MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Strategi Dakwah SALIMAH: Membangun Karakter Muslimah yang Tangguh *Muna Lutfiya SalmaA. Kayyis Fithri AjhuriA A,AInstitut Agama Islam Negeri Ponorogo Email: munalutfiya04@gmail. comA, dikayyis@iainponorogogmail. DOI: https://doi. org/10. 35878/muashir. Article Info Article history: Received : 23-06-2024 Revised : 29-11-2024 Accepted : 30-11-2024 ABSTRACT The Salimah Community (Muslim Brotherhoo. is an organization that focuses on empowering Muslim women through religious, educational, and social programs. Established in 2012 in Nguntoronadi District. Wonogiri Regency, this community plays an important role in shaping the character of Muslim women. This study aims to analyze the role of Salimah in building the character of Muslim women through the da'wah approach and social activities. A qualitative descriptive approach was used in this study, with data collection through in-depth interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was carried out using the triangulation method. The results of the study show that Salimah has succeeded in shaping the character of Muslim women through religious study programs, personality training, and social activities such as fundraising for orphans and parenting socialization. Salimah's da'wah strategy is designed in a structured manner, involves the active participation of members, and is evaluated periodically to increase its effectiveness. As a result, there is an increase in religious understanding, social solidarity, and awareness of the role of Muslim women in society. Salimah is not only a religious community, but also an agent of social change that contributes to the formation of individuals with Islamic character and a better society. Keywords: Salimah, women's empowerment. Muslim character and da'wah, social activities. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam. P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. Copyright A2024 TheAuthor. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 ABSTRAK Komunitas Salimah (Persaudaraan Muslima. adalah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan Muslimah melalui program keagamaan, pendidikan, dan sosial. Berdiri sejak 2012 di Kecamatan Nguntoronadi. Kabupaten Wonogiri, komunitas ini memainkan peran penting dalam membentuk karakter Muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Salimah dalam membangun karakter perempuan Muslimah melalui pendekatan dakwah dan kegiatan sosial. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salimah berhasil membentuk karakter Muslimah melalui program kajian agama, pelatihan kepribadian, dan kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk anak yatim dan sosialisasi parenting. Strategi dakwah Salimah dirancang secara terstruktur, melibatkan partisipasi aktif anggota, serta dievaluasi secara berkala untuk meningkatkan Hasilnya, terdapat peningkatan pemahaman agama, solidaritas sosial, dan kesadaran akan peran perempuan Muslimah di masyarakat. Salimah tidak hanya menjadi komunitas keagamaan, tetapi juga agen perubahan sosial yang berkontribusi pada pembentukan individu berkarakter islami dan masyarakat yang lebih baik. Kata Kunci: Salimah, pemberdayaan perempuan, karakter Muslimah, dakwah, kegiatan sosial. *Corresponding author : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan. Siman. Ponorogo. Jawa Timur Email : munalutfiya04@gmail. Vol. 2 No. November 2024 Pendahuluan Strategi adalah rancangan terencana yang bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dalam konteks dakwah, strategi memegang peran sentral karena berkaitan dengan upaya membangun hubungan antara manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Dakwah tidak hanya menjadi jalan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam, tetapi juga berfungsi sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang bertakwa, harmonis, dan saling menghargai. Oleh karena itu, strategi dakwah harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk tantangan yang dihadapi oleh Muslimah di era modern. Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Muslimah dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks. Mereka diharapkan mampu tampil percaya diri dan relevan di tengah masyarakat yang semakin dinamis, tanpa mengorbankan nilai-nilai agama. Di satu sisi. Muslimah harus mengikuti perkembangan zaman, seperti memanfaatkan teknologi dan berperan aktif dalam berbagai bidang. Di sisi lain, mereka harus mampu menyaring pengaruh budaya dan informasi yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Dalam situasi ini, iman, adab, dan akhlak menjadi bekal utama yang wajib dimiliki Muslimah agar tidak terpengaruh oleh arus negatif yang dapat menjauhkan mereka dari syariat Islam. (Minangsih, 2. Strategi dakwah dapat diartikan sebagai proses perencanaan dan ketetapan yang dirumuskan untuk menyampaikan ajaran Islam, mengajarkannya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Asiyah & Hakim, 2. Perubahan sosial dan pola pikir yang terjadi di masyarakat seringkali menimbulkan dilema bagi Muslimah dalam menjaga identitas keislaman mereka. Sebagai individu yang berperan penting dalam keluarga dan masyarakat. Muslimah diharapkan dapat menjadi teladan yang mampu menyeimbangkan antara kehidupan modern dengan nilai-nilai MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Islam. Namun, untuk mencapai hal tersebut, mereka membutuhkan bimbingan, dukungan, dan komunitas yang solid. Dalam konteks inilah peran komunitas dakwah seperti Persaudaraan Muslimah (Salima. menjadi sangat signifikan. Salimah, sebagai organisasi dakwah perempuan, hadir dengan visi untuk memberdayakan Muslimah dalam berbagai aspek kehidupan, baik spiritual, intelektual, maupun sosial. Di Kecamatan Nguntoronadi. Kabupaten Wonogiri. Salimah telah menjadi salah satu motor penggerak dakwah yang fokus pada pembinaan karakter Muslimah. Melalui berbagai programnya. Salimah tidak hanya mengajarkan ajaran agama secara teoritis, tetapi juga memberikan pelatihan praktis yang relevan dengan kebutuhan Muslimah di era modern. Program-program seperti kajian rutin, pelatihan keterampilan, dan diskusi seputar isu-isu kontemporer menjadi bagian dari strategi Salimah untuk menjawab tantangan zaman. Keberadaan Salimah di Nguntoronadi menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh kaum perempuan di wilayah tersebut. Selain menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman agama. Salimah juga menjadi tempat bagi Muslimah untuk saling berbagi pengalaman, mendapatkan motivasi, dan memperkuat solidaritas. Komunitas ini tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada pengembangan kapasitas perempuan dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat lokal. Salimah berhasil menciptakan ruang yang aman dan produktif bagi Muslimah untuk tumbuh dan berkembang. (Salimah, n. Dalam konteks yang lebih luas. Salimah memiliki peran strategis dalam menjaga identitas Islam di tengah arus globalisasi. Komunitas ini tidak hanya menjadi benteng moral bagi Muslimah, tetapi juga agen perubahan yang mendorong transformasi positif di masyarakat. Dengan memadukan pendekatan dakwah yang relevan dan adaptif. Salimah Vol. 2 No. November 2024 mampu menghadirkan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan Salimah sebagai mitra yang tak tergantikan bagi Muslimah di Kecamatan Nguntoronadi dalam menjaga keimanan dan membangun karakter Islami. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi Muslimah di era kontemporer, keberadaan komunitas dakwah seperti Salimah menjadi lebih dari sekadar kebutuhan, melainkan juga harapan. Salimah tidak hanya memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga membantu Muslimah merumuskan peran strategis mereka dalam keluarga, masyarakat, dan dunia yang terus berkembang. Melalui perannya yang aktif dan relevan. Salimah menjadi bukti nyata bahwa dakwah dapat menjadi kekuatan yang membangun sekaligus menginspirasi perubahan positif bagi individu dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam, khususnya terkait strategi dakwah yang dilakukan oleh komunitas Salimah dalam membentuk karakter perempuan Muslimah. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali dan menganalisis hal-hal yang tersembunyi di balik fenomena sosial yang kompleks dan terkadang sulit dipahami secara Pendekatan kualitatif ini menekankan pada sifat realitas yang terbangun secara sosial, dengan hubungan erat antara peneliti dan subjek (Herdiansyah, 2. Dalam konteks ini, peneliti akan berinteraksi langsung dengan komunitas Salimah di Kecamatan Nguntoronadi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang strategi dakwah yang mereka implementasikan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter perempuan Muslimah. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Penelitian ini melibatkan beberapa teknik pengumpulan data. Pertama. Wawancara Mendalam yang dilakukan dengan anggota dan pengurus Salimah untuk menggali informasi terkait strategi, kegiatan dakwah, dan evaluasi yang mereka lakukan. Kedua. Observasi Partisipatif. Peneliti hadir langsung dalam beberapa kegiatan dakwah yang diselenggarakan Salimah untuk mengamati secara langsung proses pelaksanaan strategi dakwah. Ketiga Dokumentasi. Mengumpulkan data dari dokumen, laporan kegiatan, dan media publikasi Salimah untuk melengkapi wawasan tentang aktivitas dakwah mereka. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif, di mana peneliti menggambarkan temuan secara terperinci dan menginterpretasikan makna di balik strategi dakwah Salimah. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola, prinsip, dan efektivitas strategi yang digunakan komunitas ini dalam membentuk karakter Muslimah. Ruang lingkup penelitian mencakup kegiatan dakwah Salimah di Kecamatan Nguntoronadi. Kabupaten Wonogiri, dengan fokus pada program-program yang berkaitan dengan pembinaan spiritual, pendidikan agama, dan penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan perempuan Muslimah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi dakwah berbasis komunitas di masa depan. Hasil dan Pembahasan Perspektif Penelitian Terdahulu terhadap Strategi Dakwah Komunitas Muslimah Penelitian terdahulu menjadi salah satu referensi utama dalam mengkaji berbagai pendekatan, metode, dan konsep yang dapat digunakan Vol. 2 No. November 2024 untuk memahami dan menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh komunitas Salimah di Kecamatan Nguntoronadi. Dengan meninjau penelitian sebelumnya, penelitian ini dapat lebih terarah dalam merumuskan pendekatan dan menawarkan kontribusi baru dalam bidang Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ika Putri Andasari, (Andasari, 2. ditemukan bahwa keberhasilan strategi dakwah sangat dipengaruhi oleh penyesuaian materi dakwah dengan kebutuhan madAou, atau audiens, serta tren yang berkembang di masyarakat. Penyesuaian ini menjadi penting agar pesan dakwah relevan dan dapat diterima dengan baik. Metode penyampaian dakwah yang menggunakan pendekatan emosional juga terbukti efektif dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara daAoi dan madAou, menciptakan suasana yang nyaman untuk berdiskusi dan menyerap pesan dakwah. Selain itu, pemilihan media dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman memainkan peran penting dalam meningkatkan jangkauan dan efektivitas pesan dakwah. Penelitian ini memberikan panduan penting tentang bagaimana materi, metode, dan media dapat diselaraskan untuk memenuhi kebutuhan audiens yang terus berubah, terutama di era digital. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Revina Septhiani, (Septhiani, 2. memberikan perspektif lain tentang strategi dakwah melalui pendekatan perencanaan yang matang dan menyeluruh. Penelitian ini menyoroti pentingnya asas-asas dakwah, seperti asas filosofis, sosiologis, psikologis, serta keahlian dan kemampuan daAoi dalam menyampaikan pesan secara tepat. Strategi dakwah dirumuskan dengan memperhatikan hubungan antarorganisasi serta kebutuhan audiens yang spesifik, yang kemudian diimplementasikan melalui program kegiatan dakwah yang terstruktur. Proses pelaksanaan strategi ini dilengkapi dengan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keselarasan antara perencanaan dan implementasi. Evaluasi dilakukan dengan meninjau sumber daya manusia, efektivitas kegiatan dakwah di lapangan, serta MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 dampaknya terhadap perubahan sikap dan pemahaman audiens. Pendekatan yang sistematis ini menegaskan pentingnya siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam menjaga efektivitas Dari kedua penelitian tersebut, terdapat beberapa kesamaan dengan penelitian ini, khususnya dalam melibatkan komunitas sebagai elemen kunci dalam penyampaian dakwah. Penelitian Ika Putri Andasari memberikan fokus pada relevansi materi, metode, dan media yang digunakan, sementara penelitian Refina Septhiani menekankan pentingnya perencanaan strategis dan evaluasi mendalam. Keduanya memberikan landasan penting untuk memahami bagaimana strategi dakwah dapat diimplementasikan secara efektif dalam berbagai konteks. Penelitian ini pendekatan-pendekatan mengembangkannya lebih jauh dalam konteks komunitas Salimah, yang memiliki karakteristik dan tantangan yang unik di Kecamatan Nguntoronadi. Selain itu, kajian literatur ini juga membantu untuk menegaskan posisi penelitian ini dalam konteks penelitian terdahulu. Penelitian ini tidak hanya mengadopsi prinsip-prinsip yang telah dikaji sebelumnya, tetapi juga menawarkan sudut pandang baru dengan mengeksplorasi strategi dakwah Salimah yang bersifat spesifik dan kontekstual di Kecamatan Nguntoronadi. Dengan menekankan bagaimana Salimah memadukan nilai-nilai