Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ANALISIS MENJADI WARGA DUNIA BUKU BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V BERDASARKAN KELAYAKAN BSNP Gilang Nafis Adyatma1. Panca Dewi Purwati2. Fadhilah Shafa Lina Zahratunisa3. Syifa Rachma Puspita4. Salma Kurnia Ashari5. Alya Rhida Khalisa6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Email: fadhilahlina90@students. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan isi tema "Menjadi Warga Dunia" dalam buku Bahasa Indonesia kelas V SD berdasarkan standar Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Metode yang digunakan adalah analisis dokumen dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sumber data utama dari buku teks Bahasa Indonesia kelas V terbitan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi tahun 2021. Analisis dilakukan terhadap empat aspek kelayakan isi menurut BSNP, yaitu kesesuaian materi dengan kompetensi dasar, kedalaman dan keluasan materi, kebenaran konsep, serta relevansi dengan perkembangan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema "Menjadi Warga Dunia" mencerminkan nilai-nilai global seperti toleransi, kerja sama, dan kepedulian sosial. Namun, terdapat kekurangan dalam integrasi nilai global dengan konteks lokal dan terbatasnya keragaman sumber bacaan. Buku ini dinilai cukup layak digunakan sebagai bahan ajar, tetapi membutuhkan perbaikan pada aspek pengayaan materi dan kegiatan pembelajaran agar lebih kontekstual dan mendukung pemahaman global siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan teks bacaan yang lebih variatif dan aktivitas pembelajaran yang mampu mengaitkan nilai-nilai global dan lokal secara integratif, guna mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 serta penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik. KATA KUNCI: BSNP 1. buku teks 2. kelayakan isi 3. siswa SD 4. warga dunia 5 ABSTRACT: This study aims to analyze the feasibility of the content of the theme "Becoming a World Citizen" in the Indonesian language book for grade V elementary school students based on the standards of the National Education Standards Agency (BSNP). Using the document analysis method with a descriptive qualitative approach, this study took the main data source from the grade V Indonesian textbook published by the Ministry of Education. Culture. Research and Technology in 2021. The analysis was conducted on four aspects of content eligibility according to BSNP, namely the suitability of the material with the basic competencies, the depth and breadth of the material, the correctness of the concept, and the relevance to the development of students. The results show that the theme "Becoming a World Citizen" reflects global values such as tolerance, cooperation, and social care. However, there were shortcomings in the integration of global values with the local context and the limited diversity of reading sources. This book is considered feasible enough to be used as teaching material, but requires improvement in the aspects of material enrichment and learning activities to be more contextualized and support students' global understanding. Therefore, this study recommends the development of more varied reading texts and learning activities that are able to link global and local values integratively, to support the achievement of 21st century competencies and strengthening character education for students. KEYWORDS: BSNP 1. content appropriateness 3. primary school students 4. PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan jenjang awal dalam sistem pendidikan formal yang memegang peranan sangat penting dalam membentuk dasar karakter, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Sebagai fondasi bagi jenjang pendidikan selanjutnya, pendidikan dasar tidak hanya bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung . , tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Bahasa merupakan hal penting yang perlu dipelajari karena bahasa mempunyai fungsi dan peranan esensial dalam kehidupan manusia. Fungsi bahasa yang utama yaitu sebagai alat komunikasi yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 digunakan oleh setiap manusia dalam kehidupannya, pada umumnya seluruh kegiatan selalu melibatkan untuk berinteraksi Seseorang dapat mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, keinginan, dan menyampaikan informasi melalui bahasa sehingga bahasa merupakan sarana