Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK http://ejurnal. iaipd-nganjuk. DAMPAK KEBERADAAN MAJELIS RASULULLAH SAW JATIM DI SURABAYA TERHADAP PERILAKU ANAK MUDA Hanif Silmi Khomsin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya hanifsilmi02@gmail. Info Artikel Submit : 20 Agustus 2024 Revisi : 1 September 2024 Diterima : 10 September 2024 Publis : 17 September 2024 Abstrak Kehadiran berbagai majelis di Surabaya berhubungan dengan kekeringan spiritualitas dan fenomena hijrah pada kalangan anak muda. Hadirnya majelis Rasulullah SAW Jatim membuat daya tarik tersendiri pada fenomena yang terjadi di perkotaan, dengan membawa haibah . dan kelembutan pada konsep dakwahnya. Karismatik para guru dapat mempengaruhi daya tangkap dalam menerima keilmuan, dasar ajaran dalam majelis Rasulullah SAW berdasarkan ajaran Tarekat Alawiyah. Penelitian menggunakan metode penelitian pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan Penelitian ini dilaknakan untuk menyimpulkan dengan adanya majelis Rasulullah SAW Jatim yang menggabungkan zikir, sholawat dan taAolim dalam satu majelis dapat digolongkan sebagai logoterapi sehingga dapat mengubah perilaku para anak muda. Sehingga permasalah spiritualitas pada masyarakat dapat teratasi. Kata kunci Rasulullah SAW Jatim. Tarekat. Psikologi. Logoterapi Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Pendahuluan Keberadaan majelis di daerah perkotaan menandakan permasalahan spiritual yang terjadi ditengah masyarakat. Kota Surabaya dengan mobilitas yang padat, kehadiran berbagai majelis menjadi daya magnet yang kuat sehingga banyak kalangan masyarakat yang mengikuti mejelis tersebut. Hal ini beriringan dengan fenomena yang terjadi pada masyarakat perkotaan yang terpengaruh dengan pemikiran barat yang hanya mementingkan kebahagian dari sesuatu yang bersifat materialis dan menyingkirkan yang sesuatu bersifat agama yang berhubungan dengan Allah dan Rasul-Nya. Para pedakwah yang mendirikan beberapa majelis di Surabaya, untuk mengatasi beberapa problematika pemikiran, dan spiritualitas yang terjadi. Problematika sosial pada masyarakat perkotaan berkenaan kebahagian hanya dapat diukur dengan materialisme, menimbulkan patologi sosial, psikologi dan spiritual. Sehingga berkurangnya kebermaknaan hidup dalam diri seseorang, hal ini menjadi pusat dari tujuan hidup pada diri manusia. Jika tujuan ini tidak terdapat pada diri seseorang akan timbul rasa sedih, kecewa, depresi, psikosomatik, kenakalan remaja, perzinahan, dan lingkungan sosial yang tidak aman. Maka ajaran agama yang penuh dengan moral dan nilai dapat memunculkan ketenangan dalam hati dan meluruskan pikiran, sehingga dapat mengatasi berbagai distraksi pemikiran yang menyesatkan dan negatif. Dengan konsep dakwah yang dapat menarik jamaah untuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta menegakkan syiar dakwah dengan motivasi dan semangat yang tinggi untuk mendapat ridho Allah dan Rasul-Nya, membentuk para anak muda dan masyarakat yang memiliki nilai tinggi dalam berislam dan beramal dalam kehidupan. Semua bentuk dakwah yang diajarkan dan disampaikan pada setiap majelis adalah menekankan pada aspek cinta kepada Rasulullah SAW. 1 Ida Afidah. AuSpiritualitas Masyarakat Perkotaan,Ay Jurnal Dakwah & Sosial 1, no. : 30. 2 M. Alan al Farisi. AuZikir Dan Wirid Di Pesantren Darur Rahman Kiemas Sendangagung,Ay Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf 9, no. : 24. 3 Anisatul Ikrima. Karsidi Diningrat, and Rojudin. AuDakwah Majelis Rasulullah Dan Kecintaan JamaAoah Kepada Dakwah Islam,Ay Tabligh: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 1, no. : 27. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Majelis Rasulullah SAW Jatim yang berada di Surabaya memiliki prinsip yang sama dengan pendirinya yaitu Habib Munzir bin Fuad al-Musawa yang memiliki julukan Sulthonul al-Qulub . ajanya hat. , julukan diberi oleh gurunya yaitu Sayyid al-Habib Umar bin Hafid bin Abu Bakar bin Salim yang juga mendirikan darul musthofa Tarim. Yaman. Majelis ini berdiri dengan konsep nilai dakwah tasawuf yang kuat, dan memiliki peran penting terhadap dan masyarakat dan perilaku anak muda . Dakwah Majelis Rasulullah SAW tentunya berdasarkan dengan al-Quran dan al-Hadis sesuai dengan dakwah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan diterapkan lingkup majelis ini. Pada awalnya Habib Munzir bin Fuad al-Musawa mendirikan mejelis ini berdiri di Jakarta dari rumah ke rumah hingga menetapkan di masjid al-Munawar Pancoran-Jakarta selatan hingga semakin berkembang hingga memiliki cabang di beberapa kota besar salah satunya adalah Surabaya. Majelis Rasulullah SAW tergolong majelis yang menerapkan ajaran Tarekat Alawiyah dengan lima konsep dasar yaitu: Ilmu, amal, ikhlas, khauf, waraAo. 4 Tarekat ini mayoritas penganutnya adalah para sayyid . eturunan Nabi Muhammad SAW) yang bergerak pada bidang ilmu fikih dan ilmu tasawuf. Tarekat ini memiliki pengaruh yang besar pada bidang spiritual di seluruh dunia. Dasarnya tasawuf mempunyai empat unsur yaitu: . Metafisika, yaitu sesuatu yang berada diluar alam dunia atau ghoib. Etika, yaitu sesuatu yang memperdalami tentang adanya baik dan buruk . Psikologi, yaitu masalah yang berhubungan tentang jiwa. Psikologi dalam tasawuf bertujuan agar individu dapat menyelidiki dirinya, agar individu dapat memahami kekurangan dan kelebihan. Supaya dapat memperbaiki diri menuju kesempurnaan pribadi. Estetika, yaitu ilmu seni Dalam meresapi seni dalam diri harus lah ada pancaran keindahan dari diri sendiri yang berlandaskan cinta. Cinta merupakan puncak keindahan didalam diri individu. Religious experience merupakan penanaman pentingnya pemahaman agama dimana aspek pengalaman lahiriyah keagamaan dapat ditransformasikan ke dalam dimensi-dimensi Hal itu ditunjukkan agar lahir kekayaan nilai kejiwaan. Kemudian nilai tersebut diemplementasikan dalam kehidupan, dan tercerminnya nilai-nilai sosial. Religious experience 4 Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith. Thariqah Alawiyah Jalan Lurus Menuju Allah, vol. 1 (Tangerang Selatan: Nafas, 2. 5 H. Badrudin. Pengantar Ilmu Tasawuf (Serang: Penerbit A-Empat, 2. , 3. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 pada diri suatu individu akan menciptakan kelompok yang penuh dengan manifestasi sifatsifat ketuhanan sehingga setiap individu dapat berkembang secara lahir dan batin. Sehingga indiviu yang mengalami religious experience akan memperkuat kepribadian secara esoterik dan 6 Mengenal hakikat diri merupakan kunci mengenal Allah, maka barangsiapa yang mengenal dirinya, maka orang tersebut telah mengenal Tuhannya. Tidak ada yang lebih dekat dengan diri melainkan diri sendiri, jika tidak mengenal diri sendiri, maka bagaimana orang tersebut dapat mengenal Tuhannya. 7 Dengan mengenal dirinya akan mengetahui tujuan dari kehidupan. Terdapat tiga aspek untuk mengenal diri yaitu . pengetahuan, . harapan diri, . penilaian diri. Sehingga dapat mengoptimalisasi bakat, kemampuan dan pemenuhan spiritual. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi melakukan pengumpulan data dengan observasi dan wawacara pastisipan untuk mengetahui esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya. 9 Dengan Majelis Rasulullah SAW Jatim Sebagai variabel bebas dan anak muda di Surabaya Sebagai variabel terikat. Penelitian Kualitatif biasa berupa bentuk deskriptif untuk menjelaskan sesuatu yang ingin diteliti hasil dari suatu pengamatan, hasil pengamatan dan segala bentuk pendekatannya diharapkan dapat menjelaskan dan menguraikan suatu fenomena sosial dengan bentuk suatu hal yang lebih umum dan mudah dipahami oleh para pembaca. Pemahaman yang tidak dapat disimpulkan secara lansung melainkan dengan analisis terhadapat kejadian sosial yang terjadi, kenyataan dalam kejadian sosial inilah yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Metode pedekatan observasi adalah suatu kegiatan melihat gejala 6 Khadijah. AuTitik Temu Transpersonal Psychlogy Dan Tasawuf,Ay Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam 4, 2 . : 398Ae99. 7 Imam Al-Ghazali. Resep Bahagia Imam Al-Ghazali (Jakarta Selatan: PT Rene Turos Indonesia, 2. , 5. 8 Nur Hasanah Harahap. Rahma Ramadhani, and Mutiara putri chandra. AuMengenal Diri Sendiri Menggunakan Media Dompet Belajar,Ay BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4, no. : 992. 9 Muhammad Ramdhan. Metode Penelitian (Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2. , 7. 10 Pupu Saeful Rahmat. AuPenelitian Kualitatif,Ay Equilibrium 5, no. 9 (June 2. : 2Ae3. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dengan alat-alat yang dapat membantu dan mencatat yang memiliki tujuan untuk meneliti Pedekatan ini berkaitan dengan fungsi indra yang berhubungan dengan sesuatu yang ingin di observasi. 11 Metode pendekatan wawancara dalam penelitian ini menggunakan wawancara yang bersifat fleksibel, para partisipan yang ditanya dapat menjawab dengan singkat maupun panjang berdasarkan pemikiran dan suatu perkara yang berkenaan dengan penelitian yang berfokus pada partisipan agar mendapat jawab yang lengkap, luas, mengerucut serta jawaban yang mendalam. Jenis wawancara yang bersifat fleksibel tentu sesuai dengan para peneliti yang bertanya dengan pertanyaan yang cukup banyak. Keberadaan Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya Fenomena banyak nya majelis zikir, sholawat dan taklim menandakan pergerakan spritual perkotaan semakin membaik, selain itu pergerakan masyarakat yang banyak membuat nilai dan moral mulai tampak menurun di daerah perkotaan terutama di kota besar yang mayoritas memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Banyaknya majelis di suatu perkotaan menandakan masyarakat mulai rasa tertarik akan hadirnya majelis-majelis di daerah perkotaan. 13 Keberadaan Majelis Rasulullah SAW Jatim sebagai sarana untuk masyarakat dan para pemuda untuk mengobati dan memberi nutrisi hati, mewabahnya majelis di daerah Surabaya yang dapat disebut kota metropolitan dapat memberi dampak yang positif. Fenomena keberadaan majelis yang berkembang pesat dapat menandakan sesuatu yang unik dan memiliki nilai-nilai agama yang tinggi. Kemunduran moral masyarakat perkotaan ini dapat di obati oleh hadirnya beberapa majelis di kota besar yang diakibatkan oleh pengaruh dari dunia barat berserta pergerakan masyarakat yang dominan sehingga membuat orientansi kesadaran akan nilai spritual menurun drastis, terutama dampaknya sangat terlihat pada perilaku anak muda yang mulai jauh dari norma dan nilai 11 Hasyim Hasanah. AuTeknik-teknik ObsrvasiI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu- ilmu Sosia. ,Ay At-Taqaddum 8, no. 1 (January 5, 2. : 26, https://doi. org/10. 21580/at. 12 Imami Nur Rachmawati. AuPengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara,Ay Jurnal Keperawatan Indonesia 11, no. 1 (March 24, 2. : 36, https://doi. org/10. 7454/jki. Ida Afidah. AuSpiritualitas Masyarakat Perkotaan,Ay Jurnal Dakwah & Sosial 1, no. 1 (March 2. : 30. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Kehadiran Majelis Rasulullah SAW Jatim mewarnai banyaknya majelis di Surabaya, kehadiran majelis didasari oleh kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW inilah yang memberi energi positif bagi masyarakat sekitar, daya tarik yang luar biasa bagi anak-anak muda yang ingin merubah diri mereka agar lebih baik lagi yang biasa disebut dengan hijrah. Hijrah menjadi fenomena pendukung hadir nya suatu majelis di kota-kota besar, berdasarkan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW dari makkah al-Mukaromah ke al-madinah al-Munawaroh. Hijrah sendiri memiliki arti memutuskan sesuatu atau menyambungkan sesuatu, dan dapat diartikan pindah dari suatu kondisi ke kondisi yang lainnya. Secara terminologi dapat dikatakan bahwa, pertama terlepas seorang hamba dari perkara yang lain, kedua yaitu keluarnya seorang hamba dari daerah yang mayoritas orang kafir ke daerah yang mayoritas orang beriman/mukmin, ketiga menghilangkan dari segara sifat buruk dalam diri . beralih kepada sifat yang terpuji dan segala jalan yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Dalam pandangan syariah hijrah ini dapat diartikan sebagai usaha seseorang untuk meninggalkan sesuatu hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, dan dapat dikatakan hijrah merupakan dorongan dari diri seorang hamba Allah secara dhohir dan batinnya. Menurut Dhohir, yaitu menjauh dari segala bentuk yang dapat menghinakan diri kita layaknya dosa dengan memegang erat tali agama pada diri kita. Menurut batin, menjauhi segala nafsu yang buruk pada diri kita dan pemicunya. Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya dipimpin oleh Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus sebagai guru dan mengawasi berjalan Majelis Rasulullah di daerah regional Jawa Timur salah satunya di kota Surabaya, pelaksaan majelis ini biasa pada setiap malam selasa sejak tahun 1994. Setiap malam selasa majelis ini secara istiqomah melaksanakan kegiatan tersebut yang memiliki urutan peristiwa awal Aujasah itsnainAy di Tarim Yaman yang di didirikan oleh guru beliau yang bernama Sayyid al-Habib Umar bin Hafid bin Abu Bakar bin Salim. Habib Munzir bin Fuad al-Musawa dan Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus merupakan lulusan yang sama dari Tarim Yaman. Sesuai dengan citacita pendiri Majelis Rasulullah SAW yaitu Habib Munzir bin Fuad al-Musawa ingin Agnia Addini. AuFenomena Gerakan Hijrah di Kalangan Pemuda Muslim Sebagai Mode Sosial,Ay Journal of Islamic Civilization 1, no. 2 (October 28, 2. : 111, https://doi. org/10. 33086/jic. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 mendirikan Majelis Rasulullah SAW Jawa Timur maka terbentuklah majelis tersebut yang sebelumnya berpusat di ibu kota Jakarta dengan jumlah yang banyak dan rata-rata dihadiri oleh anak muda, dengan niat baik dari pendiri awalnya yaitu Habib Munzir bin Fuad alMusawa diteruskan oleh Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus untuk memimpin dan mengatur berjalannya Majelis Rasulullah SAW di daerah regional Jawa Timur. Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya mencontoh tata cara bermajelis di Tarim Yaman yang diajarkan oleh Sayyid al-Habib Umar bin Hafid bin Abu Bakar bin Salim ketika melaksanakan majelis maulid, yaitu menggabungkan majelis sholawat dengan kajian kitab dan doa bersama yang menyentuh hati. Selain itu. Majelis Rasulullah SAW Jatim mendawamkan qosidah atau syair yang penuh dengan nasehat sehingga membuat beberapa jamaah merasa tersentuh, menanggis dan merasakan ketenagan. Konsep dakwah Majelis Rasulullah SAW memiliki keunikan yang membuat masyarakat terutama anak muda mencintai dakwah dan apa yang telah di ajarkan di Majelis Rasulullah SAW. Majelis Rasulullah SAW Jatim merupakan majelis taklim, yaitu institusi pendidikan tidak formal yang bertujuan membimbing para jamaah dalam belajar agama islam, yang isi didalamnya adalah pengajaran tentang akhlak, nilai agama serta pembahasan yang berkenaan tentang syariat. Majelis taklim dibentuk oleh sekelompok orang muslim untuk memaksimalkan potensi dalam berlajar ilmu agama dengan bekerja kerena islam mengajarkan bahwa antara spiritual dan yang bersifat duniawi haruslah seimbang agar mencapai suatu kesimbangan dalam kehidupan seseorang. Maka hadirnya Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya merupakan suatu hal penting bagi umat islam di wilayah 16 Majelis taklim merupakan sarana pendidikan islam yang mengajari seseorang akan pemahaman tentang akhlak, amal, ilmu berserta ilmu yang berkenaan tentang kedekatan seorang hamba terhadapat Tuhannya, pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, kebermakaan, penghayatan, pengalaman mistisisme dalam agama islam itu sendiri sehingga seorang dapat menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwan 15 Anisatul Ikrima. Karsidi Diningrat, and Rojudin Rojudin. AuDakwah Majelis Rasulullah dan Kecintaan JamaAoah kepada Dakwah Islam,Ay Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 1, no. 2 (June 30, 2. : 27, https://doi. org/10. 15575/tabligh. 16 Muhamad Arif Mustofa. AuMajelis TaAolim Sebagai Alternatif Pusat Pendidikan Islam,Ay Fokus : Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan 1, no. : 7Ae8. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 kepada Allah disertai dengan perbaikan perilaku dan tingkah laku agar terbentuknya kepribadian rabbani. Konsep Dakwah Majelis Rasulullah SAW Jatim Majelis Rasulullah SAW di Surabaya memiliki haibah . yang kuat, majelis ini memiliki konsep semangat dan kecintaan yang besar terhadap Rasulullah SAW. Habib Munzir bin Fuad al-Musawa mengajarkan kepada setiap jamaah Majelis Rasulullah SAW untuk selalu semangat untuk berdakwah karena Rasulullah. Khodimul Majelis Rasulullah SAW Jatim mengatakan: AuMajelis ini tidak ada hubungan dengan politik atau kelompok islam tertentu melainkan murni dakwah ini untuk menyenangkan hati Rasulullah SAWAy. Dakwah majelis ini penuh dengan kelembutan dan memeluk semua golongan masyarakat seperti yang dicontohkan oleh Habib Munzir bin Fuad al-Musawa yang juga telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan diteruskan oleh Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus. Para pendakwah yang terdapat pada Majelis Rasulullah SAW Jatim memiliki karakter yang lemah lembut dalam bertutur kata maupun perbuatan. Komunikasi yang lemah lembut ini sangat diperlukan saat berdakwah, komunikasi yang seperti ini merupakan nilai-nilai yang penting bagi seorang pendakwah agar berdampak kepada sesuatu hal yang positif menentramkan, dan mendamaikan umat supaya terbentuknya masyarakat yang memiliki nilai spritual dan pengetahuan yang tinggi. Majelis ini mengandung nilai sufisme yang sangat tinggi baik yang dicontohkan oleh pendakwahnya maupun konsep keilmuan yang diberikan kepada para jamaah yang hadir. Mistisisme tasawuf dalam majelis ini begitu kental dan penuh akan pemaknaan. Tasawuf adalah bahagian dari keilmuan dan penerapan amalan dalam agama islam, selain itu jika seorang hamba ingin mendapat petunjuk dari Allah maka mereka harus menempuh jalan belajar ilmu agama islam dan memperbaiki hati mereka. Kesadaran dalam menuntut ilmu inilah yang membuat petunjuk Allah turun kepada setiap hamba-Nya yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan yang memiliki segala kekuasaan dan keagungan. Majelis 17 Mustofa, 10. 18 Hanif M. Dahlan. AuKomunikasi Lemah Lembut Dalam Studi Hadits,Ay At-Tanzir: Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. June 30, 2020, 50, https://doi. org/10. 47498/tanzir. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 merupakan sarana bagi seseorang yang ingin mendekat diri kepada Allah serta membangun spriritual mereka agar sampai kepada puncak pengetahuan tertinggi akan ke Maha Esaan Allah dalam kehidupan seorang hamba, para pengikut sufi percaya bahwa pengetahuan akan hakikat dari Allah dapat dicapai oleh seorang hamba dengan mengingat kepada Allah atau pengalaman mistis yang mereka alami tanpa menggunakan fungsi kognitif dan fungsi alat indra yang terletak pada diri mereka. Habib Munzir bin Fuad al-Musawa adalah sosok karismatik dan menjadi panutan bagi umat islam, sosoknya yang semangat dalam berdakwah, selalu bezikir, membaca sholawat yang tak pernah lepas dari dirinya. Penulis melakukan pengamatan di Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus selaku pemimpin majelis bahwa sosok beliau juga memiliki karismatik dan menjadi sosok panutan di majelis, terutama pada saat Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus mengucapkan doa-doa yang dapat menyentuh para hati jamaah. Karismatik seorang guru dalam memberi ilmu agama kepada jamaah merupakan termasuk sesuatu hal yang penting, dikatakan sebagai hal yang penting karena merupakan keahlian dari para pendakwah untuk menarik jamaah dan agar para jamaah mudah dalam menangkap pesan seorang guru dalam mengajar. Seorang ahli sosiologi agama yang bernama Maximilian Weber mengungkap bahwa karimastik merupakan suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang lain yang menempel pada diri seseorang karena pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa. Weber menyatakan bahwa seorang yang mempunyai karimastik tiga ciri yang khas yaitu, pertama sesuatu yang tak biasa. Kedua sesuatu yang bersifat spontan, dan yang Ketiga adalah sesuatu yang bersifat Guru memiliki peran penting dalam mengajar para murid ataupun jamaahnya, guru merupakan salah satu aspek penting dalam ajaran tasawuf, karena seorang guru dalam ajaran merekalah yang membimbing seorang murid yang berkenaan dengan spritual dan membina akhlak yang baik agar meminimalkan tingkat ego pada diri seorang murid. Dalam 19 M. Misbah. AuFenomena Urban Spiritualitas: Solusi Atas Kegersangan Spiritual Masyarakat Kota,Ay Komunika 5, no. 1 (June 2. : 138. Zulkifli Zulkifli. AuPengajian Tasawuf K. Muhammad Ridwan Baseri di Majelis Taklim Al-Hidayah Hulu Sungai Selatan (Telaah Karisma dan Tasawuf Moder. ,Ay Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 15, no. 1 (May 15, 2. : 19, https://doi. org/10. 18592/al-banjari. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 ajaran tasawuf selalu menekan kepada pengembangan pribadi yang ideal, dengan pendidikan yang akan diberi oleh guru yang memegang kehendak utuh atas murid dengan melalui tahap atau maqomat. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa ajaran tasawuf merupakan pengamplikasian dari ilmu dan amal, dan memberi pemaknaan hidup akan setiap kegiatan yang dijalani oleh seorang murid. Aspek Guru dalam ajaran sufi juga mempengaruhi hasil dari para murid yang dibimbing oleh seorang guru, para guru sufi selalu mengutamakan akhlak, moral, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hati. Guru memiliki tanggung jawab atas murid-murid yang mereka bimbing dari godaan nafsu, godaan setan dalam hati para murid, selain itu para guru juga haruslah bermarifat kepada Allah. Maka seorang murid harus membangun kedekatan antara guru dan murid sehingga menciptakan hasil yang luar biasa pada diri seorang murid yaitu berhasil sampai kepada Allah. Maka di Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya baik jamaah yaitu bisa dikatakan sebagai murid ataupun santri hendaknya siap patuh dengan para guru yang membimbingnya, inilah yang diajarkan oleh Habib Idrus bin Muhammad al-Idrus kepada para jamaah ataupun murid-murid beliau. Hasil wawancara dengan salah satu jamaah Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya mengatakan: AuGuru yang selalu menasehati kepada muridnya atau santrinya akan pentingnya adab, ilmu, dan istiqomah mengajarkan akan pentingnya memaknaan hidup dengan cinta kepada Rasulullah SAW, beberapa jamaah sebelumnya pernah melakukan dosa-dosa besar akhirnya berubah dengan semakin istiqomah mengikuti majelis dan belajar ilmu yang bersanad hingga Nabi Muhammad SAWAy. Penulis menyatakan bahwa keberhasihan seorang guru dalam berdakwah mempengaruhi hasil para murid atau para jamaah yang mengikuti Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya. Penulis melihat bahwa konsep ajaran yang didakwahkan oleh para habaib yang datang ataupun para pendakwah lainnya yang mengisi setiap materi ceramah atau kajian tidak jauh dari keilmuan tasawuf Imam Al-Ghazali dan Imam Al-Qusyairi, yang paling difokuskan dalam kajian di setiap majelis tersebut adalah ajaran tasawuf Imam Al-Ghazali Irham Irham and Yudril Basith. AuRevitalisasi Makna Guru dari Ajaran Tasawuf Dalam Kerangka Pembentukan Karakter,Ay ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam 19, no. 1 (June 25, 2. : 52Ae53, https://doi. org/10. 18860/ua. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 baik masalah akhlak, moral, ahwal, maqomat, dan jiwa. Penekanan pokok dalam majelis ini adalah sholawat, zikir, taklim dan doa. Dakwah majelis ini selalu memngajarkan kepada jamaah bahwa penting ilmu agama. Imam Hasan Al-Bashri mengatakan AuKebahagian yang terdapat pada dunia adalah ilmu dan ibadah, sedangkan kebahagian yang terdapat di akhirat adalah surgaAy. Abu Darda mengatakan bahwa AuSeseorang yang alim dan orang yang belajar sesungguhnya berada dalam kebaikan yang sama, dan manusia selain dari pada itu adalah liar, dan tidak ada kebaikan para diri merekaAy. Ibnu Qayim mengatakan AuSesungguhnya ilmu termasuk salah satu sebab kelapangan pada dadaAy yang dimaksud perkataan yang di ungkapkan oleh Ibnu Qayim bahwa jika seseoran bertambah ilmu maka akan bertambah pula lapang pada dadanya, tidak semua ilmu dapat melapangkan dada, tetapi ilmu yang membuat lapang adalah segala ilmu yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW kepada kita. Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Husain bin Thahir mengatakan dalam syairnya:AuTuntutlah ilmu pada pagi dan sore hari, pada malam hari, petang dan fajar, sesungguhnya di dalam ilmu segala kemenangan dan keberhasilan, sesungguhnya di dalam ilmu segala kebaikan dan cahaya, di dalamnya kau kan mengenal Tuhan, dan dengan mengulanganya dan berlapang dada kau kan mengenal sesuatuAy. Selain ilmu salah satu sebab dari kelapangan dada adalah berzikir kepada Allah. Zikir memilki pengaruh kuat dalam melampangkan dada dan membahagiankan hati, sedangkan lalai terhadapat zikir salah satu sebab menyempitnya hati. Zikir yang dilaksanakan oleh Majelis Rasulullah SAW Jatim di Surabaya sering dilakukan sebagai contoh zikir yang sering digunakan adalah kalimat syahadat yaitu lailahaillallah, zikir ini berfungsi untuk memperbarui iman yang sedang turun sehingga saat keluar dari pada majelis tersebut jiwa seseorang lebih tenang agar dapat mengatasi segala bentuk permasalah yang akan terjadi pada setiap individu. Dalam tasawuf Imam Al-Ghazali mengungkapkan bahwa zikir dibagi menjadi dua macam yaitu, pertama zikir yang menggunakan lisan dan dibaca hingga terdengar oleh telingan berfungsi untuk mensugesti seseorang untuk mengajak kepada zikir dengan tingkatan yang lebih tinggi, kedua zikir 22 Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith. Thariqah Alawiyah Jalan Luruh Menuju Allah, vol. 1 (Ciputat: Nafas, 2. , 21Ae22. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dengan menggunakan hati berfungsi untuk ketenangan dalam hati dan mengungkapkan bahwa zikir tersebut sedang saya ungkapkan dalam hati. Zikir tidak terbatas hanya kepada tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan macam-macam Akan tetapi yang beramal kepada Allah saja merupakan orang-orang yang berzikir kepada Allah, inilah yang diungkapkan oleh Said bin Jubair dan dikatakan oleh beberapa para ulama. AthaAomengatakan Aumajelis zikir adalah majelis yang membahas halal dan haram, serta bagaimana seharusnya seseorang melaksanakan jual, beli, shalat, puasa, nikah, talak, haji, adab terhadap Allah, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan syariat Imam Ibnu Salah mengatakan orang dikatatakan sebagai orang yang banyak zikir kepada Allah adalah orang yang berzikir yang bersumber kepada Nabi Muhammad SAW, pada pagi dan sore hari, siang dan malam, maupun disetiap kondisi, setiap waktu, setiap keadaan baik laki-laki maupun perempuan maka termasuk dalam golongan mereka yang banyak berzikir kepada Allah. Sholawat termasuk kepada bagian zikir, maka sholawat termasuk perbuatan yang dilakukan oleh Allah. Para malaikat, dan para orang-orang beriman kepada Allah mereka semua bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menunjukkan bahwa kedudukan Rasulullah SAW. Allah menunjukkan hal ini pada firmannya yaitu di surah Al-Ahzab ayat Rasulullah bersabda AuSeseungguhnya Allah selalu memandang kepada setiap orang yang bersholawat kepadaku. Siapapun yang dipandang oleh Allah, pasti Allah tidak akan menyiksanya sedikitpunAy. Doa merupakan hal penting dalam segala ibadah yang dilakuakan oleh seseorang, doa adalah bentuk penghambaan seseorang terhadap Allah sehingga doa memiliki makna dan nilai yang penting bagi seorang hamba. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa doa memiliki pelajar yang dapat dipetik dari berdoa kepada Allah yaitu hadir hati mengingat Allah, mengingat Allah termasuk kedalam tingkatan ibadah yang paling tinggi bagi seorang 23 Rahmat Ilyas. AuZikir dan Ketenangan Jiwa: Telaah atas Pemikiran Al-GhazaliAy 8, no. : 96. 24 Imam Nawawi. Al-Adzkar DoAoa Dan Dzikir Dalam al-Quran Dan As-Sunnah As-Shahihah (Jakarta: Pustaka As-Sunnah, 2. , 18Ae20. 25 Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhany. Satu Shalawat Sejuta Berkat Sejuta Rahmat (Surabaya: Daarul Abidin Publisher, 2. , 51. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Doa sebagai senjata bagi seorang mukmin karena semua permohonan, perlindungan, pertolongan dan sebagainya dapat diminta dalam isi doa tersebut, doa bisa menjadi sebab tertolaknya musibah dan bisa jadi sebab datannya segala kebaikan baik secara individu maupun dapat berdampak kepada orang lain, karena Nabi Muhammad SAW bersabda AuDoa merupakan senjata muslimAy di riwayat yang lain Rasulullah bersabda AuDoa merupakan bentuk ibadahAy. Majelis Rasulullah SAW di awal berdiri di Jakarta Hingga sampai ke Surabaya memiliki konsep dakwah yang sesuai dengan tarekat alawiyah, bahwa seseorang yang ingin mengikuti tarekat ini tidak diharuskan untuk bait tidak seperti tarekat pada umumnya. Tarekat alawiyah adalah tarekat yang dibentuk oleh keturunan Rasulullah, maka yang membimbing para murid tersebut adalah para keturunan rasulullah itu sendiri yang biasa disebut dengan habaib. Tarekat alawiyah adalah tarekat yang berlandaskan kepada AlQuran dan Al-Hadis terlihat pada beberapa kita zikir karangan as-sadah alawiyin seperti ratib al-Hadad, dan ratib al-Attas. Dasar tarekat ini mencangkup lima yaitu: 1. Ilmu, 2. Amal, 3. Khauf/takut 4. Ikhlas 5. WaraAo. Penelitian melihat bahwa Tarekat Alawiyah yang diterapkah di Majelis Rasulullah SAW Jatim menggunakan konsep tasawuf Imam Al-Ghazali. Pandangan Imam Al-Ghazali mengenai tasawuf ini tercatat dalam karangannya yang berisi tentang pemikirannya, kesanggupan Imam Al-Ghazali membahas seseatu yang bersifat besar dan rumit dapat dijelaskan dalam karangannya dengan susunan dan pemahaman yang dapat dicerna dengan mudah, dengan mengabungkan antara kejernihan dalam berfikir dengan perasan hati yang Dalam pandangan dari Imam Al-Ghazali dalam karangnya kitab ihya ulumuddin bahwa terlihat jelas bahwa Imam Al-Ghazali menggabungkan antara fiqih dengan ilmu tasawuf dan teologi, yang memiliki tujuan agar seseorang memperkuat iman dan cinta 26 Awaludin Hakim. AuDoa Dalam Perspektif Al-Quran Kajian Tafsir Ibnu Kathir Dan Tafsir Al-Azhar. ,Ay Jurnal Al-Fath 11, no. 01 (June 2. : 51Ae53. 27 Mukhtar Sholihin. AuTarekat Alawiyyah Konsep Ajaran Tarekat Alawiyyah pada Pondok Pesantren Masyhad An-Nur Desa Cijurai. Sukabumi Ae Jawa Barat (Analisis Filisofi. ,Ay Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 4, no. (October 17, 2. : 42, https://doi. org/10. 15575/jaqfi. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 kepada Allah Tuhan semesta alam. 28 Pemikiran Imam Al-Ghazali sangatlah sesuai bagi masyarakat awam yang mengikuti Majelis Rasulullah SAW Jatim. Dalam karangannya kitab ihya ulumuddin dapat dilihat pandangan Imam Al-Ghazali terhadapat tasawuf, dalam karangannya menjelaskan pokok padangan tasawufnya adalah Tauhid. Makhafah. Mahabbah, dan MaAorifat. Dari padangannya tersebut maka seorang salik haruslah menjalani maqom/tingkatan agar dapat mencapai tujuan yang utama yaitu wusul kepada Allah, maqomat/tingkatan yang harus dijalani adalah Taubat. Zuhud. Sabar. Tawakal, dan RidaAo. Mentauhidkan Allah menjadi hal pokok yang harus dijalani oleh seorang hamba ataupun salik, bagaimana bisa seorang hamba menyatakan dirinya mentauhidkan Allah sedangkan dia tidak ridho atas ketentuan Allah terhadap dirinya, masih menganggap terdapat suatu kekuatan yang dapat menolongnya selain Allah, tidak bertawakal kepada Allah pada setiap urusannya, tidak sabar dan bersyukur atas ujian dan nikmat yang diberikan oleh Allah. Seorang hamba yang masih takut selain Allah, jika yang berhubungan dengan Allah itu takut kepada kekuasaan dan keagungan sifat yang Allah miliki. Secara tidak langsung para santri atau murid yang berada pada majelis ini diajarkan untuk membenahi hati mereka dengan menghadiri majelis secara istiqomah, para dewan guru Majelis Rasulullah SAW Jatim mengatakan jika para jamaah tidak sanggup menghadiri majelis tersebut maka disarankan untuk melihat rekaman majelis di media yang telah disediakan di internet. Ketersambungan hati terhadap majelis memiliki nilai penting yang harus dimiliki para jamaah. Jika seseorang tidak istiqomah dalam memposisikan sifat baik pada dirinya, maka orang tersebut tidak dapat memperbaiki dan meningkatkan maqam ke maqam yang lebih tinggi lagi, orang tersebut haruslah mengarahkan dirinya akan kepastian dalam kebaikan. Istiqomah ini adalah syarat suluk yang utama dalam menjalani suatu ibadah, layaknya orang yang sudah sampai kepada marifatullah untuk senantiasa istiqomah dalam penerapan ibadah dan segala sesuatu kebaikan yang melekat dalam dirinya yang tidak boleh lepas. Muhammad Al-Wasithi berkata AuIstiqomah merupakan sifat akhlak yang mulia dan 28 Deswita. AuKonsep Al-Ghazali Tentang Figh Dan Tasawuf,Ay Juris 13, no. 1 (June 2. : 87. 29 Abd Moqsith Ghazali. AuCorak Tasawuf Al-Ghazali dan Relevansinya Dalam Konteks SekarangAy 13, no. : 77. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 sempurna, tanpa adanya istiqomah maka akhlak akan menjadi burukAy. 30 Habib bin Alawi alHaddad berkata AuSeseorang yang menjaga hatinya maka dia akan terjaga dari kerusakanAy. 31 Seorang yang menjaga hatinya dari segala sifat tercela dan dosa maka ia akan terpelihara dari hal buruk tersebut. Kehidupannya akan penuh dengan cahaya Allah dimana cahaya itulah yang menerangi jalannya selama hidup didunia, sedangkan amalnya akan menjadi bekalnya di akhirat kelak. Perubahan Perilaku Anak Muda Dalam Majelis Rasulullah Jatim Perilaku adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan personal sehingga tidak dapat timbul sendiri, melaikan timbul dengan adanya faktor yang medorong seseorang yang berkaitan dengan personal tersebut. Faktor tersebut terbagi menjadi dua yaitu. Pertama faktor Internal adalah sesuatu yang berkaitan tentang kebolehan, ketertarikan, emosi, dorongan pada diri seseorang dalam menyeleksi pengaruh luar yang datang kepada individu tersebut. Kedua faktor External yaitu faktor yang muncul berasal dari luar seseorang seperti lingkungan, kelempok yang ada disekitarnya, objek yang dilihat, kebudayaan setempat akan mempengaruhi reaksi perilaku yang akan ditimbulkan oleh setiap individu. Anak muda selalu dikaitkan dengan istilah purbertas, pada masa ini dimana minat yang ditunjukkan merupakan perkembangan dari kepribadiannya. Masa purbertas ini merupakan masa dimana seseorang pada tahap perubahan menuju dewasa dengan memperhatikan faktor fisik, psikologis, dan masalah yang berkenaan sosial. Pada masa perubahan ini seseorang akan mengalami cepatnya perubahan perilaku maupun sikap yang dapat berdampak hingga jangka waktu yang lama, maka perubahan ini dapat melekat pada seseorang yang dapat terjadi sekarang maupun yang akan datang. Purbertas ditandai dengan perubahan fisik serta mempengaruhi sikap dan tingkah laku yang ditimbulkan oleh anak 30 Abul Qasim Abdul Karim Al-Qusyairi. Risalah Qusyairiyah Sumber Kajian Ilmu Tasawuf (Jakarta: Pustaka Amani, 2. , 294Ae95. 31 Abdullah bin Alawi al-Haddad. Untaian Mutiara Hikmah (Surabaya: Cahaya Ilmu Publisher, 2. , 82. 32 Kenny Dwi Fhadila. AuMenyikapi perubahan perilaku remaja,Ay Jurnal Penelitian Guru Indonesia 2, no. : 17Ae18. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Lingkungan sosial yang dijalani oleh anak muda tentu berpengaruh dalam perkembangan perilaku seorang pemuda untuk membentuk kepribadian yang lebih, inilah yang disematkan kepada pemuda yaitu sebagai pemuda yang memiliki energi positif yang terjadi pada dirinya, maksudnya adalah perilaku yang ditimbulkan berupa perilaku yang bersifat positif yang memberi manfaat bagi lingkungan masyarakat dan dapat diterima oleh Agama islam yang memperhatikan para pemuda untuk melaksanakan segala bentuk yang berkaitan dengan hal positif, seperti shalat berjammah, pergi menuntu ilmu yang bermanfaat, pergi ketempat disebut nama Allah disitu, mengaji Al-Quran setiap hari dan mencari dan berkumpul dengan tema yang memiliki sifat dan perilaku yang baik. Anak muda sangat diharapkan mendekat diri kepada Allah agar terbentuk suatu kebiasaan yang baik kedepannya yang dapat mempengaruhi kreatifitas, intelektual, emosi dan memberi nilai dan makna di setiap perjalanan hidupnya baik itu penderitaan, kehidupan dan cinta. Maka seorang anak muda harus memiliki pengetahuan yang berkenaan tentang Allah dan bagaimana cara mendekat diri kepada-Nya, bahwa Allah menciptakan manusia bukan untuk main-main melaikan untuk beribadah kepada Allah. Allah berfirman: Au Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada AkuAy (QS. Az-Zariyat: . ini merupakan stimulus positif bagi anak muda dalam menjalani hidup. Hadirnya Majelis Rasulullah SAW Jatim memberi dampak positif yaitu dapat membantu merubah perilaku atau akhlak dan kebiasaan pada diri seseorang terutama anak muda, majelis ini merupakan sarana untuk mengganti sesuatu yang negatif yang timbul pada diri anak muda menjadi bentuk yang positif yaitu mendekatkan diri kepada Allah yang dibimbing oleh para habaib berdasarkan ajaran tarekat alawiyah yaitu 1. Ilmu, 2. Amal, 3. Khauf/takut 4. Ikhlas 5. WaraAo34 dan menyandingkann dengan ajaran tasawuf dari Imam AlGhazali dalam karangannya menjelaskan pokok padangan tasawufnya adalah Tauhid. Makhafah. Mahabbah, dan MaAorifat. Dari padangannya tersebut maka seorang salik haruslah menjalani maqom/tingkatan agar dapat mencapai tujuan yang utama yaitu wusul kepada 33 Miftahul Jannah. AuRemaja dan Tugas-tugas Perkembangannya Dalam Islam,Ay Psikoislamedia : Jurnal Psikologi 1, no. 1 (August 8, 2. : 247, https://doi. org/10. 22373/psikoislamedia. 34 Sholihin. AuTarekat Alawiyyah Konsep Ajaran Tarekat Alawiyyah pada Pondok Pesantren Masyhad An-Nur Desa Cijurai. Sukabumi Ae Jawa Barat (Analisis Filisofi. ,Ay 42. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Allah, maqomat/tingkatan yang harus dijalani adalah Taubat. Zuhud. Sabar. Tawakal, dan RidaAo. Ajaran tasawuf Imam Ghazali mengajarkan kepada para salik untuk merubah perilaku maupun kebiasaan dengan sesuatu cara yang mendekat kita kepada Allah. Dalam menempuh jalan menuju Allah seseorang harus membersihkan segala kotoran yang dapat menggelapkan hati yang seharusnya mendapatkan cahaya Allah, maka dalam hal ini seorang yang ingin menuju kepada Allah dia harus melewati jalan taubat terlebih dahulu. Tingkatan ini lah yang dapat mengosongkan dan membersihkan hati dari segala kotor yang penuh dengan kebusukan didalamnya, maka ini dapat dikatakan sebagai tingkatan takhali dimana seorang hamba yang menempuh jalan kepada Allah mengaku akan segala dosa dan kesalahannya dan kembali ke jalan-Nya yang lurud dan penuh dengan kebenaran. Selanjutnya tingkatan seseorang menghias diri dengan perbuatan yang indah dan baik kepada Allah dan pada makhluk yang Allah ciptakan, tingkatan disebut tahalli, dalam tingkatan ini seorang hamba menghiasi dirinya dengan zuhud, sabar, ridha, dan tawakal kepada Allah, sebelum masuk ketingkatan tajalli. Zuhud menjadi salah satu ciri seseorang telah mencapai tingkatan tajalli, karena tajalli tersingkapnya penutup dalam hati. Imam AlGhazali mengungkapkan bahwa orang zuhud tidak hanya meninggalkan yang haram saja tetapi juga yang makruh, orang-orang yang zuhud . tidak pernah terlintas pada hatinya akan kenikmatan duniawi sama sekali. Salah satu Jamaah mengatakan AuSaya menjadi mengetahui pentingnya ilmu agama, akhlak, dan cinta kepada Rasulullah SAWAy sehingga sesuatu yang berhubungan mereka mendapat secara lengkap pada masjelis ini, istiqomah yang dilakukan oleh jamaah merupakan pembentukan perilaku yang nampak pada diri mereka sehingga mengetahui akan kondisi mereka sesudah dan sebelum mengikuti majelis ini. Mengetahui akan kondisi diri sendiri inilah yang sesuai dengan pernyataan oleh seorang sufi yang bernama Dzu Nun al-Misri yang sangat terkenal di mesir yaitu: AuSiapa yang mengetahui akan dirinya maka ia akan mengetahui Tuhan-nyaAy, para sufi mengganggap terutama Dzu Nun al-Misri bahwa para sufi ini melihat hubungan Tuhan dengan makhluk-Nya, makhluk-Nya tidak hanya manusia 35 Ghazali. AuCorak Tasawuf Al-Ghazali dan Relevansinya Dalam Konteks Sekarang,Ay 77. 36 Rina Rosia. AuPemikiran Tasawuf Imam Al-Ghazali Dalam Pendidikan IslamAy 1, no. : 94Ae95. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 akan tetapi segala organisme yang berada pada dunia ini. Berkenaan tentang istiqomah. Maka Nabi Muhammad bersabda yaitu: AuAmalan yang disukai atau dicintai oleh Allah adalah yang konsisten walaupun itu hanya sedikitAy (HR. Musli. 37 Maka seharusnya yang telah dilakukan dan diajari oleh para guru telah tersampaikan dengan baik kepada anak muda yang mengikuti Majelis Rasulullah Jatim sehingga dapat mempengaruhi kognitif serta perilaku yang timbul dari diri mereka. Hasil wawancara dengan jamaah menjawab bahwa AuSetelah mengikuti majelis ini kami menemukan makna perjuangan, penderitaan, kecintaan, pertemanan, kehidupan, dan bahwa saya dapat menemukan solusi dalam masalah kehidupan yang dialamiAy Pernyataan ini menegaskan tentang psikologi Islam, bahwa ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan yang berhubungan dengan spritual yang bersifat sangat luas dan tidak memiliki batas, serta memperhatikan kegiatankegiatan yang dilakukan oleh seorang individu dalam perilaku maupun tingkah laku sebagai pelaksanaan dari kondisi jiwa seseorang yang sesuai dengan ajaran islam. 38 Selain itu peristiwa tersebut berhubungan dengan mistisme dalam dalam dirinya, seperti yang diungkapkan oleh seorang orientalis yang bernama Schimmel, berhasil mengungkapkan gabungan antara intuisi dan cinta sehingga menghasilkan pemaknaan dan solusi dalam kehidupan seorang manusia. Metode yang digunakan oleh tokoh tersebut adalah metode fenomenologi agama yang terjadi pada sekelompok pengikutnya. Majelis Rasulullah SAW Jatim dapat digolongkan dalam logoterapi, majelis ini secara tidak langsung penuh akan pemberian makna bagi kehidupan seseorang. Memaknai kehidupan merupakan salah satu dasar dari logoterapi yaitu berkenaan tentang kebebasan individu dalam kebermaknaan, berkeinginan dan kebermaknaan hidup. Dalam logoterapu mengungkapkan bahwa seseorang tidak dapat lepas dari 3 keadaan-keadaan yang mengandung unsur biologis, psikologis dan sosiologis. Keadaam-keadaan tersebut yang dapat mengubah kondisi seseorang, tetapi seorang memiliki keleluasaan dalam menentukan sikap yang harus dia pilih dalam menghadapi suatu keadaan pada dirinya. Setiap individu tidak hanya dapat menentuka sikap saja, dia juga dapat keluar dari aspek biologis dan 37 Abdullah bin Alawi al-Haddad. Nasehat Untukmu Wahai Saudaraku (Surabaya: Cahaya Ilmu Publisher, 2. , 43Ae44. 38 Nanik Nurhayati. AuPsikologi Sufi,Ay An-Nuha: Jurnal Kajian Islam. Pendidikan. Budaya Dan Sosial 1, no. 2 (July 2. : 84Ae85. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 psikologinya dan masuk kedalam aspek spiritualnya. Aspek inilah yang sebagai pembeda antara makhluk hidup yang lainnya yang Tuhan ciptakan. Logoterapi membangun setiap sesuatu yang terpendam pada setiap manusia dalam memaknai kehidupan dan menjaga eksistensi manusia dalam kehidupannya. Seseorang harus membina eksistensinya dengan spiritual yang setiap orang memilikinya. Kecerdasan dalam memandang spiritual sangat dibutuhkan oleh setiap individu agar dapat memandang konteks yang lebih luas dan mencari pemaknaan setiap konteks maupun kejadian yang Kecerdasan inilah yang dibangun oleh logoterapi dalam memberi nilai, makna dan membandingkan antara tindakan yang bermanfaat untuk orang lain yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia yang eksistensi. Kesempurnaan pada diri manusia, logoterapi memiliki tiga dimensi agar manusia itu dapat dikatakan sebagai kesempurnaan. Petama fisik, kedua psikis, dan ketiga adalah Ketiga dimensi ini harus menjadi perhatian, tidak seperti psikologi hanya mementingkan fisik dan psikologis saja, sedangkan agama hanya diserahkan dimensi spiritual saja. Ilmu kedokteran juga hanya lebih mengutamakan urusan fisik tanpa memandang spiritual sebagai sumber kebahagian dan ketenangan dalam kehidupan. Akibat dari pemaknaan hidup ini para jamaah Majelis Rasulullah SAW Jatim mengalami ketenangan, kebahagian dalam kehidupan mereka. Kekuatan spiritual yang kuat dari haibah majelis ini sehingga terciptanya ketenangan dan kebahagian yang membuat mudah dalam mengatasi suatu masalah ataupu kesulitan dalam kehidupan yang dialami oleh setiap jamaah. Pada individu yang mengikuti majelis ini memiliki pilihan dalam kehidupan mereka yaitu selalu menerapkan nilai positif yang telah diajari oleh pada dewan guru pada majelis ini. Pendiri dari logoterapi Frankl menjelaskan manusia memiliki kemampuan yang terbagi menjadi dua yaitu AuSaintAy dan AuSwineAy, dari pembagian kemampuan bahwa manusia memilki dua kemampuan ini ditentukan oleh setiap individu, bukan pada kondisi 39 Sumanto. AuKajian Psikologis Kebermaknaan Hidup,Ay Buletin Psikologi 14, no. 2 (Desember 2. : 121. 40 Dr. Suyadi. AuLogoterapi, sebuah upaya pengembangan spiritualitas dan makna hidup dalam perspektif psikologi pendidikan Islam,Ay Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (January 1, 1. : 269, https://doi. org/10. 14421/jpi. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 ataupun situasi yang dia alami. Maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa setiap orang bebas untuk memilih ataupun menentukan keputusan apakah dia mengutamakan hati nurani dan akalnya atau mengutamakan keinginannya yang tidak memiliki nilai atau moral yang memilki sifat kehewanan. Jika seseorang lebih mengutamakan hati nurani dan akalnya maka dia akan menunjukkan perilaku yang bermoral dan mimilki tingkah laku yang terpuji. Perilaku manusia saat ini menunjukkan bahwa manusia itu lebih condong ke arah AuSaintAy atau lebh kepada arah AuSwineAy. Maka manusia memilki kebebasan dalam memilih dirinya lebih condong ke arah mana . Dimensi spiritual memilki peran penting dalam kehidupan seseorang, beberapa orang yang menonak spiritualisme mereka berdalih bahwa itu manusia saling berkompetisi dan berebut untuk menunjukkan keahlian dan kemampuan mereka melainkan itu adalah hal tidak memberi makna dan inspirasi kepada orang disekitarnya. Beberapa orang menggunakan kelebihan dan kemampuan yang mereka miliki untuk berbagi inspirasi dan makna kepada orang lain. Pencapain ini dibagi dua bahwa ada yang mengarah kepada menjauhkan hakikat dari kemanusiaan dan ada juga yang lebih mengarah kepada hakikat dari kemanusiaan itu sendiri. Teori yang muncul di logoterapi, bahwa makna hidup seseorang muncul secara rasional dari dalam pribadinya. Setiap kejadian atau peritiwa yang terjadi pada diri seseorang lalu menemukan makna hidup disana maka itu adalah kebermaknaan hidup yang Setiap personal yang mengarahkan dirinya kepada karakter dan pemikiran akan suatu keadaan lalu mendapatkan makna dari kehidupannya, itulah merupakan kebermaknaan hidup yang sesungguhnya. Situasi yang mendesak dan menekan sangat berpengaruh pada kepada sikap yang akan ditimbulkan dari diri seseorag. Dalam logoterapi jika individu tidak berusaha dalam mencari makna dalam kehidupannya maka dia akan mengalami kondisi kehampaan, kebosanan, dan cuek dalam hidupnya. Berbeda dengan individu yang berjuang mencari makna dari hidupnya yang berkaitan akan menjumpai hal spiritual pada dirinya dan mendapatkan sesuatu yang bersifat positif karena adanya persetujuan dalam pemuasan. 41 Ujam Jaenudin. AuPsikologi TranspersonalAy (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 113Ae14. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Penulis mengamati bahwa jamaah majelis lebih condong kepada AuSaintAy yang telah dikartegorikan oleh teori logoterapi yaitu seseorang lebih mengutamakan hati nurani dan akalnya maka dia akan menunjukkan perilaku yang bermoral dan mimiliki tingkah laku yang terpuji yang ditunjukkan. Maka pemaknaan akan hidup bisa mengatasi ganggauan pada kepribadian diukur sejauh mana seseorang dapat menemukan makna dalam kehidupannya. Jika gangguan atau permasalah hidup yang membuat distro psikologi berlangsung lama akan mengakibatkan permasalah hinggan mencapai tahap gangguan neurosis. Dalam Pengamatan Majelis Rasulullah SAW Jatim tidak hanya mengajari akan penting ilmu agama melainkan juga terapi pelepasan emosi malalui zikir agar kehidupan mereka lebih bermakna. Maka terdapat jamaah yang sampai berteriak bahkan lemas ketika proses zikir bersama dilakukan, setelah proses itu selesai maka jamaah merasa lebih tenang dan siap menjalani kehidupan di hari berikutnya. Kesimpulan Fenomena banyaknya majelis zikir, sholawat dan taklim menandakan pergerakan spiritual perkotaan semakin membaik, selain itu pergerakan masyarakat yang banyak membuat nilai dan moral mulai tampak menurun di daerah perkotaan terutama di kota besar yang mayoritas memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Keberadaan Majelis Rasulullah SAW Jatim sebagai sarana untuk masyarakat dan para pemuda untuk mengobati dan memberi nutrisi hati. Mewabahnya majelis di daerah Surabaya yang dapat disebut kota metropolitan dapat memberi dampak yang positif. Majelis ini memegang ajaran tasawuf dan tarekat. Tasawuf mengambil Imam Al-Ghazali dan tarekat mengambil Tarekat Alawiyah. Majelis yang dilaknakan dapat digolongkan sebagai logoterapi, dan dapat mengobati kegersangan spiritual yang terjadi pada masayarakat perkotaan. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 DAFTAR PUSTAKA