Raqib: Jurnal Studi Islam Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 ISSN: x-x | E-ISSN: x-x IJCCS. Vol. No. July x, pp. ISSN: 1978-1520 TIPOLOGI KEPEMIMPINAN ABU BAKAR ASH Ae SHIDDIQ TERHADAP NILAI Ae NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Abu Bakar Ash Ae Shiddiq's Leadership Typology On The Values Of Islamic Religious Educatio. Moh Safik Al Mubarok Universitas PTIQ Jakarta email: safikpele04@gmail. Arief Rahman Muhammad Universitas PTIQ Jakarta email: rahmanmuhammadarief16@gmail. Abstract Leadership is a matter of relationships and influence between the leader and those he leads. Leadership emerges and develops as a result of automatic interaction between the leader and the individuals being led. The aim of this research is to find out what the leadership of Abu Bakar Ash - Shiddiq was like and the values of Islamic religious education contained in his leadership. Abu Bakar Ash - Shiddiq was the first Caliph in the Khulafa al - Rasyidin and this was a gift and privilege given to him by Allah SWT, which was based on very strong faith, he had done a lot. was always ready to defend the Prophet on his missionary journey. As his defense of the Muslims. The interests of Rasulallah SAW took precedence over the interests of his own personality. Even in all situations, he always accompanied the Prophet SAW struggle. The perfection of his morals provides values of Islamic religious education that we should emulate, including. Assertiveness, courage, generosity, justice, honesty and authority. Keywords: Leadership. Values. Education. Islam. Abu Bakar Ash-Siddiq. Abstrak Kepemimipinan adalah masalah relasi dan pengaruh antara pemimipin dan yang dipimpinnya. Suatu kepemimpinan tersebut muncul dan berkembang sebuah hasil dari sebuah interaksi otomatis diantara pemimpin dan individu Ae individu yang dipimpin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sepak terjang kepemimpinan Abu Bakar Ash Ae Shiddiq dan nilai Ae nilai pendidikan Agama Islam yang terkandung di dalam kepemimpinannya. Abu Bakar Ash Ae Shiddiq merupakan seorang Khalifah pertama dalam Khulafa al Ae Rasyidin dan ini merupakan suatu anugerah dan keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya, yang dilandasi oleh keimanan yang sangat kokoh, telah banyak pula yang ia telah lakukan. Ia selalu siaga dalam membela Nabi dalam perjalanan dakwah. Sebagaimana pembelaannya terhadap kaum muslimin. Kepentingan Rasulullah SAW lebih diutamakan daripada kepentingan keperibadiannya sendiri. Bahkan dalam segala situasi, ia selalu mendampingi perjuangan Nabi SAW. Kesempurnaan akhlaknya tersebut memberikan nilai Ae nilai pendidikan agama Islam yang patut kita teladani yang Ketegasan, keberanian, kedermawanan, keadilan, kejujuran, dan kewibawaan. Kata kunci: Kepemimpinan. Nilai. Pendidikan. Agama Islam. Abu Bakar Ash- Shiddiq. PENDAHULUAN Kepemimpinan muncul bersama Ae bersama adanya peradaban manusia yaitu pada sejak zaman nabi Ae nabi dan para nenek moyang manusia. Sejak itulah terjadi kerjasama antara manusia dan antara unsur manusia. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain. Keberhasilan seorang pemimpin tergantung kepada kemampuannya untuk mempengaruhinya. 1 Dengan kata lain kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, melalui komunikasi yang baik secara langsung maupun tidak secara langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang Ae orang tersebut agar dengan sangat penuh pengertian, kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kehendak Kepemimpinan dalam Islam didasari oleh kepercayaan, serta menekankan pada ketulusan, integritas, dan kepedulian. Kepemimpinan dalam Islam berakar pada kepercayaan dan kesediaan untuk berserah diri kepada Allah SWT Yang Maha Pencipta. Semua kembali kepada menjalankan kehendak Allah SWT. Kepemimpinan Islam sudah menjadi fitrah bagi setiap manusia yang sekaligus motivasi kepemimipinan Islam. Manusia diamanati oleh Allah untuk menjadi khalifah Allah ( wakil Allah ) di muka bumi, yang bertugas merealisasikan misi sucinya sebagai pembawa rahmat bagi alam Konsep amanah yang diberikan kepada manusia sebagai khalifah fil ardi menempati posisi sentral dalam kepemimpinan Islam. Logislah bila konsep amanah kekhalifahan yang diberikan kepada manusia menuntut terjalinnya hubungan interaksi yang sebaik Ae baiknya antara manusia dengan pemberi amanah yaitu dengan mengerjakan semua perintah Allah menjauhi laranganNya, dan ikhlas menerima hukum Ae hukum atau ketentuannya. Pemimpin muslim yang sukses selalu berusaha untuk memperoleh pengetahuan praktis dan juga kompetensi untuk dapat diterapkan pada situasi yang tepat. Masyarakat