komunikasi yang utama (Yadafle. Putra, & Hafid, 2020, hlm. Tantangan ini tidak lagi bersifat lokal, tetapi telah menjangkau ranah global yang kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, peserta didik perlu menguasai kompetensi abad ke-21 seperti literasi digital, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan komunikasi yang efektif, serta kecakapan kolaboratif lintas budaya. Kompetensikompetensi tersebut merupakan bekal penting dalam menyikapi globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat serta membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan (Ristiantita et al. , 2. Dalam menghadapi tantangan tersebut, pendidikan dasar harus diarahkan tidak sekadar sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai karakter, keterampilan sosial, serta sikap adaptif terhadap perubahan zaman. Pendidikan yang menekankan pada pengembangan karakter dan kompetensi global akan melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bersikap dan bertindak sebagai bagian dari masyarakat dunia. Hal ini menuntut adanya transformasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum serta pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Kurikulum dan bahan ajar di tingkat sekolah dasar, dalam konteks ini, memegang peranan penting dalam membentuk wawasan dan karakter peserta didik. Kurikulum 2013, yang direvisi pada tahun 2017, menekankan pentingnya pembelajaran yang holistik, integratif, dan kontekstual. Kurikulum ini mengedepankan pendekatan yang memadukan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara seimbang. Salah satu ciri khas dari kurikulum ini adalah adanya penguatan pada nilai-nilai kemanusiaan seperti toleransi, empati, dan kesadaran multikultural. Hal ini dilakukan melalui pendekatan pembelajaran tematik integratif yang menghubungkan antar-mata pelajaran dalam satu tema besar yang relevan dengan kehidupan nyata siswa (Sinaga et al. , 2. Dalam konteks pendidikan kewargaan global, pendekatan ini menjadi sangat strategis, terutama dalam membentuk peserta didik yang sadar akan keberagaman, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi bagian dari komunitas global yang inklusif dan berdaya saing. Salah satu materi dalam buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V, khususnya pada Bab V yang berjudul AuMenjadi Warga DuniaAy, mencerminkan upaya integratif tersebut. Bab ini tidak hanya mengajarkan keterampilan berbahasa secara teknis, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai yang berkaitan erat dengan kesadaran Materi dalam bab ini disusun dengan mengangkat isu-isu yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, seperti pentingnya kerja sama antarbangsa, penghargaan terhadap perbedaan budaya, serta kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan Pengintegrasian nilai-nilai ini sangat strategis untuk membangun kesadaran multikultural dan global sejak usia dini (Sinaga et al. , 2. Dengan demikian, pembelajaran bahasa tidak hanya menjadi sarana penguasaan kompetensi komunikatif, tetapi juga menjadi alat transformasi nilai dan sikap peserta didik terhadap lingkungan sosial yang lebih luas. Namun demikian, keberhasilan penyampaian nilai-nilai tersebut sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kelayakan buku teks yang digunakan. Buku teks memiliki posisi penting sebagai sumber utama dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Oleh karena itu, buku teks harus memenuhi standar kelayakan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Standar tersebut mencakup empat aspek utama, yaitu: . kesesuaian isi materi dengan kompetensi dasar yang ditentukan dalam . kedalaman dan keluasan materi yang memadai untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif. kebenaran konsep dan fakta yang disampaikan. relevansi materi dengan perkembangan psikologis dan sosial peserta didik (Sijabat et al. , 2. Evaluasi terhadap keempat aspek ini menjadi sangat penting untuk menjamin bahwa buku teks tidak hanya layak secara konten, tetapi juga memiliki daya dukung yang kuat terhadap tujuan pembelajaran dan pengembangan karakter siswa. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kelayakan isi buku teks sangat berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Misalnya, studi yang dilakukan oleh Sijabat et al. menunjukkan bahwa kedalaman materi yang sesuai dengan tahapan kognitif siswa dapat meningkatkan pemahaman yang menyeluruh terhadap konsep yang diajarkan. Selain itu, relevansi materi dengan konteks kehidupan peserta didik juga terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan aplikasi materi dalam kehidupan sehari-hari. Buku teks yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap kelayakan isi Bab V AuMenjadi Warga DuniaAy dalam buku Bahasa Indonesia kelas V SD/MI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi tahun 2021. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi sejauh mana materi dalam bab tersebut memenuhi keempat kriteria kelayakan isi menurut BSNP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode analisis dokumen. Analisis ini mencermati bagaimana struktur, konten, dan penyajian materi disusun serta sejauh mana nilai-nilai global diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah memberikan gambaran yang objektif, menyeluruh, dan kritis terhadap kualitas isi materi Bab V, baik dari aspek keakuratan konsep, relevansi terhadap konteks global, maupun kesesuaiannya dengan tahap perkembangan peserta didik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi pengembangan buku teks yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Lebih dari itu, hasil evaluasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap upaya penguatan pendidikan karakter dan literasi global melalui pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. Dengan demikian, pendidikan dasar tidak hanya menjalankan fungsi sebagai sarana untuk mentransfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga menjadi medium yang strategis dalam proses pembentukan kepribadian, nilai, dan sikap peserta didik sebagai calon warga dunia yang inklusif, berdaya saing, dan berbudaya. Peran buku teks dalam mendukung tujuan ini menjadi sangat vital dan perlu mendapat perhatian serius, baik dari kalangan pendidik, penyusun kurikulum, maupun pemerintah selaku penyedia kebijakan dan sarana pendidikan (Ristiantita et al. , 2024. Sinaga et al. , 2024. Sijabat et , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali dan memahami makna yang mendalam dari fenomena yang diteliti, khususnya dalam konteks analisis Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 buku ajar. Metode ini menekankan pada pemahaman holistik dan kontekstual atas objek Menurut Sugiyono 2019. Sukmawati dan Utami . , metode kualitatif berlandaskan pada filosofi post-positivisme yang melihat kenyataan sebagai sesuatu yang kompleks, holistik, dan dinamis. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Oleh karena itu, keterlibatan langsung peneliti menjadi penting dalam memahami konteks dan makna di balik data yang diperoleh. Proses analisis dilakukan secara induktif, dengan penekanan pada penemuan makna, bukan generalisasi. Hasil penelitian lebih menekankan pada kedalaman makna dibandingkan representasi numerik, sehingga data disajikan secara naratif seperti kata-kata atau gambar, bukan angka statistik (Emzir & Rohman, 2015. Sukmawati & Utami, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, yaitu memperoleh data dari dokumen atau arsip yang relevan dengan fokus kajian. Teknik ini menyediakan informasi tertulis yang otentik dan dapat ditelusuri, terutama dalam mengevaluasi materi Analisis data dilakukan melalui metode analisis teks dengan langkah sistematis: membaca dan menelaah Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII Kurikulum Merdeka terbitan Erlangga, menjelaskan isi buku, mengevaluasi kelayakan bahasa berdasarkan pedoman BSNP, dan menarik kesimpulan dari hasil evaluasi. Fokus penelitian ini adalah analisis kelayakan isi Bab V "Menjadi Warga Dunia" dalam buku Bahasa Indonesia Bergerak Bersama. Penyajian hasil dilakukan dalam bentuk deskripsi naratif dan tabel. Deskripsi naratif menjelaskan kelayakan isi dari aspek keterkaitan dengan KI dan KD, akurasi informasi, kesesuaian dengan perkembangan peserta didik, serta kebermanfaatan materi dalam membentuk karakter dan kompetensi global siswa, merujuk pada prinsip evaluasi buku teks menurut Nopiyanti . Tabel digunakan untuk menyajikan data kuantitatif berupa persentase kelayakan masing-masing indikator evaluasi, memberikan gambaran visual terhadap kualitas buku. Pendekatan ini mengikuti model Yuslinawati . , yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif untuk memperkuat validitas temuan. Gabungan penyajian ini membantu pembaca memahami dan menginterpretasi data secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan buku