Al-Mishbah Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi I Vol. 21 No. 1 (Januari Ae Juni 2. I P. 68 - 79 PERAN TEKNOLOGI DALAM MEMPERKUAT DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL Amarul Hakim Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid Pekalongan Email: amarulhakim224@gmail. Keywords Technology. Islamic Da'wah. Digital Era. Social Media. Young Generation. Religious Moderation. Digital Content Kata kunci Teknologi. Dakwah Islam. Era Digital. Media Sosial. Generasi Muda. Moderasi Beragama. Konten Digital. Abstract The development of technology in the digital era has brought significant changes to various aspects of life, including the delivery of Islamic da'wah. Modern technology, especially social media, instant messaging applications, and digital content, offers great opportunities for preachers to convey religious messages more widely, quickly, and interactively. Digital da'wah not only allows for the spread of Islamic values in a creative and innovative way but also plays a role in building a moderate and harmonious understanding amidst the challenges of globalization. In addition to being a means to expand the reach of da'wah, technology is also an important tool in combating extremism and misinformation that can harm the community. By utilizing technology wisely. Islamic da'wah can develop dynamically, adaptively, and relevantly for all groups, particularly among the younger generation who have grown up with digital technology, this paper examines the strategic contribution of technological advancements to the enhancement of Islamic daAowah, the challenges faced, and the opportunities that can be maximized to create a positive impact on the community. Abstrak Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyampaian dakwah Islam. Teknologi modern, terutama media sosial, aplikasi pesan instan, dan konten digital, menawarkan peluang besar bagi para pendakwah untuk menyampaikan pesan agama secara lebih luas, cepat, dan interaktif. Dakwah digital tidak hanya memungkinkan penyebaran nilai-nilai Islam secara kreatif dan inovatif, tetapi juga berperan dalam membangun pemahaman yang moderat dan harmonis di tengah tantangan globalisasi. Selain menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dakwah, teknologi juga menjadi alat penting dalam melawan ekstremisme dan misinformasi yang dapat merugikan umat. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, dakwah Islam dapat berkembang secara dinamis, adaptif, dan relevan bagi semua kalangan, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Artikel ini mengeksplorasi peran strategis teknologi dalam memperkuat dakwah Islam, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang dapat dimaksimalkan untuk menciptakan kebermanfaatan untuk umat. Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital Pendahuluan Penggunaan teknologi digital telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam memperluas akses dakwah di masyarakat, terutama di Indonesia. Melalui media sosial, aplikasi, dan platform digital lainnya, dakwah Islam dapat disebarkan dengan cepat dan luas, mencakup berbagai lapisan masyarakat, bahkan hingga ke daerah-daerah Teknologi digital juga memungkinkan interaksi langsung antara ulama dan umat, serta menyediakan berbagai jenis materi dakwah yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja, seperti video, podcast, dan artikel. Meskipun teknologi digital memberikan banyak peluang untuk dakwah, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, terbatasnya akses teknologi di beberapa daerah, serta kualitas konten dakwah yang kadang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Selain itu, dakwah juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan audiens yang lebih dinamis, terutama generasi muda yang sudah terbiasa dengan media digital. Secara keseluruhan, teknologi digital membuka peluang besar dalam memperluas jangkauan dakwah, namun tantangan-tantangan tersebut harus diatasi agar dakwah digital dapat memberikan dampak yang optimal dalam memperdalam pemahaman