Jurnal Aspirasi Teknik Sipil (ASPAL) Vol. 1 No. 1 Juni 2023. DOI: https://doi. org/10. 35438/aspal. Analisa Kinerja Bersinyal Pada Jalan Pasca Perubahan Arus Di Kota Medan Danu Arismunandar1,*. Marwan Lubis1. Hamidun Batubara1 1Program Studi Teknik Sipil. Universitas Islam Sumatera Utara. Medan *penulis koresponden: danuarismunandar002@gmail. Submit : 14/05/2023 Revisi : 09/06/2023 Diterima : 13/06/2023 Abstrak. Transportasi merupakan kegiatan yang penting bagi masyarakat. Dari banyak hal, kualitas hidup masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh transportasi dan akses ke tempat kerja, tempat belanja, dan tempat hiburan atau pergi kuliah. Transportasi menunjang terlaksana nya berbagai kegiatan masyarakat sehingga kendaraan pribadi menjadi suatu kebutuhan. Lokasi penelitian simpang empat ini merupakan simpang empat tidak bersinyal tanpa median dengan rincian sebagai berikut: Selatan . alan Balai Kot. Timur . alan perintis kemerdekaa. Utara . alan Putri Hija. Barat . alan Guru Patimpus. Hasil analisis operasional pada simpang bersinyal pertemuan jalan balai kota dan jalan guru patimpus, jalan balai kota dan jalan putri hijau serta jalan perintis kemerdekaan dan jalan guru patimpus, jalan perintis kemerdekaan dan jalan putri hijau kondisi aktual diperoleh data bahwa arus stabil, volume sesuai jalan kota,pada simpang tersebut menunjukan (DS) sebesar 0,58. Karena adanya perubahan dari pemerintah kota medan dari simpang bersinya ke simpang tak bersinyal maka dari itu analisis operasional pada simpang tak bersinyal saat ini dari jalan balai kota Ae jalan guru patimpus, jalan balai kota Ae jalan putri hijau, jalan balai kota Ae jalan perintis kemerdekaan arus stabil, volume sesuai jalan kota. Hasil analisis pada simpang tak bersinyal saat ini menunjukan (DS) sebesar 0,50. Untuk operasional pada simpang tak bersinyal untuk 5 tahun ke depan di peroleh data bahwa simpang tersebut mempunyai kinerja lalu lintas mendekati arus tidak stabil,kecepatan rendah. Hasil. simpang tak bersinyal saat ini menunjukan (DS) sebesar 0,75. Kata kunci: transportasi, arus, sinyal Abstract. Transportation is an important activity for the community. Of many things, one of the people's quality of life is influenced by transportation and access to places of work, places to shop, and places of entertainment or to go to college. Transportation supports the implementation of various community activities so that private vehicles become a necessity. The research location for this intersection is an unsignalized intersection without a median with the following details: South (City Hall roa. East . ndependence pioneer roa. North (Princess Green roa. West (Guru Patimpus road, results of operational analysis at the signalized intersection where the city hall road and Patimpus teacher road, the city hall road and Putri Hijau road as well as the independence pioneer road and the Patimpus teacher road, the independence pioneer road and the green daughter road are actual conditions obtained that the flow is stable, the volume according to city roads, at the intersection shows (DS) of 0. Due to the change from the Medan city government from the intersection to the intersection, therefore the operational analysis at the current unsignalized intersection from the city hall road Ae Guru Patimpus Street. City Hall Street Ae Putri Hijau Street. City Hall Street Ae Pioneer Independence Road, the flow is