Page 307 of 13 Literature Review: Faktor Risiko Cedera Tertusuk Jarum pada Perawat Literature Review: Risk Factors of Needle Stick Injury among Nurses Tria Nisa Novianti1*. Widodo Hariyono2. Ichtiarini Nurullita Santri2 Magister Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta Korespondensi Penulis: 2308053037@webmail. ABSTRACT Needle Stick Injury (NSI) constitutes an occupational hazard with the potential to transmit bloodborne pathogens such as hepatitis B, hepatitis C, and HIV, posing a significant threat to healthcare workers, particularly nurses in medical facilities. This study aims to identify the risk factors associated with NSI among nurses through a systematic literature review. The methodology follows the guidelines of the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), with article searches conducted through PubMed. Google Scholar, and DOAJ. Article selection was based on inclusion criteria to ensure relevance, while the quality of the articles was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tool. Analysis of eight selected articles revealed that NSI risk factors among nurses are influenced by suboptimal management, including insufficient prevention guidelines, inadequate training, and lack of personal protective equipment (PPE), as well as weak leadership and managerial participation. Individual factors such as work-related stress, limited knowledge, and unsafe attitudes also contribute to the risk. High workload and hazardous work environments, particularly in emergency rooms, further elevate the likelihood of injury. Unsafe practices and poor working conditions, such as recapping needles post-injection and inadequate hygiene protocols, are direct causes of NSI. conclusion, the risk of NSI among nurses is influenced by weak management, insufficient training and PPE, occupational stress, low knowledge levels, unsafe attitudes, high workload, unsafe practices, and poor working conditions. Keywords : needle stick injury, nurses, risk factors. PRISMA ABSTRAK Cedera tertusuk jarum (Needle Stick Injury/NSI) adalah cedera yang berisiko menularkan patogen darah seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, serta menjadi ancaman bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko NSI pada perawat melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang diterapkan merujuk pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), dengan pencarian artikel melalui PubMed. Google Scholar, dan DOAJ. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi untuk memastikan relevansi, sementara kualitas artikel dievaluasi menggunakan alat penilaian dari Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 8 artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa faktor risiko NSI pada perawat dipengaruhi oleh manajemen yang kurang optimal, seperti minimnya pedoman pencegahan, pelatihan, dan alat pelindung diri (APD), serta rendahnya kepemimpinan dan partisipasi manajerial. Faktor individu seperti stres kerja, pengetahuan terbatas, dan sikap yang tidak mendukung keselamatan juga berperan. Beban kerja tinggi dan lingkungan kerja berisiko, seperti ruang gawat darurat, meningkatkan peluang cedera. Tindakan tidak aman dan kondisi kerja buruk, seperti mencabut jarum setelah injeksi dan kebersihan yang rendah, menjadi penyebab langsung cedera. Risiko cedera tertusuk jarum pada perawat dipengaruhi oleh manajemen yang lemah, kurangnya pelatihan dan APD, stres kerja, rendahnya pengetahuan, sikap yang tidak mendukung keselamatan, beban kerja tinggi, serta tindakan tidak aman dan kondisi kerja yang buruk. Kata Kunci : cedera tertusuk jarum, perawat, faktor risiko. PRISMA Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. PENDAHULUAN