JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA| Page : 112 - 123 Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | p-ISSN2356-2528. e-ISSN 2620-9640 PERBEDAAN PEMBERIAN JINTEN HITAM DAN DAUN KELOR TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Desy Arisandi1CA Email: desyarisandi533@gmail. com (Corresponding Autho. Prodi Magister Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Siti Maimunah2 Prodi Magister Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta Bima Suryantara3 Prodi Magister Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta ABSTRAK Pemberian ASI ekslusif dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain kurang atau salah informasi banyak ibu yang merasa bahwa susu permula itu sama baiknya. ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari. Usaha untuk memperlancar pengeluaran ASI bisa dilakukan dengan pendekatan farmakologi atau non-farmakologi. Contohnya termasuk memijat punggung, menggunakan kompres hangat, merawat payudara, menyusui setiap 2-3 jam, banyak minum air putih, serta menggunakan ramuan herbal dengan makan makanan yang bergizi seperti jinten hitam dan daun kelor. Tujuan penelitian yaitu Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan konsumsi jinten hitam dan daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Metode Penelitian Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Randomized Control Trial (RCT). Populasi penelitian ini melibatkan ibu menyusui usia 0-8 hari di Puskesmas Jembatan Kecil. Kota Bengkulu sejumlah 34 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling, dengan 34 responden yang terdiri dari 17 orang kelompok jinten hitam dan 17 orang kelompok daun kelor. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji mann whitney. Hasil uji statistik uji Mann-Whitney tersebut diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,373 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak karena nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,373 > 0,05 dengan demikian dapat dikatakan antara kelompok jinten hitam dan kelompok daun kelor samasama berkontribusi dalam melancarkan ASI. Kesimpulan Kelancaran produksi ASI sama-sama meningkat pada kelompok pemberian jinten hitam selama tujuh hari dan kelompok pemberian daun kelor selama tujuh hari pada ibu menyusui. Kata kunci: Daun kelor, jinten hitam, ibu menyusui, produksi ASI PENDAHULUAN Masa nifas . dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu atau 42 hari, namun secara keseluruhan akan pulih dalam waktu 3 bulan (Suryaman & Girsang, 2. ASI adalah makanan alamiah untuk bayi yang mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen dengan jumlah yang sesuai untuk pertumbuhan bayi pada keadaan masing-masing. ASI dari ibu yang melahirkan prematur sesuai dengan kebutuhan prematur dan juga sebaliknya ASI dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan maka sesuai dengan kebutuhan bayi cukup bulan juga (Mustika et al. , 2. ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu . anpa makanan/minuman termasuk air putih maupun susu formul. selama enam bulan, untuk kemudian diteruskan hingga 2 tahun atau lebih, dan setelah enam bulan baru didampingi dengan makanan/minuman pendamping ASI (MPASI) sesuai (Mustika et al. , 2. Manfaat pemberian ASI dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik. ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, mengandung antibodi, meningkatkan kecerdasan bayi. Manfaat menyusui bagi ibu tidak hanya dapat menjalin kasih sayang, tetapi terlebih lagi dapat mengurangi mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu (Walyani & Purwoastuti, 2. Pemberian ASI ekslusif dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain kurang atau salah informasi banyak ibu yang merasa bahwa susu permula itu sama baiknya. ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari (Kristiyanasari, 2. Cara dukungan dalam hal pemberian ASI, biarkan bayi bersama ibunya segera sesudah dilahirkan selama beberapa jam pertama. Ajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum yang timbul. Bantulah ibu pada waktu pertama kali memberi ASI Posisi menyusui yang benar merupakan hal yang sangat penting, bayi harus ditempatkan dekat ibunya . ooming i. , memberikan ASI pada bayi sesering mungkin, hanya berikan kolostrum dan ASI saja, hindari susu botol dan dot empeng (Walyani & Purwoastuti, 2. Berdasarkan UNICEF Sebanyak 136,7 juta bayi lahir diseluruh dunia dan hanya . ,6%) dari ekslusif dalam 6 bulan pertama, sementara di negara berkembang hanya . %) ibu yang memberikan ASI Ekslusif. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih dikatakan rendah ratarata persentase ASI eksklusif nasional sebesar . ,16%), dari 34 provinsi masih terdapat 13 provinsi di Indonesia yang mempunyai persentase cakupan ASI eksklusif dibawah rata-rata cakupan ASI eksklusif nasional (Kemenkes RI, 2. Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara Dilansir dari Profil Kesehatan Ibu dan Anak Provinsi Bengkulu tahun 2020, tiga dari sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu merupakan wilayah dengan persentase tinggi anak yang diberi ASI Ekslusif, yaitu Kabupaten Mukomuko 94,27%, Kabupaten Seluma 93,15%, dan Kabupaten Kepahiang 91,13% sehingga bisa dikatakan mecapai target World Health Assembly. Sedangkan wilayah yang belum mencapai target tersebut adalah Kota Bengkulu dengan persentase 25,55 (Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, 2. Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada tahun 2022, terdapat 1. 063 bayi usia < 6 bulan. Dari 1. 063 bayi usia < 6 bulan tersebut terdapat 706 bayi . ,4%) yang diberikan ASI ekslusif dan terdapat 357 . ,6%) bayi usia < 6 bulan yang tidak diberikan ASI ekslusif (Sufo. Menurut Kecamatan dan Puskesmas Kabupaten/Kota Bengkulu Pemberian Asi Ekslusif pada bayi < 6 bulan dengan presentasi terendah adalah Puskesmas Jembatan Kecil yaitu 52,2% (Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, 2. Upaya untuk memperlancar pengeluaran ASI dapat dilakukan melalui metode farmakologi atau nonfarmakologi. Ini termasuk memijat punggung, menggunakan kompres hangat, merawat payudara, menyusui setiap 2-3 jam, banyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi seperti jinten hitam dan daun (Prisusanti et al. , 2. Pemberian melancarkan produksi ASI. Hal ini dikarenakan jintan hitam mengandung unsur lipid dan struktur hormon dimana senyawa aktif ini berperan aktif dalam proses produksi air susu karena Kandungan polifenol dalam jintan meningkatkan kadar prolactin dan oksitosin yang telah dibuktikan dalam hasil penelitian (Ritonga, 2. , bahwa produksi ASI sebelum mengkonsumsi jinten hitam rata-rata frekuensi menyusui adalah 5,7 kali dan mengalami peningkatan produksi ASI setelah konsumsi jinten hitam yaitu rata-rata menyusui menjadi 9,75 kali (Ritonga, 2. Tanaman kelor sangat bermanfaat bagi ibu menyusui karena kebutuhan gizinya meningkat untuk memproduksi ASI. Salah satu cara meningkatkan produksi ASI adalah dengan daun Daun kelor dipercaya dapat membantu meningkatkan jumlah ASI yang diproduksi. Senyawa alami dalam daun ini dapat merangsang sekresi hormon yang mengatur produksi susu di kelenjar payudara (Dahliana & Maisura, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu pada tanggal 03 Februari, tahun 2022 di peroleh data dari buku register tahun 2022 terdapat 251 bayi usia < 6 bulan. Dari 251 bayi usia < 6 bulan tersebut terdapat 192 bayi . ,49%) yang diberikan ASI ekslusif, dan terdapat 59 bayi . ,51%) usia < 6 bulan yang tidak diberikan ASI Survey awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 13 Desember 2023 dari wawancara 13 ibu menyusui, 4 bayi Salah satunya, susu formula diberikan karena produksi ASI belum Ibu menyatakan bahwa dia telah mengonsumsi daun katuk dan sayuran lainnya untuk meningkatkan produksi ASI, tetapi belum mengetahui tentang . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara jinten hitam dan daun kelor berkhasiat sebagai pelancar ASI. Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul AuPengaruh Jinten Hitam dan daun kelor Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kota BengkuluAy METODE PENELITIAN Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Randomized Control Trial (RCT) dengan rancangan penelitian desain yang paling kuat untuk digunakan untuk menunjukkan bahwa intervensi yang digunakan benar-benar Rancangan ini bertujuan untuk membandingkan hasil yang didapat sesudah diberikan perlakuan konsumsi jinten hitam dan daun kelor. Kelompok jinten hitam diberikan 1 gelas diminum 1hari 1x selama 7 hari dan Kelompok daun kelor diberikan 1 gelas 1 hari 1x selama 7 hari. Populasi penelitian ibu menyusui usia 0-8 hari sejumlah 34 orang di Puskesmas Jembatan Kecil. Tekhnik sampling yaitu teknik purposive sampling. Jumlah sampel 34 responden terdiri dari 17 orang kelompok jinten hitam dan 17 orang kelompok daun kelor. Pada kelompok konsumsi jinten hitam dan kelompok daun kelor. Kriteria inklusinya yaitu Ibu post partum fisiologis . ormal pervagina. pada hari pertama sampai hari kedelapan yang periksa dan domisili di Puskesmas Jembatan Kecil. Ibu bersedia menjadi responden. Ibu dengan kondisi puting susu normal . idak tenggela. Bayi yang tidak di berikan jenis asupan apapun setelah lahir, hanya mendapatkan kolostrum dan ASI dari ibu. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2024 sampai 28 Juli 2024 dan telah melakukan ethical clearence di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta dengan nomor 025/KEPK/VII/2024. HASIL Penelitian ini melibatkan 34 orang responden yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen 17 ibu post partum yang menyusui usia 0-8 hari diberi perlakuan konsumsi jinten hitam dan kelompok kontrol 17 ibu post partum yang menyusui usia 0-8 hari diberi perlakuan konsumsi daun kelor. Pada analisis univariat ini akan digambarkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel luar dan variabel penelitian yang di tunjukkan dalam tabel berikut Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Uji Karakteristik dan Homogenitas Responden Kelompok jinten hitam dan Kelompok daun kelor Kelancaran ASI Kelompok Jinten hitam BAK 6-8 x sehari Normal Tidak normal BAB 1-5 x sehari Normal Tidak normal Daun kelor Frekuensi menyusui 8-12 x dalam 24 jam Normal Tidak normal Lama tidur 3-4 jam setelah menyusu Normal Tidak normal . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara Berdasarkan menunjukkan bahwa usia ibu sebagian besar berusia 26-30 tahun sebanyak 47% pada kelompok jinten hitam dan 8% pada kelompok daun kelor. Pendidikan sebagian besar pada kelompok jinten hitam berpendidikan Perguruan tinggi 70. 5% dan pada kelompok daun kelor 47%, sedangkan pekerjaan pada kelompok jinten hitam tidak bekerja atau IRT sebanyak 82,4% dan pada kelompok daun kelor 76. Uji homogenitas Karakteristik usia, pendidikan dan pekerjaan merupakan data homogen pada kelompok jinten hitam dan daun kelor, dibuktikan dengan hasil uji statistic nilai P (>0. Tabel 2 Distribusi Kelancaran ASI pada Kelompok jinten hitam dan Kelompok daun kelor. Variable Kelompok Jinten Daun Usia Ibu Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi 5,88 Pekerjaan IRT Swasta 5,88 Berdasarkan tabel 2 diatas kelancaran ASI sebagian besar responden BAK 6-8X sehari sebanyak 2% pada kelompok jinten hitam dan 88,2% pada kelompok daun kelor, kelompok jinten hitam BAB 1-5 x sehari sebanyak 94,1% dan pada kelompok daun kelor sebanyak 88,2%. frekuensi menyusu 8-12 x dalam 24 jam 94,1% pada kelompok jinten hitam dan kelompok daun kelor 76,5% sedangkan lama