Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK MENJADI KOMPOS MENDUKUNG GREEN CAMPUS DI LINGKUNGAN UIN SALATIGA Nur Alfian Iswanto1. Siska2. Muhammad Irvan Adi Prasetyono3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Salatiga Email : nuralfianiswanto076@gmail. com1, siskasis987@gmail. com2, irvanadi294@gmail. Abstrak Permasalahan lingkungan terkait dengan sampah merupakan salah satu hal yang diperhatikan untuk terwujudnya kampus hijau. Penelitian ini diawali dengan observasi mengenai pengelolaan sampah yang olah menjadi kompos di lingkungan Universitas Islam Negeri Salatiga. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos merupakan bagian dari terwujudnya Kampus Hijau, tempat edukasi bagi para mahasiswa dan masyarakat. Selain itu penelitian ini menjelaskan tentang pengertian Green Campus, tatacara atau teknik pengelolaan sampah yang diolah menjadi kompos, dan tempat pembelajaran pengolahan kompos. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan secara bertahap untuk memperoleh data secara lengkap. Data yang telah didapat dari proses wawancara, observasi, dan studi pustaka akan disajikan dengan bentuk deskripsi dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti. Kata Kunci: Green Campus. Kompos. Pengelolaan Sampah PENDAHULUAN Masalah lingkungan dan pengelolaannya semakin kompleks dan mencakup berbagai aspek yang sangat luas, namun pemahaman manusia tentang lingkungan jauh dari sempurna. Keterbatasan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan dan sumber daya manusia (SDM) yang terpercaya menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dan dikembangkan. Masalah lingkungan merupakan masalah umum yang membutuhkan efek sinergis dari semua elemen masyarakat, termasuk civitas akademika. Sebagai kalangan akademisi, pemikiran masa depan tentang masalah lingkungan sangat didambakan oleh masyarakat, karena kualitas lingkungan yang baik secara alami mendukung kehidupan yang baik. Konsep kampus hijau . reen campu. dalam konteks pelestarian lingkungan tidak hanya lingkungan kampus yang dipenuhi pepohonan hijau, tetapi juga sejauh mana warga kampus dapat secara efektif dan efisien memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kampus seperti pemanfaatan kertas, alat tulis menulis, penggunaan listrik, air, tanah, pengelolaan sampah. Kampus Hijau mengajarkan mahasiswa cara mengurangi dan mengelola sampah. Langkah awal untuk memulai konsep kampus hijau dapat dilakukan mulai dari hal yang kecil. Seperti kantin kampus yang merupakan tempat paling banyak menghasilkan sampah seperti plastik yang dapat di daur Jika konsep kampus hijau dapat direalisasikan di lingkungan perguruan tinggi, kantin dapat mengurangi jumlah sampah ramah lingkungan dengan mulai mengelola sampah. ebsite sustainable. id/apa-itu-kampus-hijau-green-campu. Green campus merupakan suatu program yang dicanangkan untuk menerapkan wawasan lingkungan dalam melakukan tindakan di area kampus, baik dilakukan oleh mahasiswa, civitas akademik, atau semua warga yang ada di lingkungan kampus. Adanya program ini dimaksudkan agar dapat menerapkan ilmu bebasis lingkungan di setiap kebijakan. Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris manajemen dan kegiatan tridharma perguruan tinggi (Hudaini dalam Puspadi, 2. Program green campus atau kampus hijau pertama kali dimulai oleh pemerintah melalui Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikt. Kemenristek Dikti pada periode 2007-2009. Tujuan green campus tidak hanya untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik dan maju namun ikut berpartisipasi serta bertanggung jawab dalam menciptakan kampus yang berkelanjutan dalam rangka mencipakan kampus peduli lingkungan. Menyadari pentingnya perencanaan kampus berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di lingkungan Universitas Negeri Salatiga. Pemilihan tempat ini karena Universitas Islam Negeri Salatiga merupakan Lembaga yang menduduki peringkat ke-6 kampus hijau PTKIN se-Indonesia. Waktu pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan secara bertahap untuk memperoleh data secara lengkap. Data yang telah didapat dari proses wawancara, observasi, dan studi pustaka akan disajikan dengan bentuk deskripsi dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti. Selain itu ada juga data yang mendukung yaitu lokasi dan foto-foto hasil observasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi dan wawancara, menurut Muh Amin. MM. kepala subbagian tata usaha hubungan masyarakat, dan rumah tangga UIN Salatiga yang juga merupakan coordinator green matric, awal mulanya menuju kampus hijau (Green campu. diawali dengan menyususn edaran sebagai sosialisasi dibentuknya kampus hijau. Sehingga semua mendukung adanya program ini. Selanjutnya mulai dibangunlah sumur resapan sebagai awal dari pelaksanaan program. Sumur resapan ini terdiri dari 7 titik. Lokasi tersebut berada di kampus 1, 2 dan 3. Pembangunan sumur resapan Universitas Islam Negeri Salatiga bekerja sama PDAM kota Salatiga dan IUWASH USAID dalam hal kontruksi dan desain dari pembangunan sumur resapan itu. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2020 yang dilakukan oleh Wakil wali kota Salatiga (Dr. Muh Haris. SS. MS. dan perwakilan IUWASH USAID dari Jateng. Setelah sumur resapan mulai dibangun dilanjutkan dengan pemasangan instalasi solar panel yang berlokasi jembatan kampus 3 dan pemasangan Motion sensor yang di peruntukan untuk penghematan energi. Kedala-kendala dalam pelaksanaan green campus adalah covid-19 berpengaruh pada proses sosialisasi dari surat edaran dan pengadaan material Panel Surya dan sensor gerak. UIN Salatiga yang waktu itu adalah Institut Agama Islam Negeri Salatiga berhasil menduduki peringkat keenam kampus hijau di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia menurut UI GreenMetric World University Rankings. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari hasil tahun lalu yang menempatkan IAIN Salatiga di peringkat kedelapan kampus hijau di lingkungan PTKIN dengan total skor sebanyak 5045. Raihan skor tersebut meningkat dari tahun lalu dengan rincian 825 poin untuk pengaturan lahan dan infrastruktur, 1145 poin untuk energi dan perubahan iklim, 825 poin untuk pengelolaan sampah, 450 poin untuk pengelolaan air, 1135 poin untuk pengelolaan Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris transportasi, dan 665 poin untuk edukasi. Yang lebih penting adalah bagaimana UIN Salatiga tetap dapat berkontribusi dalam kelestarian lingkungan. Saya harap komitmen menjadi Green Wasathiyah Campus dapat mengantarkan UIN Salatiga mendapat peringkat yang lebih baik tahun depan. sejak 2019 UIN Salatiga terus menerapkan kriteria pembangunan kampus berwawasan lingkungan yang sustainable sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam visi Green Wasathiyah Campus. bahwa UIN Salatiga terus berusaha untuk mencapai visi Green Wasathiyah Campus. Tiga tahun terakhir. UIN Salatiga bersinergi dengan Pemkot Salatiga dan IUWASH USAID membangun sumur resapan di wilayah kampus, menyediakan lahan penghijauan, membangun embung sebagai sarana konservasi air, penerapan energi terbarukan dengan panel surya, dan penghematan energi dengan pemasanagan motion censor di beberapa tempat strategis seperti ruang rapat dan toilet. idak hanya itu. UIN Salatiga juga memiliki pengelolaan sampah dengan menghadirkan Compost Corner. AuSelain sebagai sarana mengelola sampah. Compost Corner UIN Salatiga juga jadi tujuan favorit bagi sekolah dasar di UIN Salatiga untuk belajar langsung mengenai pengelolaan sampah daun. (Aulia Azahra,2021 UIN Salatig. Indikator keberhasilan pelaksanaan Green Campus meliputi: kebijakan manajemen kampus yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan, upaya penghematan air, kertas dan listrik, adanya penghijauan untuk mencapai proporsi ideal Ruang Terbuka Hijau (RTH), tersedianya bangunan/gedung ramah lingkungan, terpeliharanya kebersihan dan kenyamanan lingkungan, terciptanya kampus tanpa rokok dan bebas polusi, terselenggaranya pendidikan lingkungan bagi mahasiswa, adanya kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen civitas akademika dalam budaya peduli lingkungan, dan kesadaran terhadap keselamatan kerja dan tanggap bencana. Program pendukung Green Campus didukung dengan adanya Compos Corner . Hasil wawancara yang dilakukan keada Rini Verary Shanthi. Si. disimpulkan bahwa kepedulian lingkungan tidak hanya mementingkan kehidupan saat ini tapi juga mementingkan kehidupan jangka panjang. Terwujudnya Compos corner saat ini merupakan bagian dari program go green Program ini salah satunya adalah mengelola tentang sampah-sampah organik yang ada di lingkungan kampus, untuk saat ini kompos corner ini dikelola oleh petugas kebersihan yang ada di lingkungan kampus tiga karena bangunan Kompos corner terletak di bagian ujung di dekat dengan kantin yang berada di