Jurnal kajian Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. Edition: November 2020 Ae April 2021 http://ejournal. id/index. php/JK2M Received: 20 Oktober 2020 Revised: 27 Oktober 2020 Accepted: 28 Oktober 2020 STRATEGI INFECTION PREVENTION CONTROL NURSE (IPCN) MEMINIMALKAN KEJADIAN TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RSU MITRA SEJATI MEDAN TAHUN 2020 Hesty Herlina Ompusunggu. Elisabeth Dame Manalu. Heri Novita Tarigan Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua Email : hestyherlina472@gmail. ABSTRACT Mitra Sejati General Hospital is one of the Medan North Sumatera Private Hospitals which also has an important role in health services. In term of improving work safety especially for nurses. Mitra Sejati Hospital has made several policies such as establishing Standard Procedures Operating (SPO) before and after tacking action on However, there were still find the incidents the of needle sticking to nurses in the Mitra Sejati General Hospital Medan. The purpose of this study was to determine the strategy : AuInfection Prevention Control Nurse (IPCN)Ayto minimize the incidence of needle sticking to nurses in the Inpatient Hospital of Mitra Sejati Medan in The type of this study was a qualitative descriptive design study that was presented exploratively. The informants in this study were 7 . people, namely Nursing Supervisor. Head of Inpatient Room. Managing Nurse. Chairperson of PPI. Infection Prevention Control Nurse (IPCN). Data collection techniques in this study used in-depth interviews. The results showed that Mitra Sejati General Hospital already had a SPO on the use of Personal Protective Equipment (PPE). SPO of Safe Injection Practice, but the obstacles faced were still some nurses who did not attend the SPO, likewise related to health protection, officers are still not running optimally where health workers, especially nurses, have not received regular health checks. The conclusion that can be concluded from this study is that the use of Personal Protective Equipment (PPE). SPO Safe Injecting Practices. Health protection for officers and management of sharps waste is syringes have not been implemented optimally which causes the occurrence of needle sticking in nurses. Keywords: Strategy. Needle Stick Injury. Inpatient Nurse PENDAHULUAN Perizinan Rumah Sakit menyatakan bahwa Rumah Sakit adalah institusi perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Berdasarkan UU No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Klasifikasi Dan Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. Salah satu persoalan keselamatan kerja di Rumah sakit adalah adanya tertusuk jarum suntik. Hal ini merupakan masalah yang serius dalam bidang pekerjaan kesehatan dan menjadi persoalan keselamatan kerja yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan pada umumnya. Kejadian kecelakaan kerja dapat merugikan bagi pekerja, maupun Rumah Sakit efektivitas proses bekerja perawat dalam menangani pasien. Luka tertusuk jarum suntik atau yang dikenal dengan Needle Stick Injury merupakan salah satu cedera luka menusuk kulit. Luka tertusuk benda tajam seperti jarum suntik dapat disebabkan oleh pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai standar. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018 disebutkan bahwa cakupan rumah sakit yang medis sesuai standar pada tahun 2018 adalah sebesar 9,48% di Sumatera Utara. (Profil Kesehatan Indonesia. Perawat kesehatan yang rentan terpapar cedera benda tajam dengan angka kejadian paling tinggi. Secara global lebih dari 35 juta tenaga kesehatan di dunia memiliki resiko mengalami cidera benda tajam baik dari jarum maupun benda medis tajam lainnya (Manzoor, et al, 2. Tenaga kesehatan berisiko terpapar darah dan cairan tubuh yang terinfeksi . loodborne pathoge. yang dapat Human Hepatitis B Virus (HBV). Human Hepatitis C Virus (HCV) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) satunya melalui luka tusuk jarum Pekerjaan perawat merupakan jenis pekerjaan yang beresiko tertusuk jarum suntik bekas pasien, dan bahaya-bahaya lain yang dapat menjadi media penularan penyakit. Data tertusuk jarum suntik tertinggi pada peneliti terdahulu Pangalila,dkk Hubungan Antara Beban Kerja dengan Cedera Tertusuk Jarum Suntik pada Perawat di Rumah Sakit GMIM Kalooran Amurang sebanyak 46 orang . ,2%) dengan kategori beban kerja berat, sedang dan normal. Dari data laporan IPCN RSU Mitra Sejati persentase tertusuk jarum suntik tahun 2018 sebanyak 4 kasus . 