p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Pelatihan dan Pendampingan Monitoring Ketuntasan Motorik Kasar Anak Pada Kelompok Guru PAUD Banjarmasin tengah Ari Tri Fitrianto1*. Muhammad Habibie2. Rahmadi Agus3 Pendidikan Olahraga. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan. 1*aritri. fitrianto@uniska-bjm. 2habibiem789@gmail. 3radizqi@gmail. Abstrak Pengabdian ini membahas pentingnya ketuntasan motorik kasar anak-anak di pendidikan anak usia dini (PAUD). Pengabdian ini dilakukan di KKG guru PAUD Banjarmasin tengah. Pendekatan yang dilakukan melalui pendampingan dan pelatihan fokus dalam memberikan pemahaman kepada guru-guru PAUD terkait tes TGMD-2. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa banyak guru PAUD belum memahami sepenuhnya konsep ketuntasan motorik kasar anak. Pelatihan khusus untuk guru PAUD juga penting agar mereka dapat menggunakan alat tes ini secara efektif. Selain itu, peran orang tua dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak juga disoroti. Kolaborasi antara guru PAUD, orang tua, dan akademisi dalam mengawasi perkembangan anak akan memberikan dampak positif yang lebih besar pada pertumbuhan Upaya kolaboratif berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan motorik kasar anak secara komprehensif. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam segala aspek kehidupan mereka. Kata Kunci: ketuntasan, motorik kasar, pelatihan, pendampingan. Abstract This service discusses the importance of children's gross motor skills in early childhood education Teachers in Central Banjarmasin are actively involved in this service activity within the framework of the KKG. The approach taken through mentoring and training focused on providing an understanding to teachers related to the TGMD-2 test. The results of the community service show that many teachers do not fully understand the concept of children's gross motor completeness. Special training for PAUD teachers is also essential to use this test tool effectively. In addition. Parents also highlighted the role in supporting children's gross motor Collaboration between ECD teachers, parents, and academics in monitoring children's development will significantly impact their growth. Collaborative efforts of various parties are needed to create an environment that comprehensively supports children's gross motor development. With these steps, we hope children can grow and develop optimally in all aspects of their lives. Keywords: completeness, gross motor, training, mentoring. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg PENDAHULUAN Perkembangan anak adalah sebuah perjalanan yang menarik dan rumit, yang keterampilan motorik yang penting. Salah satu tahapan utama dalam perkembangan ini adalah perkembangan keterampilan motorik kasar. Pada usia 4-5 tahun, anakanak mulai menunjukkan penguasaan atas gerakan motorik kasar, seperti berjalan, berlari, dan melompat. Namun, perjalanan ini tidak berhenti di situ. Di atas usia ini, mereka terus menyempurnakan koordinasi mereka dengan menggunakan otot-otot yang lebih kecil untuk aktivitas seperti melempar dan menangkap, menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Menurut urutan hierarki perkembangan keterampilan motorik dari Seefeldt (Kohl i & Cook, 2. mengidentifikasi empat tingkatan perkembangan keterampilan motorik yang membentuk fondasi perkembangan ini. Tingkatan pertama adalah refleks, yang muncul pada awal kehidupan dan kemudian berkembang menjadi keterampilan motorik dasar. Keterampilan motorik transisi adalah tahap selanjutnya, di mana anak-anak mulai menggabungkan gerakan-gerakan dasar menjadi tindakan yang lebih rumit. Terakhir, ada tingkatan penerapan keterampilan motorik, di mana anak-anak menguasai keterampilan tersebut dan dapat menggunakannya secara efektif dalam berbagai konteks. Perkembangan motorik anak-anak adalah proses yang sangat kompleks dan multidimensional yang tidak hanya bergantung pada faktor fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek kognitif dan Seorang anak tidak hanya mengasah kemampuan fisiknya, tetapi juga melibatkan otaknya dalam merencanakan, memahami, dan mengeksekusi gerakan. Ini berarti bahwa pengalaman dan interaksi anak dengan lingkungannya memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perkembangan motorik mereka. Dalam konteks ini, hubungan antara kompetensi motorik dan aktivitas fisik menjadi salah satu aspek yang paling krusial untuk Perkembangan motorik yang baik pada usia dini dapat memberikan dasar yang kuat untuk gaya hidup yang sehat