Hubungan antara bodyA. (Rachma Desy K W) 456 HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING 2017 UNY THE RELATION OF BODY IMAGE WITH THE SELF-CONFIDENCE ON THE GUIDANCE AND COUNSELING STUDENTS 2017OF YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY Oleh: Rachma Desy Kusuma Wardani. Bimbingan dan Konseling. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Universitas Negeri Yogyakarta, rachma755fip@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kepercayaan diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY sejumlah 77 orang dengan semua populasi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu skala body image dan skala kepercayaan diri. Validasi instrument menggunakan validitas konstrak. Skor validitas skala body image dari angka 0,588 sampai dengan 0,888, sedangkan uji validitas skala kepercayaan diri dari angka 0,598 sampai dengan 0,933. Realibilitas skala body image dan skala kepercayaan diri diukur menggunakan analisis uji reabilitas alpha cronbach. Nilai koefisien reabilitas alpha . pada skala body image sebesar 0,868, sedangkan pada skala kepercayaan diri sebesar 0,944. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif dengan menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan anatara body image dengan kepercayaan diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY. Koefisien korelasi diketahui sebesar 0,298. Hal ini berarti bahwa semakin positif body image mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY, maka akan semakin tinggi tingkat kepercayaan dirinya. Sebaliknya, semakin negatif body image mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY maka, akan semakin rendah tingkat kepercayaan dirinya. Kata kunci: body image, kepercayaan diri, mahasiswa Abstract The purpose of this research is to know about the relation of body image with the self-confidence of the guidance and counseling students 2017 of Faculty of Education Yogyakarta State University. This research is using quantitative research method which is correlation research. The subject of this research are 77 of the guidance and counseling studentsAo 2017 of Faculty of Education Yogyakarta State University from the all The method of collecting data of this research are body image scale and self-confidence scale. The instrument validation is using konstrak validity. The score of body image scale validity start from 0,588 to 0,888, and the test of self-confidence scale validity start from 0,598 to 0,933. The realibility of body image scale and self-confidence scale be measured by alphacronbach reliability test analysis. The score of alpha . realibility coeficient on the body image scale is 0,868, while on the self-confidence scale is 0,944. This reserch is using descriptive statistical data analysis techniques with the product moment formula. The result of this research shown the significant positive relation between body image with the self-confidence of the guidance and counseling students 2017 of Faculty of Education Yogyakarta State University. The correlation coeficient is 0,298. The result is the more positive of body image of the guidance and counseling students 2017 of Faculty of Education Yogyakarta State University, then the self-convidence will increase too. Otherwise, if the body image of the guidance and counseling students 2017 of Faculty of Education Yogyakarta State University is lower, then the self-convidence will decrease. Keywords: body image, self-confidence, students college PENDAHULUAN Perkembangan individu merupakan pola berlanjut sepanjang siklus kehidupan manusia gerakan atau perubahan yang secara dinamis yang terjadi dari kematangan dan dimulai dari pembuahan atau konsepsi dan terus pengalaman (Hurlock dalam Rita Eka Izzaty, 457 