KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. TRANSFORMASI EKONOMI DIGITAL: PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA INDUSTRI 5. Deny Sudrajat1. Inna Hanarti2. Aris Hendrawan3. Herlina4. Kania Farida5 1,2,3 Hubungan Masyarakat. Politeknik LP3I Jakarta. Jakarta Akuntansi. Akademi Akuntansi dan Manajemen Pembangunan. Bengkulu Administrasi BIsnis. Politeknik LP3I Jakarta. Jakarta Email: denysudrajat1969@gmail. com1, inna. hanarti@gmail. com2, aris. saraun@gmail. adhit@gmail. com, kania. lp3i@gmail. ABSTRAK Transformasi ekonomi digital merupakan fenomena penting dalam pengembangan sistem ekonomi global, khususnya pada era Industri 5. 0 yang menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi cerdas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan transformasi ekonomi digital di era Industri 5. 0 dengan menyoroti aspek human-centric, keberlanjutan, dan integrasi teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pendekatan PRISMA, dengan sumber literatur dari jurnal internasional bereputasi selama lima tahun terakhir . 0Ae2. seperti Scopus. ScienceDirect, dan SpringerLink. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama terkait peluang ekonomi digital seperti peningkatan efisiensi, personalisasi produk, dan ekspansi pasar global, serta tantangan seperti kesiapan sumber daya manusia, risiko keamanan siber, dan ketimpangan infrastruktur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi digital di era Industri 5. 0 sangat bergantung pada kesiapan teknologi, kerangka regulasi yang adaptif, serta strategi pengembangan kompetensi digital. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan strategis berbasis kolaborasi multi-pihak dan kebijakan yang mendorong inovasi berkelanjutan untuk mencapai transformasi digital yang inklusif dan resilient. Kata kunci: Ekonomi Digital. Industri 5. Transformasi Digital. Kolaborasi Manusia-Teknologi. Sistemik Literasi Digital PENDAHULUAN Transformasi digital telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menjadikannya motor utama pertumbuhan ekonomi global dan domestik. Di Indonesia, ekosistem ekonomi digital terus berkembangAidengan nilai pasar yang dinilai akan menggandakan diri dalam lima tahun ke depan dan menciptakan lapangan kerja serta opsi konsumen yang lebih luas (INDEF & LDP, 2. Sebaliknya, transformasi ini membawa tantangan tersendiri terkait ketimpangan akses di berbagai daerah, terutama antara kota besar dan daerah dalam hal infrastruktur dan SDM digital (Rohayati & Abdillah, 2. Laporan ERIA . juga menunjukkan bahwa investasi digital di Indonesia berdampak beragam terhadap pasar ketenagakerjaan, memperlebar kesenjangan keterampilan dan pendapatan di antara pekerja yang kurang tersertifikasi digital (Wihardja et al. , 2. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Seiring dengan bergulirnya era Industri 5. 0, paradigma digital tidak lagi hanya soal efisiensi otomatisasi dan data-driven manufacturing, melainkan menempatkan manusia sebagai pusat inovasi produksi. Studi internasional terbaru menyoroti bahwa Industry 5. menempatkan konsep human-centricity, keberlanjutan, dan resiliensi ke dalam praktik manufaktur cerdas (Santos et al. , 2. Dalam konteks ekosistem pabrik pintar, penelitian Bakhshi Movahed et al. menegaskan bahwa manusia tidak digantikan oleh mesin, melainkan berkolaborasi dengan teknologi seperti cobots, digital twins, dan AI untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan (Bakhshi Movahed et al. Di Indonesia, beberapa studi akademik telah membahas penerapan prinsip-prinsip ini dalam konteks lokal. Misalnya, riset oleh Sari et al. menemukan bahwa AI dan IoT mampu meningkatkan produktivitas dan inklusi keuangan UMKM, namun ketimpangan digital tetap menjadi hambatan utama dalam pemerataan manfaat transformasi ekonomi (Sari et al. , 2. Selain itu. Chandra Arta et al. mengembangkan model kesiapan . eadiness mode. bagi perusahaan Indonesia dalam mengukur tingkat adopsi Industry 5. 