Vol. No. Mei 2025, hal, 74-80 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Peningkatan Baca Al-QurAoan Anak Melalui Pengajaran IqroAo di TPA Piyaman Muhammad Akmal Aminullah. Umar Husnan. Muhammad Firhan Bafadal. Abdul Basid. 1,2,3,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: . makmal12380@gmail. com, . umarbinhusnan@gmail. com, . kembilet@gmail. abdulbasid@stai-ali. Info Artikel Kata kunci : Metode IqroAo Membaca Al-QurAoan TPA Makharijul Huruf Penulis Koresponden : Muhammad Akmal Aminullah E-mail : makmal12380@gmail. ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan aspek fundamental dalam pendidikan agama Islam bagi anak-anak, terutama dalam membangun pemahaman spiritual dan moral sejak dini. Penelitian ini mengkaji penerapan metode Iqro' dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak di TPA Masjid Baitul MuAotashim. Desa Piyaman. Kabupaten Gunungkidul. Dengan pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama periode 6Ae29 Januari 2025 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal pembelajaran, sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengucapkan huruf hijaiyah dengan benar. Namun, setelah penerapan metode Iqro' yang melibatkan pembelajaran bertahap, pendekatan privat, serta pemberian motivasi dan penghargaan, terjadi peningkatan yang Dari 15 peserta didik, 13 anak berhasil membaca dengan baik dan hanya 2 anak yang masih mengalami kendala dalam makharijul huruf. Kesimpulannya, metode IqroAo terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan anak-anak di TPA ini. Rekomendasi penelitian mencakup variasi metode pengajaran, pendekatan individual, pemanfaatan teknologi, evaluasi berkala, serta pemberian penghargaan untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi pengembangan pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan TPA dan lembaga pendidikan Islam lainnya. PENDAHULUAN Kemampuan membaca Al-Qur'an adalah aspek esensial dalam pendidikan agama Islam bagi anak-anak. Penguasaan ini tidak hanya menjadi dasar untuk memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai spiritual dan moral sejak usia Namun, dalam praktiknya, banyak anak menghadapi tantangan dalam belajar membaca AlQur'an, terutama dalam pengenalan huruf hijaiyah dan penerapan tajwid yang benar. Metode Iqro' muncul sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kendala tersebut. Dikembangkan oleh KH. As'ad Humam di Yogyakarta pada tahun 1990-an dengan menggunakan teori belajar yang popular yaitu teori behavioristik. Beliau membagi buku ini menjadi enam juz yang saling bertingkat. Setiap juznya mempunyai petunjuk pengajaran masing-masing dan mempunyai tingkat kesulitan yang arakteristik-karakteristik teori behavioristik sangat jelas tergambar pada Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Akmal Aminullah dkk. Iqra', diantaranya yaitu: bersifat molekular, environmentalis, mekanistik, bertinjauan historis, adanya transfer belajar, analogi bukan analisis, dan lain sebagainya. (Apsah Apsah. Ahmad ashudi,dkk. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan efektivitas metode Iqro' dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada anak-anak. Misalnya, penelitian yang dipublikasikan dalam Aspirasi . mengungkapkan bahwa Metode iqro adalah metode membaca alquran bentuk saufiyah yang dirancang untuk anak-anak, bentuk pengajarannya dimulai dari jilid 1-6 yang menekankan langsung pada latihan membaca. Dengan menggunakan metode ini, anak anak yang tidak pandai membaca Al-qurAoan dapat membaca Al-qurAoan dengan baik dan benar. Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan IPS . menyatakan bahwa Pembelajaran Al-QurAoan dengan metode IqroAo telah terbukti sangat efektif karena para guru mampu menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan menyenangkan (Subhan. Firia Ningsih, 2. Menurut Suharsimi, aspek membaca huruf hijaiyah pada anak usia dini dapat ditingkatkan melalui metode Iqro', di mana anak mampu menirukan guru membaca huruf hijaiyah, mengenal bentuk huruf, dan menggabungkannya menjadi suku kata hingga kata (Sutriyanti dkk. , 2. Masjid Baitul MuAotashim di Desa Piyaman. Kabupaten Gunungkidul, sebagai salah satu pusat pendidikan agama, memiliki peran penting dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berpengetahuan agama yang baik. Namun, belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji penerapan metode Iqro' di masjid ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengeksplorasi bagaimana pengajaran kitab Iqro' di TPA Masjid Baitul MuAotashim dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada anak-anak. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan metode pembelajaran Al-Qur'an yang lebih efektif dan aplikatif di lingkungan masjid dan lembaga pendidikan sejenis. METODE PENGABDIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif agar bisa memperoleh keterangan-keterangan yang luas dan mendalam mengenai upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kemampuan membaca al-qurAoan melalui metode iqraAo di TPA Masjid Baitul MuAotashim. Subjek penelitian merupakan subjek yang akan dituju oleh peneliti untuk diteliti. Jika berbicara tentang subjek penelitian, sebelumnya harus berbicara dulu tentang unit analisis, yaitu subjek yang nantinya akan menjadi pusat perhatian sasaran penelitian. Subjek penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tenaga pendidikan al-qurAoan di TPA Masjid Baitul MuAotashim. Penentuan subjek kelas, dilakukan saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Baca Al-QurAoan Anak Melalui Pengajaran a Sugiono mengatakan bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, instrument penelitiannya adalah peneliti sendiri. 