E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK KULIT BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA MENCIT (Mus muscullus) TEST THE DIURETIC EFFECT OF CUCUMBER ( Cucumis Sativus L.) PEEL EXTRACT ON MICE ( Mus muscullus ) Firmansyah1 Universitas Pancasakti email: firmansyah17mb@gm ail.com Abstrak: Diuretik merupakan obat yang meningkatkan laju aliran urin dan sekresi natrium serta digunakan untuk mengatur volume dan atau komposisi cairan tubuh pada berbagai keadaan klinis. Tujuan penelitian untuk mengetahui ekstrak kulit buah mentimun sebagai efek diuretik pada mencit dan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit buah mentimun yang efektif sebagai diuretik pada mencit. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang di laksanakan di Laboratorium Farmakologi Jurusan Farmasi Univeristas Pancasakti Makassar. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang di bagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I (Na. CMC 1% b/v) sebagai kontol negatif, kelompok II (Ekstrak 100 mg/kgBB), III (Ekstrak 200 mg/kgBB), dan IV (Ekstrak 300 mg/kgBB), serta kelompok V diberi Furosemid sebagai kontrol positif. Pengamatan volume urin dilakukan selama 3 jam setelah perlakuan untuk mengetahui efek diuretik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak kulit buah mentimun memberikan efek diuretik terhadap mencit dan pemberian ekstrak kulit buah mentimun dengan konsentrasi 300 mg menunjukkan efek paling besar sebagai diuretik terhadap mencit, tetapi efeknya masih lebih rendah daripada pemberian suspensi furosemide dengan dosis 0,156 mg. Kata Kunci: Kulit Buah Mentimun, Ekstrak, Diuretik, Mencit. Abstract: Diuretics are drugs that increase the rate of urine flow and sodium secretion and are used to regulate the volume and or composition of body fluids in various clinical situations. The aims of the study were to determine the cucumber peel extract as a diuretic effect in mice and to determine the concentration of cucumber peel extract which was effective as a diuretic in mice. The research design used was an experimental laboratory which was carried out at the Pharmacology Laboratory, Department of Pharmacy, Pancasakti University Makassar. This study used 15 male mice which were divided into 5 groups, namely group I (Na. CMC 1% w/v) as negative control , group II (extract 100 mg/kgBb), III (Extract 200 mg/kgBb), and IV (Extract 300 mg/kgBb), and group V was given Furosemide as a positive control. Observation of urine volume was carried out for 3 hours after treatment to determine the diuretic effect. Based on the results showed that the administration of cucumber peel extract gave a diuretic effect on mice and administration of cucumber peel extract with a concentration of 300 mg showed the greatest effect as a diuretic on mice, but the effect was still lower than the administration of furosemide suspension with a dose of 0.156 mg Kata Kunci: Cucumber Peel, Extract, Diuretic, Mice. PAPS JOURNALS E-ISSN: 2830-7070 Vol. 1, No. 1, Juni, 2022 Unit Publikasi Ilmiah Intelektual Madani Indonesia 49 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 PENDAHULUAN dari diuretic adalah untuk meredakan edema Potensi khasiat tanaman obat Indonesia dengan mengeluarkan cairan dari edema (dan sungguh luar biasa. Oleh karena itu, industri elektrolit). obat tradisional dan farmasi telah banyak memobilisasi cairan usus edematous tanpa menggunakan berbagai jenis tumbuhan sebagai menyebabkan deplesi volume plasma yang bahan obat, salah satunya untuk memperlancar signifikan untuk mengembalikan volume cairan buang air kecil. Tentu saja, ada banyak khasiat