Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA MELALUI MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUMDA TIRTA MANUNTUNG KOTA BALIKPAPAN Putri Amalia1. Didik Hadiyatno2. Rahajeng Cahyaning Putri3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 pos-el: putriam5618@gmail. didikhadiyanto@uniba-bpn. ajengcipto@uniba-bpn. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan, dengan motivasi kerja sebagai variabel Kinerja karyawan menjadi fokus utama karena berperan penting dalam keberlangsungan layanan air bersih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori, serta melibatkan 104 karyawan tetap sebagai sampel yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja serta disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi sebagai mediator. Lingkungan kerja yang kondusif meningkatkan kenyamanan dan semangat kerja, sedangkan disiplin kerja memperkuat komitmen dan Motivasi kerja terbukti menjadi faktor penting yang memperkuat hubungan tersebut. Disimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja karyawan. Perumda Tirta Manuntung perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, menerapkan disiplin kerja yang konsisten, dan meningkatkan motivasi melalui sistem penghargaan yang efektif. Saran yang diberikan adalah memperbaiki fasilitas fisik, memperkuat komunikasi interpersonal, serta mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kedisiplinan dan motivasi karyawan. Kata kunci : disiplin kerja. kinerja karyawan. lingkungan kerja. motivasi kerja ABSTRACT The study intends to explore the interaction between work environment and work discipline on employee performance in Perumda Tirta Manuntung. Balikpapan City, where work motivation serves as the mediating variable. Employee performance is a particular concern due to its importance in maintaining clean water services. This research applies quantitative analysis with an explanation of the design and involves 104 permanent employees chosen by purposive The data were collected through the use of a Likert-scale questionnaire and analyzed by means of Structural Equation Modeling (SEM) in the Partial Least Square (PLS) approach. The results show that the work environment and work discipline affect work motivation and employee performance directly and indirectly . hrough motivation as a mediato. A favorable work environment improves comfort and enthusiasm, and a workplace that enforces discipline improves commitment and efficiency. Work motivation has a strong binding role to these Thus, it is concluded that to optimize employee performance. Perumda Tirta Manuntung should create an enabling environment for work, practice a work discipline that is fair to all, and enhance work motivation through a reward system. Recommendations include the need to improve work conditions like physical facilities, promote better interpersonal communication, and conduct some training for the improvement of disciplines and motivation. Keywords: employee performance. work discipline. work environment. work motivation PENDAHULUAN Peningkatan kinerja karyawan menjadi salah satu prioritas utama bagi organisasi. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 menyediakan layanan publik seperti Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan. Sebagai Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri penyedia utama air bersih di wilayah tersebut, keberlangsungan dan kualitas layanan Perumda Tirta Manuntung sangat bergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya. Dalam konteks tersebut, faktor-faktor seperti lingkungan kerja, kedisiplinan, dan motivasi memegang peran penting dalam menentukan tingkat kinerja karyawan secara keseluruhan. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan penulis, kondisi lingkungan kerja di Perumda Tirta Manuntung menunjukkan beberapa tantangan. Secara fisik, sejumlah ruangan kerja terpantau kurang ergonomis, dengan pencahayaan alami yang minim dan sirkulasi udara yang kurang memadai. Beberapa unit bahkan masih menggunakan fasilitas kerja yang tidak layak seperti kursi dan meja yang sudah usang, sehingga menurunkan kenyamanan kerja. Penulis juga mengamati bahwa beberapa karyawan menggunakan kipas angin pribadi, sebagai respons terhadap suhu ruangan yang optimalnya pengelolaan kenyamanan kerja. Dari sisi non-fisik, komunikasi antarbagian masih bersifat konvensional dan belum sepenuhnya efektif. Keterlambatan informasi dan koordinasi antarunit kerap menyebabkan lambatnya penyelesaian aduan pelanggan. Selain itu, aspek kedisiplinan juga menjadi perhatian. Data absensi internal menunjukkan adanya tren keterlambatan kehadiran di beberapa unit, dengan rata-rata keterlambatan sebanyak 2Ae3 kali per bulan pada kelompok tertentu. Penegakan aturan dan pelaksanaan SOP harian belum berjalan merata, seperti pengisian laporan kerja yang kerap terlambat dan pelaksanaan jam kerja yang belum konsisten. Hal ini berimplikasi langsung terhadap capaian kinerja, seperti keterlambatan dalam distribusi layanan dan pencapaian target kerja bulanan. Berdasarkan fenomena tersebut, dapat dilihat bahwa perlu adanya perhatian lebih pada aspek lingkungan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan kerja dan kedisiplinan, khususnya dalam rangka meningkatkan motivasi dan performa kerja pegawai secara menyeluruh. Secara teoritis, lingkungan kerja merupakan salah satu elemen penting yang dapat memengaruhi kenyamanan, kepuasan, serta produktivitas karyawan. Lingkungan kerja yang baik mencakup aspek fisik seperti kenyamanan tempat kerja, pencahayaan, dan kebersihan, maupun aspek non-fisik seperti hubungan interpersonal, dukungan atasan, serta komunikasi antarpegawai (Nirvandhi et , 2. Menurut Indardi et al. lingkungan kerja yang kondusif tidak hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga meningkatkan motivasi kerja yang akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja. Namun, ditemukan bahwa pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dapat bersifat negatif tergantung pada konteks organisasi dan persepsi subjektif karyawan (Rohwiyati & Azizah, 2. Selain lingkungan kerja, kedisiplinan menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi dan integritas kerja di dalam organisasi. Disiplin kerja mencerminkan sejauh mana karyawan patuh terhadap aturan dan prosedur yang berlaku. Disiplin yang baik dapat menciptakan stabilitas kerja serta memastikan bahwa setiap individu melaksanakan tugasnya dengan tepat waktu dan bertanggung jawab (Wahyuni et al. , 2. Menurut Anshory . , disiplin memiliki hubungan erat dengan motivasi kerja. Semakin tinggi kedisiplinan, semakin besar kemungkinan karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi. Namun demikian, tidak setiap bentuk kedisiplinan membawa dampak Bukit et al. menyatakan bahwa dalam beberapa kondisi, kedisiplinan dapat menurunkan motivasi apabila diterapkan secara kaku dan tidak mempertimbangkan kondisi psikologis pegawai. Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri Motivasi kerja sendiri merupakan faktor pendorong utama yang mempengaruhi perilaku dan kinerja karyawan. Motivasi mengarahkan individu untuk bertindak, bertahan, dan menyelesaikan tugas-tugas sungguh-sungguh. Menurut Jatiningrum et al. , motivasi dapat diartikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri individu untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan Anshory . menyatakan bahwa organisasi yang mampu membangun sistem motivasi yang efektif dapat menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan Karyawan yang termotivasi cenderung lebih inisiatif, bertanggung jawab, dan memiliki orientasi pada hasil. Kinerja karyawan sebagai hasil akhir dari berbagai faktor di atas menjadi indikator keberhasilan organisasi dalam mengelola sumber daya manusianya. Kinerja bukan hanya tentang pencapaian hasil kerja, tetapi juga mencakup sikap, perilaku, dan partisipasi