Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA KELAS 5 SETELAH MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN GAME MAINTENANCE OF DENTAL AND ORAL HYGIENE AMONG 5TH GRADE STUDENTS AFTER USING GAME BOARD MEDIA Moh. Rojil Ghufron1. Ida Chairanna MahirawatieA. Kusuma Astuti N. 1,2,3 Poltekkes Kemenkes Surabaya. Jawa Timur. Indonesia . mail penulis korespondensi:ghufronrojil5@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada anak Sekolah Dasar menyebabkan tingginya debris indeks yang berpotensi membentuk plak, sehingga dibutuhkan metode edukasi yang efektif seperti penggunaan media papan game untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 5 terkait tingginya debris indeks setelah menggunakan media papan game. Metode: Instrumen yang digunakan adalah lembar kusioner yang berisi pertanyaan untuk menilai tingkat pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut siswa. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi hasil kusioner yang telah diisi siswa kemudian disajikan dalam bentuk tabel untuk menggambarkan kondisi pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 5 di SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan yang berjumlah 40 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 5 setelah meggunakan media papan game dalam kategori baik dengan rata-rata sebesar . ,6%). Presentase ini mencakup tentang waktu menyikat gigi yang benar . %), tentang cara memilih dan merawat sikat gigi . %), tentang pola makan yang baik . %), tentang periksa gigi secara rutin . %), tentang cara menyikat gigi yang benar . %). Kesimpulan: Penggunaan media papan game berhasil meningkatkan pengetahuan siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang berada dalam kategori baik dengan nilai 87,6%. Media papan game terbukti sebagai metode edukasi yang membantu meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kata kunci : Media Papan Game. Kebersihan Gigi dan Mulut. Penyuluhan. ABSTRACT Background: Lack of knowledge about maintaining dental and oral hygiene in elementary school children causes a high debris index that has the potential to form plaque, so an effective educational method is needed such as the use of board game media to increase children's awareness and behavior in maintaining dental and oral hygiene. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about maintaining dental and oral hygiene of grade 5 students related to the high debris index after using board game media. Methods: The instrument used was a questionnaire sheet containing questions to assess the level of dental and oral hygiene maintenance of students. This study is descriptive by calculating the frequency distribution of the questionnaire results that have been filled in by students and then presented in table form to describe the condition of dental and oral hygiene maintenance of grade 5 students at SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan totaling 40 people. Results: The results of the study showed that knowledge of dental and oral hygiene maintenance of grade 5 students after using board game media was in the good category with an average of . 6%). This percentage includes the correct time to brush your teeth . %), how to choose and care for a toothbrush . %), good eating habits . %), regular dental check-ups . %), and the correct way to brush your teeth . %). Conclusion: The use of board game media has succeeded in increasing the knowledge of 5th grade students of SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan about maintaining dental and oral hygiene which is in the good category with a score of 87. Board game media has been proven to be an educational method that helps increase students' awareness in maintaining dental and oral hygiene. Keywords : Media Board Game. Oral Hygiene. Counseling. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak Sekolah Dasar sangat penting pada pencegahan pertumbuhan debris indeks. Debris indeks yang buruk terjadi dikarenakan anak kurang dalam memelihara kebersihan gigi dan mulut, salah satu langkah untuk memelihara kebersihan gigi dan mulut adalah menggosok gigi. Hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Tahun 2018 anak Sekolah Dasar yang memiliki masalah debris indeks buruk sebesar 57,6%. Umur 10-14 tahun di antara mereka mendapat kontrol debris sebanyak 2,8% Sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi dikenal sebagai debris dapat dihilangkan melalui menyikat gigi dan penggunaan benang gigi. Debris ini akan terlarut dalam air liur dan membentuk lapisan plak, partikel sisa ini mengandung bakteri yang tumbuh dalam matriks yang terbentuk dan melekat pada permukaan gigi. Secara alami, partikel sisa ini dapat dihilangkan oleh aliran air liur dan gerakan otot-otot mulut selama proses mengunyah makanan, seperti buah-buahan yang kaya serat dan memiliki kandungan air tinggi. Penumpukan debris yang semakin parah dapat menyebabkan berbagai masalah pada rongga mulut seperti karies gigi, pembentukan kalkulus, halitosis, radang gusi, serta infeksi serius lainnya di rongga mulut seperti abses, kista, dan bahkan kanker mulut. Karena debris gigi tidak terlihat secara langsung, diperlukan mendeteksinya. Kontrol debris melibatkan pembersihan dan penghilangan sisa-sisa pada permukaan gigi dan gingiva untuk mencegah penumpukan. Metode mekanis dianggap sebagai cara paling efektif dalam membersihkan debris, termasuk pemanfaatan sikat gigi, benang gigi, dan alat pembersih gigi. Proses ini dikenal sebagai oral physiotherapy yang mencakup pembersihan gigi dan gusi dari sisa makanan, material putih, kotoran, serta stimulasi pada gusi. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut melalui aktivitas menyikat gigi adalah metode yang efektif untuk membesihkan sisa-sisa Efektivitas dari menyikat gigi ini mendapat pengaruh oleh beberapa faktor mencakup metode menyikat gigi, lama waktu menyikat, jenis dan bentuk sikat gigi, serta Saat ini, terdapat berbagai macam sikat gigi yang tersedia di pasaran, yang bervariasi dalam ukuran, bentuk, tekstur, dan desain bulu sikat. Pengembangan media edukasi yang mudah diakses dan menyenangkan untuk pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut menjadi penting. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui permainan berbasis edukasi, seperti papan game dan monopoli. Permainan ini memungkinkan penyampaian pesan-pesan kesehatan melalui cara yang lebih menarik untuk anak-anak. Dengan integrasi materi edukasi kesehatan ke dalam mekanisme permainan anak-anak cenderung lebih antusias dan terlibat dalam pembelajaran. Permainan papan dan monopoli berpotensi menjadi alternatif media edukasi yang menarik, interaktif, dan menyenangkan. Selain itu, permainan ini dapat memupuk rasa ingin tahu, kompetisi sehat, dan keterampilan sosial pada anak-anak. Pembelajaran elemen bermain menjadi landasan penting bagi pengembangan awal kecerdasan serta aspek mental dan emosional anak. Oleh karena itu, metode dan pola bermain yang diintegrasikan perkembangan kognitif dan emosional anak. Aktivitas bermain juga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bahagia, memungkinkan anak untuk menemukan konsep materi secara mandiri. Selain itu, keterampilan dan kemampuan yang diperoleh melalui permainan dapat dipraktikkan berulang kali hingga dikuasai dengan baik. Berdasarkan dari latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian terkait : AuPengetahuan Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Siswa Kelas 5 Setelah Menggunakan Media Game SDN Pesanggrahan 1 BangkalanAy yang bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa kelas 5 di SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut setelah diberikan edukasi menggunakan media papan game dan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengurangi risiko tingginya debris indeks. METODE Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk melihat gambaran pengetahuan siswa tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 pada siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan yang berjumlah 40 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan yang berjumlah 40 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah media papan game dan kusioner. Pengumpulan data diperoleh langsung dengan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut setelah menggunakan media papan game pada siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan. HASIL Hasil pengolahan data yang diperoleh setelah intervensi menggunakan