stable, the volume matches city roads. The analysis results at the current unsignalized intersection show (DS) is 0. For operations at unsignalized intersections for the next 5 years, data is obtained that these intersections have traffic performance close to unstable flow, low speed. Result. at the current unsignalized intersection it shows (DS) of 0. Keywords: transport, flow, signals Pendahuluan Transportasi merupakan kegiatan yang penting bagi masyarakat. Dari banyak hal, kualitas hidup masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh transportasi dan akses ke tempat kerja, tempat belanja, dan tempat hiburan atau pergi kuliah. Transportasi menunjang terlaksananya berbagai kegiatan masyarakat sehingga kendaraan pribadi menjadi suatu kebutuhan. Banyak permasalahan yang dapat mempengaruhi kinerja simpang dimana persimpangan merupakan simpul jaringan jalan dengan ruas-ruas jalan yang bertemu sehingga lintasan saling berpotongan dan menyebabkan volume lalu lintas yang cenderung tinggi . Lokasi yang akan di analisa ialah jalan putri hijau, jalan perintis kemerdekaan, jalan balai kota, jalan guru patimpus. Di lokasi tersebut dilakukan analisa simpang yang bersinyal akan tetapi akibat perubahan dari pemerintah kota medan yang dahulunya simpang bersinyal berubah menjadi simpang tak bersinyal. Yang selalu menjadi pertanyaan dari penerapan sistem satu arah terhadap suatu ruas jalan yaitu sejauh mana efektifitas terhadap pencapain tujuan dari penerapan sistem satu arah tersebut dalam pemerataan sebaran lalu lintas kota, mengurangi kepadatan kendaraan, serta untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas ruas jalan tersebut. Simpang adalah bagian penting dalam jaringan transportasi darat untuk menentukan kapasitas jalan dan waktu perjalanan . Kapasitas jalan adalah ruang lintasan yang dilalui oleh kendaraan, yang besarnya ditentukan oleh banyak faktor . Persimpangan juga dapat disebut sebagai pertemuan antara dua jalan atau lebih, baik sebidang maupun tidak sebidang atau titik jaringan jalan dimana jalanAejalan bertemu dan lintasan jalan saling berpotongan. Persimpangan merupakan faktor penting pada sistem jaringan jalan dalam penentuan kinerja dan kapasitas keseluruhan jaringan jalan sehingga menjadi faktor vital pengendalian arus lalu lintas . Persimpangan merupakan bagian yang terpenting dari jalan raya karena secara mayoritas bergantung pada efisiensi, kapasitas lalu lintas, kecepatan, biaya operasi, waktu perjalanan, keamanan dan kenyamanan . Pada persimpangan dengan arus lalulintas yang besar, sangat diperlukan pengaturan menggunakan lampu lalulintas. Pengaturan dengan lampu lalulintas ini diharapkan mampu mengurangi antrian yang dialami oleh kendaraan dibandingkan jika tidak menggunakan lampu lalulintas. Identifikasi masalah menunjukkan lokasi kemacetan terletak pada persimpangan atau titik-titik tertentu yang terletak pada sepanjang ruas jalan. Masalah-masalah yang saling terkait pada persimpangan adalah: Volume dan kapasitas . ecara langsung mengganggu hambata. Desain geometrik dan kebebasan pandang. Perilaku lalulintas dan panjang antrian. Kecepatan. Pengaturan lampu jalan. Kecelakaan, dan keselamatan. Parkir. Untuk mengurangi jumlah titik konflik yang ada, dilakukan pemisahan waktu pergerakan arus lalulintas. Waktu pergerakan arus lalulintas yang terpisah ini disebut Pengaturan pergerakan arus lalulintas dengan fase-fase ini dapat mengurangi titik konflik yang ada sehingga diperoleh pengaturan lalulintas yang lebih baik untuk menghindari besarnya antrian, tundaan, kemacetan dan kecelakaan. Metode Dalam metode penelitian yang sudah dilakukan, ada beberapa tahapan yang dilakukan dimulai dari survey awal, pengumpulan data baik data primer dan data sekunder, pengolahan data, penyajian data, hingga selesai. Tahapan alur penelitian ditunjukkan pada Gambar 3. 