wilayah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Setiap minggu itu ada dua hari yang mereka sepakati untuk membuat kompos kemudian memulai mengevaluasi sampai akhirnya jadilah kompos-kompos yang siap digunakan. Bahan baku kompos ini berasal dari berbagai macam sampah-sampah dedaunan yang ada di lingkungan kampus tiga. Volumenya sampah sangat banyak terutama daun-daun kering ataupun beberapa daun yang sengaja dipangkas oleh tenaga kebersihan. Daun-daun itulah kemudian diolah menjadi kompos dan sekarang sudah bisa digunakan untuk memupuk beberapa tanaman-tanaman baik yang ada di gedung ftik maupun yang berada di gedung rektorat. Dilansir dari Web IAIN Salatiga pada . Pada hari senin tanggal 4 oktober 2021, diadakan Pelatihan Pembuatan Kompos di lingkungan FTIK. Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari HMPS PGMI, delegasi HMPS Tadris IPA, dan segenap karyawan di lingkungan FTIK IAIN Salatiga. Acara dibuka oleh dekan FTIK IAIN Salatiga Prof. Dr. Mansur. Ag. Tujuan pelatihan ini agar dapat diimplementasikan dalam dikehidupan sehari-hari. Kegiatan Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris ini diisi oleh Rini Verary selaku inisiator dalam pembuatan gagasan compos corner. Pelatihan pembuatan kompos dari sampah daun-daun kering dan cara memprosesnya dijelaskan secara rinci dan dibantu oleh bapak Hamim selaku karyawan . enaga kebersiha. dilingkungan FTIK yang sudah memiliki keterampilan. Pelatihan ini selain menjadi bekal bagi para karyawan kebersihan juga bagi mahasiswa yang mengikuti acara itu sebagai alat untuk mengukur inovasi kegiatan ini pada kegiatan-kegiatan lainnya, dan sebagai bekal melaksanakan KKN nantinya. Selanjutnya pada hari senin tanggal 22 september 2022. Universitas Islam Negeri Salatiga menerima kunjungan edukasi dari Madrasah Ibtidaiyah Salatiga. Sebanyak 69 siswa kelas enam mengikuti kegiatan yang digelar di Auditorium Gedung KH. Hasyim AsyAoari Kampus i tersebut. Kepala MI Negeri Salatiga. Samhudi mengatakan bahwa kunjungan itu bertujuan untuk memberi pengalaman baru bagi para siswa. Rombongan MI Negeri Salatiga diterima dengan baik oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru MI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Dr. Peni Susapti. Koordinator Tim Greenmetric UIN Salatiga. Muh. Amin. , menambahkan bahwa UIN Salatiga sebagai Green Wasathiyyah Campus berkomitmen untuk terus memberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan bagi setiap lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Teknik pembuatan kompos yang dipakai dalam pelatihan ini diambil dengan teknik yang sangat mudah. Berbagai macam sampah organik yang sudah terkumpul akan dicampur dengan larutan dekomposer dan juga tetes tebu atau larutan gula. Setelah itu akan difermentasikan beberapa minggu untuk menghasilkan kompos yang baik dalam pengelolaan sampah, petugas kebersihan menjadi garda terdepan sehingga pelatihan ini diberikan kepada petugas kebersihan dan juga diikuti oleh beberapa mahasiswa agar pelatihan pembuatan kompos ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari Peluncuran Kompos Corner yang diawali dengan pembuatan kompos semoga bisa menjadi dukungan yang baik untuk mewujudkan IAIN Salatiga menuju Green Wasathiyah Campus Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi pilot proyek dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos Pelatihan ini adalah langkah awal mewujudkan Kompos Corner for green wasatiah kampus. KESIMPULAN Green Campus didukung dengan adanya pengolahan sampah organik menjdai kompos bisa mengangkat sektor perekonomian dan pembelajaran. Adanya kompos dikolaborasi menjadi paket edukasi bisa menjadi sarana belajar mengenai ilmu pengetahuan. Beberapa instansi yang sudah melaksanakan kunjungan ke UIN Salatiga untuk edukasi menjadi sarana promosi tentang kampus hijau. Pengelolaan compos corner yang diawali dengan melibatkan petugas kebersihan, meluas setelah produksi dengan anak-anak Mapala dan beberapa kelompok mahasiswa. Jadi produksi kompos yang berasal dari sampah organik dalam bidang pengelolaan sampah jangka panjang siap dijual. Pengelolaan dan terwujudnya Green campus didukung oleh seluruh pihak lembaga dan pimpinan serta secara teknis melibatkan dosen, karyawan, tenaga kebersihan, dan mahasiswa. Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics Volume 01 Nomor 01 Tahun 2023 ISSN: x-x https://afeksi. id/journal3/index. php/empiris DAFTAR PUSTAKA