E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Tingkat Tundaan Penerbangan Maskapai On Time Performance (OTP) Studi Kasus : Bandara Halim Perdakusuma Jakarta Fitri Suryani, 2Muhammad Edwin Kin Teknik Sipil. Uniersitas Persada Indonesia - YAI. Jakarta E-mail: 1suryani. fitri21@yahoo. com, 2medwinkin16@gmail. ABSTRAK Di era globalisasi ini, segala sesuatu menjadi lebih sederhana, salah satunya adalah transportasi ke tempat yang Transportasi seperti ini harusnya dilakukan lewat darat, laut, atau udara. Untuk mengisi serta meningkatnya minat individu terhadap industri perjalanan menyebabkan kebutuhan akan transportasi massal yang cepat. Untuk situasi ini, transportasi udara melalui pesawat adalah keputusan yang ideal. Selain bisa membawa ribuan penumpang, pesawat juga bisa menjangkau di daerah yang terpencil dengan cepat. Pesawat udara dikatakan mengalami keterlambatan bila minute actual untuk landing lebih lambat dari pada minute schedule yang dijadwalkan. Walaupun terjadi tundaan keberangkatan maupun keterlambatan kedatangan, tetapi maskapai penerbangan biasanya menetapkan suatu durasi waktu tertentu, misalnya 10 menit, yang masih dapat diterima dan dikatakan on time. Jadi bila tundaan keberangkatan atau keterlambatan kedatangan masih lebih kecil dari pada waktu yang masih dapat diterima tersebut, layanan pesawat udara masih dinyatakan sebagai on time. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan seberapa besar Keterlambatan angkutan udara di Bandar Udara Halim PerdanaKusuma Jakarta dan Mengidentifikasi faktor - faktor yang mempengharuhi keterlambatan penerbangan. Penelitian ini lebih meninjau dan terfokus pada sistem kinerja ketepatan waktu maskapai serta penyebab yang berakibat dari tundaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu dengan menggambarkan suatu peristiwa dan kemudian melakukan analisis masalah yang timbul di dalamnya. teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah dengan melakukan survey secara langsung dan pembagian kuesioner pada calon penumpang maskapai di Bandara Halim Perdana Kusuma. Jakarta indonesia. Setelah melakukan penelitian hasil yang didapat adalah Pada pengamatan dari hari ke 1 sampai hari ke 4 ketepatan waktu rata - rata maskapai di bandar halim adalah sebesar 95,43% Ae 96,45% yang dapat di artikan bahwa ketepatan waktu di bandara Halim perdanaskusuma sudah Kemudian tundaan maskapai rata Ae rata adalah sebesar 3,7 Ae 4,6 % dan di artikan bahwa tundaan sejumlah maskapai tersebut minimal. Dan juga Berdasarkan hasil Analisa untuk faktor yang berpengaruhi tundaan maskapai adalah pada variabel sumber daya manusia pada item ke 1 . entang waktu check in dan pengisian bagasi di bandar Udara Halim Perdanakusum. , pengelolaan operasional pada item ke 3 . entang berapa lama waktu penanganan bagasi pesawat pada saat pengambilan bagas. , sarana prasarana pada item ke 1 . entang Seberapa cepat garbarata untuk kelancaran masuk penumpang kedalam pesawa. , dan variable lingkungan pada item ke 1 . entang cuaca (Hujan. Angin,) sangat mempengaruhi jadwal penerbangan, seberapa cepat informasi yang didapat ketika pesawat delay dibandara halim perdanakusuma jakart. Sehingga pengelolaan Angkasa Pura II Halim Perdanakusuma serta Penyedia jasa maskapai lebih mementingkan aspek tersebut. Kata kunci : Transportasi udara, delay. On time Performance ABSTRACT In this era of globalization, everything has become simpler, one of which is transportation to distant places. This kind of transportation should be done by land, sea or air. To fill and increasing individual interest in the travel industry causes the need for fast mass transportation. For this situation, air transportation via plane is the ideal decision. Apart from being able to carry thousands of passengers, planes can also reach remote areas quickly. An airplane is said to be delayed if the actual minute for landing is later than the scheduled minute schedule. Even though there is a delay in departure or a delay in arrival, airlines usually set a certain time duration, for example 10 minutes, which is still acceptable