aktif dalam mendukung tujuan organisasi. Hustia . alam Herliana et al. , 2. menyebutkan bahwa kinerja mencerminkan kualitas dan kuantitas hasil kerja yang dicapai dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian-penelitian ditemukan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja dapat mempengaruhi kinerja secara langsung maupun tidak langsung melalui variabel motivasi (Arrasyd & Wijaya. Rohwiyati & Azizah, 2. Namun, temuan dari berbagai penelitian menunjukkan hasil yang beragam. Sebagai contoh, penelitian Rohwiyati dan Azizah . menemukan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, sedangkan penelitian Nirvandhi et . menunjukkan pengaruh yang Perbedaan tersebut menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih kontekstual dan integratif dalam memahami pengaruh Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan faktor-faktor tersebut terhadap kinerja Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, dengan mempertimbangkan peran motivasi sebagai variabel intervening di Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan. Permasalahan yang diangkat mencakup tujuh fokus utama, yaitu pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi, pengaruh disiplin terhadap motivasi, pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja, pengaruh disiplin terhadap kinerja, pengaruh motivasi terhadap kinerja, serta pengaruh tidak langsung lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja melalui METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk menguji hubungan kausal antar variabel berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Pendekatan kuantitatif dipilih karena berlandaskan pada filsafat positivisme, menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, serta dianalisis secara statistik untuk menghasilkan kesimpulan objektif dan terukur (Sugiyono, 2022: . Ruang Perumda Tirta Manuntung Kota Balikpapan, suatu perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih. Objek penelitian mencakup variabel lingkungan kerja (X. , disiplin kerja (X. , motivasi kerja sebagai variabel intervening (Z), serta kinerja karyawan sebagai variabel dependen (Y). Definisi operasional setiap variabel didasarkan pada indikator teoritis yang telah ditentukan, seperti kinerja yang Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri diukur berdasarkan kuantitas pekerjaan, ketelitian, inisiatif, tanggung jawab, (Khaeruman, 2021: . Populasi dalam penelitian ini adalah Perumda Tirta Manuntung yang berjumlah 461 orang. Pengambilan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah 104 karyawan tetap dari berbagai bagian, seperti umum, keuangan, sumber daya manusia, layanan pelanggan, hingga produksi dan distribusi. Pengumpulan data dilakukan melalui dua sumber utama, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden menggunakan skala Likert 5point untuk mengukur sikap dan persepsi masing-masing indikator variabel (Sugiyono, 2022: . Selain itu, dilakukan pula observasi Sedangkan, data sekunder diperoleh melalui kajian pustaka yang mengacu pada literatur dan dokumen pendukung yang relevan dengan topik penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS. Analisis tersebut dipilih karena mampu menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel, termasuk peran mediasi dari motivasi Evaluasi model dilakukan melalui pengujian outer model untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk menggunakan indikator seperti convergent validity, discriminant validity, composite reliability, serta CronbachAos alpha (Ghozali, 2021: . Selain itu, inner model digunakan untuk mengukur Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan kekuatan hubungan struktural antar variabel laten, dengan indikator seperti Rsquare, path coefficient, dan bootstrapping sebagai uji hipotesis (Ghozali, 2021: . HASIL DAN PEMBAHASAN Pengukuran Outer Model Tabel 1. Nilai Outer Loading Item X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. Y10 