Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha STRATEGI OPTIMALISASI MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DI TERMINAL MENGWI KABUPATEN BADUNG (Studi kasus: Peralihan Terminal Ubung ke Terminal Mengw. Putu Eka Purnamaningsih dan Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Program Studi Administrasi Negara. FISIP. Univeritas Udayana Bali. Indonesia Email : wiwin. fisip@unud. ekapurnama@unud. Abstrak Terminal Mengwi merupakan jenis terminal tipe A yang mulai beroperasi pada tanggal 23 Oktober Kewenangan terminal yang memiliki luas 5 hektar ini sekarang dibawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII Wilayah Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh gambaran secara aktual mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam proses optimalisasi manajemen pelayanan publik di Terminal Mengwi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen pelayanan publik di Terminal Mengwi terlaksana, namun belum berjalan secara optimal. Upaya yang dilakukan terkait pengoptimalan yakni sudah dilakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan para pengusaha otobus (PO) serta sudah disediakan 8 unit bus Trans Sarbagita dan proses perbaikan sarana dan prasarana di Terminal Mengwi. Kata Kunci: Kebijakan Transportasi. Optimalisasi. Manajemen Pelayanan Publik. Terminal Abstract Mengwi Terminal is a type A type of terminal which began operations on October 23, 2017. The terminal has an area of 5 hectares now under the Land Transportation Management Center (BPTD) XII of Bali and West Nusa Tenggara Provinces. The research objective to be achieved is to obtain an actual picture of the constraints faced in the process of optimizing public service management in the Mengwi Terminal. This research uses descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the optimization of public service management in the Mengwi Terminal is carried out, but not yet running optimally. Efforts made related to the optimization are already carried out socialization activities to the public and the autobus entrepreneurs (PO) as well as already provided 8 Trans Sarbagita bus units and the process of repairing facilities and infrastructure at the Mengwi Terminal. Keywords: Transportation Policy. Optimization. Public Service Management. Terminal Putu Eka Purnamaningsih Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Kebijakan di bidang transportasi PENDAHULUAN publik khususnya darat, berdasarkan Perkembangan wilayah yang terjadi di Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Provinsi Bali yang merupakan dampak dari 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan pertambahan jumlah penduduk yang begitu Angkutan Jalan, sebagai bagian dari sistem cepat, mengakibatkan peningkatan di berbagai sektor kehidupan masyarakat yang pembangunan ekonomi dan pengembangan salah satu diantaranya adalah sektor sosial Sistem transportasi darat yang ada Peningkatan yang terjadi pada di Provinsi Bali adalah angkutan umum sektor sosial ekonomi di Bali seperti Angkot . dan Metromini. mengakibatkan meningkatnya kegiatan Kemudian jaringan transportasi bus yang meliputi bus kota Trans Sarbagita, bus Antar konsekuensi kebutuhan terhadap sarana dan Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan bus Salah Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Pusat pembangunan terminal angkutan jalan yang dari jaringan sistem transportasi bus umum harus bisa mendukung sistem transportasi ini adalah Terminal Mengwi yang menjadi yang ada di provinsi. objek kajian dalam pemenuhan fungsi Manajemen pelayanan pada sektor publik pelayanan publik. adalah keseluruhan kegiatan pengelolaan Terminal Mengwi adalah terminal utama pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah . erminal indu. satu-satunya yang ada di secara operasional dilaksanakan oleh Provinsi Bali berfungsi sebagai Auterminal instansi-instansi pemerintah atau badan sentralAy dalam melayani pergerakkan hukum lain milik pemerintah sesuai dengan penumpang keluar masuk pulau Bali kewenangan, baik pelayanan yang sifatnya maupun perjalanan internal di Bali. langsung diberikan kepada masyarakat Terminal sentral ini nantinya diharapkan maupun tidak langsung diberikan malalui menjadi titik perpindahan . ransfer poin. kebijakan- kebijakan tertentu (Mindarti, arus penumpang dan kendaraan umum di Proses ini merupakan salah satu cara Provinsi