and can be said to be on time. So if the departure delay or arrival delay is still smaller than the acceptable time, the aircraft service is still declared as on time. The aim of this research is to determine the extent of air transport delays at Halim Perdana Kusuma Airport in Jakarta and to identify the factors that influence flight delays. This research reviews and focuses more on the airline's punctuality performance system and the causes that result in these The research method used in this research is a descriptive analysis method, namely by describing an event and then analyzing the problems that arise in it. The data collection technique used in this research was by conducting a direct survey and distributing questionnaires to prospective airline passengers at Halim Perdana Kusuma Airport. Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Jakarta. Indonesia. After conducting research, the results obtained were: In observations from day 1 to day 4, the average timeliness of airlines at Halim airport was 95. 43% - 96. 45%, which can be interpreted as saying that timeliness at Halim Perdanaskusuma airport was maximum. Then the average airline delay is 3. 7 - 4. 6% and this means that the delay for a number of airlines is minimal. And also based on the results of the analysis, the factors that influence airline delays are the human resources variable in item 1 . bout check-in time and baggage loading at Halim Perdanakusuma airpor. , operational management in item 3 . bout how long aircraft baggage handling time take. at the time of baggage clai. , infrastructure in item 1 . bout how fast the bridge is for smooth entry of passengers into the plan. , and environmental variables in item 1 . bout weather . ain, win. which greatly influences flight schedules, how quickly information is received. obtained when the plane was delayed at Halim Perdanakusuma Airport. Jakart. So the management of Angkasa Pura II Halim Perdanakusuma and airline service providers prioritize this aspect. Keyword : Air transportation, tundaan. On time Performance Walaupun terjadi tundaan keberangkatan maupun PENDAHULUAN penerbangan biasanya menetapkan suatu durasi waktu tertentu, misalnya 10 menit, yang masih dapat diterima dan dikatakan on time. Jadi bila tundaan Di era globalisasi ini, segala sesuatu menjadi lebih keberangkatan atau keterlambatan kedatangan masih sederhana, salah satunya adalah transportasi ke lebih kecil dari pada waktu yang masih dapat diterima tempat yang jauh. Transportasi seperti ini harusnya tersebut, layanan pesawat udara masih dinyatakan dilakukan lewat darat, laut, atau udara. Untuk mengisi sebagai on time. Dari latar belakang diatas maka serta meningkatnya minat individu terhadap industri penulis menarik permasalah sebagai berikut: Berapa perjalanan menyebabkan kebutuhan akan transportasi presentase kinerja OTP (On Time Performanc. massal yang cepat. Untuk situasi ini, transportasi maskapai di bandar Udara Halim PerdanaKusuma udara melalui pesawat adalah keputusan yang ideal. Jakarta? Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab Selain bisa membawa ribuan penumpang, pesawat keterlambatan penerbangan? juga bisa menjangkau di daerah yang terpencil dengan cepat seperti yang ditunjukkan oleh Peraturan 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, bandara LANDASAN TEORI udara adalah wilayah darat atau perairan yang berpotensi dengan batas tertentu yang digunakan Pengertian Kegiatan Transportasi sebagai tempat mendarat dan lepas landas pesawat Masyarakat dalam melakukan setiap kegiatannya udara, lepas landas penumpang, bongkar muat tidak dapat dipisahkan dari transportasi, baik untuk barang, dan tempat perpindahan antar moda . dilengkapi dengan fasilitas kesehatan memindahkan manusia itu sendiri. Transportasi dan keamanan penerbangan, serta fasilitas penting merupakan ciptaan kedua yang paling menonjol dan fasilitas pendukung lainnya. fasilitas pokok setelah perkembangan alfabet atau biasa disebut bandar udara terdiri dari fasilitas sisi udara, fasilitas tulisan, tulisan merupakan