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 dkk, 2008: . Manusia tidak hanya bisa emosi, imajinasi, penilaian, sensasi fisik dan berkembang biak tapi juga mampu menciptakan Perilaku dalam mengenal bentuk berbagai teknologi agar di bumi ini dapat Setiap Respon manusia memiliki identitas. Identitas sebagai bertentangan dengan body image setiap individu akan memberikan dampak terhadap sepanjang laki-laki. Perubahan menimbulkan dampak psikologis yang tidak kehidupan individu tersebut. Mayoritas anak muda lebih banyak Body image yang dimiliki oleh mahasiswa memperhatikan penampilan mereka ketimbang memberikan berbagai dampak, salah satunya aspek lain dalam diri mereka, dan banyak di adalah kepercayaan diri. Hal ini didukung oleh antara mereka yang tidak suka melihat apa yang hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh mereka lihat di cermin. Perempuan memiliki Anggoro Dyah Wahyu Andiyati . yang laki-laki, hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang penekanan kultural yang lebih besar terhadap sangat signifikan antara body image dengan atribut fisik perempuan (Papalia, 2011: . kepercayaan diri siswa. Fisik perempuan akan lebih cepat berkembang Salah satu faktor dalam kepercayaan diri dikarenakan perempuan lebih cepat mengalami adalah faktor mental, yaitu seseorang akan masa pubertas daripada laki-laki. Pubertas merasa lebih jauh percaya diri karena ia mempunyai hal positif yang cenderung tinggi perubahann fisik, psikis dan pematangan fungsi dalam dirinya, seperti bakat, penampilan, atau seksual (Wikipedia, 2. Masa pubertas dalam keahlian khusus yang dimilikinya sehingga orang kehidupan biasanya dimulai saat anak menginjak lain akan menyambut positif terhadapnya (Gita umur 8 sampai 10 tahun. dalam Sarwono, 2013: . Salah satu perubahaan yang terjadi pada Citra tubuh atau body image yang dimiliki seorang anak adalah body image. Anak yang oleh mahasiswa memberikan berbagai dampak, mengalami perubahan body image akan merasa bahwa bentuk butuhnya seperti bahu, lengan. Loekmono pinggang akan semakin berkembang lebih besar. mengatakan bahwa kepercayaan diri merupakan Perubahan . alam Kristiasari. Penampilan dianggap sangat penting, khususnya bagi para remaja, karena hal tersebut merupakan Menurut Rice . alam Andiyati, 2. citra salah satu faktor pembentuk kepercayaan diri tubuh atau body image adalah suatu pengalaman Taraf kepercayaan diri individu dapat individu dalam mengenal bentuk tubuh fisiknya dilihat dengan melihat sejauh mana tanggapan yang didasari dengan pikiran, persepsi, perasaan Hubungan antara bodyA. (Rachma Desy K W) 458 yang diberikan orang lain mengenai aspek fisik, tubuhnya, maka body image yang terbentuk pun sosial, dan moral. menjadi positif. Sebaliknya, jika seseorang Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, salah wajahnya kurang menarik, badannya terlalu gemuk atau terlalu kurus dan sebagainya, maka . ernyataan ini diperkuat oleh Tasmin . ) kondisi fisiknya, sehingga body image yang yang berjudul Hubungan Antara Body Image terbentuk menjadi negatif dan dapat dikatakan dengan Kepercayaan Diri pada Remaja Putri orang tersebut tidak memiliki kepercayaan diri. SMA Swasta Harapan 1 MEDAN. Penampilan Berdasarkan penelitian yang dilakukan fisik sangat erat hubungannya dengan gambaran oleh Ifdil Ifdil. Amandha Unzilla Denich dan dan persepsi individu terhadap bentuk tubuhnya. Asmidir Ilyas . , di Universitas Negeri Gambaran dan persepsi inilah yang disebut body Padang bahwa kondisi kepercayaan diri remaja Menurut Cash . alam Andea, 2. putri pada umumnya berada pada kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 28 orang . %), kategori rendah sebanyak 21 orang penampilan, orientasi penampilan, kepuasan . %), kategori tinggi sebanyak 2 orang . %). terhadap bagian tubuh, kecemasan menjadi Temuan gemuk, pengkategorian ukuran tubuh. Individu kepercayaan diri remaja putri pada umumnya yang peduli akan penampilanya akan selalu berada pada kategori sedang. Kondisi body image melakukan evaluasi dengan penampilannya, dan remaja putri pada umumnya berada pada kategori netral dengan frekuensi 39 orang . %). Rendahnya kepercayaan diri pada peserta didik category positif sebanyak 13 orang . %), disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut kategori negative sebanyak 6 orang . %). Ghufron . 