ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pengaruh Emotional Marketing dan Brand Image terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Brand Trust Dimas Rafli Satia Wardana1. Eka Bertuah2 Manajemen. Universitas Esa Unggul e-mail: dimasrafli910@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh emotional marketing dan brand image terhadap loyalitas pelanggan, dengan peran mediasi dari brand trust. Penelitian ini menggunakan metode dengan purposive sampling dengan mengikutsertakan 140 responden yang berdomisili Jabodetabek dan pernah menggunakan Honda Vario. Data yang sudah terkumpulkan melalui survei online menggunakan Google form dan dalam mengolah data serta menganalisis menggunakan PLS-SEM dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa emotional marketing berpengaruh positif terhadap brand trust. Selanjutnya, brand image yang terbukti berpengaruh positif terhadap brand trust. Namun, emotional marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Selanjutnya, brand image memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Selanjutnya, brand trust memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kemudian emotional marketing berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Selanjutnya, brand image memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan sekaligus evaluasi bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan brand trust melalui berbagai startegi seperti emotional marketing dan brand image yang akan bertujuan untuk dapat mendorong dalam meningkatkan loyalitas pelanggan pada Penelitian ini memberikan bukti atas pengujian empiris Teori Planned Behavior bahwa brand image dan emotional marketing membentuk sikap dan niat konsumen. Niat yang kuat dan kontrol perilaku akan mengarah pada tindakan aktual untuk konsumen percaya atas suatu merek. Brand trust menjadi bagian dari mekanisme psikologis yang membentuk intention menuju loyalitas. Kata kunci: Emotional Marketing. Brand Image. Brand Trust. Loyalitas Pelanggan. Abstract The purpose of this study is to analyze the influence of emotional marketing and brand image on customer loyalty, with the mediating role of brand trust. This study uses a purposive sampling method by involving 140 respondents who live in Jabodetabek and have used Honda Vario. Data collected through an online survey using Google form and in processing data and analyzing using PLS-SEM with the help of SmartPLS 4 software. The results of this study indicate that emotional marketing has a positive effect on brand trust. Furthermore, brand image is proven to have a positive effect on brand trust. However, emotional marketing does not have a significant effect on customer loyalty. Furthermore, brand image has a significant effect on customer loyalty. Then emotional marketing has a significant effect on customer loyalty through brand trust. Furthermore, brand image has a significant effect on customer loyalty through brand trust. This study is expected to be a basis for consideration and evaluation for companies in efforts to increase brand trust through various strategies such as emotional marketing and brand image that will aim to encourage increasing customer loyalty in consumers. This study provides evidence for empirical testing of the Planned Behavior Theory that brand image and emotional marketing shape consumer attitudes and intentions. Strong intentions and behavioral control will lead to actual actions by consumers to trust a brand. Brand trust is part of the psychological mechanism that shapes intentions toward loyalty. Keywords : Emotional Marketing. Brand Image. Brand Trust. Customer Loyalty. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 PENDAHULUAN Di tengah persaingan yang ketat di sektor otomotif, khususnya di kategori skuter matik . Honda Vario menjadi pilihan utama konsumen. Menurut data AISI (Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesi. pada tahun 2023. Honda Vario menguasai pangsa pasar sebesar 28,7% di segmen skutik. Meski demikian, persaingan yang semakin ketat dari merek-merek seperti Yamaha dan Suzuki membuat Honda harus meningkatkan strategi pemasarannya, khususnya berfokus pada emotional marketing dan brand image, yang keduanya terbukti berdampak besar dalam menumbuhkan loyalitas pelanggan. Sasaran strategi emotional marketing adalah membangun ikatan emosional yang kuat antara konsumen dan merek. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hiep et al. , strategi emotional marketing berperan dalam membentuk loyalitas serta mempertahankan pelanggan. Dalam temuan tersebut, inovasi digital berfungsi sebagai faktor yang memperkuat hubungan antara pendekatan emosional perusahaan dan keterikatan pelanggan terhadap merek. Di sisi lain, sebuah studi oleh Jiang et al. menekankan bahwa agar emotional marketing dapat secara efektif menumbuhkan loyalitas pelanggan di sektor teknologi, pemasaran tersebut harus diintegrasikan dengan elemen tambahan seperti brand trust dan identitas merek. Dalam penelitian Sung et al. , strategi emotional marketing yang menghadirkan perasaan seperti rasa syukur atau kebanggaan terhadap orang lain misalnya terhadap individu yang terbantu melalui program sosial perusahaan terbukti lebih efektif dalam membangun kepercayaan terhadap merek dan menciptakan sikap positif konsumen, dibandingkan pendekatan yang mendorong perasaan yang berpusat pada diri sendiri. Namun dalam penelitian Bigny et al. menunjukkan bahwa saat konsumen mendapat komentar-komentar bernada kritis atau menyerang terhadap kampanye sosial perusahaan, hal tersebut dapat memicu emosi yang merusak persepsi konsumen terhadap merek dan menurunkan tingkat kepercayaan. Selain emotional marketing, brand image memainkan peran krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan. Brand image yang positif mencerminkan bagaimana konsumen memandang kualitas, nilai, dan reputasi suatu produk. Menurut penelitian Huang et al. menunjukkan bahwa brand image berkontribusi signifikan terhadap brand trust, yang kemudian meningkatkan loyalitas pelanggan melalui niat pembelian ulang dan advokasi merek. Dalam penelitian Astuti . menegaskan bahwa brand image, bersama dengan brand trust dan brand love, memiliki dampak positif yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Dalam penelitian Hiep et al. menemukan bahwa emotional marketing berpengaruh signifikan terhadap loyalitas dan kepuasan pelanggan. Namun dalam penelitian Azhar & Nirawati . emosional marketing tidak secara signifikan mempengaruhi loyalitas pelanggan, terutama bagi produk yang harganya tinggi. Dalam penelitian Shafiq & Zeeshan . menunjukkan bahwa brand image berkontribusi terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan, harga, dan kepercayaan dalam konteks belanja online. Namun pada penelitian Taqi & Muhammad . menunjukkan bahwa brand image tidak selalu meningkatkan loyalitas pelanggan, terutama jika kepuasan pelanggan tidak tercapai. Peran brand trust sebagai mediator dalam hubungan antara emotional marketing, brand image, dan loyalitas pelanggan masih belum banyak diteliti. Brand trust mencerminkan keyakinan pelanggan bahwa merek tersebut dapat secara konsisten memenuhi harapan mereka, baik dari aspek emosional maupun rasional. Brand trust sendiri merupakan variabel mediasi yang krusial dalam membangun loyalitas pelanggan. Penelitian Rashidi et al. menemukan bahwa brand trust memainkan peran mediasi yang signifikan antara brand reputation dan loyalitas pelanggan, menegaskan pentingnya kepercayaan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brand trust tidak hanya merupakan hasil dari emotional marketing dan brand image, tetapi juga merupakan pendorong utama loyalitas pelanggan, terutama dalam konteks industri dengan keterlibatan tinggi seperti otomotif (Atulkar. Disamping itu belum banyak penelitian yang menganalisis pengaruh antara emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan dengan objek penelitian Honda Vario. Berdasarkan hal tersebut maka kebaruan dalam penelitian ini adalah dengan menambah variabel emotional marketing sebagai variabel yang diteliti. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dari emotional marketing dan brand image terhadap brand trust. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 mengetahui pengaruh langsung emotional marketing, brand image dan brand trust terhadap loyalitas pelanggan, dan mengetahui pengaruh tidak langsung emotional marketing dan brand image terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. METODE Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif kausal, yang sangat baik untuk mengevaluasi interaksi antar variabel atau bagaimana satu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Penelitian ini berusaha untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel Emotional Marketing (X. dan Brand Image (X. terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) melalui Brand Trust (Z). Dalam penelitian ini, peneliti mengambil metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer. Data primer adalah informasi yang dikumpulkan oleh peneliti untuk tujuan spesifik atau analisis yang sedang dilakukan. Data ini dikumpulkan secara eksklusif untuk menjawab pertanyaan penelitian dan belum pernah digunakan untuk tujuan lain (Mazhar, 2. Dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert adalah metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, atau persepsi. Pada penelitian ini menggunakan empat skala likert, yaitu skala satu sampai empat. Penelitian ini menggunakan empat variabel yang terdiri dari emotional marketing, brand image, loyalitas pelanggan, dan brand trust. Pengukuran variabel emotional marketing menggunakan dimensi (Bishen, 2. yaitu emotional appeal . aya tarik emos. , sentimental traits . iri-ciri sentimenta. , emotional identification . dentifikasi emosiona. , dan emotional advertising . klan emosiona. Pengukuran variabel brand image menggunakan dimensi (Rizqan et al. , 2. yaitu positioning, differentiation, dan branding. Pengukuran variabel loyalitas pelanggan menggunakan dimensi (Pekovic & Rolland, 2. yang terdiri dari Cognitive Loyalty. Affective Loyalty. Behavioral Loyalty, dan Synergies of Customer Experience Dimensions. Pengukuran variabel brand trust menggunakan dimensi (Rudzewicz & Strychalska-Rudzewicz, 2. yaitu reliability, integrity, dan goodwill. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Dalam penelitian ini, kuesioner disebarkan secara online melalui Google Form dan berhasil mengumpulkan sebanyak 140 responden. Seluruh responden . %) merupakan pengguna sepeda motor Honda Vario sebagai kendaraan pribadi, dan semuanya berdomisili di wilayah Jabodetabek serta telah menggunakan Honda Vario selama lebih dari 6 bulan. Selain itu usia mayoritas responden berada pada rentang 24 - 35 tahun, dengan jumlah 77 orang . %). Dari segi jenis kelamin, sebagian besar responden adalah laki-laki, yaitu sebanyak 94 orang . ,1%). Berdasarkan pekerjaan, profesi yang paling banyak diisi oleh responden adalah karyawan swasta, sebanyak 43 orang . ,7%). Selain itu, 74 orang . ,9%) menyatakan bahwa mereka menggunakan Honda Vario setiap hari. Menariknya, alasan utama responden memilih Honda Vario adalah karena ketahanan mesinnya, yang disebutkan oleh 56 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa daya tahan mesin menjadi pertimbangan penting dalam keputusan konsumen menggunakan kendaraan roda dua, khususnya Honda Vario. Outer Model Uji Validitas Dalam penelitian ini, uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa setiap butir pernyataan dalam kuesioner benar-benar mencerminkan indikator dan variabel yang diteliti. Terdapat total 28 pernyataan yang diuji untuk mengukur keakuratan representasi terhadap variabel yang menjadi fokus kajian. Hasil uji validitas disajikan sebagai berikut: Convergent Validity Outer Loading (Loading Facto. Analisis outer loading dilakukan untuk menilai sejauh mana kekuatan hubungan antara masing-masing indikator dengan konstruk laten. Melalui analisis ini dapat ditentukan apakah suatu indikator dinyatakan valid, yaitu apabila memiliki nilai loading factor lebih dari 0,7. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Gambar 1 Hasil Outer Loading Berdasarkan gambar outer loading diatas, seluruh indikator sebanyak 28 pernyataan dalam kuesioner dinyatakan valid karena memiliki nilai di atas 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner telah sesuai dan tepat dalam menggambarkan masing-masing variabel yang diteliti. Average Variance Extracted (AVE) Hasil AVE yang dapat membuktikan bahwa kemampuan variabel laten dalam mewakili nilai data yang asli. Tabel 1 Average Variance Extracted (AVE) Average variance extracted (AVE) Emotional Marketing Brand Image Brand Trust Loyalitas Pelanggan Sumber : Data diolah penulis . Berdasarkan hasil data pada diatas yang diketahui bahwa seluruh variabel laten memiliki nilai AVE diatas 0,5 maka kesimpulannya penelitian ini dinyatakan valid dalam nilai AVE. Discriminant Validity Cross Loading Discriminant validity merupakan salah satu metode untuk menilai indikator reflektif yang dianalisis melalui uji cross loading pada suatu konstruk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa suatu item memiliki korelasi yang lebih kuat terhadap konstruk atau dimensi asalnya dibandingkan dengan dimensi lainnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konstruk laten tersebut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memprediksi indikator-indikatornya sendiri dibandingkan dengan konstruk lain. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dilakukan untuk menilai sejauh mana suatu instrumen pengukuran mampu menghasilkan data yang stabil dan konsisten, sehingga dapat dianggap layak digunakan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 dalam tahapan penelitian berikutnya. Dalam penelitian ini, reliabilitas diuji dengan menggunakan indikator Composite Reliability dan CronbachAos Alpha. Tabel 2 Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha Composite Reliability Emotional Marketing Brand Image Brand Trust Loyalitas Pelanggan Sumber : Data diolah penulis . Berdasarkan hasil data tersebut, apabila setiap konstruk dalam model memiliki nilai di atas 0,7, maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas telah tercapai dengan baik. Dengan demikian, model dianggap sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian struktural berikutnya. Inner Model Tahap berikutnya adalah analisis inner model, yang digunakan untuk mengevaluasi nilai RSquare. Nilai R-Square dapat diinterpretasikan sebagai berikut: 0,75 . , 0,50 . , dan 0,25 . Dengan demikian, kekuatan inner model dapat dikategorikan berdasarkan nilai Selanjutnya, dilakukan pengujian hipotesis menggunakan standar nilai T statistic > 1,96 dan P value < 0,05 untuk menentukan signifikansi hubungan antar variabel. Tabel 3 R-Square R Square R Square Adjusted Brand Trust Loyalitas pelanggan Sumber : Data diolah penulis . Dari hasil data diatas dapat dilihat bahwa nilai R-Square Brand Trust sebesar 66,3% yang dimana dapat dikatakan bahwa besarnya pengaruh Emotional Marketing dan Brand Image terhadap Brand Trust sebesar 66,3% dan 33,7% Brand Trust dipengaruhi oleh faktor yang lainnya seperti brand communication, brand positioning, customer satisfaction, dan brand awareness. Kemudian nilai R-Square Loyalitas Pelanggan sebesar 70,6% yang artinya Emotional Marketing. Brand Image dan Brand Trust berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan sebesar 70,6% dan sisanya 29,4% dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepuasan pelanggan, dan kebiasaan Model Fit Model fit adalah indikator yang menggambarkan tingkat kesesuaian suatu model terhadap data secara keseluruhan. Penilaian ini dilakukan dengan membandingkan nilai residual dan hasil prediksi model terhadap data aktual. Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: SRMR d_ULS Chi-square NFI Tabel 4 Model Fit Saturated model Estimated model Sumber : Data diolah penulis . Berdasarkan hasil analisis yang diatas dapat diketahui nilai Standardized Root Mean Square (SRMR) sebesar 0,092 < 0,1 maka dapat dinyatakan sebagai Model fit. Selanjutnya nilai Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Normed Fit Index (NFI) sebesar 0,788 atau 78,8% maka dapat disimpulkan bahwa model struktural yang didapatkan memiliki prediksi relevansi. Uji Hipotesis Suatu hipotesis itu dapat diterima atau ditolak dengan melihat nilai signifikansi dari Tstatistic dan P-value. Hipotesis dapat dinyatakan diterima apabila nilai T-Statistic lebih besar dibandingkan T tabel 1,96 . %) dan P-Value harus lebih kecil dari 0,05. Hasil analisis sebagai Tabel 5 Pengaruh Langsung Original Sample Standard T Statistics P Values Sampel (O) Mean (M) Deviation (|O/STDEV|) (STDEV) Emotional Marketing (X. - > Brand Trust (Z) Brand Image (X. - > Brand Trust (Z) Emotional Marketing (X. Loyalitas Pelanggan (Y) Brand Image (X. - > Loyalitas Pelanggan (Y) Brand Trust (Z) - > Loyalitas Pelanggan (Y) Sumber : Data diolah penulis . Berdasarkan tabel 5 diatas, maka temuan penelitian ini yaitu sebagai berikut: Pertama, emotional marketing berpengaruh positif terhadap brand trust dengan nilai T Statistic 4. 