Needle Stick Injury (NSI) atau cedera akibat tertusuk jarum merupakan salah satu jenis cedera yang sering terjadi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di kalangan tenaga medis, dan berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan (Kementrian Kesehatan RI, 2. Insiden ini dapat terjadi selama proses penggunaan, pembongkaran, maupun pembuangan alat tajam. Apabila jarum suntik tidak dibuang dengan prosedur yang tepat, terdapat kemungkinan jarum tertinggal di linen atau tempat pembuangan, sehingga meningkatkan risiko cedera bagi petugas yang tidak menyadari keberadaannya (Canadian Centre for Occupational Health and Safety, 2. Lebih lanjut, cedera akibat benda tajam dapat terjadi ketika tenaga kesehatan bersentuhan langsung dengan peralatan medis yang memiliki ujung tajam, yang berisiko menyebabkan trauma fisik (Alfulayw et al. , 2. Selain menyebabkan cedera fisik. NSI juga membawa risiko penularan patogen darah yang serius. Administrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja AS (OSHA) memperkirakan bahwa 5,6 juta tenaga kesehatan berisiko terpapar patogen yang ditularkan melalui darah, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, akibat NSI, yang dapat berakibat fatal(Occupational Safety and Health Administration, 2. Centers for Disease Control and Prevention mencatat bahwa sekitar 40% kasus hepatitis B dan hepatitis C, serta 2,5% kasus HIV/AIDS di kalangan tenaga kesehatan, terkait dengan cedera tertusuk jarum atau benda tajam. Data ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan NSI untuk melindungi kesehatan tenaga medis secara efektif (Centers for Disease Control and Prevention, 2. Data menunjukkan bahwa NSI pada tenaga kesehatan masih menjadi masalah signifikan di berbagai wilayah. Secara NSI 40,97%, dengan wilayah Asia Tenggara mencatat prevalensi tertinggi sebesar 49,9%, sedangkan Amerika Serikat memiliki prevalensi terendah sebesar 25,1% (Abdelmalik et al. , 2. Insidensi NSI juga lebih tinggi di negara ,6%) ,5%). Berdasarkan laporan WHO, wilayah Afrika menunjukkan insidensi tertinggi pada tenaga kesehatan di antara wilayah WHO (Hosseinipalangi et al. , 2. Britania Raya. National Health Service (NHS) mencatat lebih dari 2. 600 klaim terkait NSI dalam sepuluh tahun terakhir, yang menyebabkan beban biaya lebih dari A10 juta (National Health Service, 2. Perawat kesehatan yang memiliki frekuensi interaksi tinggi dengan pasien. Secara global, insiden Needle Stick Injury (NSI) pada perawat tercatat sebesar 42,8%. Berdasarkan sub-kelompok menurut wilayah WHO, prevalensi NSI pada perawat paling rendah ditemukan di wilayah Pasifik Barat dan Amerika. Asia Tenggara mencatat angka prevalensi tertinggi (Bouya et al. , 2. Sebuah studi melaporkan bahwa 220 dari 355 perawat mengalami NSI, menjadikan prevalensi cedera tertinggi . ,4%) pada profesi ini dibandingkan dengan dokter, teknisi, atau petugas kebersihan (Mohamud et , 2023. Negash et al. , 2. Tingginya angka NSI di kalangan perawat menunjukkan perlunya upaya pencegahan khusus yang difokuskan pada profesi ini. Kasus NSI sering dianggap sebagai fenomena gunung es, di mana banyak kasus yang tidak dilaporkan. Rendahnya tingkat pelaporan sering kali disebabkan oleh stigma atau kurangnya pemahaman (Andriyani et al. , 2. Selain itu, praktik kerja yang tidak aman dan menjadi faktor utama tingginya insidensi NSI (King & Strony, 2. Praktik tersebut meliputi pembuangan benda tajam secara tidak aman, seperti wadah yang terlalu penuh, jarak wadah yang perangkat tajam di permukaan, yang NSI. Aktivitas pembongkaran item atau proses kerja berkontribusi sebesar 16%. Praktik Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. rekap jarum bekas, meskipun