Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 Kompetensi Universitas Balikpapan STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER DAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA SMAN 6 PPU Sugianto1*. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 Universitas Balikpapan1,2,3 pos-el: sugianto@uniba-bpn. id1, maryatin@uniba-bpn. id2, rahayu. sri@uniba-bpn. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal sebagai upaya penguatan karakter dan keterampilan belajar siswa SMA. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran guna membentuk karakter siswa yang berintegritas serta meningkatkan keterampilan belajar yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa SMAN 6 PPU, dengan teknik pengumpulan data memakai observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdapat tiga fase: pertama reduksi data. kemudian penyajian data. dilanjutkan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber . iswa serta gur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat diimplementasikan melalui pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal dalam materi pembelajaran, penggunaan metode kontekstual, serta pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Penerapan strategi ini mampu meningkatkan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, keterampilan belajar siswa, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian belajar juga mengalami peningkatan. Kata kunci : kearifan lokal, strategi pembelajaran, pendidikan karakter, keterampilan belajar ABSTRACT This study aims to examine the implementation of learning strategies based on local wisdom as an effort to strengthen the character and learning skills of high school students. The background of this study is based on the importance of integrating local cultural values into learning in order to shape studentsAo character with integrity and improve learning skills relevant to the demands of the 21st century. This study used a qualitative approach with descriptive methods. The subjects consisted of teachers and students of SMAN 6 PPU. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis consisted of three phases: data data presentation. and conclusion drawing and verification. Validate the data using source triangulation . tudents and teacher. The results of the study indicate that learning strategies based on local wisdom can be implemented through the integration of cultural values into learning materials, the use of contextual methods, and the utilization of the surrounding environment as a learning resource. The application of these strategies is capable of enhancing studentsAo character traits, such as responsibility, cooperation, and social awareness. Additionally, studentsAo learning skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and independent learning, have also improved. Keywords: local wisdom, learning strategies, character education, learning skills PENDAHULUAN Pembangunan dapat diwujudkan melalui salah satu pilar utamanya, yaitu pendidikan yang bermutu. Selain membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, pendidikan juga berfungsi menanamkan nilai karakter dan Vol. No. Juni 2026 (Marlina et al. , 2. Pada jenjang SMA, peserta didik mengalami tahap perkembangan yang menentukan, karena membangun pola pikir, serta membentuk Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 sikap terhadap lingkungan sosialnya. Dengan demikian, pembelajaran di tingkat SMA perlu diarahkan tidak hanya pada pencapaian kemampuan kognitif, melainkan juga pada penguatan keterampilan belajar (Indriawati et al. yang komprehensif. Seiring perkembangan Pendidikan dimulai abad yang ke-21, memenuhi berbagai kebutuhan dan tantangan yang semakin kompleks. Dalam menghadapi tuntutan pendidikan masa kini, melalui keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa kemudian berpikir kreatif, daerahnya (Damanik et al. , 2. (Purba & Purba, 2. Tidak hanya keterampilan, disiplin, adapula tanggung jawab, kepedulian sosial serta kerjasama merupakan bagian dari nilai-nilai karakter perlu dikembangkan secara Akan tetapi, realitas di lingkungan sekolah memperlihatkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh fokus pada pencapaian prestasi akademik, seperti nilai dan penguasaan materi pembelajaran (Indriawati et al. Keterampilan mengajar guru penting menguatkan keterampilan siswa dalam belajar dikarenakan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif. Guru yang terapil mampu menggunakan metode/model pembelajaran seperti diskusi, proyek, demonstrasi, dan pemecahan masalah. Hal ini mendorong berdiskusi, dan berkarya sehingga dapat menguatkan karakter siswa. Wawancara awal dengan guru di SMAN 6 PPU mengindikasikan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung pendekatan penyampaian materi secara Berdasarkan keterangan guru, kegiatan pembelajaran lebih diarahkan pada