pengembangan bangsa sisi darat fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas alat Romawi dan telah mengalami kemajuan dalam bantu pendaratan visual, dan fasilitas komunikasi kehidupan manusia. Menurut Salim . Setiap maskapai memiliki jadwal transportasi adalah suatu tindakan memindahkan Pesawat udara beroperasi sesuai dengan barang . dan penumpang dari satu tempat ke waktu yang telah dijadwalkan tersebut. Jadwal tempat yang lain. Di Dalam transportasi ada dua penerbangan harian pesawat udara atau biasa disebut komponen yang terpenting: minute schedule merupakan waktu yang telah Pemindahan / Pergerakan (Movemen. dijadwalkan bagi suatu pesawat udara untuk take off Secara fisik benar mengubah tempat dari barang di kota asal dan landing di kota tujuan. Sedangkan komoditi dan penumpang ke tempat lain. minute actual merupakan waktu sebenarnya yang Sementara itu, menurut Nasution . dialami pesawat udara pada saat take off di kota asal pengangkutan atau transportasi adalah pemindahan dan landing di kota tujuan. Pada saat berangkat dari barang dan orang dari titik awal sampai tujuan. Siklus kota asal, pesawat udara dikatakan mengalami transportasi terdiri dari perkembangan dari titik awal, tundaan pada saat keberangkatan bila minute actual dari mana gerakan transportasi dimulai, menuju ke saat pesawat udara takeoff lebih lambat dari pada tempat tujuan, dimana pergerakan transportasi minute schedule untuk take off yang dijadwalkan. Hal Alasan pengangkutan tersebut adalah agar yang serupa bila pesawat udara terlambat tiba di kota nilai barang menjadi lebih berharga dari pada di Pesawat udara dikatakan mengalami tempat asalnya. Transportasi menawarkan beberapa keterlambatan bila minute actual untuk landing lebih manfaat sebagai utilitas tempat . lace utilit. dan lambat dari pada minute schedule yang dijadwalkan. utilitas waktu . ime utilit. Utilitas ini didapat ketika Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 37817/jurnalmenara. barang dagangan telah dipindahkan ke tempat yang membuat nilai produk lebih tinggi, dan dapat digunakan tepat pada saat barang dibutuhkan. Sementara itu, menurut Nasution . pengangkutan adalah pemindahan barang dan orang dari tahap awal ke titik tujuan. Siklus transportasi terdiri dari perkembangan transportasi dari tahap awal, dari mana pengerakan kendaraan dimulai, sampai tujuan, dimana pergerakan pengiriman barang Pengertian Bandar Udara Sesuai UndangUndang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, bandara udara adalah wilayah darat atau perairan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pesawat udara untuk mendarat dan lepas landas, lepas landas penumpang, memuat dan memindahkan barang, serta berpindah tempat. perpindahan intra dan antar moda transportasi, dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan kantor pendukung lainnya. Suharno . menyatakan bahwa bandara udara adalah suatu landasan pacu yang digunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keamanan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan moda transportasi Bandar udara adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan terminal udara dan berbagai kegiatan dalam melakukan unsur kesejahteraan, keamanan, kesempurnaan, dan efisiensi lalu lintas pesawat udara, penumpang, barang atau pos, pembangunan intra dan antar moda serta perluasan pembangunan masyarakat dan daerah (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbanga. On Time Performance (OTP) dan delay tidak bisa dipisahkan, karena penundaan adalah sesuatu yang bertentangan dengan On Time Performance (OTP). On Time Performance sedangkan penundaan dimaklumi dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Penundaan adalah waktu perbedaan antara waktu penerbangan atau waktu pelaksanaan yang diatur dan waktu lepas landas atau waktu pelaksanaan yang sebenarnya. Sementara itu. Eurocontrol . , delay is the time lapse which occurs when a planned event does not happen at the planned time. Penundaan adalah rentang waktu yang terjadi ketika kenyataan tidak sesuai dengan waktu yang diatur baru-baru