961 > 1,96 dan nilai signifikan P-Value 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tepat emotional marketing yang digunakan, maka semakin meningkat brand trust terhadap Honda Vario. Kedua, brand image berpengaruh positif terhadap brand trust yang dilihat dari nilai T Statistic 4. 125 > 1,96 dan nilai signifikan P-Value 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukan bahwa semakin meningkat brand image yang digunakan, maka semakin meningkat brand trust terhadap Honda Vario. Keempat brand image terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai T Statistic 4. 051 > 1,96 dan nilai signifikan P-Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa semakin meningkat brand image maka semakin meningkat loyalitas pelanggan terhadap Honda Vario. Selanjutnya kelima, brand trust berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan yang dapat dilihat dari T Statistic 3. 305 > 1,96 dan nilai signifikan P-Value 0,001 < 0,05. Hasil ini menunjukan bahwa semakin meningkat brand trust terhadap Honda Vario, maka semakin meningkat loyalitas pelanggan. Tabel 6 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Langsung Hipotesis Pernyataan Hipotesis PValue Emotional terhadap brand trust Brand image berpengaruh positif terhadap brand trust TStatisti Emotional Keteranga Kesimpulan Data Data Data tidak H1 diterima H2 diterima H3 ditolak Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Brand image berpengaruh positif terhadap loyalitas Brand trust berpengaruh positif terhadap loyalitas Sumber : Data diolah penulis . Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Data Data H4 diterima H5 diterima Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam tabel, terdapat 5 hipotesis yang diuji tetapi hanya empat yang terbukti signifikan yaitu H1. H2. H4. H5, sedangkan H3 dinyatakan tidak terbukti Indirect Effect ( Pengaruh Tidak Langsun. Tahap selanjutnya adalah untuk mengetahui pengaruh tidak langsung antara Emotional marketing dan Brand image terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust, dapat dilihat pada tabel indirect effect berikut ini : Tabel 7 Pengaruh Tidak Langsung Original Sample Standard Sampel Mean (M) Deviation (O) (STDEV) Emotional Marketing (X. -> Brand Trust (Z) -> Loyalitas Pelanggan (Y) Brand Image (X. -> Brand Trust (Z) -> Loyalitas Pelanggan (Y) Sumber : Data diolah penulis . T Statistics P Values (|O/STDEV|) Hasil pengujian pengaruh tidak langsung emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust setelah diuji secara keseluruhan diperoleh nilai T Statistic sebesar 332 > dari 1,96 dan nilai P-Value 0. 02 < dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Dengan kata lain brand trust dapat memediasi emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan. dimana brand trust menjadi full mediation antara emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan. Hasil analisis pengaruh tidak langsung brand image terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust diperoleh nilai T Statistic 3. 276 > 1,96 dan nilai P-Value 0. 001 < 0,05. Hasil ini dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung brand image terhadap loyalitas pelanggan melalui Brand trust. Hal ini menunjukan brand trust dapat menjadi partial mediation brand image terhadap loyalitas pelanggan. Tabel 8 Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung Pernyataan Hipotesis P-Value TKeterangan Statistic Brand trust memediasi Data pengaruh emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan Brand trust memediasi Data pengaruh brand image Sumber : Data diolah penulis . Hipotesis Kesimpulan H6 diterima H7 diterima Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Diskusi Dalam penelitian ini, emotional marketing berpengaruh signifikan terhadap brand trust. Semakin kuat ikatan emosional yang dibangun Honda melalui pendekatan pemasaran terhadap Honda Vario, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Honda berhasil menciptakan citra bahwa mereka memahami kebutuhan konsumen akan kendaraan yang praktis dan andal melalui berbagai pesan emosional dalam kampanye Dalam berbagai promosi. Honda menonjolkan nilai-nilai seperti kepercayaan, kedekatan emosional, dan gaya hidup modern yang sesuai dengan karakter pengguna Honda Vario. Hal ini didukung dengan sebagian