Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia 1,2Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta *Korespondensi: Uray Kania Desita. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jl. Kertamukti No. Pisangan. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten 15419 E-mail: u. kania08@gmail. DOI: https://doi. 70304/jmsi. Copyright @ 2025. Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia E-ISSN: 2828-1381 P-ISSN: 2828-738X Abstrak Rokok elektrik telah menjadi tren yang digemari di kalangan generasi muda. Perilaku merokok rokok elektrik dapat dipengaruhi oleh faktor individu seperti pengetahuan dan sikap serta lingkungan seperti paparan TikTok. Beberapa bentuk iklan dan promosi produk rokok elektrik muncul di TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan paparan media sosial TikTok terhadap perilaku merokok rokok elektrik di kalangan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2024, dengan menggunakan sampel sebanyak 160 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 21,9% mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merokok rokok elektrik. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi antara pengetahuan . -value 0,. , sikap . -value 0,. , paparan konten negatif tentang rokok elektrik di media sosial TikTok . -value 0,. dengan perilaku merokok rokok elektrik. Siswa dituntut untuk dapat memperoleh pengetahuan tentang bahaya rokok elektronik dari sumber yang kredibel dan membantu menghindari perilaku merokok elektronik, seperti menjalankan kampanye anti merokok di TikTok. Kata Kunci: Tik Tok. Pengetahuan. Sikap. Rokok Elektrik. Perilaku Merokok Abstract E-cigarettes have become a popular trend among the younger generation. E-cigarette smoking behavior can be influenced by individual factors such as knowledge and attitudes and the environment such as exposure to TikTok. Several forms of advertising and promotion of electronic cigarette products appear on TikTok. The aim of this study was to study the relationship between knowledge, attitudes, and exposure to social media TikTok on the behavior of e-cigarette smoking among UIN Syarif Hidayatullah Jakarta students in 2024, used a sample of 160 respondents. This is a quantitative study with a cross-sectional design, and the data were analyzed using the chi-square test. The study's findings showed that 21. 9% of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta students smoked e-cigarettes. The analysis showed a correlation between knowledge . -value . , attitudes . -value 0. , exposure to negative content about e-cigarettes on social media TikTok . -value 0. with e-cigarette smoking behavior. Students are required to be able to gain knowledge about the dangers of electronic cigarettes from credible sources and assist in avoiding electronic smoking behavior, such as running anti-smoking campaigns on TikTok. Keywords: Tik Tok. Knowledge. Attitude. E-cigarettes. Smoking Behaviour Pendahuluan Merokok adalah perilaku pada sebagian orang dan telah menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan di dunia. Perilaku merokok dapat berdampak buruk tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain yang ada pada sekitarnya baik dalam waktu singkat maupun jangka panjang . Rokok bukanlah hal baru bagi individu pada semua kalangan usia. Mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak tidak menutup kemungkinan mereka yang belum pernah merokok kemudian mulai merokok hingga merasa tertarik dan kecanduan terhadap Perilaku merokok telah menjadi salah satu faktor risiko terjadinya berbagai penyakit seperti jantung koroner, stroke, kanker, penyakit paru kronik dan tuberkulosis . Hadirnya rokok elektrik di Indonesia menjadikannya salah satu jenis rokok yang sedang Pengguna rokok elektrik di Indonesia tidak hanya orang dewasa namun remaja juga telah mencoba untuk mengkonsumsi rokok elektrik . Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi pengguna rokok elektrik di Indonesia sebesar 3%. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi pengguna rokok elektrik tertinggi berada pada kelompok sekolah atau mahasiswa dengan persentase sebesar 9,9%. Sedangkan prevalensi perokok elektrik pada kelompok usia 20 - 24 tahun sebagai kelompok tertinggi yaitu sebesar 8,7% dan pada kelompok 15-19 tahun sebesar 8,5% merupakan kelompok tertinggi ke 2 di Indonesia . Pengguna rokok elektrik menganggap bahwa rokok elektriks merupakan salah satu metode berhenti merokok dan memiliki kandungan yang tidak berbahaya dibandingkan rokok Selain itu, rokok elektrik juga dijadikan sebagai sarana sosialisasi dengan komunitas atau teman, atau sebagai sarana menunjukkan status sosial oleh penggunanya. Hal tersebut menjadi alasan rokok elektrik popular terutama pada kalangan anak muda dan menjadi trend saat ini . Persepsi yang keliru terhadap rokok elektrik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan seperti memicu kecanduan dan depresi, menimbulkan gangguan saluran pernafasan, penyakit paru obstruktif, hingga risiko kanker paru . Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku merokok elektrik yaitu pengetahuan. Kebiasaan merokok elektrik didasari oleh adanya pengetahuan terkait rokok elektrik itu sendiri. Pengetahuan remaja yang baik terkait bahaya rokok elektrik akan mempengaruhi perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja. Artinya semakin tinggi pengetahuan remaja tentang bahaya rokok elektrik maka semakin rendah tingkat penggunaan rokok elektrik pada remaja Sikap juga menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku merokok elektrik . Sikap individu sangat berkorelasi dengan perilaku yang ditunjukkan. Oleh karena itu, semakin baik sikap individu maka semakin baik juga perilaku individu tersebut . Selain itu, adanya paparan informasi rokok elektrik melalui media sosial menjadi faktor yang menyebabkan peningkatan dalam perilaku merokok elektrik di kalangan anak-anak dan remaja . Berdasarkan data laporan Ikhtisar Global Digital tahun 2023 Indonesia memiliki 113 juta pengguna aktif TikTok yang berusia 18 tahun keatas. Kelompok tertinggi pengguna aplikasi TikTok berada pada usia 18-24 tahun dengan sebaran jenis kelamin yaitu sebesar 20,9% pengguna perempuan dan sebesar 17,5% pengguna laki-laki . Aplikasi TikTok di Indonesia adalah media sosial yang dianggap populer dengan adanya kenaikan pengguna aktif . Ada beberapa bentuk iklan dan promosi produk rokok elektrik melalui influencer dan konten pengguna TikTok. Banyaknya konten yang didominasi pro-rokok elektrik di TikTok dikarenakan kebijakan serta proses pengaturan yang ada saat ini tidak cukup dalam membatasi penyebaran konten-konten tersebut . Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control diharapkan dapat mengubah kebiasaan buruk perilaku merokok elektrik dengan hal-hal positif dan lebih bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun masyarakat . Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan terhadap mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diantaranya sebesar 64% mahasiswa memiliki perilaku merokok elektrik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan paparan konten TikTok terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan desain studi cross Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa aktif tingkat sarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan tahun 2020, 2021, 2022, dan 2023. Jumlah sampel sebanyak 160 Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling yaitu dengan memilih responden yang bertemu peneliti secara tidak sengaja dan memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa tingkat S1 dan menggunakan media sosial TikTok. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner melalui Google Formulir untuk mengukur variabel perilaku merokok, pengetahuan, sikap dan paparan konten Tik Tok. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menghasilkan gambaran distribusi frekuensi setiap Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan, sikap, dan paparan konten TikTok terhadap perilaku merokok elektrik pada mahasiswa dengan menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan etik dan . thical approva. dari Komisi Etik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2024 dengan nomor Un. 01/F. 10/KP. 1/KE. SP/04. 046/202. Hasil Tabel 1 menunjukkan bahwa sebesar 51,2% responden berjenis kelamin laki-laki dan sebesar 48,8% berjenis kelamin Perempuan. Usia responden didominasi dari rentang 20-22 tahun . ,1%, 30,6% dan 19,4%). Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Penelitian Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Variabel Kategori Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun Usia Perilaku merokok elektrik responden sebesar 21,9% dengan rincian 77,1% adalah pengguna laki-laki dan 22,9% adalah pengguna perempuan, dan mayoritas pengguna berusia 20 tahun (Tabel . Sebanyak 75% responden memiliki pengetahuan baik yang berarti responden tahu mengenai bahaya dan dampak rokok elektrik. Sebesar 59,4% responden memiliki sikap tidak mendukung yang berarti responden memiliki kecenderungan menolak atau menilai tidak baik perilaku merokok elektrik. Sebesar 72,5% responden terpapar konten terkait rokok elektrik di TikTok (Tabel . Paparan ini berarti informasi terkait