Vol. No. e-ISSN: 3026-1333 KLINIK BACA SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN KKN MAHASISWA INSTITUT PENDIDIKAN NUSANTARA GLOBAL Muhamad Ridwan Habibi1. Meri Yuliani2. Masyudi3. Amin Al Kutbi4 Institut Pendidikan Nusantara Global Yayasan Hafizul Mutawalli Informasi Artikel Sejarah Artikel: Diterima 24 November 2025 Revisi 18 Desember 2025 Disetujui 22 Desember 2025 Kata Kunci: Klinik Baca. Unggulan ABSTRAK Kegiatan KKN-PPL Terpadu merupakan sintesis dari pengalaman penyelenggaraan PPL dan KKN yang selama ini diselenggarakan Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG). Program klinik baca dilaksanakan setiap hari dengan dijadwalkan secara bergilir per kelas di setiap harinya. Penjadwalan yang bergilir ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti kegiatan membaca. Kegiatan klinik baca dilaksanakan selama kurang lebih 15Ae20 menit di ruang perpustakaan pada waktu istirahat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tahapan sebagai berikut: . Melakukan identifikasi masalah yang telah dihadapi oleh sekolah di Yayasan Hafizul Mutawalli. Memberikan motivasi agar siswa di Yayasan Hafizul Mutawalli meningkat minat bacanya. Monitoring evaluasi . , hasil dari kegiatan ini untuk Pengabdian berikutnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerepan klinik baca ini dilaksanakan pada masa pelaksanaan KKN Mahasiswa Institut Pendidikan Nusantara Global berjumlah 14 mahasiswa dengan menggunakan sistem mengumpulkan bahan-haban baca untuk siswa di Yayasan Hafizul Mutawalli mulai pada bulan Agustus 2025. Program ini tidak hanya membantu siswa yang kesulitan membaca tetapi juga mampu membangun kebiasaan membaca sejak dini. Untuk hasil yang lebih optimal, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan sumber daya, seperti menambah koleksi buku dan meningkatkan kompetensi guru. E-mail Penulis: muhamadridwanhabibi@gmail. PENDAHULUAN Kegiatan KKN-PPL Terpadu merupakan sintesis dari pengalaman penyelenggaraan PPL dan KKN yang selama ini diselenggarakan Institut Pendidikan Nusantara Global (IPNG). Dengan pemaduan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman pembelajaran, memperluas wawasan, melatih dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan. Penyelenggaraan Matakuliah KKN dan PPL secara terpadu DOI: https://doi. org/10. 62667/begawe. Ridwan Habibi, dkk juga mengacu pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yakni empat kompetensi guru, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Tuntutan peningkatan penyelenggaraan program KKN-PPL Terpadu mengandung konsekuensi pada pengelolaan dan manajemen yang profesional, sehingga dapat diciptakan sistem yang efektif dan efisien. Sistem yang efektif adalah sistem yang dapat mencapai tujuan kurikuler dari kedua matakuliah tersebut secara tepat. Sistem yang efisien adalah sistem yang dapat mendukung pencapaian tujuan secara tepat waktu, atau bahkan lebih cepat. Tiga prinsip yang dipakai sebagai dasar dalam pengembangan program KKN-PPL Terpadu, yaitu . Keterpaduan KKN dan PPL tidak berarti memadukan visi dan misi tiap-tiap program karena setiap matakuliah ini mempunyai visi dan misi yang Keterpaduan KKN dan PPL pada dasarnya merupakan keterpaduan manajemen dan waktu. Keterpaduan pengelolaan mencakup pengelolaan program maupun pelaksanaannya, . Beban mahasiswa yang mengikuti program KKN -PPL Terpadu setara dengan keterpaduan bobot sks dari kedua mata kuliah tersebut, dan . Kegiatan KKN- PPL Terpadu ini dilaksanakan pada komunitas sekolah/madrasah dan masyarakat lingkungannya. Proses membaca dapat dilakukan baik dengan membaca nyaring maupun membaca dalam hati, agar siswa dapat memahami isi bacaan yang ada di buku. Rendahnya kemampuan membaca menandakan bahwa proses pembelajaran belum sepenuhnya mampu mengembangkan minat baca Selain itu, masalah disleksia perlu segera diatasi agar budaya membaca tidak semakin menurun. Rendahnya literasi juga menghambat proses pembelajaran dan berdampak negatif pada perkembangan akademik siswa. Oleh karena itu, keterampilan dasar membaca perlu diajarkan sejak awal di sekolah. Seringkali ditemui anak-anak yang sudah memasuki bangku sekolah belum bisa membaca atau bahkan mengeja tulisan dengan baik. Apabila ditelusuri lebih mendalam hal itu disebabkan oleh kurangnya kontrol orang tua dalam memanage antara waktu belajar dan bermain apalagi pada anak yang memang sudah difasilitasi gadget sebagai alat supaya orang tua bisa melakukan pekerjaan tanpa terganggu oleh kegiatan Membaca merupakan modal utama dalam melakukan pembelajaran. Apabila anak tidak dapat membaca maka akan terbengkalai pula semua kegiatannya dalam proses pembelajaran. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam (Nurcholis & Istiningsih, 2. juga memaparkan bahwa membaca dan menulis termasuk salah satu prasyarat yang dapat memahami semua ilmu pengetahuan termasuk juga dalam kehidupan sehari-hari nantinya. Membaca merupakan aktivitas harian yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, informasi, pemahaman, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang mengarah pada penemuan inspirasi dan ide-ide baru (Jasmine, 2. Meski membaca sangat penting tetapi minat baca saat ini masih rendah, padahal membaca sangat krusial terutama di masa pertumbuhan. Tanpa kemampuan membaca yang baik, sulit bagi seseorang untuk mendapatkan informasi (Nurahmah, 2. Salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa saat ini yaitu melalui program Klinik Baca di sekolah (Hamzah, 2. Klinik Baca merupakan program pendampingan membaca intensif yang BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat M. Ridwan Habibi, dkk difasilitasi oleh sekolah. Klinik Baca diharapkan mampu memberikan intervensi yang lebih berfokus dan terstruktur bagi siswa yang memerlukan bantuan dalam keterampilan literasi (Salsabila & Siswoyo, 2. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tahapan sebagai Melakukan identifikasi masalah yang telah dihadapi oleh sekolah di Yayasan Hafizul Mutawalli. Memberikan motivasi agar siswa di Yayasan Hafizul Mutawalli meningkat minat bacanya. Monitoring evaluasi . , hasil dari kegiatan ini untuk Pengabdian berikutnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerepan klinik baca ini dilaksanakan pada masa pelaksanaan KKN Mahasiswa Institut Pendidikan Nusantara Global berjumlah 14 mahasiswa dengan menggunakan sistem mengumpulkan bahan-haban baca untuk siswa di Yayasan Hafizul Mutawalli mulai pada bulan Agustus 2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Program klinik baca dilaksanakan setiap hari dengan dijadwalkan secara bergilir per kelas di setiap harinya. Penjadwalan yang bergilir ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti kegiatan membaca. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ketidak efektifan dalam pelaksanaan kegiatan, yang dapat disebabkan oleh ketidakteraturan atau kekurangan waktu yang tersedia. Dengan sistem bergilir ini, kegiatan klinik baca tetap berjalan secara terstruktur dan memastikan bahwa seluruh siswa dapat merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Kegiatan klinik baca dilaksanakan selama kurang lebih 15Ae20 menit di ruang perpustakaan pada waktu istirahat. Pemilihan waktu istirahat sebagai waktu pelaksanaan kegiatan membaca dirasa sangat tepat, karena siswa sudah tidak terfokus pada pelajaran, sehingga mereka dapat menikmati waktu senggang mereka dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Durasi yang cukup singkat, yakni 15 hingga 20 menit, memungkinkan siswa untuk tetap fokus dalam membaca tanpa merasa terbebani atau jenuh. Kegiatan ini juga memberikan mereka kesempatan untuk beristirahat sejenak setelah mengikuti pelajaran sebelumnya. Kegiatan klinik baca tidak hanya diperuntukkan bagi siswa kelas rendah, tetapi juga untuk siswa kelas tinggi yang masih menghadapi kesulitan dalam keterampilan membaca. Program ini dirancang untuk membantu siswa, baik di kelas rendah maupun tinggi, agar lebih lancar dalam membaca dan memahami Fokus utama kegiatan klinik baca adalah meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam membaca dengan cara yang menyenangkan, sehingga mereka merasa lebih termotivasi untuk terus belajar membaca. Dengan demikian, program ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap buku. Pelaksanaan kegiatan klinik baca seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang menarik dan menyenangkan agar siswa dapat merasa antusias dalam mengikuti program ini. Oleh karena itu, penggunaan berbagai media yang menarik sangat penting. Buku cerita bergambar menjadi pilihan yang tepat karena siswa dapat lebih mudah BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat M. Ridwan Habibi, dkk terlibat dalam cerita, berkat gambar yang mendukung teks. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa secara efektif. Kegiatan klinik baca menggunakan buku cerita bergambar diharapkan dapat mengasah kemampuan literasi siswa secara maksimal. Menggunakan gambar sebagai pendamping teks membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Para siswa akan merasa lebih termotivasi untuk membaca dan memahami cerita karena gambar yang mendukung teks. Seiring berjalannya waktu, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi siswa di Yayasan Hafizul Mutawalli. Pengelola kegiatan Klinik Baca berharap agar kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk semakin antusias dalam membaca. Mereka menyadari bahwa minat baca di kalangan siswa perlu terus digali dan ditingkatkan, sehingga siswa merasa lebih termotivasi untuk meluangkan waktu untuk membaca. Pengelola berupaya menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman dan terdorong untuk terus melanjutkan kebiasaan membaca mereka, baik di dalam maupun di luar kelas KESIMPULAN DAN SARAN Program ini tidak hanya membantu siswa yang kesulitan membaca tetapi juga mampu membangun kebiasaan membaca sejak dini. Untuk hasil yang lebih optimal, perlu dilakukan perbaikan dalam pengelolaan sumber daya, seperti menambah koleksi buku dan meningkatkan kompetensi guru. Siswa hendaknya menyadari bahwa membaca adalah kunci untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru. Dengan motivasi diri yang kuat, mereka dapat memanfaatkan buku cerita bergambar sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu kendala utama adalah waktu yang terbatas, mengingat kegiatan membaca sering kali harus disesuaikan dengan jadwal pelajaran lain. Variasi kemampuan membaca siswa juga menjadi tantangan, di mana sebagian siswa memerlukan perhatian khusus untuk memahami teks, sementara yang lain membutuhkan materi yang lebih menantang. Selain itu, keterlibatan sebagian orang tua yang masih kurang dalam mendukung kebiasaan membaca di rumah menjadi hambatan UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan Terimaksih kepada : Bapak Rektor Institut Pendidikan Nusantara Global karena sudah mendukung pelaksanaan Pengapdian Kepada Masyarakat ini baik moril maupun materil. Bapak Ketua Yayasan Hafizul Mutawalli yang sudah mendukung dan mengizinkan pelaksanaan Pengapdian Kepada Masyarakat melalui program unggulan KKN mahasiswa Institut Pendidikan Nusantara Global. BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat M. Ridwan Habibi, dkk DAFTAR PUSTAKA