biasanya akan mengikuti arahan pemimpin apabila mereka percaya bahwa pemimpin tersebut mengetahui apa yang dilakukannya. Di dalam Islam calon pemimpin didorong untuk memiliki berbagai karakter yang baik seperti : kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, keluhuran budi, pemahaman diri, kesediaan untuk berkonsultasi atau meminta pendapat orang lain, keadilan, kesederhanaan, dan bertanggung jawab. Pemilihan dan penetapan Abu Bakar sebagai seorang pemimipin dilakukan secara Pencalonannya dilakukan oleh Umar bin Khattab kemudian disetujui oleh semua umat Islam. Cara ini dilakukan karena Rasulullah SAW tidak menunjuk Dengan demikian, kenapa Abu Bakar dipilih menjadi pemimpin setelah Rasulullah wafat, dikarenakan Abu Bakar memiliki salah satu sifat utama yang akan senantiasa diingat ketika seseorang menyebutkan nama Ash Ae shidiq. Itulah sifat yang tidak akan pernah bisa dilepaskan dari dirinya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Abu Bakar merupakan sosok yang jujur dan memiliki keimanan yang kuat yang melekat pada dirinya. Implikasinya terhadap pendidikan agama Islam adalah pendidikan sangatlah penting adanya sifat kejujuran, dimana kejujuran seseorang pendidik itu dapat membentuk karakter siswa untuk lebih baik. Sebagai pemimpin sekaligus sebagai pendidik umat, kepemimpinan Abu Bakar banyak mengandung nilai Ae nilai pendidikan antara lain kejujuran, keberanian, dan lain sebagainya. Hal ini terlihat ketika pidato pertamanya setelah diangkat menjadi khalifah berbunyi: Aku diangkat menjadi pemimpin kalian, bukan berarti aku orang yang terbaik dari Kalau aku memimpin dengan baik, bantulah aku. Jika aku salah, maka hendaklah kalian meluruskanku. Kejujuran adalah amanat dan kebohongan adalah khianat. Orang lemah diantara kalian adalah orang kuat menurut pandanganku sampai aku menunaikan apa yang menjadi haknya. Orang kuat diantara kalian adalah orang lemah menurut pandanganku hingga kau mengambil hak darinya. Kartini Kartono. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: PT Gerafindho Jakarta Pres, 2001. Panji Anoraga. Psikologi Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta, 2001. Fuad Mohd Facrhudin. Perkembangan Kebudayaan Islam. Jakarta : Bulan Bintang, 1995. Sa'id Musa. Tokoh - tokoh Islam sepanjang Masa. Jakarta: Ciputat Pres, 1999. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 75 Gaya pidato kepemimpinan yang dilakukan Abu Bakar Ash Ae Shiddiq tersebut memiliki implikasi terhadap pendidikan agama Islam, bahwa para pendidik yang berfungsi sebagai pemimpin hendaklah bersikap jujur terhadap anak didiknya. Maka guru yang jujur adalah salah satu alternatif yang sangat baik dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan Islam. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, motode kualitatif diterapkan dengan menggunakan kajian yang bersifat menyeluruh, mendalam, eksploratif sehinga berpeluang melahirkan temuan baru terkait nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam gaya kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash-Sidiq. Jenis penelitian adalah studi sejarah, referensi berupa buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang membahas sejarah kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shidiq berupaya ditelaah secara mendalam melalui kajian pustaka. BIOGRAFI ABU BAKAR Abu Bakar dari kabilah Taim bin Murrah bin KaAob. Nasabnya bertemu dengan nabi pada Adnan. Setiap kabilah yang tinggal di Mekkah punya keistimewaan tersendiri, yakni ada tidaknya hubungannya dengan sesuatu jabatan di KaAobah. Untuk Bani Taim bin Murrah menyusun masalah diat ( tebusan darah ) dan segala macam ganti rugi. Pada zaman jahiliah masalah penebusan darah ini di tangan Abu Bakar tatkala posisinya cukup kuat, dan dia juga memimpin kabilahnya. Oleh karena itu bila ia harus menanggung sesuatu tebusan dan ia meminta bantuan Quraisy, mereka pun percaya dan mau memberikan tebusan itu, yang tak akan dipenuhi sekiranya orang lain yang Abu Bakar bernama Abdullah ibnu Abi Quhaifah At Ae Tamimi. Abu Quhaifah nama sebenarnya Usman bin Amir, ibu Abu Bakar disebut Ummul Khair, sebenarnya bernama Salma binti Sakhr bin Amir. Di masa jahiliah bernama Abdul KaAobah, lalu ditukar oleh Nabi menjadi Abdullah Kuniahnya Abu Bakar. Beliau diberi kuniyah Abu Bakar karna dia mula Ae mula sekali masuk Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa tadinya ia bernama Atiq. Dinisbahkan pada nama KaAobah yang lain, yakni al Ae Baitul AoAtiq atau AuRumah PurbaAy. Kata Atiq berarti juga Auyang dibebaskan karena dari pihak ibunya tak pernah ada anak laki Ae laki yang hidup. Lalu ibunya bernazar jika ia melahirkan