media papan game akan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tentang Waktu Menyikat Gigi Yang Benar Jawaban Responden Benar Salah Jumlah baik dengan jawaban benar . %) dan salah . %) Tabel 3 Distribusi Frekuensi Tentang Pola Makan Yang Baik Jawaban Responden Benar Salah Jumlah Jawaban Responden Benar Salah Jumlah Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa pengetahuan siswa termasuk dalam kategori baik dengan jawaban benar . %) dan salah . %) Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa pengetahuan siswa termasuk dalam kategori baik dengan jawaban benar . %) dan salah . %) Tabel 2 Distribusi Frekuensi Tentang Memilih dan Merawat Sikat Gigi Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa pengetahuan siswa termasuk dalam kategori baik dengan jawaban benar . %) dan salah . %) Tabel 4 Distribusi Frekuensi Tentang Periksa Gigi Secara Rutin Jawaban Responden Benar Salah Jumlah Tabel 5 Distribusi Frekuensi Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Jawaban Responden Benar Salah Jumlah Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa pengetahuan siswa termasuk dalam kategori baik dengan jawaban benar . %) dan salah . %) Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa pengetahuan siswa termasuk dalam kategori PEMBAHASAN Berdasarkan tabel. 1 dapat dilihat bahwa pengetahuan siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang waktu menyikat gigi yang tepat termasuk dalam kategori baik. Penulis berasumsi bahwa siswa mengetahui waktu menyikat gigi adalah 2 kali sehari dan menyikat gigi yang benar adalah setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Hal ini didukung oleh teori Syarafina et , . Menyikat gigi dua kali sehari, yaitu sesudah sarapan dan saat akan tidur, bertujuan untuk menghilangkan residu makanan yang ada di gigi dan gusi, adalah praktik yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan oral yang Untuk menjaga kebersihan gigi, disarankan untuk melakukan rutinitas menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Disarankan agar menyikat gigi dilakukan setelah sarapan di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Proses menyikat gigi setelah makan bertujuan menghilangkan sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi, di sela-sela gigi, serta di sekitar gusi. Selain itu, menyikat gigi sebelum tidur memiliki peran dalam membersihkan sisa-sisa makanan yang masih terdapat, dengan demikian mencegah terbentuknya plak selama Dengan mempraktikkan kebiasaan ini secara konsisten, penumpukan plak pada gigi dapat diatasi dengan efektif. Berdasarkan tabel. 2 dapat dilihat bahwa pengetahuan siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang memilih dan merawat sikat gigi dalam kategori baik. Penulis berasumsi bahwa siswa mengetahui bulu sikat gigi yang lembut, tangkai sikat gigi yang lurus, kepala sikat gigi yang kecil baik untuk gigi, membersihkan sikat gigi dengan air mengalir, meletakkan sikat gigi dengan menghadap ke atas, dan mengganti sikat gigi 3 bulan sekali. Hal ini selaras dengan teori Febrida et , . Untuk mengurangi risiko abrasi pada gingiva, disarankan untuk memakai sikat gigi yang memiliki bulu sikat yang lembut. Meskipun sikat gigi dengan bulu sedang juga efektif dalam menghilangkan plak dan biofilm, penting untuk memilih sikat gigi dengan kepala kecil yang sesuai dengan ukuran rahang. Hal ini dapat meningkatkan kemudahan dan kenyamanan dalam menyikat gigi, serta mempertimbangkan faktor yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, seperti pemilihan pasta gigi yang sesuai Sebuah sikat gigi yang efektif harus memiliki pegangan yang sejajar, bulu sikat yang halus, sejajar, dan seragam dalam Selain itu, kepala sikat gigi yang kompak juga diperlukan agar dapat mencapai dengan mudah bagian gigi yang paling Penting untuk dicatat bahwa sikat gigi yang digunakan oleh anak-anak harus disesuaikan dengan ukuran kepala sikat dan kekerasan bulu yang berbeda dengan sikat gigi Berdasarkan pedoman dari American Dental Association, ukuran yang disarankan untuk kepala sikat gigi adalah maksimal 29 x 10 mm untuk dewasa, 20 x 7 mm untuk anak-anak, dan 18 x 7 mm untuk balita. Berdasarkan tabel. 