Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Pengenalan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Genggelang Kabupaten Lombok Utara Achlan Fahlevi Royanow1. Amirosa Ria Setiadji2. Komang Mahawira3. Putri Rizkiyah4. Saiful Fahmi5. Kadek Mely Apriyanti6. Herry Sastrawan7 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata. Politeknik Pariwisata Lombok Program Studi Tata Hidang. Politeknik Pariwisata Lombok Program Studi Seni Kuliner. Politeknik Pariwisata Lombok Program Studi Divisi Kamar. Politeknik Pariwisata Lombok 6, 7 Politeknik Pariwisata Lombok *Email korespondensi: achlan@ppl. Abstrak Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan di desa Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode Hand-ons Methods dimana metode ini mengharuskan peserta pelatihan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pelatihan maupun pendampingan yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pokdarwis, bumdes, karang taruna, lembaga adat, pengelola homestay, pemandu lokal, pelaku UMKM. Babinsa. Bhabinkamtibmas, hingga kepala dusun. Berdasarkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang telah dilaksanakan menghasilkan kepedulian para pemangku kepentingan yang ada di Desa Wisata Genggelang yang lebih peduli terhadap kegiatan pariwisata yang akan mempertimbangkan dampaknya terhadap sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan. Kata kunci: Pariwisata berkelanjutan. Desa wisata. Genggelang Riwayat artikel Diajukan Diterima Dipublikasikan : 30 April 2024 : 31 Mei 2024 : 31 Mei 2024 Abstract The implementation of Community Service (PKM) aims to introduce the concept of sustainable tourism development in tourist villages. This PKM activity was carried out using an outreach method to various participants from the village government. Village Consultative Body (BPD). Pokdarwis. Bumdes. Karang Taruna, traditional institutions, homestay managers, local guides. MSME actors. Babinsa. Bhabinkamtibmas, and even village heads. The socialization activities that have been carried out have resulted in the awareness of stakeholders in the Genggelang Tourism Village who are more concerned about tourism activities, which will consider their impact on social culture, economy, and the environment. Keywords: Sustainable. Tourism. Village. Genggelang. Lombok Pendahuluan Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 tentang Penetapan 99 Lokasi Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019-2023. Desa Genggelang menjadi salah satu desa yang yang ditetapkan sebagai desa wisata dan termasuk dalam daftar desa wisata prioritas pemerintah daerah provinsi. Pada tahun 2022. Desa Genggelang masuk ke dalam 300 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. /Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekra. Republik Indonesia (Jadesta Kemenparekraf, 2. Desa Genggelang saat ini memiliki empat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. yakni Pokdarwis Tiu Pituq. Pokdarwis Kerta Gangga. Pokdarwis Kampung Coklat Senara dan Pokdarwis Rumah Pohon Gangga yang mengelola daya tarik wisata di wilayah masing-masing. Selain Pokdarwis, kegiatan kepariwisataan juga melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumde. yang bernama Bumdes Tioq Makmur. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Potensi pengembangan pariwisata di Desa Genggelang didukung dengan adanya berbagai daya tarik wisata seperti Kampung Coklat Senara. Air Terjun Kerta Gangga. Air Terjun Tiu Pituq. Rumah Pohon Gangga Murmas. Budaya Gamelan. Kecimol. Hadroh. Kedatuan Gangga. Museum Desa hingga aktivitas permainan tradisional. Selain itu. Desa Genggelang juga memiliki berbagai produk olahan pertanian yang dapat dinikmati oleh pengunjung seperti olahan coklat dan kopi. Melihat begitu banyaknya potensi pengembangan Desa Wisata Genggelang yang mengangkat wisata alam dan agrowisata maka Tim PKM Desa Wisata Genggelang tertarik untuk memberikan penguatan mengenai konsep Pariwisata Berkelanjutan agar dalam pengembangan Desa Wisata Genggelang masyarakat terus memperhatikan kearifan lokal yang diterapkan di Desa Wisata Genggelang. Selain itu terdapat beberapa rencana