ajar yang sesuai dengan standar kelayakan isi BSNP. HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Isi Kualitas isi dalam buku Bahasa Indonesia Bergerak Bersama untuk kelas V menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi terhadap kurikulum serta aktualitas materi yang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Buku ini dinilai layak untuk digunakan sebagai bahan ajar karena telah memenuhi standar kelayakan isi dan bahasa berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh BSNP. Dari sisi isi, materi yang disajikan sudah sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan dalam kurikulum. Buku ini mencakup berbagai topik penting, seperti kemampuan membedakan antara fakta dan opini, pemahaman terhadap singkatan dan akronim, serta keterampilan dalam menulis surel dan teks eksplanasi. Akronim merupakan bentuk kata dari proses abreviasi melalui cara penggabungan suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang sedikit banyak memenuhi kaidah fonotaktik, misalnya ABRI dibaca . be er . AMPI dibaca . em pe . Kontraksi merupakan salah satu bentuk dari proses abreviasi yang berupa Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ringkasan kata dasar atau gabungan kata, misalnya rudal . eluru kendal. , puskesmas . usat kesehatan masyaraka. , takkan . idak aka. , sendratari . eni drama dan tari (Adi Iwan Hermawan. Nouval Rumaf, 2. Seluruh materi ini secara langsung mendukung penguatan literasi dasar pada siswa (Sari & Ardiansyah, 2. Selain itu, materi yang ada dalam buku ini dinilai aktual dan relevan karena mengangkat tema-tema yang dekat dengan pengalaman siswa, seperti pembelajaran daring yang terjadi selama masa pandemi COVID-19. Hal ini membuat konten dalam buku terasa lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh peserta didik (Nugroho & Mulyani, 2021. Wulandari & Susanto, 2. Dalam aspek kebahasaan, buku ini umumnya menggunakan ejaan dan struktur kalimat yang sesuai dengan kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), serta mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Namun demikian, masih ditemukan penggunaan kata-kata informal seperti AusihAy yang sebaiknya diperbaiki melalui proses penyuntingan akhir agar tetap selaras dengan tuntutan ragam bahasa formal dalam pembelajaran (Hapsari, 2023. Yuliana & Setiawan. Penyajian materi dalam buku ini juga dilakukan secara sistematis dan komunikatif, sehingga mampu membantu siswa membangun keterampilan berbahasa secara bertahap dan mandiri (Pratama & Andini, 2. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, buku Bahasa Indonesia Bergerak Bersama kelas V dapat dikategorikan dalam klasifikasi AuSesuaiAy (S) dari segi isi dan AuAktualAy (A) dari segi relevansi materi. Meskipun demikian, perbaikan kecil pada aspek bahasa tetap diperlukan guna menjamin mutu penyampaian materi tetap terjaga dan efektif dalam proses pendidikan (Novianti, 2. Hasil analisis kelayakan kualitas isi pada buku Bahasa Indonesia kelas V menurut BSNP memberikan hasil sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Analisis Kualitas Isi Kualifikasi No. Aspek Kesesuaian isi dengan Elemen dan CP. Keaktualan atau . Hasil Analisis (Data Pendukun. Materi sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan, meliputi pemahaman fakta dan opini, singkatan dan akronim, menulis surel, serta menulis teks ue Materi relevan dengan konteks saat ini, terutama pembelajaran daring selama pandemi COVID-19. Kualitas Bahasa Kualitas bahasa dan tampilan visual dalam buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk kelas V menunjukkan tingkat ketepatan dan kesesuaian yang sangat tinggi, khususnya dalam mendukung kenyamanan membaca serta Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 keberhasilan proses pembelajaran. Kajian bahasa tutur telah menjadi topik menarik dalam bidang linguistik dan antropologi budaya. Linguistik berarti ilmu bahasa, yang menjadi objek kajian dari linguistik yaitu bahasa itu sendiri (Ridha &Alfian 2021. Sayuti & Yusri, 2. Dari segi tipografi, buku ini menggunakan jenis huruf Andika New Basic, yaitu font yang secara internasional diakui sebagai jenis huruf yang ramah bagi pembaca pemula. Jenis huruf ini dirancang secara khusus agar mudah dikenali oleh anak-anak yang masih dalam tahap belajar Ukuran huruf yang digunakan sekitar 14 pt, dengan leading atau jarak antarbaris sekitar 25 pt. Kombinasi ini membuat teks dalam buku mudah dibaca, tidak terlalu rapat, dan memberikan ruang visual yang cukup, sehingga mata siswa tidak cepat lelah saat membaca (Verawaty & Zulqarnain, 2. Penataan teks dalam buku ini pun dilakukan secara rapi dan proporsional. Hal ini terlihat dari struktur paragraf yang tertata, margin yang konsisten, serta penempatan elemen-elemen seperti judul, subjudul, dan instruksi kegiatan yang ditata secara sistematis. Selain itu, penggunaan warna latar dan teks sangat diperhatikan agar memiliki kontras yang cukup tinggi. Perpaduan warna yang tepat ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual, tetapi juga menunjang keterbacaan teks secara keseluruhan, yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar yang sedang membangun keterampilan membaca mereka. Aspek visual dalam buku ini semakin diperkuat dengan keberadaan ilustrasi yang menarik dan kontekstual. Gambar-gambar yang ditampilkan dalam setiap bab tidak hanya memiliki fungsi dekoratif, tetapi juga edukatif. Ilustrasi yang digunakan mencerminkan dunia nyata siswa sekolah dasar, seperti gambar anak-anak yang sedang belajar, menggunakan alat teknologi sederhana, melakukan aktivitas sosial di rumah atau di sekolah, hingga melibatkan tokoh dan latar cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, ilustrasi tersebut mampu membantu siswa dalam menghubungkan antara teks bacaan dengan pengalaman pribadi mereka, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap isi materi (Thursinamu. id, 2. Prinsip ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual, di mana pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika materi yang disampaikan dapat dikaitkan secara langsung dengan situasi nyata yang dihadapi oleh siswa. Dalam hal ini, gambar dan tata letak visual dalam buku berperan penting sebagai jembatan antara informasi tertulis dengan realitas yang dialami siswa sehari-hari. Pendekatan semacam ini sangat dianjurkan dalam pembelajaran bahasa di tingkat sekolah dasar, karena siswa usia ini masih sangat terbantu oleh visualisasi dalam memahami konsep dan memperluas kosa kata (Kemendikbudristek, 2. Secara umum, kualitas tampilan buku ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, informatif, dan ramah bagi siswa. Kombinasi antara tipografi yang jelas, tata letak yang rapi, dan ilustrasi yang kontekstual menjadikan buku ini tidak hanya nyaman dibaca dalam jangka waktu yang lama, tetapi juga efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran secara Oleh karena itu, dalam aspek tampilan dan visualisasi, buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama kelas V dapat dikategorikan sebagai Tepat (T) karena memenuhi standar estetika dan fungsionalitas dalam pendidikan, serta Sesuai (S) karena tampilannya selaras dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik usia sekolah dasar (Verawaty & Zulqarnain, 2. Hasil analisis kelayakan kualitas bahasa pada buku Bahasa Indonesia kelas Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 V menurut BSNP memberikan hasil sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Analisis Kualitas Bahasa Kualifikasi No. Aspek Ketepatan penggunaan . Kelugasan ue Hasil Analisis (Data Pendukun. Ejaan sesuai dengan PUEBI dan kaidah bahasa baku. Bahasa mudah dipahami oleh siswa SD kelas V dengan kalimat yang sederhana. Kualitas Penyajian Kualitas penyajian dalam buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V menunjukkan karakteristik yang unggul, baik dari segi kelengkapan materi maupun daya tarik visual dan pedagogis. Buku ini disusun oleh Evy Verawaty dan Zulqarnain, dan diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi pada tahun 2021. Secara umum, buku ini telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam penyusunan buku ajar untuk jenjang sekolah dasar, khususnya dalam hal penyajian isi yang terstruktur dan komunikatif (Verawaty & Zulqarnain, 2. Salah satu kekuatan utama dari penyajian buku ini terletak pada pendekatan tematik dan kontekstual yang digunakan dalam menyusun materi Materi yang disampaikan dalam setiap bab dirancang untuk relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, yang mencakup topik-topik seperti kegiatan keluarga, interaksi sosial di lingkungan sekitar, serta pengenalan terhadap teknologi sederhana yang sudah akrab dengan anak-anak usia sekolah Dengan cara ini, siswa tidak hanya mempelajari teori kebahasaan, tetapi juga mampu memahami bagaimana penggunaan bahasa Indonesia berlaku