Jl. Beringin Entrop. Kota Jayapura, papua Vol. No. Maret 2025, pp. e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598. DOI : https://doi. org/10. 55049/5br5xr82 A Pendampingan Mahasiswa Untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis Melalui Pelatihan Kewirausahaan Pada Mahasiswa STIE Port Numbay Jayapura Norbertha Ditilebit*. Dani Melmambessy**. Fachri Baasalem*. Ahadi Rerung*. Agus Sunaryo*. Yerianus Walapa***. Jeklin Maya Pangkali*** dan Irenne Qwita Umbrop*** *Dosen Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura **Dosen Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura *Mahasiswa Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Alamat Email : ditilebitdessy09@gmail. ARTICLE INFO Riwayat Artikel: Diterima 1 Maret 2025 Disetujui 29 Maret 2025 Keywords: Pendampingan Mahasiswa. Keterampilan Bisnis. Pelatihan. Kewirausahaan ABSTRAK Abstract : This service is carried out to improve The purpose of this activity is to improve students' entrepreneurial skills through systematic, applicable training and mentoring, and based on the development of practical skills in innovation of regional food products, so that students are able to manage and develop businesses more effectively and sustainably. The results of this activity, namely the Student Mentoring Program to Improve Business Skills through Regional Food Product-Based Entrepreneurship Training for STIE Port Numbay Students, have succeeded in providing a significant impact on the development of students' entrepreneurial skills. Through comprehensive training and ongoing mentoring, students not only gain basic knowledge about business, but also practical skills that can be directly applied in their Abstrak : Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pendampingan yang sistematis, aplikatif, dan berbasis pada pengembangan keterampilan praktis dalam inovasi produk makanan khas daerah, sehingga mahasiswa mampu mengelola dan mengembangkan usaha dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini yakiniProgram Pendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Produk Makanan Khas Daerah pada Mahasiswa STIE Port Numbay telah berhasil memberikan dampak yang signifikan dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Melalui pelatihan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang bisnis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam usaha Open access article under the CC BY-SA license. Pendahuluan Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, kemampuan kewirausahaan menjadi sangat penting bagi mahasiswa. Kewirausahaan bukan hanya sekadar membuka usaha, tetapi juga mengembangkan kreativitas, inovasi, dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika pasar. Selain itu, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang cepat adalah hal yang sangat diperlukan oleh generasi muda, termasuk mahasiswa, agar dapat sukses dalam dunia kerja dan Namun, kenyataannya banyak mahasiswa yang masih belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memulai dan mengelola bisnis mereka sendiri. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, kemampuan kewirausahaan menjadi aspek penting yang perlu dimiliki oleh mahasiswa. Kewirausahaan bukan hanya URL Jurnal: https://cendisia. stie-portnumbay. id/index. php/cnd/ Norbertha Ditilebit. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 sekadar membuka usaha, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kreatif, berinovasi, dan beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Menurut Kasmir . 6: . , kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, sehingga seorang wirausahawan harus memiliki kreativitas tinggi untuk mampu bersaing dan beradaptasi dengan kondisi pasar yang kompetitif. Namun, banyak mahasiswa masih terbatas pada pemahaman teori kewirausahaan yang diperoleh di bangku kuliah, tanpa adanya pengalaman praktis dalam mengelola usaha secara nyata. Hal ini menjadi kendala ketika mereka ingin memulai usaha, baik di bidang jasa maupun produksi, termasuk pada pengembangan produk makanan khas daerah yang sebenarnya memiliki potensi pasar yang luas. Padahal menurut Shane . , kewirausahaan terjadi ketika individu dapat mengidentifikasi peluang bisnis yang relevan dan menggabungkannya dengan pengetahuan serta keterampilan yang dimilikinya, sehingga mampu menghasilkan nilai tambah bagi dirinya maupun masyarakat sekitar. Selain itu, mahasiswa seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses pembelajaran aplikatif dan pelatihan yang relevan dengan kondisi bisnis nyata. Mereka kurang memiliki akses terhadap mentor bisnis yang dapat memberikan bimbingan praktis dalam memulai dan mengembangkan usaha. Menurut Zimmerer . , penguasaan keterampilan praktis seperti pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan manajemen operasional sangat penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan, sehingga tanpa adanya pendampingan dan praktik langsung, mahasiswa akan kesulitan mengimplementasikan teori yang telah Keterbatasan pemahaman dalam manajemen keuangan dan pemasaran digital juga menjadi faktor yang menghambat mahasiswa dalam mengembangkan potensi kewirausahaannya. Sejalan dengan Resnavati dan Prasetyo . , perkembangan