Bali dari wilayah Bali Barat untuk mendorong terwujudnya pelayanan menuju Bali Timur. Bali Selatan menuju aparatur pemerintah. Kewajiban pemerintah Bali Utara atau sebaliknya (Arsip laporan yakni untuk memberikan pelayanan publik operasional Terminal Mengwi. Kabupaten yang menjadi hak setiap warga negara. Badung Terminal Mengwi Bentuk pelayanan publik yang diberikan merupakan jenis terminal tipe A yang mulai kepada masyarakat berdasarkan Undangberoperasi pada tanggal 23 Oktober 2017. Undang Republik Indonesia Nomor 25 Berdasarkan pasal 35 ayat . Peraturan tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, terkait Menteri Perhubungan Republik Indonesia ruang lingkup pelayanan meliputi pelayanan Nomor Tahun barang publik dan pelayanan jasa publik Penyelenggara Penumpang Angkutan Jalan, serta pelayanan administratif (Pasal 5 UU pengoperasian terminal penumpang tipe A Nomor 25 Tahun 2. diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat Ruang lingkup pelayanan yang terkait pada melalui Kementerian Perhubungan Direktur penelitian ini yakni mengenai pelayanan Jendral Perhubungan Darat resmi mengelola jasa publik yang didalamnya termasuk Terminal Mengwi sebagai terminal pusat di pelayanan jasa transportasi. Pelayanan Bali. Kewenangan terminal yang memiliki transportasi dalam peranannya sebagai luas 5 hektar ini sekarang dibawah Balai penunjang dan penggerak serta pemerataan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII hasil-hasil pembangunan mutlak harus Wilayah Provinsi Bali dan Provinsi Nusa direncanakan, diatur, dan dikendalikan Tenggara Barat dan diperkuat dengan sedemikian rupa agar dapat berfungsi terbitnya kartu pengawas (KP) untuk bus Putu Eka Purnamaningsih Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sejak penelitian ini adalah para aktor dalam proses awal beroperasi jumlah bus Antar Kota optimalisasi pelayanan publik di terminal Antar Provinsi (AKAP) yang masuk di Terminal Mengwi berdasarkan data Balai Pengelola Transportasi Darat, sejauh ini HASIL DAN PEMBAHASAN belum berjalan secara optimal. Pada penelitian ini akan difokuskan pada Gambaran Umum Terminal Mengwi Terminal Mengwi adalah terminal manajemen pelayanan publik terkait dengan utama . erminal indu. penumpang tipe A standar pelayanan publik yang belum satu-satunya yang ada di Provinsi Bali. berjalan secara optimal di Terminal Terminal Mengwi berlokasi di Jalan Mengwi. Kabupaten Badung. Provinsi Bali. Mengwi-Mengwitani. Kecamatan Mengwi. Dari urian tersebut, maka rumusan masalah Kabupaten Badung. Provinsi Bali. Awalnya, yang hendak di jawab pada penelitian ini. Terminal Mengwi yaitu bagaimana optimalisasi manajemen persawahan yang luas lalu dibangun menjadi pelayanan publik di Terminal Mengwi. Terminal Penumpang Tipe A Mengwi Kabupaten Badung. Provinsi Bali ? dengan luas secara keseluruhan 5 hektar. Terminal Penumpang Tipe A Mengwi METODE PENELITIAN berfungsi melayani penumpang umum untuk Metode penelitian yang digunakan dalam angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), penelitian ini adalah penelitian kualitatif angkutan antar kota dalam provinsi Singarimbun dan Efendi:1989:4 menyatakan (AKDP), angkutan kota (Angko. , dan angkutan pedesaan (Angde. Adapun hal merupakan penelitian dengan pendekatan yang menyebabkan dibangunnya Terminal deskriptif, penelitian deskriptif yang Tipe A Mengwi adalah kebutuhan Provinsi dimaksudkan sebagai pengukuran fenomena Bali akan Terminal Tipe A yang representatif mampu berfungsi sebagai mengembangkan konsep serta menghimpun Auterminal sentralAy fakta tetapi tidak melakukan hipotesis, pergerakkan penumpang keluar masuk pulau hasil wawancara akan Bali maupun perjalanan internal di Bali. digunakan serta dijabarkan sehingga Hasil Temuan Peneliti Prosedur Pelayanan Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Pelayanan pengoperasian di Terminal mengumpulkan data primer dan data Mengwi Pengumpulan data yang dilakukan pelaksanaan tersebut masih belum dapat dalam penelitian ini menggunakan teknikberjalan secara optimal. Adapun faktor yang teknik pengumpulan data sebagai berikut: Observasi langsung ke lokasi penelitian pelayanan di Terminal yakni kurangnya pada Terminal Mengwi Kabupaten Badung Sumber Daya Manusia (SDM), seperti dalam rangka penelusuran data yang tidak petugas pengaturan lalu lintas, petugas diperoleh dalam wawancara, maupun datakesehatan, petugas Penyidik