pemenuhan target kurikulum dan hasil evaluasi akademik. Vol. No. Juni 2026 Kompetensi Universitas Balikpapan sehingga integrasi kearifan lokal belum dilakukan secara optimal. Meskipun demikian, guru menyadari bahwa lingkungan sekitar siswa bagian dari sumber belajar yang berpotensi serta memperkuat karakter dan meningkatkan keterampilan belajar siswa. Di sisi lain, wawancara awal dengan siswa mengungkapkan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung sesekali kurang menarik baginya. Pemahaman siswa terhadap materi menjadi lebih baik ketika pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari atau budaya yang familiar baginya. Di samping itu, sebagian siswa mengaku belum menyadari bahwa dirinya punya percaya diri untuk menyampaikan pendapat dan masih kurang aktif dalam diskusi Kondisi menunjukkan bahwa keterampilan Tingkat pemahaman, komunikasi dan berpikir kritis masih memerlukan tingkatan lebih Hasil pengamatan awal juga mendukung temuan tersebut, yaitu pembelajaran masih cenderung berpusat pada metode ceramah dengan partisipasi siswa yang belum optimal. Sebagian siswa memilih aktif untuk bertanya mengenai pelajaran dan adapula yang Sebagian siswa yang lain cenderung Interaksi antar siswa dalam kegiatan pembelajaran juga belum menunjukkan adanya kerja sama yang Selain itu, pemanfaatan lingkungan serta kearifan lokal daerah sebagai sarana informasi belajar masih sangat minim. Berdasarkan temuan awal tersebut, diperlukan strategi pembelajaran harus inovatif serta lebih fokus soal pembelajaran yang mengadaptasikan nilai yang ada pada kearifan lokal Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran diharapkan dapat mendorong keaktifan siswa. Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 memperkuat karakter, dan meningkatkan keterampilan belajar secara lebih Termasuk dipertimbangkan dalam menyelesaikan permasalahan melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal serangkaian wujud nilainilai luhur yang berkembang dalam masyarakat dan diwariskan secara berkelanjutan, yang mencerminkan kebijaksanaan serta norma sosial yang berlaku di suatu daerah. Aspek moral, etika, sosial, dan spiritual yang terdapat di dalamnya memiliki relevansi tinggi sebagai dasar pembentukan karakter peserta didik. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal (Casmudi et al. , 2. (Sugianto, pembelajaran, siswa dapat belajar dari lingkungan sekitarnya secara langsung, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal memberi kesempatan bagi guru untuk menghubungkan materi ajar dengan kondisi kehidupan siswa seharihari. Misalnya, melalui penggunaan cerita rakyat, kearifan lokal berupa ciri khas Kalimantan Timur, kegiatan sosial Masyarakat kearifan lokal berupa gotong royong (Pamungkas et al. , 2. , maupun potensi lingkungan sebagai sumber Pendekatan tersebut tidak hanya memfasilitasi pemahaman konsep secara konkret bagi siswa, tetapi juga mendorong tumbuhnya rasa cinta terhadap kearifan lokal serta kesadaran akan pentingnya pelestarian nilai-nilai Dengan pembelajaran memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai transfer pengetahuan sekaligus sebagai sarana internalisasi nilai-nilai karakter. Strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal, di sisi lain, juga berkontribusi dalam mengoptimalkan keterampilan belajar Melalui kegiatan eksplorasi Vol. No. Juni 2026 Kompetensi Universitas Balikpapan pemecahan masalah, dan refleksi, siswa (Maryatin et al. , 2. Hal ini selaras prinsip pembelajaran menekankan peran siswa pada kerja kelompok serta komunikasi antar siswa . tudentcentered learnin. , di mana siswa sebagai pelaku utama dalam prosedur pembentukan pengetahuan. Pengalaman belajar yang bersifat autentik mendorong keterampilan komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, serta memperkuat aspek emosional dalam proses belajar (Warsi et al. , 2. sehingga peserta didik memiliki karakteristik yang kuat (Casmudi et al. Penerapan dalam pelaksanaan pembelajaran yang menitkberatkan kearifan lokal sekolah masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Keterbatasan guru dalam merancang pembelajaran seperti kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran. (Silalahi et al. sehingga diperlukan pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat membantu guru dalam menguatkan pembelajaran (Indriawati et al. , 2. Keterbatasan sumber belajar yang relevan serta rendahnya tingkat inovasi dalam strategi pembelajaran yang digunakan. Selain itu, globalisasi dan perkembangan teknologi memengaruhi kecenderungan dibandingkan budaya lokal. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses pelestarian kearifan lokal melalui Dengan strategi pembelajaran yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang sistematis dan efektif Guru yang berperan sebagai fasilitator memiliki tanggung Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 jawab penting dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, serta sesuai dengan kebutuhan siswa. Melalui penggunaan kearifan lokal pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, bermakna, dan mampu menguatkan karakter serta keterampilan belajar siswa. Atas dasar pemaparan di atas, penelitian ini perlu dilaksanakan untuk menganalisis guna menelaah mengenai strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal sebagai upaya penguatan karakter dan keterampilan belajar siswa SMAN 6 PPU. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pendidikan serta mendukung guru dalam merancang proses pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan lingkungan belajarnya Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menjadi media guna menanamkan serta melestarikan nilainilai kearifan lokal kepada generasi muda melalui pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif yang termasuk dalam kategori penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam fenomena penerapan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam penguatan karakter dan keterampilan belajar siswa SMAN 6 PPU yang pelaksanaannya Ketika pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025-2026. Subjek dalam penelitian ini adalah guru seni rupa, bahasa, matematika dan 3 siswa kelas X SMA yang ada di PPU yang berpartisipasi langsung dalam Pemilihan subjek penelitian memakai purposive sampling, yang mempertimbangkan kriteria tertentu, seperti guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis kearifan lokal dan siswa ikut terlibat Vol. No. Juni 2026 Kompetensi Universitas Balikpapan Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA PPU yang memiliki peluang kearifan lokal yang menitikberatkan saat pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan untuk memperoleh data yang komprehensif dan mendalam mengenai proses pembelajaran, nilainilai kearifan lokal yang diterapkan, serta dampaknya terhadap karakter dan Terdapat 3 teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dijalankan dengan cara mengamati secara langsung saat proses pembelajaran dimulai dari penerapan strategi pembelajaran berbasis kearifan Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas guru dalam menyampaikan pembelajaran, serta partisipasi siswa selama pembelajaran. Selain itu, pengamatan melalui pengembangan nilai-nilai karakter, seperti kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan belajar siswa yang mencakup berpikir kritis, komunikasi, dan kemandirian. Pelaksanaan observasi menggunakan pedoman observasi untuk memastikan data yang diperoleh lebih Guru dan siswa sebagai informan mendalam dalam penelitian ini. Tujuan wawancara dengan guru adalah untuk pembelajaran berbasis kearifan lokal. sisi lain, wawancara dengan siswa terhadap materi, serta perubahan sikap dan keterampilan yang dirasakan. Wawancara dengan pendekatan semiterstruktur dilakukan agar proses tetap terfokus, namun tetap memberikan keleluasaan bagi informan dalam menyampaikan pendapat. Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 Dokumentasi dimanfaatkan untuk menyempurnakan data melalui observasi dan wawancara. Dengan cara datanya pembelajaran (RPP/modul aja. , foto kegiatan pembelajaran, catatan hasil belajar siswa, serta dokumen lain yang Teknik ini bertujuan untuk memberikan bukti nyata terkait pelaksanaan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Proses analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan. Salah satunya adalah reduksi data, yaitu tahap penyeleksian, pemusatan perhatian, penyederhanaan, dan pengolahan data awal yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi agar lebih mudah dianalisis. Tahap kedua melalui penyajian data terkait data yang telah deskriptif, tabel, atau matriks. Tahap berdasarkan data yang telah dianalisis. Selanjutnya, kesimpulan yang diperoleh melalui verifikasi data dilakukan secara berkelanjutan selama proses penelitian untuk memastikan keabsahan data yang Kemudian membandingkan data dari berbagai sumber dan teknik meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian. Triangulasi sumber digunakan dalam uji keabsahan data, yaitu dengan membandingkan keterkaitan penerapan strategi pembelajaran berbasis kearifan Data dari guru digunakan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, tujuan pembelajaran yang dirancang, sedangkan data dari siswa digunakan untuk menggali pengalaman belajar serta dampak yang dirasakan selama mengikuti pembelajaran tersebut. Selanjutnya, pengecekan kesesuaian antara informasi dari kedua sumber tersebut. Dengan triangulasi sumber antara guru dan siswa Vol. No. Juni 2026 Kompetensi Universitas Balikpapan membuat data yang diperoleh lebih akurat, objektif, serta memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang penerapan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam penguatan karakter dan keterampilan belajar siswa SMAN 6 PPU. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Merujuk pada hasil pengumpulan pembelajaran berbasis kearifan lokal SMA menghubungkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam materi ajar dan aktivitas . Penerapan Strategi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa, termasuk tradisi gotong royong, nilai kebersamaan, serta praktik sosial di lingkungan sekitar. Dalam proses pembelajaran digunakan metode diskusi kelompok, studi kasus, serta pembelajaran berbasis kontekstual. Selain itu, guru mampu memanfaatkan sekaligus menggunakan kearifan lokal yang ada pada lingkungannya sebagai sumber informasi dan pengetahuan, sehingga siswa belajar tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman belajar melalui contoh-contoh nyata yang sering dijumpai siswa sehingga makna belajar lebih menarik. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan dapat menggabungkan konsep pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari menjadi lebih bermakna dan kontekstual. (Permatasari et al. , 2. Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 Gambar 1. Penerapan Kearifan Lokal . Penguatan Karakter Siswa Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada nilai-nilai karakter siswa, meliputi tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan kepedulian Dapat tergambar melalui perilaku siswa dalam proses pembelajaran, seperti partisipasi aktif dalam diskusi dan adanya kerja sama melalui kegiatan gotong royong (Pamungkas et al. , 2. serta siswa juga dapat menunjukkan sikap menghargai gagasan orang lain. Kompetensi Universitas Balikpapan Purba, 2. Selain itu, kemampuan kemandirian siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan juga semakin . Kendala dalam Penerapan Beberapa kendala yang ditemukan tersebut antara lain keterbatasan waktu pembelajaran belum dapat berjalan secara optimal. Masih terbatasnya ketersediaan sumber belajar yang berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur juga menjadi hambatan dalam mendukung proses pembelajaran yang Di samping itu, masih terlihat sebagian siswa kurang aktif untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, serta penggunaan media pembelajaran yang dinilai masih kurang interaktif, sehingga belum sepenuhnya mampu mendorong keterlibatannya siswa yang maksimal melalui proses belajar mengajar (Oktavia & Qudsiyah, 2. Gambar 2. Penguatan Karakter Siswa Aktif Berdiskusi . Peningkatan Keterampilan Belajar Siswa Strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang diterapkan juga memberikan dampak pada peningkatan keterampilan belajar siswa. Siswa mampu memperlihatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus mendorong kemampuannya untuk menganalisis masalah, kemampuan berkomunikasi (Gambar berkolaborasi dalam kelompok melalui kerja sama gotong royong (Purba & Vol. No. Juni 2026 Gambar 3. Keterampilan Belajar Menyampaikan Pendapat Pembahasan Hasil dari teknik pengumpulan data, strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal terbukti memberikan kontribusi terhadap penguatan karakter serta keterampilan belajar siswa, meskipun hasil yang dicapai masih bervariasi. Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa penerapan kearifan lokal dilakukan dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 realitas kehidupan siswa, termasuk nilai gotong royong dan praktik sosial di lingkungan sekitar. Selain itu Budaya sekolah yang mencerminkan kearifan lokal di SMAN 6 Penajam Paser Utara (PPU) dapat diwujudkan melalui pembelajaran seni, khususnya kegiatan menggambar yang mengangkat potensi budaya dan lingkungan daerah. Guru mendorong siswa untuk menjadikan kekayaan lokal sebagai flora dan fauna khas Kalimantan, serta keindahan alam Penajam Paser Utara. Melalui kegiatan menggambar, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga, kepedulian, dan tanggung jawab dalam melestarikan budaya Penerapan pendekatan tersebut memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran karena penyajian materi dihubungkan secara langsung dengan konteks kehidupan nyata yang Keterkaitan tersebut memungkinkan siswa untuk lebih mudah menghubungkan konsep pengetahuan dengan pengalaman seharihari, sehingga proses pemahaman lebih bermakna serta tidak hanya bersifat Temuan ini diperkuat dengan hasil observasi pada saat pembelajaran berlangsung, keterlibatan siswa dalam diskusi dan tanya jawab meningkat ketika materi pembelajaran dihubungkan dengan pengalaman nyata yang siswa Dokumentasinya yang berupa perangkat pembelajaran dan hasil foto kegiatan menunjukkan adanya upaya guru memasukkan elemen kearifan lokal dalam proses pembelajaran melalui diskusi kelompok beserta tanya jawab (Sari, 2. Meskipun mengungkapkan bahwa dampak yang dirasakan tidak sama pada setiap siswa. Sebagian siswa mengaku lebih tertarik dan mudah memahami materi, tetapi siswa lainnya kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hasil Vol. No. Juni 2026 Kompetensi Universitas Balikpapan observasi, di mana hanya beberapa siswa yang dominan dalam diskusi, sementara yang lain lebih banyak mengikuti tanpa berpartisipasi secara aktif. Data dokumentasi berupa catatan hasil belajar siswa juga menunjukkan adanya variasi dalam pencapaian keterampilan belajar melalui nilai-nilai kearifan lokal dapat memperkuat identitas budaya dan media edukasi (Silalahi et al. , 2. Dari sisi karakter, observasi mengindikasikan adanya kerja sama, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai yang tampak selama kegiatan kelompok berlangsung. Selaras dengan hasil wawancara guru yang menumbuhkan nilai-nilai tersebut. Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, nilai-nilai tersebut lebih pembelajaran dan belum sepenuhnya menjadi kebiasaan di luar kelas. Dengan demikian, penguatan karakter masih bersifat kontekstual dan memerlukan pembiasaan dalam gotong royong (Damanik et al. , 2. Dari aspek keterampilan belajar, kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dan berkomunikasipun meningkat, khususnya pada siswa yang Didukung hasil wawancara siswa Melalui dokumentasi tugas dan hasil kerja kelompok, terlihat adanya upaya siswa dalam menganalisis dan memecahkan permasalahan. Namun, variasi kemampuan antar siswa masih keterampilan belajar belum merata. Selain itu, hasil wawancara dengan guru mengungkapkan adanya kendala dalam penerapan strategi ini, seperti keterbatasan waktu, kurangnya sumber belajar berbasis kearifan lokal, serta perlunya kreativitas lebih dalam Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 merancang pembelajaran. Diperkuat dengan hasil observasi bahwa tidak semua kegiatan pembelajaran dapat mengakomodasi integrasi kearifan lokal secara mendalam. Dengan merujuk pada triangulasi data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, kesimpulannya strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal memiliki potensi dalam memperkuat karakter dan meningkatkan keterampilan SMA. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti partisipasi siswa, kompetensi guru, serta dukungan sarana dan prasarana pembelajaran. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan penerapan strategi ini agar hasil yang dicapai lebih maksimal dan merata. Berdasarkan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal terbukti memiliki peran penting Selaras dengan konsep pembelajaran yang menitikberatkan materi kontekstual saling terkait antara materi pembelajaran yang realita. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami oleh siswa. Penguatan karakter siswa yang ditemukan menunjukkan bahwa nilainilai kearifan lokal dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk sikap positif Nilai yang tertanam pada diri siswa seperti gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang tertanam dalam kearifan lokal mampu diinternalisasi oleh siswa melalui pengalaman belajar yang nyata. Perlu diperjelas fungsi pembelajaran tidak terbatas pada transfer pengetahuan saja, tetapi juga sebagai proses pembentukan Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal keterampilan abad ke-21 melalui Vol. No. Juni 2026 Kompetensi Universitas Balikpapan peningkatan keterampilan belajar siswa. Kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan pemecahan masalah mendorong siswa mampu mengasah kemampuannya untuk berkomunikasi secara efektif, serta bekerja sama dengan orang lain. Dengan demikian, strategi ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent-centered learnin. Namun demikian, kendala yang implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal masih memerlukan upaya pengembangan yang berkelanjutan. Guru perlu mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya untuk kreatif dalam merancang pembelajaran serta mampu memanfaatkan berbagai sumber belajar yang relevan untuk mendorong semangat belajar siswa. Dukungan dari sekolah juga dibutuhkan, khususnya dalam penyediaan fasilitas dan sumber belajar yang mendukung kegiatan pembelajaran. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat karakter dan meningkatkan keterampilan belajar siswa SMA. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis kearifan mendukung penguatan karakter dan keterampilan belajar siswa SMAN 6 PPU terutama membuat karya seni yang memunculkan nilai kearifan lokal terutama flora dan fauna fauna khas Kalimantan Timur. Penerapan strategi ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam materi dan aktivitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa sehingga mampu meningkatkan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Pentingnya belajar Sugianto1. Maryatin2. Rahayu Sri Waskitoningtyas3 dan diskusi kelompok keterampilan belajar siswa, seperti berpikir kritis, kreativitas dan kolaborasi untuk menjalin hubungan kerjasama antar siswa sehingga memperkuat karakter DAFTAR PUSTAKA