JPFT - volume 11, nomor 3, pp. Desember 2023 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnal. id/index. php/jpft ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 SINDUE PADA PEMBELAJARAN FISIKA Analysis Of StudentAos Learning Motivation At Senior High School 1 Sindue On Physics Learning Vica Natalia Rangga Datu. Amiruddin Kade. Wahyuni Nasir Laratu Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako. Palu. Indonesia vicarangga23@gmail. Kata Kunci Motivasi Belajar Pembelajaran Fisika SMAN 1 Sindue Keywords Motivation to learn Physics Learning SMAN 1 Sindue A2023 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa pada pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Sindue. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Sampel pada penelitian ini yaitu 386 siswa kelas X dan XI yang mendapat pembelajaran fisika. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang dibutuhkan dalam menunjang keberlangsungan penelitian ini adalah angket. Pada penelitian ini angket dibagikan kepada responden untuk diisi sesuai dengan keadaan siswa. Data yang diperoleh dari responden dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk melihat nilai dari data hasil penelitian dengan menguraikan data-data mengenai motivasi belajar siswa SMAN 1 Sindue. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata keseluruhan pada motivasi belajar siswa berkategori sedang. Masing-masing indikator memiliki kategori yang berbeda. Adapun indikator dengan kategori tinggi yaitu tujuan orientasi intrinsik dan tujuan orientasi ekstrinsik. Adapun indikator dengan kategori sedang yaitu nilai tugas, kontrol kepercayaan untuk pembelajaran dan tingkas Adapun indikator dengan kategori rendah yaitu kepercayaan diri. Abstract This study aims to analyze students' motivation in learning physics at SMA Negeri 1 Sindue. This research uses a quantitative approach to the type of descriptive researchf. The sample in this study were 386 students in class X and XI who received physics lessons. The technique used in collecting the data needed to support the continuity of this research is a questionnaire. In this study, questionnaires were distributed to respondents to be filled in according to the student's Data obtained from respondents were analyzed using descriptive statistical analysis. Descriptive statistical analysis was used to see the value of the research data by describing the data regarding students' learning motivation at SMAN 1 Sindue. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the overall average on student learning motivation is in the medium category. Each indicator has a different category. The indicators with high categories are intrinsic orientation goals and extrinsic orientation goals. The indicators in the medium category are the value of the assignment, control of beliefs for learning and the level of anxiety. The indicator with a low category is self-confidence. Received 24/09/2023. Revised 20/10/2023. Accepted 8/11/2023. Available Online 31/12/2023 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Vol. No. 3, pp. Desember rendah, di dalam proses pembelajaran akan menemukan berbagai permasalahan yang dihadapi . Proses pembelajaran melibatkan interaksi aktif antara guru dan siswa untuk mewujudkan Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila terjadi perubahan perilaku positif pada siswa setelah kegiatan belajar berlangsung . Pembelajaran mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis siswa terhadap lingkungan dan sekitarnya . Jika seorang siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi, maka siswa akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru walaupun tugasnya itu seberat apapun. Kegembiraan menjadi salah satu faktor yang sangat penting, terutama dalam bidang fisika. Oleh karena itu pentingnya motivasi untuk meningkatkan kesenangan dalam proses belajar fisika. Mata pelajaran fisika kurang diminati karena dianggap sebagai pelajaran yang cukup sulit bagi siswa. Masalah siswa dalam belajar di kelas salah satunya adalah kurang memahami konsep materi pelajaran fisika. Hal ini disebabkan dalam mempelajari fisika tidak hanya dituntut menguasai matematika saja namun juga diimbangi