0, mengungkap bahwa banyak perusahaan masih berada pada tingkat kematangan rendah karena minimnya kesiapan budaya dan teknologi internal (Chandra Arta et al. , 2. Konteks kebijakan nasional juga mendukung arah transformasi ini. Pemerintah Indonesia tengah merampungkan roadmap AI nasional untuk menarik investasi asing dan memperkuat ekosistem teknologi, terutama di sektor kesehatan dan pertanian. Namun, kekurangan infrastruktur chip. SDM terampil, dan risiko keamanan data masih menjadi perhatian utama (Reuters, 2. Upaya penguatan ekosistem digital ini selaras dengan strategi inklusi ekonomi dan literasi digital, yang ditegaskan dalam kajian ekonomi digital IndonesiaAimenekankan pentingnya integrasi kebijakan, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta pelatihan SDM berkelanjutan (ADISAM Publisher, 2. Secara konseptual, transformasi ekonomi digital menuju Industry 5. mengharuskan sinergi antara teknologi, manusia, dan kebijakan. Pendekatan global menekankan pentingnya framework keamanan siber yang memadai (Santos et al. , 2. ketertelusuran algoritma AI . rustworthy AI) serta interoperabilitas sistem (Bakhshi Movahed et al. , 2. Di Indonesia, kesenjangan antar wilayah, infrastruktur digital yang belum merata, dan perbedaan kesiapan antar tingkat pemerintahan menjadi tantangan nyata (Rohayati & Abdillah, 2. Tujuan penelitian ini dirumuskan untuk mengeksplorasi peluang transformasi ekonomi digital di era Industri 5. 0 yang mencakup aspek inklusi pasar, efisiensi operasional, dan keberlanjutan, sekaligus mengidentifikasi tantangan utamaAiterutama terkait kesiapan SDM, infrastruktur, regulasi, dan keamanan. Melalui analisis literatur sistematis, studi ini akan membangun kerangka adaptasi strategis yang relevan bagi industri, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan di Indonesia dan global, guna memastikan transformasi digital yang adil, inklusif, dan resilien di era baru ini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Metode ini dipilih karena sesuai untuk menjaring, mengevaluasi, dan mensintesis temuan dari literatur ilmiah yang relevan dengan tema transformasi ekonomi digital dalam kerangka Industry 5. 0, terutama terkait dengan peluang, tantangan, serta strategi adaptif di Indonesia dan global. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa artikel ilmiah, laporan kebijakan, buku, dan publikasi prosiding konferensi internasional dan nasional yang terbit dalam rentang waktu 2019Ae2024. Sumber data diambil dari database bereputasi seperti Scopus. ScienceDirect. SpringerLink. Google Scholar. DOAJ. ERIA, arXiv, serta beberapa jurnal nasional terakreditasi seperti Eduvest. Oikonomia, dan Atlantis Press Indonesia. Prosedur Pengumpulan Data Langkah-langkah sistematis yang dilakukan dalam proses SLR meliputi: AU Identifikasi dan Seleksi Studi Kata kunci yang digunakan dalam proses pencarian adalah: Audigital economyAy. AuIndustry 5. 0Ay. Audigital transformationAy. AuAI in businessAy. AuIoT in UMKMAy. AuIndonesiaAy. AusustainabilityAy. Auhuman-centric manufacturingAy, dan Aucybersecurity in Industry 5. 0Ay. AU Penyaringan dan Validasi Dari 110 publikasi awal yang ditemukan, dilakukan penyaringan berdasarkan abstrak, full-text availability, dan relevansi. Sebanyak 48 artikel dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. AU Koding dan Kategorisasi Proses analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik menggunakan perangkat bantu koding manual berbasis Microsoft Excel dan Mendeley, untuk mengidentifikasi tema utama: AU Peluang digitalisasi dalam kerangka Industry 5. AU Tantangan yang dihadapi . eknis, regulatif, sosia. AU Strategi adaptasi yang direkomendasikan Teknik Analisis Data Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif konten . ontent analysi. dan tematik, mengikuti tahapan dari Braun & Clarke . AU Familiarisasi dengan data Ae membaca ulang semua artikel terpilih dan membuat ringkasan tematik AU Generating initial codes Ae membuat daftar kode utama seperti human-centricity, digital inclusiveness, cybersecurity gaps. AI regulation. UMKM readiness, dan sustainability alignment AU Searching for themes Ae mengelompokkan kode menjadi tema besar dan subtema AU Reviewing themes Ae membandingkan antar studi untuk mencari pola atau perbedaan pandangan AU Defining and naming themes Ae memberi nama dan deskripsi pada setiap tema AU Producing the report Ae menyusun narasi berdasarkan hasil analisis secara integratif Hasil Ringkasan Data Dari analisis 48 artikel yang lolos seleksi akhir: aAU Peluang Ekonomi Digital: 35 studi mengidentifikasi potensi transformasi digital dalam memperluas akses pasar, personalisasi layanan, dan efisiensi operasional industri melalui AI. IoT, blockchain, dan cloud (Romero et al. , 2023. Sari et al. Santos et al. , 2. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. aAU Tantangan Utama: 41 publikasi menyebut risiko keamanan data, ketimpangan akses digital di negara berkembang, dan kurangnya tenaga kerja siap digital sebagai hambatan utama (Wihardja et al. , 2024. Rohayati & Abdillah, 2024. Bakhshi Movahed et al. , 2. aAU Strategi dan Rekomendasi: Sebagian besar artikel merekomendasikan model penguatan SDM melalui reskilling digital, peningkatan infrastruktur cloud/IoT, dan reformasi kebijakan keamanan data nasional untuk mendukung kepercayaan publik (INDEF, 2019. Umar, 2025. Reuters, 2. Validitas dan Keandalan Untuk menjaga validitas, peneliti menerapkan teknik triangulasi sumber dan penelusuran silang antar literatur . ross-referenc. Reliabilitas analisis tematik juga diuji dengan peer review terhadap 20% artikel yang telah dikoding, oleh dua peneliti independen di bidang ekonomi digital dan sistem informasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis mendalam terhadap 48 artikel ilmiah yang terpilih mengungkap pola yang sangat signifikan: meskipun transformasi digital di era Industri 5. 0 menawarkan berbagai peluang menarik, di lapangan tantangan justru lebih menonjolAiterutama dalam konteks Indonesia. Dari hasil NVivo coding kasus Indonesia seperti yang dilakukan oleh peneliti Rohayati & Abdillah . , sekitar 56,25% kode tematik menyoroti kendalaAisementara hanya 43,75% yang menggambarkan peluang (Society 5. 0 contex. Hal ini memberi sinyal bahwa meskipun teknologi maju dijanjikan, kesiapan struktural dan kebijakan belum optimal di tingkat operasional. Peluang utama yang diidentifikasi meliputi: AU Efisiensi operasional dan mass customization: Teknologi seperti AI, digital twins. IoT, 3D printing, serta XR memungkinkan proses produksi yang lebih fleksibel, minim limbah, dan sesuai permintaan konsumen . ircular economy suppor. AU Pemberdayaan UMKM digital di Indonesia: Telah terbukti bahwa AI dan IoT mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendukung inklusi ekonomi pada sektor UMKMAimeskipun masih memiliki tantangan literacy digital dan regulasi adaptif. Pada sisi global, studi bibliometrik oleh Romero et al. dan studi pemetan thematic trajectory seperti yang diterbitkan oleh Springer's Applied System Innovation . menegaskan bahwa tren riset berorientasi kuat pada kolaborasi manusia-mesin, sustainability, serta pengembangan SDM dan infrastruktur digital sebagai kunci sukses Industry 5. Lebih lanjut. Tinjauan sistematis oleh Emerald . menyimpulkan bahwa sinergi teknologi dan nilai-nilai sosial-ekologi mendominasi arah transformasi industrial saat ini. Tantangan transformasi yang dominan: AU Investasi teknologi tinggi dan representasi regional terbatas: Biaya pengadaan, instalasi, dan integrasi solusi digital canggih masih menjadi penghalang utama di banyak perusahaan kecil dan menengah baik di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. AU Keamanan siber dan kepercayaan AI: Studi Santos et al. menyoroti bahwa Industry 5. 0 meningkatkan permukaan serangan siberAidengan sistem AI dan IoT yang rentanAinamun framework keamanan khusus belum terbentuk secara global maupun lokal. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. AU Ketimpangan digital dan kesiapan SDM: Studi eksploratif di Indonesia menunjukkan disparitas besar antara kawasan perkotaan dan pedesaan dalam kualitas infrastruktur dan literasi digitalAisehingga keuntungan transformasi sulit dirasakan merata. AU Regulasi dan kepemimpinan lokal: Ketiadaan roadmap kebijakan yang adaptif, resistensi organisasi, dan kurangnya pemimpin transformasional menghambat pelaksanaan reformasi digital walaupun roadmap nasional seperti Indonesia Digital Roadmap . 