1 Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap masalah yang diteliti, maka Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi, yaitu menggunakan berbagai Teknik pengumpulan data secara gabungan. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah ketua takmir dan guru ngaji di TPA Masjid Baitul MuAotashim sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca al-qurAoan melalui metode IqraAotersebut. Dalam penelitian kualitatif menempatkan peneliti sebagai instrument utama dalam proses pengumpulan data penelitian. Peneliti sebagai instrument utama sebab, peneliti secara langsung terjun ke lapangan untuk melakukan interaksi dan wawancara kepada informan, melakukan pengamatan . situasi dan kondisi sekolah dan menggali data melalui dokumen sekolah (Sugiono, 2. Metode observasi adalah metode penelitiaan yang dilakukan secara sistematis melalui pengamatan, anatara lain kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek atau fenomena-fenomena yang ada dengan menggunakan seluruh alat indra. Selanjutnya metode observasi ini merupakan suatu kegiatan pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap fenomena-fenomena objek yang akan diteliti secara objektif dan hasilnya akan dicatat secara sistematis agar dapat diperoleh gambaran yang lebih kongkrit dari kondisi lapangan yang ada. Dengan demikian observasi merupakan suatu kegiatan pengumpulan data yang dilakukan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti. Jenis observasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan yaitu: Ausuatu proses pengamatan yang dilakukan observer dengan tidak terlibat langsung didalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau digunakan sebagai sumber penelitian dan kegiatan. Dalam penelitian ini, teknik wawancara mendalam digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara mendalam merupakan suatu proses perolehan keterangan untuk mendapatkan sebuah informasi dengan cara melakukan tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara . dengan terwawancara . Maka dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa wawancara adalah suatu kegiatan pengumpulan data yang dilakukan melalui dialog antara pewawancara dengan terwawancara untuk memperoleh sebuah informasi. Oleh karena itu jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah Auwawancara semi berstrukturAy. Artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan secara lebih bebas dan terbuka, tanpa terikat oleh suatu susunan pertanyaan yang telah persiapkan sebelumnya. Ada dua tenaga pendidik di TPA Masjid Baitul MuAotashim yang akan dijadikan sebagai sasaran dari kegiatan wawancara yang akan dilakukan oleh peneliti karena mereka dianggap yang paling mengetahui perkembangan anak khususnya dalam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Akmal Aminullah dkk. membaca huruf hijaiyah (Anak mampu menyebutkan huruf hijaiyah dengan benar dan sesuai dengan makharijul huru. Analisis data dalam penelitian ini, dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, dan setelah selesai dilapangan. Miles and Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam menganalisis data kualittaif dilakukan seara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. , dan conclusion drawing/ verification . enarikan kesimpulan/ verifikas. Untuk dapat memberikan gambaran data hasil Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari aktivitas data. Aktivitas ini dimaksudkan untuk memberikan makna terhadap hasil analisis, menjelaskan pola urutan dan mencari hubungan diantara dimensi- dimensi yang diuraikan. Disamping itu, kendati data telah disajikan bukan berarti proses analisis data sudah final, akan tetapi masih ada tahapan berikutnya yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi yang merupakan pernyataan singkat sekaligus merupakan jawaban dari persoalan yang dikemukakan dengan ungkapan lain adalah hasil temuan penelitian ini betul-betul merupakan karya ilmiah yang mudah dipahami dan dicermati HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti menggunakan dokumentasi sebagai metode yang mendukung untuk melengkapi data yang tidak peneliti dapatkan melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dihasilkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah peneliti Penelititian ini dilakukan pada tanggal 6 januari sampai 29 januari 2025 di TPA Masjid Baitul MuAotashim, dapat diketahui bahwa jumlah peserta didik di TPA ini berjumlah 15 anak. siswa laki-laki dan 8 siswi perempuan. Untuk mengetahui Peningkatan kemampuan membaca alqurAoan anak-anak melalui pengajaran kitab iqroAo di Masjid Baitul MuAotashim, peneliti telah mengadakan observasi dan wawancara kepada takmir masjid dan guru ngaji. Adapun hasil observasi dan wawancara yang telah peneliti laksanakan yaitu ada beberapa langkah kegiatan penerapan metode IqroAo yang dilaksanakan guru. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan pada tanggal 6 januari mengenai kemampuan membaca anak TPA dengan menggunakan metode iqraAo dengan indikator menyebutkan simbolsimbol huruf hijaiyah, diketahui sebagian besar mereka masih salah dalam makharijul khuruf dan membeda bedakan huruf terutama pada huruf-huruf berikut: A IA. AA. AA. AA. A A. Hal ini terlihat ketika anak melakukan pembelajaran membaca iqraAo. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan pada tanggal 29 januari 2025 mengenai kemampuan membaca anak usia dini dengan menggunakan metode iqraAo dengan indikator memahami hubungan antara bunyi dan huruf hijaiyah, diketahui 13 anak sudah baik dalam makharijul khuruf dan bisa Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Baca Al-QurAoan Anak Melalui Pengajaran a membedakan antar huruf, dan 2 anak masih kurang dalam makharijul huruf dan membedakan huruf satu dengan yang lainnya. Hal ini terlihat ketika anak melakukan pembelajaran membaca iqraAo Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya pada paparan data dan temuan, maka ditemukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca al-qurAoan melalui metode IqraAo di TPA Masjid Baitul MuAotashim yang telah dilakukan oleh ustadzah yaitu: pembelajaran al-qurAoan melalui metode IqraAo dapat membuat bacaan huruf-huruf hijaiyah anak anak TPA berkembang dengan baik, mereka juga tambah semangat untuk terus mempelajarinya. Tidak cuma ingin membaca iqraAo saja tetapi anak-anak ingin belajar menghafal Al Qur'an, mereka ingin bajar lagi dan lagi. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an anakanak melalui pengajaran kitab Iqro' di TPA Masjid Baitul MuAotashim. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Iqro' di TPA ini memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah anakanak. Kemampuan Awal: Pada awal penelitian . Januari 2. , sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah, khususnya dalam membedakan hurufhuruf seperti A A,A A,A A,A A,A A,A A,AA, dan AIA. Mereka juga kesulitan dalam makharijul khuruf, yaitu pengucapan huruf-huruf dengan tempat keluarnya suara yang benar. Perkembangan Kemampuan: Pada akhir penelitian . Januari 2. , terdapat perkembangan yang signifikan, di mana 13 anak sudah memiliki kemampuan membaca yang baik, terutama dalam membedakan huruf dan mengucapkannya dengan benar. Hanya 2 anak yang masih mengalami kesulitan dalam makharijul khuruf dan membedakan beberapa C Upaya Peningkatan: Beberapa upaya yang dilakukan oleh ustadz di TPA Masjid Baitul MuAotashim untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an adalah penerapan metode privat, memberikan dorongan kepada anak untuk aktif, serta memberikan penghargaan atau pujian kepada santri yang berhasil membaca dengan baik. Hal ini berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar dan hasil yang lebih baik. Secara keseluruhan, metode IqroAo yang diterapkan di TPA ini berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an anak-anak dengan kategori baik, sesuai dengan indikator yang diungkapkan oleh Faiz . % - 99%). Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Akmal Aminullah dkk. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil yang lebih optimal: Penerapan Metode yang Lebih Variatif: Meskipun metode IqroAo sudah cukup efektif, penggunaan variasi metode lain yang mendukung, seperti media pembelajaran digital atau permainan edukatif, dapat membantu meningkatkan perhatian dan minat anak dalam belajar. Pendekatan Lebih Individual: Untuk anak-anak yang masih kesulitan dalam makharijul khuruf dan membedakan huruf, guru bisa lebih intensif memberikan bimbingan privat. Pendekatan individual ini dapat membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh setiap Peningkatan Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan pembelajaran Al-QurAoan atau video pembelajaran interaktif bisa menjadi pilihan untuk membantu anak-anak yang kesulitan dalam memahami bacaan dan simbol huruf hijaiyah. Ini juga dapat mempercepat pemahaman mereka di luar jam belajar. Evaluasi Berkala: Penelitian menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, evaluasi berkala yang terus-menerus sangat penting untuk memantau kemajuan peserta didik, serta memastikan bahwa semua anak mendapatkan perhatian yang sama dalam proses pembelajaran. Pemberian Penghargaan: Penghargaan atau pujian kepada siswa yang menunjukkan kemajuan dalam membaca Al-QurAoan sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Diharapkan penghargaan ini bisa lebih variatif, tidak hanya dalam bentuk verbal, tetapi juga berupa reward yang bisa memotivasi mereka lebih giat belajar. Dengan memperhatikan saran-saran tersebut, diharapkan proses pembelajaran membaca AlQur'an di TPA Masjid Baitul MuAotashim dapat terus berkembang dan memberikan hasil yang lebih optimal di masa yang akan datang. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini. Terima kasih kepada pihak TPA Masjid Baitul MuAotashim, terutama para guru dan takmir masjid, yang telah memberikan dukungan penuh selama proses observasi dan wawancara. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran AlQurAoan di masa depan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Baca Al-QurAoan Anak Melalui Pengajaran a DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES