2025 Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 p-ISSN: 2580-0590/ e-ISSN: 2621-380X PENGETAHUAN. SIKAP. DAN TINDAKAN MASYARAKAT PESISIR TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI KELURAHAN TANJUNG UNGGAT KOTA TANJUNGPINANG Putri Amelia Febrianty1. Erpina Santi Meliana Nadeak1*. Harvensica Gunnara1. Luh Pitriyanti1 Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Korespondensi penulis: erpina@poltekkes-tanjungpinang. ABSTRAK Latar Belakang: Sampah plastik yang mencemari wilayah pesisir akibat pembuangan langsung ke laut tanpa pengelolaan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan responden dalam pengelolaan sampah plastik rumah tangga di wilayah pesisir Kelurahan Tanjung Unggat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif potong lintang dengan metode survei dan wawancara. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yang mengambil sampel keseluruhan populasi dengan jumlah 41 Ibu Rumah Tangga. Lokasi penelitian di RT 02 RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat. Kecamatan Bukit Bestari. Kota Tanjungpinang. Analisis data adalah analisis deskriptif. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 92,7% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong baik terkait pengelolaan sampah plastik rumah tangga. Dari aspek sikap, sebagian besar responden menunjukkan sikap setuju terhadap praktik pengelolaan sampah plastik rumah tangga sebesar 87,8%. Namun, pada aspek tindakan, sebagian besar responden berada pada kategori rendah dalam menerapkan pengelolaan sampah plastik rumah tangga sebesar 68,3%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan yang baik dan sikap setuju dengan tindakan yang masih kurang dalam pengelolaan sampah plastik rumah tangga, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang lebih intensif untuk mendorong perubahan perilaku. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, tindakan, sampah plastik, pesisir COASTAL COMMUNITY BEHAVIOR TOWARDS PLASTIC WASTE MANAGEMENT IN TANJUNG UNGGAT VILLAGE. TANJUNGPINANG CITY ABSTRACT Background: Plastic waste pollution in coastal areas, primarily caused by direct disposal into the sea without proper management, has serious consequences for both the environment and coastal communities. This research seeks to assess respondentsAo knowledge, attitudes, and behavioral practices related to the management of household plastic waste in the coastal area of Tanjung Unggat Subdistrict. Methods: This research employed a descriptive cross-sectional design using survey and interview methods. The sampling technique applied was total sampling, encompassing the entire population of 41 housewives. The study was conducted in RT 02 RW 05. Tanjung Unggat Subdistrict. Bukit Bestari District. Tanjungpinang City. Indonesia. Data were analyzed using descriptive statistical methods. Results: The findings revealed that 92. 7% of respondents demonstrated a high level of knowledge regarding household plastic waste management. In terms of attitudes, 87. 8% of respondents expressed agreement with household plastic waste management practices. However, in the aspect of practice, 68. of respondents were categorized as having low implementation levels in managing household plastic waste. Conclusion: This study highlights a clear gap between respondentsAo adequate knowledge and positive attitudes, and their relatively low levels of actual practice. These findings suggest the need for more intensive educational interventions to promote behavioral change in household plastic waste management. Keywords: Knowledge, attitude, action, plastic waste, coastal areas Pengetahuan. Sikap, dan Tindakan Masyarakat Pesisir Terhadap Pengelolaan Sampah Plastik di Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang Putri Amelia Febrianty. Erpina Santi Meliana Nadeak. Harvensica Gunnara. Luh Pitriyanti PENDAHULUAN Permasalahan sampah hingga kini masih menjadi isu lingkungan global yang sangat mendesak. Upaya pengelolaan sampah yang efektif masih menghadapi berbagai tantangan dan belum sepenuhnya terselesaikan. Data World Bank menunjukkan bahwa produksi sampah padat dunia mencapai 2,24 miliar ton per hari, dengan sekitar 33% di antaranya belum dikelola secara dampak negatif terhadap lingkungan. Bahkan. World Bank memproyeksikan pada tahun 2050 volume sampah tahunan akan meningkat sebesar 73% dibandingkan tahun 2020, yakni mencapai 3,88 miliar ton per tahun. Sampah plastik menjadi salah satu persoalan utama karena sifatnya yang sulit terurai. Meskipun dapat hancur menjadi partikel-partikel