ekstraseluler ke normal, sedangkan untuk obat tersembunyi lainnya dari kelimpahan kondisi non-edema, diuretik dapat Menurunkan tanaman yang belum terungkap. Tubuh kita tekanan darah dengan mengeluarkan natrium secara alami melakukan berbagai aktivitas untuk dan mengurangi volume darah (Yulinah, 2015). mencapai keseimbangan. Contoh upaya tubuh Penggunaan Mentimun ini bersifat dapat dingin, masuk usus besar. untuk mencapai keseimbangan adalah dengan meridian mengeluarkan urin atau air seni melalui ginjal Berkhasiat anti radang, Menyegarkan badan, (diuretik) (Usman, 2017). menurunkan panas, menghilangkan haus, Dalam dunia medis telah banyak diproduksi obat-obatan kimia sebagai pelancar limpa, harus lambung, merangsang meluruhkan liur, kencing (diuretik) (Tandi, 2015). air seni (diuretik). Namun, tidak hanya obat Mentimun dikenal luas oleh masyarakat kimia yang memiliki efek diuretik, tetapi herbal nusantara. juga telah lama dikenal dalam pengobatan. Jika manfaatnya, Buah ini dapat dikonsumsi secara produksi dapat langsung, dibuat minuman, dibuat rujak, dibuat menyebabkan banyak masalah pada tubuh. sayur, hingga dibuat obat. Tanaman ini juga Urine atau air seni adalah sisa cairan yang mudah dikeluarkan kemudian diberbagai kondisi tanah dengan iklim tropis. dikeluarkan dari tubuh melalui buang air kecil. Mentimun mengandung banyak zat penting Ekskresi urin atau urin diperlukan untuk dalam menghilangkan molekul residu dalam darah menyembuhkan sembelit, membersihkan perut, yang menyehatkan ginjal, menyembuhkan penyakit urin terhambat, oleh disaring ginjal, oleh maka yang ginjal dan menjaga homeostasis cairan tubuh (Usman, 2017). urin dan ekskresi natrium dibudidayakan kesehatan, sangat dan antara dapat banyak ditanam lain yaitu: cacing pita, menurunkan tekanan darah tinggi, Diuretik adalah obat yang meningkatkan keluaran Mentimun dan menghaluskan dan melembabkan menyembuhkan sakit kepala, menghilangkan digunakan untuk mengatur volume dan/atau bau mulut (Suparni, 2017). komposisi cairan tubuh dalam banyak situasi Mentimun klinis. Penggunaan klinis yang paling penting kulit, merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan dari famili 50 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 Cucurbitaceae. Uji fitokimia kualitatif ekstrak yaitu Klp I (suspensi Na.CMC 1% b/v) sebagai kulit adanya kelompok kontrol Negatif, Klp II (Ekstrak Kulit alkaloid, steroid, flavonoid, saponin dan tannin Buah Mentimun 100 mg/KgBB), Klp III (Yuanwar, 2019). (Ekstrak Kulit Buah Mentimun 200 mg/KgBB), mentimun mengungkapkan Mentimun adalah sumber vitamin C, A, Klp IV (Ekstrak Kulit Buah Mentimun 300 dan asam folat yang sangat baik. Kulit yang mg/KgBB) dan Klp V (Suspensi Furosemide) kenyal kaya akan serat dan mineral penting sebagai kelompok kontrol positif. seperti silika, kalium, magnesium, dan molibdenum (Dalimartha, 2011). Analisis data menggunakan Uji pada penelitian ini One-Way ANOVA (Uji Mentimun segar mengandung metabolit parametrik) dengan syarat distribusi data harus sekunder seperti alkaloid, fenol dan flavonoid normal dan varians data harus sama. Uji yang kandungan utamanya adalah terpenoid dan Normalitas menggunakan Uji Shapiro-Wilk. saponin. Fenol, mendominasi flavonoid, ekstrak dan terpenoid Data yang berdistribusi normal dapat dilakukan mentimun (Agustin, uji One-Way ANOVA jika nilai p < 0,05, 2019). kemudian dilakukan Uji post hoc untuk Berdasarkan latar belakang diatas, maka mengetahui perbedaan setiap kelompok akan dilakukan uji efek diuretik ekstrak kulit perlakuan terhadap efek diuretic pada Mencit. mentimun (Cucumis sativus L) terhadap mencit Jika uji One-Way ANOVA tidak memenuhi (Mus musculus) syarat, maka digunakan uji alternatifnya yaitu METODE Kruskal-Wallis (Uji non parametrik). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental HASIL DAN DISKUSI Tabel laboratorium yaitu uji efek Diuretik ekstrak Kulit Buah Mentimun Pada Mencit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti. Kulit Buah Mentimun yang digunakan diperoleh dari Palopo, kemudian dikeringkan, setelah itu dilakukan proses ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut 1. Hasil Pengamatan Frekuensi Diuresis (kali) selama 3 jam Setelah pemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun. Replikasi 1 2 3  X Frekuensi Diuresis I II III IV 2 3 8 8 3 5 6 10 V 10 9 0 5 6 14 7 21 11 29 11 30 33 35 99 1,67 4,67 7 9,67 10 33,01 Jumlah Total 31 Etanol 96 %. Sampel yang digunakan adalah Mencit dengan berat 20-30 gram sebanyak 15 ekor yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan 51 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 pembanding dan ekstrak kulit buah mentimun dengan dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, Tabel 2. Hasil Pengamatan Volume Urin (ml) yang dihasilkan setelah perlakuan terhadap mencit selama 3 jam. dan 300 mg/KgBB, Penggunaan furosemide untuk membandingkan efek diuretik dari beberapa konsentrasi ekstrak kulit mentimun. Jumlah Volume Urin (mL ) Repli kasi I 1 Total Furosemide digunakan sebagai pembanding II III IV V 0,38 0,68 1,61 1,63 1,93 6,23 2 0,61 1,04 1,31 1,82 1,71 6,49 3 0 1,27 1,48 2 2,02 6,77 kuat dengan onset 0,5-1 jam dan durasi 3-6 jam  0,99 2,99 4,4 5,45 5,66 19,49 yang diekskresikan dalam urin. (Tjay dan X 0,33 1 1,47 1,82 1,89 6,51 Rahardjo, K., 2010). Setelah semua kelompok karena banyak digunakan sebagai diuretik. Furosemide adalah turunan sulfonamida diuretik diberikan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek diuretik ekstrak kulit buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada mencit urin. Volume urin di di tampung dalam gelas ukur dan diukur setiap kali mencit mengeluarkan urin, setelah mengamati frekuensi urin, dilakukan pengukuran volume urin. kemudian masing-masing frekuensi diuresis dan volume urin dijumlah setelah 3 jam. Sebelum diberi perlakuan, masing mencit jantan dipuasakan selama 6-8 jam. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan adanya pengaruh makanan terhadap kandungan bahan berkhasiat ekstrak kulit buah mentimun yang dapat mempengaruhi efek diuretik yang ditimbulkan dan agar kondisi mencit yang akan diberikan Na.CMC 1%b/v mencit 3 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak kulit mentimun untuk pengamatan frekuensi diuresis selama 3 jam menunjukkan bahwa pemberian Na.CMC 1% sebagai kontrol negatif memperlihatkan rata-rata frekuensi diuresis sebanyak 1,67 kali, pemberian ekstrak kulit dengan dosis 100 mg/KgBB frekuensi rata-rata sebanyak 4,67 kali, untuk ekstrak kulit mentimun dengan konsentrasi 200 mg/KgBB frekuensi rata-rata sebanyak 7 kali, untuk ekstrak kulit mentimun dengan konsentrasi 300 mg/KgBB frekuensi rata-rata sebanyak 9,67 kali, dan pembanding furosemid frekuensi rata-rata sebanyak 10 kali. masing- masing hewan uji sama. Pengujian dilakukan pada 5 kelompok peroral, kandang berisi 1 ekor tikus dan diamati selama mentimun masing- secara dimasukan ke dalam kandang, masing-masing (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu frekuensi diuretic dan volume sediaan Pada pemberian ekstrak kulit mentimun untuk pengamatan jumlah volume urin menunjukkan bahwa pemberian Na.CMC 1% sebagai kontrol negatif, furosemid sebagai 52 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 b/v sebagai kontrol negatif memperlihatkan > 