JUATIKA JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA eissn 2656-1727 pissn 2684-785X Hal : 31 Ae 45 VOL. 2 NO. 1 Januari 2020 Analisis Keragaman Fenotipe Generasi M2 Dan M3 Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L. ) Hasil Radiasi Sinar Gamma Fitri Yanti1. Aslim Rasyad2 dan Herman3 Mahasiswa Program Pascasarjana. Fakultas Pertanian. Universitas Riau. Jalan HR. Subrantas KM. 12,5 Simpang Baru. Pekanbaru 28293. Indonesia Jurusan Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Riau Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Riau Email : fy. fitriyanti12@gmail. ABSTRACT The objective of this research was to determine phenotypic variability of mung bean M2 and M3 Mutant populations resulted from gamma ray irradiation. The Field experiment was conducted by using a completely randomized design in which three populations including M2. M3 and the parent (M. were planted in Each population was planted in a plot of 3 m x 2 m with planting space of 30 cm x 20 cm to obtain 100 individual plant per plot. Every population was repeated 5 times so to get 500 plants per population. Observations were collected on all individuals in the population including plant height, number of stem internodes, length of internode, number of primary branches, age of flowering plants, date of harvest, length of pods, number of filled pods, number of seeds per pod, number of seeds per plant, weight of seeds per plants, and weights of 100 seeds. The results showed that gamma ray irradiation produced mung bean plants with a similar date of harvest. It could be seen from mean values which were not significantly different, the values of diversity, and range were almost equal which indicates the diversity of M2. M3 and M0 populations was relatively similar to the control. M2 and M3 generation of mung bean have large and high quality seeds weighing more than 6. 5 g/100 seeds. The homogeneity of variance (HOV) analysis showed that variance of all population of all parameters observed were not homogeny except for plant height, number of stem internode and weight of 100 seeds. Key words : mungbean. Correlation coefficient. Homogeneity of variance. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan variabilitas fenotipik kacang hijau M2 dan M3 mutan populasi yang dihasilkan dari iradiasi sinar Eksperimen Lapangan dilakukan dengan menggunakan desain yang sepenuhnya acak di mana tiga populasi termasuk M2. M3 dan induknya (M. ditanam di 2017. Setiap populasi ditanam dalam sepetak 3 m x 2 m dengan ruang tanam 30 cm x 20 cm untuk mendapatkan 100 tanaman individu per plot. Setiap populasi diulang 5 kali sehingga untuk mendapatkan 500 tanaman per Pengamatan dikumpulkan pada semua individu dalam populasi termasuk tinggi tanaman, jumlah Internode batang, panjang Internode, jumlah cabang utama, usia tanaman berbunga, tanggal panen, panjang polong, jumlah polong penuh, jumlah bibit per polong, jumlah bibit per tanaman, berat bibit per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasilnya menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma menghasilkan tanaman kacang hijau dengan tanggal panen serupa. Hal ini dapat dilihat dari nilai yang tidak berbeda secara signifikan, nilai keragaman, dan jangkauan hampir sama yang menunjukkan keragaman M2. M3 dan M0 populasi relatif mirip dengan kontrol. M2 dan m3 generasi kacang hijau memiliki benih besar dan berkualitas tinggi dengan berat lebih dari 6,5 g/100 biji. menunjukkan bahwa varians yang dari semua parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah ruas batang, dan bobot100 biji. Kata Kunci : kacang hijau. Koefisien korelasi, homogenitas varians PENDAHULUAN Kacang hijau (Vigna radiata tanaman yang cukup penting di Indonesia, pangan dan kandungan gizi cukup tinggi (Nasution, 2. Permasalahan muncul pada budidaya tanaman serempaknya panen sehingga membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak. Salah satu jenis kacang hijau galur