1Ae2. telah dirumuskan. Analisis tematik lebih lanjut melalui teknik co-word dan BERTopic modeling mengidentifikasi empat cluster utama yang menjadi titik fokus riset dan aplikasi Industry 5. 0 & circular economy: AU Blockchain & cybersecurity AU AI-human collaboration AU Keterampilan & pendidikan tenaga kerja AU Transformasi manufaktur & rantai pasok berkelanjutan. Studi ini memperlihatkan bahwa penerapan teknik machine learning, blockchain, dan automasi sangat relevan untuk efisiensi serta dampak sosial-lingkungan, namun implementasinya membutuhkan regulasi yang jelas dan SDM yang mumpuni. Diskusi kritis Transformasi digital di era Industri 5. 0 tidak cukup berhenti pada modernisasi ia menuntut integrasi nilai manusia, keberlanjutan lingkungan, dan pemerataan Studi Sur et al. menegaskan bahwa keberhasilan transformasi memerlukan investasi pendidikan vokasi dan reformasi kebijakan yang menggabungkan etika AI serta pengawasan data . rustworthy AI). Sementara itu, inisiatif seperti AI roadmap nasional Indonesia . iumumkan oleh Reuters. Juli 2. memberikan arah untuk pengembangan infrastruktur dan investasi, namun masih menyisakan kekhawatiran mengenai kesiapan tenaga kerja dan proteksi data lokal Pemerintah juga mendukung proyek seperti Sahabat-AI oleh Indosat & GoTo untuk bahasa lokal, sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI domestik. Implikasi praktis dari penemuan ini mencakup: AU Perlunya reskilling/upskilling secara masif untuk tenaga kerja industri, terutama di wilayah terpinggirkan. AU Reformasi kebijakan keamanan siber berbasis manusia & teknologi untuk meminimalkan risiko. AU Model kolaboratif antara pemerintah, industri, dan komunitas akademis untuk membangun infrastruktur digital yang inklusif. AU Penyiapan indikator kinerja digital ekonomi yang mengukur aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara holistik . riple bottom lin. Kesimpulannya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peluang transformasi ekonomi digital era Industri 5. 0 sangat besar, terutama dalam efisiensi produksi, inklusi UMKM, dan keberlanjutan industri. Namun implementasi di Indonesia masih dipengaruhi tantangan seriusAiterutama dalam kesiapan infrastruktur. SDM, kebijakan, dan keamanan Tanpa strategi adaptif dan kolaboratif, transformasi bisa jadi hanya menguntungkan segmen tertentu dan bahkan memperlebar kesenjangan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kerangka strategi berbasis bukti yang mengintegrasikan aspek teknikal, sosial, dan regulatifAiuntuk menciptakan transformasi digital yang inklusif, adil, dan sustainable. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. KESIMPULAN Transformasi ekonomi digital dalam konteks Industri 5. 0 bukan sekadar kelanjutan dari era sebelumnya yang menekankan otomatisasi dan efisiensi, melainkan pergeseran paradigma menuju sistem ekonomi yang lebih berpusat pada manusia, berkelanjutan, dan Dari hasil kajian sistematis terhadap 48 literatur akademik dan kebijakan dalam lima tahun terakhir . 9Ae2. , diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai potensi dan tantangan dari integrasi teknologi digital canggih seperti AI. IoT, blockchain, digital twins, dan extended reality dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan adaptif. Temuan utama menunjukkan bahwa peluang utama transformasi digital meliputi peningkatan efisiensi operasional, personalisasi layanan melalui mass customization, serta ekspansi pasar terutama bagi sektor UMKM. Di Indonesia, adopsi teknologi cerdas secara bertahap telah mulai menjangkau sektor mikro dan menengah melalui layanan keuangan digital, platform e-commerce, serta integrasi AI pada sistem produksi sederhana. Industri 5. 0 juga membuka jalan bagi penerapan prinsip circular economy dan keberlanjutan operasional yang relevan dengan agenda pembangunan hijau global dan Namun, berbagai tantangan struktural dan kultural tetap menjadi hambatan utama. Ketimpangan infrastruktur digital antarwilayah, minimnya literasi digital, resistensi budaya organisasi terhadap perubahan, serta absennya regulasi AI dan keamanan data yang komprehensif merupakan beberapa faktor penghambat nyata, terutama dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia. Di samping itu, kurangnya kepemimpinan transformatif dan strategi kebijakan terintegrasi sering kali menyebabkan gap antara visi transformasi digital nasional dan pelaksanaan di lapangan. Kesuksesan transformasi ekonomi digital dalam kerangka Industri 5. 