Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Analisis Perdagangan di Sulawesi Tenggara Andriani Puspitaningsih1. Teguh Permana2. Waode Rachmasari Ariani3. Surianti4 1,2,3,4Universitas Halu Oleo E-mail: andrianipuspitaningsih@uho. permana@uho. arianirachma@uho. suriantimado@uho. Abstract Trade is one of the crucial elements in a country's economy, playing a vital role in supporting regional and national economic growth. Through trade, a region can meet its needs and distribute its production to other areas, both domestically and internationally. Southeast Sulawesi Province, as one of the regions on the island of Sulawesi, has great potential in trade, particularly in the agricultural and industrial sectors. This province has made a significant contribution to the country's foreign exchange reserves through export and import activities. This study aims to analyze the development of trade in Southeast Sulawesi Province, focusing on the export-import performance and the region's main commodities. The method used is descriptive, utilizing secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The results show that in 2024. Southeast Sulawesi experienced a trade surplus, where the value of exports exceeded the value of imports. The largest surplus was recorded in January 2024, amounting to 256. 38 million US dollars. Three major commodities contribute significantly to the province's trade, namely cloves with a transaction value of IDR 480. 74 billion, cocoa at IDR 248. 74 billion, and cashew nuts at IDR 230. 75 billion. These three commodities not only serve as flagship products for the local economy but also have a positive impact on the national economy. The findings of this study suggest that with proper management, the trade potential of Southeast Sulawesi can continue to grow, contributing even more to Indonesia's overall economy. Keywords: Trading. International Trading. Export. Import. Abstrak Perdagangan adalah salah satu elemen krusial dalam perekonomian suatu negara, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Melalui perdagangan, suatu daerah dapat memenuhi kebutuhannya dan mendistribusikan hasil produksi ke wilayah lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu wilayah di Pulau Sulawesi, memiliki potensi besar dalam perdagangan, terutama di sektor hasil bumi dan industri. Provinsi ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap cadangan devisa negara melalui aktivitas ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan perdagangan di Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan fokus pada kinerja ekspor-impor dan komoditas unggulan daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024. Sulawesi Tenggara mengalami surplus perdagangan. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 135 Andriani Puspitaningsih. Teguh Permana. Waode Rachmasari Ariani. Surianti: Analisis Perdagangan di Sulawesi Tenggara di mana nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Surplus terbesar tercatat pada bulan Januari 2024 dengan nilai sebesar 256,38 juta dolar AS. Terdapat tiga komoditas utama yang berkontribusi besar terhadap perdagangan provinsi ini, yaitu cengkeh dengan nilai transaksi sebesar Rp480,74 miliar, kakao sebesar Rp248,74 miliar, dan mete gelondongan sebesar Rp230,75 miliar. Ketiga komoditas ini tidak hanya menjadi komoditas unggulan bagi perekonomian lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, potensi perdagangan Sulawesi Tenggara dapat terus berkembang, berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Kata-kata Kunci: Perdagangan. Perdagangan Internasional. Ekspor. Impor. PENDAHULUAN Perdagangan yang dilakukan oleh antar negara disebut ekspor dan impor, sedangkan yang dilakukan dalam suatu negara disebut perdagangan antar pulau. Perdagangan sangat penting buat suatu negara atau daerah. Hal itu karena perdagangan dapat menyerap tenaga kerja, menghidupkan perekonomian, memenuhi kebutuhan di suatu negara atau daerah, meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Stabilitas makro ekonomi menjadi sesuatu yang penting dalam perdagangan 1 Pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi perdagangan internasional. Mankiw berpendapat bahwa keunggulan komparatif menjadi dasar perdagangan yang terjadi di dunia. 