Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna STRATEGI PENGUATAN LITERASI NUMERASI DAN ADAPTASI TEKNOLOGI DI UPT SMP NEGERI 34 BANDAR LAMPUNG Sri Wahyuningsih1. Joko Sutrisno AB2. Buang Saryantono3. Maria Lovelita Vinantiastuti4. Redi Riyansyah5 STKIP PGRI Bandar Lampung sriwahyuni050202@gmail. com, 2jokosutrisnoab@gmail. buang_saryantono@gmail. com, 4mariamobile889@gmail. rediriyansyah@gmail. Abstrak: Strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan para pendidik dan peserta didik dalam menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep di balik teks serta menganalisis menggunakan angka. Guru sebagai motor penggerak pendidikan, dituntut untuk dapat memiliki pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi selaras dengan perkembangan era digital. Salah satu Upaya untuk meningkatkan hal itu adalah dengan mengadakan pelatihan strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi di UPT SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menambah kemampuan guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung dalam strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi secara kreatif dan inovatif. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 25 peserta dengan metode pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menambah kompetensi peserta kegiatan . uru SMP Negeri 34 Bandar Lampun. dalam strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi. Kata Kunci: Literasi numerasi. Adaptasi teknologi Abstract: The strategy of strengthening numeracy literacy and adapting technology is one effort to improve the ability of educators and students to analyze reading and understand the concepts behind the text and analyze using numbers. Teachers as the driving force of education, are required to have knowledge and skills in using and utilizing technology in line with developments in the digital era. One effort to improve this is by holding strategy training to strengthen numeracy literacy and adapt technology at UPT SMP Negeri 34 Bandar Lampung. This service activity aims to increase the ability of teachers at SMP Negeri 34 Bandar Lampung in strategies for strengthening numeracy literacy and adapting technology creatively and innovatively. The service activity was was attended by 25 participants using the training method. The results of the training showed that this activity was able to increase the competency of the activity participants (Teachers at SMP Negeri 34 Bandar Lampun. in strategies to strengthen numeracy literacy and adapt Keywords: Literacy numeration. Technology adaptation PENDAHULUAN Kecakapan literasi saat ini menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Hingga saat ini. Indonesia berpartisipasi dalam survei yang mengukur kecakapan literasi peserta didik dalam tiga ranah, yaitu Strategi Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi di UPT SMP Negeri 34 Bandar Lampung kecakapan numerasi, dan kecakapan Dalam perkembangan dunia global yang menempatkan informasi dan big data pada posisi fundamental dan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Kemendikbud . memaknai literasi, khususnya di sekolah, sebagai Aukemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas. Ay Makna ini sejalan dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan yang mendefinisikan literasi sebagai Aukemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Ay Dengan demikian, literasi sangat berkaitan dengan kapasitas manusia untuk menggunakan berbagai sumber daya demi kehidupan yang berkualitas. Dalam konteks Abad XXI, literasi tidak sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung . , tetapi juga melek ilmu pengetahuan . dan teknologi . , keuangan . , budaya dan Keenam hal itu merupakan literasi dasar dan disebut sebagai dimensi literasi dalam AuPeta Jalan Gerakan Literasi NasionalAy (Kemendikbud. Menyiapkan generasi yang literat untuk menghadapi tantangan abad ke-21 menjadi tujuan akhir dari gerakan literasi sekolah. Konteks Literasi dalam hal ini tidak hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan, dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan Dua hal ini yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi minimum yang akan dimulai tahun 2021. Jadi bukan berdasarkan mata pelajaran dan penguasaan materi. Ini kompetensi minimum atau kompetensi dasar yang dibutuhkan peserta didik untuk bisa belajar dalam lingkungan kaya teks, lingkungan sosial efektif, dan lingkungan akademik. Selanjutnya TIMMS (Trends International Mathematics and science