Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59725/ema. Tersedia: https://ejournals. stiedharmaputra-smg. id/index. php/EMA Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. Batara Effenberg Abigael Marulitua Siburian1. Astrini Aning Widoretno2* Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Indonesia Penulis Korespo. densi: astrini. ak@upnjatim. Abstract. Hospitals are places that provide health services to the community through the services they offer. their operations, hospitals require fixed assets to be u. ed in. ently or . n c. on w. th other assets in the hospital for long-term operations. The fixed assets u. ed by hospitals make a significant contribution because they require large expenditures and are used over the long term. This study was conducted with the aim of analyzing the application of fixed asset accounting treatment at XYZ Hospital in accordance with PSAK 216. This study adopted a descriptive qualitative methodological approach to achieve the predetermined research The data collection technique applied was conducting interviews with the asset management department and obtaining accounting treatment documents and a detailed list of fixed assets of XYZ Hospital. The research findings show that the handling of fixed assets and the implementation of PSAK 216 on fixed assets at XYZ Hospital indicate that XYZ Hospital records its fixed assets if they have a useful life of more than one year, measures the initial cost of assets from the acquisition price, revalues assets but there is no method explaining the calculation method, applies the straight-line method for depreciation, discontinues fixed assets if they can no longer be used, and records all these events in its financial statements. It is important to apply PSAK 216 in implementing accounting treatments to minimize and prevent the risk of fixed asset recording errors in financial Keywords: Depreciation. Fixed Assets. Hospital. Implementation. PSAK 216. Abstrak. Rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan untuk masyarakat melalui layanan yang disediakan oleh rumah sakit. Dalam operasionalnya, rumah sakit memerlukan aset tetap untuk dipergunakan secara tersendiri atau dipergunakan oleh rumah sakit sebagai kombinasi dalam rumah sakit dalam operasionalnya dalam waktu jangka panjang. Aset tetap yang digunakan rumah sakit memberikan kontribusi yang signifikan karena mengeluarkan dana besar dan digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis penerapan perlakuan akuntansi aset tetap di Rumah Sakit XYZ sesuai dengan PSAK 216. Penelitian ini mengadopsi pendekatan metodologi kualitatif deskriptif guna mencapai tujuan penelitian yang telah Teknik pengumpulan data yang diterapkan dengan melakukan wawancara dengan bagian pengelola aset dan mendapatkan dokumen perlakuan akuntansi dan daftar rincian aset tetap Rumah Sakit XYZ. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cara penanganan aset tetap Implementasi PSAK 216 atas aset tetap di Rumah Sakit XYZ menunjukkan Rumah Sakit XYZ mencatat aset tetapnya jika memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, mengukur biaya awal aset dari harga perolehan, mengukur kembali aset tetapi tidak terdapat metode yang menjelaskan metode perhitungannya, menerapkan metode garis lurus untuk penyusutan, menghentikan aset tetapnya jika sudah tidak dapat digunakan lagi, dan mencatat semua kejadian tersebut di dalam laporan keuangan. Penting menerapkan PSAK 216 dalam menerapkan perlakuan akuntansi dalam meminimalkan dan mencegah risiko kesalahan pencatatan aset tetap dalam laporan keuangan. Kata kunci: Aset Tetap. Implementasi. Penyusutan. PSAK 216. Rumah sakit. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan untuk masyarakat melalui layanan yang disediakan oleh rumah sakit (Hasanah, 2. Dalam operasionalnya, rumah sakit memerlukan aset tetap untuk dipergunakan secara tersendiri atau dipergunakan oleh rumah sakit sebagai kombinasi dalam rumah sakit dalam operasionalnya dalam waktu jangka panjang (Idrus. Mucjsidin. Muchsidin. Sulkipli, & Djabir, 2. Aset tetap yang digunakan rumah sakit memberikan kontribusi yang signifikan karena mengeluarkan dana besar dan digunakan Naskah Masuk: September 12, 2025. Revisi: September 30, 2025. Diterima: Oktober 06, 2025. Tersedia: Oktober 09, 2025 Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. dalam jangka panjang (Mega Dwi Lestari, 2. Oleh karena itu, untuk menghindari masalah dengan manajemen aset tetap di rumah sakit, diperlukan manajemen aset tetap yang terorganisir dan manajemen aset yang berkompeten. Pengelolaan aset tetap yang terstruktur penting dilakukan oleh rumah sakit dalam mencegah permasalahan yang terjadi seperti pada RSUD Linggajati yang kehilangan salah satu Dalam laporannya, pihak rumah sakit menyatakan alat kesehatan yang hilang dicuri merupakan probe usg dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta (Supriadi, 2. Setelah kejadian tersebut Bupati Kuningan langsung memeriksa pihak-pihak terkait yang mengelola alat tersebut. Dari kasus tersebut, penting bagi rumah sakit dalam mengelola aset tetap yang terstruktur dan pengelola yang kompeten. Dalam mengelola aset tetap Dewan Standar Akuntansi Keuangan menetapkan suatu kebijakan yang digunakan sebagai panduan dalam melakukan pencatatan aset tetap. Peraturan yang berfungsi sebagai standar untuk pencatatan akuntansi disebut sebagai PSAK 216. Terdapat perlakuan akuntansi untuk aset tetap dalam PSAK 216, hal ini mencakup pengakuan aset, pengeluaran uang untuk aset, pengukuran aset, penyusutan aset, penghentian dan penghapusan aset, serta penyajian dan pengungkapan aset (DSAK, 2. Aturan yang telah ditetapkan tersebut yang akan digunakan sebagai pedoman pencatatan aset tetap. Dalam mendukung pengelolaan yang terstruktur, pencatatan aset tetap perlu dilakukan dengan perlakuan akuntansi yang tepat dalam laporan keuangan (DSAK, 2. Setiap penanganan aset tetap, termasuk cara menghitung pengeluaran biayanya, harus tercermin dalam laporan keuangan sehingga nilai aset tetap yang sebenarnya dapat dilihat (Kusuma. Rumah sakit harus mematuhi persyaratan ini agar dapat melaporkan aset tetap secara akurat dan konsisten dalam laporan keuangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan aset rumah sakit dan untuk menghindari kesalahan dan perbedaan dalam pencatatan aset tetap dalam laporan keuangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat bagaimana PSAK 216 digunakan di rumah sakit swasta di Jawa Timur karena aset tetap sangat penting. Rumah sakit perlu mengikuti PSAK 216 saat mendaftarkan aset tetap mereka agar aset tetap tersebut tetap aman. Praktik akuntansi yang tepat untuk semua aset tetap perusahaan termasuk pengakuan, pencatatan, pengukuran, pelaporan, pengungkapan dalam laporan keuangan, hingga menyusutkan atau pelepasan aset tetap saat perusahaan menghentikan operasinya (Aprilia. Tinangon, & Pinatik. Tujuan dari penerapan PSAK 216 di rumah sakit swasta adalah untuk mengetahui apakah aturan yang ditetapkan dalam PSAK 216 telah diikuti ketika mencatatkan aset tetap di Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. rumah sakit tersebut. Hal ini diperlukan dalam meminimalisasi risiko kesalahan pencatatan laporan keuangan dan risiko hilangnya aset. Penelitian ini berkonsentrasi untuk meneliti penggunaan perlakuan akuntansi atas aset tetap yang digunakan oleh Rumah Sakit XYZ berdasarkan dengan PSAK 216. Dan juga penelitian ini bertujuan untuk memberikan ringkasan mengenai sejauh mana rumah sakit telah mematuhi peraturan PSAK 216 dalam mempertahankan praktik akuntansi yang adil dan Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi kendala atau ketidaksesuaian yang terjadi dalam penerapan standar tersebut. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi serta acuan perbaikan bagi manajemen dalam menyusun laporan keuangan yang lebih andal dan transparan. KAJIAN TEORITIS Rumah Sakit Rumah sakit memiliki karakteristik sebagai entitas yang kompleks dengan pengelolaan sumber daya yang besar (Tentunata. Liong. Uli, & Prima, 2. Rumah sakit harus meningkatkan kemampuan akuntan mereka dan menerapkan sistem akuntansi yang sesuai dan dapat diandalkan (Tentunata dkk. , 2. Oleh sebab itu rumah sakit memerlukan akuntan yang berkompenten dalam mengelola asetnya. Aset Tetap Ase t tet ap adal ah jenis as et berw ujud yang dimiliki da n dig unakan dal am kegiatan operas ional rutin entitas da n ti da k di ma ksud kan un tuk di jua l ke mba li da la m kegiatan usaha (Kieso. Weygandt. , & Warfield, 2. A set me ru pakan a set fi si k ya ng di guna kan oleh suatu entitas guna mendukung kegiatan produksi, penyediaan layanan, penyewaan kepada pihak ketiga, atau untuk fungsi administrasi, dan biasanya dipergunakan dalam rentang waktu lebih dari satu periode (DSAK, 2. Aset yang dimiliki rumah sakit memilik peran yang vital dalam menunjang operasional rumah sakit tersebut. Masa manfaat penggunaan aset tetap yang dimiliki biasanya lebih dari 1 tahun yang berfungsi menunjang operasional rumah sakit tersebut (Idrus. Muchsidin, & Muchsidin, 2. Pengakuan Aset Tetap Mengacu pada PSAK 216 (DSAK, 2. , ketika perusahaan ke mu ng ki nan be sar ak an mem pero leh ma nfa at ekon omis di ma sa de pan da ri suatu as et, maka bia ya pero lehan as et te tap diakui sebagai aset dan harga perolehannya dapat dinilai secara akurat. Ole h kare na itu, penting mempertimbangkan un tuk me ner apkan krite ria peng aku an y ang s esu ai den gan kead aan spe sifik ent itas. H al ya ng mungk in ses uai un tuk meng gab ungkan un it-un it ya ng Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. sec ara ind ivid ual ti da k signi fikan, suatu entitas boleh me nggabungkan beberapa aset tetap kecil yang nilainya masing-masing tidak signifikan, lalu diakui sebagai satu kesatuan aset tetap jika secara total memenuhi kriteria pengakuan (Idris & Dinati, 2. Pengukuran Biaya Perolehan Mengacu pada PSAK 216 (DSAK, 2. Bi aya per olehan as et tet ap me ncakup sem ua bia ya ya ng ter kait den gan pemb elian barang tersebut, seperti harga pembelian, bea imp or, d an pa jak pem belian ya ng tid ak bi sa dike mba likan, dikur ang kan dengan potongan pembelian. Selain itu, biaya yang secara langsung berkaitan dengan proses untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi siap pakai sesuai tujuan penggunaan. Termasuk pula dalam biaya ini adalah estimasi pengeluaran awal untuk membongkar, memindahkan, serta memulihkan lokasi tempat aset berada, apabila kewajiban tersebut muncul baik saat perolehan maupun akibat penggunaan aset selama jangka waktu tertentu selain jika digunakan dalam proses produksi persediaan dalam periode tersebut (Akenbor & Obutor, 2. Pengukuran Setelah Pengakuan Aset Tetap Terdapat dua cara untuk menilai as et tet ap set elah as et te tap terse but diak ui berdasarkan PSAK 216 (DSAK, 2. , m odel bi aya da n mo del rev aluasi. Pa da mod el bi aya, as et tet ap ha rus dic atat sebe sar biaya pero lehan diku rangi den gan pen yusutan dan keru