum syariah. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri . Wibowo,Edhi dan Muhammad . menyimpulkan bahwa CAR berpengaruh terhadap ROA. Dalam bank syariah mengedepankan risiko bisnis dari pada risiko syariah, bank syariah lebih memilih melakukan perubahan nisbah untuk menyesuaikan dengan CAR. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Return On Asset dapat ter- Yusuf. Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadadap Profitabilitas pada Bank. jadi karena peningkatan profitabilitas turut diikuti pula oleh meningkatnya kebutuhan pembentukan cadangan dalam rangka mengantisipasi konsekuensi peningkatan resiko sejalan dengan optimalisasi produktivitas aset, sehingga kecukupan permodalan Bank Umum Syariah yang diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mengalami penurunan, perkembangan ini tentunya berdampak pada kemampuan bank untuk melakukan ekspansi penyaluran dana. Pengaruh NOM (NIM) terhadap Retun on Asset pada Bank Umum Syariah. Dapat disimpulkan bahwa NOM (NIM) yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh terhadap return on asset pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Berdasarkan hasil statistik diatas nilai thitung pada X6 adalah 3. 585353 sementara nilai ttabel 2,010 dan nilai sig adalah 0. Jadi kesimpulannya adalah karena 585353 > 2,010 dan nilai sig 0. 0014 < 0,05 maka H0 ditolak dan H6 diterima yang artinya NOM berpengaruh signifikan terhadap ROA pada bank umum syariah. Makin tinggi tingkat NOM maka makin tinggi pula tingkat bunga . Tingkat bunga yang tinggi akan menambah kemauan pemilik modal untuk mengembangkan sektor-sektor produktif. Apabila dikaitkan dengan profitabilitas bank maka dengan rendahnya investasi maka investor juga akan mengurangi hutang bank sehingga menurunkan tingkat profitabilitas bank, menurunnya tingkat profitabilitas bank menurun pula tingkat Return on Asset yang dimiliki oleh bank syariah. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sinta . menyimpulkan bahwa NOM berpengaruh terhadap bagi hasil dan Mokoagow . menyimpulkan bahwa NOM berpengaruh terhadap Profitabilitas . eturn on asse. pada Bank Umum. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan analisa dan interpretasi data yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan : FDR berpengaruh . positif terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Dengan demikian, semakin tinggi rasio ini mencerminkan bahwa Bank Umum Syariah semakin efektif dalam menyalurkan pembiayaannya. Dengan asumsi bahwa rasio ini berada dalam batas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. CAR berpengaruh . positif terhadap Profitabilitas (ROA), pada bank umum syariah di Indonesia, karena berpengaruh CAR terhadap Return On Asset dapat terjadi karena, peningkatan profitabilitas turut diikuti pula oleh meningkatnya kebutuhan pembentukan cadangan dalam rangka mengantisipasi konsekuensi peningkatan resiko sejalan dengan optimalisasi produktivitas aset, sehingga kecukupan permodalan Bank Umum Syariah yang diproksikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mengalami penurunan, di samping itu, bank umum syariah belum secara signifikan memanfaatkan ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . sumber-sumber tambahan modal lainnya sehingga pertumbuhan modal dapat mengimbangi pertumbuhan aktiva produktif seperti yang terjadi selama tahun 2006 (LPPS, 2. NPF berpengaruh . positif terhadap Profitabilitas (ROA) return on Asset pada bank umum syariah, dapat disimpulkan bahwa NPF yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh terhadap return on asset pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tinggi rendahnya NPF akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat Return on Asset. Hal ini dikarenakan pihak bank telah memiliki cadangan yang baik dan sudah melakukan analisis resiko yang nantinya permasalahan tersebut akan mempengaruhi besaran dari tingkat bagi hasil. BOPO berpengaruh . positif terhadap profitabilitas (ROA) return on asset pada bank syariah pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Semakin tinggi BOPO akan semakin tinggi jumlah return on asset yang akan meningkatkan profitabilitas dan tentunya akan meningkatkan return on asset yang akan diterima oleh bank syariah. Rasio BOPO merupakan perbandingan antara Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional. Sehingga semakin tinggi rasio ini, menunjukkan bahwa biaya operasional bank semakin tinggi yang berarti bahwa bank kurang efisien dalam mengendalikan biaya operasionalnya sehingga berpengaruh terhadap turunnya pendapatan yang dihasilkan Bank Umum Syariah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rasio BOPO berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sinta . menyimpulkan bahwa BOPO berpengaruh terhadap ROA dan Wibowo dkk . menyimpulkan bahwa BOPO berpengaruh terhadap return on asset pada bank syariah. Size Bank tidak berpengaruh signifikan terhadap return on Asset pada Bank Umum Syariah, dikarenakan jumlah asset bank syariah di Indonesia relatif kecil yaitu kurang dari 5 Triliun, dimana masuk dalam kategori buku 1 dan buku 2, sehingga size bank tidak berpengaruh terhadap profitabilitas bank syariah, karena yang sangat dibutuhkan oleh perbankan syariah saat ini adalah kenaikan atas pendapatan dan efisiensi dalam biaya serta penentuan NIM (Net Interest margi. atau NOM (Net operasional margi. yang berpengaruh terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri . menyimpulkan bahwa Size (Ukura. Bank tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Syariah. NOM (NIM) berpengaruh . positif terhadap return on asset NOM (NIM) yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh terhadap return on asset pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Makin tinggi tingkat NOM maka makin tinggi pula tingkat bunga . Tingkat bunga yang tinggi akan mengurangi kemauan pemilik modal untuk mengembangkan sektor-sektor Apabila dikaitkan dengan profitabilitas bank maka dengan rendahnya investasi maka investor juga akan mengurangi hutang bank sehingga menurunkan tingkat profitabilitas bank, menurunnya tingkat profitabilitas bank menurun pula tingkat Return on Asset yang Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol 13 No. 2 Juni 2017: 141-151 dimiliki oleh bank syariah. Berdasarkan hasil pengujian secara simultan antara variabel NPF. FDR. BOPO. NOM. CAR dan SIZE terhadap Profitabilitas (ROA) memiliki pengaruh siginifikan sehingga dapat dikatakan bahwa apabila seluruh kompenan tersebut diterapkan dalam praktek perbankan secara simultan maka akan meningkatkan profitabilitas pada bank umum syariah di Indonesia. Implikasi Manajerial Berdasarkan kesimpulan di atas maka implikasi yang dapat ditulis sebagai berikut: Rasio keuangan yang berpengaruh atas profitabilitas bank syariah adalah NPF. FDR. BOPO. NOM. CAR dan SIZE berpengaruh terhadap ROA. Hal ini berarti bahwa bank syariah harus dapat memberikan margin yang kompetitif dengan bank konvensional, karena pada umumnya akad- akad yang selama ini dilakukan oleh perbankan syariah hampir 80% menggunakan akad murabahah dengan dasar penentuan pendapatan berupa margin, sedangkan akad mudharabah dan musyarakah dengan dasar penentuan pendapatan berdasarkan bagi hasil belum banyak diterapkan oleh bank syariah, padahal prinsip bagi hasil ini akan memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan prinsip margin. Oleh karena itu agar profitabilitas bank syariah meningkat, peneliti menyarankan agar prinsip bagi hasil untuk segera diterapkan di Bank syariah di Indonesia. Meskipun tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas rasio. SIZE BANK terhadap Profitabilitas (ROA). Pada penelitian ini dikarenakan jumlah asset bank syariah di Indonesia relatif kecil yaitu kurang dari 5 Triliun, dimana masuk dalam kategori buku 1 dan buku 2, sehingga size bank tidak berpengaruh terhadap profitabilitas bank syariah, karena yang sangat dibutuhkan oleh perbankan syariah saat ini adalah kenaikan atas pendapatan dan efisiensi dalam biaya serta penentuan NIM (Net Interest margi. atau NOM (Net operasional margi. yang berpengaruh terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Kelemahan Penelitian Data penelitian yang kurang lengkap khususnya mengenai data rasio keuangan, dikarenakan tahun berdirinya antar bank umum syariah memiliki rentang waktu yang cukup lama, yaitu ada Bank Muamalat yang berdiri tahun 1992 dan terakhir berdiri rahun 2010, misalnya . Victoria Syariah. Maybank syariah dan BCA syariah baru berdiri tahun 2010, sehingga cukup menyulitkan untuk menentukan tingkat rata-rata rasio pertumbuhan anatar bank umum syariah, karena penelitian ini dimulai sejak tahun 2012, yang sudah tentu kinerja bank umum syariah atas rasio keuangan yang baru 2 tahun belum memiliki rasio keuangan yang stabil dibandingkan dengan bank Muamalat yang sudah tumbuh selama 20 tahun, selain itu, jumlah Bank Umum syariah masih sedikit yaitu pada tahun 2014 baru 11 bank, sehingga dalam pengolahan analisis secara statistic masih belum memiliki jumlah yang signifikan, . inimal = 30 sampel ), kelemahan da- ISSN: 1829-9865 . 2579-485X . lam penelitian ini , jumlah rasio yang dianalisis hanya FDR. BOPO,NPF. SIZE. CAR dan NOM terhadap profitabilitas ROA, yang belum mencerminkan rasio keuangan secara lengkap, diman seharusnya rasio keuang yang lengkap terdiri dari rasio. Likuiditas. Solvabilitas. Rentabilitas dan Profitabilitas. Saran