anak laki Ae laki akan diberi nama Abdul KaAobah dan akan disedekahkan kepada KaAobah. Sesudah Abu Bakar hidup dan menjadi besar, ia diberi nama Atiq, seolah ia telah dibebaskan dari maut. Gelarnya as-shiddiq yang berarti amat membenarkan. Beliau digelari as-shiddiq, karena amat segera membenarkan Rasul dalam berbagai macam peristiwa, terutama peristiwa IsraAo dan MiAoraj. Semasa kecil Abu Bakar hidup seperti umumnya anak Ae anak di Mekkah. Dalam usia muda ia kawin dengan Qutailah binti Abdul uzza. Dari perkawinan ini lahir Abdullah dan Asma. Asma inilah yang dijuluki Zatun Nitaqain. Sesudah dengan Qutailah ia kawin lagi dengan Umm Rauman binti Amir bin Uwaimir. Dari perkawinan ini lahir AbdurRahman dan Aisyah. Kemudian di Madinah ia kawin dengan Habibah binti Kharijah, setelah itu dengan Asma binti Umais yang melahirkan Muhammad. Di masa jahiliah beliau terkenal sebagai orang yang jujur dan berhati suci. Tatkala agama Islam datang segeralah dianutnya, kemudian ikut menyiarkan dan Dalam mengembangkan dan menyiarkannya agama Islam beliau Muhammad Husain Haikal. Khalifah Rasulallah Abu Bakar Ash - Shiddiq. Solo: CV. Pustaka Mantiq, 1994. Muhammad Ali Ash Shalibi. Biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 76 mendapat hasil yang baik. Banyak pahlawan Islam menganut agama Islam atas usaha dan seruan Abu Bakar. Dan beliau juga ikut bersama Nabi hijrah ke Madinah, bersembunyi di gua Tsur, pada malam permulaan hijrah sebelum melanjutkan perjalanan, ini menandakan keeratan hubungan mereka berdua. Abu Bakar dengan kejujuran dan kesucian hatinya, maka dia dapat mendalami jiwa dan semangat Islam lebih dari yang didapat para muslim yang lainnya. 7 kualitas pribadi dan keyakinannya yang kokoh terhadap Nabi Muhammad, menjadikannya figur yang paling menarik pada masa awal Islam. Ia memiliki watak yang lebih kuat dan dinamis daripada yang disebutkan dalam berbagai riwayat. secara fisik ia diriwayatkan berkulit cerah, berperawakan sedang dan berwajah mungil, ia mengecat janggutnya dan berjalan Abu Bakar juga berperangai sangat lembut dan sikapnya tenang sekali. Tak mudah ia terdorong oleh hawa nafsu, pandangannya jernih serta memiliki pikiran yang tajam. PENGERTIAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM Nilai atau value . ahasa inggri. atau valere . ahasa lati. berarti berguna, mampu, berdaya, berlaku dan kuat. Nilai adalah kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu dapat disukai. Diinginkan, berguna, dihargai dan dapat menjadi objek kepentingan. Menurut Steeman Aunilai adalah yang memberi makna pada hidupAy. Nilai adalah sesuatu yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan sesorang. Nilai adalah suatu keyakinan yang membuat sesorang bertindak atas dasar pilihannya. Jadi nilai adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia sebagai acuan tingkah Bagi manusia nilai dijadikan landasan, alasan atau motivasi dalam menetapkan Dalam realita, nilai Ae nilai itu dijabarkan dalam bentuk kaidah atau norma atau ukuran sehingga merupakan perintah, anjuran, himbauan, kebenaran, kebaikan, dan nilai kegunaan merupakan nilai Ae nilai yang diperintahkan, dianjurkan atau Pengertian pendidikan menurut bahasa sebagaimana dikutip oleh Abudin Nata, kata pendidikan berasal dari kata AudidikAy yang mendapat awalan pen dan akhiran an. Kata tersebut sebagaimana dijelaskan dalam kamus Umum Bahasa Indonesia adalah perbuatan . al, cara dan sebagainy. Pendidikan adalah proses membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak didik agar menjadi manusia dewasa sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Adapun menurut hasil rumusan pendidikan Islam se-Indonesia tahun 1960, memberikan pengertian pendidikan Islam: Ausebagai bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. Istilah membimbing, mengarahkan, mengasuh, mengajarkan, atau melihat mengandung pengertian usaha mempengaruhi jiwa anak didik melalui proses setingkat demi setingkat menuju tujuan yang ditetapkan, yaitu menanamkan taqwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran sehingga terbentuklah manusia yang berpribadi dan berbudi luhur sesuai ajaran IslamAy. Penjelasan mengenai pengertian pendidikan Islam sebagai mana dipaparkan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam dapat diartikan sebagai sebuah Syalibi. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Khusna, 1983. Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005. Sjarkawi. Pembentukan Kepribadian Anak. Peran Moral Intelektual. Emosional, dan Sosial Sebagai Wujud Integritas Jati Diri. Jakarta: Op. Cit, 2008. Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 1991. Muzayyin Arifin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2010. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 77 proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia Ae manusia yang seutuhnya, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mampu mewujudkan eksistensinya sebagai hamba Allah SWT di muka bumi ini, yang berdasarkan ajaran al Ae QurAoan dan as Ae Sunnah, maka maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insan Ae insan kamil setelah proses pendidikan berakhir. Menurut undang Ae undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa: pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, agama, bangsa, dan Adapun nilai Ae nilai dalam Islam mengandung dua kategori dilihat dari segi normatif, yaitu baik dan buruk serta benar dan salah. Dalam pendidikan Islam terdapat bermacam Ae macam nilai Islam yang mendukung dalam pelaksanaan pendidikan bahkan menjadi sesuatu rangkaian atau sistem di Nilai tersebut menjadi dasar pengembangan jiwa seseorang sehingga bisa memberi hasil yang baik baginya dan masyarakat luas. Dengan menanamkan nilai Ae nilai pendidikan keimanan, ibadah, dan akhlak mulia, diharapkan setiap orang kehidupannya menjadi terarah baik di dunia maupun di akhirat. Dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan Islam adalah sifat atau hal Ae hal yang melekat pada pendidikan Islam yang digunakan sebagai dasar kehidupan manusia untuk mencapai tujuan hidup manusia yaitu mengabdi kepada Allah SWT. DASAR-DASAR NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Yang dimaksud dengan dasar pendidikan adalah pandangan hidup yang mendasari seluruh aktivitas pendidikan. Karena dasar menyangkut masalah ideal dan fundamental, maka diperlukan landasan pandangan hidup yang kokoh dan komprehensif, serta tidak mudah berubah. Hal ini karena telah diyakini memiliki kebenaran yang telah teruji oleh sejarah. Kalau nilai Ae nilai sebagai pandangan hidup yang dijadikan dasar pendidikan bersifat relatif dan temporal maka pendidikan akan mudah terombang ambing oleh kepentingan dan tuntunan yang bersifat teknis dan Adapun dasar Ae dasar nilai pendidikan Islam antara lain : Al Ae QurAoan Secara etimologi al Ae QurAoan berasal dari kata QaraAoa. QiraAoatan atau QurAoanan, yang berarti mengumpulkan . l Ae JamAo. dan menghimpun . l Ae dhamm. huruf Ae huruf serta kata Ae kata dari satu bagian ke bagian yang lain secara tertatur. Muhammad Salim Muhsin mendefinisikan al Ae QurAoan dengan: AuFirman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tertulis dalam mushaf Ae mushaf dan diriwayatkan kepada kita dengan jalan yang mutawatir dan membacanya dinilai ibadah serta sebagai penentang . agi yang tidak percay. walaupun surat terpendek. Sedang Muhammad Abduh mendefenisikan dengan: AuKalam mulia yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW, ajarannya mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan. Dapat dipahami bahwa al Ae QurAoan adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab yang jelas untuk menjelaskan jalan hidup yang bermaslahat bagi umat manusia di dunia dan di akhirat. Al Ae QurAoan juga dijadikan sebagai sumber pendidikan Islam yang pertama dan utama karena memiliki nilai absolut yang diturunkan dari Allah. Kemudian Allah menciptakan manusia dan Dia pula yang mendidik manusia yang mana isi Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 78 pendidikan itu telah termaktub dalam wahyu-Nya. Tidak satupun persoalan, termasuk persoalan pendidikan yang luput dari jangkauan al Ae QurAoan. Adapun Ayat yang menjelaskan tentang pendidikan yaitu, sebagaimana firman Allah: e AaeE a aI UI a eIaEaEa eI aI Aa acA e ca Aa eO aN A A aI eIA a AaO aI aI eI a ac s AaO ea eA a AIa AaO eE aEA a A aO aeE aiO s O aacO ae a aIA aAOs a acI aEO aa aN eI Oae aa eOIA e AA Dan Tiadalah bintang Ae bintang yang ada di bumi dan burung Ae burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat . seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al Ae Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka ( Q. Al Ae AnAoam:38 ) As Ae Sunnah Dasar yang kedua setelah Al Ae QurAoan adalah as Ae Sunnah. Pengertian as Ae Sunnah menurut para ulama hadis adalah segala sesuatu dari Nabi Muhammad SAW dalam kapasitas beliau sebagai imam yang memberi petunjuk dan penuntun yang memberikan nasehat, yang diberitakan oleh Allah SWT sebagai teladan dan figur bagi kita. Sehingga mereka mengambil segala sesuatu yang berkenaan dengan nabi baik berupa tingkah laku, pembawaan, sabda perbuatan beliau, baik membawa konsekuensi hukum syara atau tidak. Telah kita ketahui bersama bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW salah satunya