4: . menjelaskan faktor yang Temuan ini mengungkapkan bahwa secara mempengaruhi kepercayaan diri diantaranya umumnya kondisi body image remaja putri konsep diri, harga diri, pengalaman, dan Mangunhardjana . alam Adiningsih, penelitian ini menghasilkan terdapat hubungan 2. menulis bahwa salah satu faktor yang yang signifikan antara body image dengan mempengaruhi kepercayaan diri adalah faktor kepercayaan diri remaja putri. fisik, dimana seseorang akan lebih percaya diri bila memiliki fisik yang sempurna. Banyaknya Maka Menurut Surya . alam Putri, 2. bahwa diantaranya banyak kalangan mahasiswa yang seorang akan percaya diri ketika orang tersebut mengalami krisis kepercayaan diri, baik dalam menyadari bentuk tubuhnya yang sangat ideal dan orang tersebut merasa puas melihat bentuk masyarakat . ernyataan ini diperkuat oleh 459 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 penelitian Frida Ayu Vebriana . Kasus- Konseling yang badannya terlihat cantik, tinggi, kasus seperti ini tidak hanya terjadi hampir di kulitnya pun terlihat putih. Tidak hanya bentuk seluruh rentang kehidupan dan kasus ini sangat fisik yang bagus tapi juga terlihat pintar jika Mahasiswa yang percaya diri akan sedang diskusi dengan teman satu kelas. ata menjadi lebih mudah bergaul, lebih mudah diambil melalui hasil wawancara melalui media mengontrol perilakunya dan akan lebih mudah menikmati hidup. Oleh karena itu, masa remaja Berdasarkan sering kali diasosiasikan sebagai masa yang mahasiswa, dapat disimpulkan bahwa masing- penuh dengan rintangan, karena penyesuaian atas perubahan-perubahan fisik maupun psikis memperbaiki penampilan fisiknya. Hal tersebut seringkali menimbulkan perasaan tidak aman, dilakukan untuk mendapatkan penilaian yang tidak tenang, frustasi, stres, dan kurang percaya positif dari orang lain. Hal tersebut bukan Berdasarkan observasi dan wawancara dengan beberapa mahasiswa Bimbingan dan Bimbingan dan Konseling 2017, namun faktor konseling angkatan 2017, kurang lebih sekitar fisik mempunyai andil dalam mempengaruhi tingkat kepercayaan diri mahasiswa Bimbingan berjerawat, wajah kusam, badan gemuk, dan lain sebagainya yang menggambarkan seakan akan dan Konseling 2017 FIP UNY. Kasus yang telah dipaparkan di atas, dirinya kurang ideal. Oleh karena itu, peneliti Santrock, 2003: . yang mengatakan bahwa Bimbingan dan Konseling angkatan 2017. Pada Harter . alam penampilan fisik secara konsisten berkorelasi paling kuat dengan rasa percaya diri secara . Berdasarkan penelitian tersebut dapat mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling 2017 dikatakan bahwa penampilan fisik pada individu melalui via whatsapp yang mengaku tidak merasa percaya diri dengan bentuk tubuhnya kepercayaan diri, sehingga apabila individu yang tidak proposional, timbul jerawat pada memiliki penampilan fisik yang sesuai dengan wajahnya dan terlihat kusam sehingga AN konsep idealnya, maka tingkat kepercayaan merasa tidak percaya diri jika sedang berada di dirinya tinggi, begitupun sebaliknya. kelas bersama dengan teman-temannya. Berdasarkan paparan kasus di ada, bahwa Mahasiswa yang kedua adalah NK . , pandangan tentang citra tubuh atau body image seseorang memengaruhi kepercayaan diri pada bermunculan jerawat di wajah