https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 P-ISSN: 2747-1993, P-ISSN: 2747-2000 DOI: https://doi.org/10.38035/jihhp.v3i3 Received: 18 Mei 2023, Revised: 6 Juni 2023, Publish: 7 Juni 2023 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ Peran Kepemimpinan Wali Nagari Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kenagarian Pauh Duo Nan Batigo Wulan Insan Kamillia1, Syamsir2, Nanda Aulia3, Rosma Mayar4, Tiara Angreini5 1 Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia, wulaninsankamillia@gmail.com Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia 3 Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia 4 Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia 5 Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia 2 Corresponding Author: wulaninsankamillia@gmail.com Abstract: The aim of this research is: To find out the leadership role of the nagari guardian and jorong head in society, what the duties and functions of the guardian and jorong head are in improving community welfare, what factors cause community dissatisfaction with the performance of the nagari guardian and jorong head, and what are the solutions to overcome dissatisfaction community on the performance of wali nagari and jorong. The research method used is a qualitative research method using a descriptive approach. In this research, the objects of research are the Wali Nagari, the Head of Jorong, and the Community in Nagari Pauh Duo, especially Jorong Taratak Bukareh. The welfare of the people in a Nagari government depends on who and how the Nagari leader leads, both in terms of their style of leading, their pattern of leading, and so on. Prosperous means safe, secure, prosperous, or safe, meaning free from all kinds of disturbances and difficulties. Welfare is something that everyone wants to achieve, even though to achieve it someone has to work hard. Welfare has many dimensions. Yes, this can be seen from the material dimension and the non-material dimension. From the material side, it can be measured by income and consumption. Keyword: Leadership, Effectiveness, Public Service. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui peran kepemimpinan wali nagari dan kepala jorong dalam masyarakat, apa tugas dan fungsi wali dan kepala jorong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, faktor apa saja yang menyebabkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja kepala nagari dan jorong. Wali Nagari dan Kepala Jorong, serta bagaimana solusi untuk mengatasi ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Wali Nagari dan Jorong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Wali Nagari, Kepala Jorong, dan Masyarakat di Nagari Pauh Duo khususnya Jorong Taratak Bukareh. Kesejahteraan masyarakat dalam suatu pemerintahan Nagari tergantung 108 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 pada siapa dan bagaimana pemimpin Nagari tersebut memimpin, baik dari gaya kepemimpinannya, pola kepemimpinannya, dan sebagainya. Sejahtera artinya selamat, tenteram, sejahtera, atau tenteram, artinya bebas dari segala macam gangguan dan kesulitan. Kesejahteraan merupakan suatu hal yang ingin dicapai oleh setiap orang, meskipun untuk mencapainya seseorang harus bekerja keras. Kesejahteraan memiliki banyak dimensi. Ya, hal ini bisa dilihat dari dimensi material dan dimensi non material. Dari sisi material dapat diukur dari pendapatan dan konsumsi. Kata Kunci: Kepemimpinan, Efektivitas, Pelayanan Publik. PENDAHULUAN Menurut Inu Kencana (2003), Kepemimpinan adalah kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga dengan demikian yang bersangkutan menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok. Menurut Inu Kencana (2003), Kepemimpinan adalah kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga dengan demikian yang bersangkutan menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok. Seperti