dilarang, (National Occupational Research Agenda (NORA), 2. Upaya mengidentifikasi faktor risiko NSI menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, menekan biaya kesehatan, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan (Bouya et al. , 2. Meskipun berbagai penelitian telah menyoroti faktor risiko cedera tertusuk jarum suntik, sebagian besar kajian cenderung fokus pada tenaga kesehatan secara umum tanpa memperhatikan perbedaan risiko berdasarkan profesi atau tugas tertentu. Sebagai profesi yang sering menggunakan alat tajam, perawat menghadapi risiko cedera tertusuk jarum yang cukup tinggi. Namun, hanya sedikit penelitian yang secara khusus mengkaji faktor risiko yang unik bagi perawat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor risiko cedera tertusuk jarum pada perawat, guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam mengembangkan rekomendasi untuk METODE Penelitian ini merupakan studi literatur sistematis yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko utama cedera tertusuk jarum (Needle Stick Injury/NSI) pada perawat. Kajian ini Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) sebagai kerangka metodologi untuk menjamin proses penelaahan yang sistematis, transparan, dan dapat direplikasi. Artikel yang dimasukkan dalam kajian ini harus berikut: dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024, bersifat open access, tersedia dalam teks lengkap secara gratis, dan menyebutkan cedera tertusuk sebagai variabel dependen. Populasi yang dikaji harus melibatkan perawat yang melakukan praktik klinis, dan hanya artikel yang menyajikan data . isalnya observasional seperti cross-sectional atau kohor. yang diprioritaskan. Artikel berupa literature review atau meta- analisis dikecualikan guna memastikan fokus tetap pada temuan data primer. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui tiga basis data ilmiah, yaitu Google Scholar. PubMed, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ), menggunakan kata kunci dalam bahasa Inggris dan Indonesia, seperti Auneedle stick injuryAy. Aurisk factorsAy. AunurseAy. Auhealth workersAy. Auhazard among nurseAy, serta Aucedera tertusuk jarumAy. AuperawatAy. Aufaktor risiko tertusuk jarumAy, dan Aubahaya bagi perawatAy. Kombinasi logika Boolean (AND/OR) diterapkan untuk meningkatkan akurasi Hasil pencarian diekspor dan disaring mengikuti tahapan PRISMA, yang terdiri dari empat langkah utama. Pertama, pada tahap identifikasi, semua artikel dikumpulkan dari ketiga database sesuai dengan kata kunci pencarian. Kedua, dengan menyeleksi judul dan abstrak untuk mengevaluasi kesesuaian awal terhadap fokus kajian. Ketiga, dalam tahap eligibility, artikel yang memenuhi kriteria awal kemudian dinilai lebih lanjut berdasarkan isi teks lengkap. Keempat, tahap inklusi mencakup pemilihan artikel yang relevan dan memenuhi seluruh kriteria untuk dianalisis secara lebih Diagram alur proses seleksi artikel ini ditampilkan pada Gambar 1. Penilaian instrumen standar dari Joanna Briggs Institute (JBI) yang disesuaikan dengan masing-masing, terutama untuk studi cross-sectional. Instrumen ini menilai berbagai aspek penting, seperti kejelasan kriteria inklusi, deskripsi populasi dan setting, validitas serta reliabilitas pengukuran, strategi analisis statistik. Artikel kemudian kualitas menjadi tiga kategori, yaitu tinggi (Ou85%), sedang . Ae84%), dan rendah (<60%) (Mengistu & Tolera. Data dari artikel yang terpilih mengidentifikasi faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kejadian NSI pada perawat. Pendekatan ini determinan kejadian NSI serta menjadi Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. pencegahan yang lebih efektif dan Screening