Y11 Y12 0,912 0,943 0,919 0,813 0,822 0,840 0,893 0,890 0,939 0,908 0,953 0,943 0,900 0,916 0,903 0,893 0,933 0,925 0,921 0,939 0,881 0,932 0,910 0,923 0,926 Berdasarkan hasil pada Tabel 1 menunjukan bahwa seluruh nilai loading factor dari setiap item X1. X2. Z dan Y adalah > 0,7, maka data penelitian ini dinyatakan valid. Tabel 2. Nilai Average Variance Extracted Variabel Lingkungan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Motivasi (Z) Kinerja Karyawan (Y) AVE 0,855 0,727 0,863 0,841 Berdasarkan hasil pada Tabel 2 diatas, nilai AVE pada setiap variabel adalah > 0,7. Dengan demikian, data penelitian ini dinyatakan valid. Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri Validitas Diskriminan Tabel 3. Nilai Cross Loading Item X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. Y10 Y11 Y12 0,912 0,943 0,919 0,596 0,578 0,705 0,732 0,768 0,749 0,808 0,782 0,746 0,775 0,778 0,782 0,721 0,751 0,724 0,723 0,778 0,806 0,777 0,738 0,742 0,666 0,758 0,735 0,716 0,813 0,822 0,840 0,893 0,890 0,838 0,887 0,811 0,858 0,778 0,877 0,822 0,850 0,832 0,859 0,839 0,850 0,852 0,839 0,851 0,818 0,816 0,785 0,782 0,736 0,621 0,787 0,760 0,780 0,854 0,939 0,908 0,953 0,943 0,900 0,910 0,939 0,852 0,919 0,872 0,893 0,854 0,862 0,842 0,828 0,863 0,862 disimpulkan bahwa setiap konstruk memiliki nilai akar AVE (Average Variance Extracte. yang lebih tinggi daripada korelasi antar konstruk lainnya dalam kolom dan baris yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa setiap konstruk dalam penelitian ini memiliki validitas diskriminan yang baik. Uji Reliabilitas Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas 0,794 0,732 0,739 0,613 0,790 0,765 0,824 0,884 0,917 0,890 0,900 0,913 0,809 0,916 0,903 0,893 0,933 0,925 0,921 0,939 0,881 0,932 0,910 0,923 0,926 Variabel Berdasarkan Tabel disimpulkan bahwa setiap indikator memiliki nilai loading tertinggi pada konstruk yang diukurnya dibandingkan menunjukkan bahwa masing-masing indikator telah memenuhi kriteria validitas Hal ini memperkuat bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mampu membedakan antar konstruk secara tepat dan valid. Tabel 4. Validitas Diskriminan Fornelarcker Variabel Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Lingkungan Kerja (X. Motivasi (Z) 0,852 0,919 0,917 0,797 0,817 0,925 0,899 0,955 0,831 0,929 Berdasarkan Tabel 4 mengenai Fornell-Larcker. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Cronbach's Alpha 0,915 0,906 0,960 0,983 Composite Reliability 0,916 0,913 0,961 0,983 Berdasarkan Tabel 5, seluruh variabel dalam penelitian ini memiliki nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability di atas 0,70, yaitu X1 sebesar 0,915 dan 0,916. X2 sebesar 0,906 dan 0,913. Z sebesar 0,960 dan 0,961, serta Y sebesar 0,983 untuk keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa semua konstruk memiliki konsistensi internal yang tinggi dan memenuhi kriteria reliabilitas. Dengan demikian, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Uji Multikolinearitas Variabel Lingkungan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Motivasi (Z) 2,746 2,746 3,375 5,466 6,436 Berdasarkan Tabel 6, seluruh variabel memiliki nilai VIF di bawah 7, yaitu Lingkungan Kerja (X. sebesar 2,746 terhadap Z dan 3,375 terhadap Y. Disiplin Kerja (X. sebesar 2,746 terhadap Z dan 5,466 terhadap Y, serta Motivasi (Z) sebesar 6,436 terhadap Y. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam model ini. Dengan demikian, variabel-variabel independen dapat digunakan secara simultan tanpa saling memengaruhi sehingga hasil analisis dapat dianggap valid dan stabil. Pengukuran Inner Model Tabel 7. Hasil Uji R-Square Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri Variabel R Square 0,931 0,845 R Square Adjusted 0,927 0,839 Berdasarkan tabel hasil uji R-Square, nilai R Square untuk variabel Y sebesar 0,931 menunjukkan bahwa 93,1% variasi pada variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel-variabel model, sedangkan sisanya 6,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Adapun nilai R Square Adjusted sebesar 0,927 jumlah prediktor dalam model, yang tetap menunjukkan kekuatan prediktif yang sangat tinggi. Variabel Z memiliki nilai R Square sebesar 0,845, yang berarti 84,5% variasi pada variabel Z dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independennya, dan nilai R Square Adjusted sebesar 0,839 meskipun terjadi penyesuaian. Dengan demikian, kedua nilai R Square menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki kemampuan prediktif yang sangat kuat. Effect Size Tabel 8. Hasil Uji Effect Size Variabel Lingkungan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Motivasi (Z) Kinerja Karyawan (Y) 0,229 0,991 0,003 0,248 0,972 Tabel 8 menunjukkan hasil uji Effect Size . A) untuk variabel-variabel yang ada dalam model struktural, yakni Lingkungan Kerja (X. Disiplin Kerja (X. Motivasi (Z), dan Kinerja Karyawan (Y). Hasil uji menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja (X. memiliki pengaruh sedang terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan nilai fA sebesar 0,229, sedangkan pengaruhnya terhadap Disiplin Kerja (X. sangat kecil . Disiplin Kerja (X. memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan nilai fA sebesar 0,991, sedangkan pengaruhnya terhadap Motivasi (Z) cukup besar dengan nilai fA 0,248. Motivasi (Z) memiliki pengaruh sangat besar terhadap Kinerja Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Karyawan (Y) dengan nilai FA sebesar 0,972. Model Fit Tabel 9. Hasil Uji Model Fit Indikator SRMR d_ULS Chi-Square NFI Saturated Model 0,055 0,997 2,852 662,035 0,740 Estimated Model 0,055 0,997 2,852 662,035 0,740 Tabel 9 menunjukkan hasil uji model fit antara Saturated Model dan Estimated Model. Pada kedua model, nilai SRMR adalah 0,055, yang menunjukkan tingkat kesalahan rata-rata antara model dan data mengindikasikan model fit yang baik. Nilai d_ULS dan d_G masing-masing 0,997 2,852, menunjukkan bahwa model memiliki jarak yang kecil dan tidak ada perbedaan signifikan antara model yang diestimasi dan model saturasi. Chi-Square untuk kedua model adalah 662,035, yang menunjukkan kecocokan antara model dengan data. Selain itu. NFI yang sebesar 0,740 menunjukkan tingkat kecocokan model yang relatif baik, meskipun biasanya nilai NFI yang lebih tinggi diharapkan untuk model yang lebih fit. Dengan demikian, hasil uji model fit menunjukkan bahwa Estimated Model memiliki kecocokan yang baik dengan data yang digunakan. Uji Hipotesis (Bootstrappin. Tabel 10. Hasil Uji Pengaruh Langsung Hubungan Lingkungan kerja (X. Ie Kinerja (Y) Disiplin kerja (X. Ie Kinerja (Y) Motivasi (Z) Ie Kinerja (Y) PValue Hasil 0,004 Diterima 0,000 Diterima 0,000 Diterima Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri Lingkungan kerja (X. Ie Motivasi (Z) Disiplin kerja (X. Ie Motivasi (Z) 0,000 Diterima 0,000 Diterima Tabel 10 menunjukkan hasil uji pengaruh langsung antar variabel dalam model penelitian berdasarkan nilai pvalue. Seluruh hubungan yang diuji memiliki p-value < 0,05, sehingga dinyatakan signifikan dan hipotesisnya Hal ini berarti variabel Lingkungan Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. berpengaruh langsung terhadap Kinerja Karyawan (Y), serta Motivasi (Z) juga berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Variabel X1 dan X2 juga terbukti berpengaruh langsung terhadap Motivasi (Z), yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut turut mendorong peningkatan motivasi kerja. Tabel 11. Hasil Uji Pengaruh Tidak Langsung Hubungan Lingkungan kerja (X. Motivasi (Z) Ie Kinerja karyawan (Y) Disiplin kerja (X. Motivasi (Z) Ie Kinerja karyawan (Y) PValue Hasil 0,001 Diterima 0,000 Diterima Tabel hasil uji pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa baik Lingkungan Kerja (X. maupun Disiplin Kerja (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) melalui variabel mediasi Motivasi (Z), dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,001 dan 0,000. Karena kedua nilai p-value < 0,05, maka hubungan tidak langsung tersebut dinyatakan signifikan dan Hal Motivasi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan memperkuat pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap peningkatan Kinerja Karyawan. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai p-value sebesar 0,004. Hal produktivitas karyawan. Lingkungan kerja mencakup aspek fisik seperti kebersihan dan pencahayaan, serta aspek sosial seperti hubungan antar rekan kerja. Temuan ini sejalan dengan penelitian Andriyani . yang menyatakan bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan semangat dan fokus karyawan dalam menyelesaikan tugas, dan bahwa faktor tersebut termasuk dalam hygiene factors menurut teori Herzberg, yang meskipun tidak memotivasi secara langsung, tetapi dapat menurunkan motivasi apabila diabaikan. Selain itu, disiplin kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Kedisiplinan yang tinggi mencerminkan kepatuhan terhadap aturan kerja dan komitmen dalam menyelesaikan Temuan ini mendukung penelitian Anshory . yang menunjukkan bahwa kedisiplinan berperan penting dalam efektivitas organisasi. Karyawan yang disiplin cenderung bekerja dengan efisien, menjaga konsistensi hasil kerja, dan menjadi panutan bagi rekan kerja lainnya. Lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai pvalue sebesar 0,000. Temuan ini konsisten dengan teori hierarki kebutuhan Maslow yang menyatakan bahwa kebutuhan akan rasa aman dan kenyamanan merupakan dasar dari terbentuknya motivasi yang lebih tinggi (Aria et al. , 2. Ketika tempat kerja mendukung kesejahteraan fisik dan emosional karyawan, motivasi untuk bekerja serta berprestasi akan Putri Amalia. Didik Hadiyatno. Rahajeng Cahyaning Putri Disiplin kerja pun berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, yang diperkuat oleh penelitian Ahsani . Disiplin menciptakan keteraturan, rasa tanggung jawab, serta kejelasan peran dan ekspektasi, yang mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik. Disiplin yang konsisten juga meningkatkan kepercayaan dan penghargaan dari atasan, yang menjadi pendorong motivasi menurut teori ekspektansi (Prijati, 2. Motivasi kerja secara langsung mempengaruhi kinerja karyawan, dengan hasil yang signifikan. Temuan ini menguatkan teori Herzberg tentang pentingnya faktor motivasional seperti pencapaian dan pengakuan terhadap hasil peningkatan kinerja (Ahsani, 2. Karyawan yang merasa termotivasi cenderung bekerja lebih keras, lebih kreatif, dan lebih loyal terhadap Lebih lanjut, hasil uji pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa signifikan antara lingkungan kerja dan kinerja karyawan . -value = 0,. , serta antara disiplin kerja dan kinerja . -value = 0,. Hal tersebut memperkuat model input-proses-output (Aria et al. , 2. , di mana lingkungan kerja dan disiplin sebagai input mempengaruhi proses internal berupa motivasi, yang selanjutnya menghasilkan output dalam bentuk Oleh sebab itu, untuk mencapai kinerja optimal, perusahaan perlu memperhatikan lingkungan kerja dan kedisiplinan, sembari menumbuhkan motivasi kerja melalui dukungan yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Lingkungan kerja yang kondusif terbukti dapat meningkatkan kenyamanan dan semangat kerja, sedangkan kedisiplinan mencerminkan tanggung jawab serta komitmen karyawan terhadap tugas yang Motivasi kerja berperan sebagai penghubung yang memperkuat pengaruh dari kedua variabel tersebut terhadap kinerja, di mana karyawan yang merasa didukung oleh lingkungan dan memiliki kedisiplinan tinggi cenderung lebih termotivasi serta menunjukkan performa kerja yang optimal. Dengan demikian, pencapaian kinerja yang baik tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan lingkungan kerja, disiplin, dan motivasi yang dibangun secara simultan dalam DAFTAR PUSTAKA