lokal mempunyai karakter morfologi yang kurang baik yaitu karakter biji kecil, mempunyai trikom yang banyak pada permukaan daun, batang dan kulit polong. Saat matang fisiologi kacang hijau tidak serentak, apabila terlambat panen polongnya mudah pecah. (Nuzila et al. , 2013. Desnilia, et , 2. Salah satu upaya untuk produktivitas kacang hijau adalah melalui perakitan varietas unggul kacang hijau. Perakitan varietas dapat menggunakan beberapa alternatif seperti penggunaan rekayasa genetik dan diawali dengan melakukan deteksi sifat melalui PCR (Polimerase Chain Reactio. Menggunakan Primer Spesifik (Oktavianti, 2. dan hasil dari PCR dapat diperbanyak melalui kultur jaringan untuk melihat pertumbuhan mutan, perbanyakan tanaman secara invitro (Heriansyah,2. Selain itu juga dapat menggunakan Mutasi buatan merupakan salah satu alternatif dalam upaya keragaman genetik tanaman, yaitu melalui perlakuan bahan mutagen tertentu terhadap materi reproduksi tanaman. Kegiatan pemuliaan mutasi pada tanaman dilakukan, dengan tujuan agar diperoleh galur mutan berdaya hasil tinggi, berumur genjah, berukuran biji besar (Sulistyo dan Yuliasti, 2. Sinar gamma diharapkan dapat menginduksi terjadinya mutasi pada tanaman kacang hijau dengan sifat-sifat yang diharapkan. Mutasi yang diinduksi oleh sinar gamma bersifat acak dan individual, sehingga induksi sinar gamma diharapkan memberikan peluang mendapatkan mutan tersebut. didapatkan 15 unit percobaan. Tiap unit percobaan terdiri dari Pengamatan populasi tanaman didalam unit Plot percobaan dibuat dalam bentuk bedengan dengan luas 3,0 m x 2,0 m. Tinggi bedengan yaitu 0,3 m dan jarak antar bedengan 1 m. Jarak tanam yang digunakan adalah 30 cm x 20 cm. Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm. Pengamatan tanaman . , panjang ruas . , jumlah buku batang, jumlah cabang primer, umur berbunga . , umur panen . , panjang polong . , jumlah polong bernas, jumlah biji per polong, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman . , dan bobot 100 biji . BAHAN DAN METODE Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih kacang hijau asal Kampar 500 benih, benih kacang hijau hasil radiasi generasi M2 sebanyak 500 benih, dan benih kacang hijau HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman . sebanyak 500 benih. Benih Analisis kacang hijau M2 dan M3 yang memperlihatkan bahwa tidak ada akan ditanam dipilih secara acak. perbedaan nilai tengah tinggi Penelitian menggunakan tanaman antara M0. M2, dan M3 rancangan acak lengkap (RAL). (Tabel . Setiap Tabel 1. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV tinggi tanaman dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV M0 . Generasi Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. 05 menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance. Tabel 1. dan M3 tidak berbeda dengan bahwa tinggi tanaman hasil tetua . Nilai keragaman mutasi sinar gamma generasi M2 dan koefisien keragaman (KK) antar ketiga populasi hampir setara walaupun kisaran nilai cenderung lebih besar pada populasi tanaman mutan (M2 dan M. Analisis varians (HOV) menunjukkan nilai F hitung lebih kecil dari F tabel keragaman populasi M0. M2 dan M3 relatif seragam. Walaupun keragaman hampir sama nilainya tapi kisaran nilai cukup besar pada generasi M2 dan M3. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi . tanaman varietas unggul kacang hijau yaitu 30-80 cm. Menurut Trustinah et al. tanaman kacang hijau yang tinggi memiliki umur panen lebih dalam. Panjang ruas . Analisis memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai tengah panjang ruas antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 2. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV panjang ruas dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . 97 ab Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 2. perbedaan panjang ruas antar generasi M2 dan M3, dan M0 . Tanaman kacang hijau generasi M2 memiliki ruas yang tanaman kacang hijau generasi M3, tetapi relatif sama dengan tanaman tetua. Nilai keragaman dan koefisien keragaman antar ketiga populasi menunjukkan perbedaan, dimana populasi M3 keragaman (KK) tertinggi dan Berdasarkan analisis HOV terlihat tanaman kacang hijau hasil mutasi sinar gamma antar populasi pada generasi M0. M2 dan M3 tidak seragam dengan nilai F hitung lebih besar dari F Kisaran nilai panjang ruas dibandingkan M2 dan M0 . Ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan panjang ruas setelah adanya radiasi sinar gamma pada generasi M2. Pada generasi tanaman kacang hijau semakin tanaman lebih tinggi. Jumlah Buku Batang Analisis memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai tengah jumlah buku batang antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 3. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV jumlah buku batang dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter Generasi M0 . Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. 05 menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Pada Tabel 3. Tanaman M3 memiliki tanaman kacang hijau hasil struktur yang lebih kompak dan mutasi dengan irradiasi sinar kuat dibanding tanaman M2. gamma generasi M3 memiliki Tanaman yang lebih kompak jumlah buku batang lebih banyak biasanya akan lebih baik karena dibandingkan tanaman kacang buku yang banyak cenderung hijau generasi M2 dan tetua. Nilai mempunyai bunga yang lebih (KK) banyak, menghasilkan cabang tanaman kacang hijau hasil yang lebih banyak dan batang mutasi sinar gamma generasi M3 yang lebih kokoh. lebih rendah daripada M2 dan M0. Jumlah Cabang Primer Analisis kisaran nilai antar ketiga populasi memperlihatkan bahwa terdapat hampir setara. Hal ini juga perbedaan nilai tengah jumlah dipertegas dengan nilai HOV cabang primer antara M0. M2, dan dengan nilai F hitung yang kecil M3 (Tabel . dari F tabel. Tabel 4. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV jumlah cabang primer dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah populasi F Hitung HOV Generasi Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. 05 menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Jumlah cabang primer tanaman kacang hijau hasil mutasi sinar gamma generasi M3 lebih banyak dari populasi M2 dan M0 . Nilai keragaman dan koefisien keragaman (KK) pada tanaman kacang hijau M3 jauh lebih kecil dibanding M2 atau M0 sebagai tanaman tetua. Analisis memberikan indikasi tanaman M3 HOV memperlihatkan nilai Fhit sudah mulai homogen, sehingga tidak memerlukan seleksi yang menunjukkan keragaman M2. M3 lebih ketat. dan M0 sebagai kontrol tidak Umur Berbunga . homogen antara satu populasi Analisis ragam memperlihatkan dengan yang lain. Kisaran nilai bahwa tidak ada perbedaan nilai jumlah cabang primer pada tengah umur berbunga antara M0. M2, dan M3 (Tabel . dibanding M2 dan M0. Hal ini Tabel 5. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV umur berbunga dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0,05 menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance menyatakan bahwa kegiatan Tabel 5. seleksi terhadap umur berbunga bahwa tidak ada perubahan rataakan lebih efektif dilakukan pada rata umur berbunga tanaman generasi lanjut (M. Roslim et al. kacang hijau hasil irradiasi sinar . melaporkan bahwa radiasi gamma generasi M2 dan M3 M0. Nilai waktu muncul bunga pada tanaman kacang hijau populasi M1 lebih lambat dari tanaman dibandingkan dengan M2 dan M0, walaupun kisaran umur berbunga Umur Panen . pada ketiga populasi relatif Analisis Uji HOV memperlihatkan bahwa tidak ada menunjukkan Fhit yang sangat perubahan nilai tengah umur panen antara tanaman kacang indikasi bahwa variabilitas ketiga hijau M0. M2, dan M3 (Tabel . populasi (M2. M3 dan M. berbeda satu sama lain. Data ini Tabel 6. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV umur panen dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter Generasi Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance M0 . Tabel 6. bahwa umur panen tanaman kacang hijau hasil mutasi sinar gamma generasi M2 dan M3 tidak berbeda nyata dengan tetua (M. Nilai keragaman dan koefisien keragaman antar ketiga populasi juga hampir setara demikian pula dengan nilai kisaran cenderung sama antar ketiga populasi. Hal populasi M2. M3 dan M0 sebagai kontrol relatif seragam. Sulistyo Yuliasti . tanaman kacang hijau hasil radiasi sinar gamma memiliki dibandingkan dengan tetua. Hasil Fiatin menunjukkan terjadi perlambatan nilai rata-rata umur panen antara kacang hijau hasil radiasi sinar gamma dengan kontrol. Tanaman kacang hijau hasil radiasi sinar gamma memiliki umur panen yang lebih lama dibandingkan tanaman kontrol. Panjang Polong . Analisis memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai tengah panjang polong antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 7. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung homogeneity panjang polong dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . 08 ab Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 7. bahwa tanaman kacang hijau generasi M3 memiliki polong yang lebih pendek dibanding tanaman kacang hijau M2 dan tetua kontrol. Nilai keragaman antar ketiga populasi pun lebih kecil pada generasi lanjut, sementara nilai kisaran terlihat lebih besar pada populasi M2 dan generasi M3 dibanding M0. Nilai koefisien keragaman (KK) pada ke tiga generasi tanaman M0. M2 dan M3 relatif sama besarnya. Nilai uji menunjukkan Fhit yang tidak Jumlah Polong Bernas Analisis memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan nilai tengah jumlah polong bernas antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 8. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV jumlah polong bernas dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Generasi Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 8. bahwa jumlah polong bernas tanaman kacang hijau hasil mutasi sinar gamma generasi M2 dan M3 tidak berbeda dengan tetua M0. Nilai keragaman dan kisaran jumlah polong bernas tanaman populasi M3 lebih sempit dibanding populasi M2 sementara koefisien keragamannya lebih besar pada populasi M2 dan tetua M3. Uji homogenitas juga menunjukkan nilai Fhit yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa generasi M3 populasinya sudah memerlukan seleksi yang ketat terhadap karakter jumlah polong Jumlah kacang hijau, semakin banyak polong maka semakin banyak biji kacang hijau yang dihasilkan. Jumlah polong yang dihasilkan sangat berkaitan dengan jumlah Semakin banyak jumlah cabang tanaman akan semakin banyak pula jumlah polong yang dihasilkan (Desnilia, 2014. Putri, 2. Menurut Garg et al. Karakter hasil penen, jumlah polong per tanaman, panjang merupakan salah satu kriteria seleksi yang penting karena secara langsung berpengaruh terhadap perbaikan hasil pada komoditas kacang hijau. Jumlah Biji Per Polong Analisis ragam memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan nilai tengah jumlah polong bernas antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 9. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV jumlah biji per polong dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0,05 menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 9. bahwa jumlah biji per polong tanaman kacang hijau hasil irradiasi sinar gamma generasi M2 dan M3 relatif sama dengan tetua sebagai tanaman kontrol. Nilai keragaman dan koefisien keragaman lebih besar pada populasi M0 dibanding mutan M2 dan M3. Uji homogenitas juga menunjukkan nilai Fhit yang Hal menunjukkan ketidakhomogenan variance antar populasi yang Jumlah Biji Per Tanaman Hasil memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan nilai tengah jumlah biji per tanaman antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 10. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung homogeneity jumlah biji per tanaman dua mutan kacang hijau dan M0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . Kisaran . Keragaman 25,048. 