Identification Identifikasi Studi melalui Database dan Register Artikel diidentifikasi dari: Pubmed . Scholar . =1. Doaj . Inklusi: artikel di publish pada rentang tahun 2020-2024 Artikel terskrining . =2. Inklusi: open access dan free full text Artikel yang dicari dan . =1. Inklusi: A Needle Stick Injury sebagai variabel dependen A Studi melibatkan perawat Included Artikel dinilai eligibilitasnya . Studi yang masuk dalam inklusi . Inklusi: A Artikel review meta-analysis. A Menggunakan penelitian yang relevan A Menyajikan detail dan jelas A Tidak hanya menampilkan hasil, tetapi menyertakan penjelasan dan implikasi dari Gambar 1. Diagram Alur Pencarian Literatur HASIL Analisis dilakukan pada 8 artikel yang dipilih berdasarkan relevansi metodologis terhadap faktor-faktor risiko cedera tertusuk jarum pada perawat dengan mengikuti metode PRISMA. Setiap pengambilan keputusan terkait artikel yang ditemukan berdasarkan metode dan jenis studi yang digunakan. Tabel 1 penelitian terkait cedera jarum suntik. Informasi yang disajikan mencakup judul penelitian yang digunakan, jumlah sampel, tingkat relevansi dan kualitas, serta hasil utama dari masing-masing Data gambaran mendalam mengenai faktorfaktor risiko cedera jarum suntik pada Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. Tabel 1. Hasil Studi Literatur Judul Peneliti Metode Sampel Magnitude of Needlestick and Sharp Injury and Its Associated Factors Among Nurses Working at Health Institutions in Western Ethiopia, 2020 Abadiga. Mosisa Abate Cross Safety and Health Management System. Safety Climate, and Accident Occurrences in Hospitals: The Study of Needlestick. Sharp Injuries Recidivism Rates Akbari et Cross Relevans i dan Kualitas Tinggi Tinggi Hasil Dari berpartisipasi dalam penelitian . ,7%) mengalami NSI dan tajam dalam 12 bulan terakhir. Faktor-faktor yang signifikan terkait dengan cedera tertusuk adalah: mencabut kembali jarum (AOR = 3,99, 95% CI: 2,20, pencegahan infeksi (AOR = 2,69, 95% CI: 1,29, 5,. , keselamatan suntikan (AOR = 2,25, 95% CI: 1,22, 4,. , dan memiliki stres terkait pekerjaan (AOR = 1,93, 95% CI: 1,10, 3,. Lebih dari 54% . = . setidaknya 1 cedera tertusuk jarum dalam setahun terakhir. Tingkat NSI adalah 8,6%, dan individu yang mengalami kekambuhan perempuan, sudah menikah, memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih tinggi, serta bekerja pada shift malam. Dua HSHAcMS, terkait dengan insiden NSI (Odds Ratio [OR]: 1,91. Confidence Interval [CI]: 0,69Ae1,21. OR: 1,29. 95% CI: 0,92Ae1,. kekambuhannya (OR: 1,98. 95% CI: 0,55Ae1,74. OR: 1,12. 95% CI: 0,83Ae1,. Selain itu, tiga dimensi HSC, meliputi dukungan manajemen (OR: 1,02. 95% CI: 0,93Ae1,11 untuk NSI. OR: 1,21. 95% CI: 0,77Ae1,22 untuk kekambuhan NSI), tidak adanya hambatan pekerjaan (OR: 1,06. 95% CI: 0,98Ae1,16 untuk NSI. OR: 1,11. 95% CI: 0,96Ae1,30 NSI), serta kebersihan/keteraturan (OR: 1,07. 95% CI: 0,98Ae1,08 untuk NSI. OR: 0,84. 95% CI: 0,87Ae0,97 untuk kekambuhan NSI) menunjukkan hubungan dengan penurunan risiko NSI. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. The Prevalence of Needlesticks and Sharp Injuries, and the Associated Factors Among Midwives and Nurses in North Wollo Zone Public Hospitals. North East Ethiopia: An Institutionbased Crosectional Study Getie. Wondmie neh and Tesfaw Cross Tinggi Crosectional assessing the risk of injury from an insulin pen nursing care Zhang et Cross Tinggi Prevalence and associated factors of needle stick and sharp injuries among nurses: A cross-sectional Almoliky et al. Cross Tinggi Dari 147 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 50,3% adalah perempuan dan 49,7% adalah laki-laki. Prevalensi cedera tertujuk jarum dan cedera tajam 75,5%. Praktik (AOR: 3,880. 