dalam konteks nyata di sekeliling mereka (Verawaty & Zulqarnain, 2. Penyusunan setiap bab dilengkapi dengan berbagai komponen penting seperti teks bacaan . aik fiksi maupun nonfiks. , ilustrasi yang mendukung isi teks, tugas diskusi kelompok, soal-soal latihan individual maupun kolaboratif, serta bagian refleksi yang memungkinkan siswa mengevaluasi pemahaman mereka sendiri terhadap materi. Kehadiran refleksi pembelajaran ini sangat bermanfaat dalam mendorong pembelajaran mandiri dan memperkuat metakognisi siswa, yaitu kemampuan untuk menyadari proses berpikir mereka Hal ini menunjukkan bahwa buku tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan mendorong pengembangan kecakapan berpikir tingkat tinggi. Lebih lanjut, penyajian materi tidak hanya berfokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, dan empati. Buku ini menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran yang aplikatif, seperti menulis surel dengan etika berkomunikasi digital yang benar, menyusun teks eksplanasi yang logis dan runtut, serta membuat naskah pidato untuk melatih keberanian dan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang agar siswa mampu menyampaikan ide secara tertata dan meyakinkan, sekaligus memahami sudut pandang orang lain, yang merupakan bagian dari pengembangan empati sosial. Dari sisi visual dan estetika, buku ini memiliki tampilan yang sangat mendukung proses belajar siswa. Dicetak dalam format penuh warna, buku ini menggunakan font yang mudah dibaca dan tata letak yang bersih serta menarik. Ilustrasi yang digunakan bukan hanya sebagai pemanis halaman, melainkan memiliki fungsi edukatif yang jelas. Gambar-gambar tersebut membantu memperkuat pemahaman siswa terhadap teks yang disampaikan, serta mempermudah mereka dalam mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata yang pernah mereka alami (Thursinamu. id, 2. Desain visual yang profesional ini turut berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak-anak. Apabila dinilai berdasarkan kriteria penilaian buku teks pelajaran yang berlaku, terutama dalam aspek penyajian, maka buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V dapat dikategorikan sebagai buku yang Menarik (M) dan Lengkap (L). Kategori Menarik diberikan karena buku ini berhasil menampilkan materi dengan pendekatan visual dan konten yang menggugah rasa ingin tahu siswa serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran. Sementara itu, kategori Lengkap merujuk pada kelengkapan komponen pembelajaran yang mencakup teks, ilustrasi, soal, diskusi, dan refleksi yang tersaji dalam satu kesatuan utuh (Verawaty & Zulqarnain, 2. Dengan demikian, kualitas penyajian buku ini dapat dianggap sangat mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang komunikatif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan psikologis serta kognitif siswa sekolah dasar. Penyajian seperti ini tidak hanya membantu siswa memahami bahasa sebagai sistem, tetapi juga sebagai alat untuk berpikir, berinteraksi, dan berekspresi secara efektif. Hasil analisis kelayakan kualitas penyajian pada buku Bahasa Indonesia kelas V menurut BSNP memberikan hasil sebagai berikut. Tabel 3. Hasil Analisis Kualitas Penyajian Kualifikasi No. Aspek Pembangkitan motivasi belajar . Ada soal latihan pada setiap akhir bab ue Hasil Analisis (Data Pendukun. Penyajian buku mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif, misalnya dengan latihan menulis surel dan menyusun teks eksplanasi. Terdapat soal latihan dan aktivitas Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Kualitas Tampilan/Kegrafikan Kualitas kegrafikan atau visualisasi dalam buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V menunjukkan tingkat ketepatan dan kesesuaian yang sangat tinggi dalam mendukung proses pembelajaran siswa sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan dasar, tampilan visual buku teks tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan daya tarik, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, kegrafikan dalam buku teks harus dirancang secara cermat, tidak hanya untuk menarik perhatian, tetapi juga untuk menjamin kenyamanan membaca dan mendukung proses kognitif siswa dalam menyerap Buku ini secara konsisten menampilkan tata letak yang profesional dan proporsional, mulai dari pemilihan jenis huruf, ukuran huruf, spasi antarbaris, hingga komposisi halaman yang tertata rapi. Buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V, yang