24,559. 7,702. Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 10. bahwa jumlah biji per tanaman kacang hijau hasil mutasi sinar gamma generasi M2 dan M3 tidak berbeda dengan tanaman tetua. Nilai keragaman jumlah biji per tanamaan generasi M3 lebih sempit dibanding tanaman M2 dan M0. Kisaran biji per tanaman generasi M2 dan M0 lebih luas dari generasi M3. Koefisien keragaman biji per tanamaan pada tanaman mutan M2 dan tetua M0 lebih tinggi dibanding generasi M3. Uji homogenitas menunjukkan Fhit yang sangat Kisaran jumlah biji per tanaman cukup besar pada generasi M2. Hal ini memberikan kesempatan kepada pemulia terhadap jumlah biji per tanaman kacang hijau mulai semenjak generasi M2 dan dilanjutkan pada generasi M3. Bobot Biji Per tanaman . Hasil memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan nilai tengah jumlah biji per tanaman antara M0. M2, dan M3 (Tabel . Tabel 11. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV bobot biji per tanaman dua mutan kacang hijau dan M 0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . Kisaran . Keragaman 123,90 Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 11. bahwa tanaman kacang hijau generasi M2 dan M3 memiliki bobot biji per tanaman yang relatif sama dengan tanaman M0. Nilai keragaman dan kisaran bobot biji per tanaman pada lebih sempit dibanding generasi M2 dan M0 yang menunjukkan populasi pada generasi M3 sudah mulai seragam. Berdasarkan analisis HOV, terlihat bahwa keragaman tanaman kacang hijau populasi M0. M2 dan M3 tidak homogen dengan nilai Fhit lebih tinggi dari Ftab. Bobot 100 Biji . Hasil memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan nilai tengah bobot 100 biji antara M0. M2, dan M3 (Tabel Tabel 12. Rata-rata, kisaran, keragaman, koefisien keragaman dan F hitung HOV bobot 100 biji dua mutan kacang hijau dan M 0 . Parameter M0 . Generasi Rata-rata . 6,93 a Kisaran . Keragaman Koefisien keragaman (%) Jumlah individu F Hitung HOV Keterangan: angka pada baris yang diikuti huruf kecil yang sama berbeda tidak nyata pada P=0. menurut uji berganda Duncan. HOV=homogeneity of variance Tabel 12. bahwa bobot 100 biji tanaman kacang hijau hasil mutasi sinar gamma generasi M2 dan M3 lebih tinggi dibanding tanaman kacang hijau M0 . Nilai keragaman dan nilai kisaran bobot 100 biji pada generasi M2 dan M3 lebih M0. Koefisien menunjukkan bahwa bobot 100 biji tanaman kacang hijau M0 lebih besar dibanding tanaman generasi M2 dan M3. Hasil uji kehomogenan variance ketiga generasi menunjukkan Fhit yang Hal memberikan implikasi bahwa karakter bobot 100 biji bukanlah merupakan peubah yang dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi dan perbaikan terhadap ukuran biji lebih sulit untuk dilaksanakan pada populasi mutan ini. Korelasi Antar Parameter Tanaman Kacang Hijau Analisis memperlihatkan hubungan yang sangat erat antar peubah yang diamati dari tiga populasi kacang hijau yang diteliti (Tabel . Tinggi tanaman berkorelasi positif dengan hampir semua peubah, berkorelasi negatif dan dengan umur panen berkorelasi tidak Hal ini berarti bahwa pertambahan tinggi tanaman diikuti dengan meningkatnya nilai karakter lain, akan tetapi akan Hasil tinggi tanaman dapat dijadikan meningkatkan peubah lain. Jumlah cabang primer positif dengan semua peubah lainnya, kecuali dengan umur panen berkorelasi tidak nyata. Artinya semakin banyak jumlah cabang tanaman kacang hijau, maka akan semakin pendek panjang ruas dan semakin cepat umur berbunga. Sementara itu semakin banyak jumlah cabang bertambahnya nilai karakter yang bernilai positif. Oleh sebab itu seleksi yang dilakukan untuk jumlah cabang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah polong bernas, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman terpilih. Panjang dengan panjang polong dan jumlah biji per polong, tetapi tidak berkorelasi nyata dengan umur berbunga, umur panen, jumlah polong bernas, berat 100 biji, jumlah biji per tanaman