rokok elektrik berupa iklan, video, dan gambar yang dilihat responden di media sosial TikTok terkait rokok Tabel 2. Distribusi Frekuensi Perilaku Merokok Elektrik. Pengetahuan. Sikap, dan Paparan Konten TikTok Pada Mahasiswa UIN Jakarta Variabel Kategori Perilaku Merokok Elektrik Tidak Kurang Baik Mendukung Tidak Mendukung Terpapar Tidak Terpapar Pengetahuan Sikap Paparan Konten Tik Tok Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Perilaku Pengguna Rokok Elektrik pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Variabel Kategori Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun Usia Berdasarkan Tabel 4, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan paparan konten TikTok dengan perilaku merokok elektrik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2024. Tabel 4. Hubungan Pengetahuan. Sikap dan Paparan Konten TikTok dengan Perilaku Merokok Elektrik pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Variabel Pengetahuan Sikap Paparan Konten Negatif Paparan Konten Positif Kategori Kurang Baik Mendukung Tidak Mendukung Terpapar Tidak Terpapar Terpapar Tidak Terpapar Perilaku Merokok Elektrik Tidak n (%) n (%) 14 . Nilai p 95 % CI 0,02 2,538 1,138 - 5,663 0,00 6,370 2,370 - 14,863 0,01 8,349 1,911 Ae 36,486 0,083 0,382 0,138 Ae 1, 059 Pembahasan Perilaku merokok merupakan salah satu aktivitas berdasarkan perspektif individu masing masing baik ditinjau dari sudut pandang kedokteran, lingkungan, ekonomi, dan agama. Sebagian besar sudut pandang ini menunjukkan bahwa merokok memiliki dampak negatif baik diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya . Saat ini banyaknya pengguna rokok konvensional yang beralih menggunakan rokok elektrik karena mereka percaya bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional . Berdasarkan hasil penelitian perilaku merokok elektrik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2024 terdapat pengguna berjenis kelamin perempuan dan mayoritas pengguna berusia 20 tahun. Perubahan zaman dan gaya hidup modern menyebabkan perempuan memilih untuk mencoba hal baru salah satunya adalah dengan menggunakan rokok elektrik . Merokok memiliki dampak kesehatan yang serius bagi perempuan, mencakup berbagai aspek mulai dari risiko kanker hingga masalah reproduksi . Perempuan yang merokok tidak hanya mengalami risiko yang sama dengan laki-laki, tetapi juga dapat mengalami risiko tambahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan komplikasi kehamilan . Merokok jelas menjadi faktor penghambat kelahiran bayi yang sehat. Selain itu, merokok juga dapat mempercepat proses penuan dini, mempengaruhi kesehatan tulang, dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit tertentu seperti kanker serviks. Berbagai masalah akibat merokok menunjukkan bahwa merokok adalah ancaman besar bagi kesehatan reproduksi wanita . Adanya pengguna berjenis kelamin perempuan dan mayoritas pengguna berusia 20 tahun menyebabkan perempuan memilih untuk mencoba hal baru salah satunya adalah dengan menggunakan rokok elektrik . Seiring perkembangan zaman gaya hidup dan teknologi, perempuan lebih mudah terpengaruh oleh gaya hidup modern. Pandangan islam terhadap bahaya rokok menunjukkan bahwa islam adalah agama yang menjunjung tinggi keberhasilan dan menolak segala bentuk kekotoran. Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan kebersihan harus selalu diprioritaskan dalam ajaran islam . Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Pute et al. , menyatakan bahwa responden yang memiliki demografi usia di bawah 21 tahun dan tingkat pendidikan sarjana cenderung pernah menggunakan rokok elektrik . Sejalan dengan penelitian Ab Rahman et al. , menyatakan bahwa penggunaan rokok elektrik saat ini paling banyak terdapat pada kalangan muda usia produktif . Hasil penelitian juga menunjukkan sebagian besar pengguna rokok elektrik menyatakan telah menggunakannya selama > 1 tahun dan terdapat pengguna rokok elektrik pada fakultas ilmu kesehatan. Lamanya pengguna rokok elektrik dapat mempengaruhi tingkat ketergantungan nikotin pada rokok elektrik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hayati et al. , menyatakan bahwa kandungan nikotin dalam rokok elektrik dapat menyebabkan ketergantungan pada penggunanya . Adanya rasa ketergantungan di kalangan pengguna rokok elektrik selaras dengan popularitas produk berbahan dasar garam nikotin di kalangan mahasiswa . Mahasiswa fakultas ilmu kesehatan seharusnya menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat dan menghindari penggunaan rokok elektrik. Oleh karena itu, sangat penting bagi mahasiswa kesehatan untuk menghindari penggunaan rokok elektrik dan aktif berkontribusi dalam edukasi dan pencegahan penggunaanya di kalangan masyarakat luas. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berperan dalam perubahan perilaku seseorang, salah satunya yaitu perilaku penggunaan rokok elektrik . Pengetahuan dapat berasal dari mana saja baik melalui media sosial, informasi yang diberikan oleh individu atau kelompok, hingga lembaga pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan mahasiswa dengan perilaku merokok elektrik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan mahasiswa terkait dampak negatif dan bahaya rokok elektrik terhadap kesehatan, maka cenderung tidak tidak menggunakan rokok Sebaliknya, semakin kurang pengetahuan mahasiswa terkait dampak negatif dan bahaya rokok elektrik terhadap kesehatan, menggunakan rokok maka elektrik. Kurangnya pengetahuan terkait rokok elektrik yang diakibatkan oleh pengukuran pemahaman yang melibatkan pemahaman seputar bahaya dan dampak rokok elektrik itu sendiri. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani et al. , menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku merokok elektrik . Tingkat pengetahuan individu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor pendidikan, faktor informasi atau media masa, faktor sosial budaya, faktor ekonomi, faktor lingkungan dan usia . Pengetahuan perokok terkait risiko kesehatan yang diakibatkan oleh rokok merupakan faktor prediktif untuk berhenti merokok . Hal ini sejalan dengan teori Social Learning Theory menyebutkan bahwa pengetahuan termasuk dalam personal faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang . Oleh karena itu, diharapkan pengetahuan yang baik terkait risiko kesehatan akibat rokok elektrik lebih lebih tercermin dalam perilaku responden. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat program edukasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti universitas serta komunitas. Program edukasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang komprehensif, dan memanfaatkan media sosial sebagai platform untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya dan dampak rokok elektrik. Dengan membuat konten yang menarik dan informatif, diharapkan informasi tersebut dapat lebih mudah menjangkau mahasiswa. Pada penelitian ini responden yang memiliki sikap tidak mendukung terhadap perilaku merokok didasari oleh keyakinan untuk tidak menggunakan serta keyakinan bahwa perilaku merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, responden yang memiliki sikap mendukung terhadap perilaku merokok didasari oleh keyakinan untuk menggunakan rokok elektrik dan keyakinan bahwa perilaku merokok tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara sikap responden terhadap perilaku merokok elektrik. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnawinadi et al. menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap individu terhadap perilaku merokok elektrik . Hal ini sejalan dengan Social Learning Theory menyebutkan bahwa sikap termasuk dalam personal faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang . Sikap setiap individu sangatlah berkorelasi terhadap perilaku yang dimunculkan, hubungan ini terletak pada individu itu sendiri terhadap respon yang didapati, kecenderungan individu untuk melakukan tindakan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor bawaan dan lingkungan . Menurut penelitian Mulyana et al. , sikap merokok dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti mencoba mengikuti teman, mengikuti trend atau mode, pelarian stress, lambang kedewasaan . Faktor -faktor tersebutlah yang kemudian dapat mempengaruhi perilaku merokok seseorang. Pengguna rokok elektrik dapat mengakibatkan dampak negatif bagi Hasil penelitian menunjukkan sebesar 20% responden beranggapan akan tetap menggunakan rokok elektrik walaupun mereka mengetahui bahayanya. Selain itu, sebesar 20% responden beranggapan bahwa perilaku merokok elektrik bukanlah perilaku yang buruk. Hal ini menunjukkan bahwa sikap responden dalam menerima perilaku merokok elektrik adalah sebuah perilaku yang baik dan tidak berdampak terhadap masalah kesehatan. Namun, sebesar 59,5% responden sangat setuju untuk memaksimalkan kebijakan kawasan tanpa rokok di tingkat universitas. Oleh karena itu, penting untuk terhadap memprioritaskan kepedulian kesehatan dengan dengan memaksimalkan penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok di seluruh area kampus. Langkah ini dapat didukung oleh penguatan dukungan komunitas peduli kesehatan di lingkungan kampus untuk menyebarkan informasi dan dukung kebijakan kawasan tanpa rokok. Serta menetapkan aturan yang jelas dan sanksi tegas bagi pelanggaran kebijakan kawasan tanpa rokok. Media sosial mempunyai kapasitas untuk dapat mempengaruhi pemahaman generasi muda terhadap sebuah produk termasuk rokok elektrik . Pemasaran online yang bertuju pada paparan iklan rokok elektrik sebagai informasi atau rekomendasi dari teman sebaya, mampu meningkatkan kemungkinan penggunaan vaping pada individu, termasuk pada kalangan generasi muda dan bukan perokok . Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara paparan konten negatif rokok elektrik di media sosial TikTok pada mahasiswa terhadap perilaku merokok Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vassey et al. , menunjukkan terdapat hubungan antara paparan konten negatif di media sosial TikTok terhadap perilaku merokok Hal ini sejalan dengan teori Social Learning Theory yang menyebutkan bahwa paparan media sosial termasuk dalam faktor environment adalah faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang . Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bentuk video menjadi konten yang paling banyak di lihat oleh mahasiswa di media sosial TikTok dan iklan menjadi bentuk konten kedua yang banyak dilihat oleh mahasiswa di media sosial TikTok. Konten video terkait rokok elektrik pada TikTok berupa penggunaan rokok elektrik. Hal ini karena TikTok mempunyai beragam konten terkait rokok elektrik yang menarik bagi remaja yang dibuat dengan konteks musik dan humor seperti cara penggunaan rokok elektrik, serta penjelasan bagian rokok elektrik . Video pendek sering kali lebih populer bagi kaum muda dibandingkan dengan video berdurasi panjang . Konten video yang dikemas di TikTok dapat sangat menarik bagi kaum muda terlepas dari status penggunaan rokok elektrik atau produk tembakau lainnya . Selain itu, bentuk iklan terkait rokok elektrik seperti promosi brand dan produk yang dilakukan secara online . Promosi secara online mengarah terhadap paparan iklan rokok elektrik sebagai informasi atau rekomendasi dari teman sebaya sehingga dapat meningkatkan kemungkinan untuk menggunakan rokok elektrik pada individu. Sejalan dengan penelitian lain yang dilakukan oleh Melda menyatakan bahwa paparan iklan di media sosial dapat mendorong remaja dalam aktivitas sosial . Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa akun influencer merupakan penyedia konten negatif rokok elektrik yang paling sering dilihat pada media sosial TikTok. Menurut Smith et , menjelaskan bahwa promosi rokok elektrik pada media sosial dilakukan secara kreatif menggunakan fitur yang dirancang dengan baik termasuk warna, variasi rasa, insentif . eperti promosi harga dan voucher diskon, serta dukungan influencer . Hasil penelitian Smith et al. menunjukkan adanya masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena sebagian besar informasi tentang rokok elektrik mempromosikan rokok elektrik dan menggambarkan penggunaanya sebagai sesuatu yang dapat diterima secara sosial . Hal ini dapat berdampak negatif pada generasi muda yang rentan terhadap konten Meskipun terdapat metode untuk mencegah generasi muda melihat konten tersebut, seperti peringatan usia dan kesehatan. Smith, et al. , menemukan bahwa sebagian besar video dan postingan mempromosikan untuk membeli rokok elektrik tanpa memverifikasi usia saat menjual produk secara online . Mengingat banyaknya generasi muda yang mengakses media sosial beberapa kali sehari, paparan terhadap pemasaran ini berpotensi mendorong penggunaan rokok elektrik di kalangan mereka . Adanya konten negatif terkait rokok elektrik pada media sosial TikTok, dapat berpotensi memaparkan generasi muda terhadap penggunaan rokok elektrik. Konten negatif di media sosial khususnya pada TikTok membutuhkan peraturan yang lebih ketat, termasuk dalam penegakan yang lebih baik oleh platform TikTok dalam kebijakan untuk melarang penayangan serta promosi konten negatif rokok elektrik. Kesimpulan Perilaku merokok elektrik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipengaruhi oleh factor pengetahuan, sikap, paparan konten Tik Tok. Oleh karena itu. Mahasiswa diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait rokok elektrik dengan mencari informasi di media sosial TikTok pada sumber yang terpercaya serta berpartisipasi melakukan pencegahan penyebaran rokok elektrik dengan melakukan aksi nyata atau membuat media informasi yang bertujuan untuk pencegahan terhadap penggunaan rokok elektrik melalui platform media sosial TikTok untuk menyebarkan konten edukatif berupa video, artikel, serta postingan yang membahas bahaya dan dampak rokok. Konflik Kepentingan Tidak konflik kepentingan dalam penelitian ini. Daftar Pustaka