dengan logika dan analisisnya . Transfer pengetahuan yang bersifat satu arah, mengakibatkan siswa bosan dan kesulitan dalam memahami pelajaran fisika. Selain itu, siswa juga mempunyai cara belajar yang berbeda-beda untuk memahami suatu konsep Disini, guru memiliki peran yang penting sebagai fasilitator untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran. Tujuannya agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik . Salah satu aspek penting dalam keberhasilan belajar siswa ialah motivasi belajar. Agar memerlukan motivasi yang tinggi agar siswa mempunyai semangat untuk meraih sesuatu yang didasari oleh motivasi tertentu. Belajar terjadi ketika siswa mempunyai minat untuk mendalami rasa ingin tahunya dan mempunyai hubungan dengan kebutuhan dan tujuan dari siswa untuk belajar, kebutuhan tersebut disebut dengan motivasi belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMAN 1 Sindue, rendahnya motivasi belajar siswa menjadi faktor utama terhadap hasil belajarnya, banyak siswa yang tidak memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran Terlebih lagi selama 3 tahun terakhir siswa diminta untuk belajar secara daring saat pandemi covid-19 yang tentunya pembelajaran menjadi kurang efektif karena siswa lebih susah memahami materi yang diberikan guru, kurangnya interaksi antara guru dan sehingga menyebabkan turunnya semangat belajar siswa. Faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu dibukanya kembali sekolah pada 1 tahun terakhir yang mengakibatkan perubahan sikap dan juga semakin kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Proses pembelajaran fisika di dalam lingkup pendidikan belum berfokus pada siswa, siswa mempunyai peran yang pasif dengan motivasi belajar yang rendah sehingga berdampak pada capaian belajar yang belum maksimal . Titik berat fisika untuk pemahaman matematik cenderung membuat siswa beranggapan bahwa fisika adalah pelajaran yang sulit. Hasil belajar siswa untuk mata pelajaran Fisika tergolong rendah . Motivasi belajar fisika mempunyai dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini berarti bahwa semakin termotivasi seorang siswa dalam belajar fisika maka hasil belajarnya juga akan baik, namun sebaliknya apabila motivasi siswa rendah maka hasil belajarnya pun tidak akan maksimal. Jika seorang siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi, maka siswa akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru walaupun tugasnya itu seberat apapun. Kegembiraan menjadi salah satu faktor yang sangat penting, terutama dalam bidang fisika. Oleh karena itu pentingnya motivasi untuk meningkatkan kesenangan dalam proses belajar Ketika siswa telah memiliki motivasi belajar yang tinggi dan tepat, hal ini akan mencipatakan semangat siswa dalam kegiatan belajarnya serta mampu melaksanakan kegiatan belajar dengan Sedangkan siswa dengan motivasi belajar yang Menurut penelitian yang dilakukan oleh Permanda dan Simamora . dan juga Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online penelitian Lina . lebih membahas mengenai motivasi dalam menyelesaikan tugas dalam pembelajaran fisika dan juga pada penelitian yang dilakukan oleh Sari . , indikator yang diteliti lebih mengarah pada motivasi dari dalam diri siswa atau motivasi Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan, motivasi belajar siswa juga dapat diukur dengan indikator yang berbeda pada penelitian ini yaitu tujuan orientasi ekstrinsik . xtrinsic goal orientatio. , kontrol kepercayaan . ontrol learnin. , dan kecemasan saat tes . est Vol. No. 3, pp. Desember diperoleh rtabel = 0,404. Angket dalam penelitian ini terdapat item yang terdiri dari beberapa Opsi jawaban setiap pernyataan menggunakan skala likert. Pada pernyataan positif skala yang diberikan pada skor 4 . angat setuj. , 3 . , 2 . idak setuj. , 1 . angat tidak setuj. Pada pernyataan negatif skala yang diberikan pada skor 4 . angat tidak setuj. , 3 . idak setuj. , 2 . , 1 . angat Adapun skor alternatif jawaban dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif ( ) Pernyataan Negatif (-) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Berdasarkan uraian permasalahan diatas, maka diperlukan penelitian terkait analisis motivasi belajar siswa pada pembelajaran fisika di SMAN 1 Sindue. Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat dalam proses pembelajaran fisika di sekolah, agar siswa dan guru dapat mengetahui motivasi belajar siswa dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang baik. Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Data yang diperoleh dari responden dianalisis dengan menggunakan analisis statistik Analisis statistik deskriptif digunakan untuk melihat nilai dari data hasil penelitian dengan menguraikan data-data mengenai motivasi belajar siswa SMAN 1 Sindue. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data dengan rumus METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang memungkinkan peneliti mengolah angkaangka sedangkan deskriptif merupakan metode dalam menggambarkan atau mendeskripsikan hasil objek yang diteliti tanpa adanya perbandingan. Jadi penelitian kuantitatif deskriptif adalah data yang didapatkan dari sampel penelitian yang dilanjutkan dengan analisis statistik. Hal ini mengenai motivasi belajar fisika siswa di SMAN 1 Sindue. Penelitian ini telah dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 pada tanggal 29 Maret 2023 melaksanakan tes angket motivasi belajar siswa pada pembelajaran fisika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI di SMAN 1 SINDUE tahun ajaran 2022/2023. Sementara sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yakni teknik pengambilan data yang ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu. Sampel pada penelitian ini yaitu 386 siswa kelas X dan XI yang mendapat pembelajaran fisika. Instrumen penelitian yang digunakan di penelitian ini adalah angket. Angket yang digunakan adalah angket motivasi belajar yang bersifat tertutup diadaptasi dari Fendiyanto . dengan pengujian validitas menggunakan Produk Moment Person sehingga ycE% = ycycaycycaycaycaycu ycyceycycyycuycuyccyceycu ycyycayccyca ycycnycaycy ycycoycuyc y 100 % ycycuycycayco ycyceycycyycuycuyccyceycu Rata-rata skor diperoleh dari tiap-tiap indikator motivasi belajar fisika dan ditentukan dengan ycIycaycyca Oe ycIycaycyca = ycycaycycaycaycaycu ycycoycuyc ycyceycycyycuycuyccyceycu y ycycoycuyc ycycuycycayco ycyceycycyycuycuyccyceycu Setelah hasil angket diketahui, kemudian hasil angket direkapitulasi dengan skala mengetahui kategori rata-rata skor dengan menggunakan perhitungan menurut Sudjana . sebagai berikut : ycIycI = ycAycnycoycaycn ycycoycuyc ycyceycycnycuyciyciycn Oe ycAycnycoycaycn ycycoycuyc ycyceycyceycuyccycaEa yaycycoycoycaEa ycoycaycyceyciycuycycn 4Oe1 = 0. Sehinga nilai tertinggi adalah 4 dan untuk nilai skor jawaban responden terendah adalah 1, sedangkan jumlah kelas atau kategori yang digunakan dalam penyusunan kriteria tersebut yaitu 5 kelas, sehingga interval yang diperoleh untuk tiap kelas adalah . : 5 = 0,6. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Berdasarkan keterangan tersebut maka kriteria motivasi belajar berdasarkan indikator pada Tabel 2. siswa memiliki rasa ingin tahu dan tertarik pada materi fisika dan siswa percaya akan memiliki nilai yang baik dalam pembelajaran fisika. Indikator nilai tugas dikategorikan sedang, menunjukkan bahwa siswa memiliki keinginan besar untuk memahami materi fisika karena menganggap fisika sangat berguna namun untuk memahami materi fisika yang sulit siswa masih membutuhkan bantuan orang lain. Dan apabila siswa tidak belajar dengan baik, maka siswa percaya bahwa itu adalah kesalahannya namun siswa berharap bisa memperoleh nilai fisika yang tinggi dari teman sekelasnya. Indikator kontrol kepercayaan untuk pembelajaran dikategorikan Hal ini menunjukkan bahwa dengan belajar yang keras, siswa bisa memahami materi fisika walaupun siswa kurang menyukai setiap topik pembelajaran dan merasa gugup dan khawatir setiap mengikuti ujian fisika. Indikator kepercayaan diri dikategorikan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum memiliki kemampuan untuk mengajarkan fisika kepada temannya dan dalam mengikuti ujian fisika, jantung siswa berdetak dengan cepat. Indikator tingkat kecemasan saat tes dikategorikan Hal ini menunjukkan bahwa siswa walaupun belajar fisika sulit bagi siswa. Hal itu dilakukan agar siswa mendapatkan nilai yang