tradisional Islam dengan kebutuhan masyarakat modern, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkaya literatur tentang strategi dakwah komunitas Muslimah di Indonesia. Pendekatan yang berbasis komunitas ini tidak hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi model potensial untuk diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa. Profil Salimah Vol. 2 No. November 2024 Salimah didirikan pada 8 Maret 2000 di Jakarta. Organisasi ini bukan hanya hadir sebagai bentuk penguatan persatuan di kalangan wanita Muslimah, tetapi juga sebagai wadah yang menampung pengorbanan dan semangat perempuan Indonesia dalam memberdayakan diri mereka serta memperbaiki kesejahteraan sosial. Dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Salimah memfokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anggotanya. (Salimah, n. Organisasi ini mengintegrasikan nilai-nilai islami dalam setiap program yang diselenggarakan, sehingga tidak hanya fokus pada pendidikan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan moralitas dan etika Islam. Salimah berkomitmen untuk memberdayakan anggotanya menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, yang diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam membentuk generasi perempuan yang cerdas, berakhlak mulia, dan peka terhadap berbagai isu sosial. (Hanifah, 2. Di Kecamatan Nguntoronadi. Kabupaten Wonogiri, terdapat komunitas Salimah yang terbentuk pada 12 Maret 2012. Seperti halnya organisasi induknya, komunitas ini berfokus pada pengembangan diri perempuan Muslimah dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat Dengan visi dan misi yang jelas. Salimah di Nguntoronadi bertujuan untuk memberdayakan perempuan dengan mengembangkan potensi mereka dalam berbagai bidang, baik itu agama, sosial, maupun Pada periode awal, komunitas ini dipimpin oleh Nurkhasanah . yang turut berperan besar dalam memulai dan mengembangkan berbagai program. Beberapa program yang dijalankan antara lain adalah pendidikan agama dan kegiatan sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan semangat persaudaraan, anggota komunitas Salimah terus berusaha memberikan MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 kontribusi positif untuk meningkatkan kualitas kehidupan di lingkungan sekitar, khususnya di Kecamatan Nguntoronadi. Komunitas Salimah dalam Pembentukan Karakter Muslimah Salah satu kontribusi utama dari komunitas Salimah di Kecamatan Nguntoronadi adalah dalam pembentukan karakter seorang Muslimah. Komunitas ini memiliki visi yang mulia untuk membentuk perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan sesuai dengan ajaran Islam. Salimah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertemuan rutin, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi para anggotanya, khususnya perempuan-perempuan di Nguntoronadi. Komunitas Salimah di Nguntoronadi berhasil menciptakan banyak hal positif, karena setiap Muslimah diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diadakan, mulai dari kajian fikih perempuan, mengaji bersama, hingga berbagai kegiatan sosial yang mendukung masyarakat sekitar. Salah satu hal yang menjadi prioritas dalam komunitas ini adalah pembentukan karakter melalui pemahaman agama yang Salimah mengadakan pelatihan keagamaan dengan melibatkan tokoh agama untuk memberikan pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang ajaran Islam kepada setiap anggotanya, sehingga mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Mahmuddin. Komunitas Salimah tidak hanya berhenti pada aspek keagamaan saja, tetapi juga berfungsi sebagai keluarga besar yang saling mendukung dalam perjalanan hidup mereka sebagai perempuan Muslimah yang berakhlak mulia. Dalam hal ini, komunitas Salimah berperan sebagai agen perubahan yang membentuk generasi perempuan yang peka terhadap tantangan sosial dan mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat. Vol. 2 No. November 2024 Selain fokus pada aspek keagamaan, komunitas Salimah juga aktif dalam pemberdayaan sosial dan pengembangan kepribadian anggotanya. Program-program yang diselenggarakan di antaranya melibatkan pengajaran nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan kepedulian sosial. Salimah mengorganisir berbagai kegiatan sosial, seperti penggalangan dana untuk anak-anak yatim, serta program sosial lainnya yang membantu masyarakat Selain itu, komunitas ini juga mengadakan program pemantauan dan pembinaan kepribadian, seperti sosialisasi parenting yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam membentuk keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan-kegiatan ini. Salimah tidak hanya membentuk karakter Muslimah dari sisi keagamaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perencanaan. Pelaksanaan dan Evaluasi Dakwah Komunitas Salimah Perencanaan dakwah menjadi aspek penting dalam upaya komunitas Salimah untuk membentuk karakter Muslimah di Kecamatan Nguntoronadi. Salimah mengembangkan berbagai strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dengan menekankan pada pengajaran agama yang mendalam serta pemberdayaan sosial. Perencanaan dakwah ini melibatkan berbagai kegiatan pendidikan agama yang meliputi kajian rutin, seminar, dan pelatihan yang dipandu oleh para ustazah atau tokoh agama setempat. (Minangsih, 2. Selain itu, perencanaan dakwah juga mencakup integrasi nilai-nilai sosial dalam setiap program yang diselenggarakan. Misalnya, kegiatan sosial yang berfokus pada penguatan solidaritas antara anggota komunitas dan pengembangan nilai-nilai kepedulian terhadap sesama. Program dakwah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman agama yang mendalam, sekaligus memperkuat hubungan sosial di antara anggota MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 November 2024 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 komunitas, sehingga mereka bisa lebih terlibat dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik. Kemudian. Pelaksanaan dakwah. Hal ini merupakan tahap penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan yang telah direncanakan. Tanpa komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik antar anggota, pelaksanaan dakwah ini tidak akan berhasil secara maksimal. Salimah melakukan berbagai kegiatan dakwah yang melibatkan kajian keagamaan, penggalangan dana, serta kegiatan sosial lainnya seperti santunan untuk anak-anak yatim dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai isu-isu terkini yang relevan dengan kehidupan perempuan Muslimah. Pelaksanaan dakwah ini membutuhkan pemantauan yang teratur untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Selain itu, keterlibatan aktif dari seluruh anggota sangat penting agar programprogram yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang maksimal, baik dari sisi spiritual maupun sosial. (Mubarok, 2. Evaluasi program dakwah merupakan langkah penting untuk menilai sejauh mana strategi yang telah diterapkan memberikan dampak terhadap anggota komunitas. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pencapaian tujuan utama hingga dampak sosial yang terjadi, serta perubahan perilaku yang dialami oleh anggota komunitas. Evaluasi ini penting untuk melihat apakah nilai-nilai Islam yang diajarkan telah ditanamkan dengan baik kepada anggota komunitas dan apakah mereka kini lebih memahami isu-isu yang relevan, seperti hak-hak perempuan dalam Islam dan ajaran agama yang lebih dalam. Proses evaluasi dilakukan dengan melibatkan anggota komunitas secara aktif melalui survei, wawancara, atau diskusi kelompok terfokus (FGD), sehingga umpan balik yang diperoleh dapat digunakan untuk perbaikan dan pengembangan program dakwah di masa depan. Evaluasi Vol. 2 No. November 2024 ini tidak hanya menjadi alat ukur keberhasilan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anggota untuk lebih berperan aktif dalam pengembangan program-program yang ada. Kesimpulan Komunitas Salimah di Kecamatan Nguntoronadi. Kabupaten Wonogiri, berperan penting dalam pembentukan karakter Muslimah yang berlandaskan nilai-nilai Islam sekaligus pemberdayaan sosial. Sejak berdiri pada tahun 2012. Salimah tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman keagamaan melalui kajian dan pelatihan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program seperti kajian fikih perempuan, penggalangan dana untuk anak yatim, serta pelatihan kepribadian telah menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan diri perempuan, memperkuat solidaritas antaranggota, dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial di wilayah tersebut. Pelaksanaan dakwah yang terencana dan melibatkan seluruh anggota, disertai evaluasi berkelanjutan, menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman agama dan kesadaran sosial para anggota Salimah. Hal ini menegaskan bahwa Salimah tidak hanya berhasil membentuk Muslimah yang berakhlak mulia, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial dalam pemberdayaan perempuan. Dengan integrasi nilai keagamaan dan sosial yang seimbang, keberhasilan Salimah di Nguntoronadi dapat dijadikan model pengembangan komunitas Muslimah di daerah lain dengan karakteristik serupa. Daftar Pustaka