ini. Maskapai penerbangan harus mengutamakan faktor ketepatan waktu, karena ketepatan waktu merupakan salah satu hal penting bagi penumpang. Setiap maskapai yang beroperasi di Indonesia harus terus dinilai oleh otoritas publik agar komponen On Time Performance (OTP) dapat terus berkembang. Untuk mengetahui unsur penundaan melalui sarana pengangkut, maka otoritas publik membuat pedoman Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 mengenai pembayaran yang harus diterima oleh pengguna jasa angkutan, secara definitif sesuai Peraturan Menteri Transportasi Nomor 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara dan Penumpang Angkutan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Kewajiban Bagi Pengangkut Angkutan Udara, berhak untuk mendapatkan pembayaran dari pengangkut dalam hal penerbangan terlambat atau tidak tepat Direktorat Perhubungan Udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yang mempunyai tanggu jawab untuk mengamati dan menilai ketepatan waktu pelaksanaan semua angkutan umum terencana, mempunyai rumus untuk melaksanakan ketepatan waktu penerbangan (OTP), khususnya dengan PersentaseTepat Waktu: OTP = Penerbangan Yang Tepat Waktu Rencana Penerbangan x 100%8 Pengertian Maskapai Penerbangan Transporter berasal dari bahasa Belanda yaitu AumaatschappijAy yang berarti Auperkumpulan/organisasiAy, sedangkan penerbangan mempunyai arti penting, yaitu: suatu kesatuan struktur yang terdiri dari pemanfaatan wilayah udara, pesawat terbang, terminal udara, angkutan udara, jalur penerbangan, keamanan dan permintaan, lingkungan, serta kantor pendukung lainnya dan kantor-kantor public lainnya. Menurut R. Damardjati, pengangkut adalah badan usaha swasta atau milik pemerintah yang secara tegas memberikan penyelenggaraan angkutan udara kepada penumpang umum, baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan Penerbangan yang dipesan mengikuti kursus penerbangan dengan mempertimbangkan rencana waktu tetap, komunitas perkotaan yang objektif, dan mengunjungi komunitas perkotaan. Untuk sementara, penerbangan yang tidak direncanakan adalah kebalikannya, dengan waktu, rute, serta komunitas perkotaan yang objektif dan kunjungan yang bergantung pada kebutuhan dan permintaan penyewa. (Widadi A. Suwarn. , kapal induk atau pesawat udara adalah pesawat udara yang memindahkan penumpang dan barang-barangnya, transfer . , dan barang pos . melalui pesawat. Sesuai dengan pengaturan Peraturan Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan Pasal 1 ayat . , angkutan udara adalah badan usaha angkutan udara, pemegang izin usaha angkutan udara yang melakukan kegiatan usaha angkutan udara sesuai dengan pengaturan peraturan ini serta unsur usaha selain badan usaha angkutan udara yang masuk dalam perjanjian kerjasama usaha angkutan udara. Pengangkut dalam angkutan udara adalahsuatu badan yang mendapat izin pekerjaan dari bandan umum untuk mengunakan pesawat terbang umum dengan biaya tertentu. Pengertian Tertunda Penerbangan E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 (Dela. Penerbangan yang ditangguhkan atau sering disebut Penerbangan Ditunda adalah penundaan penerbangan yang dilakukan melalui operator dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. "Menurut Muzali Arif, penundaan penerbangan adalah maskapai penerbangan yang menunda lepas landas dari jadwal yang telah ditentukan karena masalah internal dan eksternal. " Dalam hal terjadi keterlambatan biasanya penumpang mengetahui adanya penundaan penerbangan secara tiba-tiba meskipun peringatan penundaan tersebut tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba sebab akan sangat merugikan penumpang, maka selanjutnya dalam pasal 37 KM No. 25 Tahun 2008 ditentukan bahwa setiap penerbangan perusahaan angkutan yang Denpasar. Malang. Medan. Padang. Batik Pekanbaru. Surabaya. Samarinda. Air Semarang. Solo. Citilink Medan. Padang. Palembang. Pekanbaru,Semarang. Ambon. Surabaya. Malang Susi Air Cilacap. Pangandaran. CirebonCakrabhuwana dipesan harus memberitahukan maksud penangguhan tersebut kepada penumpang yang direncanakan secara langsung