disusun oleh Evy Verawaty dan Zulqarnain, menggunakan font Andika New Basic sebagai jenis huruf utama. Font ini dikenal luas dalam dunia pendidikan karena telah diakui secara internasional sebagai jenis huruf yang ramah pembaca pemula, termasuk anak-anak usia sekolah dasar. Ukuran huruf sekitar 14 pt dengan leading atau spasi antarbaris 25 pt dinilai sangat ideal untuk mendukung keterbacaan, terutama bagi siswa yang baru mulai terlatih dalam kegiatan membaca intensif (Verawaty & Zulqarnain, 2. Pemilihan tipografi yang tepat ini menjadi indikator bahwa buku tersebut telah mempertimbangkan kenyamanan mata dan kebutuhan visual siswa dalam proses membaca yang berkelanjutan. Selain aspek tipografi, kualitas kegrafikan buku ini juga tercermin dalam penggunaan ilustrasi dan elemen visual yang menarik, edukatif, serta kontekstual. Setiap bab dilengkapi dengan ilustrasi yang dirancang sesuai dengan topik dan konteks pembelajaran. Gambar-gambar yang disajikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa SD, seperti aktivitas bermain bersama, penggunaan alat teknologi sederhana, interaksi sosial di lingkungan sekolah dan keluarga, hingga representasi simbolik dari berbagai budaya. Keberadaan ilustrasi ini bukan sekadar sebagai penghias halaman, tetapi memiliki fungsi edukatif yang penting, yaitu untuk memperkuat makna teks, memperjelas informasi yang disampaikan, serta membantu siswa dalam membangun hubungan antara pengetahuan baru dengan pengalaman nyata mereka (Thursinamu. id, 2. Prinsip pembelajaran kontekstual yang diusung dalam Kurikulum 2013 menekankan bahwa materi pelajaran harus dihubungkan dengan pengalaman nyata dan lingkungan sekitar peserta didik. Dalam konteks ini, ilustrasi yang digunakan dalam buku ini berperan sebagai jembatan visual antara dunia abstrak teks dan realitas konkret kehidupan siswa. Dengan demikian, ilustrasi tersebut menjadi alat bantu belajar yang sangat efektif, terutama bagi siswa yang memiliki gaya belajar visual. Buku ini secara sadar merancang visualisasi yang tidak hanya mendukung pemahaman kognitif, tetapi juga menumbuhkan rasa senang dalam belajar, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa (Kemendikbudristek, 2. Dari segi tata warna, buku ini dicetak penuh warna dengan pemilihan palet warna yang lembut namun kontras, sehingga memudahkan pembacaan tanpa menyebabkan kelelahan visual. Kombinasi warna latar belakang dan warna huruf Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 diperhatikan dengan baik agar tidak mengganggu keterbacaan. Margin yang proporsional, pemanfaatan ruang putih . hite spac. yang cukup, dan konsistensi dalam penggunaan elemen visual menjadikan keseluruhan tampilan halaman terlihat bersih, teratur, dan profesional. Keseluruhan aspek ini menunjukkan bahwa perancang buku memiliki pemahaman yang kuat mengenai prinsip dasar desain grafis edukatif untuk anak usia sekolah dasar. Secara keseluruhan, kualitas tampilan dalam buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V berhasil menciptakan suasana belajar yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga kondusif untuk memahami materi secara Visualisasi yang tepat dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar terbukti mendukung proses pembelajaran secara menyeluruh, baik dari sisi estetika, psikologis, maupun pedagogis. Oleh karena itu, berdasarkan analisis terhadap aspek kegrafikan, buku ini layak dikategorikan sebagai Tepat (T) dan Sesuai (S), karena berhasil memenuhi standar kenyamanan visual, estetika pembelajaran, dan dukungan terhadap pemahaman siswa (Verawaty & Zulqarnain, 2021. Thursinamu. id, 2021. Kemendikbudristek. Hasil analisis kelayakan kualitas bahasa pada buku Bahasa Indonesia kelas V menurut BSNP memberikan hasil sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Analisis Kualitas Isi Kualifikasi No. Aspek Ukuran buku, ukuran, jenis, dan format huruf Penggunaan ilustrasi Hasil Analisis (Data Pendukun. Format tulisan sesuai standar, ukuran huruf cukup nyaman Ilustrasi siswa terhadap materi. KESIMPULAN Bab V AuMenjadi Warga DuniaAy dalam buku Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk kelas V Sekolah Dasar secara umum telah memenuhi sebagian besar kriteria kelayakan isi berdasarkan standar BSNP. Materi yang disajikan tidak hanya sejalan dengan capaian pembelajaran dan kompetensi dasar yang ditetapkan dalam kurikulum, tetapi juga relevan dengan kehidupan