lebih baik bukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Tabel 2. Kriteria Motivasi Belajar Kriteria Nilai Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah 3,4 O R O 4,0 2,8 O R < 3,4 2,2 O R < 2,8 1,6 O R < 2,2 1,0 O R < 1,6 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis yang telah rata-rata akumulasi dari enam indikator motivasi belajar fisika yang ditetapkan diantaranya ialah tujuan orientasi intrinsik, tujuan orientasi ekstrinsik, pembelajaran, kepercayaan diri, dan tingkat kecemasan adalah sebesar 2,49 berkategori sedang, yang artinya hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar fisika siswa SMAN 1 Sindue adalah sedang dengan mengacu kepada keenam indikator yang sudah ditetapkan. Adapun hasil motivasi belajar siswa pada pembelajaran fisika dapat dilihatpada Tabel 3. Tabel 3. Motivasi Belajar Fisika Iindikator Motivasi Rata-Rata Belajar Tujuan Orientasi 2,84 Intrinsik Tujuan Orientasi 2,81 Ekstrinsik Nilai Tugas 2,68 Kontrol Kepercayaan 2,36 Untuk Pembelajaran Kepercayaan Diri 2,00 Tingkat 2,29 Kecemasan Vol. No. 3, pp. Desember Ditinjau dari uraian mengenai setiap indikator motivasi belajar fisika, menunjukkan bahwa rata-rata tertinggi terdapat pada indikator tujuan orientasi intrinsik sedangkan rata-rata terendah terdapat pada indikator kepercayaan diri. Hal ini senada dengan penelitian Sari . yang menunjukkan bahwa presentase kepercayaan diri siswa sebesar 57,08% yang menunjukkan bahwa indikator kepercayaan diri siswa lebih rendah dari pada indikator lainnya. Analisis ini menunjukkan bahwa siswa menginginkan adanya peningkatan kepercayaan diri dalam pembelajaran fisika agar mendapatkan nilai yang baik dalam belajar Motivasi belajar siswa yang tinggi dengan adanya kepercayaan diri, berpeluang besar akan menghasilkan prestasi belajar yang baik . Kategori Tinggi Tinggi Sedang Sedang Rendah Sedang Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan indikator tujuan orientasi instrinsik adalah dikategorikan tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa ingin memiliki beberapa bahan yang memotivasi dalam belajar sehingga bisa mendapatkan nilai dan keterampilan terbaik dalam pembelajaran fisika yang siswa pelajari dapat memberikan konstribusi bagi kehidupan Indikator tujuan orientasi ekstrinsik dikategorikan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ratarata keseluruhan pada motivasi belajar siswa berkategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada pembelajaran fisika di SMAN 1 Sindue adalah sedang. Motivasi Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online belajar pada penelitian ini memiliki enam indikator yakni, tujuan orientasi intrinsik, tujuan kepercayaan pembelajaran, kepercayaan diri, dan kecemasan saat tes. Masing-masing indikator memiliki kategori yang Adapun indikator dengan kategori tinggi yaitu tujuan orientasi intrinsik dan tujuan orientasi ekstrinsik. Adapun indikator dengan kategori sedang yaitu nilai tugas, kontrol kepercayaan untuk pembelajaran dan tingkas Adapun indikator dengan kategori rendah yaitu kepercayaan diri. SARAN Berdasarkan memberikan saran pada pihak-pihak yang terkait berdasarkan masalah yang terjadi, antara lain: . Bagi guru : guru hendaknya memaksimalkan pendekatan pada siswa dengan memberikan variasi mengajar dalam hal ini berupa berbagai metode gaya mengajar sehingga motivasi siswa dapat meningkat untuk mencapai tujuan belajar. Bagi siswa : meningkatkan motivasi belajar siswa harus dilakukan bukan hanya oleh guru tetapi yang paling penting adalah siswa itu sendiri. Motivasi yang berasal dari diri sendiri akan lebih baik karena dengan sendirinya siswa akan semangat dalam mendapatkan hasil yang baik. Bagi orang tua siswa : selain dari guru dan siswa motivasi berasal dari orang tua siswa, sehingga orang tua dapat berkonsultasi dengan guru untuk mengembangkan motivasi yang ada pada anak dan mengembangkan prestasi belajarnya. Dengan hal tersebut dapat menyadarkan orang tua betapa pentingnya perhatian orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Sehingga orang tua akan lebih memperhatikan anaknya, terutama kegiatan belajar serta hal-hal yang mendukung dan mempengaruhi kegiatan belajar anaknya. DAFTAR PUSTAKA