atau melalui media pengumuman selambat-lambatnya 45 . mpat puluh lim. menit sebelum jadwal keberangkatan. Atau dari kapan penundaan pertama diketahui. Beberapa Penyebab terjadi keterlambatan penerbangan adalah sebagai Kekecewaan sistem kerja. Keterbatasan fungsional. Kondisi khusus. Perilaku penumpang Hasil dari penangguhan dan pembatalan penerbangan dapat berdampak buruk bagi klien calon penumpang penerbangan baik dalam hal waktu dan biaya sehingga banyak orang merasa bingung dan Mengenai resiko pengangkut kepada penumpang karena penundaan, ia tetap bertanggung jawab terhadap penumpang yang mengalami kegagalan karena kerlambatan dalam pengakutan penumpang, diharapkan pengangkut udara tetap bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh penundaan pengangkutan penumpang, barang atau produk, kecuali jika ada kepentingan lain dari perusahan pengangkut. Hal itu telah diatur dalam Pasal 10 Peraturan mentri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Komitmen Angkutan Udara dalam regulasi penerbangan melihat gaji telah diatur dalam pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan nomor KM No. 25 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan angkutan udara bagi penumpang. 37817/jurnalmenara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu dengan menggambarkan suatu peristiwa dan kemudian melakukan analisis masalah yang timbul di dalamnya. teknik pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah dengan melakukan survey secara langsung dan pembagian kuesioner pada calon penumpang maskapai di Bandara Halim Perdana Kusuma. Jakarta indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Gambaran Umum Obyek Bandar Udara Halim Perdana Kusuma juga dikenal sebagai bandara Halim, yang terletak di jakarta Timur, provinsi Jakarta di indonesia, dekat dengan Pusat Pemerintah Indonesia. Bandara ini dinamai Pahlawan Nasional Indonesia Abdul Halim PerdanaKusuma. Selain itu bandara halim juga digunakan sebagai penerbangan domestik untuk layani penumpang, bandara ini juga berfungsikan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I. Tabel 4. 1 Maskapai Penerbangan Dan Tujuan Sumber: Data AP II Bandar Udara Halim PerdanaKusuma Jakarta 2023 Dari Tabel yang diatas menunjukan bahwa penerbangan maskapai dan tujuan bandara udara Halim Perdanakusuma jakarta terlihat bahwa ada 3 maskapai yang beroperasi di Bandara Halim. yaitu maskapai Batik Air yang beroperasi di Surabaya. Palembang,pekanbaru. Bengkulu. Denpasar Malang. Medan. Padang dan Yogyakarta, selain itu maskapai Citilink juga beroperasi Solo. Surabaya. Palembang. Bengkulu,Denpasar. Medan. Malang, dan YogyakartaAe Adisutjipto, selain kedua maskapai tersebut ada maskapai Susi Air yang beropersai di Cilacap. Pangandaran. Cirebon-Cakrabhuwana sehingga total maskapai yang beropersai di bandara Halim Perdanakusuma yaitu sebanyak 3 maskapai. METODOLOGI Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Tabel 4. 2 waktu tundaan maskapai bandara halim perdanakusuma jakarta DAFTAR PENERBANGAN MASKAPAI Hari ke - 1 Jumla Nama Keberangk Tujuan call tipe Maskapai SOC (Sol. ID A-320 MLG ID A-320 Batik Air (Malan. KNO ID A-320 (Meda. YIA ID A-320 (Yogyakart. SUB ID A-320 (Surabay. PDG ID A-320 PKU ID A-320 (Pekanbar. YIA QG A-330 (Yogyakart. PDG QG A-330 Citilink (Padan. PLM QG A-330 (Palemban. MLG QG A-330 (Malan. DPS QG A-330 (Denpasa. YIA QG A-330 (Yogyakart. SUB QG A-320 CXP SI C208B Susi Air (Cilaca. CJN SI PC-6 (Pangandara 7232 Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 Waktu Aktual presentase Presenta Penerbangan OTP % se Delay % E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. DAFTAR PENERBANGAN MASKAPAI Hari ke - 2 Jumlah Nama Keberangkat Tujuan call tipe Maskapai SOC (Sol. MLG (Malan. 