Vol. No. SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA PERSEKUTUAN PEMUDA GEREJA TORAJA MAMASA (PPGTM) SINODE GEREJA TORAJA MAMASA BERBASIS WEBSITE Program Studi Teknik Informatika Fakultas Informatika dan Komputer Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI-Paulu. Peni Taruk Allo. Chris Batara. Wendyanto Panggalo. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Informatika dan Komputer Universitas Kristen Indonesia Paulus Email : penitarukallo27@gmail. , chrisbatara@ukipaulus. , panggallowendyanto@ukipaulus. ABSTRACT WEBSITE-BASED DATA MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM FOR THE YOUTH FELLOWSHIP OF THE TORAJA MAMASA CHURCH (PPGTM) SYNOD OF THE TORAJA MAMASA CHURCH Web-Based Information System for Managing Data of the Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) of the Toraja Mamasa Church Synod The Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) is a youth organization that plays a significant role in the spiritual growth and empowerment of youth within the Toraja Mamasa Church community. However, data management within this organization is still performed manually, making it prone to errors and difficult to access. In an increasingly digital era, there is an urgent need to adopt information technology to enhance the efficiency and effectiveness of data management. This study aims to design and test a web-based information system for managing PPGTM data. The information system is designed to efficiently manage congregation data, member information, and PPGTM activities. The system development process includes needs analysis, system design, development, and testing. Testing was conducted using the black-box method to ensure that all system functions operate according to specifications without reviewing the source code. The test results show that this information system functions well and supports more effective data management for PPGTM. The findings of this study indicate that implementing a webbased information system in PPGTM can improve operational efficiency, provide quick access to essential data, and simplify the management of organizational activities. Therefore, this system is expected to be an effective tool in supporting PPGTM's activities in serving the congregation and the community. Keywords: PPGTM. Information System. Data Management. Website. Black-box Testing. 11 Paulus Informatics Journal Vol. No. ABSTRAK SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA PERSEKUTUAN PEMUDA GEREJA TORAJA MAMASA (PPGTM) SINODE GEREJA TORAJA MAMASA BERBASIS WEBSITE Sistem Informasi Pengelolaan Data Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (Ppgt. Sinode Gereja Toraja Mamasa Berbasis Website . Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) adalah organisasi pemuda yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan rohani dan pemberdayaan pemuda di lingkup Gereja Toraja Mamasa. Namun, pengelolaan data dalam organisasi ini masih dilakukan secara manual, yang rentan terhadap kesalahan dan sulit diakses. Dalam era digital yang semakin maju, ada kebutuhan mendesak untuk mengadopsi teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem informasi berbasis web untuk pengelolaan data PPGTM. Sistem informasi ini dirancang untuk mengelola data jemaat, anggota, dan kegiatan PPGTM secara efisien. Proses pengembangan sistem mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, dan pengujian. Pengujian dilakukan menggunakan metode black-box untuk memastikan bahwa semua fungsi sistem bekerja sesuai spesifikasi tanpa melihat kode Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi ini berfungsi dengan baik dan mendukung pengelolaan data PPGTM secara lebih efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berbasis web di PPGTM dapat meningkatkan efisiensi operasional, menyediakan akses cepat ke data penting, dan mempermudah pengelolaan kegiatan organisasi. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung kegiatan PPGTM dalam melayani jemaat dan masyarakat. Kata Kunci: PPGTM. Sistem Informasi. Pengelolaan Data. Website. Pengujian Black-box. PENDAHULUAN Latar Belakang Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa disingkat PPGTM adalah merupakan salah satu penatalayanan kategorial dalam lingkup Gereja Toraja Mamasa yang dibentuk pada tanggal 13 Maret 1970 dan melembaga disemua lingkup pelayanan Gereja Toraja Mamasa. PPGTM memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan Tri Panggilan Gereja yaitu bersaksi, bersekutu dan melayani sebagai bentuk implementasi iman dan kasih dalam mewujudkan amanat agung Yesus Kristus (Pedoman Penatalayanan PPGTM 2. Dalam pertumbuhan gereja, pemuda memiliki 12 Paulus Informatics Journal peran penting dalam melaksanakan pertumbuhan rohani pada suatu gereja. Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa adalah sebuah organisasi pemuda yang aktif di wilayah Mamasa. Sulawesi Barat. Indonesia. Organisasi intra gereja ini bertujuan untuk mengembangkan iman Kristen di kalangan pemuda Toraja Mamasa dan juga untuk memberdayakan mereka dalam berbagai aspek kehidupan terlebih dalam bidang organisi. Saat ini pengelolaan data seringkali dilakukan secara manual atau menggunakan metode konvensional mulai dari pencatatan manual, pengarsipan dokumen dalam bentuk fisik. Kelemahan dari metode pengelolaan data konvensional ini adalah rentan terhadap kesalahan pencatatan, sulitnya akses data secara cepat, dan risiko Vol. No. kehilangan informasi karena kebakaran, kebanjiran, atau faktor lainnya. Saat ini, gereja berada di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Penelitian sebelumnya yang membahas tentang sistem informasi telah mengungkap berbagai aspek penting dalam pengembangan dan penerapan teknologi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Halim and Somya 2. menunjukkan bahwa penggunaan sistem informasi berbasis web sangat efektif dalam organisasi, terutama dalam hal pengelolaan Hasil ini didukung oleh penelitian (Christanto mengembangkan aplikasi sistem informasi Gereja Isa Almasih Jemaat Purwodadi pada platform Android. Aplikasi tersebut terbukti mampu memperlancar proses penerimaan informasi dan administrasi, serta dapat digunakan oleh seluruh anggota gereja dengan mudah. Lebih lanjut, penelitian (Rachmatullah. Sumboro, and Setianingsih 2. dengan pengembangan sistem informasi administrasi berbasis Android di Gereja Paroki St. Stephanus Jumapolo, yang dapat mengelola data penting seperti data romo, kalender liturgi, tim liturgi, dan pengumuman kegiatan. Ketiga penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi, berperan signifikan dalam memfasilitasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan gereja, kemudahan administrasi. Oleh karena itu, gereja kini perlu memanfaatkan teknologi masyarakat luas secara khusus bagi organisai intra gereja yaitu persektuan Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa ( PPGTM ) adalah salah satu penata layanan kategorial dalam lingkup Gereja Toraja Mamasa yang dibentuk pada 13 Paulus Informatics Journal tanggal 13 maret 1970 dan melembaga disemua lingkup pelayanan Gereja Toraja Mamasa. Organisasi ini membutuhkan sistem informasi dalam aktivitas dan penyimpanan data. Data diperlukan pencarian untuk perbedaan Pelayanan Pencarian data lainnya yang berasal dari jemaat juga diperlukan demi menunjang pelayanan Gereja. Sistem informasi dapat membantu PPGTM dalam melakukan pengelolaan data jemaat untuk melakukan penyimpanan, penambahan, merubah atau mencari informasi. Oleh sebab itu, penelitian ini akan membahas tentang AuSISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA PERSEKUTUAN PEMUDA GEREJA TORAJA MAMASA (PPGTM) BERBASIS WEBSITEAy. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimana merancang aplikasi sistem informasi pengelolahan data Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa? Apakah sistem informasi Sistem Informasi Pengelolaan Data Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (Ppgt. Berbasis Website bekerja sesuai dengan yang diharapkan menggunakan metode Batasan Masalah Sesuai dengan permasalahan yang ada, penulis membatasi permasalahan penelitian yaitu: Penelitian ini akan membahas tentang informasi kegiatan yang akan dilakukan PPGTM Sistem dibangun menggunakan Framework Laravel Pengembangan menggunakan framework laravel Vol. No. Menggunakan data sampel jemaat, termasuk Jemaat Mandai dan Jemaat Tamalanrea. Sistem memiliki 3 actor utama yaitu pengurus pusat, pengurus klasis dan pengurus jemaat lokal. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan sistem dengan fitur sebagai berikut Pengelolaan data klasis. Pengelolaan data jemaat. Pengelolaan data pengurus. Pengelolaan data wilayah Pengelolaan data program Pengelolaan data anggota. Pengelolaan II. Landasan Teori 1 Sistem Informasi Secara umum, sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari Sedangkan untuk informasi adalah hasil dari pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Menurut (Susanto 2. , sistem informasi diartikan sebagai kumpulan dari subsistem apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan berguna. Komponen sistem informasi sangat tergantung kepada proses yang terjadi di masing-masing perusahaan. Komponen yang paling utama adalah Teknologi komunikasi, teknologi komputasi, dan teknologi informasi. Teknologi komunikasi digunakan untuk mengirim data dari suatu tempat atau alat ke tempat atau alat yang Teknologi komputasi adalah berbagai perangkat yang digunakan untuk mengolah Teknologi informasi adalah berbagai metode untuk menyajikan berbagai bentuk informasi ke berbagai pihak yang 1 Website Menurut (Abdulloh 2. Website atau disingkat web, dapat diartikan sekumpulan halaman yang terdiri dari beberapa laman yang berisi informasi dalam bentuk data digital baik berupa text, gambar, video, audio, dan animasi lainnyayang disediakan melalui jalur Lebih merupakan halaman-halaman yang berisi informasi yang ditampilkan oleh browser seperti Mozila Firefox. Google Chrome atau yang lainnya. Website awalnya merupakan suatu menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi di Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep multimedia, menggunakan banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara, atau film. 2 Gereja Gereja dengan perkembangan teknologi yang semakinpesat juga harus bisa beradaptasi untuk dapat mengikuti Situasi menghadirkan tantangan bagi pelayanan gereja untuk menggunakan sebagai sarana melayani masyarakat luas. Oleh karena itu, gereja kini perlu memanfaatkan teknologi informasi untuk informasi rohani bagi masyarakat luas (Halim and Somya 2. 14 Paulus Informatics Journal Vol. No. Gereja adalah institusi atau badan yang diatur berdasarkan konsep Illahi. Gereja-gereja di Indonesia pada hakikatnya hidup dalam keberagaman. Keberagaman tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut, antara lain: latar belakang etnis, corak Kekristenan, pengkabaran Injil, dan pengorganisasian diri (YULIAWAN and SOEBIJONO 2. Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dalam pelayanan masyarakat, gereja memiliki berbagai aktivitas dan transaksi untuk mengakomodasi kebutuhan jemaat, baik dari segi aktivitas gerejawi maupun transaksi keuangan Gereja (Kurniawan and Cassandra 2. Kegiatan manajemen di Gereja umumnya meliputi: Pendataan jemaat yang mencatat informasi tentang petumbuhan jemaat dan data-data anggota keluarga, atestasi, baptis, sidi, pernikahan, kematian, kelahiran, status dalam jemaat dan kegiatan gereja. Jadwal kegiatan gereja yang meliputi kegiatan ibadah dan kegiatankegiatan (Tambunan & Somya, 2. Sinode Gereja Toraja Mamasa adalah salah satu kelompok gereja Protestan yang terdapat di sulawesi selatan dan merupakan i. METODOLOGI PENELITIAN 1 Lokasi dan Waktu Penelitian Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian diJl. Demmatande No. Kabupaten Mamasa. Provinsi Sulawesi Barat . ebelumnya Kabupaten Mamasa pernah menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selata. 2 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan proposal ini sebagai metode dalam pengumpulan data dan informasi antara lain : Penelitian Lapangan Secara 15 Paulus Informatics Journal anggota dari PGI. Menurut data dari (AuSinode Gereja Anggota PGI Ae PGIAy n. Berdasarkan Tata Dasar dan Tata Rumah Tangga (Gereja Toraja Mamasa 2. resmi menjadi Sinode pada Sidang Sinode I di Minake pada 7 Juni 1947. GTM diakui sebagai lembaga keagamaan melalui beberapa Surat Keputusan (SK) dari pemerintah Indonesia, termasuk SK Dirjen Bimas Kristen Protestan tahun 1972 dan 1988, serta SK Mendagri tahun 1987. Lambang GTM terdiri dari Alkitab terbuka dengan tulisan u-, burung merpati di atas salib, serta bingkai berwarna ungu bertuliskan "Gereja Toraja Mamasa. " Arti simbol dan warna lambang ini diatur dalam Tata Rumah Tangga GTM. Mars GTM adalah lagu berjudul "Mars Gereja Toraja Mamasa" . Gereja Toraja Mamasa (GTM) adalah sebuah sinode yang terdiri dari Klasis dan Jemaat. Ketua Umum dan Sekretaris Umum BPMS GTM memiliki kewenangan untuk mewakili GTM baik ke dalam maupun ke luar. Kewenangan ini, dalam situasi tertentu, dapat dilimpahkan kepada unsur ketua lain dalam lingkup sinode, atau jika diperlukan, kepada Ketua Umum dan Sekretaris Umum BPMK dan/atau BPMJ (Gereja Toraja Mamasa data-data observasi langsung. Penelitian Pustaka Secara tidak langsung artinya berpedoman pada buku-buku yang berkaitan dan berhubungan langsung dengan judul penelitian yang dilaksanakan. 3 Sumber Data Adapun sumber data yang diperoleh penulis diantaranya : Data primer merupakan sumber data yang diperoleh penulis langsung dari sumber asli . idak melalui media perantar. Data primer dapat berupa opini subjek Vol. No. secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda . , kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara . iperoleh dan dicatat oleh pihak lai. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip . ata dokumente. yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. 4 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis diantaranya : Teknik Observasi Yaitu dengan permasalahan yang terjadi. Teknik Dokumentasi Yaitu mengumpulkan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen, data dan buku-buku paket lainnya yang relevan dengan masalah yang akan 5 Alat Penelitian Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Perangkat Lunak Web Browser (Mozilla Firefo. PHPMyAdmin/Xampp UML/Draw. IO Version Online Visual Studio Code Perangkat Keras Laptop (Processor Intel Pentium 1. 60 GHz RAM 4 GB Harddisk 500 GB) 6 Metode Pengujian Metode pengujian yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah dengan menggunakan Black Box Testing, dimana Black Box Testing 16 Paulus Informatics Journal merupakan pengujian yang dilakukan hanya untuk mengamati hasil dari eksekusi pada software tersebut. Pengamatan hasil ini melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak itu sendiri. IV. RANCANGAN SISTEM 1 Rancangan Use Case Diagram 1 Rancangan Use Case Diagram Berjalan Gambar 4. 1 Use Case Diagram Sedang Berjalan Diagram ini menggambarkan yang terdiri dari beberapa tingkatan (Lokal. Klasis. Sinod. dan bagaimana tiap tingkatan memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mengelola data dan program kerja. Ini menunjukkan adanya hierarki dalam pengelolaan dan akses data antara admin di setiap tingkatan Vol. No. 2 Rancangan Use Case Diagram Admin Klasis Gambar 4. 2 Use Case Diagram Admin Klasis Admin Klasis adalah individu yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memonitor berbagai aktivitas dalam sistem Aktor ini memiliki peran penting dalam memastikan sistem berjalan dengan efektif dan efisien. 3 Rancangan Use Case Diagram Admin Sinode Gambar 4. 3 Use Case Diagram Admin Sinode Admin Pusat bertanggung jawab untuk mengelola dan memonitor berbagai aktivitas dalam sistem sinode. Use case 17 Paulus Informatics Journal diagram aktor menggambarkan Use case kelola kerja yang dilakukan di sinode. 4 Rancangan Use Case Diagram Admin Jemaat Gambar 4. 4 Use Case Diagram Admin Jemaat Admin Lokal adalah pengguna yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola berbagai data dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan anggota jemaat di tingkat lokal. Aktor ini memiliki akses ke berbagai fungsi sistem yang mendukung operasional sehari-hari gereja. 5 Rancangan Use Case Diagram Pengurus Jemaat Gambar 4. 5 Use Case Diagram Pengurus Jemaat Diagram ini menunjukkan bahwa Ketua. Sekretaris, dan Bendahara sebagai pengurus lokal memiliki akses ke beberapa Vol. No. fungsi utama dalam sistem, seperti Dashboard. Program Kerja Jemaat, dan Pengurus Klasis, tetapi hanya setelah mereka berhasil login. Login merupakan langkah penting dan wajib dilakukan untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses dan mengelola fitur-fitur tersebut. 6 Rancangan Use Case Diagram Pengguna atau Pengujung Gambar 4. 6 Use Case Diagram Pengunjung Diagram menggambarkan aktor (Pengunjun. dapat berinteraksi dengan berbagai fitur dalam sistem, seperti melihat halaman utama, visi dan misi, kegiatan, pengurus, gereja, dan informasi klasis. Diagram ini gambaran umum tentang fungsi-fungsi yang tersedia bagi pengguna pada sistem tersebut. 