gian penu runan ni lai yang telah terjadi dari waktu ke waktu. Sebaliknya, model revaluasi menyatakan bahwa as et te tap ya ng ni lai waj arnya da pat dipastikan dengan andal harus dicatat pada nilai Nilai reval uasian adalah ni lai wa jar pa da sa at revaluasi diku rangi deng an penyusu tan dan keru gian penuru nan nil ai yang t erja di sete lah ta nggal tersebut (Umaroh & Anggraini, 2. Penyusutan Aset Tetap Berdasarkan PSAK 216 (DSAK, 2. , dengan menggunakan teknik garis lurus, aset tetap akan terjadi penurunan nilai setiap tahunnya tergantung pada berapa lama aset tetap tersebut diharapkan dapat bertahan secara ekonomis. Biaya penyusutannya dimulai pada bulan setelah bulan di mana aset tetap mulai digunakan. Penghentian Pengakuan Aset Tetap Berdasarkan PSAK 216 (DSAK, 2. , ketika suatu aset dijual atau tidak lagi memberikan manfaat ekonomis di masa depan, baik melalui penggunaan atau pelepasan, maka ju mlah ter catat ase t tet ap tersebut ti dak lagi dia kui. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Penyajian Da lam Lap oran Ke uangan Berdasarkan PSAK 216 (DSAK, 2. , menjelaskan mengenai penyajian dalam laporan keuangan yang mengungangkapkan dasar perhitungannya dalam tercatat bruto, perhitungan penyusutannya, masa manfaat dan tarif biaya penyusutannya, tercatat bruto dan akumulasi penyusutannya, dan rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode. Referensi Penelitian (Wuisang. Lonto, & Tala, 2. Dalam hasil penelitiannya, ditemukan bahwa PT PLN (Perser. telah menerapkan standar akuntansi yang diatur dalam PSAK 16. Keselarasan tersebut tercermin dari proses pengakuan, penilaian awal, pengukuran pasca-perolehan, metode penyusutan, penghentian penggunaan, serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Dari penelitian tersebut saya menjadikan nya sebagai dasar acuan dalam meneliti Rumah Sakit XYZ dalam penerapan akuntansi aset tetap yang digunakan apakah sama dengan PSAK 216. METODE PENELITIAN Peneli tian yan g dil aku kan dianilisis mengg una kan penelitian kualitatif de skri ptif. Pengunan metode kualiatatif digunakan untuk mendalami dan memahami objek yang diteliti. Sedangkan analisis deskripsi digunakan untuk mendeskripiskan pe rlaku an ak unt ansi as et tet ap ya ng digun akan ole h Ru mah S akit XYZ. HASIL DAN PEMBAHASAN Perlakuan Akuntansi Rumah Sakit XYZ Berdasarkan pengumpulan data secara langsung dari wawancara dan observasi di Rumah Sakit XYZ. Pada wawancara dan observasi tersebut saya mendapatkan perlakuan akuntansi yang dipakai oleh Rumah Sakit XYZ. Sebagai dasar teoritis dalam memahami sistem pencatatan keuangan rumah sakit, perlakuan akuntansi yang dianut atas transaksi yang terjadi dalam suatu rumah sakit dengan tujuan supaya pencatatan . akuntansi dilakukan secara konsisten, sesuai dengan kaidah akuntansi keuangan yang benar, sehingga laporan keuangan auditable, accountable dan comparable (Ibu bagian pengelola ase. Penga kuan A set Te tap As et tet ap ada lah barang yang dimiliki oleh Rumah Sakit yang siap digunakan atau dibangun sendiri oleh Rumah Sakit. Aset tetap digunakan dalam operasi Rumah Sakit, memiliki m asa ma nfaat lebi h da ri sa tu tah un, dan tidak dima ksudkan un tuk di jual seba gai ba gian da ri kegiatan Rumah Sakit (Ibu bagian pengelola ase. Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. Laporan Serah Terima Barang menunjukkan bahwa aset tetap dianggap sebagai aset Rumah Sakit pada saat serah terima aset. Setelah serah terima aset dilakukan pengelompokan aset tetap yang bertujuan untuk memberikan struktur dalam pengakuan aset secara optimal. Dengan klasifikasi yang jelas, rumah sakit XYZ dapat mengelola aset tetapnya secara lebih profesional, mendukung akuntabilitas, efisiensi anggaran, dan peningkatan mutu pelayanan Kesehatan Sakit (Ibu bagian pengelola ase. Pengelompokan aset tetap di Rumah Sakit ABC ke dalam tiga kategori utama yaitu Aset Tetap Pokok. Aset Tetap Penunjang, dan Aset Tetap Perlengkapan merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan aset dilakukan secara sistematis dan sesuai fungsi masing-masing. Jurnal dalam mencatata pembelian aset tetap Rumah Sakit XYZ sebagai berikut: Aset Tetap Kas/Bank Tabel 1. Perbandingan Pengakuan Aset Tetap Rumah Sakit XYZ PSAK 216 Tahun 2024 Keterangan Tentang Aset Tetap Barang Biaya perolehan aset te. ap seb. set te. ap Rumah d. akui seb. set j. ka Sakit apabila: n ha. ya j. Aliran ma. faat di m. kemungkinan d. pan dapat dipastikan dengan e. kan mem. eroleh man. aat ek. nomik m. sa b. sar dep. ari a. et ters. Bi. ya Sesuai perole. an a. et te. sebut d. pat diu. ur se. biaya a. dapat diu. ur se. ara a. et tet. p di. kui seb. set Rumah Sakit p. da saat se. ah ter. ma a. et, y. ng dib. ktikan de. gan Berita Acara S. rah T. rima Barang. Sumber: Data Observasi dan PSAK Tabel 1. Mengindikasikan bahwa pengakuan aset tetap Rumah Sakit XYZ telah ses uai den gan PSA K 2 16 tent ang as et tet ap. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Pen gukuran B iaya Pero lehan Pada saat Rumah Sakit XYZ memperoleh aset tetap yang telah dibeli ini akan terdapat biaya-biaya yang perlu dikeluarkan. Berdasarkan penelititan yang telah dilakukan bahwa Rumah Sakit XYZ mengeluarkan biaya dalam pengukuran awal aset tetap seperti biaya persiapan tempat, biaya pengiriman, biaya pemasangan, dan biaya professional. Biaya-biaya tersebut akan dijadikan pengukuran awal biaya aset tetap pada saat mengeluarkan biaya dalam mendapatkan aset tersebut. Tabel 2. Perbandingan Pengukuran Biaya Aset Tetap Rumah Sakit XYZ PSAK 216 Tahun 2024 Tentang Aset Tetap Contoh bi. ya y. ng da. at di. sikan se. ara lan. sung adalah: ya i. balan k. mana didefini. ikan da. am PS|AK 219: Im. alan Kerj. yang timbul sec. ra la. gsung dari kon. truksi atau pero. ehan a. et t. ya pen. iapan l. han u. tuk p. biaya penanganan dan penyerahan awal. aya peng. jian apa. ah den. an b. aitu men. lai apa. ah kinerja teknis dan kinerja fisik aset sed. mikian sehin. ga d. pat diguna. an da. am produksi atau peny. diaan barang a. au ja. a, un. uk dise. akan kep. da pi. ak lain, atau untuk tujuan admin. e pr. Pengakuan awal aset tetap perolehannya yang meliputi: Harga beli. Biaya persiapan tempat. Biaya . nitial deliver. dan biaya simpan serta bongkar-muat . andling dibebankan kepada pembeli. Biaya . nstallation cost. Biaya insinyur dan arsitek, sepanjang biaya tersebut membuat aset tetap tersebut dapat berfungsi Keterangan Sesuai Sumber: Data Observasi dan PSAK Tabel 2. Mengindikasikan pengukuran aset Rumah Sakit XYZ telah sesuai dengan PS AK 2 16 te ntang as et te tap. Peng ukuran Setel ahnya Tahapan selanjutnya setelah dilakukan nya pengukuran awal aset tetap adalah melakukan pengukuran setelahnya dalam upaya memastikan nilai yang tercatat sesuai dengan nilai pasar. Pada tahapan ini pihak rumah sakit melak ukan penil aian Ke mbali suatu as et dengan peraturan ya ng a da. Penilaian kembali dilakukan dalam untuk men cerminkan nil ai waj ar da ri as et tet ap tersebut. Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. Setelah dilakukan revaluasian Ketika ingin menghitung penyusutan akan dilakukan berdasarkan nilai barunya. Tabel 3. Perbandingan Pengukuran Setelahnya Aset Tetap Rumah Sakit XYZ Barang sebagai aset tetap Rumah Sakit Aliran manfaat di masa dengan tingkat kemungkinan yang besar. Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara Aset tetap diakui sebagai aset Rumah Sakit pada saat serah terima aset, yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Barang. PSAK 216 Tahun 2024 Tentang Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap diakui sebagai aset jika dan hanya jika: kemungkinan entitas akan memperoleh manfaat ekonomik masa depan dari aset tersebut. biaya dapat diukur secara andal. Keterangan Sesuai Sumber: Data Observasi dan PSAK Tabel 3. Mengindikasikan pengukuran setelahnya Rumah Sakit XYZ telah sesuai dengan PSAK 216 tentang aset tetap Tabel ini menunjukkan bahwa rumah sakit XYZ sudah memiliki aturan mengenai pengukuran setelahnya aset yang dimiliki. Namun, rumah sakit XYZ belum cukup menjelaskan bagaimana metode yang digunakan dalam pengukuran setelahnya. Kurangnya penjelasan ini dapat menyulitkan dalam menilai pengukuran setelahnya. Oleh karena itu, penting dalam menjelaskan prosedur penghitungan untuk mengukur ulang aset-aset ini secara lebih rinci. Penyusutan Aset Tetap Rumah Sakit XYZ menggunakan teknik penyusutan garis lurus untuk mengetahui berapa banyak aset tetap yang kehilangan nilainya dari waktu ke waktu. Mereka melakukan ini dengan memperkirakan berapa lama setiap jenis aset akan bertahan. Strategi ini digunakan untuk menyebarkan biaya penyusutan secara merata selama masa manfaat aset, dengan asumsi bahwa manfaat ekonomi aset tersebut habis dengan kecepatan yang sama setiap Kemudian, pada bulan setelah aset tetap tersebut mulai digunakan atau dianggap siap untuk digunakan dalam kegiatan rumah sakit, penyusutan akan dibebankan. Rumah Sakit XYZ menetapkan tarif penyusutan tahunan untuk aset tetap berdasarkan klasifikasinya, dengan menggunakan metode garis lurus. Hal ini bertujuan untuk mencerminkan penurunan nilai aset secara sistematis sesuai dengan masa manfaat Pembagian tarif penyusutan dilakukan berdasarkan tiga kelompok utama aset Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. tetap: Pokok. Penunjang, dan Perlengkapan, masing-masing dengan tarif yang disesuaikan berdasarkan jenis asetnya. Biaya penyusutan aset tetap tersebut digunakan dikenakan bulan berikutnya setelah aset tetap tersebut digunakan. Tabel 4. Perbandingan Penyusutan Aset Tetap Rumah Sakit XYZ PSAK 216 Tahun 2024 Tentang Aset Tetap Paragraph 31 PSAK 216: Biaya penyusutan aset tetap per tahun didasarkan pada taksiran umur ekonomisnya dengan menggunakan metode garis Pembebanan penyusutan dimulai pada bulan beri. utnya sete. ah A. et te. ap ters. but di. Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap diakui sebagai biaya pada periode yang bersangkutan apabila: Nilainya di bawah nilai minimal yang ditetapkan, sesuai kelompok aset Pengeluaran dimaksudkan untuk: Menjaga m. sa y. ng a. an da. kan standar ki. erja a. et t. tap Biaya penyusutan aset tetap per tahun didasarkan pada taksiran menggunakan metode garis lurus. Pembebanan biaya peny. sutan dim. lai pa. a bul. n ber. kutnya aset tetap Keterangan Sesuai Sumber: Data Observasi dan PSAK Tabel 4. Mengindikasikan penyusutan aset Rumah Sakit XYZ t elah se suai dengan PS AK 216 tent ang as et tet ap. Penghentian Rumah Sakit XYZ akan menghapus aset tetap dari daftar ket ika as et tet ap tersebut sudah tid ak diperlukan la gi at au telah men capai ak hir ma sa manfaatnya. Pemberhentian aset tetap ini dilakukan aopabila aset tersebut tidak dapat lagi menunjang opeasional Rumah Sakit XYZ. Dalam penghentian aset tetap ini dilakukan dengan ijin tertulis pihak rumah sakit Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. Tabel 5. Perbandingan Penghentian Aset Tetap Rumah Sakit XYZ PSAK 216 Tahun 2024 Tentang Aset Tetap Paragraph 71 PSAK 