3 Peningkatan pendapatan menjadi tujuan dalam perdagangan di dunia. Perdagangan menjadi penting buat suatu negara karena selain menyalurkan barang juga untuk memenuhi kebutuhan manusia. Terdapat dua teori dalam perdagangan internasional, yaitu teori keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif. Teori keunggulan mutlak dikemukakan oleh Adam Smith yang menjelaskan bahwa keunggulan abslout bisa terjadi jika negara tersebut sebagai satusatunya produsen. Sedangkan keunggulan komparatif yang dikemukakan oleh David Suryanto dan Poni Sukaesih Kurniati. AuAnalisis Perdagangan Internasional Indonesia dan Faktorfaktor yang Memengaruhinya,Ay Intermestic: Journal of International Studies 7, no. : 104Ae122, https://intermestic. id/index. php/intermestic/article/view/409. Efi Fitriani. AuAnalisis Pengaruh Perdagangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,Ay Jurisma: Jurnal Riset Bisnis & Manajemen 9, no. : 17Ae26, https://ojs. id/index. php/jurisma/article/view/1414. Ibid. Suryanto dan Poni Sukaesih Kurniati. AuAnalisis Perdagangan Internasional Indonesia dan Faktorfaktor yang Memengaruhinya. Ay Nadila Silvia Amanda dan Nuri Aslami. AuAnalisis Kebijakan Perdagangan Internasional,Ay JECS: Journal Economy and Currency Study 4, no. : 14Ae23, https://pusdikrapublishing. com/index. php/jecs/article/view/358. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 136 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 Ricardo menerangkan bahwa keunggulan komparatif yang bisa terjadi jika salah satu negara bisa lebih efisien dalam memproduksi barang dari pada negara lain. Perdagangan antar negara bisa disebabkan oleh adanya perbedaan hasil produksi, perbedaan harga barang, adanya keinginan untuk meningkatkan produktivitas. Gagasan utama terjadinya perdagangan internasional adalah adanya perbedaan potensi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh setiap negara. Hal ini merupakan suatu landasan teori yang sangat berpengaruh dalam ilmu ekonomi internasional. Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan . ndividu dengan individ. , antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Menurut exogenous teori neo klasik economic growth menerangkan bahwa peran ekspor tidak memiliki pengaruh terhdap pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan menurut teori neo klasik menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dipengaruhi oleh faktor input produksi seperti modal dan tenaga kerja serta peningkatan teknologi. Lebih lanjut teori post neoclassical maka dikenal dengan teori endogenous economic growth yang menerangkan bahwa perdagangan internasional baik ekspor maupun impor memiliki pengaruh yang positif terhadap output dan pertumbuhan ekonomi. Pada awal dekade 1980-an sejak dimulainya proses industrialisasi perubahan perdagangan internasional mulai terlihat. Ekspor Indonesia masih banyak di dominasi oleh komoditi primer. Setelah tahun 1990-an nilai ekspor produk manufaktur . telah berhasil melampaui nilai ekspor komoditi primer. Kondisi ini tentunya tidak terlepas dari insentif berupa nilai tambah . alue adde. tinggi yang ditawarkan produk-produk manufaktur dibandingkan komoditi primer. Indonesia sebagai negara berkembang ikut andil melakukan liberalisasi perdagangan. Bentuk dari liberalisasi perdagangan tersebut. Indonesia aktif dalam beberapa perjanjian regional atau plurilateral, seperti Association of Southheast Asian Nations (ASEAN). Ibid. Ibid. Rexsi Nopriyandi dan Haryadi. AuAnalisis Ekspor Kopi Indonesia,Ay Jurnal Paradigma Ekonomika 12, no. : 1Ae10, https://mail. online-journal. id/paradigma/article/view/3929. Ari Mulianta Ginting. AuAnalisis Pengaruh Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,Ay Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan . 1Ae20, https://jurnal. id/bilp/article/view/185. Aditya Tarikh Maulana Simbolon. Fajri Jakfar, dan Agus Nugroho. AuAnalisis Perdagangan Intra Industri Komoditi Teh Indonesia,Ay JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 7, no. : 141Ae149, https://jim. id/JFP/article/view/18970. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 137 Andriani Puspitaningsih. Teguh Permana. Waode Rachmasari Ariani. Surianti: Analisis Perdagangan di Sulawesi Tenggara ASEAN Free Trade Area (AFTA). ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Asia Pasific Economic Cooperation (APEC), dan dalam beberapa perjanjian bilateral lainnya. Keikutsertaan Indonesia dalam berbagai perjanjian liberalisasi perdagangan, diharapkan dapat memberikan arus positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang maju dapat dilakukan dengan meningkatkan 12 Teori basis ekspor merupakan salah satu teori tentang pengembangan wilayah. Dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, penduduk suatu negara akan melakukan perdagangan lintas wilayah. Oleh karena itu, sumber daya dari negara tersebut akan menjadi penting untuk dikembangkan sehingga dapat meningkatkan kesempatan kerja termasuk juga peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu komoditi ekspor sulawesi tenggara yang masih eksis sampai sekarang adalah kakao. Indonesia menjadi negara ekspor kakao yang besar di dunia walaupun ada juga negara yang menolak kakao Indonesia dengan alasan kualitas. Dari penjelasan di atas maka peneliti ingin melihat bagaimana perkembangan perdagangan di provinsi Sulawesi Tenggara. METODE PENIELITIAN Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. 15 Secara garis besar, sistematika penulisan ini lebih bersifat narasi yang mengumpulkan data sekunder dari BPS terkait data ekspor impor dan perdagangan di provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2023 dan tahun 2024, pendapat para ahli, jurnal, buku Sri Amanda Fitriani. Dedi Budiman Hakim, dan Widyastutik Widyastutik. AuAnalisis Kointegrasi Keterbukaan Perdagangan dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia,Ay JEKP: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik 12, no. : 103Ae116, https://vs-dprexternal3. id/index. php/ekp/article/view/2033. Siti Hodijah dan Grace Patricia Angelina. AuAnalisis Pengaruh Ekspor dan Impor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia,Ay Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan 10, no. : 53Ae62, https://mail. online-journal. id/mankeu/article/view/12512. Hania Puspitaning Tyas. AuAnalisis Ekspor Indonesia Tahun 1990-2019,Ay Transekonomika: Akuntansi. Bisnis Keuangan . 37Ae52, https://transpublika. id/ojs/index. php/Transekonomika/article/view/114. Masitah dan Hasbiadi. AuDaya Saing Komoditas Ekspor Unggulan Kakao Sulawesi Tenggara. Indonesia di Pasar Internasional,Ay Agro Bali: Agricultural Journal 5, no. : 559Ae567, https://ejournal. id/index. php/Agro/article/view/1025. Tjutju Soendari. Metode Penelitian Deskriptif (Bandung: UPI. Stuss. Magdalena & Herdan. Agnieszka, https://scholar. id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=pyRPecMaJ&citation_for_ view=pyRPecMaJ:u5HHmVD_uO8C. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 138 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 serta tulisan yang dimuat di internet terkait dengan perdagangan di provinsi Sulawesi Tenggara. Langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian ini meliputi beberapa tahap penting. Pertama, perumusan masalah yang harus didasarkan pada fenomena yang terjadi di lapangan sehingga latar belakang penelitian dapat memberikan informasi yang cukup mengenai urgensi penelitian tersebut. Kedua, penentuan jenis data yang akan digunakan, baik data kuantitatif maupun kualitatif, yang relevan dengan tujuan penelitian. Ketiga, prosedur pengumpulan data ditetapkan, di mana data yang telah terkumpul harus disusun dengan rapi, dijelaskan maksudnya, dan dianalisis untuk memahami penyebab terjadinya fenomena Terakhir, penelitian diakhiri dengan pembuatan kesimpulan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian serta rumusan masalah yang telah ditetapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Globalisasi telah memberi pengaruh pada perdagangan dunia dan Indonesia menjadi bagian di dalamnya. Tabel 1. Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Sulawesi Tenggara Bulan Januari-Juli Tahun 2024 Bulan Ekspor (Juta Dollar US) Impor (Juta Dollar US Selisih (Juta Dollar US) Januari 432,27 175,89 256,38 Februari Maret 182,18 103,02 April 319,41 106,42 212,99 Mei 336,84 133,15 203,69 Juni 304,24 220,84 Juli 293,48 184,28 Sumber: BPS Sultra17,18 Nilai eksport dan import surplus terjadi sangat signifikan diawal tahun dengan mencatatkan nilai surplus 256,38 juta Dollar US. Sementara untuk dibulan maret hingga mei mencatatkan nilai transaksi yang lebih fluktuatif. Sementara untuk bulan Februari dan Juni terjadi penurunan paling signifikan dan dibulan Juli terjadi kenaikkan yang lebih baik dibandingkan bulan Juni. Terjadinya fluktuatif nilai perdagangan ekspor dan impor Suryanto dan Poni Sukaesih Kurniati. AuAnalisis Perdagangan Internasional Indonesia dan Faktorfaktor yang Memengaruhinya. Ay Badan Pusat Statistik. AuImport Sulawesi Tenggara (Juta US$), 2024,Ay Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara, last modified 2024, https://sultra. id/id/statistics-table/2/MzA3IzI=/importsulawesi-tenggara--juta-us--. Badan Pusat Statistik. AuEkspor Sulawesi Tenggara (Juta US$), 2024,Ay Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara, https://sultra. id/id/statisticstable/2/MzA2IzI=/ekspor-sulawesi-tenggara--juta-us--. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 139 Andriani Puspitaningsih. Teguh Permana. Waode Rachmasari Ariani. Surianti: Analisis Perdagangan di Sulawesi Tenggara merupakan imbas dari perdagangan dunia yang saat ini juga mengalami fluktuatif, ketegangan diberbagai belahan dunia saat ini, ditambah juga penurunan daya beli Masyarakat, serta deflasi yang mengiringi Indonesia 5 bulan secara berturut-turut. Hal ini tentu sangat berpengaruh signifikan akan capaian hasil transaksi ekspor maupun impor. Semoga di tahun selanjutnya nilai dan transaksi ekspor dan impor sultra dapat kembali membaik seiring dengan perbaikan perekonomian dunia, serta diharapkan akan ada regulasi serta trobosan baru yang berpihak pada para pelaku ekonomi agar segera dapat menggeliatkan lagi roda perekonomian bangsa. Tabel 2. Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Industri Menurut Jenis Komoditas, 2023 Jenis Komoditas Volume (To. Nilai (R. Kacang Mete 662,92 Kopra 271,07 Minyak Nilam 289,52 Tepung Sagu 001,05 Minyak Sawit 379,44 Sumber: BPS Sultra Penurunan nilai perdagangan antar pulau untuk komoditas kacang mente disultra untuk tahun 2023 mengalami penurunan dengan mencatatkan nilai transaksi perdangan Sementara untuk nilai transaksi komoditi kopra mengalami nilai paling meningkat signifikan dibandingkan dengan nilai perdagangan komoditi yang lain dengan mencatatkan nilai transaksi 351. Lalu untuk mimyak nilam berada pada aperingkat ke dua dengan capaian transaksi hingga 144. Hal ini dikarenakan memang komoditi