halnya dalam kehidupan bermasyarakat, tentu peran seorang pemimpin sangat diperlukan dalam mengatur jalannya pemerintahan didalam masyarakat. Sehubungan dengan itu lahirnya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberikan ruang yang luas kepada pemerintah daerah untuk menjalankan urusan pemerintahan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Menurut Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pemerintahan Nagari disebut nagari mempunyai pengertian sebagai berikut “nagari adalah kesatuan hukum adat daerah Propinsi Sumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa wilayah yang mempunyai batas tertentu, mempunyai harta kekayaan sendiri, berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dan memilih pimpinan pemerintahannya sendiri. Nagari merupakan nama tradisional dan unit politik dari organisasi sosial-politik Minangkabau sejak zaman pra-kolonial (Franz von Benda-Beckman, 2001:9), dan saat ini sekaligus menjadi unit pemerintahan terendah di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini merupakan implikasi dari komitmen pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mengembalikan bentuk pemerintahan Nagari sebagai tingkat pemerintahan terendah (setingkat Desa) melalui Peraturan Daerah No. 9 / 2000 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Nagari dan secara efektif berlaku sejak tanggal 1 Januari 2001. Pemerintah nagari merupakan unsur pemerintahan yang terendah di lingkungan pemerintah daerah kabupaten.Pemerintah nagari adalah penyelenggaraan pemerintah yang dilaksanakan oleh pemerintah nagari berdasarkan asal-usul nagari di wilayah Provinsi Sumatera Barat.Pemerintah Nagari terdiri atas Wali Nagari dan Perangkat Nagari. Nagari berkedudukan sebagai unit pemerintah terendah dan sebagai kesatuan masyarakat hukum adat yang dipimpin oleh wali nagari.Wali nagari dipilih langsung melalui pemilihan wali nagari dan dilantik oleh bupati.Pelaksanaan tugas dan wewenang wali nagari dilimpahkan dari kepala daerah berdasarkan prinsip dekosentrasi.Wali nagari dalam pelaksanakan tugas dibantu oleh perangkat nagari.Ada pun struktur dalam organisasi nagari meliputi wali nagari, sekretaris nagari, kepala urusan, dan kepala jorong. Menurut Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pemerintahan Nagari disebut nagari mempunyai pengertian sebagai berikut : “Nagari adalah kesatuan hukum adat daerah Propinsi Sumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa wilayah yang mempunyai batas tertentu, mempunyai harta kekayaan sendiri, berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dan memilih pimpinan pemerintahannya sendiri”. 109 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 Dalam menjalankan kepemimpinannya seorang wali nagari dan kepala jorong sebagai pemimpin masyarakat yang seharusnya menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat di wilayah nagari atau jorong dalam sebuah kenagarian. Tentu peran seorang wali nagari dan kepala jorong tersebut sangatlah besar dalam mewujudkan kesejarteraan masyarakat dan pelayanan masyarakat yang baik. Pada penelitian ini penulis akan membahas dan mengkaji mengenai peranan gaya kepemimpinan wali nagari dan kepala jorong dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Di kanagarian pauh duo nan batigo. Namun pada realitanya saat ini pemerintahan nagari belum biasa dipastikan mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemerintahan di daerah. Banyak ditemukan kasus ketidakpuasan masyarakat atas kinerja wali nagari beserta dengan jajarannya, dalam hal ini penulis memfokuskan pada kinerja wali nagari dan kepala jorong di kenagarian Pauh Duo. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut bagaimana wali nagari dan kepala jorong menjalankan peran dan tugasnya, dan apakah sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat, serta apakah terjalin hungungan yang baik anatara pemerintahan daerah di suatu nagari dengan semua masyarakat. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriftif menurut M. Nazir (1988 : 63), adalah suatu metode dalam penelitian suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Jadi dengan demikian penelitian kualitatif bertujuan untuk membuat deskriftif, gambaran, lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Menggambar teori dengan kondisi objektif yang ditemui dan dianalisa dengan tekhnik triangulasi data, yakni informasi hasil wawancara digabungkan dengan data yang didapat dan digabungkan dengan pendapat peneliti sesuai dengan hasil observasi dilapangan. Sebagaimana yang diungkapkan Bogdan dan Taylor dalam Moleong ( 2005:4) “yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”. Penelitian kualitatif lebih utama digunakan pada masalah kemasyarakatan secara mendalam dengan maksud memahami sifat dan maknanya bagi perseorangan yang terlibat didalamnya. Kajian ini juga dikembangkan untuk menampilkan berbagai pandangan manusia yang berbeda dalam bidang-bidang ilmu sosial seperti : sejarah, filsafat, antropologi, sosiologi, dan psikologi (Margono 1997 : 108). Hal ini dilakukan dengan langkah-langkah dan tahapan-tahapan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Pada metode ini, data-data yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas merupakan data-data sekunder yang diperoleh dari literatur, arsip-arsip ataupun media cetak maupun media elektronik untuk melengkapi data yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan di Kenagarian Pauh Duo, Jorong Taratak Bukareh, Kec. Pauh Duo, Kab. Solok Selatan, Prov. Sumatera Barat. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian Adalah Wali Nagari, Kepala Jorong Dan Masyarakat Di Nagari Pauh Duo khususnya Jorong Taratak Bukareh. Teknik Pengumpulan Data agar data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan baik, maka penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Wawancara merupakan teknik untuk mendapatkan keterangan dari seseorang yang dilakukan dangan maksud dan tujuan tertentu. Dalam teknik wawancara ini, peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur. Yaitu wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. (Lexy J Moleong, 2005: 190) Wawancara ini diajukan kepada informan yaitu Wali Nagari, Perangkat Nagari, Kepala Joorng, Ketua Bamus, dan Masyarakat. Dengan 110 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 menggunakan alat pengumpulan data yaitu pedoman wawancara. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur, dimana peneliti membuat kesepakatan dengan informan nya. Teknik pengujian data Data yang diperoleh dari penelitian, selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisa data deskriptif kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata bukan dalam bentuk angka-angka. Hal ini disebabkan dengan adanya penerapan metode kualitatif. Adapun langkah yang digunakan dalam menganalisis data sesuai dengan pendapat S. Nasution (2001: 45), yaitu melalui tahap-tahap sebagai berikut : 1. Reduksi data Data yang diperoleh atau yang telah dikumpulkan diseleksi mana yang betul-betul dibutuhkan atau sebagai data utama, data pelengkap, serta data yang tidak diperlukan. 2. Klasifikasi data Data yang dikumpulkan dari informan kemudian dikelompokkan berdasarkan fokus penelitian yaitu peluang dan hambatan perempuan dalam kepemimpinan di nagari. 3. Penyajian data Data yang telah dikelompokkan berdasarkan fokus penelitian, selanjutnya data disajikan dalam bentuk uraian yang bersifat naratif menurut fokus penelitian. Penyajian data dapat meliputi berbagai jenis teks. Dalam penelitian ini data yang telah dikelompokkan berdasarkan batasan penelitian yaitu peranan kepemimpinan Wali Nagari Dan Kepala Jorong serta dampaknya terhadap kesejarhteraan masyarakat. 