JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Biro Administrasi Pembangunan Dan Layanan Pengadaan Jasa Pemerintah Provinsi Maluku Aldrin Usmany. Sherly Rutumalessy. Kalsum Lussy. * 1,2,. Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Ambon 19@gmail. ABSTRACT Initial survey on the Influence of Work Discipline on the Performance of Employees of the Development Administration Bureau and Maluku Provincial Government Procurement Services. Shows there are problems with employee discipline and performance. This lack of employee discipline will certainly have an impact on Working less than normal hours will result in work not being completed on time or things not being completed. This can be proven through recapitulation of performance achievement data. Th e analytical method used in this research is quantitative analysis and simple linear regression analysis. Quantitative analysis in the Likert scale range of 1 to 5 shows that employee discipline affects the performance of employees of the Development Administration Bureau and government services procurement services in Maluku Province. Shows there are problems with employee discipline and performance. On the Performance of Development Administration Bureau Employees and Maluku Provincial Government Service Procurement Services. Shows there are problems with employee discipline and performance. has an average value of 0. 785 which is interpreted as quite good, while employee performance has an average value of 0. 731 which is interpreted as quite good. The results of the hypothesis test of the discipline variable (X) on employee performance (Y) show a calculated t value of 4. So it can be concluded that discipline has a positive effect on employee performance. The influence of the independent variable on the dependent variable . mployee performanc. Based on these results, it can be concluded that the better the discipline, the better the performance of disciplined employees regarding the performance of employees of the Development Administration Bureau and government services procurement services in Maluku Province. Shows there are problems with employee discipline and performance. To improve it, leaders need to pay attention. Supervise each employee regarding discipline regarding Keywords: Discipline. Employee Performance ABSTRAK Survei awal pada Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Biro adminstrasi Pembangunan dan layanan pengadaan jasa pemerintah Provinsi Maluku. Menunjukkan ada masalah disiplin dan kinerja pegawai. Kurangnya disiplin pegawai ini tentunya akan berdampak pada kinerja. Bekerja kurang dari jam normal akan membuat pekerjaan tidak selesai tepat waktu ataupun ada yang tidak terselesaikan. Hal ini dapat dibuktikan melalui rekapitulasi data capaian kinerja. Metode analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis regresi linear sederhana. Analisis kuantitatif dalam rentang skala likert anatar 1 sampai 5, menunjukan bahwa disiplin pada pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Biro adminstrasi Pembangunan dan layanan pengadaan jasa pemerintah Provinsi Maluku. Menunjukkan ada masalah disiplin dan kinerja pegawai. Terhadap Kinerja Pegawai Biro adminstrasi Pembangunan dan layanan pengadaan jasa pemerintah Provinsi Maluku. Menunjukkan ada masalah disiplin dan kinerja pegawai. memiliki nilai rata Ae rata 0,785 yang diinterpresikan cukup baik, sedangkan kinerja pegawai memiliki nilai rata Ae rata 0,731 yang diinterpretasikan cukup baik. Hasil uji hipotesis variabel disiplin (X) terhadap kinerja pegawai (Y) menunjukan nilai t hitung sebesar 4,258 Sehingga dapat di simpulkan bahwa disiplin berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen . inerja pegawa. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan semakin baik disiplin maka semakin baik juga kinerja pegawai disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Biro adminstrasi Pembangunan dan layanan pengadaan jasa pemerintah Provinsi Maluku. Menunjukkan ada masalah disiplin dan kinerja pegawai. Untuk meningkatkanya, maka perlu pimpinan perlu memperhatikan. mengawasi setiap pegawai terkait disiplin terhadap kinerja. Kata Kunci : Disiplin. Kinerja Pegawai e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 PENDAHULUAN Instansi Pemerintah adalah organisasi yang merupakan kumpulan orang -orang yang dipilih secara khusus untuk melaksanakan tugas Negara sebagai bentuk pelayanan kepada orang banyak. Tujuan instansi pemerintah dapat dicapai apabila mampu mengolah, menggerakkan dan menggunakan sumber daya manusia yang dimiliki secara efektif dan efisien. Peran manusia dalam organisasi sebagai pegawai memegang peranan yang menentukan karena hidup matinya suatu organisasi pemerintah semata -mata tergantung pada manusia. Pegawai merupakan faktor penting dalam setiap organisasi pemerintahan. Pada dasarnya instansi pemerintah harus mengedepankan pelayanan publik dalam hal ini ada juga yang harus diperhatikan oleh instansi yaitu mengenai kinerja pegawai. Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Menurut Wibowo . Kinerja adalah suatu proses yang dilakukan dalam mencapai hasil kerja. Kurangnya disiplin pegawai ini tentunya akan berdampak pada kinerja. Bekerja kurang dari jam normal akan membuat pekerjaan tidak selesai tepat waktu ataupun ada yang tidak terselesaikan. Hal ini dapat dibuktikan melalui rekapitulasi data capaian kinerja Berdasarkan pengamatan peneliti pada studi pendahuluan tentang fenomena yang terjadi di lapangan meski biro administrasi pembangunan dan layanan pengadaan barang dan jasa pemerintah maluku telah memiliki dan menerapkan peraturan tentang kedisiplinan sesuai dengan peraturan perundang -undangan tetapi masih ada pegawai yang melanggar seperti masih adanya pegawai yang sering datang terlambat pulang sebelum waktu, pegawai yang sering menumpuk pekerjaan sehingga tidak adanya efektifitas dalam pekerjaan yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat waktu, pegawai yang sering mangkir dari pekerjaan, sering mengunakan waktu istirahat yang cukup lama serta pegawai yang berada diluar kantor pada saat jam kerja berlangsung tanpa seizin pimpinan. Dan dampak dari permasalahan tersebut adalah mempengaruhi kinerja perusahaan,semakin menurunnya kinerja perusahaan dan tidak terealisasi. Oleh sebab itu pada diri masing masing pegawai harus ditanamkan rasa akuntabel dalam mengemban tupoksi yang diberikan, sehingga berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil judul dalam penelitian ini adalah Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Biro administrasi pembangunan dan layanan pengadaan jasa pemerintah Provinsi Maluku. Tabel 1. Data. Rekapitul asi Kehadiran Pegawai Biro Administrasi Pembangunan Dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Provinsi Maluku Periode Agustus - Desember Tahun 2019. Bulan PSW Agustus 1-5x 6 org 6-10x 38 org 1-5x 19 org 6-10x 15 org 1-5x 10 org 6-10x 7 org 1-5x 31 org 6-10x 5 org September 6 org 22 org 21 org 4 org 14 org 5 org 20 org 3 org Oktober 6 org 18 org 13 org 3 org 9 org 4 org 19 org 2 org November 7 org 17 org 18 org 7 org 10 org 15 org 16 org 14 org Desember 12 org 17 org 15 org 4 org 11 org 3 org 18 org 3 org Ket : Tm :Terlambat Tk : Tanpa Keterangan Psw : Pulang Sebelum Waktu Tc : Dating Terlambat Pulang Cepat Sumber :Biro Administrasi Pembangunan Dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Dilihat dari data rekapitulasi kehadiran pegawai biro administrasi pembangunan dan pengadaan barang jasa pemerintah provinsi Maluku bulan agustus sampai desember tahun 2019 jumlah keseluruhan pegawai berjumlah 47 orang hampir sebagian besar terlambat masuk (TK), tanpa keterangan (TK), pulang sebelum waktu (PSW) dan datang terlambat pulang cepat (TC) setiap bulannya. Terlambat masuk (TM) 1-5x terbanyak ada pada bulan e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 desember dengan dengan jumlah12 orang kemudian 6-10x terbanyak terdapat pada bulan agustus 38 orang. Yang tanpa keterangan (TK) 1-5x dengan urutan paling tinggi terdapat pada bulan September dengan jumlah 21 orang sedangkan 6-10x dengan urutan paling tinggi terdapat pada bulan agustus 15 orang. Kemudian pulang sebelum waktu (PSW) 1-5x dengan jumlah tertinggi terdapat pada bulan September 14 orang dan 6-10x dengan urutan paling tinggi ada pada bulan November 15 orang. Kemudian datang terlambat pulang cepat (TC) 1-5x dengan jumlah tertinggi 31 orang terdapat pada bulan agustus dan 6-10x dengan jumlah tertinggi 14 orang terdapat pada bulan November kinerja sebagai berikut : Tabel 1. Pengukuran Pencapaian Kinerja PegawaiBiro Administrasi Pembangunan Dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Provinsi Maluku Tahun 2019 Program Pelayanan administrasi Uraian Program Peningkatan Saran Dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan Program Pengembangan Kominikasi. Informasi Dan M edia M asa Program Kerjasama Program Perencanaan Pembangunan Daerah Program Peningkatan Pengembangan Sistem Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Penyediaan surat menyurat. Penyediaan alat dan bahan kebersihan kantor. Penyediaan jasa alat tulis kantor. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar Penyediaan pendukung administrasi teknis Pengadaan Peralatan Gedung Kantor. Pengadaan M ebelair Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan. Pendidikan Dan Pelatihan Formal. Capaian (%) Keterangan APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Evaluasi Pengawasan. Pengendalian Dan Percepatan Penyerapan Anggaran APBD Pengembangan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (Lps. APBD Koordinasi Dan Pembinaan Pengelolaan Administrasi Pelaksanaan Pembangunan APBD M onitoring. Evaluasi Dan Pelaksanaan Pembangunan Pengembangan Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pembinaan Dan Pengendalian ULP Dan LPSE APBD APBD APBD Sumber : Biro Administrasi Pembangunan Dan Layanan Pengadaan Barang jasa Dari tabel 1. 2 mengenai pengukuran kinerja biro administrasi pembangunan dan layanan pengadaan barang jasa pemerintah provinsi Maluku menyajikan informasi bahwa terdapat enam belas uraian dari sembilan programkegiatan pada tahun 2019. program yang pertama mengenai pelayanan administrasi perkantoran dengan capian yang paling tinggi sebesar 73% ada pada bahan kebersihan kantor dan yang paling rendah 55% ada pada rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah. Sedangkan program yang kedua. program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dengan capaian yang paling tinggi sebesar 65% ada pada uraian ke tiga yaitu e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 rehabilitasi sedang atau berat gedung kantor kemudian yang palin g rendah 50% ada pada uraian ke dua yaitu pengadaan membelair. Sedangkan program ke tiga program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur dengan capaian 63% uraian mengenai pendidikan dan pelatihan formal. Program ke empat mengenai program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capian kinerja dan keuangan dengan capian 75% uraian mengenai evaluasi pengawasan, pengendalian, dan percepatan penyerapan Program kelima program pengembangan komunikasi, informasi dan media masa dengan capian 63% uraian mengenai pengembangan layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik atau (LPSE). Program ke enam yaitu program kerjasama dengan capian 55% uraian mengenai koordinasi pembinaan pengelolaan administrasi pelaksanaa pembangunan. Program yang ke tujuh yaitu program perencanaan pembangunan daerah dengan capian 65% uraian mengenai monitoring, evaluasi dan pelaksanaan pembangunan. Kemudian program yang terakhir program ke delapan yaitu program peningkatan pengembangan system layanan pengadaan barang da n jasa pemerintah capian tertinggi 65% ada pada uraian pengembangan unit layanan pengadaan barang dan jasa pemerintah dan capian yang paling rendah 55% ada pada uarian pembinaan dan pengendalian ULP dan LPSE. Dari sekian banyak program dan uraian yaitu terdapat enam belas uraian dari sembilan program pada tahun 2019 tidak satupun yang terealisasi mencapai 100%. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Simamora . alam edi Sutrisno 2. Manajemen sumber daya manusia merupakan pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja. Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi suatu perusahaan atau organisasi dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara p roduktif untuk tercapainya tujuan dari perusahaan. Di dalam menjalankan setiap aktivitas atau kegiatan sehari-hari, disiplin sering didefinisikan dengan cekatan, tepat, baik waktu maupun tempat. Apa pun bentuk kegiatan itu, jika dilaks anakan dengan konsekuen, maka AupredikatAy disiplin tersebut telah merusak kedalam jiwa seseorang. Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma -norma sosial yang berlaku. Kesadaran adalah sikap seseorang yang sukarela mentaati semua peraturan perusahaan dan norma -norma sosial yang berlaku. Menurut Handoko . ,terdapat berbagai jenis dari disiplin yaitu: Disiplin Preventif Disiplin adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga penyelewengan -penyelewangan dapat dicegah. Disiplin Korektif Disiplin korektif adalah kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran te rhadap aturanaturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut Disiplin Progresif Disiplin progresif adalah memberikan hukuman-hukaman yang lebih berat terhadap pelanggaran pelanggaran yang berulang. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tindakan korektif sebelum hukuman-hukuman yang lebih AuseriusAy dilaksanakan. Adapun indikator yang bisa dipakai untuk mengukur disiplin kerja menurut Soejono 2011 yaitu : Disiplin waktu Hal ini menjadi indikator yang mendasarkan untuk mengukur kedisiplinan, dan biasanya pegawai yang memiliki disiplin kerja rendah terbiasa untuk terlambat dalam bekerja. Disipin peraturan Pegawai yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan akan selalu mengikuti podeman kerja yang ditetapkan oleh perusahaan. Disiplin tanggung jawab Hal ini dapat dilihat melalui besarnya tanggung jawab pegawai terhadap tugas yang diamanahkan Kinerja didefinisikan sebagai apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai. Kinerja pegawai adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi. Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. M enurut Wibowo . Kinerja adalah suatu proses yang dilakukan dalam mencapai hasil kerja. Menurut Afandi . Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Dari dua pendapat diatas maka dapat diketahui bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang pegawai sesuai dengan pekerjaan yang diberikan kepadanya dala m waktu tertentu. Kinerja juga merupakan perwujudan kerja yang dilakukan oleh pegawai yang biasanya digunakan sebagai dasar penilaian terhadap pegawai atau organisasi. Kinerja yang baik merupakan suatu langkah utama untuk menuju tercapainya suatu tujuan organisasi. Menurut Afandi . indikator-indikator kinerja pegawai adalah sebagai berikut : Kuantitas hasil kerja Segala macam bentuk satuan ukuran yang berhubungan dengan jumlah hasil kerja yang bisa dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan angka lainnya. Kualitas hasil kerja Segala macam bentuk satuan ukuran yang berhubungan dengan kualitas atau mutu hasil kerja yang dapat dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan angka lainnya. Efesiensi Dalam melaksanakan tugas Berbagai sumber daya secara bijaksana dan dengan cara yang hemat biaya. Disiplin kerja Taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku . Inisiatif Kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benartanpa harus diberi tahu, mampu menemukan apa yang seharusnyadikerjakan terhadap s esuatu yang ada di sekitar, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan beberapa hal walau keadaan terasa semakin sulit. Disiplin selalu menjadi ukuran yang positif dan biasanya dijadikan sebagai indikasi seseorang yang sukses mencapai tujuannya. Disiplin kerja yang baik maka akan mempengaruhi kinerja dari pegawai tersebut. Keterkaitan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dikemukakan oleh Singodimedjo dalam Edy Sutrisno . yaitu semakin baik disiplin kerja seorang karyawan, maka semakin tinggi hasil kerja . yang akan Malayu P. Hasibuan . menyatakan bahwa kedisiplinan adalah fungsi operatif keenam dari manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Selain itu Edy Sutrisno . menyatakan bahwa disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas -tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja,semangat kerja,dan terwujudnya tujuan perusahaan. Melalui disiplin akan mencerminkan kekuatan, karena biasanya seseorang berhasil dalam karyanya adalah mereka yang memiliki disiplin yang tinggi. Guna mewujudkan tujuan perusahaan, yang pertama harus dibangun dan ditegakkan perusahaan adalah kedisiplinan karyawannya. Disiplin kerja dapat membawa kekuatan atau prilaku yang berkembang dalam pribadi pegawai dan menyebabkan pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri dengan sukarela dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Hal tersebut menunjukkan adanyaketerkaitan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Tingkat kedisipinan yang tinggi akan membantu pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya sesuai waktu yang ditentukan dan akan meminimalisir keterlambatan pengumpulan tugas. Kerangka konseptual yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh dari variabel bebas yaitu disiplin kerja terhadap variabel terikat yaitu kinerja pegawai. Disiplin (X) Kinerja (Y) Waktu Peraturan Tanggung Jawab Kuantitas Kualitas Efesiensi Disiplin Inisiatif Gambar 2. 1 kerangka konseptual e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 METODOLOGI Lokasi Penelitian pada Kantor Gubernur Maluku Objek Penelitian Ini Adalah Pegawai Biro Administrasi Pembangunan Dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Provinsi Maluku. Jenis data adalah data kuantitatif dan kualitatif. Skala likert (Sugiyono, 2. , digunakan untuk menganalisis pengaruh disiplin terhadap kinerja Pegawai. Metode analisis data yangakan digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Data diolah dengan bantuan SPSS 24. Tabel 3. Skala pengukur likert Pernyataan Nilai Sangat setuju Setuju Netral Tidak setuju Sangat tidak setuju Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Biro Administrasi Pembangunan Dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Provinsi Maluku 31 orang. Sampel yang akan digunakan jumlah pegawai atau dari jumlah sampel yang didapatkan yaitu sebanyak 33 Orang. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah : Angket atau kuesioner Observasi atau pengamatan Wawancara Studi kepustakaan Untuk pengisian kuesioner diakses melalui google form, karena objek penelitian berada jauh dari lokasi Pengolahan data merupakan awal dari proses annlisis data. Proses pengolahan data merupakan tahapan, dimana data dipersiapkan, diklarifikasikan dan diformat menurut aturan tertentu untuk keperluan proses berikutnya yaitu analisis data. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana, yaitu proses analisis terhadap data-data yang berbentuk angka, atau data yang dapat dikonversi dalam bentuk angka dengan cara perhitungan secara statistik untuk ditentukan signifkansi pengaruh, hubungan, yang terjadi. Selanjutnya untuk menghitung regresi linier sederhana yang didasarkan pada hubungan fungsion al ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan rumus regresi linier adalah sebagai berikut : Y = a bX Ket : Y = Variabel Dependen (Terika. : Kinerja A = konstanta B = koefisien arah X = variabel independen . : disiplin HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Variabel Gambaran dari masing-masing variabel dalam penelitian ini yaitu disiplin dan kinerja dilakukan dengan statistic deskripstif . Nilai rata-rata skor jawaban responden yang akan digunakan untuk memberikan e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 gambaran tersebut. Rentang skor yang digunakan untuk menginterpretasikan jawaban akhir didasarkan pada rumus rentang skor Umar . sebagai berikut : Keterangan : RS= Rentang Skor m= skor tertinggi n = skor terendah b = jumlah kelas Deskripsi Variabel Disiplin Pengukuran variabel fasilitas kerja dalam penelitian ini tersebar pada 12 butir pernyataan yang dibentuk dalam 6 Meliputi : Mesin Dan Peralatan. Prasarana. Perlengkapan Kantor. Ruang Kesehatan. Bangunan Dan Alat Transportasi. Tabel 4. Nilai Rata Ae Rata Variabel Fasilitas Kerja (X) Pernyataan Saya selalu hadir dan datang sesuai jam kerja instansi Option Frekuensi Presentasi (% ) Saya menyelesaiakn tugas yang diberikan STS STS Sumber : Hasil olah data, 2021 Berdasarkan data pada tabel 4. 1 tanggapan responden mengenai : saya selalu hadir dan datang sesuai jam kerja Hal ini menunjukan bahwa saya tidak hadir dan datang sesuai jam kerja instansi, yang ditujukan 93 % menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 6% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai sering hadir tidak sesuai dengan jam kerja. Selanjutnya untuk pernyataan : saya selalu tepat waktu dalam menyelesaiakn tugas yang diberikan. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, yang ditujukan 85% menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 15% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai sering tidak tepat waktu dalam menyelesaiakan tugas yang diberikan. Tabel 4. Tanggapan Responden Untuk Indikator Peraturan Option Frekuensi Pernyataan Saya selalu mematuhi perintah dan aturan dari instansi Saya siap menerima sanksi melanggar aturan instansi STS STS Presentasi (% ) Sumber : hasil olah data e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Berdasarkan data pada tabel 4. 2 tanggapan responden mengenai : saya selalu mematuhi perintah dan aturan dari instansi. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak mematuhi perintah dan aturan dari istansi, yang ditujukan 88 % menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 12% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai masih kurang mematuhi perintah dan aturan dari instansi. Selanjutnya untuk pernyataan : saya siap menerima sanksi apabila melanggar aturan instansi. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak siap menerima sanksi apabila melanggar aturan instansi, yang ditujukan 85% menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 15% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai masih tidak siap menerima sanksi apabila melanggar aturan instansi. Dekripsi Tanggung Jawab Indikator ini di ukur melalui 2 pernyataan dalam kuesioner, yaitu pertanyaan nomor 5 sampai dengan nomor 6. Hasil kuesioner dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 4. Tanggapan Responden Untuk Indikator Tanggung Jawab No Pernyataan Option Frekuensi Presentasi (% ) Saya selalu berusaha bekerja dengan SS tanggung jawab dan jujur STS Saya bekerja sesuai dengan standar kerja SS yang telah ditetapkan instansi STS Sumber : Hasil olah Data : Berdasarkan data pada tabel 4. 3 tanggapan responden mengenai : saya selalu berusaha bekerja dengan tanggung jawab dan jujur. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak berusaha untuk bekerja dengan tanggung jawab dan jujur, yang ditujukan 85 % menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 15% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai masih belum bekerja dengan tanggung jawab dan jujurakan menjadi masalah bagi instansi atau perusahaan. Selanjutnya untuk pernyataan : saya bekerja sesuai dengan standar kerja yang telah ditetapkan instansi. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak bekerja sesuai dengan standar kerja yang telah ditetapkan instansi, yang ditujukan 91% menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 9% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai belum bekerja sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan. Deskritif Variabel Kinerja : Pengukuran variabel kinerja dalam penelitian ini tersebar pada 8 butir pernyataan yang dibentuk dalam 4 indikator, yang terdiri dari kualitas kerja. Kuantitas kerja, efisiensi dan inisiatif sebagai berikut. Tabel 4. Tanggapan Responden Untuk Indikator Kualitas Kerja No Pernyataan Option Frekuensi Presentasi (% ) Saya selalu berusaha menyelesaikan SS pekerjaan dengan tepat waktu STS Kualitas pelayanan yang saya lakukan SS sesuai dengan harapan pihak yang saya S STS Deskripsi Kuantitas Kerja Berdasarkan data pada tabel 4. 4 tanggapan responden mengenai : e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 saya selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, yang ditujukan 75. 6 % menyatakan kurang setuju 2% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai masih bekerja kurang efektif. Selanjutnya untuk pernyataan : Kualitas pelayanan yang saya lakukan sesuai dengan harapan pihak yang saya Hal ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan yang lakukan belum sesuai dengan harapan pihak yang dilayani, yang ditujukan 79% menyatakan kurang setuju bahkan sangat tidak setuju sedangkan 21% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa kualitas pelayanan yang dilakukan belum sesuai dengan harapan. Indikator ini di ukur melalui 2 pernyataan dalam kuesioner, yaitu pertanyaan nomor 3 sampai dengan nomor 4. Hasil kuesioner dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 4. Tanggapan Responden Untuk Indikator Kuantitas Kerja Pernyataan Option Frekuensi Kuantitas pekerjaan yang saya lakukan