3 dapat dilihat bahwa pengetahuan siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang pola makan yang baik termasuk dalam kategori baik. Penulis berasumsi bahwa siswa mengetahui makanan berair bisa membuat gigi sehat, makanan manis atau lengket bisa membuat gigi rusak, dan mengetahui contoh makanan sehat dan tidak sehat untuk gigi. Hal ini didukung oleh teori Ngatemi et , . Makanan berserat dan menjaga kesehatan mulut memiliki peran krusial dalam upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut. Makanan kemampuannya dalam membersihkan gigi, khususnya buah-buahan yang kaya kandungan Permasalahan kesehatan gigi dan mulut seperti penumpukan debris gigi bisa muncul akibat konsumsi makanan dengan kandungan kariogenik tinggi seperti roti, cokelat, permen, donat, es krim, biskuit, dan jenis makanan lain Ketidakpedulian terhadap kebersihan gigi dan mulut juga merupakan faktor yang signifikan. Tingkat konsumsi yang tinggi dari makanan meningkatkan risiko penumpukan debris di area gigi dan mulut. Berdasarkan tabel. 4 dapat dilihat bahwa pengetahuan siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang periksa gigi secara rutin dalam kategori baik. Penulis berasumsi bahwa siswa mengetahui periksa gigi dilakukan secara 6 bulan sekali, tujuan periksa gigi agar gigi bersih dan sehat serta akibat tidak periksa gigi maka gigi akan banyak lubangnya dan masalah kesehatan gigi lainnya. Hal ini didukung oleh teori Retnowati, . Pemeriksaan berkala yang teratur mengidentifikasi secara dini masalah yang mungkin timbul pada rongga mulut kita. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tindakan pemeriksaan ini tidak hanya memfasilitasi penanganan yang lebih efektif namun juga berpotensi mengurangi biaya Dokter gigi juga memberikan panduan serta rekomendasi yang relevan untuk memelihara kesehatan gigi yang optimal. Kunjungan berkala ke dokter gigi direkomendasikan sebagai langkah pencegahan terhadap plak. Melakukan kunjungan rutin ini memberikan kemungkinan deteksi dini serta intervensi tepat waktu, yang pada gilirannya dapat mengurangi beban penyakit serta biaya pengobatan yang dibutuhkan. Selain itu, kunjungan rutin juga bisa meminimalisir kondisi kesehatan gigi menjadi lebih parah. Namun, kurangnya wawasan dan kecemasan terhadap kunjungan ke dokter gigi seringkali menyebabkan banyak orang baru mencari pengobatan ketika masalah gigi sudah membutuhkan perawatan daripada pada tahap pencegahan. Berdasarkan tabel. 5 dapat dilihat bahwa pengetahuan siswa kelas 5 SDN Pesanggrahan 1 Bangkalan tentang cara menyikat gigi yang benar termasuk dalam kategori baik. Penulis berasumsi bahwa siswa mengetahui tujuan menyikat gigi agar gigi bersih dan sehat, bagian depan disikat dengan gerakan naik-turun, bagian mengunyah disikat dengan gerkan depan-belakang, bagian daalam disikat dengan gerakan mencongkel dan penggunaan pasta gigi ssebanyak satu butir Selaras dengan teori Santi et al, . bahwasanya menyikat gigi harus dengan gerakan yang benar agar kebersihan gigi dan mulut tetap terpelihara. Pada area labial dan bukal, yaitu dengan gerakan atas, bawah, atau berputar, pada bagian untuk mengunyah, gerakannya dilakukan secara horizontal atau dengan gerakan maju mundur, sedangkan pada bagian yang menghadap lidah dan langit-langit mulut, gerakannya berupa gerakan mencongkel Sejumlah hal penting yang wajib diperhatikan dalam melakukan sikat gigi meliputi teknik sikat gigi yang digunakan, frekuensi sikat gigi, dan waktu yang dihabiskan untuk sikat gigi. Jika kita hanya fokus pada aspek-aspek kemungkinan besar plak akan tetap ada terutama di area-area yang sulit dijangkau seperti sela-sela gigi dan bagian belakang gigi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 5 setelah menggunakan media papan game di SDN Pesanggrahan 1 Kwanyar Bangkalan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang waktu yang tepat menyikat gigi, memilih dan merawat sikat gigi yang baik, diet makanan yang baik untuk kebersihan gigi dan mulut, rutin perika gigi selama 6 bulan sekali ke poli gigi, cara menyikat gigi yang benar siswa kelas 5 setelah menggunakan media papan game termasuk dalam kategori baik, hal ini disebabkan game yang digunakan sesuai dengan usia siswa, menyenangkan, tidak bosan, dan membuat siswa semangat sehingga siswa mudah memahami dan menambah wawasan DAFTAR PUSTAKA