teknologi telah mengubah strategi pemasaran menjadi lebih modern melalui digital marketing, yang memungkinkan jangkauan pasar menjadi lebih luas dengan biaya yang lebih Namun, banyak mahasiswa yang belum memiliki keterampilan dalam memanfaatkan media digital sebagai alat pemasaran produk mereka secara optimal. Produk makanan khas daerah merupakan salah satu sektor usaha yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Usaha ini dapat membantu mahasiswa dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk, dan berkontribusi pada pelestarian budaya daerah. Menurut Suharti . , inovasi dalam pengolahan dan pemasaran produk lokal menjadi strategi penting untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, sehingga mahasiswa perlu dibekali keterampilan dalam mengembangkan inovasi produk agar mampu bersaing secara kompetitif. Kewirausahaan di bidang produk makanan khas daerah juga dapat berperan dalam penciptaan lapangan kerja bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Dengan adanya usaha mandiri, mahasiswa dapat bertransformasi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja yang memberikan dampak ekonomi positif bagi lingkungannya. Dalam teori kewirausahaan Schumpeter . , kewirausahaan adalah proses Aucreative destructionAy, dimana wirausahawan melakukan inovasi untuk menggantikan produk lama dengan produk baru, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja baru. Selain meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa, pengembangan usaha makanan khas daerah juga menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, di mana mahasiswa dapat mengangkat potensi ekonomi lokal melalui pengolahan bahan pangan daerah. Pelatihan dan pendampingan dalam kewirausahaan akan memberikan mereka bekal untuk membuat perencanaan bisnis, manajemen produksi, hingga strategi pemasaran berbasis teknologi digital. Hal ini akan meningkatkan nilai kompetitif usaha yang dijalankan oleh mahasiswa, sekaligus membantu masyarakat dalam memasarkan produk daerah secara lebih luas. Dalam teori Human Capital yang dikemukakan oleh Becker . , keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki individu akan meningkatkan produktivitas kerja mereka. Oleh karena itu, pelatihan kewirausahaan berbasis inovasi produk makanan khas daerah akan menjadi investasi keterampilan yang dapat meningkatkan nilai produktivitas mahasiswa, sehingga mereka siap menghadapi persaingan pasar global maupun lokal dengan keterampilan yang relevan. Untuk itu, diperlukan program pelatihan dan pendampingan kewirausahaan yang sistematis dan aplikatif bagi mahasiswa dalam rangka pengembangan usaha makanan khas daerah. Program ini tidak hanya membantu mahasiswa dalam memahami teori kewirausahaan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis dalam mengelola usaha, mengembangkan produk yang inovatif, dan memasarkan produk menggunakan teknologi digital. Dengan adanya program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan potensi kewirausahaan mereka serta memanfaatkan peluang bisnis yang ada di lingkungan sekitar secara optimal. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, perguruan tinggi juga dapat berperan aktif dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal. Dengan mengintegrasikan teori, praktik, dan pemanfaatan teknologi digital, mahasiswa akan lebih siap menjadi wirausahawan muda yang mampu menghadapi tantangan pasar, berinovasi dalam produk makanan khas daerah, dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi masyarakat sekitar. Pendampingan Mahasiswa UntukA( Norbertha Ditilebit. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Perumusan Masalah dan Strategi Kegiatan Berdasarkan analisis situasi yang telah dijelaskan pada latar belakang, terdapat beberapa permasalahan utama yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini: Kurangnya Keterampilan Bisnis Praktis Banyak mahasiswa yang hanya memperoleh pengetahuan teori mengenai kewirausahaan dan manajemen bisnis selama kuliah, tanpa dibekali dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengelola usaha secara nyata. Hal ini menghambat mahasiswa dalam mengembangkan usaha secara mandiri, terutama dalam hal pengelolaan produksi, perencanaan usaha, dan strategi pemasaran yang tepat untuk produk makanan khas daerah. Kurangnya Akses ke Pendampingan dan Mentoring Berkelanjutan Banyak mahasiswa yang tidak memiliki akses kepada mentor atau praktisi bisnis yang dapat memberikan pendampingan dan arahan dalam menjalankan usaha mereka. Tanpa adanya pendampingan, mahasiswa sering kali mengalami kebingungan dalam pengambilan keputusan penting, seperti dalam pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan produk, serta penentuan harga dan strategi Keterbatasan Pemanfaatan Teknologi dalam Bisnis Mahasiswa belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial, platform marketplace, dan e-commerce untuk memasarkan produk makanan khas daerah mereka. Padahal, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan membangun branding produk yang kuat dalam persaingan pasar yang semakin ketat. Pemecahan Masalah Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menawarkan solusi nyata kepada mahasiswa dalam menghadapi permasalahan yang