1 Batik Air KNO (Meda. YIA (Yogyakart. SUB (Surabay. PDG . PKU (Pekanbar. YIA (Yogyakart. PDG (Padan. Citilink 3 Susi Air PLM (Palemban. MLG (Malan. DPS (Denpasa. YIA (Yogyakart. SUB CXP (Cilaca. CJN (Pangandara. ID A-320 ID A-320 ID A-320 ID A-320 ID A-320 ID A-320 ID A-320 QG A-330 QG A-330 QG A-330 QG A-330 QG A-330 QG A-330 QG A-320 SI C208B SI PC-6 Waktu Aktual Penerbangan presentase Presentas OTP % e Delay % Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. DAFTAR PENERBANGAN MASKAPAI Hari ke - 3 Jumlah Nama Tujuan call tipe Keberangk Waktu Aktual Penerbangan Maskapai Batik Air Citilink Susi Air SOC (Sol. MLG (Malan. KNO (Meda. YIA (Yogyakart 7539 SUB (Surabay. PDG PKU (Pekanbar. YIA (Yogyakart 1105 PDG (Padan. PLM (Palembang 0088 MLG (Malan. DPS (Denpasa. YIA (Yogyakart 1107 SUB CXP (Cilaca. CJN (Pangandar 7232 presentase Presentase OTP % Delay % A320 A320 A320 A320 A320 A320 A320 A330 A330 A330 A330 A330 A330 A320 C20 PC6 sumber: hasil observasi peneliti 2023. Tabel di atas menerangkan bahwa presentase OTP (On Time Performanc. di bandar udaraHalim PerdanaKusuma Jakarta dengan perhitungan presentase OTP sebagai bertikut: ycCycNycE ( yayceycyceycyycaycycaycu ycOycaycoycyc ) Waktu Keberangakatan Rencana Waktu Aktual Penerbangan ycU 100% Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Contoh perhitungan: yayceycoycayc ( ycNycycuyccycaycaycu ) = 100 % Oe 93% = 7 % ycCycNycE ( yayceycyceycyycaycycaycu ycOycaycoycyc ) = 10. 2 Waktu tundaan maskapai ycU 100% = 93% Kondisi waktu tundaan pesawat dilokasi penelitian memperlihatkan hasil observasi dalam bentuk nilai dan waktu tundaan rata-rata tiap maskapai perhari disajikan dalam tabel 4. 3 sebagai berikut: Kemudian juga terdapat waktu Presentase delay yang di mana menggunakan rumus sebagai berikut: yayceycoycayc ( ycNycycuyccycaycaycu ) = 100 % Oe ycEycyceycyceycuycycaycyce ycCycNycE Contoh perhitungan: Tabel 4. 3 waktu tunda rata-rata maskapai bandara udara halim perdanakusuma Maskapai Batik Air Citilink Susi Air Total Penerbangan Sumber: Hasil olahan peneliti 2023 Waktu Rata-rata Tundaan Keberangkatan Maskapai Penerbangan (%) Hari ke - 1 (%) Hari ke - 2 (%) Hari ke - 3 (%) Hari ke - 4 (%) 7,5-1,9-5,95,7- 4,9-1,9-2,65,1- 6,6-2,7-3,17,5- 5,2-0,8-2,65,1- 4,9-7,5-5,2 5,7-5,9-5,9 5,2-7,4-5,7 5,7-5,9-6,3 4,4-8,5-3,93,1- 7,5-5,7-2,62,3- 5,2-3,1-2,53,1- 6,3-5,7-3,10,8- 5,2-2,3-2,5 5,9-3,4-2,5 1,3-3,4-2,2 7,6-3,4-5,2 4,6-4,9 7,5-4,3 4,9-2,2 8,4-3,0 4,69 Persentasi 4,8 Persentasi rata-rata tundaan . maskapai batik Air. Citilink dan Susi Air di bandaraudara Halim perdanakusuma Jakarta melihat total persentasii penerbang tundaan . Grafik 4. 1 Persentase Delay Penerbangan DATA PRESENTASE PENERBANGAN DELAY MASKAPAI PRESENTASE % Hari Selasa Sumber: Hasil olahan peneliti 2023 Hari Rabu Hari Kamis Hari Jumat Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. pada hari Selasa sebesar 4,875%, menurun di hari Rabu menjadi 4,606% kemudian terjadi penurunan pada hari Kamis menjadi 3,71% dan meningkat pada hari Jumat sebesar 4,69% dari seluruh penerbangan dalam sehari sehingga dapat di jelaskan dari ke tiga maskapai yang beroperasi di bandara udara Halim Perdanakusuma Jakarta mengalami rata - rata tundaan keberangkatan 4,41% hal ini menandakan bahwa dari sisi pelayanan masi menunjukankondisi yang perlu di perbaiki di antaranya dari sisi sumber daya manusia, pengelolahan operasional, sarana dan prasarana dan lingkungan di bandar udara Halim PerdanaKusuma Jakarta. Persentasi keberangkatan 3 maskapai di bandar udara Halim PerdanaKusuma Jakarta menunjukan bahwa total persentasi pada hari Selesa sebesar 95,43% dan pada hari Rabu terjadi penurunan yaitu 95,18% dan kembali meningkat pada hari ke Kamis 95,31% dan pada hari ke Jumat kembali terjadi peningkatan 96,45%. Dari persentasi tersebut menunjukan rata-rata keberangkatan maskapai menunjukan peningkatan yang baik dari hasil persentasi rata-rata menunjukan sebesar 95%. Hal ini menandakan bahwa pelayanan di bagian sumber daya manusia,pengelolaan operasional, sarana dan prasarana dan lingkungan telah menunjukan value/nilai bagi para calon penumpang yang mengunakanjasa penerbangan maskapai di bandar udara Halim Perdanakusuma Jakarta. 4 Uji validitas dan reliabilitas 3 Persentasi ketepatan waktu Maskapai Halim PerdanaKusuma Jakarta Kondisi keberangkatan pesawat di lokasi penelitian diberoleh hasil survei dalam bentuk nilai dan waktu ketepatan rata-rata tiap maskapai perhari disajikan dalam tabel 4. 