95% CI: 1,666Ae 9,. , ruang kerja . uang perawatan materna. (AOR: 2,968. CI: 1,012Ae 8,. , dan ruang yang berisiko tinggi terkontaminasi seperti ruang gawat darurat (AOR: 3,587. 95% CI: 1,383Ae 9,. dengan cedera tertusuk jarum suntik dan cedera tajam. Sebanyak peserta . %) . sia rata-rata 28,5 A 5,3 tahu. melaporkan insiden cedera tertusuk jarum Sebagian responden . %) memiliki pengalaman kerja 3 hingga 10 tahun dan telah menerima Cedera tertusuk jarum suntik paling sering terjadi saat mencabut kembali jarum setelah injeksi. Risiko terkait dengan departemen dan posisi pekerjaan. Tingkat dengan lamanya pengalaman Responden pengalaman kerja Ou10 tahun melaporkan tingkat cedera tertusuk jarum saat mencabut tertinggi . %) dengan odds ratio 1,93 . % CI: 1,01Ae 3,. Prevalensi cedera jarum suntik dan cedera tajam di kalangan . ,36%), dengan sekitar mengalami cedera lebih dari lima kali. Perawat perempuan dan mereka yang bekerja di ruang gawat darurat lebih berisiko mengalami cedera jarum suntik dan cedera tajam = 0,018 dan 0,021, secara Jarum ,77%), dengan jari menjadi bagian tubuh yang paling sering terkena cedera . ,17%). Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. Faktor-Faktor Berhubungan Kecelakaan Tertusuk Jarum Suntik pada Perawat Herlinawa ti et al. Cross Sedang Faktor-Faktor Berhubungan Kejadian Needle Stick Injury pada Perawat di IGD UPTD Rumah Sakit ManemboNembotipe C Bitung Pontoh. Djalil. Hidayat Hutahuru Cross Sedang Kejadian Tertusuk Jarum pada Perawat di Rumah Sakit Alisha. Adhayati and Gede Cross Tinggi PEMBAHASAN Heinrich's Law atau HeinrichAos Accident Triangle, yang diperkenalkan oleh Herbert William Heinrich pada tahun 1931, menekankan bahwa kecelakaan kerja memiliki pola tertentu yang Tingkat . ,61%), hanya sepertiga . ,21%) yang melanjutkan ke proses penanganan cedera, dan kurang dari seperempat . ,68%) menerima vaksinasi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan . = 0,. dan standar kerja 0,. dengan kejadian needle stick injury (NSI). Sementara itu, kewaspadaan universal . = 0,. = 0,. tidak menunjukkan hubungan insiden NSI. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan kejadian NSI pada perawat dengan nilai p = 0,001. Selain pelindung diri (APD) juga bermakna dengan insiden NSI pada perawat . = 0,. Partisipasi dalam pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. serta Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) berhubungan secara signifikan dengan kejadian NSI, dengan nilai p = 0,004. Hasil 28,6% NSI. Perawat pengetahuan yang baik justru memiliki risiko 3,85 kali lebih tinggi untuk mengalami NSI. Selain itu, perawat yang memiliki sikap positif terhadap pencegahan NSI menunjukkan risiko 4,56 kali lebih tinggi mengalami kejadian tersebut. Sementara dengan beban kerja ringan memiliki risiko 0,289 kali lebih rendah untuk mengalami NSI. kecelakaan fatal, kecelakaan serius, cedera ringan, dan insiden nearmiss, dengan rasio satu kecelakaan fatal diikuti oleh 30 kecelakaan serius, 300 cedera Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. ringan, dan 3000 insiden nearmiss (Heinrich, 1. Prinsip ini menekankan pentingnya mitigasi insiden kecil sebagai strategi untuk mencegah kecelakaan yang lebih serius. Dalam konteks cedera akibat tertusuk jarum, konsep ini sangat relevan dalam upaya pencegahan risiko transmisi penyakit menular seperti Hepatitis B. Hepatitis C, dan HIV. Dengan memprioritaskan pencegahan terhadap insiden nearmiss serta cedera ringan, potensi terjadinya cedera serius dapat dikurangi secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko cedera tertusuk jarum pada perawat dengan memperhatikan tantangan spesifik di lingkungan kerja lokal. Menurut Bird dan Loftus, dalam perluasan teori Domino (Loss Causatio. menjelaskan bahwa kecelakaan kerja dapat terjadi akibat berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari faktor manajemen, faktor individu/personal, maupun faktor tindakan dan kondisi tidak aman . nsafe action dan unsafe conditio. (Rausand & Haugen, 2. Setiap faktor-faktor tersebut, jika tidak diatasi akan menyebabkan kecelakaan dan kerugian. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa cedera tertusuk jarum suntik adalah masalah serius di kalangan tenaga kesehatan, baik secara global maupun lokal. Masalah ini dapat terjadi disebabkan oleh berbagai macam pekerjaan, serta tindakan dan kondisi tidak aman. Faktor manajemen merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kejadian NSI. Beberapa penelitian sistem pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian di Ethiopia dan Indonesia menunjukkan bahwa kejadian cedera jarum suntik disebabkan pedoman pencegahan yang efektif (Abadiga et al. , 2020. Herlinawati et al. Selain kurangnya partisipasi karyawan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan (Akbari et al. , 2. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan di IGD UPTD Rumah Sakit Manembo- Nembo tipe C Bitung dan RS Pertamina Cirebon, menyebutkan bahwa minimnya pengadaan pelatihan keselamatan kerja terkait prosedur injeksi yang aman (Herlinawati et al. , 2021. Pontoh et al. Pelatihan keterampilan perawat, sehingga mereka keselamatan (Abadiga et al. , 2020. Herlinawati et al. , 2021. Pontoh et al. Akar memungkinkan munculnya faktor-faktor penyebab dasar dan langsung seperti faktor individu dan faktor pekerjaan yang meningkatkan risiko NSI di tempat kerja. Faktor-faktor dasar yang meliputi berkontribusi pada tingginya prevalensi cedera tertusuk jarum suntik. Faktor individu seperti stres kerja dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental Tingkat stres yang tinggi telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko cedera kerja dan rendahnya produktivitas (Abadiga et al. , 2. Selain itu, pengalaman kerja yang panjang juga menjadi salah satu faktor pribadi yang memicu terjadinya cedera tertusuk jarum suntik. Menariknya, perawat dengan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun justru melaporkan insiden tertusuk jarum lebih tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun (Zhang et al. , 2. Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian di Kota Bitung. Indonesia yang mengungkapkan bahwa perawat dengan pengalaman kerja terbatas memiliki risiko 28 kali lebih tinggi untuk mengalami cedera tertusuk jarum dibandingkan dengan perawat yang memiliki pengalaman lebih lama (Pontoh et al. , 2. Temuan ini menekankan bahwa pengalaman kerja penggunaan alat medis, terutama dalam kondisi yang membutuhkan tingkat keterampilan dan kewaspadaan yang Faktor mendasari terjadinya cedera tertusuk jarum suntik ditemukan pada penelitian di Indonesia, yaitu pengetahuan dan sikap (Alisha et al. , 2023. Herlinawati et Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. , 2. Pengetahuan merupakan langsung dengan kompetensi tenaga melaksanakan prosedur kerja yang aman (Herlinawati et al. , 2. Studi yang dilakukan di Kota Cilegon. Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar perawat masih belum menyadari bahwa jarum suntik yang telah digunakan harus segera dibuang tanpa ditutup kembali. Selain itu, mayoritas perawat . ,2%) juga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai jenis jarum suntik yang paling sering menyebabkan cedera akibat tertusuk jarum (Herlinawati et al. Berdasarkan permasalahan ini sangat perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pada perawat, karena dengan pengetahuan yang memadai, akan membentuk sikap dan perilaku aman pada pekerja (Rahmatunnazhifah et al. , 2023. Syaputra et al. , 2. Sikap adalah manifestasi dari keyakinan, nilai, dan motivasi individu yang memengaruhi perilaku kerja mereka (Putri & Fatah, 2. Sikap yang tidak mendukung pencegahan kecelakaan . isalnya, pentingnya pencegahan cedera tertusuk jaru. dapat meningkatkan risiko tindakan tidak aman (Zainuddin et al. Faktor misalnya ruang gawat darurat dan ruang perawatan maternal, juga menjadi faktor risiko cedera tertusuk jarum (Almoliky et , 2024. Getie et al. , 2. Sebuah penelitian yang dilakukan di Kota Cilegon. Indonesia, mengungkapkan bahwa risiko cedera tertusuk jarum lebih tinggi pada perawat yang memiliki beban kerja berat. Cedera ini dapat terjadi akibat meningkatnya jumlah pasien, yang berkontribusi pada peningkatan beban kerja perawat. Selain itu, beban signifikan akibat berbagai faktor, seperti perbedaan jumlah aktivitas selama shift, variasi jumlah perawat di setiap shift, serta tugas tambahan seperti melakukan diagnosis awal, pencatatan data, dan rekapitulasi informasi pasien (Alisha et , 2. Penyebab langsung cedera akibat jarum suntik dan benda tajam merujuk pada faktor tindakan tidak aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau Dalam literatur, tindakan tidak aman yang paling sering ditemukan adalah praktik mencabut kembali jarum setelah injeksi, yang dilaporkan sebagai salah satu faktor risiko utama dalam berbagai penelitian (Abadiga et al. Getie et al. , 2020. Zhang et al. Lingkungan kerja yang tidak mendukung, seperti kebersihan dan memperbesar risiko (Akbari et al. Selain itu, ketidaksesuaian dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) turut menjadi faktor langsung yang berkontribusi secara signifikan (Pontoh et al. , 2. Penyebab langsung ini menciptakan situasi yang memicu kecelakaan dan kerugian, meskipun beberapa penyebab dasar mungkin tidak terlihat secara langsung. Pengendalian yang efektif harus dilakukan pada setiap faktor penyebab, baik langsung maupun tidak langsung. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. Hal ini penerapan kebijakan keselamatan yang pengadaan alat pelindung diri yang memadai dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung, dan pengawasan meminimalkan terjadinya kecelakaan akibat kondisi tidak aman (Udho & Kabunga. Selanjutnya, menciptakan budaya keselamatan di partisipasi aktif dari seluruh pihak mewujudkan lingkungan kerja yang aman (Kementrian Kesehatan RI, 2. Kemudian, menurut The International Labour Organization, fasilitas kesehatan juga perlu secara aktif evaluasi berkala terhadap faktor risiko di tempat kerja perlu dilakukan untuk langkah-langkah pencegahan dengan kebutuhan terbaru (The International Labour Organization. Tinjauan ini memiliki beberapa kekurangan, seperti jumlah studi yang Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. terbatas dan mayoritas menggunakan desain cross-sectional, yang menyulitkan sebab-akibat. Variasi dalam definisi dan metode pengukuran NSI antar studi, serta minimnya penelitian jangka panjang, juga menjadi kendala. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan berbagai memperoleh pemahaman yang lebih Strategi untuk meningkatkan pelaporan cedera juga harus menjadi prioritas untuk memahami masalah ini secara lebih mendalam dan untuk merumuskan intervensi yang lebih Dengan mengatasi faktor-faktor ini, institusi lingkungan kerja yang lebih aman bagi perawat, mengurangi insiden cedera, kesehatan serta pasien. SIMPULAN Faktor risiko utama NSI meliputi faktor manajemen seperti kurangnya pedoman pencegahan, pelatihan, dan pengadaan alat pelindung diri (APD) Selain itu, faktor individu pengetahuan, dan