untuk memperbaiki moral atau akhlak manusia, sebagaimana sabdanya: AuSesungguhnya aku diutus tiada lain adalah untuk menyempurnakan akhlakAy. (HR. Musli. As Ae Sunnah menurut pengertian bahasa berarti teradisi yang biasa dilakukan atau jalan yang dilalui . t Ae thariqah al Ae masluka. baik yang terpuji maupun yang tidak. As Ae Sunnah adalah Ausegala sesuatu dinukilkan kepada Nabi Muhammad SAW berikut berupa perkataan, perbuatan, taqrir nya ataupun selain dari itu. Termasuk perkataan, perbuatan dan ketetapannya adalah sifat Aesifat atau keadaan dan cita Aecita Nabi Muhammad SAW. Ijtihad Ijtihad adalah mengeluarkan . hukum Ae hukum yang tidak terdapat nash al Ae QurAoan dan sunnah yang jelas tentangnya. 13 Menurut Zakiyah Daradjat, ijtihad ialah istilah para fuqaha, yaitu berfikir dengan menggunakan seluruh ilmu yang dimiliki oleh ilmuwan syariat Islam untuk menetapkan atau menentukan suatu syariat Islam dalam hal Ae hal yang ternyata belum ditegaskan hukumnya oleh al Ae QurAoan as Ae Sunnah. Ijtihad dalam hal ini dapat meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan, tapi tetap berpedoman pada al Ae QurAoan dan sunnah. Ijtihad adalah usaha yang dilakukan oleh para ulama . untuk menetapkan atau menentukan suatu hukum syariat Islam terhadap hal Ae hal yang ternyata belum ditegaskan hukumnya oleh al Ae QurAoan dan sunnah. Hal ini sejalan dengan pendapat Zakiyah Daradjat bahwa Aulandasan pendidikan Islam itu terdiri dari al Ae QurAoan dan sunnah Nabi yang dapat dikembangkan dengan Ay Ijtihad di bidang pendidikan semakin dibutuhkan, sebab ajaran yang terdapat dalam al Ae QurAoan dan sunnah hanya sebatas pokok Ae pokok dan prinsip Ae Bila diperinci, maka perincian itu sekedar contoh dalam menerapkan yang prinsip itu karena sejak diturunkan sampai Nabi Muhammad SAW wafat. Abdul Mujib. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008. Abu Abdillah. Argumen Alusunnah Waljama'ah. Jakarta: Pustaka'awun, 2011. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 79 ajaran Islam telah tumbuh dan berkembang melalui ijtihad yang seirama dengan tuntunan perkembangan zaman. Dalam hal ini pemikiran para filsafat, pemimipin dan intelektual muslim yang berijtihad dalam bidang pendidikan menjadi referensi . pengembangan pendidikan Islam. Hasil pemikiran itu baik dalam bidang filsafat, ilmu pengetahuan, fikih Islam, sosial budaya, pendidikan, dan sebagainya menyatu sehingga membentuk suatu pemikiran dan konsepsi komprehensif yang saling menunjang khususnya bagi bidang pendidikan Islam. Dalam usaha modernisasi pendidikan Islam, pemikiran dalam kalangan intelektual pembaharu yang dapat dijadikan referensi bagi pengembangan pendidikan Islam. TUJUAN MENGGALI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Persoalan pendidikan adalah persoalan yang menyangkut hidup dan kehidupan manusia yang senantiasa terus berproses dalam perkembangan kehidupannya. Diantara persoalan pendidikan yang cukup penting dan mendasar adalah mengenai tujuan menggali nilai pendidikan. Tujuan menggali nilai pendidikan termasuk masalah sentral dalam pendidikan, sebab tanpa perumusan yang bertujuan menggali nilai Ae nilai pendidikan yang baik maka perbuatan mendidik bisa menjadi tidak jelas, tanpa arah yang baik. Oleh karenanya, masalah tujuan menggali nilai pendidikan menjadi inti dan dasar yang sangat penting dalam menentukan isi dan arah pendidikan yang diberikan. Tujuan adalah suatu sasaran yang akan dicapai oleh sesorang atau sekelompok orang yang melakukan sesuatu kegiatan. Karena itu tujuan pendidikan agama Islam yaitu sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakan pendidikan agama Islam. 14 Sebagai suatu kegiatan terencana, pendidikan Islam memiliki kejelasan tujuan yang hendak dicapai. Banyak dari para ahli yang mengkaji dengan sungguh Ae sungguh apa yang menjadi tujuan pendidikan Hal ini bisa dimengerti karena tujuan pendidikan mempunyai kedudukan yang amat penting. Menurut Omar al Ae Toumy al Ae Syaibani bahwa tujuan menggali nilai pendidikan Islam adalah untuk mempertinggi nilai Ae nilai akhlak hingga mencapai tingkat al Ae akhlak al Ae karimah. Tujuan ini sejalan dengan tujuan yang akan dicapai oleh misi kenabian, yaitu membimbing manusia agar berakhlak mulia. Kemudian akhlak mulia dimaksud, diharapkan tercermin tingkah laku individu dalam hubungan dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia serta lingkungannya. Menurut Ibnu Khaldun sebagaimana dikutip oleh Muhammad AAothiyah al Ae Abrasyi, tujuan menggali pendidikan agama Islam adalah: Membentuk hamba Ae hamba Allah SWT yang dapat melaksanakan kewajiban Ae kewajibannya kepada Allah SWT. Membenttuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk kehidupan yang lebih layak dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan dan dipahami bahwa tujuan pendidikan agama Islam, yaitu merupakan penggambaran nilai Ae nilai Islam yang hendak diwujudkan dalam pribadi manusia didik pada akhir dari proses tersebut. Dengan kata lain perwujudan nilai Aenilai Islam dalam pribadi peserta didik guna mewujudkan pribadi yang beriman, bertaqwa dan berilmu. Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 1991. Jalaludin. Teologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perasada, 2002. Armai Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Ciputat Pres. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 80 IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KHALIFAH ABU BAKAR ASH Ae SHIDDIQ TERHADAP NILAI Ae NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ketegasan dalam Mendidik Mendidik anak, idealnya harus sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW begitu pun teladan dari khalifah Abu Bakar Ash Ae Shiddiq yang telah mengajarkan kita tentang penerapan sikap tegas dalam menjalankan kedisiplinan. Dalam kegiatan pembelajaran, pendidikan terkadang perlu menunjukkan kelembutan, namun sewaktu Ae waktu pula dibutuhkan ketegasan dalam sikapnya. Dalam Al Ae QurAoan surat An Ae Nahl: 125 Allah SWT berfirman yang artinya: AuSerulah (Manuis. kepada jalan Tuhan Ae mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (QS. An Ae Nahl:. Ketegasan sikap dan tindakan dalam mendidik anak sangat diperlukan karena berpengaruh besar terhadap sikap, perilaku dan kebiasaan anak didik Tegas bukan berarti keras atau galak, tetapi mampu menyeimbangkan antara kasih sayang dan kedisiplinan bagi anak. Ketegasan berarti sikap dan tindakan yang menerapkan kedisiplinan, dengan menegakkan aturan yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak didik itu sendiri. Cara ini perlu digunakan untuk mendidik anak agar mengenal arti tanggung jawab dan disiplin sejak usia dini. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah seorang siswa dapat berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan mengajarkannya. Sikap teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dan didengar serta dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati sanubarinya dan dampaknya kadang Ae kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Sikap dan perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pendisiplinan siswa di sekolah. Adapun usaha Ae usaha yang merupakan proses untuk meningkatkan kedisiplinan diantaranya: kesadaran diri, loyalitas dan ketaatan, keteladanan, penegakkan hukum, lingkungan yang disiplinan. Keberanian dalam Mendidik Pada umumnya pendidikan bertujuan untuk mewujudkan manusia yang berbudi pekerti yang baik, cerdas, dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak serta mampu memecahkan persoalan hidup dan kehidupan yang Dengan kata lain pendidikan memberikan bekal kepada generasi agar dapat hidup mandiri tanpa membebani kepada orang lain di sekitarnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dalam pendidikan sangat dibutuhkan adanya sikap keberanian. Keberanian dalam pendidikan maksudnya adalah keberanian dalam melakukan tindakan Ae tindakan yang baik dalam pendidikan. Dalam hal ini pendidikan mempunyai kewajiban untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak didik. Rasa percaya diri pada anak didik perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak awal mengenal pendidikan, karena dengan memiliki rasa percaya diri anak didik berani untuk mengungkapkan dan mengutarakan pendapat mereka mengenai pendidikan yang diterimanya. Adapuyn keberanian seorang guru yaitu ketika ia berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. Ia senantiasa untuk mencoba hal Ae hal baru. Dalam konteks pembelajaran, guru yang kreatif akan membuka diri pada bentuk dan model Ae model pembelajaran yang baru. Ia akan menganalisis apakah metode baru tersebut dapat membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, jika tidak, ia akan mencari metode lain apa yang harus Tulus Tu'u. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Belajar. Jakarta: Gramedia, 2004. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 81 digunakan. Dengan kata lain ia berani melakukan eksperimen atau uji coba. Apakah itu uji coba model Ae model pembelajaran atau pun pola komunikasi dengan siswa. Intinya uji coba keberanian ini dibutuhkan untuk membuka hal Ae hal baru yang positif, guna meningkatkan kemampuan dan kapabilitas dirinya sebagai guru. Kedermawanan dalam Mendidik Sebagai seorang guru patut meneladani sikap kedermawanan sang Khalifah. Guru yang dermawan tidak akan menganggap tugasnya tersebut sebagai kewajiban semata yang harus dilaksanakan, melainkan sebuah ruang di mana ia bisa memberikan yang terbaik dari dirinya berdasarkan semangat Guru yang dermawan selalu mengajar dengan hati, penuh dengan ketulusan dan kepedulian. Guru yang dermawan akan menjadi sosok yang jujur, sabar dan kerja keras dalam menerima benih, lalu menumbuhkan sesuai dengan potensinya sehingga menjadi bermanfaat bagi pihak lain. Guru yang mendalami dan menerapkan nilai kedermawanan, senantiasa bertujuan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT. Visi dan misinya sangat jauh ke depan, tidak sebatas hanya sampai akhir kehidupan dunia saja, tapi sampai kehidupan akhirat. Ia menyadari betul bahwa segala kreativitas dan pengabdiannya akan dibalas oleh Allah SWT dengan yang setimpal. Oleh karena itu, prinsip kerja yang diembannya adalah mengerjakan sesuatu yang pamrih, semata Ae mata hanya mengharap ridha Allah SWT. Keadilan dalam Mendidik Dalam mendidik sikap keadilan sangat penting sekali dimiliki seorang pendidik, karena pendidik merupakan salah satu pilar penegak keadilan. Maka, menjadi pendidik yang adil adalah sebuah keniscayaan. Agar dapat menjadi pendidik yang adil, maka tiga hakikat keadilan sebagaimana yang tersebut harus diimplementasikan dalam proses pembelajaran dengan anak didik. Yang mana tiga hakikat keadilan tersebut diantaranya: Perlakuan yang sama Pembelajaran harus mampu memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik secara adil dan merata . idak diskriminati. , sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Keadilan dalam pembelajaran merupakan kewajiban guru dalam pembelajaran, dan hak peserta didik untuk memperoleh pembelajaran yang maksimal dari seorang Untuk menjadi guru yang adil, maka langkah pertama adalah memberikan pembelajaran kepada seluruh siswa tanpa kecuali dengan kualitas yang sama. Adil dalam keseimbangan Proses pembelajaran bertujuan menghasilkan output yang sebaik Ae Siapapun anak didik yang terlibat dalam proses pembelajaran diharapkan menjadi lulusan yang berkualitas. Dalam konteks inilah, adil dalam keseimbangan dapat diterapkan oleh guru yang ingin menjadi guru yang adil. Anak didik tidak mempunyai kecerdasan yang sama, masing Ae masing dari mereka memiliki tingkat kecerdasan dan daya tangkap yang Bahkan diantara mereka ada anak yang tergolong berkebutuhan Terhadap mereka, tentu guru harus memberikan Auperlakuan khususAy kepada anak didik yang mempunyai daya tangkap dan kecerdasan rendah, siapapun yang ingin menjadi guru yang adil maka ia harus memberikan Rudiana. Karakter Guru Menyenangkan Berbasis Ramah Otak. Bandung: Smile's Indonesia Institut, 2012. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. remaja Rosda Karya, 2011. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 82 perhatian lebih dan memberikan pembelajaran dengan intensitas dan kualitas yang lebih pula. Adil dalam hak Ae hak individu Anak didik diciptakan Allah dengan segala keberbedaan antara satu dengan yang lainnya. Mereka mempunyai potensi, bakat, minat dan kecenderungan yang berbeda. Tentu saja dalam konteks ini, hak Ae hak yang harus mereka dapatkan menjadi berbeda. Oleh karenanya, guru harus dapat memfasilitasi segala keberbedaan yang dimiliki anak didik. Dengan memberikan fasilitas yang memadai maka anak didik akan berkembang sesuai dengan potensi, bakat, minat dan kecenderungan mereka. Apabila dalam mengarahkannya tidak sesuai dengan potensi, bakat, minat dan kecendrungan anak didik, maka itu merupakan tindakan memaksakan kehendak dan tindakan ketidakadilan. Kejujuran dalam Mendidik Sikap kejujuran seorang Abu Bakar Ash Ae Shiddiq dapat diimplementasikan dalam pendidikan. Pendidikan memberikan pengaruh yang sangat kuat pada karakter siswanya. Karakter terpenting yang harus diberikan pada siswa sebagai bekal kehidupannya kelak adalah kejujuran. Jujur adalah suatu karakter yang berarti berani menyatakan keyakinan pribadi, menunjukkan siapa dirinya. Kejujuran tercermin pada perilaku yang diikuti dengan hati yang lurus . , berbicara sesuai dengan kenyataan, berbuat sesuai bukti dan kebenaran. Dengan demikian kejujuran menjadikan salah satu unsur kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta kepribadian. Kejujuran adalah investasi sosial yang harus dimiliki dan ditulari oleh guru untuk menimbulkan kepercayaan dari murid, orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu, kejujuran harus menjadi senjata yang paling ampuh bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya sehingga nilai Ae nilai kejujuran itu dapat ditanamkan dalam diri siswa atau peserta