dan mempunyai Bimbingan Konseling kulit yang kusam. NK merasa tidak percaya diri Universitas Negeri Yogyakarta. Oleh karena itu, ketika bertemu dengan temannya apalagi dengan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lawan jenis. Banyak mahasiswa Bimbingan dan mengenai AuHubungan Penerimaan Body Image Hubungan antara bodyA. (Rachma Desy K W) 460 dengan Kepercayaan Diri pada Mahasiswa orang, maka peneliti mengambil 100% jumlah Bimbingan dan KonselingAy. Hasil penelitian ini populasi yang ada yaitu sebanyak 77 orang diharapkan dapat digunakan sebagai wacana mahasiswa sebagai subjek penelitian. untuk meningkatkan kepercayaan diri dan lebih menerima keadaan fisik mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian berupa kuesioner METODE PENELITIAN . Jenis instrumen yang dapat digunakan Jenis Penelitian dalam kuesioner yaitu angket, daftar cocok. Jenis penelitian ini adalah penelitian Menurut Sugiyono . penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data menggunakan statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. skala, dan inventori. Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan adalah jenis skala. Pada penelitian ini, terdapat dua variabel yang diteliti, sehingga terdapat tiga skala, yaitu skala body image, dan kepercayaan diri. Skala Body Image Skala body image ini berdaarkan konsep teori dari Cash . alam Nur Lailatul Husna, 2013: Aspek-aspek dijelaskan sebagi berikut: Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Jalan Colombo No. Karangmalang. Caturtunggal. Depok. Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Waktu penelitian bulan Desember 2020. Evaluasi Penampilan. Aspek ini berkaitan secara keseluruhan. Orientasi Penampilan. Aspek berhubungan dengan usaha yang dilakukan individuuntuk memperbaiki penampilan. Kepuasan Terhadap Bagian Tubuh. Aspek ini berhubungan dengan penilaian terhadap Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY yang telah mengambil mata kuliah tugas akhir skripsi. Diketahui populasi bahwa jumlah mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta sebanyak 77 mahasiswa yang terdiri dari kelas A 39 dan kelas B 38 karena jumlah populasinya tidak lebih besar dari 100 kondisi tubuh . Berat Badan. Aspek ini berhubungan dengan kecemasan terhadap berat badan. Pengkategorian ukuran tubuh. Aspek ini berhubungan dengan penilaian ukuran tubuh. Skala Kepercayaan Diri Skala dukungan sosial dalam penelitian ini disusun mengacu pada teori Lauster (M. Nur 461 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 Gufron dan Rini Risnawati, 2010: . yang tidak dari distribusi normal. Uji normalitas dibagi menjadi enam, yaitu: dalam penelitian ini menggunakan metode . Keyakinan Kemampuan Diri. Kolmogorof Smirnov, dengan bantuan program Penilaian SPSS. kemampuan diri. Uji Linearitas . Optimis. Usaha yang dilakukan oleh individu ketika mengahadapi permasalahan. Uji linearitas digunakan untuk mengetahui hasil perhitungan nilai F hitung kemudian nilai . Obyektif. Penilaian terhadap individu akan ini dibandingkan dengan F tabel. Jika F hitung lebih besar dari F tabel, maka hubungan variabel . Bertanggung Berusaha bebas terhadap variabel terikat tidak linier (Nurgiyantoro, 2012: . bertanggungjawab terhadap individu. Uji Hipotesis . Rasional dan realistis. Usaha yang dilakukan individu untuk berfikir rasional dan realistis. Menerima Uji pengujian hipotesis assosiatif . dengan Usaha teknik korelasi product moment. Selanjutnya, individu untuk menerima kritikan orang lain. dilakukan uji signifikansi korelasi product moment untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel. Penelitian uji hipotesis ini juga Teknik Analisis Data Analisis akan menggunakan teknik analisis regresi karena penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan Analisis yang digunakan dalam dan besar tingkat pengaruh antar dua variabel. penelitian ini adalah analisis statistik. Analisis Korelasi product moment digunakan untuk menentukan hubungan antara dua gejala interval. dipersiapkan untuk menyimpulkan, menyusun. Rumus yang digunakan untuk menentukan menyajikan dan menganalisis data penelitian koefisiensi korelasi ini adalah: yang berwujud angka-angka. cara-cara Analisis Deskriptif fxy = koefisien korelasi antara gejala x dan gejala Menurut Sugiyono . 