dan aktif sepanjang hidup seseorang. Namun, tidak hanya otot dan otak yang perkembangan motorik. Otak kecil, yang dikenal sebagai serebelum, juga memiliki kontribusi signifikan dalam koordinasi gerakan tubuh. Disfungsi pada bagian ini dapat menyebabkan defisit motorik yang memengaruhi kemampuan anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh (Salman & Tsai, 2. menyoroti bahwa disfungsi otak kecil dapat juga berdampak pada gangguan kognitif dan masalah perilaku. Selain faktor internal seperti otak, ada memengaruhi perkembangan motorik anak-anak. Sebagai contoh, penelitian oleh (Knopik et al. , 2. mengungkapkan bahwa genetika, kesehatan prenatal, dan komplikasi kelahiran juga memiliki peran Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Fitrianto. Habibie & Agus yang signifikan dalam menentukan perkembangan motorik anak. Rangsangan sensorik yang diterima anak, pengaruh budaya dalam norma-norma gerakan, dan tekanan eksternal, seperti kompetisi, penghargaan, atau hukuman, semuanya dapat memfasilitasi atau menghambat perkembangan anak. Dalam konteks perkembangan motorik anak-anak, pemahaman yang holistik dan komprehensif tentang berbagai faktor ini bagaimana mendukung perkembangan motorik yang optimal pada setiap anak. Selanjutnya, ini akan membantu kita merencanakan pendekatan yang lebih baik untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk keterampilan motorik dan menciptakan dasar yang kuat untuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hidup mereka. Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam mendorong keterlibatan fisik yang menyenangkan bagi anak-anak, yang mengarah pada peningkatan kinerja dan kesehatan jangka panjang. Pelatihan keterampilan motorik kasar sejak dini sangat penting karena hal ini secara signifikan berdampak pada masa depan Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers, keterampilan motorik kasar dan halus dapat memberikan kontribusi yang berbeda terhadap hasil bahasa, studi ini menemukan bahwa keterampilan motorik koordinasi, secara positif terkait dengan hasil bahasa, sementara keterampilan motorik halus, seperti ketangkasan jari, tidak secara signifikan terkait dengan hasil (Gonzalez et al. , 2. Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional menunjukkan bahwa pelatihan aktivitas fisik dapat meningkatkan kemampuan motorik dasar anak-anak pra-sekolah (Sutapa et al. , 2. Studi lain yang diterbitkan dalam database yang sama menjelaskan keampuhan studi pelatihan keterampilan motorik kasar pada anak kecil Permainan yang dimodifikasi juga ditemukan memiliki efek positif pada perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak-anak pra-sekolah. Otak kecil pediatrik memainkan peran penting dalam fungsi motorik, kognisi, dan perilaku pada anak-anak, menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional, berkontribusi pada pergerakan, kontrol motorik mata, artikulasi bicara, fungsi kognitif, dan regulasi emosi. Disfungsi otak kecil dapat menyebabkan defisit motorik, gangguan kognitif, dan masalah perilaku. Anak usia dini merupakan periode berkelanjutan di berbagai bidang, mulai dari kemampuan kognitif dan bahasa hingga kemampuan sosio-emosional dan Orang tua dan guru harus secara aktif Perkembangan anak adalah suatu proses yang sangat kompleks yang mencakup Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg berbagai domain, seperti perkembangan kognitif, kompetensi pembelajaran umum, perkembangan sosio-emosional, serta perkembangan fisik dan kesehatan. Ini adalah wilayah yang sangat penting dalam psikologi perkembangan dan pendidikan, dan memiliki dampak yang signifikan pada masa depan individu dan masyarakat Menurut laporan yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information, domain perkembangan anak pembelajaran umum, perkembangan sosio-emosional, serta perkembangan fisik dan kesehatan (Council, 2. Dalam konteks perkembangan kognitif, anak-anak pemahaman mereka tentang dunia sekitar memproses informasi. Ini mencakup perkembangan kemampuan berpikir abstrak, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis. Sebagai contoh, selama tahun-tahun awal anak-anak mengembangkan pemahaman tentang konsep angka, huruf, bentuk, dan warna. Mereka juga mulai belajar berbicara dan memahami bahasa. Perkembangan dan pembelajaran anak berjalannya waktu, dan pemahaman serta keterampilan yang diperoleh pada tahap awal membentuk dasar yang kuat untuk pembelajaran yang lebih mendalam di masa yang akan datang. Perkembangan sosial dan emosional juga sangat penting selama masa