besar responden penelitian ini adalah laki-laki dengan pekerjaan sebagai karyawan swasta. Konsumen merasakan bahwa perilaku dan citra perusahaan mencerminkan nilai-nilai yang mereka percayai, sehingga memperkuat brand trust. Hal ini menunjukkan bahwa emotional marketing memainkan peran penting dalam membangun dan mempertahankan brand trust di benak konsumen Honda Vario. Hasil penelitian ini sejalan dengan Fianto et al. emotional marketing memiliki pengaruh signifikan terhadap brand trust, sehingga variabel emotional marketing memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan brand trust. Hasil penelitian ini mendukung Theory of Planned Behavior (TPB) dimana dalam komponen Attitude toward the Behavior pada bagaimana pandangan konsumen terhadap strategi komunikasi emosional membentuk attitude dan persepsi konsumen sehingga konsumen akan percaya terhadap suatu merek. Selanjutnya, brand image memiliki pengaruh signifikan terhadap brand trust. Di kalangan konsumen usia muda hingga dewasa. Honda Vario dikenal sebagai produk yang mencerminkan gaya hidup dinamis, modern, dan praktis. Citra yang dibangun Honda melalui desain, performa, dan komunikasi merek yang konsisten membuat konsumen menilai Honda sebagai merek yang dapat dipercaya dalam jangka panjang. Honda Vario dipersepsikan bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas gaya hidup yang aktif dan efisien. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden yang sebagian besar pria dan menggunakan Honda Vario setiap hari terutama dalam mendukung aktivitas mereka yang bekerja sebagai karyawan swasta. Brand image positif inilah yang mendorong meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap Honda Vario, karena mereka merasa bahwa nilai-nilai yang ditawarkan sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka sehari-hari. Hasil penelitian ini sejalan dilakukan oleh Kresnadana & Jatra . menunjukan bahwa semakin tinggi nya brand image maka semakin tinggi juga brand trust, sehingga variabel brand image sangat berperan penting dalam meningkatkan brand trust. Hal ini memberikan bukti empiris atas teori TPB bahwa dalam komponen attitude toward behavior bahwa sikap positif terbentuk jika merek memiliki citra dan daya emosional kuat. Disamping itu dari komponen subjective norm, hasil penelitian ini membuktikan bahwa konsumen mempertimbangkan opininya terhadap suatu merek. Selanjutnya, emotional marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas Iklan Honda Vario kerap menampilkan cerita yang menggugah perasaan dan berusaha membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Konsumen juga merasa bahwa Honda telah menyediakan berbagai pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, khususnya sebagai kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun pendekatan emosional ini dinilai positif, hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional marketing bukan merupakan faktor utama yang menentukan loyalitas pelanggan terhadap Honda Vario. Hal ini didukung dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah pria dengan rentang usia 24 s/d 35 tahun, dimana pria dalam rentang usia ini umumnya berada pada fase awal karier dan tahap membangun stabilitas hidup, rasional dalam pengambilan keputusan, lebih mempertimbangkan fungsi, efisiensi, dan nilai produk dibandingkan aspek emosional. Loyalitas terbentuk karena konsistensi nilai yang diterima, bukan karena iklan yang menyentuh Hasil penelitian ini tidak sejalan yang dilakukan oleh Atulkar . menunjukan bahwa emotional marketing memiliki pengaruh besar terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini membuktikan bahwa walaupun melakukan pendekatan secara emosional akan tetapi emotional marketing tidak bisa mendorong loyalitas pelanggan atas suatu produk. Ada pun faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan produk Honda Vario adalah kepuasan pelanggan. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 kepercayaan terhadap merek, keterlibatan emosional, dan kebiasaan berbelanja (Vyedvorskyt & Vilkaity-Vaitony, 2. Selanjutnya, brand image memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa Honda Vario memiliki brand image yang kuat di benak konsumen, sehingga mendorong terbentuknya loyalitas terhadap produk tersebut. Konsumen menilai bahwa Honda menawarkan sepeda motor dengan kualitas mesin dan komponen yang baik, serta desain yang unik dan mengedepankan kenyamanan pengguna. Citra positif ini membuat Honda Vario menjadi pilihan utama, terutama bagi konsumen yang menginginkan kendaraan yang tidak hanya fungsional tetapi juga nyaman dan bergaya. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini bekerja sebagai karyawan swasta, biasanya lebih loyal terhadap brand yang diasosiasikan dengan profesionalisme, kesuksesan, dan prestise. Produk dengan citra merek kuat menjadi simbol status yang mengukuhkan posisi sosial di tempat kerja. Hasil penelitian ini sejalan dilakukan oleh Ariyani & Kurniawan . menunjukkan brand image dari Honda Vario memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini juga memberikan bukti terkait TPB bahwa jika seseorang memiliki persepsi positif terhadap brand image, maka ia cenderung berniat loyal terhadap merek tersebut. Selanjutnya, brand trust berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Honda Vario membangun kepercayaan konsumen melalui keterbukaan dalam menyampaikan informasi penting terkait produk, seperti spesifikasi, fitur keselamatan, dan risiko penggunaan. Hal ini memberikan rasa aman bagi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Selain itu, layanan purna jual Honda yang memuaskan, seperti garansi dan perawatan berkala, turut memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap merek ini. Honda Vario secara konsisten memberikan pengalaman yang dapat diandalkan, sehingga mendorong konsumen untuk tetap loyal dan menjadikannya sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan kendaraan roda dua mereka. Hasil penelitian ini sejalan dilakukan oleh Munawaroh & Rianto . menemukan bahwa kepercayaan terhadap merek termasuk karakteristik merek, perusahaan, dan hubungan pelanggan dengan merek secara signifikan dan positif memengaruhi loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini juga memberikan bukti terkait TPB bahwa kepercayaan membentuk niat untuk tetap . menggunakan merek. Selanjutnya, emotional marketing berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Honda Vario mampu membangun ikatan emosional dengan konsumennya melalui pesan-pesan pemasaran yang menggambarkan kebanggaan, kenyamanan, dan kepercayaan diri saat menggunakan produk tersebut. Konsumen merasa bangga menggunakan motor Honda Vario karena dinilai mencerminkan kualitas hidup yang aktif dan dinamis. Selain itu, konsumen percaya bahwa Honda adalah merek yang menghadirkan produk dengan kualitas mesin yang bertenaga dan tahan lama. Kepercayaan ini diperkuat oleh konsistensi Honda dalam menepati janji yang telah dikomunikasikan kepada pelanggan, baik dari sisi performa maupun layanan purna jual. Brand trust inilah yang kemudian menjadi jembatan antara pengalaman emosional dan terbentuknya loyalitas terhadap merek. Emotional marketing menyentuh nilai-nilai pribadi seperti rasa bangga, percaya diri, kenyamanan, atau keberhasilan. Emotional marketing yang kuat dapat membuat konsumen merasa dihargai, dimengerti, dan terlibat secara emosional. Hal ini sangat efektif pada karyawan swasta yang terbiasa dengan tekanan kerja dan menghargai merek yang memberikan makna emosional lebih dari sekadar fungsi. Dengan demikian, emotional marketing yang dilakukan Honda secara tidak langsung membentuk loyalitas pelanggan melalui peningkatan brand trust. Hasil penelitian ini sejalan yang dilakukan oleh Arundathi & Ganesh Babu . menunjukkan bahwa emotional marketing dapat memperkuat loyalitas pelanggan melalui brand trust. Artinya semakin meningkat emotional marketing pada Honda Vario, maka akan semakin meningkat loyalitas pelanggan dari hasil brand trust atas produk Honda Vario yang baik. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa emotional marketing membentuk sikap dan niat konsumen yang akan mendorong kepercayaan konsumen. Kepercayaan membentuk niat untuk tetap . menggunakan merek. Brand trust menjadi bagian dari mekanisme psikologis yang membentuk intention menuju loyalitas. Selanjutnya, brand image berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Honda Vario dikenal sebagai produk yang tidak hanya mengedepankan kualitas dan desain, tetapi juga memiliki jaringan layanan purna jual yang luas dan mudah dijangkau, seperti Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29803-29816 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 keberadaan bengkel resmi di berbagai daerah. Hal ini menciptakan brand image yang positif di mata konsumen. Brand image yang konsisten dan positif . rand image yang kua. mendorong kepercayaan terhadap merek . rand trus. Kepercayaan inilah yang kemudian menjadi landasan loyalitas jangka panjang apalagi bagi kelompok usia 24 s/d 35 tahun yang mengutamakan efisiensi dalam keputusan pembelian. Ketika konsumen memiliki persepsi bahwa Honda adalah merek yang responsif, terpercaya, dan peduli terhadap keluhan pelanggan, maka tingkat kepercayaan terhadap merek pun meningkat. Konsumen merasa nyaman dan yakin bahwa mereka mendapatkan pelayanan terbaik, sehingga membentuk kepercayaan yang kuat terhadap merek Honda. Kepercayaan inilah yang pada akhirnya mendorong loyalitas pelanggan, seperti kesediaan untuk melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan Honda Vario kepada orang-orang Dengan brand image yang positif. Honda tidak hanya membangun brand trust tetapi juga menciptakan loyalitas jangka panjang di kalangan konsumennya. Dengan demikian, brand trust menjadi variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara brand image dan loyalitas pelanggan terhadap Honda Vario. Hasil penelitian ini sejalan yang dilakukan oleh Huang et al. , yang menemukan bahwa brand trust memediasi pengaruh brand image terhadap loyalitas pelanggan. Artinya semakin baik brand image pada Honda Vario, maka akan semakin meningkat loyalitas pelanggan dari hasil brand trust atas produk Honda Vario yang baik. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa Keyakinan individu atas kemampuannya untuk mengontrol atau melaksanakan perilaku. Semakin besar kontrol yang dirasakan, semakin besar kemungkinan seseorang melakukan tindakan tersebut. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa emotional marketing berpengaruh terhadap brand trust. Hal ini dapat diartikan bahwa emotional marketing yang tepat akan meningkatkan brand trust konsumen. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa brand image berpengaruh positif terhadap brand trust. Hal ini dapat diartikan bahwa brand image yang baik dapat membawa pengaruh besar untuk para konsumen dalam meningkatkan brand Disamping itu hasil penelitian membuktikan bahwa emotional marketing tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dapat diartikan bahwa emotional marketing bukan menjadi faktor yang menentukan loyalitas pelanggan untuk para konsumen Honda Vario. Temuan berikutnya bahwa brand image berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi yang baik terhadap Honda Vario dapat membuat para konsumen selalu menjadikan Honda Vario sebagai pilihan utama mereka dan juga dapat meningkatkan loyalitas Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa brand trust pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dapat diartikan bahwa brand trust baik dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian membuktikan bahwa emotional marketing berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Hal ini dapat diartikan bahwa brand trust berperan sebagai full mediation antara emotional marketing terhadap loyalitas pelanggan. Honda Vario menggunakan emotional marketing dalam mempromosikan sekaligus memberikan informasi tentang produk, sehingga brand trust yang dimiliki oleh Honda Vario akan dapat membawa pengaruh besar sebagai mediasi antara emotional marketing dan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian membuktikan bahwa brand image pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan melalui brand trust. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi terhadap Honda Vario dapat memberikan pengaruh yang besar untuk para konsumen dengan brand trust berperan sebagai partial mediation antara brand image dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini memberikan bukti atas pengujian empiris Teori Planned Behavior bahwa brand image dan emotional marketing membentuk sikap dan niat konsumen. Niat yang kuat dan kontrol perilaku akan mengarah pada tindakan aktual untuk konsumen percaya atas suatu merek. Brand trust menjadi bagian dari mekanisme psikologis yang membentuk intention menuju loyalitas. DAFTAR PUSTAKA