216: Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah Pelepasan Aset Aset yang sudah tidak dipakai lagi, baik yang sudah maupun belum habis masa dengan ijin tertulis dari pihak Setempat. Pengadaan Aset dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batasan minimal sebagai berikut: Aset Tetap Pokok Rp. Aset Tetap Penunjang Rp. et T. tap Perlengkapan Rp. Keterangan Sesuai Sumber: Data Observasi dan PSAK Tabel 5. Mengindikasikan penghentian aset Rumah Sakit XYZ tel ah sesu ai deng an PS AK 2 16 tent ang as et tet ap. Penyajian Dalam Laporan Keuangan Laporan Keuangan merupakan model kualitas pelaporan keuangan, yang mencakup keandalan, relevansi, dan penyajian tepat waktu dalam memenuhi kebutuhan pengguna informasi (Lisa & Halim, 2. Laporan Posisi Keuangan Rumah Sakit XYZ menunjukkan aset tetap di debet sesuai dengan kategori Aset Lancar. Aset tetap bila tidak digunakan lagi direklasifikasikan dan disajikan di aset Lain-Lain. Tabel 6. Perbandingan Penyajian Dalam Penyajian Laporan Keuangan Aset Tetap Rumah Sakit XYZ Da. ar peni. aian, me. ode penyu. utan, ikatan/penggunaan a. et te. ap seb. gai ja. inan, h. rus diu. gkap da. am cat. tan at. s lap. ran keu. Rin. ian a. et t. tap men. rut jeni. nya, sep. rti: t. nah, t. nah dan ban. unan, . esin, ken. araan ber. otor, per. tan k. Aku. ulasi pe. yusutan m. asing je. is aset PSAK 216 Tahun 2024 Tentang Aset Tetap Paragraph 71 PSAK 216: La. oran keua. gan men. ungkapkan un. uk set. ap kela. aset tetap: ar pen. ukuran y. ng dig. nakan da. am m. nentukan ju. lah terc. tat b. ode depre. iasi y. ng digu. ur manfaat atau d. presiasi dig. mlah tercatat bruto dan akumu. asi dep. igabungkan Keterangan Sesuai Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Ju. lah pen. usutan pa. a ta. un b. an a. okasi biaya penyu. utan pa. a Lapo. an Akt. Re. onsiliasi ju. lah te. catat pada a. al dan per. ang me. perlihatkan pe. ambahan N. lai as. t te. ang dia. uransikan, pertanggungan d. n ri. ang d. tutup Pe. dapat man. jemen a. as kec. kupan ju. lah pertanggungan a. tuk se. iap ke. adian lu. r bi. sa ak. mulasi rugi penurunan nila. pada awal dan akhir . nsiliasi j. mlah terc. tat pada awal dan akhir . eriode Sumber: Data Observasi dan PSAK Tabel 6. Mengindikasikan penyajian dalam lapo ran keuan gan Ru mah Sa kit X YZ telah ses uai de ngan PSA K 216 tentang as et tet ap. KE SIMPULAN D AN SA RAN Has il dari analisis ini menghasilkan kesimpulan penera pan akunt ansi ase t te tap Rumah Sakit XYZ tel ah ses uai den gan PS AK 21 6 tentang aset tetap. Kesesuaian tersebut diperoleh dari hasil temuan dan pembahasan yang meliputi pengakuan, pengukuran awal, pengukuran lebih lanjut, penyusutan, penghentian, dan penyajian dalam laporan keuangan. Namun rumah sakit XYZ tidak mengungkapkan bagaimana mereka melakukan perhitungan pada bagian perhitungan setelahnya. Hal ini dapat menyulitkan di kemudian hari, yang dapat membuat pencatatan aset tetap dalam laporan keuangan menjadi kurang andal. Perlakuan aset tetap berdasarkan PSAK 216 sangat perlu untuk di implementasikan pada perlakuaan aset tetap Rumah Sakit XYZ dalam laporan keuangannya. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit XYZ untuk dapat menjelaskan metode yang digunakan dalam perhitungan setelahnya. Hal ini penting untuk dilakukan agar laporan keuangan dalam pencatatan aset tetap dapat sesuai standar dan memnuhi prinsip akuntansi yang berlaku. Dan juga pentingnya mengimplementasikan PSAK 216 dalam melakukan pecatatan aset tetap agar dapat mendukung pengelolaan aset tetap yang sesuai standar. Analisis Implementasi PSAK 216 pada Rumah Sakit Swasta (Studi Kasus pada Rumah Sakit XYZ Surabay. UCAPAN TERIMA KASIH