4. Penarikan kesimpulan/verifikasi Verifikasi data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara terus menerus sepanjang proses peneltian berlangsung. Sejak awal memasuki lapangan dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha menganalis dan mencari makna dari data yang dikumpulkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Gambaran umum wilayah penelitian Nagari Pauh Duo Nan Batigo terletak di kecamatan Pauh Duo dengan jarak dari ibu kota propinsi lebih kurang 135 KM dan jarak dari ibukota kabupaten (Padang Aro) ± 32 KM dan luas wilayahnya 4.800 Ha. 1. Jumlah Sungai : a. Sungai Batang Marinte b. Sungai Batang Bangko Karuah c. Sungai Batang Bangko Janiah 2. Curah Hujan sedang 3. Batas-batas Nagari Secara Administratif pemerintahan Nagari Pauh Duo Nan Batigo berbatasan dengan: Sebelah Utara : Nagari Pulakek Koto Baru Sebelah Selatan : Nagari Lubuk gadang Selatan Sebelah Barat : Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo Sebelah Timur : Nagari Alam Pauh Duo 4. Daerah Rawan Bencana Banjir Ketika musim hujan, Nagari Pauh Duo Nan Batigo berpotensi banjir terutama sepanjang aliran batang bangko dikernakan penebangan hutan secara liar di Ulu Batang Bangko yang mengakibatkan kurangnya resapan air. 5. Daerah Rawan Bencana Longsor Nagari Pauh Duo Nan Batigo merupakan Daerah perbukitan dan Dataran Tinggi dan pada saat musim hujan ada beberapa titik jalan mengalami longsor. 111 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 6. Nama-nama Perangkat Nagari Tabel 1. Daftar Nama Perangkat Nagari Pauh Duo nan Batigo NAMA JABATAN ALAMAT EDWARDI, S.Pd Pj. Wali Nagari Pakan Selasa DEDI DEPISMAN Sekretaris Nagari Paninjauan ZUL AFRIANTO, SE Kaur Perencanaan Taratak Bukareh VERIYANDONA LESTARI Kaur Keuangan Pinang Awan KESY MARYA Kaur Tata usaha dan Umum Paninjauan EDI SURIANTO Kasi Pemerintahan Taratak Bukareh JUMAIDA, S.EI Kasi Kesejahteraan Bukit Sikumpa WAHYUNI Kasi Pelayanan Bukit Sikumpa RAJUL EMILLIANSYAH Staf / Operator Siskeudes Taratak Bukareh YERMANELI Staf Nagari Taratak Bukareh YULIA AFRIANTI Staf Sekretariat Bamus Taratak Bukareh KHAIRUL FAHMI Staf /operator Sipades Taratak Bukareh YERMANELI Plt. Kep. Jrg. Taratak Bukareh Taratak Bukareh FADLI GUNAWAN PUTRA Kep. Jrg. Paninjauan Paninjauan PEDI SARIKO, S.Sn Kep. Jrg. Bukit Sikumpa Bukit Sikumpa VIKO SEPTIANDIKAKep. Jrg. Pinang Awan Pinang Awan PUTRA NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Demografi 1. Jumlah Penduduk Tabel 2. Jumlah Pendudukan di Nagari Pauh nan Batigo Jml KK Jumlah Penduduk L P 1 Taratak Bukareh 440 748 838 2 Paninjauan 95 185 166 3 Bukit Sikumpa 131 280 210 4 Pinang Awan 197 313 323 JUMLAH 863 1.526 1.537 NO Jorong L+P 1.586 351 490 636 3.063 2. Tingkat Pendidikan No 1 2 3 4 Tabel 3. Data Tingkat Pendidikan di kenagarian Pauh Duo nan Batigo Tingkat Pendidikan Jumlah Sekolah Alamat TK/Paud Paud Az Zahra Pinang Awan Bukit Sikumpa Paud Amanah I Paninjauan Taratak Bukareh Paud Mawar I Taratak Bukareh Taratak Paud Mawaddah Bukareh Taratak Bukareh Paud Al-Hidayah Taratak Bukareh Paud Arauda Paud Harapan Bunda Paud Matahari Sekolah Dasar/ MIN SDN 05 Taratak Bukareh Taratak Bukareh MIN 07 Solok Selatan Paninjauan Pinang Awan SDN 26 Pinang Awan SLTP/MTsN 1. MTsN 03 Solok Selatan Taratak Bukareh SLTA 1. SMKN 04 Solok Selatan Taratak Bukareh 3. Jumlah Mesjid No 1 2 Tabel 4. Jumlah Mesjid di Kenagarian Pauh Duo nan Batigo Nama Mesjid Alamat Mesjid Raya Taratak Bukareh Pekan Selasa Taratak Bukareh Mesjid Nurul Huda Taratak Bukareh Taratak Bukareh 112 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, 3 4 5 Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 Mesjid Istiqamah Paninjauan Mesjid Baiturrahman Mesjid Baiturrahmah Paninjauan Bukit Sikumpa Pinang Awan 4. Jumlah Musholah No 1 2 3 4 5 6 Tabel 5. Jumlah Mushola di Kenagarian Pauh Duo nan Batigo Nama Musholah Alamat Musholah Nurul Falah Taratak Bukareh Musholah Al Baits Bukit Sikumpa Musholah Akbar Taratak Bukareh