program yang diusulkan berdasarkan hasil diskusi bersama Tim PKM Desa Wisata Genggelang dan pelaku wisata meliputi pelatihan pengembangan paket wisata agro, pengembangan Standar Operating Procedure (SOP) organisasi, pelatihan kuliner, digital marketing, dan beberapa rencana program kerja lainnya. Metode Untuk menindaklanjuti hal tersebut. TIM Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Genggelang telah melaksanakan kegiatan pra observasi. Kegiatan pra observasi yang dilaksanakan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Wilayah Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk melakukan seleksi terhadap Desa Wisata yang akan dijadikan sebagai lokasi Pengabdian Masyarakat atas rekomendasi dari Dinas pariwisata Kabupaten Lombok Utara sehingga terpilih Desa Wisata Genggelang sebagai Lokasi Pengabdian Masyarakat. Selain itu. Tim PKM juga menggunakan metode Observasi ke Desa Wisata Genggelang untuk mengumpulkan informasi atau data mengenai kelembagaan, atraksi wisata, produk wisata unggulan, dan perkembangan Desa Wisata Genggelang. Tim PKM Desa Wisata Genggelang melakukan Observasi dengan mengunjungi secara langsung Desa Wisata Genggelang. Metode lain yang dilaksanakan Tim PKM di Desa Genggelang yaitu melaksanakan sosialisasi pariwisata berkelanjutan serta memberikan penguatan kepada masyarakat di Desa Genggelang mengenai pentingnya melestarikan lingkungan dengan mendukung desa wisata serta bagaimana menciptakan Desa Wisata yang memiliki konsep pariwisata berkelanjutan. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga menggunakan metode Hand-ons Methods dimana metode ini mengharuskan peserta pelatihan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pelatihan maupun pendampingan yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pokdarwis, bumdes, karang taruna, lembaga adat, pengelola homestay, pemandu lokal, pelaku UMKM. Babinsa. Bhabinkamtibmas, hingga kepala dusun yang dilakukan dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menemukenali berbagai ide dan pendapat para pelaku wisata dan pemerintah kabupaten Lombok Utara mengenai penerapan pariwisata berkelanjutan di Desa Genggelang. Hasil dan Pembahasan 1 Identifikasi Kebutuhan Pada pelaksanaan agenda pertama yakni identifikasi kebutuhan, tim melakukan pra observasi secara langsung ke Desa Genggelang selama satu hari dan bertemu secara langsung dengan pengelola Adapun hasil pra observasi yang ditemukan yakni kurangnya tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Genggelang. Kurangnya sinergitas antar pengelola daya tarik wisata, dan perlunya meningkatkan koordinasi dan penguatan kepada pengelola Desa Wisata Genggelang. 2 Perencanaan Kegiatan Setelah melakukan identifikasi kebutuhan, tim melakukan diskusi terkait strategi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilaksanakan agar dapat menjawab kebutuhan dalam pengembangan Desa Wisata Genggelang. Implementasi Kegiatan Adapun hasil diskusi yang telah dilakukan, maka tim melaksanakan kegiatan Sosialisasi mengenai pariwisata berkelanjutan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2023 bertempat di Balai Desa Genggelang. Kegiatannya ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang ada di Desa Genggelang https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya konsep pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Gambar 1 dan 2. Dokumentasi Sosialisasi Pariwisata Berkelanjutan Narasumber: Dr. Komang Mahawira. SH. Hum. Sumber: Dokumentasi Tim PKM, 2023 Setelah kegiatan sosialisasi mengenai pariwisata berkelanjutan, dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Kantor Desa Genggelang pada hari Selasa, 6 Juni 2023 yang dihadiri oleh Kepala Desa Genggelang, pengelola Kampung Coklat Senara (KCS), pengelola destinasi wisata air terjun Kerta Gangga. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara. Karang Taruna Genggelang, pengelola Museum Desa Genggelang. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Diskusi ini berfokus pada identifikasi kebutuhan utama pada pengembangan Desa Wisata Genggelang. Melalui kegiatan FGD, para peserta menyampaikan beberapa permasalahan atau hambatan yang dihadapi pada aktivitas dan pengelolaan wisata di Desa Wisata Genggelang antara lain: . Belum adanya tingkat kunjungan wisatawan yang signifikan di Desa Wisata Genggelang pasca Gempa dan Pandemi Covid-19, . Diharapkan dapat disambungkan dengan industri travel, hotel, atau agen-agen perjalanan lainnya untuk dapat menjual paket wisata. Sehingga wisatawan yang datang ke Desa Wisata Genggelang dapat mengunjungi daya tarik wisata dengan memberikan retribusi masuk, . Inovasi pengembangan paket wisata sehingga dapat mengelola paket wisata secara terintegrasi namun tidak terlepas dari kerja sama antar pengelola/Pokdarwis yang ada di Desa Wisata Genggelang, . Sudah ada Pokdarwis yang di SK kan oleh Desa untuk menyatukan seluruh Pokdarwis yang ada telah ada di Desa Wisata Genggelang. Namun hingga saat ini belum berjalan secara maksimal, . Belum ada Anggaran Dasar (AD), dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Pokdarwis Desa Gegelang, . Belum tersedia program kerja pengelola desa wisata/Pokdarwis Desa Wisata Genggelang. Pasca pelaksanaan kegiatan FGD, dilaksanakan kunjungan untuk menindaklanjuti beberapa dokumen mengenai Pokdarwis Desa Wisata Genggelang dan mengenai kebersihan lingkungan. Pada visitasi ini diskusi dilakukan oleh perwakilan tim PKM Program Pendampingan Desa Wisata Genggelang yakni Ketua PKM. Achlan Fahlevi Royanow. Tr. Par. , dan seorang anggota tim. Saiful Fahmi. bersama dengan Ketua Pokdarwis Desa Genggelang. Bpk Fahrurrizal. Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, maka direncanakan untuk dilaksanakan pertemuan kembali untuk membahas struktur organisasi. AD & ART serta program kerja Pokdarwis Desa Genggelang dengan menghadirkan seluruh pengurus serta pemangku kepentingan lainnya. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Bagan 1. Struktur Organisasi Pokdarwis Desa Genggelang Sumber: Pokdarwis Desa Genggelang . Selain itu, dilakukan juga diskusi mengenai Standardisasi dan Sertifikasi CHSE yang merupakan singkatan dari Kebersihan (Cleanlines. Kesehatan (Healt. Keamanan (Safet. dan Kelestarian Lingkungan (Environment Sustainabilit. CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersiha. Health (Kesehata. Safety (Keamana. , dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkunga. yang ditujukan bagi pelaku usaha di industri pariwisata dan ekonomi kreatif, meliputi usaha/fasilitas pariwisata, lingkungan masyarakat, hingga destinasi wisata (Pantiyasa & Semara, 2021. Rivan, 2. Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan, pada proses pendampingan Desa Wisata Genggelang kedepannya juga akan tetap memperhatikan aspek CHSE dalam pengelolaan daya tarik Sebagai salah satu langkah awal yang dilakukan bersama. Poltekpar Lombok melalui tim PKM Program Pendampingan Desa Wisata Genggelang menyerahkan alat bantu kebersihan bagi pengelola Desa Wisata Genggelang berupa tong sampah besar sebanyak 1 unit, tempat sampah kecil sebanyak 5 unit, dan handuk/towel sebanyak 5 pcs. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan pengelolaan pendampingan organisasi masyarakat di desa wisata dalam bentuk lokakarya. Pelatihan ini dilaksanakan di Kantor Desa Genggelang dengan menghadirkan dua orang narasumber yakni Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara. Ibu Denda Dewi Tresni Budi Astuti. SE. MM, dan perwakilan Tim PKM Poltekpar Lombok yakni Bapak Dr. Komang Mahawira. Hum. Tujuan dilaksanakannya lokakarya agar dapat memperkuat peran masing-masing pemangku kepentingan/organisasi yang di Desa Genggelang sehingga pelbagai kegiatan pengembangan wisata yang ada di desa wisata dapat berjalan dengan baik. Usai lokakarya, dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama seluruh peserta yang berasal dari pelbagai perwakilan kelompok/pemangku kepentingan di Desa Wisata Genggelang. Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, dilakukan penelusuran kembali mengenai dokumen-dokumen pengurus Desa Wisata Genggelang serta di hasilkan beberapa rekomendasi kegiatan yang direncanakan untuk dilakukan pada tahun 2024. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Gambar 3 dan 4. Dokumentasi Diskusi Tindak Lanjut dan Usulan Rencana Program Kerja Sumber: Dokumentasi Tim PKM, 2023 Gambar 5. Rencana Program Kerja Desa Wisata Genggelang Tahun 2023-2027 Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, dapat diketahui beberapa usulan program kerja yang dapat dilaksanakan pada tahun 2024. Salah satunya yakni pengembangan travel pattern atau pola perjalanan wisatawan untuk pengembangan paket wisata agro. Wisata agro atau agrowisata adalah salah satu contoh wisata pertanian dan telah disorot sebagai sarana penting untuk meningkatkan dan mengembangkan status sosial budaya dan ekonomi masyarakat pedesaan selama beberapa dekade terakhir (Sumardi et. , 2. Saat ini. Agrowisata dianggap sebagai bentuk wisata alternatif dan strategi penting untuk pembangunan ekonomi, khususnya bagi negara-negara berkembang (Normalitha, 2023. Pambudi & Setyono, 2. Desa Genggelang yang memiliki keunggulan di bidang pertanian dapat mendorong pengembangan paket wisata agro, sehingga berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan, upaya untuk pengemasan produk ini akan dilakukan pada tahun 2024. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Simpulan Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa dan Pokdarwis/pengelola Desa Wisata Genggelang menerima tim PKM Program Desa Dampingan dari Poltekpar Lombok untuk melakukan pendampingan di Desa Wisata Genggelang. Adapun fokus pendampingan mengenai kelembagaan Desa Wisata Genggelang telah dilakukan namun masih memerlukan tindak lanjut agar koordinasi antar para pemangku kepentingan yang ada di desa dapat bersinergi dengan baik dalam pengembangan desa wisata. Selain itu, berdasarkan hasil pelatihan dan diskusi yang telah dilaksanakan, dihasilkan juga rencana program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Disamping pelbagai dokumen yang perlu dipersiapkan untuk memperkuat kelembagaan Pokdarwis Desa Wisata Genggelang, beberapa kegiatan lain untuk pengembangan desa wisata juga diharapkan oleh para pemangku kepentingan untuk dapat dilaksanakan oleh Tim PKM Poltekpar Lombok. Adapun beberapa program kegiatan yang diprioritaskan meliputi pengembangan paket wisata agro, pengembangan Standar Operating Procedure (SOP) organisasi, pelatihan kuliner, hingga digital marekting. Referensi Anugerah Desa Wisata 2023. Februari . Desa Wisata Genggaleng. Retrieved from https://jadesta. id/desa/genggelang Kabupaten Lombok Utara Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara. Kecamatan Gangga Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara. Normalitha. Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Ecotourism di Agrowisata Kebun Teh Jamus Kabupaten Ngawi (Doctoral dissertation. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Diponegor. Pambudi. , & Setyono. Strategi Pengembangan Agrowisata: Studi Kasus di Desa Wisata Kaligono (Dewi Kan. Kecamatan Kaligesing. Kabupaten Purworejo. Analisis Kebijakan Pertanian, 16. , 159-177. Pantiyasa. , & Semara. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendampingan Melalui Pelatihan CHSE (Cleanliness. Health. Safety. Environmen. Di Desa Wisata Kaba-Kaba. Tabanan. Bali. Jurnal Abdi Masyarakat, 1. , 1-10. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 9, 25 Jul. 99 Desa Wisata Nusa Tenggara Barat. Retrieved from https://w. id/post/program-unggulan/99-desa-wisata-nusa-tenggara-barat Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Rivan. Aditya. Oktober 2. Mengenal Pengertian CHSE yang Jadi Standar Baru Industri Pariwisata. Retrieved from https://w. com/news/2021/10/21/204809/mengenal-pengertian-chse-yang-jadistandar-baru-industri-pariwisata Sistem Informasi Desa Berdaya. Februari . Desa Genggelang. https://genggelang. id/first https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Retrieved from Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 33-39. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Sumardi. Najib. Mahomed. Dardanella. , & Sneesl. Ma. Factors Affecting Sustainable Agro-tourism: A Review Study. In Business Innovation and Engineering Conference (BIEC 2. Atlantis Press. Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 tentang Penetapan 99 Desa Wisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Ucapan Terima Kasih