4 sebagai berikut: Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner, maka perlu dilakukan uji validitas, dan reliabilitas untuk dilakukan analisis data. Setelah data terkumpul dan dinilai sesuai dengan kondisi jawaban yang Tabel 4. 4 waktu rata-rata ketepatan penerbangan menggunakan analisis statistik dengan program keberangkatan maskapai bantu (SPSS . , maka terlebih dahulu diuji item pertanyaan yang ada pada seluruh variabel Waktu Rata-rata Ketepatan Penerbangan Keberangkatan Maskapai (%) Maskapai Penerbangan Hari ke - 1 Hari Dari ke - 2hasil perhitungan Hari ke - 3(%) Hari ke - 4(%) dapat dibandingkan (%) (%) r tabel, dan ketentuannya adalah sebagai berikut 93-98-94-9495-98-9793-97-97-9395-99-97-95pada uji validitas sebagai berikut ini. Batik Air 95-93-95 95-94-94-94 95-93-94 94-94-94 Bila r hitung > r tabel : berarti valid. Bila r95-93-98-97hitung < r tabel : berarti tidak valid. pada uji 96-91-96-9793-94-9794-94-97-99Citilink 95-98-98 98-94-97-98 reliabilitas 94-97-98 sebagai berikut ini. 92-97-95 Bila r alpha > 92-97 r table : berarti reliabel. Susi Air Bila r tabel : berarti tidak reliabel Total Persentasi Penerbangan 95,43 95,18 95,31 96,45 Sumber Sumber: Hasil olahan peneliti 2023 1 Uji Validitas Grafik 4. 2 Persentase ketepatan waktu penerbangan maskapai PRESENTASE RATA-RATA KETEPATAN WAKTU 1 MASKAPAI . n time performanc. Presentase % Hari Rabu Hari Kamis Uji validitas mengunakan program SPSS 26, mengunakan teknik korelasi bivariate pearson untuk menguji validitas data dalam penelitian. Valid atau tidak valid suatu item instrumen penelitian dapat dilihat hasil nilai total item korelasi pada moment Pearson pada level signifikansi 5% . Bila probabilitas hasil korelasi lebih kecil dari 0,05 . %) maka item variabel penelitian dinyatakan valid dan sebaliknya bila probabilitas hasil korelasi lebih besar dari 0,05 . %) maka item veriabel penelitian dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2. Hari Selasa Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 Sumber: Hasil olahan peneliti 2023 Hari Jumat E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Tabel 4. 5 Hasil Uji Validitas Variabel Item Sumber Pengelolaan Operasional Sarana dan Prasarana Lingkungan Nilai signifikan. Hitun. r = Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : hasil olahan data SPSS 26 Tabel diatas menunjukkan semua item instrumen dari pertanyaan pertama sampai pertanyaan trakhir memiliki nilai signifikansi kurang dari 0,05. %). Maka seluruhpertanyaan di kuisioner adalah valid dan dapat digunakan untuk memperoleh data penelitian ini. 2 Uji Reabelitas Semua pertanyaan variabel pada koesioner penilitian adalah veriabel. Dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini maka bisa dikatakan koesioner yang digunakan untuk penelitian adalah koesioner yang baik. selanjutnya indikator variabel di uji dengan alat bantu program SPSS 26 dapat diukur rebelitas yaitu uji statistik cronbachAos alpha > 0,60 . ahmawati A, dkk 2. Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Tabel 4. 6 Uji Re Variabel cronbach's alpha Item pertanyaan Sumber daya manusia Pengelolaan operasional Sarana dan prasarana Lingkungan Sumber: hasil olahan data SPSS 26 Berdasarkan Tabel 4. 6 di atas terlihat bahwa pertanyaan kuesioner memperoleh nilai Alpha Cronbach di atas > 0,60. Ini artinya semua pertanyaan kuesioner yaitu reliabel. Dengan demikian keseluruhan pertanyaan kuesioner dapat digunakan untuk memperoleh data penelitian. 5 Distribusi Frekuensi Variabel Untuk melihat memperoleh responden terhadap setiap pernyataan dalam koesioner dapat melihat sebagai berikut. Tabel 4. 7 Frekuensi variabel sumber daya manusia Dari tabel 4. 8 frekuensi variabel pengelolaan Frekuensi jawaban dan persentasi (%) Mean item satu Sangat lama Lama Cepat operasionalSangat Cepatnilai mean untuk % . 3,91% . sebesar 3,53% dan untuk item dua dan item tiga . 3,56 %, itemempat . 3,86 % dan item lima . 