sesuai dengan target yang di berikan Kuantitas pekerjaan yang saya lakukan sesuai dengan harapan/keinginan atasan STS STS Presentasi (% ) Sumber : Hasil olah data, 2021 Deskripsi Efisiensi Indikator ini di ukur melalui 2 pernyataan dalam kuesioner, yaitu pertanyaan nomor 5 sampai dengan Hasil kuesioner dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 4. Tanggapan Responden Untuk Indikator Efisiensi Option Frekuensi Pernyataan Dengan adanya komunikasi membuat pekerjaan saya lebih mudah diselesaikan Penggunaan media komunikasi membuat pekerjaan saya lebih cepat diselesaikan STS STS Presentasi (% ) Sumber : Hasil olah data, 2021 Deskripsi Inisiatif Indikator ini di ukur melalui 2 pernyataan dalam kuesioner, yaitu pertanyaan nomor 7 sampai dengan Hasil kuesioner dapat dijelaskan sebagai berikut : e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Tabel 4. Tanggapan Responden Untuk Indikator Inisiatif Pernyataan Option Frekuensi Presentasi (% ) Saya bersedia memperbaiki kesalahan SS tanpa harus diperintah oleh atasan STS Saya bersedia melakukan pekerjaan tanpa SS harus diperintah atau diminta dahulu oleh S STS Sumber : Hasil olah data, 2021 Berdasarkan data pada tabel 4. 7 tanggapan responden mengenai : saya bersedia memperbaiki kesalahan tanpa harus diperintah oleh atasan. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak bersedia memperbaiki kesalahan tanpa harus diperintah oleh atasan, yang ditujukan 82 % menyatakan kurang setuju sedangkan 18% mengatakan raguragu. Hal ini menggambarkan bahwa pegawai kurang menyadari terhadap kesalahan mereka sehingga sebagian besar tidak bersedia memperbaiki kesalahan mereka. Selanjutnya untuk pernyataan : Saya bersedia melakukan pekerjaan tanpa harus diperintah atau diminta dahulu oleh atasan. Hal ini menunjukan bahwa saya tidak bersedia melakukan pekerjaan tanpa harus diperintah, yang ditujukan 91% menyatakan kurang setujubahkan sangat tidak setuju sedangkan 9% mengatakan ragu-ragu. Hal ini menggambarkan bahwa penggunaan kurangnya sedaran dari pegawai untuk bekerja tanpa harus diperintah oleh atasan. Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 24, penyebaran kuesioner dalam uji validitas diberikan kepada 33 orang responden, maka taraf kesalahan 5% . dan diperoleh nilai r table sebesar 0, 291 dengan criteria sebagai berikut : Jika r hitung positif atau r hitung > r tabel, maka butir pertanyaan tersebut valid. Jika r hitung negatif atau r hitung < r tabel, maka butir pertanyaan tersebut tidak valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Disiplin Kinerja R Hitung R Tabel Keterangan 0, 329 0, 350 0, 740 0, 660 0, 556 0, 567 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0, 557 0, 523 0, 322 0, 510 0, 332 0, 458 0, 325 0, 391 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 0, 291 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Hasil Olah Data e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Berdasarkan hasil pengujian diatas, secara keseluruhan semua item menunjukkan nilai pearson correlation . berada di atas 0,3494 dengan tingkat signifikan < 0. Uji Reabilitas Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Cronbach Alpha, untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dari variabel sebuah penelitian. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel jika Cronbach Alpha lebih besar Berikut ini adalah tabel 4. 4, hasil uji reliabilitas yang penulis dapatkan : Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ket. Disiplin (X) Croanbachs Alpha 0, 785 Kinerja (Y) 0, 731 Reliabel Reliabel Sumber : Lampiran output SPSS 24, 2021 Hasil pengujian reliabilitas data pada tabel 4. di atas menunjukkan nilai koefisien cronbachAos alpha keseluruhan variabel tidak ada yang kurang dari nilai batas minimal 0,60. Hal ini menyimpulkan bahwa indikator-indikator untuk masing-masing variabel dikategorikan reliabel atau handal. Dengan demikian pengukuran instrumen baik validitas maupun reliabilitas adalah valid dan reliabel sehingga dapat dipakai dalam analisis selanjutnya. Uji Hitpotesis Pengujian Hipotesis Uji Signifikan Persial (Uji T) Uji t digunakan untuk mengetahui secara parsial variabel indevenden . terhadap variabel dependen . Uji Parsial ini menggambarkan Uji t, yaitu: Jika sig. > 0,05 