7: . statistik atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness . emencengan distribus. Uji Prasyarat Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi datanya menyimpang atau y xy = jumlah product dari x dan y. (Sugiyono, 2017: . HASIL PENELITIAN Deskripsi data kebersyukuran Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Body Image Body Image pada mahasiswa BK 2017 FIP UNY dapat disajikan pada gambar 1 sebagai Hubungan antara bodyA. (Rachma Desy K W) 462 Berdasarkan gambar 2 dapat dilihat bahwa hasil Body Image penelitian menunjukkan mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY memiliki perilaku kepercayaan diri dengan kategoris rendah sebanyak 8% kategori sedang sebanyak 77% dan kategori tinggi sebanyak Dengan demikian dapat disimpulkan Tin Renda Sedan Kategori bahwa sebagian besar mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY memiliki perilaku kepercayaan diri dengan Frekuensi kategori sedang. Gambar 1. Diagram Batang Body Image Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat bahwa hasil Hasil Uji Uji Normalitas penelitian menunjukkan mahasiswa program Uji normalitas data dalam penelitian ini studi Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY memiliki body image dengan kategori rendah Rangkuman data disajikan pada Tabel 1 sebagai sebaanyak 0%, kategori sedang sebanyak 74%, dan kategori tinggi sebanyak 26%. Dengan Kolmogorov Smirnov. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian Variabel Keterangan besar mahasiswa program studi Bimbingan dan Body Image 0,584 Normal Konseling 2017 FIP UNY memiliki body image Kepercayaan 0,885 Normal dengan kategori sedang. Diri Variabel Kepercayaan Diri Kepercayaan diri pada mahasiswa BK Berdasarkan 2017 FIP UNY yang sedang menyusun skripsi normalitas, pada semua variabel didapat dari dapat disajikan pada gambar 2 sebagai berikut: hasil uji normalitas data nilai signifikansi p > 0,05, yang berarti data berdistribusi normal. Kepercayaan Diri Uji Linieritas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat terbentuk linear atau tidak. Taraf yang digunakan dalam uji linearitas penelitian ini adalah taraf signifikan 0,05. Apabila hasil Sedang Rendah Tinggi Kategori Frekuensi Pre Gambar 2. Diagram Batang Kepercayaan Diri signifikan > 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara body image dengan kepercayaan diri, sebaliknya jika hasil signifikan C 0,05 maka 463 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 tidak ada hubungan yang linear dari kedua semakin besar body image maka semakin tinggi Hasil uji linieritas dapat dilihat dalam kepercayaan diri. tabel 2 berikut ini: Pembahasan Tabel 2. Rangkuman Hasil Uji Linieritas Sig Hasil penelitian menunjukkan bahwa body image yang diterima oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY dalam kategori sedang dengan nilai Tidak terdapat Dari Tabel 2 di atas, terlihat bahwa nilai mahasiswa yang berada dalam kategori rendah signifikansi . adalah lebih besar dari 0,05. dalam presentase 0%. Sebanyak 57 mahasiswa Maka dapat disimpulkan bawa ada hubungan berada dalam kategori sedang dengan presentase linear secara signifikan antara body image sebesar 74% dan sebanyak 20 mahasiswa berada dengan kepercayaan diri. dalam kategori tinggi dengan presentase 26%. Kondisi body image yang berada dalam kategori Hasil Uji Hipotesis sedang ini menunjukkan bahwa mahasiswa Hasil Uji Analisis Uji F (Simulta. sudah cukup menerima keadaan body image. Tabel 3. Hasil Analisis Uji Parsial . Body image merupakan bagian dari citra diri yang menentukan kepercayaan diri individu. Correlations karena pengaruh terhadap cara individu melihat Pearson Kemudian menilai dirinya positif maka dirinya positif atau negatif, apabila individu menilai dirinya secara positif maka dirinya akan Correlation Sig. -taile. percaya diri. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Annatasia Melliana . Pearson Correlation 94-. individu yang menilai fisiknya secara positif, secara keseluruhan individu akan merasa nyaman dan percaya diri. Body image yang Sig. -taile. positif secara keseluruhan mempunyai perilaku puas terhadap tubuh yang dimiliki, penerimaan diri terhadap tubuh, dan akan merasa nyaman. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . Berdasarkan Body dimensional yang meliputi persepsi, sikap, afeksi dan juga perilaku (Muth dan Cash, 2. menunjukkan bahwa sig < 0. 05 sehingga Greene . mendefinisikan body image hipotesis di terima yaitu terdapat hubungan sebagai gambaran mental yang dimiliki dalam antara body image dengan kepercayaan diri. pikiran individu tentang ukuran, bentuk tubuh Nilai korelasi 0,298 yang bernilai positif artinya dan perasaan individu mengenai karakteristik serta bagian-bagian tubuh seseorang. Selain itu Hubungan antara bodyA. (Rachma Desy K W) 464 cash dan Smolak . mendefinisikan body sedang ini menunujukkan bahwa mahasiswa image sebagai suatu fenomena kompleks yang memiliki kepercayaan diri yang sedang ditujukan meliputi banyak komponen seperti gender, etnis dengan adanya keyakinan kemampuan diri, dan pengaruh sosiokultural. Menurut Suryani . alam Desi Bestiana, bertanggungjawab, serta menerima kritikan. 2012: . mengatakan perubahan-perubahan fisik Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi yang yang dialami oleh remaja menghasilkan persepsi mempengaruhi kepercayaan diri menurut teori yang berubah-ubah mengenai citra tubuh, namun Nur Ghufron dan Rini Risnawita S . hampir selalu bersifat negatif dan menunjukkan . , yaitu konsep diri, harga diri, pengalaman, penolakan terhadap fisiknya. Penolakan terhadap fisik dipengaruhi oleh pandangan negatif pada Lautser (M. Nur Gufron &Rini Risnawita S, diri remaja, maka dari itu sebagian remaja 2010: . , mendefinisikan kepercayaan diri diri diperoleh dari pengalaman hidup. Seperti Kepercayaan diri merupakan salah satu Annastasia Melliana . 6: 94-. remaja yang memiliki pandangan negatif terhadap fisiknya keyakinan akan kemampuan diri seseorang akan menjadi resah, memiliki pikiran dan sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain perasaan yang negatif dalam menilai tubuhnya atau kondisi fisiknya. Berbeda halnya dengan remaja yang memiliki pandangan yang positif Lautser terhadap fisiknya, seperti yang disebutkan oleh Annastasia Melliana . 6: 94-. bahwa remaja yang menilai fisiknya sendiri secara melakukan sesuatu yang baik. Anggapan positif, secara keseluruhan remaja tersebut akan seperti ini membuat individu tidak pernah Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri yang sejati. Bagaimanapun kepercayaan diri yang dimiliki oleh mahasiswa kemampuan manusia terbatas pada sejumlah Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY hal yang dapat dilakukan dengan baik dan berada dalam kategori sedang dengan nilai rata- sejumlah kemampuan yang dikuasai. Terdapat mahasiswa yang berada dalam Anthony kategori rendah sebanyak 6 mahasiswa dengan presentase 8%. Sebanyak 59 mahasiswa berada dalam kategori sedang dengan presentase 77% dan sebanyak 12 mahasiswa berada dalam kategori