didik. Dlam pembelajaran membutuhkan contoh secara langsung bagi anak atau siswa, dan apabila di sekolah contoh tersebut adalah para guru pembimbing. Tidak mungkin anak akan jujur apabila dalam diri para pengajar terdapat sifat ketidakjujuran yang nantinya baik langsung ataupun tidak langsung akan berpengaruh pada anak didik. Dapat dipahami kejujuran itu tidak hanya bagi guru saja yang notabenenya berperan langsung dengan siswa semua unsur aktivitas akademik mulai dari kepala sekolah yang merupakan leader dari segala keputusan dan kebijakan sampai pada cleaning service. Dan dapat dikatakan bahwa kejujuran itu meliputi atau menyelimuti semua sistem yang ada. Kewibawaan dalam Mendidik Salah satu aspek keefektifan kinerja seorang guru adalah unsur kewibawaan dan profesional. Kewibawaan merupakan syarat bagi terjadinya interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang bersifat pedagogis dalam proses pendidikan. Kewibawaan sangat diperlukan dalam berbagai bentuk interaksi seseorang yang mengandung aspek saling mempengaruhi dalam kehidupan keluarga, kepemimipinan, pendidikan, manajemen, jasa dan organisasi. Dalam hubungan ini para guru memerlukan kewibawaan dalam interaksi dengan siswa yang menjadi peserta didiknya untuk melaksanakan fungsi profesinya secara efektif. Para pendidik memerlukan kewibawaan dalam interaksi dengan peserta didik dalam melaksanakan fungsi Ae fungsi kependidikannya. Banyak faktor yang mempengaruhi kewibawaan seseorang. Secara umum ada empat unsur yang Syed Muhammad Naquib al Attas. Konsep Pendidikan Dalam Islam. Bandung: Mizan, 1980. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 83 ikut menentukan kewibawaan seseorang, diantaranya: Memiliki keunggulan, memiliki rasa percaya diri, ketepatan dalam pengambilan keputusan, tanggung jawab atas keputusan yang telah diambilnya. Kewibawaan seorang guru erat sekali kaitannya dengan kepribadian secara keseluruhan, karena kualitas kepribadian banyak ditentukan oleh kewibawaan yang ditampilkannya. Kewibawaan ini sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan . alam keluarga, masyarakat, organisasi, dan lain sebagainy. , agar dapat mewujudkan dirinya secara tepat sesuai dengan tugas dan peranannya. Penampilan kewibawaan ini sangat terkait dengan peran Ae peran dimana dan kapan guru itu berada, seperti dalam menerima siswa, berhadapan dengan orang tua, pergaulan dengan rekan guru, berhadapan dengan atasan dan mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. KESIMPULAN Dari uraian diatas, saya mengambil beberapa kesimpulan yang perlu diungkapkan. Diantara kesimpulan Ae kesimpulan yang dikemukakan dan implementasi nilai Ae nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalam kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash Ae Shiddiq diantaranya: Ketegasan Abu Bakar berimplementasi terhadap pendidikan. Ketegasan sikap dan tindakan dalam mendidik anak sangat diperlukan karena berpengaruh besar terhadap sikap dan tindakan anak didik kelak. Dan ketegasan berarti sikap dan tindakan yang menerapkan kedisiplinan, dengan menegakkan aturan yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak didik itu sendiri. Sikap keberanian Abu Bakar Ash Ae Shiddiq dapat diimplementasikan dalam Keberanian seorang guru yaitu ketia ia berani menghadapi tantangan baru dan bersedia dalam menghadapi resiko kegagalan. Dan dalam konteks pembelajaran, guru yang kreatif akan membuka diri pada bentuk dan model Ae model pembelajaran yang baru. Menjadi sorang guru yang dermawan tidak akan menganggap tugasnya tersebut sebagai kewajiban semata yang harus dilaksanakan, melainkan sebuah ruang dimana ia bisa memberikan yang terbaik dari dirinya berdasarkan semangat Pembelajaran harus mampu memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik secara adil dan merata . idak diskriminati. , sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Keadilan dalam pembelajaran merupakan kewajiban guru dalam pembelajaran. Pendidik memberikan pengaruh yang kuat pada karakter siswanya. Karakter terpenting yang harus diberikan pada siswa sebagai bekal kehidupannya kelak adalah kejujuran. Kejujuran adalah investasi sosial yang harus dimiliki dan ditulari oleh guru untuk menimbulkan kepercayaan dari murid, orang tua dan Abu Bakar Ash Ae Shiddiq telah menjadi suri teladan bagi seorang pendidik. Bahwa salah satu aspek keefektifan kinerja seorang guru adalah unsur kewibawaan dan Adapun faktor yang mempengaruhi kewibawaan seorang pendidik yaitu keunggulan penguasaan akademik, memiliki rasa percaya diri, ketepatan dalam pengambilan keputusan dan tanggung jawab atas keputusan yang telah diambilnya. DAFTAR PUSTAKA