ini menjadi salah satu komoditi primadona saat ini karena mampu mendatangkan nilai tambah bagi para pelaku petani nilam karena harga jualnya yang tinggi dan permintaan pasar akan nilam juga sangat menjanjikan, disusul tepung sagu dan komoditi minyak sawit. Dari neraca perdagangan luar negeri Sulawesi Tenggara pada tahun 2023, terlihat bahwa terjadi penurunan nilai ekspor jika dibanding tahun sebelumnya sebesar 26,79 persen dan penurunan volume ekspor sebesar 7,51 persen. Impor Sulawesi Tenggara periode 2022 hingga 2023 juga tercatat mengalami penurunan dari segi nilai. Penurunan nilai impor pada tahun 2023 mencapai 27,47 persen dibanding tahun sebelumnya. Meskipun nilai impor menurun, volume impor justru mengalami peningkatan sebesar 11,01 persen. Keadaan ini Badan Pusat Statistik. AuVolume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Industri Menurut Jenis Komoditas, 2023,Ay Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara, last modified 2023, https://sultra. id/id/statistics-table/1/NDcwOSMx/volume-dan-nilai-perdagangan-antar-pulau-hasilindustri--menurut-jenis-komoditas--2023. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 140 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 sudah lebih baik dengan turunnya nilai impor dan dapat dimaksimalkan lagi dengan meningkatkan nilai ekspor. Pembagian bobot ekspor Sulawesi Tenggara terhadap bobot ekspor nasional pada tahun 2023 tercatat sebesar 0,83 persen, dengan total nilai ekspor sebesar US$4. 298,3 juta. Volume impor mengalami peningkatan, tetapi nilai impor justru menurun. Nilai impor tercatat sebesar US$1. 847,66 juta pada tahun 2023, menurun dari US$2. 547,33 juta pada Hal ini tentu dipengaruhi oleh nilai jual dari komoditas yang diimpor serta nilai kurs rupiah terhadap dolar AS. Selama tiga tahun terakhir, volume impor yang tertinggi ialah pada tahun 2021, yaitu lebih dari 6 juta ton. Tabel 3. Nilai Perdagangan Antar-Pulau Menurut Hasil Bumi dan Laut . illiar rupia. , 2023. Hasil Bumi Dan Laut Nilai Hasil Perkebunan dan Holtikultura Hasil Industri Hasil Perikanan Hasil Peternakan Sumber: BPS Sultra22 Untuk perdagangan antar pulau Sulawesi Tenggara tahun 2023, didominasi oleh hasil perkebunan dan hortikultura sebesar Rp1. 179 miliar. kemudian disusul oleh hasil industri sebesar Rp732 miliar. hasil perikanan sebesar Rp615 miliar dan hasil peternakan Rp4 Hasil perkebunan dan holtikultura terdiri atas bawang merah, jeruk, bawang putih, mete gelondongan, kemiri, cabai rawit, sayur segar, buah rambutan, terung, kelapa bulat, tomat, cengkeh, kakao, lada biji, pala biji, pisang, pinang, jahe, sawit . , kayu manis dan biji kapas. Hasil perikanan terdiri dari: cumi-cumi, ikan teri kering, daging kerang kering, daging rajungan, gurita, ikan baronang, ikan cakalang, ikan ekor kuning, ikan hias air laut, ikan kakaktua, ikan kerapu segar, ikan karapu hidup, ikan katamba, ikan bandeng segar, teripang, madididhang, tongkol, tuna, ikan kembung, ikankuwe, ikan layang, ikan marlin, ikan moa, ikan tenggiri, ikan kakap merah, kepiting hidup, kulit kerang kering, layur, lobster, rumput laut, udang vaname, tetelan tuna, sotong, ikan lemadang, kepiting bakau, lobster Badan Pusat Statistik. AuStatistik Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara 2024,Ay Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara, https://sultra. id/id/publication/2024/09/26/0c7533bdd1ed3d5e5a9d9ea0/statistik-daerah-provinsisulawesi-tenggara-2024. Ibid. Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 141 Andriani Puspitaningsih. Teguh Permana. Waode Rachmasari Ariani. Surianti: Analisis Perdagangan di Sulawesi Tenggara hidup, lobster air tawar, lobster segar, udang ronggeng segar, udang windu, ubur-ubur dan Tabel 4. Volume dan Nilai Perdagangan antar Pulau Hasil Perkebunan dan Holtikultura Menurut Lima Jenis Komoditas Terbesar di Sulawesi Tenggara, 2023 Jenis Komoditas Volume (To. Nilai (Miliar Rupia. Cengkeh 370,38 480,74 Kakao 949,76 248,74 Mete Gelondongan 127,88 230,75 Lada Biji 115,87 140,21 Sawit (Cangkan. 