telah dirumuskan, dengan strategi kegiatan sebagai berikut: Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Praktik Program ini akan menyediakan pelatihan kewirausahaan yang menggabungkan teori dengan praktik secara langsung. Mahasiswa akan diberikan materi mengenai konsep dasar kewirausahaan dan manajemen usaha, namun lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan praktis seperti perencanaan bisnis, manajemen operasional, pengelolaan sumber daya, serta pengembangan produk makanan khas daerah. Pelatihan akan menggunakan metode studi kasus dan simulasi bisnis untuk memberikan pengalaman menghadapi tantangan nyata dalam menjalankan usaha. Pendampingan dan Mentoring Program ini akan melibatkan dosen kewirausahaan dan praktisi bisnis sebagai mentor yang akan mendampingi mahasiswa secara berkelanjutan selama proses pengembangan usaha. Mahasiswa akan dibimbing mulai dari perencanaan ide bisnis, pembuatan Business Model Canvas, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga evaluasi usaha. Pendampingan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki panduan langkah demi langkah dalam menjalankan usaha dengan meminimalisir risiko kegagalan. Pemanfaatan Teknologi dalam Pengembangan Bisnis Untuk mengatasi keterbatasan pemanfaatan teknologi, program ini akan memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi digital dalam kewirausahaan. Mahasiswa akan diajarkan pemanfaatan media sosial, marketplace, dan platform e-commerce untuk memasarkan produk mereka secara efektif. Selain itu, mahasiswa juga akan diberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi digital dalam manajemen keuangan, pengelolaan inventaris, serta pembuatan konten pemasaran yang menarik untuk meningkatkan daya tarik produk makanan khas daerah di pasar digital. Melalui pelaksanaan strategi kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, mendapatkan pendampingan untuk meminimalisir kesalahan dalam pengelolaan usaha, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha produk makanan khas daerah yang inovatif dan berdaya saing. Tujuan. Manfaat, dan Dampak Kegiatan Yang Diharapkan Tujuan Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pendampingan yang sistematis, aplikatif, dan berbasis pada pengembangan keterampilan praktis dalam inovasi produk makanan khas daerah, sehingga mahasiswa mampu mengelola dan mengembangkan usaha dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Manfaat Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain: Peningkatan Keterampilan Bisnis Praktis Norbertha Ditilebit. Dkk. Vol. No. Maret 2025:22-28 Norbertha Ditilebit. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Mahasiswa akan memperoleh keterampilan praktis dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha, terutama pada pengembangan produk makanan khas daerah yang inovatif dan memiliki daya saing di pasar. Penguasaan Manajemen Pemasaran dan Digital Marketing Melalui pelatihan ini, mahasiswa akan memperoleh pemahaman mengenai strategi pemasaran yang efektif, termasuk pemanfaatan teknologi digital . edia sosial, marketplace, dan platform ecommerc. untuk memasarkan produk secara luas dan efisien. Pendampingan dan Mentoring Mahasiswa akan mendapatkan bimbingan langsung dari mentor yang berpengalaman di bidang kewirausahaan, sehingga mahasiswa dapat memperoleh arahan dalam menghadapi tantangan nyata dalam dunia usaha dan meningkatkan potensi bisnis yang dijalankan. Dampak Kegiatan yang Diharapkan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kewirausahaan Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini diharapkan menguasai keterampilan praktis dalam kewirausahaan, mulai dari perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, produksi, hingga pemasaran produk berbasis digital. Memulai Meningkatkan Usaha Makanan Khas Daerah Setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan, mahasiswa diharapkan mampu memulai usaha baru atau meningkatkan usaha yang telah berjalan dengan penerapan teknik manajemen dan pemasaran yang lebih efektif dan efisien. Terciptanya Ide Bisnis Baru Berbasis Kearifan Lokal Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menghasilkan ide-ide bisnis baru berbasis kearifan lokal dengan nilai jual yang tinggi, sehingga dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Target Luaran Kemandirian Mahasiswa dalam Berwirausaha Mahasiswa diharapkan mampu merancang dan menjalankan usaha makanan khas daerah berbasis inovasi secara mandiri setelah mengikuti kegiatan ini. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kewirausahaan Mahasiswa Mahasiswa akan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terkait konsep dasar kewirausahaan, manajemen bisnis, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi dalam usaha mereka. Target luaran ini akan menjadi indikator keberhasilan dalam program AuPendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis Melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Produk Makanan Khas Daerah. Ay Dengan tercapainya target tersebut, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan kewirausahaan kepada mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi mahasiswa, perguruan tinggi, serta masyarakat dalam mendukung penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan Solusi Adapun solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya adalah sebagai berikut: Pelatihan Kewirausahaan yang Terstruktur Program ini akan memberikan pelatihan kewirausahaan yang menggabungkan teori dasar kewirausahaan dengan praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, khususnya dalam bidang pengembangan produk makanan khas daerah. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa dalam berbagai aspek kewirausahaan, termasuk perencanaan bisnis, penyusunan Business Model Canvas, pengelolaan keuangan, manajemen operasional, serta strategi pemasaran berbasis kearifan lokal. Pendampingan dan Mentoring Setiap mahasiswa yang terlibat dalam pelatihan akan didampingi oleh mentor yang berpengalaman dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan bisnis makanan. Mentor akan membantu mahasiswa dalam merancang rencana bisnis, melakukan analisis pasar, mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha, serta memberikan arahan strategis untuk pengembangan produk makanan khas daerah agar memiliki daya saing. Pendampingan ini akan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan untuk memastikan mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara Fokus pada Penerapan Teknologi Digital Mengingat pentingnya teknologi dalam dunia usaha saat ini, program ini juga akan memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi digital dalam pemasaran . igital marketin. dan manajemen Pendampingan Mahasiswa UntukA( Norbertha Ditilebit. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Pemanfaatan platform digital seperti media sosial, marketplace, dan website bisnis akan menjadi bagian integral dari pelatihan ini untuk membantu mahasiswa memperluas jangkauan pasar mereka. Mahasiswa juga akan dilatih membuat konten pemasaran digital yang menarik dan mengelola komunikasi dengan pelanggan secara efektif untuk meningkatkan penjualan produk makanan khas Metode Kegiatan Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahap sebagai berikut: Tahap Persiapan . Koordinasi dengan pihak kampus dan mahasiswa peserta kegiatan. Penyusunan materi pelatihan kewirausahaan berbasis praktik dan teknologi digital. Penjadwalan kegiatan pelatihan dan pendampingan secara sistematis. Tahap Pelaksanaan Pelatihan . Pelatihan teori dasar kewirausahaan, perencanaan bisnis, manajemen operasional, dan pemasaran produk makanan khas daerah. Pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran melalui media sosial dan marketplace. Studi kasus dan simulasi bisnis untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Tahap Pendampingan dan Mentoring . Pendampingan pembuatan Business Model Canvas dan rencana bisnis mahasiswa sesuai ide produk makanan khas daerah yang akan dikembangkan. Pendampingan pembuatan konten digital untuk pemasaran produk secara online. Konsultasi rutin untuk memonitor perkembangan usaha mahasiswa. Tahap Monitoring dan Evaluasi . Monitoring perkembangan usaha mahasiswa setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan. Melakukan evaluasi efektivitas kegiatan dengan melihat sejauh mana keterampilan kewirausahaan mahasiswa meningkat dan usaha yang dijalankan berkembang. Mengumpulkan testimoni dan umpan balik dari mahasiswa untuk perbaikan program ke depan. Metode ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh keterampilan praktis dalam kewirausahaan, memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk makanan khas daerah, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam mengelola usaha secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membangun jiwa kewirausahaan berbasis kearifan lokal, sehingga mahasiswa dapat berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha yang kreatif dan inovatif. Hasil Kegiatan Hasil kegiatan Pendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Produk Makanan Khas Daerah menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam peningkatan keterampilan bisnis mahasiswa. Salah satu hasil utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mahasiswa mengenai konsep dasar kewirausahaan, termasuk pembuatan perencanaan bisnis berbasis produk makanan daerah, manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran, dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Melalui pelatihan yang terstruktur dengan pendekatan praktik, mahasiswa dapat mengidentifikasi tantangan nyata dalam berwirausaha serta menemukan solusi untuk mengatasinya, mempersiapkan mereka menjadi wirausahawan yang tangguh dan mandiri. Norbertha Ditilebit. Dkk. Vol. No. Maret 2025:22-28 Norbertha Ditilebit. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Selain itu, kegiatan ini juga berhasil mendorong mahasiswa untuk memulai dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Beberapa peserta program telah memulai usaha baru seperti produk makanan ringan berbahan lokal, minuman herbal kekinian, dan kuliner tradisional dengan kemasan modern. Melalui pendampingan, mereka memperoleh keterampilan praktis untuk mengelola usaha, mulai dari penyusunan Business Model Canvas, perhitungan HPP dan penentuan harga jual, hingga pengelolaan operasional usaha sehari-hari. Usaha-usaha tersebut tidak hanya perkembangan dari sisi omzet penjualan dan perluasan pasar. Penerapan teknologi digital menjadi salah satu capaian penting dari kegiatan ini. Mahasiswa peserta pelatihan berhasil memanfaatkan media sosial, marketplace, dan aplikasi e-commerce untuk memasarkan produk makanan mereka secara lebih efektif. Dengan adanya pelatihan digital marketing, mahasiswa mampu membuat konten promosi menarik, memahami cara mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk menjangkau target pasar, serta memanfaatkan fitur-fitur platform jual beli online untuk memperluas distribusi produk mereka. Hasilnya, mahasiswa dapat meningkatkan visibilitas produk mereka dan menjangkau konsumen dari luar daerah yang sebelumnya sulit mereka raih. Pendampingan intensif dari mentor selama kegiatan juga memberikan dampak positif pada pengelolaan usaha mahasiswa. Melalui bimbingan langsung, mahasiswa dapat berdiskusi terkait permasalahan yang dihadapi, seperti kendala pemasaran, penataan keuangan usaha, dan pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Evaluasi berkala yang dilakukan oleh tim pendamping memastikan mahasiswa tetap berada pada jalur yang telah direncanakan dan membantu mereka melakukan perbaikan sistematis dalam menjalankan usaha mereka. Dampak dari kegiatan ini juga terlihat dari terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi mahasiswa dan lingkungan sekitar. Beberapa mahasiswa yang mengembangkan usaha makanan khas daerah telah berhasil merekrut tenaga kerja untuk membantu operasional usaha mereka, sehingga memberikan kontribusi dalam mengurangi pengangguran. Selain itu, produk makanan yang dihasilkan mahasiswa memberikan nilai tambah pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan menyediakan produk kuliner inovatif yang tetap menjaga cita rasa lokal namun memiliki daya saing pasar yang lebih luas. Secara keseluruhan. Pendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Produk Makanan Khas Daerah telah memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi perguruan tinggi dan masyarakat. Kegiatan ini berhasil membentuk wirausahawan muda yang kompeten, kreatif, dan inovatif, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha mereka. Selain itu, program ini juga memperluas jaringan bisnis mahasiswa dan memperkuat reputasi perguruan tinggi sebagai institusi yang mendukung pengembangan kewirausahaan serta berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi daerah dan nasional. Penutup Program ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan kewirausahaan bagi mahasiswa, tetapi juga membentuk wirausahawan muda yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi pada perkembangan ekonomi lokal. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang dimiliki, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas mahasiswa dan pemberdayaan Program Pendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis melalui Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Produk Makanan Khas Daerah pada Mahasiswa STIE Port Numbay telah berhasil memberikan dampak yang signifikan dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Melalui pelatihan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang bisnis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka. Program ini telah membekali mahasiswa dengan kemampuan merencanakan, mengelola, serta memasarkan produk makanan khas daerah dengan pendekatan yang inovatif, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar usaha mereka. Selain memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, program ini juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Usaha yang dijalankan oleh mahasiswa turut membuka peluang terciptanya lapangan Pendampingan Mahasiswa UntukA( Norbertha Ditilebit. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 kerja baru dan memberikan kontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal. Produk-produk makanan khas daerah yang dihasilkan oleh mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap menjaga nilai budaya lokal, sekaligus mendorong roda perekonomian daerah melalui usaha yang dijalankan secara mandiri oleh mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan yang dijalankan oleh mahasiswa tidak hanya menguntungkan secara individu, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Usaha yang dikembangkan mahasiswa juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam bisnis untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Ke depannya, diharapkan program ini dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara lebih luas agar semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk memulai usaha mereka sendiri dengan konsep yang terencana dan berkelanjutan. Pendampingan dan pelatihan kewirausahaan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi dengan praktisi bisnis dan pemangku kepentingan lainnya, agar mahasiswa dapat terus berinovasi, berdaya saing, dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah. Dengan demikian, program ini tidak hanya akan menciptakan wirausahawan muda yang sukses dan tangguh, tetapi juga akan memperkuat perekonomian nasional secara keseluruhan melalui pemberdayaan potensi lokal berbasis kewirausahaan yang berkelanjutan. Daftar Pustaka