Musholah Nurul Yakin Taratak Bukareh Musholah Al Hidayah Taratak Bukareh Musholah Taratak Bukareh Kondisi Sosial 1. Ideologi a. Yang terlibat mantan G 30 S/PKI : Tidak Ada b. Yang terlibat radikal kiri dan radikal kanan : Tidak Ada c. Tokoh Agama No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Abdul Haris Yondri Kh. Pendri Noferdi Jalinus, S.Pd Abdul Muhi Rusli Jamhur Ilyas Yatim Dt. Rajo Nan Peta Alamat Pinang Awan Bukit Sikumpa Paninjauan Paninjauan Taratak Bukareh Tanjuang Tr. Bukareh Koto Tuo Tr.Bukareh Koto Tuo Tr.Bukareh Koto Tuo Tr.Bukareh d. Tokoh Masyarakat No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Sumedi Jamaris Jamalis Dasrian Abdul Haris Arsil Asra Sahri.l M Alamat Pinang Awan Bukit Sikumpa Bukit Sikumpa Paninjauan Taratak Bukareh Tanjuang Tr. Bukareh Koto Tuo Tr. Bukareh e. Tokoh Adat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Nama Dt. Rajo Nan Baso Dt. Kalipitulla Dt. Jo Satieh Dt. Tandewano Dt. Tandewano Dt. Tandewano Dt. Tuwakal Dt. Jo Nan Kato Dt. Jo Nan Peta Dt. Jo Idin Dt. Jo Bagampo Dt. Jono Katik Dt. Jo Nando Batuah Dt. Rangkayo Gadang Dt. Jo Nando Dt. Bando Putiah Alamat Taratak Bukareh Ujung Jalan Taratak Bukareh Pakan Selasa Pakan Selasa Durian 3 Capang Taratak Bukareh Taratak Bukareh Taratak Bukareh Taratak Bukareh Taratak Bukareh Pakan Salasa Ujung Jalan Taratak Bukareh Taratak Bukareh Paninjauan 113 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Dt. Kando Sutan Dt. Rajo Lelo Dt. Bando Labiah Dt. Bando Labiah Dt. Bando Labiah Dt. Panggao Dt. Samaddirajo Dt. Samaddirajo Dt. Samaddirajo Dt. Jindo Bumi Dt. Rajo Nan Baso Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 Taratak Bukareh Taratak Bukareh Taratak Bukareh Pinang Sinawa Taratak Pane Durian 3 Capang Taratak Bukareh Taratak Bukareh Pakan Salasa Taratak Bukareh Taratak Bukareh f. Tokoh Pemuda No 1 2 3 4 5 6 Nama Kodil Rabait Roli Bustami Fahri Husaini Danan Roni Saputra Alamat Pinang Awan Bukit Sikumpa Paninjauan Taratak Bukareh Tanjuang Tr. Bukareh Koto Tuo Tr. Bukareh 2. Ekonomi a. PNS : 2,42 b. Pedagang : 1,71 c. Petani : 18,89 d. Jumlah Kelurga Miskin : 353 Kepala Keluarga e. Jumlah Pasar : 1 3. Sosial Jumlah Koperasi KJKS Nagari Pauh Duo Nan Batigo 4. Budaya a. Tempat Objek Wisata Hot Waterboom Sapan Maluluang di Jorong Pinang Awan b. Jenis Kesenian 1) Tari Kuda Kepang, alamat Pinang Awan 2) Pancak Silat, alamat Taratak Bukareh 3) Tari Tradisional, Alamat Taratak Bukareh 4) Diqiu Rabana, Alamat Paninjauan 5) Kesenian Rabab, Saluang, Randai, alamat Nagari Pauh Duo Nan Batigo 6) Kelompok Qasidah Rabana, alamat Nagari Pauh Duo Nan Batigo 5. Pertahanan dan Keamanan a. Jumlah Pos Ronda 1) Pos Ronda Koto Tuo Taratak Bukareh, Alamat Koto Tuo Taratak Bukareh 2) Pos Ronda Paninjauan, alamat Paninjauan 3) Pos Ronda Bukit Sikumpa, Alamt Bukit sikumpa 4) Pos Ronda Pinang Awan, alamat Pinang Awan b. Indikasi Narkoba : Tidak Ada 6. Hamparan LUAS Lahan + hasil a. Padi : 1.720 Ha b. Jagung : 430 Ha c. Kedelai : Tidak Ada d. Kacang Tanah : Tidak Ada e. Kacang hijau : Tidak Ada f. Ubi Kayu : Tidak Ada 114 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, g. Ubi Jalar Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 : Tidak Ada Syarat- Syarat Menjadi Wali Nagari Dan Kepala Jorong Menurut pasal 17 Perda Agamno. 12 tahun 2007, syaratsyarat menjadi Walinagari adalah sebagai berikut: 1. Bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan Syariat islam secara kaffah, berakhlakul karimah dan pandai membaca Al-quran 2. Setia kepada pacasila sebagai Dasar Negara. UUD Republik Indonesia, pemerintah 3. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun atau lebih. 4. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 5. Berkelakuan baik, jujur dan adil 6. Sehat jasmani dan rohani 7. Mengenal nagarinya dan dikenal oleh masyarakat nagari setempat 8. Memahami, menghayati dan mengamalkan adat yang berlaku dalam nagari 45 9. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Walinagari atau Pegawai Negri atau penjabat/pegawai pada lembaga/badan. Pembahasan Kesejahteraan masyarakat di suatu pemerintahan nagari bergantung pada siapa dan bagaimana cara pemimpin nagari tersebut memimpin baik dilihat dari gaya mereka memimpin, pola mereka memimpin dan sebagainya. Kesejahteraan diartikan secara harfiah mengandung makna yang luas dan mencakup berbagai segi pandangan atau ukuran-ukuran tertentu tentang suatu hal yang menjadi ciri utama dari pengertian tersebut. Kesejahteraan bermula dari kata sejahtera berawal kata ke dan berakhir kan kataan. Sejahtera berarti aman sentosa makmur atau selamat artinya terlepas dari segala macam gangguan dan kesukaran. Kesejahteraan merupakan hal yang ingin dicapai semua orang walaupun untuk mencapainya seseorang harus bekerja keras kesejahteraan memiliki banyak dimensi ya ini dapat dilihat dari dimensi materi dan dimensi non materi dari sisi materi dapat diukur dengan pendapatan dan konsumsi. Kesejahteraan merupakan konsekuensi umur kalau ada umur maka manusia berharap untuk kesejahteraan yakni dia cukupkan segala jenis kehidupannya bahkan jika boleh manusia ingin sejahtera tanpa kekurangan apapun dalam hidupnya. Berdasarkan observasi peneliti di Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauh Duo, kabupaten Solok Selatan, bahwasanya pola kepemimpinan oleh kepala wali Nagari dinilai oleh masyarakat terdapat dua penilaian dari sisi negatif dan dari sisi positif artinya penilaian masyarakat yang tidak baik dan juga dari sisi positif artinya penilaian masyarakat yang baik terhadap pola kepemimpinannya. Maka dari itu peneliti ingin meneliti lebih dalam lagi meneliti bagaimana kepemimpinan Wali Nagari dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di bidang ekonomi pembangunan dan kepercayaan masyarakat. Peran kepemimpinan wali Nagari dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang pembangunan. Oleh karena itu Wali Nagari beserta jajarannya merupakan penanggung jawab atas jalannya roda pemerintahan dan roda pembangunan, sehingga maju mundurnya pembangunan di kenegaraan tergantung dari kinerja pemerintahan nagari dalam mempengaruhi masyarakatnya untuk turut serta di dalam pembangunan. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa tokoh masyarakat beserta masyarakat yang ada di kenagarian Pauh Duo Nan Batigo, wawancara dilakukan dengan beberapa masyarakat yang tersebar dari beberapa Jorong yang ada di Kenagarian Pauh Duo Nan Batigo. Sebagian 115 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 besar masyarakat menyatakan bahwa masih kurang puas terhadap pembangunan selama ini, disebabkan banyaknya pembangunan yang sering terbengkalai padahal sudah setengah jalan, bahkan ada yang hanya sekedar membeli materialnya saja tapi tidak dilaksanakan pembangunan. Dalam wawancara tersebut sebagian besar masyarakat menyampaikan tanggapannya bahwa pembangunan yang berjalan di Kenagarian Pauh Duo Nan Batigo masih cukup rendah dan belum sesuai dengan harapan masyarakat dikarenakan ada beberapa fakta yang terkuat dimana masyarakat mengeluh terhadap kurangnya perhatian Wali Nagari tentang usulan masyarakat untuk pembangunan jalan di beberapa di wilayah jorong, salah satunya yang sudah tersurvei ke lapangan yaitu di Joromg Taratak Bukareh, masyarakat merasa kecewa karena usulan dan aspirasi yang diinginkan tidak diwujudkan oleh Wali Nagari. Peran Kepemimpinan Wali Nagari Dalam Ketepatan Penyaluran Alokasi Dana Desa. Pemerintahan baik pusat maupun daerah pasti memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat nya seperti yang tertera dalam UUD 1945. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah melalui kepala Wali Nagari terhadap masyarakat yaitu dana desa penyaluran dana desa dilakukan dari APBN kepada pemerintahan nagari adalah hak pemerintah nagari. Tetapi dalam penyaluran dana desa melibatkan peran dan fungsi pemerintah kabupaten dan kota demi mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas serta memastikan pencapaian penggunaan dana tersebut contoh proses penyaluran dana lokasinya harus memenuhi beberapa kriteria yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan observasi peneliti di beberapa jorong di kenagaraan Nagari Pauh Duo Nan Batigo mendapatkan hasil bahwa dalam penyaluran atau alokasi dana desa dan bantuan dana sosial yang diberikan kepada masyarakat belum tersalurkan atau teralokasi dengan baik. Karena ditemukan beberapa kasus dimana masyarakat merasa penerima bantuan tidak sesuai dengan kriteria yang seharusnya. Dan informasi tentang penerimaan bantuan dana sosial tersebut tidak tersampaikan kepada semua masyarakat, sehingga sebagian masyarakat merasa wali nagari tidak melakukan pengawasan yang baik terhadap penyaluran bantuan tersebut kepada masyarakat, sehingga dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Nagari. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bahwa tidak berjalannya tugas dan fungsi wali nagari sebagai pemimpin di pemerintahan daerah serta perangkat dan jajaran nagari lainnya yang seharusnya menjadi harapan masyarakat. KESIMPULAN Dari berbagai permasalahan yang ada, kepemimpinan Wali Nagari yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan Nagari dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang di pimpinnya. Wali Nagarai dan aparat nagari perlu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat nagari untuk menciptakan keharmonisan dan juga agar tidak timbul kesenjangan yang terlampau jauh antara dirinya dengan seluruh masyarakat. Dan juga dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, Wali Nagari tidak hanya sekedar memberi arahan untuk melaksanakan kegiatan, juga mendengarkan atau memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberi saran, pendapat atau bahkan kritik dalam kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di desanya. Wali Nagari selalu mendengarkan aspirasi mereka melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. REFERENSI Abdul Basyar. 2016. Pentingnya Peran Pemimpin Dalam Permasalahan Sosial. Banten. Hal. 5-8 Antoni, F, 2006. Pengaruh gaya kepemimpinan orientasi tugas dan orientasi hubungan terhadap motivasi kerja dan Dampaknya pada prestasi kerja pegawai pengadilan 116 | P a g e https://dinastirev.org/JIHHP, Vol. 3, No. 3, Mei. 2023 Tinggi tata usaha Negara Surabaya, (Tesis), Program Pascasarjana , Universitas 17 Agustus : Surabaya. Blanchard, Miller,2005. The secret-Rahasia Kepemimpinan, Jakarta, Elex Media Komputindo. Kartono , Kartini , 2001 . Pemimpin dan Kepemimpinan. Cetakan kesembilan, Jakarta: Raja Grafindo Persada . Karunia, S. 2018. Fungsi, Peran Mengidentifikasi Peran Kepemimpinan dari Berbagai Dimensi. Kosali Yani Ahmad, 2006. Fungsi kepemimpinan dalam penempatkan kerja karyawan pada PT. Tech Indonesia. Jurnal bismis Darmajaya, vol.02 No.01, Januari 2016 Majdi, 2014. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Jurnal vol 11 No.1, Jan -Jun 2014. Muchji, Moch dan B. Suko Priyono, 2011. Pengaruh gaya kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan yang Di moderasi gaya kepemimpinan Transformasional, Telaah managemen, Vol.1 Edisi 2, hal. 236-256. Nawawi, hadari dan Hadari, Martini .2003. kepemimpinan yang efektif Yogyakarta, Gadjah Mada university press, cetakan pertama. Nawawi, 2003 kepemimpinan Menggerakkan organisasi UGM Pr, Yogyakarta. Permadi, S.H., 2010. Pemimpin dan kepemimpinan dalam manajemen. PT rineka cipta, Jakarta: Permadi , S.H. Purbaya ghofer, 2016. Strategi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat: kasus penguasa kerupuk dan cemilan hasil laut di pantai Kenjeran lama Surabaya. Jurnal. Volume 1, No.1, Des 2016 Rechmany, 2006. Kepemimpinan dan kinerja. PT. Madia Global Edukasi, Jakarta 117 | P a g e