agama dan menjaga kualitas serta akuntabilitas pesan yang Teknologi digital memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan dakwah Islam dan mempermudah penyebaran nilai-nilai keislaman kepada masyarakat Media sosial, seperti YouTube. Instagram, dan TikTok, telah menjadi alat utama bagi para dai untuk menjangkau audiens yang beragam melalui konten interaktif, termasuk ceramah singkat, kutipan ayat-ayat Al-Qur'an, dan video inspiratif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Aplikasi Islami seperti Al-Qur'an digital, jadwal salat, dan kalkulator zakat mempermudah umat Islam menjalankan ibadah secara teratur dan Fitur pengingat ibadah pada aplikasi tersebut juga membantu menjaga konsistensi umat dalam mendekatkan diri kepada Allah. Kemajuan teknologi streaming dan podcast telah mengubah cara masyarakat mengakses kajian agama, memungkinkan mereka mengikuti ceramah atau diskusi agama kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan geografis. Pendidikan Islam pun telah bertransformasi dengan adanya e-learning berbasis teknologi yang menawarkan fleksibilitas dalam mempelajari ilmu agama, baik melalui kelas daring, webinar, maupun diskusi interaktif secara virtual. Di era kecerdasan buatan (AI), chatbot Islami dan teknologi personalisasi konten telah mempermudah umat dalam mendapatkan informasi agama yang relevan dengan cepat. Namun, pemanfaatan teknologi untuk dakwah juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam akibat rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang bijak dalam memanfaatkan teknologi, memastikan bahwa setiap konten yang disampaikan berlandaskan nilai-nilai syariat dan prinsip kebenaran. Teknologi digital tidak hanya menjadi alat, tetapi juga sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital mempersatukan umat di seluruh dunia, selama digunakan dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Digitalisasi dakwah Islam telah memberikan peluang yang sangat besar dalam menyebarkan pesan agama secara lebih luas dan efisien. Dengan adanya teknologi digital, pesan-pesan dakwah dapat diteruskan tanpa terbatas oleh waktu dan ruang, mencapai berbagai lapisan masyarakat, bahkan yang berada di lokasi geografis yang sulit dijangkau. Teknologi, seperti media sosial, aplikasi mobile, dan website, telah menjadi sarana penting dalam mendekatkan umat Islam dengan pemahaman agama yang lebih luas, memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai sumber ilmu agama dengan mudah. Penggunaan teknologi dalam dakwah juga memungkinkan komunikasi yang lebih cepat dan efektif antara pengajarnya dan audiensnya. Namun, meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan teknologi dalam dakwah juga memerlukan pemahaman yang baik agar tidak menimbulkan penyebaran informasi yang keliru atau merugikan umat Islam. Di tengah perkembangan dunia digital yang semakin kompleks, pendekatan dakwah yang bersifat moderat, toleran, dan mengedepankan kedamaian memiliki daya tarik yang signifikan. Metode dakwah yang mengutamakan nilai-nilai positif ini berpotensi berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis serta meningkatkan pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman agama. Dengan fokus pada pesan dakwah yang mengangkat semangat perdamaian, inklusivitas, dan sikap saling menghormati, dakwah dapat berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk menjalin hubungan baik antarumat beragama di era digital yang semakin terhubung ini. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif melalui literatur review. Dengan menggunakan metode pengumpulan data yang berasal dari bacaan sebagai Untuk mendukung penelitian, bisa dengan menggunakan dari jurnal, buku maupun artikel dari penelitian terdahulu sebagai referensi. Bertujuan untuk mendeskripsikan serta memahami gambaran umum tentang Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam di Era Digital. Melalui referensi online dengan pencarian artikel dan jurnal digoogle scholar menjadikan sumber referensi tersebut sebagai tahapan pengumpulan data. Data akan dipahami kembali dan dideskripsikan sebagai hasil yang menjelaskan tentang Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam di Era Digital. Kepustakaan ini menjadi metode dalam penelitian dengan melakukan pengumpulan data baik melalui online, artikel, dan buku yang berkenaan dengan pembahasan masalah. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dari berbagai referensi relevan, seperti buku, artikel jurnal, serta laporan penelitian terdahulu yang membahas tentang Peran Teknologi dalam Memperkuat Dakwah Islam di Era Digital. Selain itu, referensi tersebut juga berfungsi untuk memberikan gambaran umum mengenai perkembangan dakwah yang berbasis Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital Penelitian-penelitian sebelumnya turut memberikan pemahaman terkait keberhasilan dan tantangan yang muncul dalam penggunaan teknologi sebagai bagian dari dakwah Islam, sekaligus menjelaskan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang efektif bagi komunitas Muslim. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yang bertujuan untuk menelaah literaturliteratur yang relevan dengan tema yang diteliti. Proses studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan berbagai artikel jurnal, buku, serta sumber lain yang membahas topik dakwah digital, teknologi pendidikan, dan implementasi teknologi dalam konteks dakwah Islam. Kajian literatur ini memberikan landasan teoritis dan pandangan praktis terkait peran teknologi dalam memperkuat dakwah Islam serta bagaimana teknologi dapat meningkatkan mutu pelaksanaan dakwah. Data hasil studi pustaka juga digunakan untuk membandingkan temuan-temuan dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. Dalam tahap analisis data, pendekatan yang diterapkan adalah analisis deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan secara rinci bagaimana teknologi diterapkan dalam praktik dakwah Islam pada era digital. Analisis deskriptif bertujuan memberikan pemaparan mendetail mengenai aplikasi teknologi yang digunakan dalam dakwah digital, seperti pemanfaatan media sosial, aplikasi mobile, dan platform video. Selain itu, analisis ini juga menguraikan sejauh mana teknologi tersebut dapat diakses oleh umat Islam serta efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan Dengan pendekatan ini, peneliti mampu menyajikan data secara jelas dan komprehensif, serta memberikan gambaran yang tepat mengenai Peran Teknologi dalam Memperkuat Dakwah Islam di Era Digital. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki kontribusi besar dalam memperkuat penyebaran dakwah Islam pada masa kini. Media sosial, berperan menjadi salah satu alat utama, memiliki daya jangkau yang sangat luas. Melalui platform seperti Facebook. Instagram. TikTok, dan YouTube, para daAoi dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat dengan cepat dan efisien. Di antara strategi yang sering digunakan adalah pembuatan konten menarik, seperti video singkat yang memuat pesan moral, infografis edukatif, serta live streaming yang memungkinkan interaksi langsung dengan Sebagai contoh, video singkat di TikTok sering kali menjadi viral, memungkinkan pesan dakwah mencapai jutaan orang hanya dalam waktu singkat. Strategi ini menjadi semakin efektif ketika para daAoi memanfaatkan algoritma platform untuk menargetkan audiens berdasarkan minat mereka, sehingga pesan yang disampaikan lebih relevan dan menarik perhatian. Dalam era teknologi digital, peran dakwah bil hal menjadi semakin krusial dan Dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui perbuatan nyata, menekankan pentingnya Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital aksi konkret sebagai sarana penyampaian pesan Islam. Di zaman digital, dakwah ini dapat diwujudkan lewat konten yang memperlihatkan praktik keagamaan, aktivitas sosial, serta contoh kehidupan yang baik. Media seperti blog dan video yang menampilkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan dakwah sekaligus membangkitkan inspirasi bagi audiens. Teknologi memungkinkan para pendakwah menunjukkan implementasi nilai-nilai