atau t-hitung< t-tabel berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Jika sig. < 0,05 atau t-hitung> t-tabel berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Tabel 4. Uji Signifikan Coefficients a Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. DISPLIN (X) . Dependent Variable: KINERJA (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Lampiran output SPSS 24, 2021 Tabel 4. Koefisien determinasi Model Summary Model R R Square Predictors: (Constan. DISPLIN (X) Adjusted Square R Std. Error of the Estimate Sumber : Lampiran output SPSS 24, 2021 Dari hasil hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 24 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R Squar. yang diperoleh sebesar 0, 369. Pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai adalah 36. sedangkan sisanya 63. 1% dipengaruhi oleh faktor atau variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pembahasan Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh : Meilany prastika . dengan judul AuPengaruh Disiplin Terhadap Kinerja Karyawan Kasus Bagian Operasional PT. Cargo Cabang Pekan Baru. Hasilnya Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja. Safitriani . dengan judulAy Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawaipada Dinas Pendidikan Pemudadanolahragadi Kab. Jeneponto. Hasilnya Disiplin Kerja Memiliki Pengaruh Positif Terhadap Kinerja Karyawan. Liya,J. N . dengan judulAy Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada bank perkeditan rakyat. Hasilnya Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel kineja. Eli Rahayu . dengan judulAy Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Deputibidang Pengembangan Destinasi Pariwisata. Hasilnya menunjukan Disiplin Kerja Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Variabel Kinerja Pegawai. Seperti yang sudah penulis uraikan pada latar belakang, berdasarkan pengamatan peneliti pada studi pendahuluan tentang fenomena yang terjadi di lapangan meski Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Maluku telah memiliki dan menerapkan peraturan tentang kedisiplinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dari analisis regresi diatas dapat diketahui bahwa nilai dari a adalah 9. 552 Nilai ini menunjukan bahwa disiplin (X) bernilai nol, maka kinerja (Y) akan meningkat sebesar 9. 552 Sedangkan nilai b yaitu sebesar 0. menunjukan bahwa ketika terjadi kenaikan disiplin sebesar satu satuan, maka kinerja akan meningkat sebesar 0,612 satuan. Selain itu terlihat tanda positif ( ) yang berarti adanya pengaruh yang positif antara disiplin dengan kinerja pegawai. Pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai adalah 36. 9% sedangkan sisanya 63. dipengaruhi oleh faktor atau variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini jadi semakin baik d isiplin maka semakin meningkat kinerja pegawai. Implikasi Praktis Berdasarkan hasil penelitian ini, secara menyeluruh yang dilakukan diatas maka dihasilkan bahwa diantara dua variabel disiplin dan kinerja pegawai Untuk variabel disiplin, baik itu disiplin waktu, disiplin aturan dan tanggung jawab dirasakan masih kurang maksimal pada pegawai Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Maluku. Sebainya tingkatkan fungsi pengawasan dan pimpinan hrus lebih tegas terhadap pegawai sehingga hasil kerja pegawai akan lebih maksimal. Untuk variabel kinerja baik itu indiikator kualitas kerja, kuantitas kerja, efisiensi dan inisiatif dirasakan belum maksimal sehingga perlu adanya evaluasi sehingga ada perbaikan -perbaikan dalam bekerja. PENUTUP Penutup terdiri dari Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka kesimpulannya adalah Disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja. Pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai adalah 36. 9% sedangkan 1% dipengaruhi oleh faktor atau variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan maka penulis menyarankan : Hendaknya manajemen berusaha meningkatkan disiplin kerja karyawan baik disiplin waktu, disiplin aturan maupun tanggung jawab agar dapat meningkatkan kinerja karyawan. Pimpinan harus mengevaluasi hasil kerja pegawai sehingga dapat mengetahui kemampuan setiap Karena jika kinerja yang dicapai baik maka hasil pun akan baik juga. DAFTAR PUSTAKA