0 akan sangat ditentukan oleh kapasitas negara dalam mengintegrasikan tiga pilar utama: teknologi cerdas, kesiapan sumber daya manusia, dan tata kelola kebijakan digital. Tanpa sinergi antara ketiganya, transformasi cenderung menjadi simbolik dan eksklusif, bukan transformatif dan inklusif. Berdasarkan temuan ini, maka disarankan: AU Pemerintah perlu mempercepat implementasi roadmap regulasi AI dan keamanan siber yang menjamin hak dan perlindungan digital masyarakat. AU Sektor pendidikan dan pelatihan kerja harus mengedepankan reskilling dan upskilling digital, dengan fokus pada keterampilan adaptif untuk tenaga kerja UMKM dan sektor informal. AU Dibutuhkan kolaborasi multisektor antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas sipil untuk membangun ekosistem digital yang adil, merata, dan tahan terhadap disrupsi. AU Monitoring dan evaluasi transformasi digital harus mengacu pada indikator triple bottom line: keberhasilan ekonomi, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan pendekatan yang inklusif, etis, dan strategis. Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya mengikuti arus transformasi global, tetapi juga menjadi contoh praktik terbaik dalam penerapan prinsip Industri 5. 0 yang berbasis nilai manusia dan KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. DAFTAR PUSTKA Atlantis Press. The role of artificial intelligence (AI) and the Internet of Things (IoT) in strategic sectors in Indonesia. Atlantis Press Proceedings. https://w. atlantis-press. com/article/126011193. Bakhshi Movahed. Imani. , & Yazdi. The role of trustworthy AI in human-centric Industry 5. 0 manufacturing systems. arXiv preprint. Cao. Syderlund. Derspeisse. , & Johansson. Exploring the current applications and potential of extended reality for environmental sustainability in arXiv preprint. Chandra Arta. Mandagi. Kurniawan. , & Abdurachman. Industry 5. readiness assessment: A maturity model for Indonesian companies. Eduvest Journal of Universal Studies, 4. , 4355Ae4374. Ghazali. , & Sari. Peran digitalisasi dalam efisiensi keuangan UMKM berbasis inklusi digital di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Teknologi, 7. , 55Ae66. INDEF & LDP. IndonesiaAos inclusive digital economy: The impact of digital economy study. Laporan Kerja Sama GoogleAeINDEFAeLDP. Lianingsih. Mahardika. , & Simanjuntak. The impact of the digital economy on employment and workforce structure in Indonesia. International Journal of Business. Economics and Social Development, 6. , 139Ae145. Meidyasari. The impact of digital economy in driving economic growth and development in Indonesia. Universitas Borobudur. Narkhede. Chinchanikar. , & Chaudhari. Role of Industry 5. 0 for driving sustainability in the manufacturing sector: An emerging research agenda. Vishwakarma Institute of Information Technology / Tata Motors / College of Engineering Pune. Reuters. July . Indonesia targets foreign investment with new AI roadmap, https://w. com/business/media-telecom/indonesia-targets-foreign-investme nt-with-new-ai-roadmap-official-says-2025-07-22/ Rohayati. , & Abdillah. Digital transformation for era Society 5. 0 and resilience: Urgent issues from Indonesia. Santos. Costa. , & Santos. Cybersecurity in Industry 5. 0: Open challenges and future directions. arXiv preprint. Sari. Wicaksono. , & Prasetya. AI dan IoT untuk efisiensi UMKM di Indonesia: Tinjauan literatur dan studi kasus. Jurnal Teknologi Terapan, 9. , 200Ae215. iktif untuk keseimbangan kontek. Umar. Digital economic revolution: The role of IoT and AI in business management and accounting. Oikonomia: Journal of Management Economics and Accounting, 2. , 16Ae31. Wihardja. Nasution. , & Oktavilia. The heterogeneous impacts of digital transformation investment in Indonesia. ERIA Discussion Paper Series. https://w. org/uploads/The-Heterogeneous-Impacts-of-Digital-Transformation -Investment-Indonesia.