p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 THE EFFECT OF PRODUCTION COST AND OPERATIONAL COST TO NET PROFIT (STUDI IN FOOD AND BEVERAGE SUB SECTOR COMPANIES LISTED AND INDONESIAN STOCK EXCANGE IN 2019-2. Frisca L. Siagian1. Dicky Hardiana R2. Rina Dameria N3. Diana Setiyo Dewi4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta ABSTRACT The study aims to determine the effect of production costs and operational costs to net profit. The type of data used in this study is secondary data in the form of company annual financial reports. The research population is the food and beverage sub sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. Sampling was carried out by purposive sampling method with a total sample of 75 samples. The analytical technique used is Multiple Linear Regression using the SPSS program. The results show that the production costs variable do not have a significant effect on net profit, while the operational costs variable have a positive significant effect on net profit, and the two variables production costs and operational costs have a simultaneous influence on net profit. The limitation of this study is that it only uses a sample of food and beverage sub sector companies that are listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. Keywords: Production Cost. Operational Cost. Net Profit PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LABA BERSIH PERUSAHAAN (STUDI PADA SUB SEKTOR MANUFAKTUR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019-2023 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Populasi penelitian adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan total sampel sebanyak 75 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih sedangkan variabel biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih, serta kedua variabel biaya produksi dan biaya operasional memiliki pengaruh simultan terhadap laba bersih. Keterbatasan pada penelitian ini adalah hanya menggunakan sampel perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2023. Kata Kunci: Biaya Produksi. Biaya Operasional. Laba Bersih Korespondensi: Dicky Hardiana Ruslan. Ak. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta. Jl. Salemba Raya No. Jakarta Pusat - Indonesia 10430. Email: dicky. hardianruslan@gmail. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 PENDAHULUAN Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan-perusahaan dituntut untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja mereka agar dapat bertahan dan berkontribusi pada Persaingan yang semakin ketat, terutama dalam sektor manufaktur, memaksa perusahaan untuk beroperasi dengan lebih efisien. Indonesia, dengan pertumbuhan ekonominya yang stabil, memberikan peluang bagi perusahaan untuk berkembang, terutama di pasar internasional. Namun, untuk menarik perhatian investor dan konsumen, perusahaan perlu menunjukkan kinerja yang baik, yang tercermin dari nilai perusahaan dan laba bersih yang diperoleh. Nilai perusahaan dan laba bersih, yang keduanya dianggap sebagai indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan. Menurut Syamsul Riyadi . , peningkatan nilai perusahaan akan membawa kemakmuran bagi para pemegang saham, sedangkan menurut Kasmir . , laba bersih merupakan hasil yang telah dikurangi oleh semua biaya yang dikeluarkan perusahaan. Dalam konteks ini, laba bersih dipengaruhi oleh dua faktor utama: biaya produksi dan biaya operasional. Menurut Abdullah . biaya produksi merupakan biaya yang terkait langsung dengan kegiatan produksi barang atau jasa, sedangkan Menurut (Widodo et al. , 2. pengertian biaya operasional adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan administratif dan penjualan yang terdapat di dalam perusahaan. Disebut juga nonmanufacturing expense, merupakan biaya periode yang berkaitan dengan waktu dan tidak berkaitan dengan Biaya ini dibagi atas biaya penjualan dan biaya administrasi umum. Industri manufaktur, dalam sub sektor makanan dan minuman, merupakan salah satu sektor yang vital dalam perekonomian Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup, permintaan akan produk-produk makanan dan minuman terus meningkat, menciptakan peluang dan tantangan bagi perusahaan-perusahaan dalam sub sektor ini. Dalam upaya untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, perusahaan-perusahaan ini dihadapkan pada berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja keuangannya, salah satunya adalah biaya produksi dan biaya operasional. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sub sektor makanan dan minuman mengalami kenaikan biaya produksi dan operasional sebesar 10% dari tahun 2019 hingga 2021. Namun, laba bersih perusahaan dalam sub sektor ini hanya meningkat sebesar 5%, menunjukkan adanya tekanan signifikan pada laba. Penelitian-penelitian sebelumnya yang membahas tentang pengaruh antara biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih memiliki hasil penelitian yang berbeda-beda. Produksi memiliki pengaruh positif terhadap laba bersih yang artinya semakin besar biaya produksi maka laba bersih yang akan diperoleh juga semakin besar. Begitupun sebaliknya, semakin kecil biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan maka laba yang diperoleh juga akan sedikit. Hal ini terjadi karena besarnya biaya produksi menunjukkan tingginya p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 kapasitas produk yang dapat dihasilkan. Jumlah produk yang banyak akan berdampak pada besarnya volume penjualan sehingga laba yang akan diperoleh perusahaan juga akan meningkat. Sedangkan biaya produksi yang kecil menunjukkan tingkat produksi yang sedikit sehingga berdampak pada volume penjualan yang sedikit dan laba yang kecil. Penelitian lain yang dilakukan oleh Mulyana & Muslih . menunjukkan hasil yang berbeda. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa biaya produksi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa sub sektor manufaktur industri makanan dan minuman memiliki jumlah perusahaan yang cukup signifikan yang terdaftar di bursa tersebut. Namun, masih perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk memahami secara rinci bagaimana biaya produksi dan biaya operasional mempengaruhi laba bersih perusahaan dalam sub sektor ini. Oleh karena itu, penelitian ini akan fokus pada analisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih perusahaan dalam subsektor manufaktur industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2023. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan pengetahuan di bidang akuntansi dan manajemen keuangan, serta memberikan panduan praktis bagi perusahaan dalam mengelola biaya operasional dan biaya produksi secara efisien untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui dan melihat bagaimana pengaruh yang terjadi pada variabel biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di atas dan penelitian sebelumnya, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LABA BERSIH PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Sub Sektor Manufaktur Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2. Ay. II. TINJAUAN LITERATUR Menurut Fridaus Ahmad Dunia et al. Akuntansi biaya merupakan sistem informasi tentang biaya organisasi kepada manajemen organisasi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan yang berbeda. Menurut Junaidi . mendefinisikan laba sebagai selisih antara pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu dengan seluruh beban atau biaya yang dikeluarkan selama periode Menurut Mulyadi . , laba bersih adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah mengurangkan semua biaya operasional, biaya produksi, beban bunga, dan pajak dari total pendapatan. Rumus untuk menghitung laba bersih adalah: p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 Menurut Fridaus Ahmad Dunia et al. Biaya . adalah pengeluaran-pengeluaran atau nilai pengorbanan yang dilakuka untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna di masa yang akan datang, atau memiliki manfaat yang lebih dari suatu periode akuntansi tahunan. Di dalam laporan posisi keuangan, biaya akan dilaporkan sebagai biasaynya tercermin dalam laporan posisi sebagai asset perusahaan. Mulyadi . mendefinisikan biaya produksi sebagai seluruh biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa. Biaya ini mencakup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Menurutnya biaya produksi adalah kombinasi dari beberapa jenis biaya. Biaya bahan baku langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk bahan yang secara langsung digunakan dalam pembuatan produk. Biaya tenaga kerja langsung adalah upah yang dibayarkan kepada pekerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi. Biaya overhead pabrik mencakup semua biaya produksi lainnya yang tidak secara langsung terkait dengan bahan baku atau tenaga kerja, seperti biaya penyusutan mesin, utilitas, dan pemeliharaan. Menurut Purwaji . , biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Menurut Harahap . mendefinisikan biaya operasional sebagai biaya yang dikeluarkan untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari perusahaan, yang tidak termasuk dalam biaya produksi. Biaya operasional mencakup biaya administrasi, biaya pemasaran, dan biaya umum lainnya. Menurutnya biaya operasional mencakup berbagai biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan operasi sehari-hari perusahaan. Biaya administrasi termasuk gaji staf administrasi, biaya kantor, dan utilitas. Biaya pemasaran mencakup biaya iklan, promosi, dan distribusi produk. Biaya umum lainnya bisa mencakup biaya sewa, biaya asuransi, dan biaya hukum. Menurut Harrison. et al. , biaya yang menunjukkan seberapa efektif manajemen bisnis dikenal sebagai biaya operasional. Biaya penjualan dan biaya administrasi dan umum merupakan bagian dari biaya operasional. Biaya Produksi (XI) Laba Bersih (Y) Biaya Operasional (X. Gambar 1. Kerangka Teoritis Sumber: Data Diolah 2024 p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 Hubungan Biaya Produksi Terhadap Laba Bersih Mulyadi . menyatakan bahwa laba bersih akan menurun seiring dengan kenaikan biaya produksi, begitupun sebaliknya laba bersih akan meningkat seiring dengan penurunan biaya produksi. Hasil oleh Yuda & Sanjaya . menunjukkan hasil bahwa biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih. H1: Biaya produksi berpengaruh positif terhadap laba bersih. Hubungan Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Perusahaan akan mampu meningkatkan laba bersih jika biaya operasional perusahaan dapat ditekan. Begitu pula sebaliknya, penurunan laba bersih akan terjadi jika ada pemborosan biaya seperti penggunaan peralatan kantor yang terlalu banyak (Purwaji, 2. Hasil penelitian dilakukan oleh Farah Meinda Sari & Aris Munandar . menunjukkan hasil bahwa biaya operasional berpengaruh positif terhadap laba bersih. H2: Biaya operasional berpengaruh positif terhadap laba bersih. Hubungan Biaya Produksi dan Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Berdasarkan dua variabel di atas tidak tedapat penelitian sebelumnya yang membahas pengaruh secara simultan terhadap profitabilitas, sehingga hipotesa sementara dari dua variabel ini adalah: H3: Biaya produksi dan biaya operasioanl berpengaruh positif terhadap laba bersih i. METODE Objek penelitian menurut Sugiyono . adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif, logis, dan bisa dipercaya mengenai suatu variabel Objek penelitian atau ruang lingkup dalam penelitian ini membatasi pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2023 dengan variabel yang mempengaruhi laba bersih yaitu biaya produksi, biaya operasional dan laba bersih perusahaan. Objek Penelitian adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur makanan dan minuman tahun 2019 sampai 2023 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan populasi sebanyak 30 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan non probability sampling yaitu sampling purposive, yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 15 perusahaan. Dimana sampel dipilih atas kriteriakriteria tertentu. Adapun kriteria-kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2019-2023. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu berupa data biaya produksi, data biaya operasional, data dan data laba bersih. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 diperoleh melalui berbagai macam sumber seperti laporan keuangan yang dapat di akses melalui website Dalam penelitian ini terdapat dua varibel independent yang diterliti diantaranya: Biaya Produksi (X. ini didapat dari biaya bahan baku ditambah biaya kerja langsung dan ditambah biaya overhead pabrik. Rumusnya adalah sebagai berikut: Biaya Produksi = Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Biaya Operasional (X. ini didapat dari biaya penjualan ditambah dengan biaya administrasi dan umun. Rumusnya adalah sebagai berikut: Biaya Operasional = Biaya Penjualan Biaya Administrasi dan Umum Adapun variabel dependen yang digunakan pada penelitian ini adalah laba bersih, yang didapat dari pendapatan total dikurangi biaya operasional dikurang biaya produksi dikurangi beban bunga dan dikurangi dengan pajak penghasilan. Rumusnya adalah sebagai berikut: Laba Bersih = Pendapatan Total Ae Biaya Operasional Ae Biaya Produksi Ae Beban Bunga Ae Pajak Penghasilan Metode analisa deskriptif serta metode analisis regresi linear berganda termasuk didalam penelitian ini selain itu pengujian asumsi data sekunder dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan autokorelasi yang diolah dengan menggunakan SPSS. IV. HASIL DAN DISKUSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) subsektor Makanan dan Minuman tahun 2019-2023. Adapun pemilihan sampel ini metode purposive sampling dan mendapatkan 15 sampel perusahaan yang berhasil memenuhi kriteria. Berikut ini tabel daftar sampel perusahaan yang akan digunakan pada penelitian ini: Tabel 1. Sampel Perusahaan Kode ADES BUDI CAMP CEKA CLEO DLTA Nama Perusahaan PT Akasha Wira International Tbk PT Budi Starch Sweetener Tbk PT Campina Ice Cream Industry Tbk PT Cahaya Kalbar Tbk PT Sariguna Primatirta Tbk PT Delta Djakarta Tbk p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 DMND GOOD KEJU MLBI ROTI SKBM SKLT STTP ULTJ PT Diamond Food Indonesia Tbk PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk PT Mulia Boga Raya Tbk PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Nippon Indosari Corpindo Tbk PT Sekar Bumi Tbk PT Sekar Laut Tbk PT Siantar Top Tbk PT Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk Sumber: https//w. Output data hasil statistik deskriptif dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation BIAYA PRODUKSI BIAYA OPERASIONAL LABA BERSIH Valid N . Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Dilihat dari tabel diatas kolom N menunjukan jumlah data yang digunakan, yaitu sebanyak 75 sample, terdiri dari 15 perushaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2023 dan sudah sesuai dengan kriteria untuk dijadikan sample penelitian. Penjelasan mengenai gambaran variabel-variabel penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel laba bersih memiliki nilai minimum sebesar 957 dan nilai maksimum sebesar 507. 794 Selain itu, variabel laba bersih memiliki nilai mean sebesar 214. 411,40 dengan standar deviasi sebesar 542,108. Variabel biaya produksi memiliki nilai minimum sebesar 176. 910 dan nilai maksimum sebesar Selain itu, variabel biaya produksi memiliki nilai mean sebesar 2. 124,45 dengan standar deviasi sebesar 1. 037,097. Variabel biaya operasional memiliki nilai minimum sebesar 96. 029 dan nilai maksimum sebesar Selain itu, variabel biaya operasional memiliki nilai mean sebesar 583. 755,93 dengan standar deviasi sebesar 149. 542,108. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Mean Normal Parametersa,b 0E-7 Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Hasil pada Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi 2-tailed 0,372 > 0,05 pada uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian telah terdistribusi normal. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. 1 BIAYA PRODUKSI BIAYA OPERASIONAL Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari seluruh variabel independen dalam penelitian ini diatas 0,10. Sedangkan nilai variance inflation factor (VIF) dari seluruh variabel independen dalam penelitian ini juga dibawah 10. Hal ini menandakan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas dalam penelitian ini. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients (Consta Std. Error 497E-007 Beta BIAYA PRODU KSI p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 BIAYA OPERA 034E-007 SIONAL Dependent Variable: LN_RES Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai signifikansi dari X1 (Biaya Produks. sebesar 0,140. X2 (Biaya Operasiona. sebesar 0,850. Yang artinya nilai signifikasi X1 (Biaya Produks. yaitu 0,140>0,05 dan nilai signifikasi X2 (Biaya Operasiona. yaitu 0,850>0,05 berdasarkan hasil tersebut dan tertera pada Tabel Semua nilai signifikansi dari kedua variabel Biaya Produksi ataupun Biaya Operasional tersebut lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami gejala Tabel 6. Hasil Uji Auto Korelassi Model Summaryb Model R Square Adjusted Std. Error of the R Square Estimate Durbin-Watson Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan hasil uji pada tabel di atas, diperoleh nilai DW sebesar 2,007. Nilai dari tabel DurbinWatson dengan tingkat signifikansi 5%, 75 sampel, dan 2 variabel independent diperoleh nilai DU 1,6802 dan DL 1,5709. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai DW sebesar 2,007 lebih besar dari nilai DU sebesar 1,6802 dan lebih kecil dari nilai 4-DU yaitu 2,3198 atau dapat dikatakan DU < DW < 4-DU . ,6802 < 2,007 < 2,3. Dapat disimpulkan sesuai dengan ketentuan tabel bahwa uji ini tidak di tolak, hal tersebut mengindikasikan bahwa tidak terjadi autokorelasi karena nilai DW berada diantara nilai DU dan . -DU). Tabel 7. Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients (Constan. Std. Error Beta BIAYA PRODUKSI BIAYA OPERASIONAL Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 Berdasarkan hasil pada tabel di atas, model persamaan regresi linier berganda dikembangkan sebagai Y = 122783,142 0,008 (X. 0,127 (X. e Nilai konstanta () sebesar 122783,142 menunjukkan jika biaya produksi dan biaya operasional bernilai 0 . maka laba bersih memiliki nilai sebesar 122783,142. Nilai koefisien regresi variabel biaya produksi () (X. bernilai positif sebesar 0,008 yang menunjukan jika biaya produksi naik sebesar 1 satuan maka akan mempengaruhi kenaikan laba bersih sebesar 0,008. Nilai koefisien regresi variabel biaya operasional () (X. bernilai positif sebesar 0,127 hal tersebut menunjukkan bahwa biaya operasional memiliki hubungan searah dengan laba bersih. Yang menujukan jika biaya operasional naik sebesar 1 satuan maka akan mempengaruhi laba besih sebesar 0,127. Tabel 8. Uji Hipotesis Pasial (Uji . Coefficientsa Model (Constan. 1 BIAYA PRODUKSI BIAYA OPERASIONAL Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan hasil pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai thitung variabel biaya produksi adalah sebesar 0,797 dengan signifikansi 0,428 serta nilai thitung sebesar 0,797 dengan nilai ttabel adalah sebesar 1,99346. Dalam penelitian ini berarti, thitung 0,797 < ttabel 1,99346 dan Nilai sig 0,428 > 0,05 Hal ini menunjukkan bahwa variabel biaya produksi tidak berpengaruh signifikan. Sehingga hipotesis ke-1 yang menyatakan bahwa biaya produksi berpengaruh terhadap laba bersih ditolak. Nilai thitung variabel operasional adalah sebesar 3,680 dengan signifikansi 0,000 serta nilai thitung sebesar 0,797 dengan nilai ttabel adalah sebesar 1,99346. Dalam penelitian ini berarti, thitung 3,680 > ttabel 1,99346 dan Nilai sig 0,000 < 0,05 Hal ini menunjukkan bahwa variabel biaya operasional memiliki arah hubungan positif dan berpengaruh siginifikan. Sehingga hipotesis ke-2 yang menyatakan bahwa biaya produksi berpengaruh signfikan terhadap laba bersih diterima. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 Tabel 9. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) ANOVAa Model Regression Sum of Squares 1 Residual Total Mean Square Sig. Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan hasil pada tabel di atas dapat dijelaskan dengan nilai Ftabel dicari dengan tingkat signifikasi = 5% dan posisi horizontal nilai df1=2, posisi vertikal df2 = 75-2-1 = 72. Hasil Ftabel adalah 3,124. Hal tersebut menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 9,867 dengan Ftabel sebesar 3,124 dan nilai signifikasi 0,005. Yang berarti Fhitung 9,867 > Ftabel 3,124 dan nilai signifikan 0,000 > 0,005. Sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel biaya produksi dan biaya operasional memiliki pengaruh simultan yang signifikan terhadap variabel laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2023 dengan nilai Fhitung 9,867 > Ftabel 3,124 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Tabel 10. Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Sumber: Data diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan hasil pada tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square (Adjusted R. adalah sebesar 0,510 . %). Artinya, kontribusi pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 51% sedangkan sisanya sebesar 49% . % - 51%) dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Hasil pengujian dapat ditunjukan sebagai berikut: Pengaruh Biaya Produksi terhadap Laba Bersih Berdasarkan hasil pengujian, nilai koefisien regresi untuk biaya produksi adalah sebesar 0,08 dengan nilai thitung variabel biaya produksi adalah sebesar 0,797 dengan nilai ttabel adalah sebesar 1,99346 yang berarti nilai ttabel lebih besar dari thitung . ,797 < 1,99. dan nilai signifikansi 0,428 yang berarti nilai signifikasi lebih besar dari taraf signifikasi yang diharapkan . ,428 > 0,. sehingga dapat disimpulkan biaya produksi tidak berpengaruh terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae2023. Hasil penelitian ini p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu Adi Budi Purnomo . , yang menyatakan variabel biaya produksi tidak berpengaruh terhadap laba bersih. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Laba Bersih Berdasarkan hasil pengujian, nilai koefisien regresi untuk biaya operasional adalah sebesar 0,127 dan nilai ttabel adalah sebesar 1,99346 dan nilai thitung variabel biaya operasional adalah sebesar 3,680 yang berarti nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel . ,680 > 1,99. dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti nilai signifikasi lebih kecil dari taraf signifikasi yang diharapkan . ,00 < 0,. sehingga dapat disimpulkan biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019Ae 2023. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Adi Budi Purnomo . , yang menyatakan variabel biaya produksi tidak berpengaruh terhadap laba bersih. Namun tidak sejalan dengan penelitian Manda . yang menyatakan bahwa biaya operasional berpengaruh negatif terhadap laba bersih. Dan menurut Dwiayu & Purwanto . yang menyatakan biaya operasional berpengaruh negatif pada laba bersih pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2016-2019. Dimana biaya operasional memiliki ikatan dengan laba bersih yang sangatlah berbanding terbalik, maksudnya apabila biaya operasional bertambah maka laba bersih akan mengalami penurunan, yang mengindikasikan jika secara terus menerus biaya operasional yang dikeluarkan semakin besar maka laba yang diperoleh akan semakin kecil, demikian juga sebaliknya semakin kecil biaya operasional yang dikeluarkan maka akan semakin beasr laba bersih yang diperoleh. Pengarush Biaya Produksi dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih Berdasarkan pada Uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 9,867 dengan tingkat sig a = 0,05 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Tingkat siginifikan menunjukan nilai sig 0,000 < 0,005 dan dari sisi Fhitung > Ftabel dimana 9,867 > 3,124. Hal ini menunjukan variabel biaya produksi dan biaya operasional secara simultan dan signifikan terhadap laba bersih. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan analisis mengenai pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: Secara parsial biaya produksi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Januari 2025 Secara parsial biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode Secara simultan biaya produksi dan biaya operasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. REFERENCES