kanak-kanak, karena ini adalah jendela perkembangan untuk mempelajari keterampilan sosial dan emosional. Kualitas pengalaman dan interaksi yang dimiliki anak-anak dengan pengasuh dan teman sebayanya dapat perkembangan sosial emosional mereka (Palmer, 2. Selain itu, perkembangan fisik dan kesehatan juga merupakan bagian integral dari perkembangan anak. Selama tahun-tahun awal, anak-anak mengalami pertumbuhan fisik yang cepat dan perkembangan sistem tubuh mereka. Pemahaman tentang nutrisi yang tepat, pola tidur yang sehat, dan olahraga yang aktif sangat penting dalam memastikan perkembangan fisik dan kesehatan yang Ini juga memiliki dampak langsung pada perkembangan kognitif dan sosioemosional anak-anak. Pemahaman pembelajaran awal memiliki implikasi penting dalam dunia pendidikan. Seorang guru perlu memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kompetensi tonggak perkembangan pada berbagai tahap usia, karena ini memungkinkan mereka untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak-anak mereka. Misalnya, seorang guru harus tahu bahwa anak-anak usia prasekolah mungkin masih dalam tahap pengembangan kognitif yang konkret, sehingga metode pengajaran yang lebih konkret dan berbasis pengalaman mungkin lebih efektif. Seorang guru perlu mengetahui kompetensi tonggak perkembangan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Fitrianto. Habibie & Agus seperti pertumbuhan motorik, kognitif, bicara-bahasa, dan sosial-emosional, serta model perkembangan eko-biologis, yang mempertimbangkan interaksi antara lingkungan dan biologi serta pengaruhnya perkembangan(Malik Marwaha, 2. Penting untuk diingat bahwa perkembangan anak adalah proses yang dinamis dan individual. Setiap anak mengalami perkembangan dalam tingkat dan waktu yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendidik perlu bersifat responsif terhadap kebutuhan dan perkembangan masing-masing anak. Ini menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dan diferensiasi dalam pendidikan, di mana pengajar berusaha untuk memahami dan mendukung kebutuhan unik setiap anak. Penting juga untuk mencatat bahwa perkembangan anak Komunitas, sekolah, dan lembaga-lembaga lainnya juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang Misalnya, komunitas dapat menyediakan program-program yang mempromosikan keterlibatan sosial anak-anak, seperti klub olahraga atau seni. Sekolah dapat menawarkan program pendidikan yang beragam dan mendukung siswa dengan berbagai kebutuhan. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak yang sehat dan Penilaian keterampilan motorik kasar pada pendidikan anak usia dini saat ini sering kali kurang akurat, dan hanya mengandalkan pengamatan guru yang bersifat subyektif. Tes dan pengukuran yang obyektif, serta pemantauan yang berkelanjutan, sangat penting untuk evaluasi yang komprehensif. Mengabaikan pemantauan ini dapat mengakibatkan literasi fisik yang pasif atau aktif, dan sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara kolaboratif dengan para perkembangan yang komprehensif. II. METODE Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara tutorial dan diskusi. praktik/latihan kelompok dan diskusi untuk pengalaman Metode pelaksanaa melalui ceramah dan diskusi tentang teori-teori program pemulihan olahraga, serta praktik tes motorik kasar anak dengan instrument TGMD-2, sehingga peserta pelatihan pengetahuan teori dan praktek tentang program motorik anak. Tim menjelaskan terlebih dahulu tentang program tes TGMD-2 kemudian menjelasakan cara mengintegrasikannya dengan sekolah, guru dan orang tua, kemudian peserta memperaktikkan secara langsung secara berpasangan secara langsung. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan secara bertahap, yakni pendampingan secara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg terintegrasi pada satu tempat yang diawali dengan penyelenggaraan pendampingan program ketuntasan motorik kasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian berlangsung di KKG PAUD Banjarmasin Tengah memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan anak usia 4-6 tahun. Kegiatan ini mengambil bentuk perlakuan praktek langsung yang dilakukan di sekolah Gugus PAUD Cempaka dan PAUD Terpadu Negeri Pembina Banjarmasin. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kepala sekolah dan guru PAUD yang berpartisipasi dalam rapat kerja kelompok guru, serta dalam proses pendampingan dan monitoring terhadap ketuntasan motorik kasar anak-anak. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti program ini, dan mereka aktif bertanya tentang bagaimana praktek-praktek yang mereka lakukan selama pendampingan berkaitan dengan perkembangan motorik kasar anak-anak. Namun, selama pendampingan dan monitoring ketuntasan motorik kasar, banyak guru PAUD yang menghadapi kesulitan karena belum memahami sepenuhnya konsep ketuntasan motorik kasar anak. Mereka juga mengukur perkembangan motorik kasar anak-anak dengan berbagai cara, mengacu pada materi pendampingan dan monitoring yang menggunakan pendekatan yang sesuai dengan bentuk tes TGMD-2. Metode langsung yang melibatkan simulasi Pendamping melakukan simulasi pertama, dan peserta kemudian mengikuti dengan bertanya jika mereka mengalami kebingungan atau kesulitan selama praktek. Ini adalah pendekatan yang efektif untuk memahami konsep dan perkembangan motorik kasar anak-anak. Meskipun ketidakpahaman awal, hal ini wajar motorik anak-anak sering kali dilakukan secara subjektif. Proses ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengembangkan pemahaman yang lebih ketuntasan motorik kasar anak-anak dan bagaimana memberikan penilaian yang lebih objektif. Dengan kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, guru PAUD akan semakin mampu memahami dan membantu perkembangan motorik kasar anak-anak dengan lebih baik di masa Gambar 1. Pelatihan di KKG PAUD Pendampingan komponen yang tak terpisahkan dari perkembangan anak usia dini. Namun, masih banyak guru PAUD yang belum Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Fitrianto. Habibie & Agus sepenuhnya memahami esensi dan pentingnya mengukur perkembangan motorik kasar anak-anak. Ketidakpahaman ini dapat menghambat potensi guru-guru PAUD dalam memberikan perhatian yang sesuai untuk setiap anak di kelas mereka. Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada mereka mengenai relevansi dan metode pelaksanaan ketuntasan motorik kasar. Dalam konteks komprehensif sangat penting. Guru PAUD harus diberikan pelatihan yang memadai dan sumber daya yang diperlukan untuk memahami dan menerapkan konsep ini dengan efektif. Ini akan memberikan landasan yang lebih kokoh bagi perkembangan anak-anak dalam aspek motorik kasar mereka dan memastikan bahwa setiap anak menerima perhatian yang mereka perlukan untuk berkembang secara optimal. Dengan meningkatkan pemahaman ini, guru PAUD akan menjadi agen perubahan yang lebih kuat dalam perkembangan anak-anak pada usia dini. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah memberikan materi pendampingan dan monitoring yang lebih terfokus. Ini bisa berupa pengenalan pendekatan yang Gambar 2. Pendampingan di sekolah Adaptasi bentuk tes TGMD (Test of Gross Motor Developmen. untuk kondisi di kelas PAUD adalah langkah kunci untuk mengidentifikasi kebutuhan anak-anak secara individual dan merancang program pendampingan yang sesuai. Namun, upaya ini harus didukung oleh pelatihan khusus yang diberikan kepada guru-guru PAUD. Pelatihan tentang alat tes ini dan cara penggunaannya yang efektif. Dengan demikian, guru PAUD akan memiliki alat yang lebih baik untuk memberikan perkembangan motorik kasar anak-anak. Dengan tindakan ini, diharapkan anak-anak akan dapat tumbuh dan berkembang dengan potensi penuh dalam lingkungan PAUD. Gambar 3. KKG PAUD Banjarmasin tengah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Pentingnya monitoring ketuntasan motorik kasar pada anak-anak dalam konteks pendidikan anak usia dini memiliki dampak yang sangat signifikan pada perkembangan potensi individu mereka. Sebagai respons terhadap perbedaan-perbedaan unik yang dimiliki oleh setiap anak di dalam kelas PAUD, langkah-langkah yang diambil untuk menyesuaikan bentuk tes TGMD (Test of Gross Motor Developmen. menjadi sangat relevan dan penting. Menurut laporan UNESCO, pendidikan anak usia dini di Indonesia sering kali menekankan aspek konten akademis seperti literasi dan pentingnya kegiatan motorik kasar yang diawasi serta bermain sebagai bagian penting dari proses belajar (Syahputra et , 2. Namun, saat kita mengamati anak-anak, kita menyadari bahwa tingkat ketuntasan motorik kasar mereka sangat Ada anak-anak yang mungkin lebih cenderung unggul dalam aspek motorik kasar tertentu, sementara yang lain mungkin memerlukan dukungan Pendekatan yang fleksibel dalam mengukur perkembangan motorik kasar anak-anak, seperti yang disarankan dengan mengadaptasi tes TGMD, memungkinkan guru PAUD untuk memberikan perhatian yang lebih terfokus. Ini berarti bahwa guru dapat lebih baik dalam mengidentifikasi kebutuhan individu setiap anak dan merancang program pendampingan yang sesuai dengan perkembangan mereka. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, potensi anak-anak dapat berkembang secara optimal, dan setiap anak memiliki peluang yang setara untuk berhasil dalam perkembangan motorik kasarnya. Investasi pemerintah dan lembaga kurikulum yang mendukung pendekatan adaptif ini adalah langkah yang sangat Kurikulum yang berfokus pada yang memperhitungkan perkembangan motorik kasar anak-anak akan memberikan landasan yang lebih kuat bagi pendidikan anak usia dini. Hal ini akan memungkinkan guru PAUD untuk menjadi fasilitator yang lebih efektif dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak-anak. Namun, investasi ini tidak hanya terbatas pada kurikulum. Pelatihan khusus yang diberikan kepada guru PAUD juga memiliki peran yang sangat penting. Dengan pemahaman yang kuat tentang penggunaan tes TGMD yang adaptif, guru PAUD akan mampu secara efektif mengidentifikasi kebutuhan individu setiap pendampingan yang sesuai. Dengan upaya ini, kita tidak hanya menciptakan landasan yang lebih kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik. Anak-anak yang memiliki kemampuan motorik kasar yang baik memiliki peluang yang lebih besar untuk menghadapi tantangan fisik dan mental dengan percaya diri. Mereka juga dapat lebih aktif dan terlibat dalam berbagai aktivitas fisik, yang mendukung gaya hidup sehat dan aktif seumur hidup. Dengan demikian, upaya ini bukan hanya Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Fitrianto. Habibie & Agus investasi dalam masa depan anak-anak kita, tetapi juga dalam masa depan bangsa. Gambar 4. Pendampingan dan monitoring Peran orang tua dalam pendampingan dan monitoring ketuntasan motorik kasar anak-anak adalah faktor penting dalam mencapai perkembangan motorik kasar yang optimal pada usia dini. Sebagaimana disorot oleh (Pedersen & Hansen, 2. , orang tua memiliki peran yang signifikan dalam mendukung anak-anak mereka dalam mencapai ketuntasan motorik kasar. Kolaborasi antara guru PAUD, orang tua, dan akademisi dalam mengawasi dan memfasilitasi perkembangan motorik kasar anak akan menghasilkan dampak pertumbuhan anak-anak. Orang tua dapat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses ini dan diberikan pemahaman tentang cara mereka dapat memberikan dukungan yang efektif di rumah. Pemahaman orang tua tentang pentingnya aktivitas fisik dan perkembangan motorik kasar anak di rumah akan menciptakan perkembangan tersebut. Selain itu, perlu ditekankan pentingnya pengembangan profesional pendidik dalam hal pengembangan keterampilan pendekatan yang sesuai. Penelitian oleh (Bertule & Vetra, 2014. Dapp et al. , 2021. Pedersen & Hansen, 2. , menyoroti perlunya pendekatan yang berbeda untuk mempromosikan aktivitas fisik dan keterampilan motorik kasar pada anakanak. Hal ini dapat mencakup penyediaan pelatihan khusus kepada guru PAUD untuk memahami secara lebih mendalam perkembangan motorik kasar anak-anak dan cara terbaik untuk mendukungnya dalam konteks pendidikan. Dengan pendekatan yang terarah, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan motorik kasar anak-anak secara komprehensif. Ini akan memastikan bahwa anak-anak memiliki peluang yang setara untuk mencapai potensi terbaik mereka dalam berbagai aspek kehidupan mereka, baik dalam hal perkembangan motorik kasar maupun perkembangan Dengan membangun pondasi yang kuat bagi masa depan generasi penerus kita. IV. PENUTUP Pendampingan ketuntasan motorik kasar anak-anak di PAUD merupakan aspek yang penting dalam perkembangan anak usia dini. Banyak guru PAUD yang belum memahami sepenuhnya konsep ini dan bagaimana Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg mengukur perkembangannya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada guru-guru PAUD tentang pentingnya dan cara melaksanakan pendampingan serta monitoring ketuntasan motorik kasar anakanak. Salah satu solusi adalah memberikan materi pendampingan yang lebih fokus dan mengadopsi pendekatan yang sesuai dengan kondisi anak-anak di kelas PAUD, dengan mengadaptasi tes TGMD. Selain itu, pelatihan khusus bagi guru-guru PAUD juga perlu diberikan agar mereka dapat menggunakan alat tes ini secara efektif. Pendampingan dan monitoring ini juga perlu terintegrasi kesemua stakeholder agar perkembangan motorik kasar anak secara komprehensif. Dengan langkahlangkah ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam segala aspek kehidupan mereka. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini didukung secara finansial oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Albanjari Banjarmasin. Indonesia. DAFTAR PUSTAKA