1 berikut. Gambar 3. 1 Diagram Alir Penelitian Dalam penelitian ini, lokasi survey dilakukan pada kawasan simpang TVRI seperti ditunjukkan pada Gambar 3. 2 berikut. Gambar 3. 2 Lokasi Penelitian Tahap pengumpulan data merupakan awal setelah tahap persiapan dalam proses Adapun beberapa metode yang dilakukan yaitu anatara lain : Metode Survey Metode survey yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung keadaan lapangan Hal ini mutlak dilakukan agar dapat diketahui kondisi pada saat ini, sehingga diharapkan tidak terjadinya kesalahan dalam perencanaan. Data yang diperoleh dari kegiatan survey ini disebut data primer. Metode Literartur Metode literatur atau juga disebut dengan data sekunder yaitu dengan memperoleh data dari instansi terkait sebagai landasan permasalahan dan dari buku-buku referensi yang berhubungan dengan perencanaan suatu simpang. Hasil dan Pembahasan Analisis Kinerja Simpang USIG-I Memasukkan data untuk kondisi lalu lintas yang terdiri dari puncak periode jam puncak, sketsa arus lalu lintas menggambambarkan berbagai gerakan dan arus lalu lintas. Komposisi lalu lintas (%), dan arus kendaraan tak bermotor. Tabel 4. 1 Formulir SIG-I Perencanaan geometrik 10 meter tanpa rekayasa SIMPANG BERSINYAL Tanggal : 17 oktober 2022 FORMULIR SIG-I : Kota : Medan - GEOMETRI Simpang : Putri Hijau - PENGATURAN LALULINTAS Ukuran Kota/jumlah penduduk . si dalam jutaa. - LINGKUNGAN Perihal : 2 f ase Ditangani oleh : danu arismunandar 2,10 Periode : jam puncak sore FASE SINYAL YANG ADA (Gambarkan Sket Fas. IG= IG= IG= IG = Waktu s iklus : c Waktu hilang total : LTI = Oc IG = SKETSA SIMPANG KONDISI LAPANGAN Tipe Hambatan Samping Median . om/res/r. (Tinggi/Renda. Ya/Tidak . Kode Pendekat Belok kiri kelandaian langsung Lebar Pendekat ( m ) Pendekat Masuk Belok kiri lgs. Keluar parkir . W ENTRY W LTOR W EXIT 18,99 12,77 6,22 0,00 10,33 10,33 0,00 0,00 /- % Jarak ke Ya/Tidak Ket : diisi manual lihat keterangan kolom USIG-II Memasukkan data untuk anlisa lebar pendekat dan tipe simpang, kapasitas simpang serta kinerja lalu lintas simpang. Data yang didapat adalah kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan simpang dan peluang antrian. Tabel 4. 2 Formulir SIG-II perencanaan 10 meter tanpa rekayasa SIMPANG BERSINYAL Tanggal : 17 oktober 2022 Formulir SIG-II : Kota : Medan ARUS LALULINTAS Simpang : Putri Hijau Ditangani oleh : danu arismunandar Periode : jam puncak sore Perihal : 2 fase Arus LaluLintas Kendaraan Bermotor ( MV ) Kendaraan Ringan(LV) Kendaraan Berat(HV) Sepeda Motor(MC) Kode Pendekat Arah LT . anpa LTOR) emp terlindung = 1,0 emp terlindung = 1,3 emp terlindung = 0,2 emp terlaw an = 1,0 emp terlaw an = 1,3 emp terlaw an = 0,4 smp/jam smp/jam smp/jam Arus Kiri Kanan jam Terlindung Terlawan jam Terlindung Terlawan PLT PRT LTOR 0 0,000 1085 0,521 LT . anpa LTOR) . PUM = UM/ MV jam Terlindung Terlawan . Rasio Total smp/jam Rasio Berbelok jam Terlindung Terlawan Kend. tak bermotor Kendaraan Bermotor Total 0 0,000 0,000 LTOR 0 0,000 0 0,000 Total 0,0053 0,466 0,0150 LT . anpa LTOR) LTOR Total LT . anpa LTOR) LTOR Total LT . anpa LTOR) LTOR Total LT . anpa LTOR) LTOR Total Tabel 4. 