0,05 maka data terdistribusi normal, pada test rata-rata 0,33 ml, pada pemberian ekstrak kulit of Normality Shapiro-Wilk Signifikasi adalah p buah mentimun dengan Dosis 100 mg/KgBB > 0,05 maka data terdistribusi normal. pada uji volume urin rata-rata sebesar 1 ml, untuk Homogenity Levene’s test signifikasi data p > ekstrak kulit mentimun dengan Dosis 200 0,05 ,maka data homogen, Sehingga data dapat mg/KgBB volume urin rata-rata 1,47 ml, untuk dilanjutkan ke uji One way Anova. Pada uji ekstrak kulit mentimun dengan Dosis 300 Anova untuk frekuensi urin didapatkan data mg/KgBB volume urin rata-rata 1,82 ml, Signifikasi Sedangkan furosemid perbedaan nyata antar perlakuan, dan pada volume urin rata-rata sebesar 1,89 ml. Efek Volume urin didapatkan data signifikasi 0,000 < diuretik yang paling efektif setelah pemberian 0,05 ekstrak kulit buah mentimun (Cucumis sativus perbedaan nyata antar perlakuan. untuk pembanding 0,000 sehingga < 0,05 dapat maka disimpulkan terdapat terjadi L.) adalah pada konsentrasi 300 mg/KgBB, namun efeknya masih lebih rendah daripada pemberian furosemid. Rata-rata volume urin kelompok Na.CMC 1% b/v menunjukan volume urin terendah dibanding perlakuan ekstrak dan perlakuan furosemid, hal ini disebabkan karena kontrol negatif tidak mengandung zak aktif Adapun Uji kualitatif fitokimia ekstrak kulit mentimun menunjukan adanya kandungan flavonoid meningkatkan yang pengeluaran berperan urin Pemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun (Cucumis sativus L.) memberikan efek diuretik terhadap mencit jantan (Mus musculus). Pemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun pada Dosis 300 mg/KgBB menunjukkan efek diuretic paling besar pada Mencit, tetapi efeknya masih yang dapat meningkatkan volume urin. senyawa KESIMPULAN dalam (diuresis). Menurut Yuanwar, (2019). Mekanisme kerja flavonoid sebagai diuretik adalah meningkatkan Na+ dan air dalam tubulus dengan cara menghambat reabsorbsi Na+, K+ dan Cl. Dengan demikian, jumlah air dalam tubulus meningkat dan terjadi diuresis. Analisis data menggunakan SPSS 25 Metode Analisis of Varians (ANOVA) dengan uji One Way Anova untuk data signifikan jika p lebih rendah dari pada pemberian suspensi Furosemide. REFERENSI Agustin V., & Gunawan S. (2019). Uji fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak mentimun (Cucumis sativus). Tarumanagara medical journal. 1(2).195200 Dalimartha Setiawan & Adrian felix. 2011. Khasiat buah dan sayur. Penebar swadaya : Jakarta. Dermawan Deden. 2015. Farmakologi Untuk Keperawatan. Gosyen Publishing : Yogyakarta. Hal 253. Hanani Endang. 2015. Analisis Fitokimia. Theresia veronica Dwinita hadinata : Jakarta. Hal 10-13. 53 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 Herbie Tandi, 2015. KITAB tanaman berkhasiat obat 226 tumbuhan obat untuk penyembuhan penyakit dan kebugaran tubuh. OCTOPUS publishing house : Yogyakarta. Hal 559 Suparni I., & Wulandari A. (2017). HERBAL KALIMANTAN Ramuan Tradisional Asli dari kalimantan. Rapha : Yogyakarta Tjay .T .H .dan Rahardjo .K .2010 .Obat-obat Penting , Khasiat , Penggunaan dan Efek Sampingnya , Edisi VI . Jakarta Usman S. (2017). Uji Efek diuretik ekstrak etanol herba putri malu (Mimosa Pudica L) pada kelinci jantan. The National journal of pharmacy. 14(1). 59-6 Yuanwar B.D., & Ainy E.Q. (2019). Isolasi fungi endofit kulit mentimun (cucumis sativus L) dan evaluasi akut penghambatannya terhadap pertumbuhan candida albicans ATCC. Universitas Ahmad Dahlan. Yulinah E.,Dkk. (2015). Efek Diuretik Ekstrak Air kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa linn) pada tikus wistar jantan. J Pharm SCI Pharm Pract. 2(2).1-3 54