6 3,84 %. Hal 0 ini menunjukan 59 bahwa 67 mengenai dengan item pertanyaan yang memiliki nilai atau 21 yang palin angka mean adalah lama 0 bagasi3. waktu pengurusan atau masalah lainnya dibandara Halim17. Perdanakusuma 82 Jakarta. Sumber : hasil olahan data SPSS 26 Dari frekuensi variable sumber daya manusia yang telah di tunjukan lewat tabel 4. telah di ketahui bahwa nilai mean dari masing-masing item pertanyaan rata-rata adalah untuk item pertanyaan satu . sebesar 3,59 % dan item pertanyaan dua . sebesar 3,67 % dan item tiga . 3,96 % item empat . 3,80 % dan item pertanyaan ke lima . 3,82 %, dari kelima item pertanyaan variabel sumber daya manusia menunjukan angka yang paling tinggi adalah item pertanyaan ke tiga yaitu 3,96 % hal ini menunjukan bahwa pendapat reseponden terhadap kinerja ATC belum menunjukan pelayanan yang memuaskan ketika maskapai melakukan lepas Tabel 4. 8 Frekuensi variable pengelolaan Frekuensi jawaban dan persentasi (%) item Sangat Lama Cepat Sangat Cepat 3 12 12. Sumber : hasil olahan data SPSS 26 Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 Mea E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 37817/jurnalmenara. Frekuensi jawaban dan persentasi (%) ite Sangat La Cep Sangat m lama Cepat F % % F 1 1 1. 0 4 40. 2 4 4. 0 4 43. 3 7 7. 0 4 43. 4 4 4. 5 -1 15. 0 4 47. Tabel 4. 9 Frekuensi variabel sarana dan prasarana Sumber: hasil olahan data SPSS 26 Frekuensi variabel sarana dan prasarana yang ditunjukan lewat untuk item satu . nilai mean 3. 79% untuk item pertanyaan ke dua . 3,73% item yang ketiga . 48 %, item pertanyaan ke empat . 29%, dan item pertanyaan ke lima . Frekuensi jawaban dan persentasi (%) Sangat lama Lama Cepat Tabel 4. 10 Frekuensi variabel 23%, hal ini menunjukan bahwa dari ke lima item pertanyaan untuk variabel sarana dan prasarana mendapatkan nilai atau angka yang paling tertinggi adalah item ke empat . pada penilaian Troley dibandara penerbanggan maskapai yang berada di bandara udara belum tepat penanganan waktu keberangkatan. KESIMPULAN Setelah melakukan penelitian Analisis Ketepatan Waktu Penerbangan Maskapai (On Time Performanc. Bandar Udara Halim Perdanakusuma sebagai berikut: Sangat Cepat Mean Dalam Pasal 10 Peraturan mentri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Komitmen Angkutan Udara yang memuat. Penundaan lebih dari 4 . jam akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp. 00,00 . per Penumpang. Dan Pembayaran . %) diberikan dengan asumsi apabila pengangkut menawarkan tujuan lain yang paling dekat dengan tujuan penerbangan terakhir. Pada Pengamatan dari hari ke 1 sampai ke 4 ketepatan waktu rata rata maskapai di bandar halim adalah sebesar 95,43% Ae 96,45% yang dapat di artikan bahwa ketepatan waktu di bandara Halim perdanaskusuma sudah maksimal. Kemudian tundaan maskapai rata Ae rata adalah sebesar 3,7 Ae 4,6 % dan di artikan bahwa tundaan sejumlah maskapai tersebut Jurnal Menara Vol 12 No 2 Juni 2024 37817/jurnalmenara. E-ISSN : 3032-3975 P-ISSN : 1411-3651 Bogor: GhaliaIndonesia Pengkajian Keterlambatan Penerbangan dan Hak Konsumen Tahun 2006. Berdasarkan hasil Analisa untuk faktor yang berpengaruhi tundaan maskapai adalah pada variabel sumber daya manusia pada item ke 1 . entang waktu check in dan pengisian bagasi di bandar Udara Halim Perdanakusum. , pengelolaan operasional pada item ke 3 . entang berapa lama waktu penanganan prasarana pada item ke 1 . entang Seberapa cepat garbarata untuk kedalam pesawa. , dan variable lingkungan pada item ke 1 . entang cuaca (Hujan. Angin,) sangat mempengaruhi jadwal penerbangan, seberapa cepat informasi yang didapat ketika pesawat delay dibandara halim perdanakusuma Sehingga Angkasa Pura II Peraturan Menteri Perhubungan No. KM. 25 tahun 2008 tentangPenyelenggaraan Angkutan Udara. Salim. Drs. Manajemen Transportasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta Suharno. Dr. Manajemen dan Perencanaan Bandar Udara. Jakarta: Rajawali Pers Yimga. Jules. Airline On Time Performance and its Effects on Consumer Choice Behavior. United States: Science Direct Data Angkasa Pura II bandara Halim PerdanaKusuma Jakarta Halim Perdanakusuma serta Penyedia jasa maskapai lebih mementingkan aspek DAFTAR PUSTAKA