3 Formulir SIG-i perencanaan 10 meter tanpa rekayasa SIMPANG BERSINYAL Tanggal : 17 oktober 2022 Ditangani oleh : danu arismunandar Kota : Medan Simpang : Putri Hijau Perihal : 2 fase Formulir SIG - i : -WAKTU ANTAR HIJAU -WAKTU HILANG LALULINTAS BERANGKAT Pendekat LALU LINTAS DATANG Kecepatan Pendekat VEV . /dt. Kecepatan VAV . /dt. Jarak berangkat-datang . Waktu berangkat-datang . *) Jarak berangkat-datang . Waktu berangkat-datang . *) Jarak berangkat-datang . Waktu berangkat-datang . *) Jarak berangkat-datang . Waktu berangkat-datang . *) Jarak berangkat-datang . Waktu berangkat-datang . *) Jarak berangkat-datang . Waktu berangkat-datang . *) Waktu merah semua . Penentuan waktu merah semua : . ata ini dapat dirubah sendiri sesuai fas. Fase 1 --> Fase 2 Penentuan Fase 2 --> Fase 1 waktu all red kuning/fase pada aturan Jumlah fase Waktu hilang total (LTI)= Merah semua total waktu kuning . tk / siklus ) Tabel 4. 4 Formulir SIG-IV perencanaan 10 meter SIMPANG BERSINYAL Tanggal : 17 oktober 2022 Ditangani oleh : danu arismunandar Formulir SIG-IV : PENENTUAN WAKTU SINYAL Kota : Medan Perihal : 2 fase Simpang : Putri Hijau Periode : jam puncak sore Fase 2 Fase 3 KAPASITAS Distribusi arus lalu lintas. mp/ja. Fase 1 Fase Kode Hijau Tipe Rasio Arus RT smp/j Lebar Pen- dalam Pen- Arah Arah Nilai dekat fase dekat . dasar Semua tipe pendekat law an (P / O) Arus jenuh smp/jam Hijau Faktor Penyesuaian Nilai Hanya tipe P smp/j Ukuran Hambatan kelan- Parkir Belok PLTOR PLT PRT QRT QRTO kota Samping daian FCS FSF FRT Rasio Rasio Waktu Kapa- Derajat Arus PR = det disesu- lintas Belok aikan Kanan Kiri Arus FR = DS= smp/jam FLT hijau FR CRIT Q/S IFR 0,521 0,000 0,000 12,77 1,00 0,930 1,00 1,00 1,00 1,00 0,196 0,500 75 0,42 0,000 0,000 0,466 10,33 1,00 0,930 1,00 1,00 1,12 1,00 0,196 0,500 75 0,42 Waktu hilang total LTI ( det ) Waktu siklus pra penyesuaian c ua . 10 Waktu siklus disesuaian c . IFR = OcFRCRIT Sxg/c Q / C Total g = 150 0,392 Tabel 4. 5 Formulir USIG-1 Simpang Tiga tak bersinyal Tabel 4. 6 Formulir USIG-II Simpang Tiga Tak Bersinyal Kesimpulan Berdasarkan analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dalam penelitian ni dapat ditarik kesempatan sebagai berikut. Arus lalu lintas simpang bersinyal menunjukan jika derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,58 maka arus bebas, volume rendah dan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memilih kecepatan yang dikehendaki serta tundaan lalu lintas diperoleh 10,83 maka arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh lalu lintas, volume pelayanan yang dipakai untuk jalan luar kota Akibat adanya perubahan dari pemerintah kota medan yang sekarang menjadi simpang tak bersinyal maka dari itu derajat kejenuhan (DS) di peroleh 0,50 dapat disimpulkan arus bebas, volume rendah dan kecepatan tinggi. Pengemudi dapat memilih kecepatan yang dikehendaki, lalu tundaan lalu lintas diperoleh 5,00 maka arus bebas,volume rendah dan kecepatan tinggi dapat memilih kecepatan yang Simpang tak bersinyal untuk 5 tahun kedepan derajat kejenuhan (DS) 0,75 dapat disimpulkan arus stabil, kecepatan dapat dikontrol oleh lalu lintas dan untuk tundaan lalu lintas di peroleh 7,66 oleh karena itu arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh lalu lintas. Daftar Pustaka