218,54 18,32 Sumber: BPS Sultra Terdapat tiga komoditas dengan nilai perdagangan terbesar di Sulawesi Tenggara, yaitu Cengkeh (Rp480,74 milia. Kakao (Rp248,74 milia. , dan Mete Gelondongan (Rp230,75 milia. 25 Tiga komoditas tersebut merupakan komoditas unggulan sulawesi tenggara selama ini disektor perkebunan dan holtikultura dikarenakan memiliki nilai keekonomian yang memberi nilai tambah bagi pendapatan para petani disektor ini. Selain itu juga memberi kontribusi pendapatan bagi daerah karena nilai keekonomiannya yang signifikan, hal ini juga didasari akan ketersedian lahan yang baik dan luas bagi para petani disektor tersebut. Olehnya itu ketersediaan lahan yang luas serta jumlah komoditas ini melimpah menghasilkan nilai transaksi besar dalam perdagangan antar pulau untuk sektor perekebunan dan holtikultura. Cengkeh masih menjadi komoditi yang diminati petani untuk di tanam karena permintaan dan harganya yang baik walaupun ketika panen raya seringnya harga cengkeh menjadi turun. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekspor lebih besar dari impor yang artinya terjadi surplus perdagangan. Nilai surplus terbesar tahun 2004 sebesar 256,38 juta dollar US pada bulan Januari. Dengan terjadinya surplus maka perdagangan di Sulawesi Tenggara memberi sumbangan cadangan devisa buat Negara. Terdapat tiga komoditas dengan nilai perdagangan terbesar di Sulawesi Tenggara, yaitu Cengkeh (Rp480,74 milia. Kakao (Rp248,74 milia. , dan Mete Gelondongan (Rp230,75 milia. Cengkeh masih menjadi komoditi yang diminati petani untuk di tanam karena permintaan dan harganya yang baik walaupun ketika panen raya seringnya harga cengkeh menjadi turun. Akan tetapi pasar dari cengkeh ini jelas sehingga tidak sulit untuk diperdagangkan. Kakao memiliki jumlah yang Ibid. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 142 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Oktober 2024 lebih besar secara volume namun nilainya tak sebaik cengkeh. Mente juga memiliki jumlah yang lebih besar dari cengkeh namun nilainya tak sebaik cengkeh. Daerah ini memang dari dahulu sudah dikenal sebagai penghasil kakao dan mente. Dua komoditi ini juga memberi lapangan pekerjaan yang tidak sedikit buat masyarakat. Bahkan oleh-oleh khas dari daerah ini salah satunya adalah jambu mente. Hasil perkebunan dan holtikultura juga memberikan nilai paling tinggi untuk kontribusi provinsi ini sebesar Rp 1. 179 miliar, kemudian disusul oleh hasil industri sebesar Rp 732 miliar. hasil perikanan sebesar Rp 615 miliar dan hasil peternakan Rp 4 miliar. Perikanan belum bisa memberikan nilai yang lebih besar padahal potensinya sangat besar, walaupun di sisi lain terjadinya kerusakan terumbu karang menyebabkan semakin jauh para nelayan untuk menangkap ikan sehingga jumlah hasil tangkap yang menurun dan otomatis menurunkan nilai kontribusinya untuk provinsi Sulawesi Tenggara. Minyak nilam juga menjadi komoditas yang punya potensi untuk terus dikembangkan karena memberi dampak kesejahteraan terhadap masyarakat. Sulawesi tenggara sebagai salah satu sentra produksi minyak nilam di Indonesia, tentu memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan. Selain nilai jual yang tinggi karena kaya akan manfaat, juga memberi dampak pendapatan pada masyarakat. Minyak nilam juga memiliki pasar yang jelas sehingga dalam proses distribusinya tidak sulit dalam perdagangan. Selain minyak nilam yang menjadi andalan provinsi Sulawesi Tenggara, juga ada tepung sagu. Tepung sagu menjadi makanan pokok daerah ini juga memiliki kontribusi yang besar buat perdagangan di provinsi sulawesi REFERENSI