kecil keberadaannya tetap berisiko tinggi terhadap ekosistem. Indonesia dan China kontribusi sampah plastik terbesar, yaitu sekitar 0,48 sampai 1,29 juta metrik ton per tahun. Jumlah tersebut terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan masyarakat. Penumpukan sampah plastik di lautan, khususnya di Indonesia, ancaman serius bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat di wilayah pesisir . Indonesia memiliki jumlah 33,791,154,00 ton/tahun pada tahun 2024 dan sampah yang tidak dikelola 06% atau 13,538,120. ton/tahun. Kawasan pesisir adalah zona transisi antara wilayah darat dan laut yang memiliki dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan sosial Pengelolaan permasalahan penting yang harus segera ditangani, karena apabila sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas ekosistem pesisir, penduduk yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, upaya pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan guna menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pencemaran laut didefinisikan sebagai masuknya zat, organisme, energi, maupun komponen lain ke dalam ekosistem laut akibat aktivitas manusia. Sampah laut diketahui sebagai salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan, penurunan kualitas ekosistem perairan, serta risiko bagi kesehatan manusia. Sampah plastik yang terbuang ke laut berukuran mikro dan nano, dan keberadaannya telah terdeteksi di perairan Indonesia. Plastik memiliki karakteristik sulit terurai secara alami, sehingga menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap ekosistem laut maupun kesehatan manusia. Sebagai bentuk upaya mitigasi. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan jumlah sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2025. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 Tahun 2025 Sampah pesisir juga menjadi isu lingkungan yang penting, khususnya terkait pengelolaan yang belum optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah di wilayah pesisir berisiko mencemari lingkungan karena mudah terbawa oleh arus laut. Sumber pencemar laut umumnya berasal dari limpasan sampah darat, sisa hasil tangkapan laut, serta limbah domestik akibat aktivitas harian Hingga saat ini, laut masih sering dijadikan tempat pembuangan akhir oleh penduduk pesisir, sehingga Perilaku manusia dapat dibagi menjadi tiga domain, yaitu pengetahuan. Tindakan. Perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah pencemaran sampah di laut. Berdasarkan penelitian sebelumnya, pengetahuan masyarakat tentang sampah dipengaruhi oleh budaya, pengelolaan sampah dipengaruhi oleh budaya yang ada di menganggap membuang sampah di laut sudah menjadi sesuatu yang biasa, masyarakat belum mengetahui cara memperlakukan pengelola sampah yang baik. Penelitian lainnya di wilayah pesisir Kota Parepare menunjukkan hasil, sikap berpengaruh terhadap perilaku warga masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di zona pesisir Kota Parepare. METODE Penelitian mendeskripsikan perilaku masyarakat pesisir terhadap pengelolaan sampah Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan januari-juli 2025. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di daerah pesisir yaitu RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat. Kota Tanjungpinang. Alasan memilih lokasi tersebut karena tidak tersedia fasilitas pengangkutan sampah, lokasi dekat dengan laut, dan sampah ke laut. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 ibu rumah tangga yang berusia 18 tahun ke atas dan sudah menikah serta bersedia Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu usia, pendidikan dan variable terikat yaitu pengetahuan, sikap, dan Tindakan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner yang memuat pernyataan terkait pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga dalam mengelola sampah plastik. Tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner pada penelitian ini, namun kuesioner yang digunakan telah diuji coba terlebih dahulu untuk memastikan calon responden memahami maksud setiap Analisis dilakukan secara frekuensi, persentase, dan likert scale masing-masing kategori pada variabel. Kriteria kategorisasi untuk faktor pengetahuan adalah baik dengan nilai >75% - 100%. cukup dengan nilai 56% 75%. dan kurang dengan nilai <56%. Kriteria kategorisasi untuk faktor sikap adalah sangat setuju dengan nilai Ou 85%. setuju dengan nilai 70% - 84%. setuju dengan nilai 50% - 69%. Pengetahuan. Sikap, dan Tindakan Masyarakat Pesisir Terhadap Pengelolaan Sampah Plastik di Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang Putri Amelia Febrianty. Erpina Santi Meliana Nadeak. Harvensica Gunnara. Luh Pitriyanti sangat tidak setuju dengan nilai <50%. Kriteria kategorisasi untuk faktor Tindakan adalah baik dengan nilai >75% - 100%. cukup dengan nilai 56% - 75%. dan kurang dengan nilai <56%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menjelaskan data pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga terhadap pengelolaan sampah plastik di Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Persentase Responden (%) Usia Ou 60 Jumlah Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah Pekerjaan ASN P3K Guru SD IRT Wiraswasta Total Sumber: Data Primer . Berdasarkan Tabel 1. berdasarkan usia responden yang paling banyak adalah usia 46-59 tahun yaitu sebesar 39%. Berdasarkan pendidikan responden yang paling banyak adalah SMA yaitu sebesar 39%. Berdasarkan pekerjaan responden yang paling banyak adalah sebagai IRT yaitu sebesar 92,7%. Pengetahuan Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Pengetahuan Frekuensi Persentase . (%) Baik Cukup Kurang Total Sumber: Data Primer . Pada tabel 2 diperoleh data bahwa sebagian besar responden . ,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong baik, sebanyak . ,4%) responden memiliki pengetahuan yang tergolong cukup, sementara . ,9%) termasuk dalam kategori pengetahuan kurang terkait pengelolaan sampah plastik rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian di RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik . ,7%) dalam praktik pengelolaan sampah plastik. Meskipun demikian, hasil wawancara menunjukkan masih terdapat responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang, ditandai dengan adanya ibu rumah tangga yang masih beranggapan bahwa membakar sampah merupakan metode pengelolaan yang tepat. Hasil ini sejalan dengan penelitian Sina dkk . yang pembakaran sebagai metode utama dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Praktik tersebut umumnya dilakukan karena ketiadaan fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) di Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 Tahun 2025 sekitar area pemukiman. Untuk biasanya dibakar setiap dua hingga tiga hari sekali tanpa melalui proses pemilahan terlebih dahulu. Namun, metode pembakaran ini berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, membahayakan kesehatan manusia serta Oleh sebab itu, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai dampak negatif pembakaran sampah menjadi aspek yang sangat penting. Salah satu upaya yang dapat ditempuh ialah melaksanakan program penyuluhan atau edukasi yang berfokus pada bahaya pembakaran sampah bagi lingkungan. Dengan pemberian edukasi diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah yang lebih baik serta ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada ekosistem sekitar. Penelitian yang dilakukan oleh Agus E . menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tergolong baik, yang salah satunya didukung oleh kemudahan akses terhadap berbagai sumber informasi, seperti televisi, radio, surat kabar, dan majalah yang membahas pengelolaan sampah yang memberikan wawasan sampah. Mayoritas responden menyadari bahwa terhadap kehidupan sehari-hari. Selain itu, sebagian besar pengetahuan juga diperoleh melalui pengalaman pribadi, paparan media massa, serta interaksi dengan lingkungan sekitar. Sikap Berdasarkan . ,4%) responden sangat setuju, . ,8%) setuju, dan . ,8%) tidak setuju terkait pengelolaan sampah plastik di rumah Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sikap Responden Sikap Frekuensi Persentase . (%) Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Sumber: Data Primer . Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu rumah tangga di RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat memiliki sikap setuju . ,8%) terhadap pengelolaan sampah plastik rumah Sikap individu umumnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimilikinya, di mana pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan sampah menjadi landasan penting dalam membentuk sikap positif terhadap praktik tersebut. Dengan demikian, pengetahuan dan pola pikir berperan signifikan dalam pembentukan sikap . Penelitian yang dilakukan oleh Utama dan Desi . menunjukkan adanya kaitan antara tingkat pendidikan dengan sikap dalam pengelolaan sampah. Orang dengan pendidikan lebih tinggi umumnya menunjukkan sikap yang lebih positif dalam pengelolaan sampah, sedangkan tingkat pendidikan yang rendah sering kali Oleh sebab itu, pendidikan menumbuhkan sikap positif terhadap praktik pengelolaan sampah. Pengetahuan. Sikap, dan Tindakan Masyarakat Pesisir Terhadap Pengelolaan Sampah Plastik di Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang Putri Amelia Febrianty. Erpina Santi Meliana Nadeak. Harvensica Gunnara. Luh Pitriyanti Tindakan Berdasarkan Tabel 4, terlihat bahwa . %) responden memiliki tindakan baik, . ,7%) cukup, dan . ,3%) tergolong kurang dalam pengelolaan sampah plastik rumah Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Tindakan Frekuensi Persentase . (%) Baik Cukup Kurang Total Sumber: Data Primer . Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar ibu rumah tangga di RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat masih memiliki tindakan rendah . ,3%) dalam pengelolaan sampah Salah satu hasil wawancara juga melakukan praktik daur ulang, misalnya dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block. Rendahnya tingkat partisipasi dalam kegiatan daur ulang menandakan bahwa keberadaan bank sampah saja tidak memadai untuk mengatasi persoalan ini. Oleh karena itu, alternatif yang mampu meningkatkan pemanfaatan sampah, khususnya plastik yang telah dikumpulkan masyarakat. Salah satu strategi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan baku untuk pembuatan paving block yang ramah lingkungan. Hasil penelitian Putri dkk . kantong plastik sekali pakai saat berbelanja, yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman serta terbatasnya media edukasi mengenai pentingnya plastik. Meskipun plastik memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya dapat menimbulkan dampak negatif yang serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan dalam jangka panjang. Oleh pemahaman tentang bahaya sampah plastik serta mendorong penggunaan alternatif ramah lingkungan, seperti tas belanja guna ulang. Edukasi ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat, khususnya ibu rumah ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai. Hasil penelitian masih terdapat ibu rumah tangga mengelola sampah plastik dengan cara membakarnya. Praktik ini dipengaruhi oleh pandangan masyarakat yang menilai sampah sebagai benda tanpa nilai, serta kebiasaan membakar sampah yang telah lama dilakukan sebagai cara mengatasi permasalahan sampah. Selain itu, masyarakat menilai bahwa pembakaran merupakan solusi tercepat dalam menangani permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat ibu rumah tangga masih membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai atau laut. Beberapa faktor memengaruhi perilaku tersebut, mengenai pembuangan sampah yang benar dan terbatasnya sarana serta prasarana tempat sampah di lingkungan sekitar. Berdasarkan teori PrecedeProced Model dari Lawrence Green. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Healt. Vol 9 No 2 Tahun 2025 faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan individu terdiri dari faktor predisposisi . redisposing facto. , faktor pemungkin . nabling facto. dan faktor . einforcing facto. Meskipun pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pengelolaan sampah yang tergolong pada faktor predisposisi tergolong baik, namun ketersediaan sarana dan prasarana yang merupakan faktor pemungkin belum tersedia dengan optimal sehingga tindakan masyarakat masih banyak pada kategori kurang. Pengelolaan sampah memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang Tempat Penampungan Sementara (TPS). Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), bank sampah, serta fasilitas pendukung lainnya seperti alat angkut dan gerobak sampah. Penelitian Agustin dkk . menunjukkan adanya keterkaitan antara tindakan pengelolaan sampah dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Meskipun pengetahuan yang baik, keterbatasan fasilitas pembuangan dapat mendorong sembarangan, termasuk ke laut. Oleh pengelolaan sampah, seperti TPS di RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat, menjadi kebutuhan yang mendesak. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden mengenai pengelolaan sampah plastik rumah tangga mayoritas berada pada kategori baik, yaitu sebesar 92,7% . , sikap responden mengenai pengelolaan sampah plastik rumah tangga berada pada kategori setuju sebesar 87,8% . , dan tindakan responden mengenai pengelolaan sampah plastik rumah tangga berada pada kategori kurang sebesar 68,3% . Penelitian ini menyarankan agar masyarakat, penguatan bank sampah, atau integrasi pendidikan lingkungan rumah tangga di di daerah pesisir RT 02/RW 05 Kelurahan Tanjung Unggat. Kota Tanjungpinang. DAFTAR PUSTAKA