2 Rancangan Tampilan Sistem Rancangan Interface dirancang dalam program aplikasi sistem yaitu sebagai berikut. 18 Paulus Informatics Journal 1 Rancangan User Interface Halaman Login Gambar 4. 7 Rancangan User Interface Halaman Login Rancangan user interface halaman login Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan efisien. Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip desain antarmuka yang baik, diharapkan bahwa pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan sistem secara efektif. 2 Rancangan User Interface Halaman Dashboard Gambar 4. 8 Rancangan User Interface Halaman Dashboard Rancangan user interface dashboard dalam Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan informatif. Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip desain antarmuka yang baik, diharapkan bahwa pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan sistem secara efektif. Vol. No. 3 Rancangan User Interface Halaman Program Kerja Sinode Gambar 4. 9 Rancangan User Interface Halaman Program Kerja Sinode Rancangan user interface Program Kerja Sinode dalam Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip desain antarmuka yang baik, diharapkan bahwa pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan sistem secara efektif. Rancangan User Interface Halaman Wilayah Pelayanan 4 Rancangan User Interface Halaman Wilayah Pelayanan Gambar 4. 10 Rancangan User Interface Halaman Wilayah Pelayanan Rancangan user interface Program Kerja Sinode dalam Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip desain antarmuka yang baik, diharapkan bahwa pengguna dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan sistem secara efektif. 19 Paulus Informatics Journal 5 Rancangan User Interface Halaman Data Klasis Gambar 4. 11 Rancangan User Interface Data Klasis Rancangan user interface halaman Data Klasis dalam Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan efektif dalam pengelolaan data klasis. Dengan penyajian informasi yang jelas dan fungsionalitas yang mudah diakses, halaman ini berfungsi sebagai alat penting untuk mendukung operasional dan manajemen data klasis dalam organisasi. 6 Rancangan User Interface Halaman Data Jemaat Gambar 4. 12 Rancangan User Interface Data Jemaat Rancangan user interface halaman Data Jemaat dalam Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan efektif dalam pengelolaan data Jemaat. Dengan penyajian informasi yang jelas dan fungsionalitas yang mudah diakses, halaman ini berfungsi sebagai alat penting untuk mendukung operasional dan manajemen data jemaat dalam organisasi. Vol. No. 7 Rancangan User Interface Halaman Data Program Kerja Jemaat Gambar 4. 13 Rancangan User Interface Data Program Kerja Jemaat 8 Rancangan User Interface Halaman Data Anggota PPGTM Gambar 4. 14 Rancangan User Interface Data Anggota PPGTM 9 Rancangan User Interface Halaman Data Users Gambar 4. 15 Rancangan User Interface Data Users Rancangan user interface halaman Data Users dalam Sistem Informasi PPGTM dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan 20 Paulus Informatics Journal efektif dalam pengelolaan data users. Dengan penyajian informasi yang jelas dan fungsionalitas yang mudah diakses, halaman ini berfungsi sebagai alat penting untuk mendukung operasional dan manajemen data users dalam organisasi. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai perancangan dan Sistem Informasi Pengelolaan Data Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) berbasis website, dapat disimpulkan sebagai berikut: Perancangan informasi pengelolaan data untuk PPGTM serangkaian tahapan yang meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, dan pengujian. Dalam analisis kebutuhan, berbagai kebutuhan fungsional dan nonfungsional diidentifikasi melalui pengumpulan data dan survei dengan pemangku kepentingan. Desain sistem mencakup beberapa modul utama seperti manajemen data anggota, pengelolaan kegiatan. 25 item yang telah diuji menggunakan metode blackbox untuk mengevaluasi kinerja dan Pengujian blackbox fokus pada pengujian fungsionalitas sistem tanpa melihat kode sumber, dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua fitur bekerja sesuai Hasil informasi ini berfungsi dengan baik. 2 Saran