Stud. pada 2015, menunjukan bahwa Indonesia masih berada di peringkat rendah (Prasetyo. Menurut Yuri . alam (Gerakan Literasi Nasional, 2. ) mengatakan bahwa peserta didik di Indonesia masih lemah dalam memahami multiple text, atau dengan kata lain masih kurang dalam memahami suatu informasi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia yang saat ini sudah memasuki Era Digital. Era Digital merupakan masa di mana informasi dengan sangat mudah dapat diakses dan disebarluaskan dengan menggunakan teknologi digital (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , 2. Di masa ini kemudahan dalam mengakses segala informasi hampir tanpa ada batasan, selain itu perkembangan teknologi saat ini sedang memasuki era disrupsi. Fakta bahwa di Indonesia masih memiliki minat dan motivasi baca yang rendah, maka penguatan literasi dan numerasi di era ini menjadi sangat penting. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional untuk mewujudkan memberdayakan semua warga Negara Indonesia. Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yaitu mengenai pembiasaan sikap dan perilaku positif melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum belajar. Melihat kondisi ini. Pemerintah juga berupaya dengan mengadakan kegiatan yang mampu menunjang penguatan literasi dan Salah satunya adalah mulai digiatkannya Gerakan Literasi Nasional (GLN) sejak tahun 2016 (BP PAUD DAN DIKMAS NTT, 2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adaptasi diartikan sebagai penyesuaian diri terhadap kondisi Sri Wahyuningsih. Joko Sutrisno AB. Buang Saryantono. Maria Lovelita Vinantiastuti. Redi Riyansyah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. lingkungan yang baru . ekolah, pekerjaan, dan sebagainy. dan juga penyesuaian AuAdaptasi merupakan suatu proses untuk memenuhi syarat-syarat dasar untuk tetap melangsungkan kehidupan dan memenuhi syarat dasar kehidupanAy (Utami S. Disimpulkan bahwa adaptasi merupakan salah satu metode bertahan dengan cara menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi atau lingkungan yang baru. Sedangkan teknologi dalam KBBI diartikan sebagai Auseluruh sarana yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusiaAy. Menurut Poerbahwadja . alam (Putri, 2. ), pengetahuan yang menyelediki tentang cara kerja teknik, mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam suatu industri tertentu. Sehingga adaptasi diartikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dalam mengoperasikan teknologi yang kian berkembang saat ini. Di Era Digital ini, kemampuan melakukan adaptasi teknologi menjadi hal yang sedang diupayakan, utamanya dalam dunia pendidikan yang saat ini berada di masa darurat sehingga memaksa adanya adaptasi pembelajaran. Berdasarkan analisis kebutuhan mitra, yang dalam hal ini adalah SMP Negeri 34 Bandar Lampung diketahui bahwa kebutuhan mitra pengabdian masyarakat ini adalah terkait kompetensi guru dalam strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi yang mendukung implemnetasi kurikulum merdeka belajar secara maksimal. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung belum mampu dalam literasi numerasi dan adaptasi teknologi Kegiatan penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi ini adalah upaya yang dilakukan demi memfasilitasi masyarakat untuk budaya literasi, numerasi, utamanya di era ini, yang mana masyarakat dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan Dengan harapan akan tercetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) hingga mampu bersaing dengan bangsa lain demi kesejahteraan bangsa dan negara. Kondisi diperoleh dari hasil analisis situasi yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat dari program studi Pendidikan Matematika dan pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Bandar Lampung. Strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi yang digunakan selama ini di mitra pengabdian, masih terbatas dan belum sesuai dengan era Peningkatan kompetensi guru dalam strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi di SMP Negeri 34 Bandar Lampung Tentu hal ini menjadi permasalahan bagi mitra, mengingat saat ini literasi numerasi dan adaptasi teknologi sudah sangat berkembang pesat. Alasan ini juga yang menjadi dasar dilaksanakan kegiatan pelatihan Strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi guna mendukung program pemerintah dalam implementasi kurikulum merdeka belajar serta dapat bersaing dengan negara Kegiatan pengabdian masyarakat pada guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung ini dilaksanakan secara terencana mulai dari analisis kebutuhan mitra dan analisis situasi, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi kegiatan bagi mitra. Berdasarkan uraian di atas, dapat permasalahan pada mitra pengabdian masyarakat yaitu: . Kurangnya kompetensi guru SMP Negeri 34 bandar Lampung dalam penguatan strategi literasi numerasi . Kemampuan Adaptasi teknologi yang dimiliki para guru selama ini, belum sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik Strategi Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi di UPT SMP Negeri 34 Bandar Lampung peserta didik yang berakibat pada capaian hasil belajar yang belum maksimal, . M i ni m n ya pe l a t i ha n st ra t e gi p e n gua t a n l i t e ra si n um e ra si da n a da pt a s i t e kn ol ogi . Dengan berbagai permasalahan yang terjadi pada mitra pengabdian masyarakat dilaksanakannya kegiatan pelatihan oleh tim pengabdi dari program studi Pendidikan Matematika serta Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Bandar Lampung pada guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung. METODE Kegiatan masyarakat dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 25 peserta . Semuanya guru aktif di SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Tahap dengan mempersiapkan keterelaksanaannya kegitan ini 4 bulan sebelum pelaksanaan sudah dipersiapkan. Pelatihan dilaksanakan tepat pada tanggal 29 Oktober 2022 pukul 09. 00 WIB Ae 16. 00 WIB bertempat di ruang aula SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Pelaksanaan pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam literasi numerasi dan adaptasi teknologi pada mitra pengabdian. Melalui pelatihan diharapkan adanya kompetensi guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung dalam meningkatkan strategi penguatan literasi numerasi dengan beradaptasi teknologi yang sesuai dengan era digital saat ini selain itu para guru diharapkan juga mampu mengetahui teknologi apa yang tepat untuk digunakan dalam membantu proses pembelajaran agar dapat tersampaikan sesuai apa yang menjadi tujuan pembelajaran itu sendiri dengan strategi literasi numerasi dan adaptasi teknologi yang sesuai maka pembelajaran yang bahagia seperti harapan kurikulum merdeka belajar. Metode kegiatan ini adalah berupa pelatihan dan pendampingan terhadap penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi yang sesuai dengan era digital saat ini dan berbasis kurikulum merdeka Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi. Sesi pertama berupa pemberian materi mengenai strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi Kegiatan selanjutnya pada sesi kedua adalah pendampingan adapatasi teknologi yang sesuai dengan era digital saat ini serta sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta berkarakter profil pelajar Kegiatan pelatihan diberikan secara jelas dengan terlebih dulu menguatkan pengetahuan peserta mengenai materi terkait demgam literasi numersi dan adaptasi teknologi. Secara rinci kegiatan yang dilakukan adalah: Observasi Awal Observasi awal dilakukan untuk melihat lokasi mitra, kondisi sesuai hasil analisis situasi, dan menyiapkan ruangan yang digunakan untuk Kegiatan difasilitasi oleh guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Diskusi Diskusi dilakukan untuk mengukur sejauh mana kompetensi guru dalam literasi numerasi dan adaptasi teknologi melalui informasi dengan berdiskusi bersama kepala sekolah. Persiapan Pelatihan Kegiatan yang dilakukan dalam persiapan yaitu berkoordinasi dengan kepala sekolah dan pihak lainnya dari SMP Negeri 34 Bandar Lampung mengenai kesiapan tempat kegiatan serta kebutuhan lainnya selama dilaksanakannya pelatihan. Pelaksanaan Pelatihan Pelaksanaan penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi pada guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung diawali Sri Wahyuningsih. Joko Sutrisno AB. Buang Saryantono. Maria Lovelita Vinantiastuti. Redi Riyansyah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dengan pemaparan materi mengenai literasi numerasi dan adaptasi teknologi untuk siswa SMP pada berbagai mata pelajaran. Pemberian Powerpoint (PPT) pada layar ditambah adanya handout materi yang diberikan kepada masingmasing peserta . uru SMP Negeri 34 Bandar Lampun. Setelah peserta disampaikan, sesi tanya jawab mengenai hal yang kurang dipahami oleh peserta dari paparan materi oleh pemateri yang dalam hal ini adalah tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Kegiatan selanjutnya adalah masingmasing mengaplikasikan dan mempraktikkan apa yang sudah mereka pelajari dari yang diberikan tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan agar dapat melihat dan mengevaluasi langsung bagaimana pemahaman peserta . uru SMP negeri 34 Bandar Lampun. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan terlihat bahwa kegiatan dilaksanakan atas dasar permasalahan pada mitra dengan tujuan menambah kompetensi guru literasi numerasi dan adadtasi teknologi. Setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan, selanjutnya adalah kegiatan evaluasi keteralaksanan dilihat dari dua aspek, yaitu . keterlibatan peserta dan . Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari dua komponen evaluasi tersebut. Kegiatan pelatihan ini menargetkan kehadiran peserta minimal 85% dari peserta Luaran kegiatan yang penguatan literasi numerasi dan adaptasi Dari metode kegiatan pelatihan yang pelatihan dengan langkah . observasi awal dan wawancara, . pemetaan potensi dan masalah, . persiapan pelatihan, . pemberian pelatihan, dan . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan dengan mitra pengadian yaitu SMP Negeri 34 Bandar Lampung terlaksana sesuai perencanaan yang telah dibuat. Rangkaian kegiatan pengabdian sudah dimulai pada awal semester ganjil tahun akademik 2022/2023. Melalui kegiatan analisis situasi dan permasalahan yang terjadi kurangnya kompetensi guru strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi Pelaksanaan pelatihan strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi jadwalnya disesuaikan dengan jadwal di sekolah guna terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak berbenturan dengan jadwal rutinitas sekolah maupun jadwal sekolah di luar pembelajaran. Kesepakatan yang diputuskan dengan kepala sekolah, kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 29 Oktober 2022. Tepat pukul 09. 00 WIB pelatihan dimulai dan diikuti oleh 25 peserta yaitu guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Pelatihan dilaksanakan dengan penuh hikmat dan sangat berkesan di seluruh peserta pelatihan. Terlihat para guru sebagai peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya pelatihan dari awal sampai akhir pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan jam 09. 00 WIBAe16. 00 WIB tepatnya di ruang aula SMP Negeri 34 Bandar Lampung. Pelatihan diawali dengan sambutan oleh kepala sekolah yang mewakili mitra dilanjutkan dengan sambutan dari ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian Strategi Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi di UPT SMP Negeri 34 Bandar Lampung kepada masyarakat, dalam hal ini disampaikan oleh ketua tim mengenai maksud dan tujuan pelatihan ini dan harapan tim untuk ketercapaian yang dapat diperoleh guru sebagai peserta pelatihan pelatihan pengabdian masyarakat ini. Selanjutnya kegiatan dilanjutnya dengan penyerahan pernyataan kesediaan bermitra dari kepala sekolah SMP Negeri 34 Bandar Lampung kepada ketua masyarakat yang diserahkan secara langsung. Kemudian dilanjutkan acara inti pengabdian dengan diawali oleh penyampaian materi mengenai strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi Harapannya adalah agar para peserta lebih memahami strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi secara lebih jelas dan Kegiatan tanya jawab juga berjalan baik, yang mana peserta antusias aktif bertanya dan peserta menemukan jawaban dari kesulitan yang dialami selama ini. Peserta kegiatan juga dikuatkan dengan pemahaman bahwa strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi di sekolah dapat diwujudkan apabila terdapat kerjasama antar semua elemen pembelajaran, yaitu sekolah, guru, kepala sekolah, siswa bahkan orang tua harus bekerjasama. Misalnya sekolah harus menyediakan media, perangkat belajar, dan sumber belajar yang Guru bertugas memberikan pengarahan dan pemahaman terkait pentingnya literasi numerasi dan adaptasi teknologi, serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari Orang tua dapat berperan sebagai pendamping untuk memfasilitasi guru dan pengawasan dan pengarahan dalam penggunaan media digital oleh anak-anak Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi secara lebih rinci sebagai berikut: Terjalin kerjasama yang baik antara mitra pengabdian masyarakat yaitu SMP Negeri 34 Bandar Lampung dengan STKIP PGRI Bandar Lampung, dalam upaya memajukan pendidikan Indonesia. Keterlibatan penuh peserta kegiatan mulai dari pemaparan materi hingga kegiatan penutup selama kegiatan Kehadiran peserta 100% melebihi target