sikap yang tidak mendukung prosedur keselamatan turut Beban kerja tinggi dan lingkungan kerja berisiko, seperti ruang gawat darurat, juga memperbesar peluang cedera. Tindakan tidak aman dan kondisi kerja yang buruk, seperti mencabut jarum setelah injeksi atau kebersihan rendah, menjadi penyebab langsung cedera. SARAN Institusi menerapkan sistem keselamatan yang terstruktur, meningkatkan pelatihan, memperkuat budaya keselamatan kerja, terhadap risiko untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan melindungi kesehatan tenaga kesehatan serta pasien guna mengatasi masalah Namun, keterbatasan pada desain penelitian cross-sectional, variasi definisi cedera tertusuk jarum, serta rendahnya tantangan yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih beragam untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih spesifik dan aplikatif, seperti penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang berbasis bukti untuk pencegahan NSI, keselamatan kerja yang disesuaikan dengan karakteristik unit pelayanan, serta evaluasi efektivitas intervensi manajerial seperti penerapan sistem pelaporan insiden dan supervisi rutin. DAFTAR PUSTAKA Abadiga. Mosisa. , & Abate. Magnitude of needlestick and sharp injury and its associated factors among nurses working at ethiopia, 2020. Risk Management and Healthcare Policy, 13, 1589Ae https://doi. org/10. 2147/RMHP. S25 Abdelmalik. Alhowaymel. Fadlalmola. Mohammaed. Abbakr. Alenezi. Mohammed, , & Abaoud. Global prevalence of needle stick A comprehensive systematic review and meta-analysis. Journal of Clinical Nursing, 32. Ae. , 5619Ae https://doi. org/10. 1111/jocn. Akbari. Ghadami. Taheri. Khosravi. , & Zamani. Safety and Health Management System. Safety Climate. Accident Occurrences in Hospitals: The Study of Needlestick. Sharp Injuries and Recidivism Rates. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 28. , 550Ae https://doi. org/10. 4103/ijnmr. r_431_20 Alfulayw. Al-Otaibi. , & Alqahtani. Factors associated with needlestick injuries implications for prevention. BMC Health Services Research, 21. , 1Ae https://doi. org/10. 1186/s12913021-07110-y Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. July 2025, hal 307-318 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Literature Review : Faktor Risiko CederaA (Tria Nisa Novianti. Widodo Hariyono, dk. Alisha. Adhayati. , & Gede. Kejadian Tertusuk Jarum pada Perawat di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 4. , 132Ae143. https://doi. org/10. 36590/kepo. Almoliky. Elzilal. Alzahrani, . Abo-Dief. Saleh. Alkubati. Saad. , & Sultan. Prevalence and associated factors of needle stick and sharp injuries among nurses: A cross-sectional study. SAGE Open Medicine, https://doi. org/10. 1177/20503121 Andriyani. Demartoto. , & Murti. Meta-Analysis : Effects of Training and Needle Recapping on Needle Stick Injury in Health Workers. Journal of Health Policy and Management, 09. , 142Ae155. https://doi. org/https://doi. org/10. 6911/- thejhpm. Bouya. Balouchi. Rafiemanesh. Amirshahi. Dastres. Moghadam. Behnamfar. Shyeback. Badakhsh. Allahyari. Mawali. Al. Ebadi, . Dezhkam. , & Daley. Global Prevalence and Device Related Causes of Needle Stick Injuries among Health Care Workers: A Systematic Review and Meta-Analysis. Annals of Global Health, 86. , 1Ae8. https://doi. org/10. 1515/reveh2021-0148 Canadian Centre for Occupational Health and Safety. Needlestick and Sharps Injuries. https://doi. org/10. 29309/tpmj/201 Centers for Disease Control and Prevention. Testing and Clinical Management of Health Care Personnel Potentially Exposed to Hepatitis C Virus-CDC Guidance. United States, 2020 Morbidity and Mortality Weekly Report Recommendations