Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 107-120 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Available online at http://jurnal2. stkip-andi-matappa. id/index. php/poligon Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GENDER DI SMPN 1 MANDALLE Andi Yunarni yusri 1*. Ahmad Budi Sutrisno 2 . Wanda Maulidya Sari3 1, 2, 3 STKIP Andi Matappa * Email: maulidyawanda93@gmail. Received:4 Desember 2024. Revised:7 April 2025. Accepted: Tanggal Pusblish 6 juli 2025 ABSTRAK Analisiskemampuan literasi numerasi peserta didik ditinjau dari gender SMPN 1 MANDALLE. Jurusan ilmu pendidikan, program studi matematika sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Andi Matappa, dibimbing oleh Andi Yuanarni Yusri Pd. ,M. Pd sebagai pembimbing I dan Dr. Ahmad Budi Sutrisno. ,M. Pd sebagai pembimbing II. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas VII SMPN 1 Mandalle yang berjumlah 11 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi siswa SMPN 1 Mandalle. Hasil penenlitian ini menunjukkan kemampuan literasi numerasi siswa perempuan dan siswa laki-laki cenderung Kata Kunci : kemampuan literasi numerasi siswa. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan untuk mencapai pembangunan nasional. Menurut UU Nomor 20 tahun 2016, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pembangunan nasional di bidang pendidikan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan adalah matematika. Matematika merupakan suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir, bersifat abstrak, penalarannya bersifat deduktif dan berkenaan dengan gagasan terstruktur yang hubunganhubungannya diatur secara logis (Hudojo, 2. Sedangkan Budiono & Wardono . mengatakan bahwa matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 teknologi modern, mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. An War et al . mengatakan bahwa matematika tidak hanya untuk kebutuhan masa kini tetapi juga masa depan. Mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, 2 matematika selalu dipelajari pada setiap jenjang pendidikan formal. Pembelajaran matematika tidak hanya menyampaikan informasi, menunjukkan rumus, dan menuntut prosedur pengolahan masalah saja, tetapi guru bertindak sebagai mediator dan fasilitator serta membantu peserta didik dengan menciptakan pembelajaran yang kondusif sehingga peserta didik aktif dan membangun pengetahuannya sendiri Kusmaryono et al. , . Tujuan pembelajaran matematika Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Depdiknas, 2. yaitu: . memahami konsep matematika, . menggunakan pola sebagai dugaan dalam penyelesaian masalah, . menggunakan penalaran untuk pemecahan masalah, . mengkomunikasikan gagasan, . memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, . memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai matematika, . melakukan kegiatan motorik menggunakan pengetahuan matematika, dan . menggunakan alat peraga sederhana maupun hasil teknologi. Tujuan ini sejalan dengan kemampuan literasi matematika yang akhir-akhir ini dibicarakan dalam dunia pendidikan. Tuntutan di dunia Internasional menghendaki peserta didik melek . Hal ini senada dengan pendapat Asmara et al. , . Fathani . Sari & Wijaya . mengatakan bahwa peserta didik perlu dibekali kemampuan literasi matematika untuk mengenal peran matematika dalam kehidupan, mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah seharihari dan membuat keputusan yang tepat atas berbagai permasalahan. Literasi matematika adalah kemampuan 3 individu untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk kemampuan melakukan penalaran dan menggunakan konsep, prosedur, fakta sebagai alat untuk mendeskripsikan, menerangkan dan memprediksi suatu fenomena atau kejadian OECD . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Ojose . menyatakan bahwa AuMathematics literacy is the knowledge to know and apply basic mathematics in our every day livingAy. Literasi matematika terletak pada kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Johar . mengungkapkan bahwa kemampuan literasi matematika adalah kompetensi yang dibutuhkan peserta didik untuk karir masa depan. Pentingnya literasi matematika belum sejalan dengan prestasi peserta didik Indonesia di mata dunia Internasional. Wardhani & Rumiati . mengatakan bahwa salah satu indikator yang menunjukkan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah adalah hasil penilaian internasional tentang kemampuan literasi matematika. Penilaian internasional merupakan indikator penting dalam mengevaluasi sistem pendidikan suatu negara Yalcin et al. , . Programme for International Student Assessment (PISA) merupakan salah satu penilaian tingkat internasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali dan disponsori oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk menilai pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang berumur 15 tahun. Penilaian ini mengukur kemampuan membaca . eading literac. , matematika . athematics literac. , 4 pemecahan masalah . roblem solving literac. , dan sains . cience literac. serta keuangan . inancial literac. Berdasarkan hasil PISA 2022 skor rata -rata aspek matematika peserta didik Indonesia mencapai 396 berada pada peringkat ke-63 dari 72 negara peserta OECD. Skor ini jauh dibawah skor rata-rata Internasional yaitu 490. Indonesia tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga seperti Singapura yang berada di peringkat ke-1 dengan skor rata-rata aspek matematika 564. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik Indonesia dalam merumuskan, memecahkan dan menginterpretasi masalahmasalah matematika dalam berbagai situasi masih jauh dibawah rata-rata negara lain. Penilaian PISA terhadap kemampuan literasi matematika peserta didik Indonesia tergolong rendah. Sandstrym et al. mengatakan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas matematika yang memuat angka dan soal cerita. Kemampuan literasi numerasi adalah untuk menggunakan berbagai angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar bertujuan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari sehingga mereka dapat menganalisis informasi yang mereka terima dalam bentuk grafik dan tabel untuk membuat dan menentukan keputusan dari analisis tersebut (Mahmud & Pratiwi, 2019. Sari. Lukman, & Muharram. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Adapun indikator yang akan dicapai antara lain: kemampuan menggunakan simbol dalam materi grafik, tabel dan diagram, kemampuan menganalisis informasi dari grafik, tabel, dan diagram, dan kemampuan menyimpulkan hasil penyelesaian masalah Pada tanggal 9 oktober peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan ibu Rahma S. Pd selaku guru matematika kelas VII di SMPN 1 Mandalle, terdapat beberapa masalah yang dialami yaitu . Kurangnya penguatan literasi numerasi yang diberikan guru terhadap siswa. Belum optimalnya kemampuan literasi numerasi peserta didik ditandai dengan minimnya literasi numerasi peserta didik terhadap materi sehingga belum optimal dalam menerapkan konsep literasi numerasi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki mempunyai kemampuan literasi numerasi yang baik, terlihat tercapainya tiga indikator penilaian serta mereka sudah mampu memberikan penjelasan alasan dengan mengembangkan kalimatnya sendiri. Sedangkan siswa perempuan mempunyai kemampuan literasi baca-tulis yang baik. Hal ini ketika dihadapkan dengan permasalahn yang harus diselesaikanya (Dimas Ula, 2. Jenis kelamin dapat diartikan suatu ciri-ciri, sifat jasmani atau sifat rohani yang dapat digunakan untuk membedakan betina dan jantan atau perempuan dan laki-laki. Siswa laki-laki memiliki kecenderungan yang relatif sama dalam memvisualisasikan karakteristik seperti siswa perempuan, yaitu mereka mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, serta mengetahui cara memvisualisasikan informasi yang diketahui ke dalam bentuk gambar. Siswa juga cenderung mampu menyebutkan langkah pengerjaan dengan benar, namun cenderung kurang teliti saat menuliskan jawaban akhir (Alfarisi. Sunardi, & Kurniati, 2. AuFemales of the same ability as males received better grades, teachers stated, because they handed in allassignments and completed their work carefullyAy. Perempuan memiliki peringkat lebih baik daripada laki laki dikarenakan perempuan lebih teliti dalam mengerjakan dan menyelesaiakan tugas dibandingkan laki-laki (Becker,2. Berdasarkan paparan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SMPN 1 Mandalle mengenai kemampuan literasi numerasi untuk melihat sejauh mana capaian yang dimiliki dan juga faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian ini akan memberikan referensi sebagai dasar untuk kemudian dilakukan perbaikan dalam berbagai hal. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis kemampuan literasi numerasi di tinjau dari gender di SMPN 1 MandalleAy Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 II. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan dari penelitian ini menggunakan deskripsi kuantitatif yang menggambarkan atau melukiskan objek atau fakta-fakta yang ada. Dalam penelitian ini peneliti akan menggambarkan bagaimana kemampuan literasi numerasi dalam pembelajaran siswa SMPN 1 Mandalle. Dengan jenis penelitian yang digunakan berupa studi kasus yang peneliti akan menggambarkan mengenai literasi numerasi. Mengemukakan bahwa penelitian ini disebut dengan metode penelitian naturalistik karena dilakukan pada suatu kondisi alami yang dijabarkan secara deskriptif berbentuk kata-kata dan gambar. Menurut Sugiyono . 7: . , penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive sampling, teknik pengumpulan dengan trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kuantitatif, dan hasil penelitian kualitatif pada dasarnya digunakan untuk mendapatkan pemahaman dan menyepakatinya melalui sudut pandang dan konteks tertentu . ulmi,dkk. , 2. Alasan menggunakan jenis penelitian kuantitatif ini dimaksudkan untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi pada siswa SMPN 1 Mandalle Metode ini dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu penelitian ilmiah dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang diteliti yaitu menganalisa tentang kesulitan belajar matematika yang hasilnya akurat dan jelas. Hal ini bermakna bahwa alasan peneliti menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif agar hasil dari penelitian menghasilkan informasi yang benar berdasark an fakta dan dapat dipertanggung Variabel dan Desain Penelitian Variabel-variabel yang berkaitan dengan penelitian ini meliputi variabel bebas,variabel terikat. Berikut penjelasanya. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab pembaharuan atau timbulnya variabel terikat (Sugiono, 2019: . variabel bebas penelitian ini adalah kemampuan literasi Variabel Terikat Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiono, 2019: . variabel terikat penelitian ini adalah Gender. Desain penelitian Pada penelitian ini, peneliti berupaya menggambarkan kondisi subjek penelitian secara alamiah dan lebih menekankan makna daripada generalisasi. Hal ini berdasarkan tujuan peneliti yang ingin menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan soal Matematika. Sebelum dilakukan penelitian, siswa diberi pretest . es awa. untuk mengetahui keadaan awalnya dan posttest ( tes akhi. untuk mengetahui keadaan akhirnya. Selanjutnya diakhir penelitian siswa diberi posttest untuk melihat bagaimana hasil akhirnya. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Literasi adalah kemampuan menulis dan membaca, pengertian literasi dapat diartikan sebagai pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Literasi juga dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Numerasi adalah kemampuan memahami dan menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar dan menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk . rafik,tabel,bagan,dan lain sebagainy. untuk memecahkan praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-har. Gender merupakan perbedaan yang terlihat antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkat laku. Gender itu berasal dari bahasa latin AuGENUSAy yang berarti jenis atau tipe. Gender adalah sifat dan perilaku yang diletakkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Mandalle, kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkajene. Adapun penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Yang dilaksanakan pada bulan Oktober tanggal 9-10. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Mandalle yang berjumlah 11 Siswa laki-laki sebanyak 4 orang dan siswa perempuan sebanyak 6 orang. Penelitian ini Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 dilaksanakan dikelas VII semester ganjil. Peneliti menggunakan 11 sampel untuk mengerjakan tes kemampuan literasi numerasi Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan ialah tes kemampuan literasi numerasi tes tersebut berbentuk essay . dengan materi aljabar berbentuk soal cerita disusun berdasarkan rumusan indikator literasi numerasi. Teknik pengumpulan data Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes yang berbentuk essay . sebanyak 6 butir soal kepada siswa kelas VII SMPN 1 Mandalle informal yang dilakukan secara langsung kepada siswa setelah menyelesaikan tes yang diberikan unt uk mengetahui proses pemahaman siswa dalam memecahkan soal. Tes Tes tulis yang digunakan penelitian berupa soal matematika siswa yang bertujuan untuk memperoleh data kemampuan literasi numerasi siswa. Soal ini berisi soal uaraian yang telah disesuaikan dengan siswa kelas VII. Teknik analisis data Pada penelian ini, proses analisis dilakukan dengan cara menghitung jumlah skor siswa terhadap instrumen tes literasi numerasi. Instrumen tes tersebut berbentuk essay sebanyak 6 butir. Setiap butir soal menggunakan skala minimum 0 dan maksimun 4. Analisis yang digunakan setelah data terkumpul ialah analisis deskriptif kuantitatif. Analisis tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud dalam kesimpulan yang berlaku umum. Perhitungan penyebaran data dalam analisis ini dilakukan melalui perhitungan rata-rata dan standar devinisi, serta perhitungan persentase. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan cara: Memberikan skor mentah pada setiap jawaban siswa untuk masing-masing butir soal berdasarkan standar jawaban yang telah dibuat. Menghitung skor total dari tiap butir soal untuk masing-masing siswa. Menentukan nilai kemampuan literasi numerasi masing-masing siswa dengan rumus NP= yc ycyc Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Keterangan: NP : Nilai R: Skor mentah yang diperoleh SM : Skor maksimun siswa ideal 100 : Bilangan tetap Menghitung skor rata-rata dan standar deviasi untuk seluruh aspek indikator literasi numerasi yang terdapat pada tes, serta menghitung persentase rata-rata dengan rumus yaycycoycoycaEa ycIycoycuyc ycU100% ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycycu Menentukan tingkat kemampuan literasi numerasi berdasarkan kriteria dengan pengategorian tiga jenjang yaitu Tinggi. Sedang. Rendah, menurut Azwar dalam Fadhila i. Hasil Penelitian Pada bab ini akan dibahas mengenai kemampuan literasi numerasi peserta didik ditinjau dari gender SMPN 1 Mandalle. Di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Dengan menjadikan siswa kelas VII sebagai sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil tes kemampuan Literasi Numerasi berdasarkan gender pada materi aljabar. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui berbentuk kemampuan literasi numerasi yang dimiliki siswa, melalui tes berbentuk uraian. Dalam penelitian ini, banyak ditemukan masalah pada siswa yang kurang memahami akan literasi numerasi dalam pembelajaran matematika. Setelah melakukan proses penelitian dan memperoleh data dilapangan dengan teknik pengumpulan data yang digunakan pemberian tes. Selanjutnya data-data yang telah diperoleh tersebut akan dianalisis secara detail,kritis dengan harapan agar dapat memperoleh data yang jelas serta akurat. Hasil penelitian ini dianalisis oleh peneliti dengan pendekatan deskriktif kuantitatif dimana peneliti akan menggambarkan, menguraikan dan menjelaskan data yang sudah didapat. Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan obeservasi dikelas VII. Pemberian Tes di peruntukkan untuk Maka diperoleh data sebagai berikut: Berdasarkan observasi dikelas VII, terdapat beberapa siswa yang masih kesulitan dalam operasi hitung. Pendekatan pembelajaran matematika di dalam kelas perlu dilakukan perubahan Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 meliputi, . menggunakan konteks yang dekat dengan pengalaman seharian siswa dan senantiasa menghubungkan berbagai topik matematika dengan situasi dunia nyata, . menekankan pada pemahaman konsep dan terutama penalaran didalam konteks, dan bukan pada keterampilan hitung atau komputasi saja. Selain itu, untuk pembelajaran nonmatematika, memunculkan atau menyisipkan unsur numerasi didalam pembahasan mata pelajaran lain sehingga siswa siswa memiliki banyak kesempatan untuk melatih pengetahuan dan keterampilan matematika didalam konteks mata pelajaran lain Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini berlangsung selama 4 hari, dimulai dengan sesi pembelajaran diikuti oleh pengerjaan latihan soal berbasis literasi numerasi. Penelitian dilakukan mulai hari rabu tanggal 7 agustus 2024 hingga 10 agustus 2024. Objek penelitian adalah peserta didikkelas VII SMPN 1 Mandalle. Dengan total jumlah peserta didik sebanyak 11 orang. Pembelajaran numerasi dan pengelohan data dikelas VII ini dengan menggunakan metode Tes ini bermaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa pada materi yang saya sampaikan terkait dengan menyajikan data, tabel, grafik diagram batang dan membacanya Pembahasan hasil penelitian Hasil penelitian kemampuan literasi numerasi di SMPN 1 Mandalle. Tes hasil belajar (Pretes. dan tes hasil belajar (Postes. yang diberikan kepada siswa sebanyak 11 siswa selama 3 pertemuan. Pada pertemuan pertama harirabu pada tanggal 7 agustus 2024 pada pukul 10. 