dan berat Artinya semakin panjang ruas tanaman bertambahnya panjang polong dan jumlah biji per polong. Namun dengan karakter yang disebutkan belakangan yaitu umur berbunga, umur panen, jumlah polong bernas, berat 100 biji, jumlah biji per tanaman dan berat biji per Umur berkorelasi positif dengan umur panen dan berkorelasi negatif dengan jumlah polong bernas, berat 100 biji, jumlah biji dan berat biji per tanaman. Hal ini berarti bahwa semakin lama umur berbunga diikuti oleh semakin lamanya umur panen, tetapi semakin berkurang nilai jumlah polong bernas, berat 100 biji, jumlah biji dan bobot biji per Umur panen berkorelasi negatif dengan jumlah polong bernas, berat 100 biji, jumlah biji dan bobot biji per tanaman tapi tak berkorelasi dengan panjang polong dan jumlah biji per polong. Korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin lambat umur panen tanaman akan berkurang jumlah polong bernas, bobot 100 biji, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman. Hal ini melakukan seleksi terhadap umur panen, tanaman yang dipilih sebaiknya berumur pendek agar komponen hasil bisa bertambah. Jumlah polong bernas panjang polong, jumlah biji per polong, jumlah biji dan berat biji per tanaman. Hal ini berarti bahwa semakin banyak polong tanaman akan semakin panjang polong, dan semakin meningkat jumlah biji per polong, jumlah biji per tanaman dan semakin besar berat biji per tanaman. Panjang berkorelasi positif dengan jumlah biji per polong, bobot 100 biji, jumlah biji dan bobot biji per Hal ini menyatakan bahwa semakin panjang polong yang dihasilkan, semakin banyak biji per polong, dan jumlah biji per tanaman dan semakin berat bobot 100 biji dan bobot biji per Implikasi dari data ini meningkatkan jumlah biji per tanaman dapat dilakukan seleksi tanaman yang berpolong lebih Jumlah biji per polong berkorelasi positif dengan bobot 100 biji, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman. Hal ini berarti bahwa semakin banyak jumlah biji per polong yang banyak jumlah biji per tanaman dan semakin berat bobot 100 biji dan bobot biji per tanaman. Bobot 100 biji berkorelasi positif dengan semua peubah kecuali peubah umur berbunga dan umur panen menunjukkan korelasi negatif serta dengan peubah panjang ruas, jumlah polong bernas dan jumlah biji per tanaman berkorlasi tidak nyata. Hasil penelitian Jumlah biji per dengan bobot biji per tanaman yang berarti bahwa tanaman yang mempunya biji yang banyak cenderung mempunyai bobot biji per tanaman yang lebih besar. Zare et al. melaporkan bahwa potensi hasil adalah karakter yang kompleks yang menggambarkan pengaruh positif atau negatif terhadap karakter Oleh kontribusi setiap komponen perlu diketahui karakter yang benarbenar memberikan kontribusi paling besar terhadap potensi Bobot biji per tanaman berkorelasi positif dengan semua peubah kecuali dengan peubah umur berbunga dan umur panen berkorelasi negatif serta dengan peubah panjang ruas berkorelasi tidak nyata. Hakim . melaporkan bahwa galur mutan M4 kacang hijau menunjukkan korelasi positif yang sangat nyata antara hasil biji per tanaman dengan jumlah polong per Kontribusi polong terhadap hasil kacang hijau sangat besar. Hasil Hapsari . antara bobot biji kacang hijau dengan karakter bobot 100 biji. Tabel 13. Korelasi antar parameter pengamatan JCP JPB JBP B100 JBPT JCP JPB JBP B100 JBPT BBP Keterangan :TT = tinggi tanaman. JBB = jumlah buku batang. JCP = jumlah cabang primer. PR = panjang ruas. UB = umur berbunga. UP = umur panen. JPB = jumlah polong bernas. PP = panjang polong. JBP = jumlah biji per polong. B100 = bobot 100 biji. JBPT = jumlah biji per tanaman. BBP = bobot biji per tanaman. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Radiasi kacang hijau dengan umur panen serentak. Kacang hijau generasi M2 dan M3 memiliki ukuran biji yang besar dan berkualitas dengan bobot diatas 6,5 g per 100 biji. Varian yang homogen dari tanaman, jumlah buku batang dan bobot 100 biji. DAFTAR PUSTAKA