tidur 3-4 jam setelah menyusu sebanyak 88,2% pada kelompok jinten hitam dan 94,1% pada kelompok daun kelor. Tabel 3 Distribusi Volume kelancaran ASI pada Kelompok jinten hitam dan Kelompok daun kelor. Keterangan ASI tidak ASI lancar Total Kelompok Jinten hitam Daun kelor Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa pada kelompok jinten hitam setelah diberikan jinten hitam sebagian besar responden ASI lancar yaitu 82,3%. Pada kelompok daun kelor sebagian besar responden ASI lancar 76,5%. Uji Normalitas Data Tabel 4 Distribusi Uji normalitas data pada Kelompok jinten hitam dan Kelompok daun kelor. Uji normalitas Kelompok jinten Kelompok daun kelor Shapiro-Wilk Stat Sig. Berdasarkan tabel 4 nilai sig < 05 maka data berdistribusi tidak Karena nilai sig uji normalitas . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara 000 < 0. 05 maka data berdistribusi tidak normal maka menggunakan uji mann whitney. Analisis Bivariat Tabel 5 Distribusi Hasil Analisis Uji Chi square pada Kelompok jinten Jinten Kelancaran ASI Tidak Lancar Total Sig dengan uji chi square didapatkan nilai Nilai tersebut karena nilai p < 0. 05 dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima yaitu ada hubungan antara konsumsi daun kelor dengan kelancaran produksi ASI. Tabel 8 Distribusi Hasil Analisis Uji mann whitney pada Kelompok jinten hitam dan Kelompok daun kelor Kelompok Man Whitney Jinten hitam dan daun kelor Tidak Rutin Total Asymp. Sig. -taile. Tabel 5 menunjukkan bahwa pada kelancaran ASI sebagian besar frekuensi konsumsi rutin selama 7 hari yaitu 14 responden. Hasil analisa data dengan uji chi square didapatkan nilai Nilai tersebut karena nilai p < 0. 05 dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima yaitu ada hubungan antara konsumsi jinten hitam dengan kelancaran produksi ASI. Berdasarkan tabel 8 hasil analisis uji Mann-Whitney tersebut diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,373 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa antara kelompok jinten hitam dan kelompok daun kelor tidak ada perbedaan dalam melancarkan ASI dan sama-sama melancarkan ASI. Tabel 6 Distribusi Hasil Analisis Uji Chi square Kelompok Daun Kelor PEMBAHASAN Analisis Uji Chi square pada Kelompok jinten hitam terhadap kelancaran produksi ASI Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel jinten hitam terhadap kelancaran ASI sebagian besar frekuensi konsumsi rutin yaitu 14 responden. Hasil analisa data dengan uji chi square didapatkan nilai sig. Nilai tersebut karena nilai p < 0. dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima yaitu ada hubungan antara konsumsi jinten hitam dengan kelancaran produksi ASI Daun Kelancaran ASI Tidak Lancar Total Sig Tidak Rutin Total Tabel 6 menunjukkan bahwa pada variabel daun kelor terhadap kelancaran ASI sebagian besar frekuensi konsumsi rutin selama 7 hari yaitu 13 responden. Hasil analisa data . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara Jurnal yang mendukung hasil penelitian ini yaitu hasil penelitian dari Penelitian oleh (Ritonga et al. Penelitian ini menunjukkan bahwa Korelasi antara kedua variabel dan perbedaan rata-rata kelancaran ASI antara ibu yang mengonsumsi jintan hitam dan yang perbedaan yang signifikan dalam kelancaran ASI antara ibu yang mengonsumsi dan yang tidak mengonsumsi jintan hitam. Dengan demikian, konsumsi jintan hitam terbukti mempengaruhi kelancaran ASI pada ibu menyusui di Kelurahan Indrakasih. Kecamatan Medan Tembung. (Ritonga et al. Penggunaan jintan hitam (Nigella sativ. pada ibu postpartum setelah melahirkan melalui seksio produksi ASI. (Hidayati et al. Penggunaan jintan hitam dapat memperlancar produksi ASI karena jintan hitam mengandung unsur lipid dan struktur hormon yang penting, di mana senyawa aktifnya berperan dalam proses produksi ASI dengan menunjukkan efek laktagog. Selain itu, kandungan