tinggi dengan presentase 16%. Kondisi kepercayaan diri yang berada dalam kategori (M. Nur Gufron Rini Risnawita S, 2010: . , berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan sikap dari diri seseorang yang dapat menerima kenyataan, dapat mengembangkan kesadaran diri, berfikir positif, memiliki kemandirian dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai 465 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 segala sesuatu yang diinginkan. Kumaira (M. Nur Gufron & Rini Risnawita S, 2010: . Bimbingan dan Konseling FIP UNY maka, akan menyatakan bahwa kepercayaan diri merupakan semakin rendah tingkat kepercayaan dirinya. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. sebesar 0,298. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepercayaan Bimbingan dan Konseling 2017 FIP UNY interpersonal, karakter dan perubahan fisik, faktor kepribadian. Adanya Hal ini sesuai dengan hasil penelitian mahasiswa akan memiliki sikaa positif pada diri sebelumnya yang dilakukan oleh Frida Ayu sendiri dan sekitasnya, tidak menggantungkan Vebriana . yang berjudul AuHubungan pada orang lain, dan memiliki kemandirian untuk Penerimaan Body Image dengan Kepercayaan Diri yang diinginkan. Tanpa SMK Negeri YogyakartaAy percaya diri mahasiswa tidak dapat mengambil menunjukkan hasil bahwa kepercayaan diri keputusan, melainkan mahasiswa akan merasa dipengaruhi oleh tingkat penerimaan body pesimis dengan apa yang dilakukannya. Sesuai Individu yang memiliki rasa percaya diri pendapat Anthony (M. Nur Gufron & Rini yang tinggi akan cenderung lebih bisa menerima Risnawita S, 2010: . , ber diri sendiri termasuk kepuasan terhadap bagian- pendapat bahwa kepercayaan diri merupakan sikap dari diri bagian tubuh dan seluruh tubuh. seseorang yang dapat menerima kenyataan, dapat Hasil penelitian tersebut sesuai dengan mengembangkan kesadaran diri, berfikir positif, teori Januar dan Putri . alam Wulan, 2014: . yang mengatakan bahwa individu yang memiliki kemampuan untuk memiliki serta mencapai body image positif ditunjukkan dengan beberapa Adapun perilaku, antara lain kepuasan terhadap tubih pendapat dari Kumaira (M. Nur Gufron & Rini yang dimiliki, penerimaan diri terhadap tubuh. Risnawita S, 2010: . , menyatakan bahwa dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap tubuh kepercayaan diri merupakan ciri kepribadian yang dimiliki. Sehingga dapat dikatakan bahwa yang mengandung arti keyakinan terhadap mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2017 FIP kemampuan diri sendiri. UNY yang mempunyai body image positif Selain itu hasil uji hipotesis menunjukkan secara keseluruhan mempunyai perilaku puas nilai adnya hubungan positif yang signifikan terhadap tubuh yang dimiliki, penerimaan diri antara body image dengan kepercayaan diri pada terhadap tubuh, menghargai apa yang dimiliki, mahasiswa Bimbingan dan Konseling FIP UNY. dan merasa nyaman. Hal ini berarti bahwa semakin positif body Mahasiswa yang bisa menerima tubuhnya, image mahasiswa Bimbingan dan Konseling akan merasa menghargai diri sendiri, lebih bisa 2017 FIP UNY, maka akan semakin tinggi mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan lebih percaya diri, sehingga yang menghargai terhadap Sebaliknya. Hubungan antara bodyA. (Rachma Desy K W) 466 kepuasan tubuhnya yang dimiliki akan berusaha berniai positif artinya semakin besar body image maka semakin tinggi kepercayaan diri demikian dapat dikatakan memiliki body image dan sebaliknya. yang positif. Sebaliknya, ketika mahasiswa menilai penampilannya tidak sesuai dengan stadar pribadinya, maka akan rendah tubuhnya Saran Ada sehingga akan muncul perasaan kurang, sering disampaikan sehubungan dengan hasil penelitian kali keadaan tersebut tidak menerima keadaan ini, antara lain: fisiknya seperti apa