awal yang ditetapkan oleh tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Bertambahnya kompetensi peserta kegiatan yaitu guru SMP Negeri 34 Bandar Lampung mengenai strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi yang sesuai mampu mewujudkan pembelajaran yang bahagia baik bagi guru maupun peserta didik dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Menjadi solusi bagi permasalahan mitra yang berkaitan dengan strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi yang mendukung implementasi kurikulum merdeka Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan pelatihan strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi mampu menyelesaikan permasalahan pada mitra pengabdian atau dapat dikatakan terdapat kesesuaian antara permasalahan yang terjadi pada mitra, perencanaan hingga pencapaian hasil kegiatan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan mampu mengakomodasi antara permasalahan yang terjadi dengan solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi. Artinya tujuan kegiatan tercapai dengan baik. Selain itu, melalui kegiatan ini juga motivasi guru untuk semakin kreatif dalam kegiatan literasi numerasi yang ditunjukkan dengan semakin antusiasnya Sri Wahyuningsih. Joko Sutrisno AB. Buang Saryantono. Maria Lovelita Vinantiastuti. Redi Riyansyah Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. kurikulum merdeka belajar. Kondisi ini juga sebagai jawaban dari keresahan peserta sebelum adanya kegiatan pelatihan Kegiatan pembelajaran pada kelas yang menerapkan kurikulum merdeka belajar menjadi terfasilitasi dengan baik, memberikan kebebasan belajar yang sebenarnya, menyenangkan, memotivasi siswa, berbasis profil pelajar pancasila yang berakibat pada senangnya peserta didik di sekolah dan meningkatnya hasil belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan pentignya adaptasi teknologi, manfaat dari informasi, mempermudah komunikasi, memudahkan proses belajar (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Selain menawarkan manfaat, ternyata perkembangan teknologi juga dapat menimbulkan efek negatif, dari gangguan fisik sampai pada gangguan mental. Maka dari itu kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital sangat diperlukan, sehingga perkembangan teknologi di era ini menjadi peluang untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Jika pembelajara membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan media pembelajaran maka tidak bertemu kesulitan untuk mengadakan media pembelajaran dalam proses Implementasi kurikulum merdeka belajar juga menginginkan memanfaatkan teknologi digital dalam Teknologi memfasilitasi bagaimana proses belajar berlangsung, mendorong kearah pebelajar aktif (Laurillard, 2008 dalam Sujanem, et al, 2. Tentu hal ini juga yang menjadi tuntutan revolusi pendidikan. Pembelajaran melalui implementasi kurikulum merdeka belajar adalah pembelajaran yang mampu sesungguhnya pada peserta didik, karakteristik peserta didik dan bahan ajar, serta mampu menciptakan pembelajaran yang bahagia baik bagi guru maupun peserta didik. Hasil belajar yang diperoleh siswa juga lebih maksimal dibandingkan sebelum pelatihan dilakukan. Hal ini terlihat dari capaian ketuntasan klasikal peserta didik mengalami peningkatan dengan persentase capaian sebesar 85%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan pelatihan ini menjawab permasalahan pada mitra (SMP Negeri 34 Bandar Lampun. dan terdapat kesesuaian antara permasalahan yang terjadi pada mitra, perencanaan hingga pencapaian hasil kegiatan. SIMPULAN Fakta bahwa tingkat literasi dan numerasi Indonesia sangat rendah menjadi tantangan yang harus dihadapi di dunia pendidikan, khususnya guru dan peserta Guru dan peserta didik harus dibekali dengan kemampuan literasi dan numerasi yang kuat agar dapat bersaing dengan bangsa lain pada masa teknologi digital seperti saat ini. Kegiatan pelatihan startegi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi di SMP Negeri 34 Bandar Lampung adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman literasi dan numerasi guru dan peserta didik sehingga mampu mengetahui teknologi apa yang tepat untuk digunakan dalam membantu proses pembelajaran agar dapat tersampaikan sesuai apa yang menjadi tujuan pembelajaran itu sendiri Dari hasil kegiatan pelatihan, kreativitas guru dalam mengembangkan strategi penguatan literasi numerasi dan adaptasi teknologi Strategi Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi di UPT SMP Negeri 34 Bandar Lampung DAFTAR PUSTAKA