30 - 12. 00 diawali dengan perkenalan kemudian dilakukan tes awal atau Pretest untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi siswa. Pada pertemuan kedua pada hari kamis tanggal 8 pada pukul 11. pemberian soal cerita aljabar dan menjelaskan pengertian aljabar bentuk-bentuk, suku-suku, variabel ,koefisien dan konstanta. Pada pertemuan ketiga pada jumAoat tanggal 9 agustus 2024 dimana saya melanjutkan proses pembelajaran pemberian tes kemampuan literasi numerasi dengan materi aljabar soal cerita. Sedangkan pada pertemuan ke empat hari sabtu tanggal 10 agustus 2024 pada pukul 11. 10 - 14. dilakukan tesakhir (Posttes. Posttest dibagikan dengan tujuan perbandingan nilai hasil hasil belajar siswa dengan pretest yang telah dibagikan dengan awal pertemuan sebelum diterapkan kemampuan literasi numerasi dengan materi aljabar. Pada pertemuan ke 1 siswa yang hadir adalah 6, 5 orang siswa perempuan dan 1 orang siswa lakilaki. Pertemuan ke 2 siswa yang hadir adalah 8, 5 orang siswa perempuan dan 3 orang siswa laki-laki. Pertemuan ke 3 siswa yang hadir adalah 11. 6 siswa perempuan dan 5 orang siswa laki-laki. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Kemampuan literasi numerasi 3 orang subjek yang diwawancarai perempuan tinggi, perempuan rendah, laki-laki tinggi adalah. Kategori Tinggi Siswa Perempuan Siswa perempuan dengan kemampuan literasi numerasi tinggi mampu memenuhi enam indikator kemampuan literasi numerasi. Yaitu . Merumuskan masalah atau memahami konsep. Menggunakan penalaran dalam memecahkan masalah. Menghubungkan kemampuan matematis dalam kehidupan sehari-hari. Memecahkan masalah. Mengkomunikasikan dalam bahasa matematis. Menginterpretasikan kemampuan matematis dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai konteks. Kategori Tinggi Siswa Laki-laki Siswa laki-laki dengan kemampuan literasi numerasi tinggi mampu memenuhi enam indikator kemampuan literasi numerasi. Yaitu . Merumuskan masalah atau memahami konsep. Menggunakan penalaran dalam memecahkan masalah. Menghubungkan kemampuan matematis dalam kehidupan sehari-hari. Memecahkan masalah. Mengkomunikasikan dalam bahasa matematis. Menginterpretasikan kemampuan matematis dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai konteks. Kategori Rendah Siswa Perempuan Siswa perempuan dengan kemampuan literasi numerasi Rendah hanya mampu memenuhi tiga indikator kemampuan literasi numerasi. Yaitu. Menghubungkan kemampuan matematis dalam kehidupan sehari-hari. Memecahkan masalah. Mengkomunikasikan dalam bahasa matematis. Kemampuan literasi numerasi siswa perempuan tinggi dan siswa laki-laki tinggi adalah masing-masing memenuhi indikator literasi numerasi. Diperkuat dengan penelitian yang yang relevan. Aini . bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan numerik dengan hasil belajar matematika siswa. Siswa yang belum pernah mendalami matematika tetapi memiliki kemampuan numerik yang baik, maka siswa tersebut akan cenderung mempunyai kemudahan dalam mempelajari matematika. Ini berarti terdapat hubungan yang berbanding lurus antara kemampuan numerik dan kemampuan matetika siswa. Penelitan yang akan dilakukan berujuan untuk mengukur tingkat kemampuan numerik dan menganalisis kemampuan numerik siswa. Selaras pula dengan penelitian saAodia . bahwa kemampuan literasi numerasi siswa memiliki dominasi pengetahuan deklaratif tergolong mampu dalam kemampuan menganalisis infrmasi dari grafik, tabel, dan diagram. namun tidak mampu dalam keterampilan konsep ruang dan bentuk, pengukuran. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Sedangkan kemampuan literasi numerasi siswa yang memiliki dominasi pengetahuan prosedural tergolong mampu dalam kemampuan mengalisis informasi dari grafik, tabel, dan diagram, mampu dalam menggunakan simbol dalam materi ruang dan bentuk. dan cukup mampu dalam keterampilan konsep ruang dan bentuk. dan cukup mampu dalam keterampilan konsep ruang dan bentuk, dan pengukuran. Sedangkan kemampuan literasi numerasi siswa yang memiliki dominasi pengetahuan kondisional tergolong cukup mampu dalam menggunakan simbol dalam materi ruang dan bentuk. dan mampu dalam keterampilan konsep ruang dan bentuk, dan pengukuran. Hal ini juga sejalan dengan penelitian. Penelitian SajaAoah U. F . hasil kemampuan literasi numerasi siswa bahawa siswa mengalami kesulitan pada . menentukan cara penyelesaian yang seharusnya dilakukan untuk menyelesaikan soal tersebut: . Melakukan operasi hitung secara benar: . Membuat kesimpulan dari hasil yang Penelitian Haeruddin . bahwa gerakan literasi numerasi adalah program pemerintah yang harus di dukung oleh semua barisan masyarakat indonesia. Kemampuan Literasi Numerasi diharapkan dapat dihasilkan dari pengembangan dan pengalaman Kemampuan Literasi Numerasi. Karakter yang diharapkan adalah kebiasaan berpikir positif dengan mampu memainkan angka-angka dalam menyelesaikan persoalan hidupnya. Adapun penelitian yang dilakukan Penelitian yang dilakuka Rifqi. Literasi numerasi siswa dalam pemecahan masalah tidak terstruktur. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes, analisis dokumen, dan wawancara. Teknik analisis dan menggunakan tes, analisis dokumen, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan thematic analysis, sedangkan validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi numerasi siswa dalam pemecahan masalah tidak terstruktur yaitu siswa mampu memecahkan masalah tidak terstruktur dalam konteks kehidupan sehari-hari. Siswa mampu menganalisis informasi yang diperoleh dari soal kemudian menggunakan interpretasi analisis untuk memprediksi dan mengambil Adapun kesulitan yang dialami siswa yaitu kesulitan memahami soal. kurangnya pemahaman siswa pada materi prasyarat. kesulitan membangun strategi penyelesaian. dan kesulitan dalam mengambil Ketiga penelitian tersebut menjadi bahan perbandingan dan referensi pendukung peneliti untuk mendukung penelitian skripsi dengan judul Au Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Ditinjau Berdasarkan Gender Di SMPN 1 MandalleAy Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 Literasi numerasi merupakan bagian dari matematika, dalam hal komponen literasi numerasi diambil dari cukupan matematika di dalam kurikulum 2013. salah sau cakupan matematika dalaam kurikulum 2013 adalah bilangan. Komponen literasi yang dmaksud yaitu mengestimasi dan menghitung dengan bilangan bulat (Kemdikbud, 2. Kenyataan yang terjadi pasa siswa yaitu seringkali siswa tidak dapa menerapkan pengetahuan maematika mereka dibidang lain secara langsung menunjukkan adanya suatu kebutuhan bahwa semua guru perlu mengfasiliasi proses tersebut. Keterampilan numerasi dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan, baik dirumah maupun Dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyaraka, misalnya ketika berbelanja, merencanakan libuan memulai usaha, membangun ruma, informasi mengenal kesehatana, semuanya membutuhkan numerasi, informasi-informasi tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk numerik atau grafik. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa baik siswa laki-laki dan siswa perempuan cenderung sama. Siswa perempuan maupun siswa laki-laki memiliki kemampuan literasi numerasi yang tinggi karena siswa tersebut mampu memenuhi enam indikator literasi numerasi. Hal tersebut sama dengan kemampuan literasi numerasi siswa laki-laki yang tinggi karena siswa tersebut mampu memenuhi enam indikator literasi numerasi. Saran Sehubungan dengan kesimpulan hasil penelitian diatas, maka saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti adalah : Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa baik siswa laki-laki dan siswa perempuan cenderung sama. Siswa perempuan maupun siswa laki-laki memiliki kemampuan literasi numerasi yang tinggi karena siswa tersebut mampu memenuhi enam indikator literasi numerasi. Hal tersebut sama dengan kemampuan literasi numerasi siswa laki-laki yang tinggi karena siswa tersebut mampu memenuhi enam indikator literasi numerasi. Copyright A Tahun Terbit. Poligon: Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: x-x . ISSN x-x . Poligon : Jurnal Pendidikan Matematika 3. Tahun Terbit 2025. Halaman 103-116 Wanda Maulidya Sari1, andi Yunarni Yusri2, ahmad Budi Sutrisno3 DAFTAR PUSTAKA