Pegawai Negeri data sekunder. Wawancara mendalam . nSipil (PPNS), dan petugas penguji depth intervie. yang dilakukan terhadap kendaraan bermotor. narasumber untuk mengetahui secara persis Waktu Pelayanan fenomena-fenomena tentang optimalisasi Waktu yang diperlukan untuk mekanisme pelayanan terminal yang ingin diketahui. keberangkatan penumpnag sesuai dengan Data yang akan diperoleh langsung dari jadwal dan tujuan keberangkatan yang telah informan menjadi sumber data dalam Putu Eka Purnamaningsih Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha ditetapkan dari pihak masing-masing bus. Sarana Prasarana Bus akan datang setiap 30 menit untuk Sarana dan prasarana yang ada di Terminal menurunkan penumpang masuk ke Terminal Mengwi belum sesuai dengan Peraturan Mengwi. Angkutan antar kota dalam Menteri Perhubungan No. 132 Tahun 2015 provinsi (AKDP) mulai beroperasi jam Penyelenggaraan Terminal 00 Wita hingga dengan 21. 00 Wita. Penumpang Angkutan Jalan. Adapun sedangkan angkutan sewa umum tidak sarana- prasarana dan fasilitas yang ada di Terminal Mengwi yakni fasilitas ruang keberangkatannya karena angkutan ini tunggu keberangkatan, tempat parkir, tempat merupakan sebuah bus pariwisata yang pembelian tiket, toilet, penerangan, televisi, datang ke Terminal Mengwi dan para komputer, terminal keberangkatan dan penumpangnya yang ingin pergi ke wisata. kedatangan bus AKAP. AKDP. Angkot, dan Angdes. Biaya Pelayanan . Bus dan penumpang yang masuk ke Terminal Mengwi hanya dikenakan biaya Kompetensi Petugas Pemberi Pelayanan uang parkir saja dan tidak dikenakan biaya Kompetensi maupun pendidikan sangat tiket masuk. Hal ini dikarenakan Pemerintah diperlukan oleh petugas serta pendidikan Pusat melalui Kementerian Perhubungan tersebut hendaknya sesuai dengan bidang Direktorat Jendral Perhubungan Darat Petugas yang bekerja di belum membuat peraturan mengenai perda Terminal Mengwi memiliki jenjang retribusi tersebut. Terminal Mengwi pun pendidikan minimal SMA . husus lulusan SMA akan mendapatkan diklat pelatihan insfrastruktur berupa sarana dan prasarana teknis pelayanan di Balai Pengelola Transportasi Dara. D2 lulusan Balai maksimal secara keseluruhan maka akan ada Pelatihan Pendidikan Transportasi Darat biaya retribusi atau biaya pelayanan (BPPTD). D3 ahli LLAC (Lalu Lintas Biaya pelayanan jasa angkutan di Angkutan Jala. , dan rata-rata sudah S1. Terminal Mengwi yakni pertama Angkutan Petugas yang memiliki kompetensi akan Kota Antar Provinsi (AKAP) dikenakan lebih cepat, cekatan, disiplin, dan mahir biaya sesuai dengan tujuan penumpang yang dalam memberikan pelayanan, dari pada Produk Layanan Produk pelayanan atau jasa angkutan di Terminal Mengwi Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. PM 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, dalam pasal 8 dijelaskan tipe terminal. Terminal Penumpang Tipe A merupakan yang peran utamanya melayani penumpang umum untuk angkutan kota antar provinsi (AKAP), angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota (Angko. angkutan pedesaan (Angde. Untuk di Terminal Mengwi Tipe A . berupa angkutan taksi dan angkutan sewa umum Putu Eka Purnamaningsih Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Namun, petugas masih terkendala bahasa asing ketika penumpang interlokal yang datang ke Terminal Mengwi. SIMPULAN Kesimpulan yang bisa ditarik dalam penelitian ini adalah pengoptimalan manajemen pelayanan publik di Terminal Mengwi. Kabupaten Badung. Provinsi Bali sejauh ini terlaksana, namun belum berjalan secara optimal serta belum sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Beberapa poin yang dapat diambil berdasarkan teori yang penulis gunakan menurut Ratminto dan Atik mengenai standar pelayanan publik yakni, sebagai . Prosedur Pelayanan berupa standar operasional prosedur (SOP) belum Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha terlaksana secara optimal, sebab masih Karena terdapat penumpang interlokal yang kurangnya petugas untuk di Terminal datang ke Terminal Mengwi serta supir bus Mengwi. Waktu Pelayanan mengenai waktu AKAP yang kurang memberikan rasa aman keberangkatan yang tidak sesuai dengan jam saat mengemudi bus terhadap penumpang keberangkatan yang ditentukan dari pihak yang menggunakan jasa angkutan bus masing-masing perusaha otobus (PO) bus antar kota antar provinsi (AKAP). Biaya Pelayanan atau tarif angkutan sudah sesuai DAFTAR PUSTAKA