Islam secara langsung, seperti dalam kegiatan sosial, pelaksanaan ibadah, hingga kontribusi terhadap masyarakat. Pendekatan dakwah melalui keteladanan atau dakwah bil hal dapat ditelaah melalui perspektif ilmu komunikasi dan sosiologi, khususnya yang menyoroti pengaruh perilaku dalam menyampaikan pesan moral. Salah satu teori yang relevan adalah Social Learning Theory dari Albert Bandura, yang menjelaskan bahwa individu memperoleh pengetahuan dan sikap melalui pengamatan serta peniruan terhadap perilaku orang lain. Dalam konteks ini, nilai-nilai Islam dapat ditransmisikan secara efektif melalui contoh nyata yang dapat diinternalisasi oleh masyarakat. serta perilaku yang sesuai dengan ajaran melalui observasi dan peniruan terhadap figur teladan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, tindakan ini dapat lebih luas menjangkau masyarakat, memperkuat dakwah Islam di era modern, dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup sesuai ajaran Selain itu, aplikasi islami juga memberikan kontribusi besar dalam mendukung kebutuhan ibadah umat Muslim. Aplikasi seperti Muslim Pro. Quran. com, dan Umma menawarkan berbagai fitur yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam menjalankan aktivitas keagamaan. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga menyediakan ruang komunitas di mana pengguna dapat berbagi inspirasi, bertanya tentang agama, atau sekadar berinteraksi dengan sesama Muslim. Studi menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat membantu umat Muslim yang tinggal di negara-negara minoritas, di mana akses terhadap fasilitas keagamaan mungkin terbatas. Aplikasi ini juga menjadi alat edukasi yang penting bagi generasi muda, karena menyediakan konten yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan kebutuhan pengguna modern. Platform virtual seperti Zoom. Microsoft Teams, dan Google Meet juga menjadi bagian penting dalam mendukung dakwah Islam di era digital. Banyak komunitas Muslim yang memanfaatkan platform ini untuk menyelenggarakan ceramah online, diskusi interaktif, dan kelas agama. Aktivitas ini tidak hanya memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi para peserta. Sebagai contoh, sebuah komunitas Muslim di Indonesia melaporkan peningkatan partisipasi jamaah hingga tiga kali lipat setelah mengalihkan sebagian besar kegiatannya ke platform digital. Hal ini menunjukkan bahwa platform virtual mampu mengatasi batasan geografis sekaligus menjembatani perbedaan waktu. Keunggulan platform ini juga terletak pada fleksibilitasnya, di mana peserta dapat bergabung dari berbagai lokasi tanpa perlu meninggalkan rumah mereka, sehingga mengurangi biaya dan waktu yang biasanya diperlukan untuk menghadiri acara fisik. Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital Namun, penelitian juga terdapat berbagai hambatan yang harus dihadapi, salah satunya adalah gangguan dari distraksi digital yang membuat audiens mudah teralihkan oleh konten non-Islami yang lebih menarik secara visual. Konten dakwah yang tidak dirancang dengan baik sering kali kalah bersaing dengan hiburan digital lainnya yang lebih menarik perhatian. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam menciptakan konten yang mampu bersaing secara visual maupun emosional. Selain itu, rendahnya literasi digital di kalangan daAoi menjadi hambatan dalam pemanfaatan teknologi secara maksimal. Tidak semua daAoi memiliki keterampilan untuk menggunakan alat digital secara efektif, sehingga diperlukan pelatihan khusus untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang ini. Tantangan lain adalah masalah privasi dan keamanan data, yang menjadi perhatian utama ketika menggunakan aplikasi atau platform digital untuk dakwah. Risiko ini terutama dirasakan oleh komunitas Muslim yang aktif di wilayah dengan pengawasan ketat terhadap aktivitas daring. Secara keseluruhan, teknologi digital membuka kesempatan luas bagi perkembangan dakwah Islam di zaman modern. Namun, keberhasilan pemanfaatannya sangat bergantung pada kemampuan para daAoi untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta pada kolaborasi antara komunitas Muslim dan pengembang teknologi untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi tidak hanya dapat memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga meningkatkan kualitas interaksi antara daAoi dan audiensnya, menciptakan pengalaman spiritual yang lebih bermakna bagi semua pihak yang terlibat. Pembahasan Peran Teknologi Dalam Dakwah Islam Teknologi digital mengambil kontribusi besar pada aktivitas dakwah Islam di Indonesia dengan memperluas jangkauan dan meningkatkan interaksi antara ulama dan umat melalui media sosial dan platform digital. Dakwah yang sebelumnya terbatas secara fisik kini dapat diakses secara luas dan kapan saja, bahkan oleh masyarakat di daerah Selain itu, teknologi memudahkan umat untuk mengakses materi dakwah dalam berbagai format seperti video, podcast, dan artikel, sehingga pembelajaran agama menjadi lebih fleksibel dan menarik, terutama bagi generasi muda1. Berbagai studi kasus penerapan dakwah digital menunjukkan beragam bentuk penggunaan teknologi dalam aktivitas dakwah. Media sosial seperti Instagram dan Facebook sering dimanfaatkan untuk membagikan video ceramah, kutipan ayat AlQurAoan, serta hadits yang bertujuan memperdalam pemahaman umat terhadap ajaran Contohnya, akun-akun dakwah yang dikelola oleh organisasi keagamaan maupun perorangan dapat memiliki pengikut mencapai puluhan ribu hingga jutaan, memanfaatkan Sayidah Afyatul Masruroh Dinda Sofya Umbu Nay. Muhammad Adib Afiq. AuPEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN AKSES DAKWAH DI KALANGAN MASYARAKAT,Ay Jurnal Kajian Agama Islam . 29Ae35, https://doi. org/10. 62238/jupsijurnalpendidikansosialindonesia. Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital platform tersebut untuk memberikan pemahaman agama yang mudah dijangkau. Selain itu, website dan aplikasi dakwah juga berperan penting sebagai sumber informasi yang tersusun dengan baik, menyediakan artikel, kajian, dan modul pembelajaran yang bisa diakses secara mandiri oleh umat Islam2. Pemanfaatan Teknologi Pemanfaatan teknologi dalam dakwah Islam membawa pengaruh yang cukup besar, baik dalam aspek positif maupun negatif. Salah satu dampak positif yang paling menonjol adalah kemudahan dalam menyebarluaskan pesan-pesan Islam kepada khalayak yang lebih luas. Dengan bantuan teknologi digital, pesan dakwah dapat disebarkan ke umat Islam di berbagai belahan dunia tanpa terbatas oleh jarak maupun Media sosial, situs web, serta aplikasi seluler memungkinkan umat Islam untuk mengakses materi agama kapan saja dan di mana saja, tanpa harus terikat pada lokasi atau jadwal tertentu. Misalnya, sejumlah ustaz dan ulama ternama di Indonesia telah memanfaatkan platform seperti YouTube dan Instagram untuk menyampaikan khutbah, ceramah, serta kajian agama yang dapat dijangkau oleh audiens dari berbagai negara. Hal ini memperluas jangkauan penyebaran ajaran Islam secara merata dan memberikan peluang kepada mereka yang sebelumnya sulit mengakses dakwah secara langsung. Penggunaan teknologi dalam kegiatan dakwah membawa manfaat strategis yang cukup besar. Pertama, dakwah menjadi lebih terbuka dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Orang-orang yang sebelumnya mengalami kesulitan menghadiri pertemuan keagamaan kini dapat mengikuti pembelajaran agama secara online dari rumah masing-masing. Kedua, pesan-pesan tentang sikap moderat dan toleran dapat disebarluaskan dengan lebih cepat dan luas, yang sangat penting dalam melawan penyebaran radikalisme dan intoleransi yang juga memanfaatkan media digital untuk menyebarkan ideologi ekstrem. Tantangan Dakwah Di Era Digital Salah satu tantangan utama dalam bingkai aktivitas dakwah di era digital adalah menjamin mutu dan kepercayaan dari konten yang disajikan sangat penting. Dengan melimpahnya informasi di dunia maya, potensi tersebarnya berita palsu dan ajaran yang keliru menjadi semakin tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah serius untuk menyaring dan memeriksa kebenaran konten agar selaras dengan ajaran Islam yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum disebarluaskan3. Tantangan lainnya pada penyebaran informasi yang salah dan hoaks yang dapat menyesatkan umat. Oleh karena itu, penting bagi ulama dan lembaga dakwah untuk menjaga kualitas dan akurasi konten Ibnu Kasir and Syahrol Awali. AuPeran Dakwah Digital Dalam Menyebarkan Pesan Islam Di Era Modern,Ay Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta 11, no. : 59Ae68. Nazar Naamy. AuDakwah Di Era Digital: Tantangan Sosiologis Dan Solusinya Nazar,Ay AlMunawwarah : Jurnal Pendidikan Islam . https://doi. org/10. 1016/j. 002https://doi. org/10. 1016/j. 100950https:// org/10. 1016/j. 007https://doi. org/10. 1016/j. 102816https://doi. g/10. 1016/j. 015https://doi. org/10. 1016/j. Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital yang disebarkan. Dengan mengatasi tantangan ini, teknologi digital dapat menjadi alat efektif untuk memperluas dan memperdalam pemahaman Islam di masyarakat Indonesia. Disamping itu, dengan banyaknya sumber informasi di dunia digital, para pelaku dakwah dituntut untuk terus melakukan inovasi agar pesan yang disampaikan tetap menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kalangan milenial dan generasi Z yang aktif menggunakan media sosial memiliki cara tersendiri dalam menerima informasi. Oleh karena itu, pendekatan dakwah yang kreatif dan inovatif perlu dikembangkan, seperti melalui video singkat, infografis, dan konten interaktif agar tetap mampu menarik perhatian serta menjaga partisipasi audiens muda. Teknik dalam menjalankan aktivitas dakwah di era digital juga memerlukan kerja sama erat antara para ulama dan pakar teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi seperti big data, algoritma media sosial, serta analisis tren digital sangat membantu dalam mengenali kebutuhan dan preferensi audiens secara lebih akurat. Dengan pendekatan tersebut, pesan dakwah dapat dikemas dalam konteks yang relevan serta menggunakan metode yang lebih efektif. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi para dai juga penting agar mereka dapat memaksimalkan penggunaan perangkat digital dalam kegiatan Dampak Pemanfaatan Penggunaan media sosial kini memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan ajaran Islam. Dengan kemudahan akses dan jangkauan yang luas, media sosial menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keislaman kepada umat di seluruh dunia. Platform ini memungkinkan para pendakwah menyebarkan pemahaman agama melalui berbagai bentuk konten seperti teks, gambar, suara, dan video, yang dapat memperluas wawasan serta pengetahuan keagamaan audiens. Salah satu perkembangan signifikan dalam dakwah digital terjadi melalui platform TikTok, yang saat ini populer di kalangan generasi milenial. Banyak dai muda memanfaatkan kreativitas mereka untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui video singkat yang menghibur. Penelitian menunjukkan bahwa kehadiran dai muda di TikTok mampu memberikan dampak positif, terutama dalam memperbaiki citra aplikasi tersebut sebagai ruang dakwah yang edukatif. Para pendakwah muda memanfaatkan TikTok untuk menyampaikan pesan-pesan moral, ajakan kebaikan, serta nasihat bernuansa Islami yang dikemas secara ringan dan Dengan pendekatan kreatif dan menyentuh, mereka berhasil menarik perhatian khalayak luas serta mengubah pandangan negatif terhadap platform tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa TikTok dapat menjadi alat efektif dalam menyampaikan pesan agama kepada anak muda dan memberikan pengaruh terhadap pola konsumsi konten mereka. Selain TikTok, platform lain seperti Instagram juga turut menjadi medium dakwah yang berpengaruh. Tokoh-tokoh seperti @gusmiftah, @husain_haidar, dan @imaz. _ aktif Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital menggunakan akun mereka untuk menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang interaktif dan menarik. Melalui konten-konten mereka, nilai-nilai seperti aqidah, toleransi antarumat beragama, serta aspek sosial keislaman disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh pengikut mereka. Namun demikian, pemanfaatan media sosial dalam berdakwah tetap harus diiringi dengan kewaspadaan. Beberapa influencer kadang hanya menekankan sisi positif secara berlebihan . oxic positivit. tanpa menampilkan realitas yang seimbang. Di sisi lain, buzzer atau oknum tertentu menyebarkan narasi negatif . oxic negativit. yang memecah belah umat dan bertentangan dengan prinsip dakwah yang rahmatan lil Aoalamin. Oleh sebab itu, para pengguna media sosial harus tetap selektif dan menjaga nilai-nilai kebaikan dalam menyebarkan pesan dakwah. Lebih lanjut, dakwah melalui media sosial juga berkontribusi terhadap pergeseran nilai publik, khususnya dalam hal kesadaran akan gaya hidup halal. Konten dakwah yang membahas kehalalan produk, makanan, serta etika konsumsi membantu masyarakat Muslim semakin sadar pentingnya memilih produk yang sesuai dengan syariat. Edukasi ini mendorong perubahan perilaku konsumsi menjadi lebih selektif dan religius. Di tengah situasi pembatasan sosial akibat pandemi, media sosial juga menjadi solusi untuk menjaga kelangsungan aktivitas dakwah. Aplikasi seperti Zoom dan Google Meet memfasilitasi kegiatan ceramah, kajian, dan bimbingan keagamaan secara daring. Hal ini memungkinkan dai dan jamaah tetap terhubung meskipun secara fisik tidak bisa bertatap muka, serta membuka ruang diskusi secara langsung melalui fitur interaktif yang Secara keseluruhan, media sosial membawa dampak besar dalam dunia dakwah, baik dari sisi peningkatan pemahaman keagamaan maupun pembentukan kesadaran akan gaya hidup Islami. Meski demikian, tantangan tetap ada, termasuk potensi polarisasi dan penyebaran konten yang tidak kredibel. Oleh karena itu, penggunaan media sosial untuk dakwah harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab agar manfaatnya benarbenar dirasakan dan tidak menimbulkan dampak negatif. Namun, penggunaan teknologi dalam dakwah juga menimbulkan dampak negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah potensi tersebarnya informasi yang kurang akurat atau bahkan keliru terkait ajaran Islam. Tanpa adanya pengawasan yang ketat, dakwah digital bisa saja digunakan untuk menyebarkan pemahaman yang menyimpang dari prinsip-prinsip Islam, bahkan berpotensi mengandung paham radikal yang dapat memecah belah umat. Selain itu, meskipun teknologi memberikan kesempatan luas bagi siapa saja untuk menyebarkan dakwah, hal ini juga menghadirkan tantangan terkait mutu pesan yang disampaikan. Tidak semua konten dakwah di dunia maya memiliki kualitas yang baik atau sesuai dengan kaidah ilmiah Islam, sehingga berisiko menyesatkan para Shofiyullahul Kahfi. AuDigitalisasi Dakwah Islam : Model Edukasi Berbasis Teknologi Bagi Komunitas MuslimAy 3, no. Tahun . : 57Ae64. Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital Peran Dakwah dan Tokoh Agama Dakwah memegang peranan penting dalam kehidupan umat Islam, karena tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berperan sebagai pendorong terjadinya transformasi social yang membentuk karakter dan moral individu serta masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam. Dakwah memberikan panduan hidup agar masyarakat dapat mencapai kehidupan yang lebih baik, adil, dan bermartabat. Selain itu, dakwah berperan sebagai jembatan antara ajaran agama dan perkembangan zaman dengan pendekatan yang fleksibel dan adaptif, sehingga tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern dan membantu menyelesaikan masalah sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam masyarakat yang beragam, dakwah juga menjaga kerukunan dan toleransi antarindividu dan kelompok dengan mempromosikan dialog, semangat persatuan, dan keterbukaan terhadap perbedaan dalam bingkai keadilan dan kesetaraan. Secara keseluruhan, dakwah aktif membangun serta memperkuat struktur sosial dan moral masyarakat Islam, menjadi pilar utama dalam membentuk identitas dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam5. Para tokoh agama dan influencer Muslim memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk berdakwah secara efektif. YouTube sering digunakan untuk mengunggah ceramah, kajian, dan sesi tanya jawab yang dilengkapi dengan subtitle agar dapat menjangkau audiens internasional. Fasilitas seperti IGTV. Stories, dan Reels di Instagram menjadi sarana efektif dalam mendistribusikan nasihat islami, ayat-ayat Al-QurAoan, dan Hadis secara ringkas dan menarik secara visual. Selain itu. Facebook. Twitter, dan TikTok juga menjadi media penting dalam menyebarkan dakwah melalui live streaming, posting singkat, dan video pendek yang mudah diakses oleh berbagai kalangan. Dalam menyampaikan konten dakwah, para pendakwah menggunakan beragam strategi, mulai dari ceramah online yang dapat diakses kapan saja, konten edukatif yang menjelaskan ajaran Islam secara rinci, hingga sesi tanya jawab interaktif yang memungkinkan audiens bertanya langsung. Mereka juga rutin membagikan konten harian berupa nasihat dan doa untuk memberikan inspirasi berkelanjutan. Interaksi dengan pengikut menjadi kunci penting, baik melalui live streaming, balasan komentar, kolaborasi dengan tokoh lain, maupun penggalangan dana untuk kegiatan sosial yang bernilai keagamaan. Cara Mengatasi Teknologi juga mendorong inovasi dalam dakwah digital, dengan pengembangan aplikasi khusus, podcast, webinar, serta penyediaan e-book dan artikel yang memudahkan umat belajar agama secara mandiri. Melalui cara-cara ini, dakwah digital mampu Nurul Hidayat. AuTantangan Dakwah NU Di Era Digital Dan Disrupsi Teknologi,Ay J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam 5, no. : 45Ae54, https://w. id/opini/tantangan-dakwah-nu-di-era-digitaldan-disrupsi-teknologi-y7mOz. Amarul Hakim Jurnal Al-Mishbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2024: pp 68-79 Peran Teknologi Dalam Memperkuat Dakwah Islam Di Era Digital menjangkau audiens lebih luas dan memberikan bimbingan agama yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Namun, persepsi umat terhadap dakwah digital dan konvensional berbeda-beda. Generasi muda yang akrab teknologi lebih menerima dan aktif berpartisipasi dalam dakwah digital, sedangkan generasi tua lebih nyaman dengan dakwah tatap muka yang Meski demikian, dakwah digital menawarkan kemudahan akses, keragaman konten, dan interaktivitas yang tidak dimiliki oleh metode tradisional, sehingga menjadi alternatif penting dalam penyebaran ajaran Islam di era modern6. Pentingnya mengendalikan penyebaran konten keagamaan yang belum terverifikasi penting untuk menjaga akurasi dan kesesuaian pesan dakwah dengan ajaran Islam. Peran strategis dai dan lembaga keagamaan dibutuhkan dalam menelaah kebenaran informasi sebelum disampaikan ke publik. Di sisi lain, peningkatan literasi media masyarakat menjadi kunci dalam membedakan informasi yang valid dan menyesatkan. Kolaborasi dengan platform digital juga diperlukan untuk memperkuat moderasi konten melalui algoritma dan kebijakan yang ketat. Upaya ini bertujuan memastikan dakwah di ruang digital tetap kredibel dan berdampak positif. Kesimpulan Perkembangan teknologi digital memainkan peranan yang signifikan dalam mendukung penguatan dakwah Islam melalui penyediaan berbagai sarana komunikasi yang responsif, luas, dan efisien. Pemanfaatan media sosial, aplikasi pesan instan, serta beragam konten digital seperti video, infografis, dan podcast memungkinkan penyampaian pesan-pesan dakwah secara lebih masif, terutama kepada generasi muda yang secara aktif terlibat dalam ekosistem digital. Kemudahan akses terhadap informasi serta tersedianya ruang interaksi dua arah menjadikan dakwah digital mampu mengadopsi pendekatan yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Lebih jauh, teknologi juga menjadi medium strategis dalam mendiseminasikan nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif, sebagaimana prinsip Islam rahmatan lil Aoalamin, sekaligus menjadi alat penting untuk melawan penyebaran informasi sesat dan Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi secara optimal menjadi kunci sukses dakwah Islam yang adaptif dan berdampak positif di era modern. Referensi