adnya sehingga body image Bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling menjadi negatif. FIP UNY Mahasiswa Bimbingan SIMPULAN DAN SARAN Simpulan berkontribusi membentuk generasi bangsa Berdasarkan hasil penelitian dan hasil Konseling analisis data yang telah dilakukan diperoleh berpengetahuan luas dan berbudi pekerti kesimpulan sebagai berikut: Oleh karena itu, peneliti menyarankan Hasil kepada para mahasiswa Bimbingan dan mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling agar dapat menginternalisasi dan Konseling 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan membiasakan perilaku-perilaku baik dalam UNY memiiki tingkat body image dengan kategori sedang. Bahwa mahasiswa dengan mengajarkan kepada murid atau konselinya. body image kategori sedang sebesar 74% dan Bagi fakultas kategori tinggi sebesar 26%, sedangkan Berdasarkan untuk kategori rendah sebesar 0%. Hasil mahasiswa program sudi Bimbingan dan pribadi pendidik atau konselor dalam dunia Konseling 2017 Fakultas Ilmu Pendidikan UNY memiliki kepercayaan diri dengan mampu meningkatkan kualitas pribadi para kategori sedang. Bahwa mahasiswa dengan mahasiswa FIP UNY sebagai calon pendidik kepercayaan diri kategori sedang sebesar atau konselor. 77% dan kategori tinggi sebesar 16% sedangkan untuk rendag sebesar 8%. Upaya Bagi Peneliti Selanjutnya Berdasarkan Hasil uji hipotesis memperoleh nilai sig 000 menyarankan kepada peneliti selanjutnya C 0. 05 sehingga hipotesis diterima yaitu agar mampu mempelajari variabel-variabel terdapat hubungan antara body image dengan yang dimungkinkan dapat mempengaruhi kepercayaan diri. Nilai korelasi 0,298 yaitu 467 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Gufron. N & Rini. R . Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Greene. B . Body Image: Perceptions. DAFTAR PUSTAKA Interpretations and Attitudes. New York: Abidin. Z & Musba. Hubungan antara Body Image dengan Kepercayaan Diri pada Remaja Pria yang Melakukan Latihan Andiyati. W . Hubungan Antara Body Image dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas X di SMA Negeri 2 Bantul Edisi Keempat. Journal Bimbingan & Konseling. Body Dissatisfaction in Men. Women and Hartaji. Damar. A . Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa yang Berkuliah dengan Jurusan Prosedur Rineka Penelitian. Cipta Pilihan Orangtua. Skripsi. Universitas Gunadarma. Healey, . Jakarta: Grogan. Body Image: Understanding Children. United Kingdom: Routledge. Fitness. Journal Undip, 3. Arikunto. Nova. Positive Body Image. Australia: The Spinney Press . Husna. L . Hubungan antara Body Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Image dengan Perilaku Diet Penelitian Cipta pada Wanita di Sanggar Senam Rita Pati. Azwar & Saifuddin. Penyusunan Skala Psikolgi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jurnal Psikologi, 2 . Kristanto. H, dkk . Hubungan antara Brink, dkk . Positif Body Image and Sexual Function Dutch Female University Student. The Role of Adulf Romantic Kepercayaan Diri dengan Kecemasan dalam Menyusun Proposal Skripsi. Jurnal Psikologi, 20 . Komara. Hubungan antara Attachment: Springer. Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar Cash. F & Smolak. L . Body Image: A Handbook Science. Practive dan Perencanaan Karir Siswa. Jurnal Psikopedagogis, 5 . , 2301-6167. Prevention. New York: The Guilford Lorraine. B & Jenny. R . Overcoming Press. Body Image Disturbance: Program for Diva, . Pengaruh Experiental Learning Terhadap Kepercayaan Diri dan People with Eating Disorder. New York: Routledge. Kerjasama Tim Remaha. Jurnal Psikologi Indonesia, 3, 237-246. Mardatillah. Pengembangan Diri. STIE Balikpapan: Madani. Fatimah. Psikologi Perkembangan. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Pustaka Setia