polifenol berkontribusi pada peningkatan kadar prolaktin dan oksitosin. (Hidayati et al. Hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa jintan hitam meningkatkan kelancaran produksi ASI. Efek positif ini mungkin senyawa aktif dalam jintan hitam yang dapat merangsang produksi hormon laktasi atau memiliki efek antiinflamasi yang mendukung Namun, penting untuk mencatat bahwa respons terhadap jintan hitam dapat bervariasi antar individu, dan dipertimbangkan dalam konteks keseluruhan kesehatan ibu dan bayi. Penggunaan jintan hitam dapat bermanfaat dalam meningkatkan ASI, didukung oleh beberapa penelitian. Pendapat peneliti jinten hitam ini mudah didapat dan juga harga terjangkau sebagai referensi untuk melancarkan ASI. Tetapi untuk kekurangannya tidak bisa tumbuh atau diproduksi di Negara Indonesia tapi mudah di dapat seperti di tokotoko atau di pasar tradisional. Analisis Uji Chi square pada Kelompok daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI Berdasarkan hasil penelitian pada variabel daun kelor terhadap kelancaran ASI sebagian besar frekuensi konsumsi rutin yaitu 13 Hasil analisa data dengan uji chi square didapatkan nilai sig. Nilai tersebut karena nilai p < 0. 05 dapat diambil kesimpulan bahwa Ha diterima yaitu ada hubungan antara konsumsi daun kelor dengan kelancaran produksi ASI. Jurnal yang mendukung hasil penelitian ini yaitu hasil penelitian dari Penelitian oleh (Purnanto et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata produksi ASI pada tahap post-test lebih tinggi dibandingkan dengan tahap pre-test. Ini menunjukkan bahwa konsumsi . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara daun kelor terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Peningkatan ini juga didukung oleh nilai p-value sebesar 0,002 signifikansi sebesar 0,934, yang menunjukkan adanya pengaruh yang sangat kuat. Dengan kata lain, konsumsi daun kelor secara rutin selama 3 minggu . eperti yang dilakukan dalam intervens. terbukti meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kelor dapat memperlancar produksi ASI karena mengandung zat-zat peningkatan produksi ASI. Selain itu, frekuensi dan teknik menyusui yang baik juga berperan penting dalam merangsang produksi ASI. (Purnanto et al. , 2. Keadaan mempengaruhi kelancaran produksi ASI. stres atau beban pikiran dapat menghambat pengeluaran ASI. Oleh karena itu, ibu perlu menjaga menghindari stres, selain secara rutin mengonsumsi daun kelor. (Dahliana & Maisura, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor memiliki potensi untuk meningkatkan kelancaran ASI. Daun penting seperti vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat mendukung kesehatan ibu menyusui dan proses Senyawa aktif dalam daun kelor, seperti fitokimia dan vitamin, peningkatan produksi ASI dengan kesehatan umum ibu. Daun kelor efektif dalam mendukung produksi ASI, sebagaimana dibuktikan oleh Pendapat peneliti daun kelor selain murah juga mudah di dapat karena bisa tumbuh dipekarangan rumah jadi sangat rekomended untuk salah satu bentuk usaha untuk melancarkan ASI bagi ibu menyusui. Analisis Uji Mann Whitney pada Kelompok jinten hitam dan Kelompok daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI Berdasarkan uji normalitas data nilai sig < 0. 05 maka data berdistribusi tidak normal. Karena nilai sig uji normalitas diatas 0. < 0. 05 maka data berdistribusi tidak normal maka menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok jinten hitam setelah diberikan jinten hitam sebagian besar responden ASI lancar yaitu 15 responden 88,2%. Pada kelompok daun kelor sebagian besar responden ASI lancar yaitu 13 responden atau 76,5% dengan ratarata kelancaran produksi ASI pada kelompok jinten hitam dan daun Kelancaran ASI yang besar terjadi pada kelompok jinten hitam yaitu nilai rata-rata 1. 88 dan nilai rata-rata kelompok daun kelor yaitu 76 dengan rata-rata selisih nilai . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara antara dua kelompok tersebut adalah Hasil analisa data dengan uji Mann-Whitney tersebut diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,373 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa antara kelompok jinten hitam dan kelompok daun kelor tidak ada perbedan dalam melancarkan ASI dan sama-sama berkontribusi dalam melancarkan ASI. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian (Liu et al. , 2. Konsumsi jintan hitam berdampak pada kelancaran ASI, pada ibu yang Sebaliknya, pada ibu yang tidak rata-rata meningkat menjadi 2,1 kali. Perbedaan rata-rata kelancaran ASI antara ibu yang mengkonsumsi jintan hitam dan yang tidak 4,5000 dengan nilai signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam rata-rata kelancaran ASI antara ibu yang mengkonsumsi dan yang tidak mengkonsumsi jintan Dengan demikian, konsumsi jintan hitam dapat mempengaruhi kelancaran ASI ibu menyusui. (Liu et al. , 2. Jintan hitam (Nigella sativ. adalah jenis herbal yang dikenal dengan daun beraroma Herbal ini mengandung minyak atsiri dan lemak, dan sering digunakan sebagai rempah serta campuran obat-obatan. Karena manfaat kesehatan yang diklaimnya, jintan hitam dipercaya dapat tubuh, serta digunakan sebagai pengobatan alami untuk berbagai kondisi seperti sakit kepala, diabetes, hipertensi, dan bahkan untuk meningkatkan produksi ASI. Jintan hitam secara umum banyak dimanfaatkan di India dan Iran sebagai galaktogog, yaitu bahan yang membantu memperlancar ASI. (Fitriana et. al, 2. Secara teoritis, senyawa-senyawa dengan efek laktagogum, seperti sterol, adalah golongan steroid yang dapat Penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dapat meningkatkan produksi ASI secara mempengaruhi kualitas ASI. Selain nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi ASI juga mencakup konsumsi kacang-kacangan, daun katuk, dan pepaya muda (Dahliana & Maisura, 2. Pendapat peneliti hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok daun kelor dalam hal kontribusi terhadap kelancaran ASI. Dengan kata lain, baik kelompok jinten hitam maupun kelompok daun kelor sama-sama efektif dalam . Vol. 12 No. 02 Juli 2025 | JURNAL ILMIAH KESEHATAN RUSTIDA Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor. Desi Arisandi. Siti Maimunah & Bima Suryantara ASI. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan dalam kelompok jinten hitam tidak memberikan efek yang berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kelompok daun kelor. Oleh karena itu, pendekatan atau metode yang diterapkan dalam kedua kelompok sama-sama berkontribusi terhadap kelancaran ASI, dan tidak ada keunggulan yang jelas dari salah satu pendekatan tersebut. Hasil penelitian sesuai dengan beberapa teori yang menunjukkan dengan mengkonsumsi jinten hitam dan daun kelor dapat melancarkan ASI. Sehingga perlu untuk berkelanjutan informasi kepada ibu menyusui yang memiliki keluhan ASI kurang lancar untuk mengkonsumsi jinten hitam dan daun kelor. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada berbedaan antara kelompok jinten hitam atau kelompok pemberian jinten hitam selama tujuh hari dan kelompok daun kelor atau kelompok pemberian daun kelor selama tujuh hari dalam melancarkan produksi ASI pada pada ibu menyusui di Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. SARAN Disarankan Bidan untuk dapat mengedukasi memberikan jinten hitam dan daun kelor sebagai alternatif untuk dapat memperlancar produksi asi. Disarankan selanjutnya dengan waktu penelitian yang lebih lama misal 1 bulan atau 2 bulan dan adanya tambahan variabel lain yang mungkin juga mempengaruhi banyak hal dalam penelitian ini. Disarankan untuk responden atau masyarakat untuk mengkonsumsi jinten hitam atau daun kelor sebagai upaya untuk melancarkan ASI REFERENSI