54%) dan tahun 2019 sebanyak 7 kasus . Berdasarkan belakang masalah tersebut di atas maka penulis tertarik dan memiliki keinginan untuk meneliti Strategi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) Meminimalisasi Kejadian Tertusuk Jarum Suntik Perawat di Ruang Rawat Inap RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2020. METODE Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian desain deskriptif kualitatif yang disajikan secara Metode umumnya berguna untuk menjawab Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. AoapaAo. AobagaimanaAo, atau AomengapaAo dari sebuah fenomena dengan tujuan sebuah komunitas atau individu di Dalam langsung dan mendalam . n depth intervie. kepada responden yang tentang masalah penelitian. Proses dengan bantuan alat perekam suara dengan handphone untuk dapat merekam pembicaraan pada saat lapangan . ield not. yang berisikan deskripsi tentang tanggal, waktu suasana saat wawancara seperti tatanan lingkungan dan aktivitas wawancara dilakukan. Informan Penelitian merupakan orang yang diyakini memiliki pengetahuan yang luas tentang permasalahan yang sedang diteliti dan pemilihan partisipan berdasarkan pada asas kesesuaian dan kecukupan sampai mencapai saturasi . data serta sumber data. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah Supervisor Keperawatan. Kepala Ruangan Rawat Inap. Perawat Pelaksana. Ketua PPI. IPCN. Menurut (Miles & Huberman, 1. analisis terdiri dari tiga alur bersamaan yaitu: reduksi data, kesimpulan/verifikasi. Mengenai ketiga alur tersebut secara lebih Secara proses analisis data menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman dapat dilihat pada bagan berikut: Gambar 1 : Model Analisis Data Interaktif Miles dan Huberman Pengump ulan Data Reduks i Data Penyaji an Data Verifikasi/ Penarikan Kesimpulan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Alat Pelindung Diri (APD) Berdasarkan penelitian diatas, pada Strategi IPCN Kejadian Tertusuk Jarum pada Perawat Rawat Inap pada beberapa strategi yang digunakan Strategi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) meminimalisasi kejadian tertusuk jarum suntik, menurut PERMENKES RI Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan penerapan Kewaspadaan Standar yaitu kewaspadaan Kewaspadaan Standar yaitu: Alat Pelindung Diri (APD). Perlindungan Kesehatan Petugas. Praktek Menyuntik yang Aman dan Pengelolaan Limbah Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. Benda Tajam. Berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan direktur Rumah Sakit Umum Mitra Sejati tentang prosedur Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah ada untuk dapat diterapkan di APD namun dari hasil wawancara yang perawat yang belum patuh dalam penggunaan APD saat melakukan Kepatuhan APD meminimalisasi kejadian tertusuk jarum suntik dan ketidakpatuhan penggunaan APD dapat beresiko dengan darah atau cairan tubuh pasien dan cidera tertusuk jarum Hal ini dapat dilihat saat perawat yang melakukan tindakan tanpa menggunakan APD. Pada dasarnya pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor Dimana semakin luas. Akan tetapi perlu diingat bahwa adakalanya meskipun rendah pula karena pengetahuan pendidikan formal saja, akan tetapi dapat diperoleh melalui pendidikan non formal (Wawan. Dewi, 2. Teori tersebut dikaitkan peneliti dengan pelaksanaan penggunaan APD pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati bahwa perlu diadakannya sosialisasi pentingnya penggunaan APD pada perawat saat melakukan tindakan seperti menyuntik, menginfus guna terhindar dari cidera jarum suntik dan pajanan cairan tubuh pasien yang dapat menular melalui kontak. Praktek Menyuntik Yang Aman Sebagaimana dikemukakan oleh (Notoatmodjo. Pengetahuan kognitif merupakan domain yang terbentuknya tindakan seseorang . vert behavio. Pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh Pembentukan perilaku terjadi melalui 3 domain, yaitu pengetahuan, sikap, dan pengetahuan yang dimiliki petugas. Berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan direktur Rumah Sakit Umum Mitra Sejati tentang Praktek Menyuntik Yang Aman sudah ada ketetapan Direktur diperbolehkan menutup kembali jarum suntik . atau dua tangan tapi harus dengan tehnik satu tangan, penggunaan jarum single use . idak boleh berungkali digunaka. dan jarum yang telah digunakan langsung segera dibuang meletakkan sembarangan . Dari Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. hasil observasi peneliti bahwa masih ada yang melakukan tehnik recapping . enutup kembali jarum sunti. dengan tehnik dua tangan tanpa menggunakan APD dan meletakkan di nierbekken. melakukan sosialisasi, edukasi dan pelatihan yang berkesinambungan terhadap perawat guna menjaga perawat dari cidera jarum suntik. Perlindungan Petugas Permenkes RI No. 27 Tahun 2017 mengemukakan : Praktek menyuntik yang aman, pakai jarum yang steril, sekali pakai, pada tiap kontaminasi pada peralatan injeksi dan terapi. Alat suntik yang digunakan dalam praktek pelayanan kesehatan memiliki resiko bagi perawat, yaitu tertusuk jarum. Perilaku atau tindakan yang tidak aman dan terbukti bisa menusuk jari perawat adalah disaat menutup ujung jarum suntik . dan membuang bekas jarum suntik Jangan menekuk meletakkan limbah benda tajam sembarang tempat dan segera membuang limbah benda tajam ke kontainer yang tahan tusuk, anti bocor dan tidak bisa dibuka lagi dan tidak mudah tembus, jarum suntik sipemakai, tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai, kontainer benda tajam diletakkan dekat lokasi tindakan. Kesehatan Perlindungan Kesehatan Petugas masih belum berjalan khususnya perawat mendapatkan pada tahun 2017 yang dilakukan sekali saja seperti : HBSAg, dan yang mendapatkan masih ruangan khusus saja yaitu: IGD. OK. ICU dan HD. Pada kasus staf perawat yang tertusuk jarum suntik belum dilakukan vaksinasi. Permenkes No. 27 Tahun 2017 mengemukakan Perlindungan Kesehatan Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan berkala terhadap semua petugas baik tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan. Fasilitas penatalaksanaan akibat tusukan jarum atau benda tajam bekas pasien, yang berisikan antara lain siapa yang harus dihubungi saat terjasi kecelakaan dan pemeriksaan serta konsultasi yang dibutuhkan oleh petugas yang bersangkutan. berhati-hati dalam bekerja untuk dengan tangan, menekuk jarum, mematahkan, melepaskan jarum dari spuit. Buang jarum atau spuit, pisau, scapel, dan peralatan tajam Teori diatas dapat dikaitkan peneliti dengan hasil observasi langsung yang telah dilakukan perawat yang menutup kembali jarum suntik dengan tehnik dua tangan . dan meletakkan di nierbekken. Dengan ini, peneliti mengharapkan agar Rumah Sakit Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. habis pakai kedalam wadah tahan tusukan, dan jangan mengarahkan bagian tajam jarum kebagian tubuh selain akan menyuntik. Permenkes No. 27 Tahun 2017 mengemukakan bahwa Pengelolaan Limbah Benda Tajam. Identifikasi jenis limbah : secara umum limbah medis dibagi menjadi padat, cair dan gas sedangkan kategori limbah medis padat terdiri dari benda tajam, limbah infeksius, limbah patologi, limbah sitotoksik, limbah farmasi, limbah radioaktif . Pemisahan limbah : pemisahan dimulai pada awal limbah dihasilkan dengan memisahkan limbah sesuai dengan jenisnya. Limbah benda tajam yang memiliki permukaan tajam masukkan kedalam wadah tahan tusuk dan air contoh: jarum,spuit,ujung yang permukaannya tajam . Wadah limbah diruangan harus tertutup , muda dibuka dengan pedal kaki, bersih dan setiap hari dicuci, terbuat dari bahan yang kuat, ringan dan tidak berkarat . Pengangkutan: limbah harus menggunakan troli khusus yang kuat, tertutup dan mudah dibersihkan, tidak boleh tercecer, petugas menggunakan APD ketika mengangkut limbah . Wadah penampungan limbah benda tajam : tahan bocor dan tahan tusukan. harus mempunyai pegangan yang dapat dijinjing dengan satu tangan . penutup yang tidak dapat dibuka ditutup dan diganti setelah 3\4 penuh bagian terisi dengan . Pembuangan benda merupakan limbah medis dan harus Teori diatas dapat dikaitkan dengan hasil wawancara yang kesehatan di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati hanya ada beberapa petugas kesehatan pemeriksaan kesehatan, seperti: Vaksin HBSAg, petugas kesehatan yang tertusuk jarum suntik belum ada dilakukan pemberian vaksin atau medical check-up. Berdasarkan tersebut, peneliti mengharapkan agar pimpinan rumah sakit dapat memperhatikan kesehatan petugas dan memotivasi petugas kesehatan pelaporan kasus tertusuk jarum. Pengelolaan Limbah Benda Tajam Berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan direktur Rumah Sakit Umum Mitra Sejati tentang Pengelolaan Limbah Benda Tajam sudah ada ketetapan Direktur pengelolaan limbah yang benar. Pada pengelolaan limbah benda tajam di Rumah Sakit Mitra Sejati tempat-tempat jenisnya, misalnya: khusus limbah jarum dibuang ke safety box yang tahan tusuk, tahan air, tidak mudah tembus, tidak boleh dibuka tutup dan jika A penuh langsung dibuang oleh pengangkut, namun masih ada staf yang meletakkan tidak pada Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. medis sebelum insinerasi, tidak Pada pengelompokan limbah Rumah Sakit (Abdul Khair, medis rumah sakit bermacammacam dan berdasarkan potensi bahaya yang ditimbulkan sebagai berikut, yaitu : . Limbah benda tajam, adalah objek atau alat yang memiliki sudut tajam, ujung atau bagian yang menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit. Benda mungkin terkontaminasi oleh darah, cairan tubuh, bahan mikrobiologi, bahan beracun dan radio aktif . Limbah infeksius, yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular . erawatan intensi. , limbah dari laboratorium pemeriksaan mikrobiologi . Limbah meliputi organ, anggota badan, . Limbah Citotoksik . Limbah farmasi. Limbah kimia dan . Limbah radioaktif. penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti: Sarung tangan atau Handscoon, masker, topi, apron dan sepatu boot misalnya saat atau menyuntik. Kendala yang ketidakpatuhan penggunaan APD saat melakukan Tindakan dan kurangnya sosialisasi. Praktek Menyuntik Yang Aman Rumah Sakit Umum Mitra Sejati sudah memiliki SPO Praktek Menyuntik yang Aman sudah ada ketetapan Direktur sebagai regulasi yaitu tidak diperbolehkan menutup kembali jarum suntik . atau dua tangan tapi harus dengan tehnik satu tangan, penggunaan jarum single use . idak boleh berungkali digunaka. dan jarum yang telah digunakan langsung segera dibuang ke safety box atau tidak meletakkan sembarangan, namun kendala yang dihadapi masih ada beberapa perawat yang SPO kurangnya kesadaran perawat. Hal tersebut diatas dapat observasi peneliti terhadap temuan memahami mengenai pengelolaan limbah benda tajam yang baik dan benar sehingga masih ditemukan nierbekken, yang mana seharusnya dimasukkan ke dalam safety box agar mengurangi resiko cidera tertusuk jarum Perlindungan Petugas Petugasmasih belum berjalan khususnya perawat mendapatkan pada tahun 2017 yang dilakukan sekali saja seperti : HBSAg, dan yang mendapatkan masih ruangan khusus saja yaitu: IGD. OK. ICU dan HD. Kendala yang dihadapi KESIMPULAN Alat Pelindung Diri Rumah Sakit Umum Sejati Kesehatan Mitra SPO Hesty ,Elisabet,Heri,stategi Infection preventiona. petugas yang terkena tusuk jarum Hal ini perlu dibuat suatu kebijakan dalam hal pemeriksaan kesehatan secara berkala vaksinasi khususnya bagi petugas yang tertusuk jarum suntik dan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan baru. Pengelolaan Tajam Limbah Sakit GMIM. Kalooran Amurang. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi : 2017 Elmi. Babaie. Malek. , dan Motazedi, . Occupational Exposures Needle Stick Injuries among Health Care Staff. A Review Study. Tabriz University of Medical Sciences Benda Imas Masturoh. , 2018. Metodologi Penelitian Kesehatan Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembang & Pemberdayaan SDM Kesehatan. Jakarta: Rumah Sakit Umum Mitra Sejati SPO Pengelolaan Limbah Benda Tajam yang ditetapkan oleh Direktur pengelolaan limbah yang benar. Pada pengelolaan limbah benda tajam di Rumah Sakit Mitra Sejati tempat-tempat jenisnya, misalnya: khusus limbah benda tajam seperti: jarum suntik dibuang ke safety box yang tahan tusuk, tahan air, tidak mudah tembus, tidak boleh dibuka tutup dan jika A penuh langsung dibuang oleh pengan gkut, namun kendala yang dihadapi masih ada perawat yang meletakkan jarum suntik tersebut tidak pada tempatnya setelah melakukan tindakan. Indri Meilawati. Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Luka Tusuk Jarum Suntik pada Perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob. Depok :2018 Kemenkes RI. ,2011. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya. Jakarta: Kemenkes RI. Lantip Diat Prasojo. Manajemen Strategi. Yogyakarta : 2018. Meleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya Notoadmojo, 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: 2012 DAFTAR PUSTAKA