aktual siswa, seperti pengalaman selama pandemi COVID-19. Topik-topik seperti membedakan fakta dan opini, memahami singkatan dan akronim, serta menulis surel dan teks eksplanasi dikembangkan secara kontekstual sehingga mampu menghubungkan teori dengan realitas yang dekat dengan dunia siswa. Kehadiran konteks-konteks tersebut membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi informasi dan komunikasi yang sangat penting dalam era digital. Tak hanya itu, nilai-nilai karakter seperti empati, toleransi, dan kepedulian sosial juga diintegrasikan secara implisit maupun eksplisit, menjadikan buku ini sebagai media pembelajaran yang tidak hanya bersifat kognitif. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 tetapi juga afektif dalam membentuk kesadaran global dan tanggung jawab sosial peserta didik sebagai bagian dari warga dunia. Dari aspek kebahasaan, buku ini menunjukkan penggunaan bahasa yang cukup baik dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar. Kalimat-kalimat yang digunakan bersifat komunikatif, dengan struktur sederhana yang memudahkan Pilihan diksi disesuaikan dengan kosa kata yang umum dikenal oleh anak usia sekolah dasar, sehingga tidak membingungkan dan tetap mampu merangsang penguasaan kosakata baru. Penggunaan ejaan pun telah sesuai dengan standar EYD edisi V, yang memperlihatkan kepatuhan terhadap kaidah kebahasaan formal. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan minor seperti penggunaan kata informal misalnya kata AusihAy yang kurang tepat dalam konteks pembelajaran Walaupun hanya muncul dalam jumlah terbatas, hal ini perlu menjadi perhatian dalam proses penyuntingan akhir agar mutu kebahasaan tetap terjaga, sekaligus menghindari ambiguitas dan ketidaksesuaian gaya bahasa dengan lingkungan pendidikan dasar yang membutuhkan konsistensi formalitas. Perbaikan pada aspek kebahasaan tidak hanya akan meningkatkan kualitas buku, tetapi juga memperkuat peran buku sebagai model berbahasa yang baik dan benar bagi peserta Dari segi penyajian, buku ini menggunakan pendekatan tematik dan interaktif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Materi tidak hanya disajikan sebagai paparan informasi, tetapi juga melalui kegiatan bermakna seperti menulis surel, menyusun teks eksplanasi, hingga membuat pidato. Aktivitas tersebut dirancang untuk membangun keterampilan berpikir kritis, ekspresi gagasan secara tertulis dan lisan, serta kolaborasi antarsiswa. Pembelajaran semacam ini mendorong terbentuknya pengalaman belajar yang lebih bermakna karena siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, melainkan terlibat secara aktif dalam proses konstruksi pengetahuan. Kehadiran latihan soal, ruang diskusi, dan refleksi pada setiap subbab menunjukkan penerapan pendekatan konstruktivisme, di mana siswa membentuk pemahaman melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan materi. Buku ini juga memberi ruang untuk penguatan keterampilan literasi, komunikasi, dan kolaborasi, yang semuanya merupakan kompetensi penting dalam kerangka pembelajaran abad ke-21. Dengan demikian, buku ini tidak hanya sebagai sumber pembelajaran akademik, melainkan juga sebagai sarana pembentukan kecakapan Kualitas visual buku turut mendukung efektivitas dan kenyamanan belajar. Penggunaan font Andika New Basic yang ramah pembaca pemula, dipadukan dengan ukuran huruf dan jarak antarbaris yang ideal, menciptakan tampilan teks yang mudah Tata letak halaman yang rapi, perpaduan warna yang seimbang, serta ilustrasi yang menggambarkan kehidupan sehari-hari siswa membuat buku ini menarik secara visual sekaligus fungsional secara pedagogis. Ilustrasi tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memperkuat pemahaman dengan memberikan dukungan visual yang relevan terhadap isi. Gambar-gambar yang digunakan mampu memvisualisasikan situasi kontekstual yang akrab bagi siswa, sehingga materi terasa lebih hidup dan mudah dicerna. Dengan desain yang inklusif dan representatif, buku ini juga mampu menciptakan ruang pembelajaran yang lebih terbuka dan Secara keseluruhan, meskipun masih terdapat aspek minor yang dapat diperbaiki, buku ini layak digunakan sebagai bahan ajar di kelas V, dengan catatan perlunya pengayaan konten agar lebih global serta perbaikan redaksional untuk Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 menyempurnakan konsistensi kebahasaan dalam mendukung pendidikan karakter dan literasi abad ke-21. DAFTAR PUSTAKA